Lu Li meninggal secara tragis | Song of the Moon【INDO SUB】EP13 | iQIYI Indonesia

[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Song of the Moon] [Episode 13] [Biro Marquis Wu Yang] Kakak, Kakak Ipar. Kalian akan berangkat besok. Sebelum pergi, biarkan kami bersulang untuk kalian. Tidak lama lagi, kalian akan ikut Tuan Besar untuk melihat upacara. Kita akan bertemu lagi nanti. Itu… Itu adalah Kediaman Peri. Lebih bebas sekarang. Kita bersenang-senang

Malam ini. Bersulang. – Bersulang. – Bersulang. [Paviliun Pedang] Lu Li. Kamu sedang apa? Aku sedang melihat bulan di langit. Kamu seharusnya menatapku yang ada di hadapanmu. Liu Shao. Katanya ada sebuah cara agar aku tidak meninggalkanmu. Tidak ada yang bisa memisahkan kita. Menurutmu, harus kucoba tidak? Coba saja. Tentu harus dicoba.

Mungkin sungguh boleh dicoba. Hanya saja apakah hal ini sungguh semudah yang dikatakan guru? Segel Monumen Empat Musim semakin melemah. Semoga murid dari Biro Marquis Wu Yang ini sungguh bisa membantu Kediaman Peri memperbaiki Monumen. Bukankah kita akan ke Kediaman Peri? Mengapa kamu membawa ikan? Coba tebak. Kamu tebak apakah aku akan menebaknya.

Kamu tahu tidak? Katanya, manusia yang pergi ke Kediaman peri, akan berubah dengan cepat. Seperti ikan yang berubah menjadi naga. Mari. Hati-hati. Hati-hati. Bersiap. Benar-benar berangkat sekarang. Lihat itu. [Kediaman Peri] Dewa. Aku pernah bertemu denganmu. Halo, Dewa. Halo, Dewa Wanwu. Kala itu, Marquis Wu yang memintaku untuk memeriksa peri yang muncul.

Aku pernah melihat kalian melalui Cermin Xuantian. Jadi, kali ini, Anda yang memberi kesempatan padaku? Zither Penghancur Tulang yang memberimu kesempatan. Kamu adalah pewaris baru yang dipilih Biro Marquis Wu Yang? Memang orang berbakat. Tidak pantas menerimanya. Kemampuanku masih terpaut jauh dibandingkan Marquis Wu Yang. Dewa. Kamu? Ada apa? Kamu mengenal mereka? Baguslah.

Kedua orang ini aku serahkan padamu. Baik. Selamat jalan, Dewa. Salam, Biksu Xie. Aku masih punya urusan. Kalian berdua pergilah ke Istana Wuji, tempat tinggal murid tingkat rendah, lalu tinggal di sana. Istana Wuji? Biksu Xie. Istana Wuji ada di mana? Bagaimana kita menemukannya jika tidak dikatakan? Abaikan saja, harus bersikap tenang karena sudah kemari.

Ayo. Aku bawa berkeliling. Mengenal lingkungannya. – Ayo. – Ayo. Pergi ke sana. Aku beri tahu padamu, aku pernah kemari saat kecil. Kamu pernah ke Kediaman Peri? Lihat itu. Ini adalah ilmu sihir yang diajarkan Kediaman Peri. Lihat gerakan mereka, seperti aku tidak? Aku menirunya dengan mirip, ‘kan? Lihat itu. Ada air terjun di langit?

Bukankah kamu pernah kemari? Aku hanya melihat dari kejauhan. Lu Li. Bagus jika bisa seperti ini selamanya. Kamu berencana tinggal di Kediaman Peri selamanya? Aku ingin bersama denganmu selamanya. Aku sudah berada di bawah Monumen sekarang. Asalkan menarik Pedang Bulan, maka aku bisa bersama Liu Shao selamanya. Tapi, Liu Shao ditugaskan memperbaiki Monumen.

Apakah harus kukatakan padanya? Lu Li. Mengapa kamu melamun? Aku membersihkan buah tadi. Coba dicicipi, manis tidak? Manis tidak? Kamu makan juga. Menurutmu, orang di Kediaman Peri ini bertapa untuk menjadi apa? Kehidupan yang kita jalani ini baru merupakan kehidupan peri. Mereka menyuruhku untuk belajar di sini. Tapi, sudah datang berhari-hari,

Mereka masih tidak mengatur kelas untukku. Mengharapkan kelas? Mereka tertarik pada Zithermu. Asalkan kamu membantu memperbaiki Monumen, mereka pasti akan menerimamu. Jika aku tidak bisa memperbaikinya, apakah mereka akan mengusirku? Apa yang kamu pikirkan? Kamu tahu tidak? Demi memperbaiki Monumen, mereka sudah melakukan banyak persiapan. Hanya meminjam efek pengobatan dari Zither saja. Jika

Kamu tidak bisa memperbaikinya, merusak rencana mereka, maka… Maka akan langsung dibuang ke bawah air terjun untuk dimakan ikan. Ucapanmu ini membuat Kediaman Peri terdengar lebih kejam daripada Ao Hen. Sebenarnya tidak masalah. Mungkin setelah memperbaiki Monumen, nantinya, jika aku memohon, mereka akan menerimamu juga. Jika demikian, terima kasih, Nona Liu. Jangan sungkan. Tapi, kamu

Masih bertanggung jawab pada Biro Marquis Wu Yang. Bagaimana jika mereka melarangku kembali? Membosankan. Lihat ini. Apa ini? Lihat baik-baik. Ini yang dinamakan sihir boneka? Benar. Di hari kamu menarik pedang, Bai Feng memakai ini untuk menipumu. Hanya saja kemampuanku terbatas. Aku hanya bisa membuat wujudku sendiri. Tidak seperti guruku, bisa membuat wujudku

Dan bisa menggerakkan… Jangan marah lagi. Aku tidak akan tertipu dengan hal ini lagi kelak. Aku akan percaya padamu kelak. Aku hanya percaya padamu. Boleh tidak memercayai mata maupun telinga, tapi harus percaya padamu. Ada apa? Kamu kemari untuk menertawakanku? Aku hanya ingin melihat kekonyolan Kediaman Peri. Tertarik tidak? Aku tidak tertarik. Aku hanya ingin

Menyulut api dan membakar Kediaman Peri itu. Menggunakan darah semua orang di sana untuk dipersembahkan pada Ao Yin, putraku. Mari kita lakukan bersama. Mereka akan memperbaiki Monumen Empat Musim besok. Mari kita menyaksikan upacaranya. Besok? Tapi, akan ada banyak batasan saat masuk ke Kediaman Peri. Apakah kamu sungguh bisa masuk? Di mana Liu Shao?

Liu Shao. Kamu mengajakku keluar, untuk membahas tentang memperbaiki Monumen hari ini? Bukan. Aku sudah pernah memakai Zither untuk mengobati diri. Bisa merasakan energi spiritualnya. Tidak akan bermasalah saat memainkannya. Lalu, kamu… Karena Lu Li. Meski mantra pemakan jiwa dalam dirinya sudah dikendalikan secara paksa sekarang ini, tapi ini tidak bisa bertahan lama.

Jadi, aku ingin mengatakan, jika aku berhasil memperbaiki Monumen, bolehkah Kediaman Peri membantunya menghilangkan mantra pemakan jiwa? Aku bersedia melepas kesempatan bertapa di Kediaman Peri. Hanya menginginkan keselamatan dan kesehatan Lu Li. Kamu yakin? Aku yakin. Kita bahas lagi setelah kamu memperbaiki Monumen Empat Musim. Kamu sudah memutuskannya? Tentu saja. Tapi, usia manusia biasa

Tidak panjang. Aku tidak ingin kehidupan peri yang kesepian ribuan tahun. Dulu, aku ingin pergi ke Kediaman Peri untuk mencari Peri. Tapi sekarang, aku memilikimu. Asalkan bisa bersamamu dalam hidup ini, aku tidak merasa rugi. Bukan. Merasa beruntung. Untung besar. Baik. Kalau begitu, aku minta Tuan Besar untuk menjadi perantara, untuk melamarmu. Mungkin tahun ini,

Bisa mendapatkan tanggal baik untuk menikah. Oh iya. Saat kita menikah nanti, harus mengundang Wang Jian dan Xue. Dan juga He Na. Benar juga. Tidak boleh melupakan He Na. Meskipun aku kurang menyukai siluman ikan itu. Sampai saatnya nanti, Kita bangun rumah di samping Biro Marquis Wu Yang. Benar. Ingin memelihara kelinci juga. Baik.

Kambing kecil juga. Tuan Besar. Kakak. Silakan kemari. Hari ini, Kediaman Peri dan Dunia Manusia saling bekerja sama. Memperbaiki sesuatu yang rusak. Persahabatan peri dan manusia bertahan selamanya. Buat formasi. Formasi yang begitu besar. Ternyata Kediaman Peri melindungi Dunia Manusia dengan cara seperti ini. Hari ini, aku akan menjadi pelindung Dunia Manusia juga. Liu Shao.

Mainkan Zither Penghancur Tulang. Perbaiki Monumen Empat Musim. Fokus. Tenang. Zither Penghancur Tulang. Muncul. Lihat ke sana. Retakannya semakin sedikit. Sungguh. Sudah membaik. Senior Liu sangat hebat. Benar. Senior Liu memang hebat. Kakak Iparku memang hebat. Kecilkan suaramu. Untuk apa menutup-nutupi? Dia memang hebat. Mesi Kakak Ipar sudah menjadi murid Kediaman Peri,

Tapi tetap adalah Kakak Iparku. Sudah, cukup. Zither Penghancur Tulang seperti sedang memanggil seseorang. Liu Shao. Terima kasih sudah membawa Zither ke Monumen Empat Musim. Selanjutnya, lihat aksiku. Zither ini… Zither ini mencuri esensi sejatiku. Tidak. Tidak boleh. Qiuxian. Lingqi. Stabilkan formasi. Ada apa ini? Apa yang terjadi? Berhenti. Cepat, berhenti. Dewa. Lihat Monumen itu.

Dewa. Kita tidak bisa menahannya lagi. Bagaimana ini? Zither ini tidak bisa kukendalikan. Ada apa dengan Liu Shao? Dia ingin menghancurkan Monumen. Liu Shao, apa yang sedang kamu lakukan? Kerahkan sihir maksimal. Jangan biarkan makhluk jahat itu keluar. Ubah formasi. Sepertinya Zither Penghancur Tulang itu tidak bisa dikendalikan Liu Shao. Liu Shao! Liu Shao. Gawat.

Ada siluman yang menyerang Tameng Zijin. Ingin merusak batasan. Gawat. Kakak Ipar masih di atas. Buat formasi. Semua murid Biro dengarkan! Lindungi Monumen Empat Musim! Baik! Xie Lingqi! Kembalikan nyawa putraku! Tidak tahu diri. Aku ingin melihat, siapa yang bisa mencegahku. Tuan Besar. Marquis Wu Yang. Tuan Besar. Zither Penghancur Tulang, tidak boleh!

Mengapa mantra pemakan jiwa kambuh pada saat ini? Liu Shao, tidak boleh! Aku hampir tidak tahan lagi. Liu Shao. Apakah ini yang dimaksud tidak bisa mengendalikan diri? Lu Li. Kamu sudah melihatnya? Orang yang kamu cintai, teman-temanmu, rekan seperguruanmu, sudah hampir mati. Saat mantra pemakan jiwa bereaksi sepenuhnya, kamu juga akan segera mati.

Apakah kamu rela? Ambil Pedang Bulan. Belah Monumen Empat Musim. Biarkan Dewa Yueguang kembali muncul. Asalkan kamu memiliki tenaga Dewa, maka seluruh makhluk di tiga alam akan menaati perintahmu. Semuanya akan ada dalam kendalimu. Lu Li. Jika kamu ingin melindungi Liu Shao, maka belah Monumen Empat Musim. Membelah Monumen Empat Musim bisa menyelamatkan mereka.

Lu Li! Cepat, lindungi Monumen Empat Musim. Jika Monumen itu hancur, ada banyak siluman jahat yang keluar. Tiga alam akan mengalami petaka. Semuanya akan menderita. Menderita. Petaka di dunia. Belah Monumen Empat Musim. Setelah memiliki kekuatan Dewa, kamu baru bisa melindungi mereka. Lu Li! Apa yang kamu tunggu? Lu Li. Apa yang kamu ragukan?

Lihat para rekan seperguruanmu yang mati. Kemampuanmu saat ini tidak bisa menolong siapa pun. Cepat berdiri! Bantu mereka melindungi Monumen Empat Musim! Belah Monumen Empat Musim itu! Aku tidak akan menghancurkan Monumen. Demi Dewa Yueguang bisa kembali muncul, tiga alam harus mengalami petaka. Aku tidak ingin. Aku tidak ingin! Lu Li. Jangan mengecewakanku. Kelak,

Kuserahkan semuanya padamu. Konyol. Lihat, apa yang bisa kamu lakukan sekarang? Ingin mati! Dunia yang aku jaga selama hidupku ini, tidak akan kubiarkan kamu merusaknya meski harus berkorban nyawa. Tuan Besar! Tuan Besar! Tidak. Aku tidak boleh dikendalikan oleh Zither lagi. Akulah orang yang memainkan Zither Penghancur Tulang. Aku orangnya! Liu Shao! Liu Shao.

Liu Shao. Lu Li. Lu Li! Awalnya ingin mengambil esensi Liu Shao untuk mengobati lukaku. Tidak disangka, kamu memberikan nyawamu lebih dulu. Lu Li. Lu Li. Kalian para manusia yang seperti semut ini, hanya pantas untuk dipersembahkan untuk putraku. Apakah pada akhirnya aku masih tidak mampu melindungi orang yang ingin kulindungi? Lu Li.

Apakah manusia biasa patut mati? Manusia biasa juga punya hal yang ingin dilindungi. Orang yang ingin aku lindungi… Lu Li. Pedang Bulan. Mengapa Pedang Bulan mengakui manusia biasa sebagai pemiliknya? Apakah kamu masih ingat perkataanku padamu? Memangnya kenapa jika adalah semut? Orang yang tidak tahu diri, berani untuk mati. Jangan! Aku tidak ingin

Menjadi seorang Dewa yang mengorbankan teman dan orang yang dicintai. Aku hanya ingin menjadi manusia biasa yang berjuang bersama mereka. Tidak mungkin. Xue. Bagaimana denganmu? Kamu baik-baik saja? Kamu baik-baik saja? Sungguh baik-baik saja? Aku baik-baik saja. Pelan sedikit. Kakak! Kakak! Lu Li. Kakak! Lu Li. Kakak! Lu Li. Tidak. Liu Shao.

Aku pernah berjanji seumur hidup. Aku… Aku tidak bisa menepatinya. Tidak boleh. Kamu sudah berjanji padaku. Kamu sudah berjanji padaku. Kamu tidak boleh berbohong. Aku berjanji akan menjagamu seumur hidup. Sayang sekali, aku masih tidak mampu melindungimu lagi. Aku tidak mau kamu melindungiku. Aku ingin kamu baik-baik saja. Aku berharap kamu baik-baik saja.

Keselamatanmu lebih penting dari segalanya. Berjanjilah padaku. – Harus baik-baik saja. – Jangan menangis lagi. Jangan menangis lagi. Aku mohon padamu. Aku mohon padamu. Kita berjumpa lagi di kehidupan selanjutnya. Tidak mau! Kita berjanji untuk baik-baik saja. Berjanji untuk selamanya. Lu Li, aku mohon padamu. Kamu jangan meninggalkanku. Aku mohon padamu. Karena ada Liu Shao,

Kehidupan ini punya kekecewaan tapi tidak ada penyesalan. ♫ Suara alat musik sheng menyambut musim semi ♫ ♫ Bunga plum terbang mengikuti burung walet ♫ ♫ Cahaya kecil milik siapa yang menerangi kepulangan ♫ ♫ Awan menutupi matahari senja ♫ ♫ Bulan seolah mengecup ujung alis ♫ ♫ Masih menunggumu mengatakan ♫

♫ Hidup ini, malam ini ♫ ♫ Bertanya pada arus air ♫ ♫ Betapa besar kerinduan daun merah ♫ ♫ Masih ingat akan masa muda itu ♫ ♫ Senyuman yang tidak menua ♫ ♫ Bunga mekar, wanginya semerbak ♫ Sebenarnya aku sudah menyadari sejak lama bahwa hidupku ♫ Memandang galaksi penuh bintang ♫

Bukan milikku sendiri. ♫ Memahami akan kerumitan cinta ♫ Dunia ini ♫ Hembusan angin menerbangkan bunga tempuh wiyang ♫ sudah kulewati, seperti bayangan, tidak meninggalkan apa pun. ♫ Mengantarmu hingga ke Barat ♫ Tapi, aku bertemu denganmu. ♫ Melihat angsa melintasi pegunungan ♫ ♫ Mengejar mimpi ♫ Lu Li. ♫ Jodoh selama tiga kehidupan ♫

Meski ucapanmu sangat tajam, ♫ Bergandengan dan menatap ♫ ♫ Ribuan bunga ♫ tapi, saat orang lain mencurigaiku, kamu bersedia percaya dan membantuku. Tiga puluh ribu tael perak? Sungguh hebat. ♫ Bertanya pada arus air ♫ Kalau begitu, ♫ Betapa besar kerinduan daun merah ♫ aku minta Tuan Besar untuk menjadi perantara.

Mungkin saja tahun ini, bisa mendapat tanggal baik untuk menikah. ♫ Masih ingat akan masa muda itu ♫ Liu Shao. ♫ Senyuman yang tidak menua ♫ – Lu Li. – Liu Shao. Lu Li! ♫ Bunga mekar, wanginya semerbak ♫ ♫ Memandang galaksi penuh bintang ♫ ♫ Memahami akan kerumitan cinta ♫

♫ Hembusan angin menerbangkan bunga tempuh wiyang ♫ Kalau begitu, tambah batas waktunya. Ditambah hingga ♫ Mengantarmu hingga ke Barat ♫ hari di mana tidak mampu melindungi ♫ Melihat angsa melintasi pegunungan ♫ dan dibutuhkan orang yang dicintai, hingga akhir hayat tiba. ♫ Mengejar mimpi ♫ Lu Li! ♫ Jodoh selama tiga kehidupan ♫

♫ Bergandengan dan menatap ♫ ♫ Ribuan bunga ♫ Aku terlahir dengan setengah jantung. Sekarang, aku sudah menemukan setengah bagiannya. Itu adalah kamu. Penipu. Waktunya mengambil bulan. Jangan sampai melewatkannya. Nona. Nona. Sudah dikatakan itu nyata, kalian tidak percaya. Aku pernah datang ke tempat ini. Peri yang membawaku kemari. Nona. Nona, pelan sedikit. Nona.

Menggemaskan sekali. Setelah menemukan periku nanti, aku akan memintanya membawaku melihat pemandangan alam, lautan dan bintang. Waktunya mengambil bulan! Jangan sampai melewatkannya! Waktunya mengambil bulan! Bukannya tidak pernah terpikirkan olehku. Apakah janji itu hanyalah sebuah mimpi? Karena aku selalu tidak bisa mengingat wajahnya. Jika kamu menyerahkan takdirmu padaku, aku bisa menemanimu bermain tiga hari.

Pergi ke semua tempat yang paling menarik dan paling seru. Tapi, jika aku sendiri tidak memercayainya, maka tiga hari itu, hanya bisa menjadi mimpi. Asalkan aku percaya, maka janji itu akan berlaku. Peri?