VOI Hari Ini: Duduk Perkara Perseteruan Hercules, Sutiyoso, Gatot Nurmantyo dan Dedi Mulyadi

Perseteruan antara Herkules, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Sutioso semakin memanas. Nama mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantio kini ikut terseret. Simak informasi selengkapnya di VOI hari [Musik] ini. Semua berawal dari pembentukan Satgas Antipremanisme pada 21 Maret lalu oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Saya tuh enggak akan terpengaruh oleh ancaman siapapun. saya akan terus tegak lurus bekerja kemudian menurunkan atau bila perlu Jawa Barat ee jero premanisme. Kebijakan tersebut dibuat menyusul banyaknya keluhan aksi pemerasan dan premanisme oleh organisasi masyarakat atau ormas khususnya menjelang hari raya Idul Fitri. Kebijakan ini tentunya menuai dan kontrak. Puncaknya pada 18 April lalu saat polisi berupaya menangkap tersangka kasus pengerusakan perbuatan tidak menyenangkan dan kepemilikan senjata api berinisial TS yang diduga merupakan ketua ormas GRIB Kelurahan Harjukti Cimanggis Depok. Saat proses penangkapan, tiga dari empat mobil polisi dibakar oknum yang diduga anggota GRIB Jaya Depok. Diketahui ormas GRI Jaya didirikan tahun 2011 oleh Herkules, mantan preman Tanah Abang. Pada 29 April, dua anggota GB Jaya Depok diamankan pihak kepolisian. Sementara dua orang lagi masih dinyatakan buron. Menanggapi kasus tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan bahwa kasus ini merupakan bentuk premanisme. Menanggapi pernyataan tersebut, Hercules selaku ketua GRI B Jaya tak terima ormasnya disebut melakukan tindakan premanisme. Dia pun meminta pemerintah Jawa Barat untuk merangkul ormas di Jawa Barat, bukan malah memberantasnya dan menyamakannya dengan preman. Jika permintaan Hercules diabaikan, Herkules mengancam akan mengepung Gedung Sate bersama 50.000 anggotanya. Hercules kemudian mengingatkan bahwa Ormas berperan besar dalam mengantarkan kemenangan Dedi Mulyadi pada pemilihan Gubernur Jawa Barat. Ramainya kasus Ormas Gib Jaya versus Dedi Mulyadi ini sampai membuat dua mantan perwira tinggi TNI turun tangan. Mantan kepala BIN sekaligus eks Gubernur Jakarta Sutioso melontarkan pendapatnya yang setuju dengan revisi URMAS yang digagas oleh Mendagri Tito Carnavian. Bang Yos juga mengaku resah dengan penampilan ormas yang menggunakan baret merah Bakopasus. Hercules pun langsung menyentil Sutioso. “Sudahlah kalau saya bilang mulutmu sudah bau tanah, enggak usah nyinggung-nyinggung kita,” kata Herkules ke Sutioso. Nah, jadi kalau mantan Bapak Jenderal ini dulu masih aktifak enggak berani bilang tumpas. Sekarang udah pensi, udah gigi ompong mau ditumpas gigit pakai apa? Benar enggak, Pak? Kan sudah pensiun kalau gigi ompong mau digigit pakai apa dulu masih ada gigi aja enggak bisa gigit saya menyayangkan itu dia bilang ormas itu harus ditumpas lah ormas ini ini warga negara Indonesia semua loh di sini ada habib kita undang ada ustaz kita undang apalagi saya ini panlima MP3 MP3I Majelis Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia saya panglimanya nya dan juga saya panima lagi FPP forum Pondok Pesantren se Jawa Barat. Mengetahui hal tersebut sesama Jenderal Purnawirawan yakni mantan panglima TNI Gatot Nurmantio pun ikut geram. Gatot menegaskan bahwa ucapan Hercules sangat tidak pantas karena telah menghina purnawirawan TNI dan institusi militer. Dia kemudian mengingatkan bahwa Hercules hanyalah seorang preman yang berbalut pakaian ormas. Hei purnawirawan pasti tu purnawiran baret merah kopasus bintang tiga tet jenderal saya juga punawirawan tidak kau anggap kau ngomong seenak perutmu saja itu. Ingat kau dulu TBO, kau bisa ke Jakarta pakai apa? Sudah pun orang juga yang bawa kamu ke sini. Kok ngomong seenaknya kayak gitu? Tidak sopan. Sudah jadi raja kok. Kamu itu kan preman memakai pakaian ormas. Saya bisa buktikan kalau itu preman. Grip Jawa Barat mengatakan kalau ingin didukung oleh GRIP pertama mencintai dulu Grip baru mencintai rakyat pakai dong otakmu. Gubernur bupati walikota itu harus mencintai rakyat dulu karena dia mendapat rakyat karena milih rakyat bukan GP preman itu. Yang kedua ini yang buat saya marah kejadian di Depok. Oh, polisi itu adalah alat negara yang melaksanakan ketertiban lindungi masyarakat ketika akan mangkat dilawan dikepung. Ini bahaya untuk negara kesatuan Republik Indonesia. Satu dia menghina pensiunan Kopasus. Hei, kau juga menghina presiden saya. Jenderal Prabowo itu kau mana Jenderal Kopasus pang Kostrat presiden saya. Kau bilang akang bau-bau tanah lagi. Saya juga bawa-bau tanah. Pada 1 Mei 2025, Hercules meminta maaf secara terbuka kepada Lejen Purnawirawan Sutioso beserta anak dan cucunya. Meski ia telah meminta maaf kepada Sutioso, Hercules justru tetap menantang Gatot Nurmantir. Nah, tapi saya minta maaf itu buat Pak Sutioso. Saya minta maaf kepada Pak Sutioso. Minta maaf sebesar-besarnya kepada Pak Sitioso dan kepada anak, cucu dan keluarga semua. karena apa situasi dari komando pasukan khusus baret merah saya sangat hormat dan saya sangat kagum sama beliau atas kesalahan saya kemarin saya mengucap itu. Saya minta maaf sebesar-besarnya sampai cucu-cuc aku minta maaf saudara katot nurmantio. Anda, saya tidak takut sama Anda. Saya tidak menghargai Anda. Ya. Jadi, kenapa kok Anda kenapa saya kok bisa begitu terhadap saya bengis banget gitu loh ya? Bengis banget loh. Lah, aku salah apa? Aku aku enggak salah enggak punya salah dengan Pak Katot loh. Pak Katot sampai bisa premanismen apa? Kurang ajar apa aku salah apa? Pagatot. Pak Gatot yang aku hormati, yang aku muliakan mantan Bapak Panima TNI. Hergos mengaku tak terima disebut Gatot melakukan tindakan premanisme. Sebab ia mengklaim telah memperbaiki diri dengan sering pergi ke tanah suci dan menyantuni anak yatim piatu. Herkules juga mengklaim telah melarang seluruh anggota GRIB melakukan tindakan premanisme. Itulah kronologi perseteruan antara Hercules Dedi Mulyadi dan dua Jenderal Purnawirawan TNI. Bagaimana pendapat pemirsa FOI? Apakah setuju ormas dibubarkan? [Musik]

Perseteruan antara Hercules, Dedi Mulyadi, dan Sutiyoso semakin memanas. Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo kini ikut terseret. Semua berawal dari pembentukan Satgas Anti Premanisme pada 21 Maret lalu oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kebijakan ini menuai polemik. Puncaknya pada 18 April, 3 mobil polisi dibakar oknum yang diduga anggota GRIB Jaya. Ormas yang dipimpin Hercules, mantan preman Tanah Abang. Hercules tak terima ormasnya disebut melakukan tindakan premanisme. Eks Gubernur Jakarta Sutiyoso ikut berkomentar, dia mengaku setuju dengan revisi UU Ormas. Hercules langsung menyindir Sutiyoso dengan kata-kata yang merendahkan. Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ikut geram dengan pernyataan Hercules. Hercules disebut bukan hanya merendahkan Sutiyoso, namun juga merendahkan Prabowo Subianto selaku Jenderal TNI dan Mantan Danjen Kopassus. Hercules pun meminta maaf kepada Sutiyoso, namun ia tetap menantang Gatot. Simak informasi selengkapnya di VOI.id

Selamat bergabung bersama VOI. Waktunya merevolusi pemberitaan. Ikuti kami!

Baca berita selengkapnya di https://voi.id/

Follow akun official kami di:
Instagram: https://www.instagram.com/voidotid/
Twitter: https://twitter.com/voidotid
Facebook: https://www.facebook.com/Voindonesia/