TUNTUT GIBRAN MUNDUR MANTAN JENDERAL MAJU KE DPR DAN MK
Gibran kita sudah jelaslah mutunya itu sudah enggak memenuhi persyaratan dari sisi intelektualitas, karakter, di sisi hukum, di sisi moral. Bahkan kalau gampangnya ngomong, dia ini lebih parah dari bapaknya. Bapaknya 10 tahun sudah bikin kayak gitu Indonesia compang-camping. Apalagi kalau si batas pengabdian tuh ada ketika tembakan Salvo terakhir. Nah, sebelum tembakan Salvo itu seperti Pak Tri dan Lenen karena ini purnawirawan. Ya sudah, jangan kemudian diam seribu basa. ini sudah warning karena mereka juga memikirkan bangsa ke depan antara Budi sama Jokowi karena ini anak Jokowi ya kan atau dia memimpin negara kita yakin itu tahu dan ini dilema karena dia punya hutang budi sama Gabo jadi kita belajar dari Bung Karno dari Pak Harto kenegarawanannya akhirnya mengalah untuk kepentingan bangsa yang lebih besar saya kira tuntutan yang dilakukan oleh purnawirawan TNI juga gitu berharap supaya tidak ee berpanjang lebar Gibran mundur. Setelah DPR kita beri masukan, DPR akan memanggil MK. Para jenderal Pnawirawan TNI menyuarakan delapan tuntutan. Salah satunya Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka diganti. Apa yang sebenarnya diinginkan para tokoh jenderal purnawiran ini? Akankah tuntutan ini bergulir dan memicu perubahan yang signifikan? Open Minded akan berbincang dengan salah satu pornoiran jenderal, mantan Danjen Kopasus dan seorang pengamat militer dan politik. Sebelum kita mulai senior open minded, jangan lupa untuk subscribe dan nyalakan lonceng notifikasi. Sobat DN juga bisa follow Instagram kami @diskursusnetwork. Salam sehat untuk semuanya. Hari ini kita akan bersama dua narasumber utama kita. Yang pertama, Maijen TNI Purnawirawan Sunarko. Beliau adalah mantan Komandan Jenderal Kopasus dan juga jabatan terakhir beliau adalah Irjen TNI Angkatan Darat. Dan tidak hanya Pak Sunarko, kita juga akan bersama Dr. Selamat Ginting, pengamat politik dan militer dari Universitas Nasional Jakarta. Dan apa yang akan kita bahas hari ini tentu hal yang paling hangat adalah menyangkut pernyataan dan tuntutan para purnawirawan TNI senior ya. Apalagi di sana ada mantan wakil presiden Jenderal Tri Sutrisno. Tentu ini penting untuk kita gali lebih dalam apa sebenarnya yang terjadi. Yang pertama kita akan menanyakan kepada Pak Sunarko. Pak Sudarko eh kalau kita lihat dari tuntutan eh para jenderal peraluan TNI ini ada delapan tetapi yang kita dengar setidaknya yang viral itu adalah tuntutan kedelapan, yaitu tuntutan untuk ee apa istilahnya memundurkan Wakil Presiden Gibran Rakaboming. Ya, pertanyaan awal yang ingin kita ketahui ini sudah tahun kedua ya, Mas hampir masuk tahun kedua dari pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Kenapa baru sekarang bukan di awal-awal dulu ya? Apa yang sebenarnya melatar belakangi apa yang terjadi ini, Pak Narko? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sejahtera bagi kita semua. Eh, Pak Masaman yang saya hormati, Pak Ginting yang saya hormati. Eh begini, memang purnawiran baru kemarin, tapi sebetulnya secara secara ya tertutup kita sudah sejak awal dan kita juga tahu banyak pihak yang sudah me mendiskusikan memprotes tentang wakil presiden ini, Gibran. Ya sudah. Bahkan pernyataan itu sudah dimulai sejak akhir 2000 24 yang kira-kira berarti baru beberapa bulan pasangan Prabowo Gibran itu duduk. Pasti Mas Aman dengar banyak publik, banyak pihak kecuali pihak dia gitu mengatakan Gibran ini anak haram konstitusi. Terakhir setelah dia 6 bulan kemari 6 bulan ya sudah kan 6 bulan dia belum tahun kedua 6 bulan kita ngelihat lagi kualitas Gibran ini meragukan untuk bisa memimpin bangsa besar sebesar ini. kita kalau enggak buru-buru bersuara menyampaikan masukan kepada presiden biar didengar oleh pemerintah. Kita ini manusia kapan saja bisa dipanggil oleh yang maha kuasa. H ya kapan saja kita bisa sakit. Nah, kita mengkhawatirkan kalau nanti Presiden Prabowo berhalangan, ya berhalangan itu bisa macam-macam yang kemudian tugas-tugas pemerintahan ditangani oleh Gibran. kita sudah jelaslah mutunya itu sudah enggak memenuhi persyaratan dari sisi intelektualitas, karakter, di sisi hukum, di sisi moral. Bahkan kalau gampangnya ngomong dia ini lebih parah dari bapaknya. Bapaknya 10 tahun sudah bikin kayak gitu Indonesia compang-camping. Apalagi kalau memimpin itu. Karena itu dengan niat baik, dengan niat tulus, kita enggak punya apa-apa. memberi masukan kepada presiden. Memberikan masukan kepada presiden karena kita enggak bisa masuk untuk memberikan masukan secara tertutup. Mak deklarasi berarti bahwa berarti ada sesuatu yang di masa depan dilihat oleh para jurnal pernawirawan ini sebagai sesuatu yang penting yang harus disikapi hari ini. Betul sekali. H itu yang mendasari kita. Oke. Baik. Kita beralih ke Bang Salamat Ginting. Kalau melihat akumulasi yang terjadi ya pada waktu pelantikan sepertinya ya mungkin ada gejolak-gejolak tapi kita tidak mendengar atau melihat para Jenderal Purnawirawan ini punya aspirasi yang begitu luar biasa dalam konteks ini ya. Apa yang dilihat oleh Bang Slamat Ginting dalam hal ini? Kalau saya melihatnya begini ya, ee salah satu e prinsip dalam Sapta Marga itu itu kan jelas dia adalah patriot yang membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Nah, saya melihatnya mereka sekarang sudah menjadi warga sipil. Ketika di militer mereka tidak boleh berpolitik praktis, maka politiknya adalah politik negara. Nah, saat ini sebagai purnawirawan saya yakin itu politiknya masih politik negara, tapi sebagai warga sipil politik praktis. Jadi ini kaitannya dengan bagaimana mereka menerjemahkan demokrasi ketika sudah menjadi warga sipil. Tidak ada demokrasi di dalam militer itu katanya. Tapi sesungguhnya ada demokrasinya adalah misalnya para asisten memberikan pendapat kepada komandan atau panglima itu bisa beda pendapat kan. Tapi kemudian setelah diputuskan semua jalan. Nah, makanya kemudian di ee kalangan purnawirawan berbeda pendapat itu juga merupakan hal yang biasa menurut saya ini bagian dari demokrasi. Tapi ini kan orang-orang tua, orang-orang senior pin sepuhlah seperti Pak Triutrno itu dia sudah selesai dengan dirinya. Saya kira ini panggilan tugas yang sudah didoktrin ketika menjadi taruna misalnya sejak jadi taruna bahwa politiknya itu tidak boleh meninggalkan yang namanya Pancasila Undang-Undang Dasar 1945 terutama tentu saja yang dicetuskan pada 18 Agustus 1945 itu. Jadi saya melihatnya adalah ini sebuah warning bahwa mereka akan segera ee mereka akan segera ee apa namanya? batas pengabdian tuh ada. H ketika tembakan salvo terakhir. Nah, sebelum tembakan salvo itu seperti Pak Tri dan lain-lain karena ini purnawirawan ya sudah jangan kemudian diam 1000 bahasa. Ini sudah warning karena mereka juga memikirkan bangsa ke depan. Bagi saya begini ya, ketika baru saja belum sampai di tahun 2025 saja sudah muncul yang namanya Gibran 202. Gibran untuk 2029. Jangankan tentara, kita saja sudah gelisah gitu ya. Nah, saya malah salut ketika Forum Purnawirawan ini berani mengemukakan itu. Civil society atau kemudian aktivis demokrasi belum terang-terangan mencantumkan ini. Tapi purawirawan sudah. Artinya kita melihat loh ini sesepuh kita kok berani mendahului. Artinya kegelisahannya luar biasa. Nah, mengapa ada kegelisahan? Ya, tentu saja di era politik global dan kepentingan nasional. Tentara ini kan salah satu institusi penjaga ee paham bangsa, ideologi bangsa Pancasila. Di tengah carut-marut, dunia sedang tidak baik-baik saja, apalagi Indonesia tidak baik-baik saja. Saya kira ini sebuah warning dari sesepuh bahwa kita harus mendengar. Jadi bagi saya aneh kalau kemudian ada pihak yang me apa mengkonfrontir dalam pengertian oh itu barisan sakit hati dan lain-lain. Karena saya begini lihatnya ini di dalam tubuh mereka ini hitungan saya 300-an orang dan mereka bukan kaleng-kaleng apalagi ada lima ee jenderal bintang empat itu bukan kaleng-kaleng. pengabdiannya sudah luar biasa. Pak Tri yang sudah e 90 tahun ee pada tahun ini saya kira menjadi simbol perlawanan seperti juga eh Muhammad Hatta dan juga Jenderal Ahantion dulu yang kemudian menggagas Fosco yang ujungnya petisi 50. Jadi bagi saya ngelihatnya sama nih prinsip-prinsipnya begitu. Jadi kalau tadi disebut oleh Bang Slamat bahwa ini semacam perlawanan ya perlawanan di satu sisi juga dihadapkan pada persoalan politik formal di mana secara demokrasi secara demokratis proses politik formalnya sudah selesai dan kita semua menerima proses yang sudah sampai di ujung yaitu di Mahkamah Konstitusi dan pelantikan ya secara formal kan sudah selesai ke depan setelah tuntutan ini kan akan juga dihadapkan pada situasi politik formal di mana berhadapan dengan DPR, MPR dan seterusnya. Tapi sebenarnya yang lebih dari itu adalah yang melatar belakangi ini. Melatar belakangi ini yang tadi disebutkan oleh Pak Sunarko memang pandangan ke depan ya pandangan ke depan bahwa kalau ini dibiarkan sementara Pak Prabowo juga seorang purnawirawan TNI. Apakah tidak mungkin Pak Prabowo juga melihat situasi ini sebenarnya sebagai seorang purnawirawan TNI? Nah, saya kira begini ya. ini di dalam tuntutannya ee 8 poin itu apalagi kemudian poin 8 dan poin-poin eh poin-poin ee sebelumnya itu sebenarnya dukungan kepada Prabowo sebagai presiden. Artinya mereka sudah ee saya mengartikan begini kira-kira ini ikan sudah harus dipisahkan dari air. Nah, kira-kira begitu. karena ee pemisahan antara Prabowo dengan Gibran itu masuk akal. Masuk akalnya begini. Saya kira juga ketika ee masih di tahun 2024 ada campaign eh Gibran 202 orang juga akhirnya berpikir begini ya. Tahap MPR kita soal ee korupsi, kolusi, dan nepotisme sampai sekarang masih berlaku. Itu memang tidak dicantumkan di dalam poin itu. Cuma semangatnya saya kira itu mengingatkan kalau ini terjadi ini kan produk dari KKN, nepotisme politik, kemudian juga dinasti politik ini yang kita kritik itu harus kita munculkan. Bagaimana nantinya sampai ada joke, oh Gibran untuk Gibran 202. Oh, Jan etes nanti untuk 2034. Bayangkan ini negara republik gitu loh. Cacat ee etik yang kemudian disuarakan oleh TNI ini kan juga sebenarnya TNI ee purawirawan TNI mengemukakan bahwa ini etika politik enggak ada di dalam kasus ini. Dan nyata bahwa ketua Mahkamah ee Konstitusi itu diadili oleh MKMK, Mahkamah Konstitusinya, pengawas Mahkamah Konstitusi dalam kaitan apa? dalam kaitan etik dan nyatanya jelas akhirnya diturunkan dari posisi ee ee ketua MK. Artinya publik juga tahu, oh berarti memang cacat secara etik. Apa ini mau kita lanjutkan ke depan? Baik, secara latar belakang dan substansi saya perlu konfirmasi ke Pak Sunarko nih. Apakah ini bentuk dukungan sebenarnya kepada Pak Prabowo sebagai presiden terpilih dan sudah dilantik dan juga purnawirawan TNI sebagai bentuk dukungan bahwa Pak Prabowo sebagai presiden harus kuat dalam posisinya dan sekaligus apakah ini sebenarnya penolakan saja terhadap ee Wakil Presiden Gibran Raka Bumingraka yang prosesnya kita tahu semua tadiungkan oleh Pak Slamat ataukah dua-duanya jadi bentuk dukungan kepada Presiden Prabowo supaya kuat atau penolakan kepada Gibran saja atau dua-duanya sebenarnya Pak Narko ini Mas Aman, singkatnya dua-duanya. Hm. Dua. Tadi saya katakan tadi Pak Samat sudahjelaskan, saya sudah sampaikan ini anak haram konstitusi proses proses dia ditetapkan sebagai ini pun sudah dinyatakan salah karena yang men MK menetapkan dengan ketua si Anwar Utsman pamannya itu. Sebetulnya Anwar Utsman itu sudah harus tahu ada undang-undang. Saya bukan lawyer tapi saya pernah dapat penjelasan Anwar Utsman itu wajib mengundurkan diri. Kemudian MKMK memutuskan menurut saya keputusan yang pelanggaran berat tapi keputusan cuma di cabut dari ketua kemudian jadi harusnya dia dipecat dan keputusan yang sudah dia buat harusnya di batalkan. Nah, jadi dia secara konstitusi, secara undang-undang kalau Mas bilang tadi sudah selesai belum selesai. Karena keputusan kemarin itu masih keputusan menurut kami itu keputusan yang salah. Tadi sudah jelaskan kepada Pak. Nah, itu satu. Samping itu saya kan lihat kualitas manusianya. Di samping itu kita dulu ada reformasi di era RD baru karena kita menolak KKN. Tadi sudah jelaskan Pak Samut saat ini KKN lebih parah dari era orde baru. Apa butuh itu penjelasan? Nah, itu kemudian kalau ini dikatakan ini menurut saya Prabowo tahu memang dilema buat Prabowo dilema antara orang Budi sama Jokowi karena ini anak Jokowi ya kan atau dia memimpin negara kita yakin itu tahu dan ini dilema karena dia punya hutang budi sama Jokowi dan dia sudah nyatakan teriakannya waktu ulang tahun gerinda ini kelihatan kalau dia hutang bur Sekarang kami memberi dukungan purnawirawan itu di belakang Prabowo tapi negara diperbaikin. Nah, ini kita masukkan saran nih untuk memperbaikin. Jadi saya ken makanya dua-dua tanggung jawab kepada keselamatan negara ke depan kalau dipimpin hasil nepotis yang tak bermutu ya dan sebetul untuk juga mendukung Prabowo. Tapi supaya perahu selamat dan mengamankan negara ini yang sudah diberdirikan dengan susah payah dengan darah dan nyawa. Tolong dengerin kita punya masukan. Jadi seperti itu. Jadi kita bukan mau sekali lagi kalau ada yang bilang mau makar tuh memang matanya enggak tahu ke mana ngelihatnya gitu kan. Baik. Itu kalau posisi presiden di Indonesia ini kan luar biasa. Dia kepala pemerintahan sekaligus kepala negara ya. I dan pemimpin tertinggi. Oleh karena itu, sebenarnya Presiden Prabowo punya kekuatan yang luar biasa merespon apa yang disampaikan oleh para puran TNI ya. Tetapi di sisi lain kan juga kita ketahui bahwa ada barier dihadapkan pada proses politik formal tadi. Katakanlah misalnya di MPR, DPR. Nah, kalau Pak Narko sebagai bagian dari forum peran Jenderal TNI ini melihat pintu masuknya di mana kalau misalnya proses ini dilanjutkan gitu ya, dilihat di mana pintu masuknya. Pintu masuknya lewat DPR. Hm. Kita akan meminta waktu untuk tatap muka dengan DPR menjelaskan proses proses formal penetapan Gibran kemarin itu melanggar hukum. tadi sudah dijelaskan apaan dan kami punya tim lawyer sudah nyiapkan semua data-data hukum itu dengan harapan setelah DPR kita beri masukan, DPR akan memanggil MK oke untuk mimpan pertanggungjawabangan dan tentunya setelah itu serahkan ke MPR kita prosedur itu kita ketahui kami punya tim hukum. Oke, Bang Slamat. Kalau kita melihat proses yang akan ditempuh katakanlah melalui DPR, RPR itu ada dua konsekuensi. Yang pertama kan kalau dari sisi hukum ketatanegaraan itu proses formalnya sudah selesai waktu di MK ya, sudah ada pelantikan dan seterusnya. Kemudian ada sisi politiknya yang kita tahu DPR, MPR sekarang seperti apa dalam konteks dukungan politik ya. secara politik. Apakah mungkin ada angin yang berbeda dengan situasi yang kita lihat saat ini ketika Jenderal Perawiran nantinya akan beraudiensi atau bertemu dengan DPR dalam konteks ini? Ini kan dua hal yang memang ee ada complicated ya secara politik formal ya. Menurut pandangan Bang Slamat seperti apa? Iya, politik itu kan sangat dinamis. ee Undang-Undang Dasar 1945 juga membuka celah untuk itu. Ada pintu masuk untuk memakjulkan siapapun baik Presiden maupun Wakil Presiden. Siapa yang pernah menyangka bahwa ee Presiden Soekarno dimakzulkan melalui MPRS? Siapa juga yang mengira bahwa Gus Dur dimakzulkan lewat MPR? Pak Harto tidak sampai dimakzulkan, tapi dia mundur berhenti. Nah, pola Pak Harto itu bisa juga menjadi jalan. Artinya Pak Harto merasa bahwa daripada ee pecah belah bangsa ee bangsa Indonesia, lebih baik saya mengundurkan diri. Bung Karno juga begitu. Kalau dia mau melawan waktu itu, dia masih bisa. Masih banyak pendukungnya, masih banyak juga militer yang mendukungnya. Walaupun dia tahu bahwa salah satu ee kekuatan yang dia harapkan itu sudah hilang. Angkatan darat waktu itu cenderung berhadap-hadapan. Bung Karno juga mengalah kan. Artinya kita belajar dari Bung Karno, dari Pak Harto, kenegarawanannya akhirnya mengalah untuk kepentingan bangsa yang lebih besar. Saya kira tuntutan yang dilakukan oleh purnawirawan TNI juga gitu. Berharap supaya tidak ee berpanjang lebar, Gibran mundur. Artinya secara negarawan karena kita tidak melihat itu pada diri bapaknya. dia bukan sebagai lebih menonjol sebagai kepala negara atau kepala pemerintahan dalam kasus Gibran itu lebih pada kepala keluarga. Karena itu publik melihat ini tidak ada kenegarawanannya maka kemudian apakah ini akan dilanjutkan menjadi politik dinasti? Nah, karena itu menurut saya dinamika politik itu bisa sangat berubah, bisa sangat berubah terkait dengan ee kondisi global, kondisi di dalam negeri, kemungkinan terjadinya resavel kabinet, kemungkinan PDIP masuk di dalam koalisi pemerintah itu juga sangat besar. Nah, saya melihat tentunya ee tuntutan atau saran bisa dibilang begitu dari ee para sesepuh e militer ini itu seperti ee pisojanus bagi Prab Subianto. Di satu sisi menjadi amunisi untuk melawan Jokowi dan keluarganya. misalnya kalau ee dia harus berhadapan secara politik, tapi di sisi lain juga memang beban beban politik. Kalau langsung menerima para purnawirawan ini dikesankan dia akan berhadap-hadapan langsung dengan Jokowi. Ini kan polanya juga seperti ketika dia tarik ulur untuk jumpa dengan Megawati. akhirnya pelan-pelan dilakukan di masa bulan Syawal. Artinya apa yang salah dengan ee silaturahmi lebaran? Tapi ini kan dua tokoh politiken kalau tidak bicara politik. Tapi dibilang terbuka tidak, dibilang tertutup tidak. Jadi setengah terbuka setengah tertutup. Saya kira ee mengutus Wiranto juga polanya sama. Artinya setengah terbuka, setengah tertutup. Jadi ee orang ee publik juga melihat bahwa di dalam dua pilpres sebelumnya, Wiranto itu berhadap-hadapan dengan Prabowo, berada di pihak Jokowi. Karena itu ee Wiranto yang sekarang menjadi ee penasehat khusus bidang politik dan Hankam itu juga menjadi jalan tengah. kita lihat bagaimana ee bagi saya patut diamati pada saat PPAD bertemu dengan Presiden Prabowo kemarin. Padahal sulit loh. Iya. I jangankan itu menteri untuk bertemu presiden sulit berarti ada kepentingan. Nah, kepentingannya ee apa yang dikemukakan oleh PPAD itu kan normatif. Saya tidak yakin bahwa mereka bertentangan. Cuma memang ee ungkapannya bahwa ee tidak secara organisatoris kami me apa mendukung gitu. Tapi jangan lupa Pak Tri kan sebagai dewan pembina atau dewan penasehat juga di PPAD. Saya kira begitu. Kita belum tahu juga ee Pepabri atau Legiun Veteran Republik Indonesia ini belum belum belum mengeluarkan statement. Tapi ini kan menurut saya ini hak mereka sebagai warga sipil mengingatkan apa yang salah. Jalannya menurut saya tetap ada. Walaupun misalnya sangat berliku untuk lewat proses dari DPR kemudian ke MK, MK balik lagi DPR bersama DPD menjadi MPR baru menuntut. Tapi kan ada jalan kasus Fufu Fafa juga bisa menjadi celah begitu. Artinya ee perbuatan tercela itu kan bisa saja kemudian tinggal itikat baik dari semua pihak. Apakah kemudian ini akan dibuka? Ini kan akan mempermalukan semua. Kira-kira Prabowo juga tidak ingin di dipermalukan, tapi dia punya cara untuk menghadapi Jokowi. Kira-kira begitu. Oke. Sikap atau respon dari Presiden Prabowo ya sebagai pemerintah dan juga sebagai mantan purnawirawan jenderal akan sangat menentukan ya. Betul. Tapi kalau kita melihat respon ee Presiden Prabowo dalam ini pemerintah, kita lihat beliau mengutus Jenderal Wiranto kan untuk merespon ini. Nah, dalam komunikasi politik dalam hal ini bagi para perawian jenderal ini sebenarnya sinyal seperti apa ini Pak Sunarko? Apakah ini seperti pembicaraan di internal para pernawirawan jenderal sehingga istilahnya dibicarakanlah sesama keluarga pernawiran jenderal? Jadi tidak supaya akumulasinya tidak tidak supaya bisa tetap terkendali lah dari ee forum peran jenderal sendiri melihatnya seperti apa ketika ternyata yang merespon melalui Pak Wiro. Gitu ya. Wiranto sebagai penasihat khusus bidang politik dan ekonomi dan keamanan dan keamanan. Sori, maaf. Dan keamanan ya mungkin saja dimintain oleh Prabowo untuk berbicara tapi isi isi ya penyampaian Wiranto menurut saya normatif saja. Presiden menerima, mempelajari, dan akan mencari informasi dari pihak lain. Begitu kan? I. Nah, gitu. Jadi ya juru bicara normatif enggak ada. Apakah ini berarti proses itu tidak bergulir karena disikit respon secara normatif saja atau sebenarnya ada proses yang bergulir juga di sisi Pak Prabowo sebagai presiden? Itu yang kami tunggu. He. Di sisi Pak Prabowo kami tunggu. Makanya kita berharap ya kita enggak ini enggak punya target waktu kita berharap pada respon apakah ada komunikasi. Kenapa kami berharap pada komunikasi? Karena saya lihat kemarin PPAD, perwakilan PPAD menghadap ke sana gitu. Kalaupun tidak kita mencoba tadi saya katakan akan membuka komunikasi dengan DPL. He. Demikian kalau tidak salah ee Prabowo akan bertemu dengan teman-teman seangkatannya lulusan akademi militer 1974. Artinya kan ini bergulir terus. Dia juga ingin minta pendapat temannya. Jadi menurut saya ini sudah terjadi dua pekan. He. PPAD, PPAL, PPAU baru bereaksi. Kenapa belum tidak bereaksi secepat itu waktu itu, kenapa menunggu 2 pekan? Ini kan menarik. Artinya mereka juga menimbang-nimbang. Saya berbicara dengan sejumlah ee purnawirawan bintang tiga, bintang empat begitu ya yang tidak termasuk dalam penandatangan ini. Begitu melihat poin ke-elapan mereka sangat setuju. Tadinya mereka ini rata-rata gini, kami ingin bicara mengingatkan Presiden Prabowo sebagai satu almamater itu menunggu nanti 6 bulan dan segala. Tapi tiba-tiba ada teman-temannya di bawah pimpinan Pak Tri sudah mengemukakan ini. Maka dia bilang, “Ah, sudah berarti aspirasi kami sudah ter apa ee terwakili di situ.” Itu kan menarik ya bahwa yang saya ajak bicara itu bintang tiga, bintang empat ya. Artinya kalau di militer kira-kira kalau sudah bintang empat seperti dewa tanda petik gitu ya. Karena itu seperti Pak Narko kan enggak mau dibilang sebagai tokoh utama bisa kualat karena ada bintang tig bintang empat apalagi ada Pak Tri gitu kan kira-kira begitu. Kalau melihat proses yang seolah-olah bergulir di antara para senior purnawirawan jenderal ya direspon oleh Pak Wiro. Ini apakah bukan upaya melokalisir ee yang tadinya seb sebuah moral force dan kemudian tidak berubah menjadi kekuatan politik atau desakan politik? Ini kan komunikasinya. Lalu di antara para pernawirawan itu katakanlah kalau orang curiga bahwa ini strategi meredam Pak Wir maju sama Menhan. Pakin ya misalnya. Nah melihat ini seperti apa? Karena kalau melihat gulirannya sudah 2 minggu dan hanya bergulir di antarawan jenderal ini bukankah ini sebenarnya bukan bukan yang mungkin yang bukan diharapkan oleh para per jenderal seperti apa Bang Ginteng? Ya, ini kan semacam kalau dalam politik ada test the water ya, ternyata bergulir terus kaum ee ee civil society kemudian ee pegiat demokrasi itu kan mengamati terus berjalan. Coba kalau kita amati sekarang hampir semua podcast bicarakan ini ya artinya bergulir. Mungkin mereka juga tidak sangka bahwa ee ee fokus ee media massa termasuk juga teman-teman para podcaster begitu fokus pada isu-isu ini. Artinya ini tidak main-main. Bahkan kalau kita lihat reaksi dari ee pendukung Gibran itu kan juga sangat luar biasa yang saya lihat. Akhirnya kalau kita lihat di ee YouTube dan lain-lain ini kok yang komentar ya kayak orang-orang yang enggak paham, orang-orang tidak terdidik. Jangan-jangan ini bagian dari ee apa? pegiat judul begitu yang kemudian mengomentari dan memaki-maki. Kan bayangkan orang sekali berpatri di apa dimaki-maki kemudian di dilecehkan apa tidak bereaksi teman-teman militer aktif bereaksi. Mereka menahan diri begitu. Tapi bagi purnawirawan ini, itu sudah hinaan besar gitu. Artinya mereka tahu mereka sekarang berhadap-hadapan dengan anak muda yang tidak tahu sejarah, dengan kelompok yang tidak memahami bahwa ada cacat, ada cacat di ee ee cacat konstitusi di dalam pemilihan wakil presiden tentunya. Karena kalau melihat forum ini kan memisahkan antara ee Prabowo dengan Gibran. Artinya dukungan terhadap Prabowo tapi tidak mendukung Gibran. Saya tanya juga termasuk Pak Narko dan lain-lain. Enam orang yang maju dalam kontestasi itu mereka tidak masalah. Artinya kalau Ganjar Mahfud memimpin tidak masalah. Anis Caimin yang akan memimpin tidak masalah. Prabowo yang memimpin tidak masalah, cuma Gibran aja. Di antara enam itu cuma satu yang dipermasalahkan. Kira-kira begitu, Pak Narko ya. Kalau melihat ini ada dua respon ya. Respon pemerintah melalui Pak Wiro dan Menhan, tapi juga ada respon dari pendukung Gibran yang kita tahu ya responnya seperti itu. Anak-anak muda yang enggak punya pengetahuan yang cukup. Bahkan kalau di Mesos kita lihat ya itu bazer aja gitu ya. Dan kemudian kita tahu itu memancing kemarahan Jenderal Gatot Nurmantio kan yang kemudian e menyatakan bahwa apa yang dikatakan itu tidak selayaknya, tidak sopan dan akhirnya orang ini kan lalu meminta maaf di salah satu video kalau tidak salah. Nah, melihat situasi ini, respon pemerintah oke dianggap sebagai respon normatif tapi respon para pendukung Gibran ini kan respon yang tidak selayaknya sebenarnya. Nah, melihat situasi ini apakah ee Forum Purnawirawan ini akan melanjutkan proses dengan menggalang pihak-pihak lain di luar keluarga besar Pernawirawan TNI ya untuk melihat situasi ini secara lebih clear, jernih supaya punya semangat yang sama. Bagaimana Pak Narko? Lihat ini saya coba jelaskan tentang respon. Kita lihat kita sudah dengar respon. Respon dari Pak Setioso. Iya. respon dari Pak Hendro, respon dari Menhan, H kemudian respon dari Wiranto. Dari semua dari yang saya sebut tadi hanya respon dari Pak Wir kelihatannya pada akhirnya akan melokal apa berupaya untuk melokalisir masalah ini. Kenapa saya katakan begitu? Karena dalam penjelasan terakhir yang saya baca ya, saya baca kemarin Bapak Wirantu ada yang mengingatkan jangan ini disikapi dengan ee dengan mendukung dan menolak. Udah biarkan saja, biarkan saja. Enggak usah lagi ada yang merespon macam-macam. Jadi dari semua respon ini yang saya lihat mencoba untuk melokalisir adalah Wiranto sebagai penasihat. Jadi, makanya bisa juga di kalau ini betul-betul keinginan dari Prabowo, kelihatannya memang Prabowo juga rada resisten dengan 8 poin ini. Silakan buka lagi atau baca lagi ini penjelasan dari Wiranto. Di situ ada kalimat yang meminta untuk pihak-pihak masyarakat untuk tidak me inilah tidak pro kontra dan membicara masalah itu. itu kelihatan kalau mencoba untuk melokalisir faktanyair melebar ke mana-mana. Faktanya melebar ke mana-mana. Nah, nah berkaitan dengan tadi ada ya Mas Aman bilang bazer-bzer itu kita biarkan aja. Rakyat sudah makin pintar, rakyat sudah makin terbuka ee ini wawasannya komunikasi atau media mudah. Dan saya dengar hari ini itu bukan upayanya. Bukan upayanya ini, bukan upayanya Purw akan mendukung pernyataan ini. Dan kemarin saya diundang di Gedung Juang. Saya kemarin diundang di gedungang. Saya juga dengan beberapa jenderal di antaranya Jenderal ee Soeharto, Jenderal Purnomo, ada beberapa kolonel datang di situ diundang oleh TPUA, tim apa? Pembela umat dan banyak kelompok. ada emak-emak segala macam yang menyatakan mereka mendukung delan poin pernyataan TNI. Enggak, kita enggak ada upaya. Hm. Yang di Jakarta saya dunung, hari ini saya dengar di Magelang dan itu berkembang di di mana-mana. Dan kepada para buzer itu, kepada para buzer itu ya silakan aja dia ngomong rakyat akan menilai dan dampak dari omongan ngacuk mereka sudah terlihat. Saya enggak perlu lihat. Saya boleh sampaikan. Nah, dukungan dukungan ini Pak Narko dukungan dari elemen-elemen lain di masyarakat selain dari di antara para purna TNI itu kira-kira akan cukup signifikan enggak untuk menggulirkan ini sebagai sesuatu katakanlah selain gerakan moral juga menjadi gerakan politik gitu ya. Sebagaimana kita melihat sebelum ini kan ada gerakan itu Indonesia gelap lah dan seterusnya ya, anak-anak muda ini kalau dari sisi ee amatan politik ini ada terkait enggak nanti akan terkoneksi enggak dengan gerakan-gerakan elemen masyarakat yang lain? Nah, saya lihat isu yang kemudian digulirkan terhadap ee saran dari para purnawirawan ini kan diidentikkan dengan kudeta. Hm. He akan melakukan kudeta. Nah, ini logikanya seperti apa? Kudeta itu hanya bisa dilakukan oleh militer aktif. I ya ini kan bukan bukan militer aktif dan tidak ada dalam sejarah Indonesia militer kita melakukan kudeta. Itu sudah diingatkan betul oleh ee Jenderal Besar Sudirman. Tidak ada kudeta. Ingat enggak pada saat ee Tanaka itu sangat gergetan dengan Amir Syarifuddin dan juga eh Sahrir kudeta eh Juni 1946. Lalu ee Tan Malaka ini merasa bahwa apa yang dikemukakan oleh Jenderal Sudirman itu adalah yang menjadi pegangan dia. Artinya jangan melakukan negosiasi dengan kalangan sipil untuk kemerdekaan Indonesia. Karena perundingan dengan Belanda pasti kita kalah karena kita dicurangi. Makanya Jenderal Sudirman juga ingin kemerdekaan itu 100% kan satu titik temu dengan Tan Malaka. Lalu Sudirman dituduh juga melakukan kudeta. Tapi setelah diperiksa clear bahwa Sudirman tidak melakukan kudeta karena dia kemukakan terus. Tidak ada kudeta untuk militer Indonesia. Jadi itu akan selalu dipegang. Nah, kudeta itu hanya bisa dilakukan oleh militer aktif misalnya oleh pasukan pengamanan presiden dan itu LEDc Kolonel juga bisa melakukan itu. Bisa pengepungan dan lain-lain. Tidak perlu harus sebesar ee kodam atau kostrat dan segala macam. Bisa dilakukan. Nah, ini apa? Iya. ada indikasi tanda-tanda ee gedung atau istana wakil presiden diduduki kan tidak ada. itu artinya sedang membuat isu supaya eh ada eh negative thinking, black campaign terhadap tuntutan para ee purnawirawan ini. Saya kira ini ee kalau di dalam politik ini adalah bagian dari dialektika. Mengajak warga negara berdialog. Ini kondisi bangsa kita tidak baik-baik saja. Presiden Prabowo sudah uzur. Kalau terjadi apa-apa apa iya kita bisa dipimpin oleh seorang wakil presiden yang kata para jenderal itu berat bagi saya untuk tangan bergerak untuk hormat kepada ee wakil presiden yang ee bagi sebagian orang lahir dari kecat kecacatan ee konstitusi. Nah, apakah akan bergulir? Sangat tergantung dinamika politik yang berkembang dan juga sangat tergantung sikap Prabowo kaitannya dengan ee hubungannya dengan Joko Widodo. Saya kira publik sudah melihat bahwa ee sekarang sesungguhnya sudah terjadi resavel-resaval kabinet tapi dengan cara-cara yang tidak terang-terangan. misalnya ee bagaimana orang-orang yang diendorse oleh Jokowi terpaksa harus digantikan oleh orang lain tapi dengan cara bukan ini sulitnya Prabowo ee di satu sisi militer tapi di satu sisi dia sekarang sebagai ee aktor politik dia untuk mengatakan mundur kau agak berat gitu tapi kan sudah mengingatkan kalau memang tidak bisa bekerja sama sebaiknya nya pulang saja ke rumah tidur. Itu kan sebenarnya pesan yang keras sekali dan tentu saja ini ditujukan kepada para pembantunya. Siapa para pembantu presiden? Pembantu presiden ya wakil presiden juga pembantu presiden beserta ee menterinya. Jadi pernyataan Prabowo itu jangan kemudian dikaitkan dengan menteri atau wakil menteri atau kepala lembaga. Ini juga diingatkan kepada Wakil Presiden sebagai pembantunya. Artinya kalau kau tidak bisa bekerja, kau tidur saja di rumah. Pulang ke rumah tidur saja. Contoh g bagaimana mungkin seorang wakil presiden melakukan yang namanya hanya monolog gitu loh, hanya membaca teks. Kenapa? karena dia tidak mampu berdialog ke kampus dan lain-lain. Bagaimana kemudian para purnawirawan ini juga bisa melakukan dialog dengan wakil presiden kalau dia sendiri tidak bisa melakukan, tidak berani berdebat, tidak berani berdiskusi. Jadi ini kan sebenarnya tuntutan ini adalah dialektika dan terbiasa kita di kalangan kampus beda pendapat. Wajar wajar saja. sebagai dialektika ini kan suara para purnawan jenderal ini kan kalau kita lihat sekarang sudah sudah jelas direspon ya meskipun kita anggap responnya normatif gitu ya tapi rasa-rasanya kalau dibungkap apa mungkin gitu ya maksud saya kan kalau selama ini kan seringki dianggap kalau enggak direspon atau dibungkam tapi yang terjadi kan kemudian kita tahu tuh ada juga upaya-upaya pengalihan pada isu-isu yang misalnya dihadapkan pada preman misalnya ya di media sosial kan kita tahu yang memancing Pak Jenderal Gatot marah itu ya yang mengatakan mengatakan tadi Pak Tri atau juga ng Bang Yos gitu ya. He. Nah, ini kan bentuk pengalihan sebenarnya supaya isunya bukan lagi pada gerakan moral atau politik tapi kemudian pertikaian yang remeh-temeh gitu ya. He. Nah, terhadap upaya-upaya ini ada langkah-langkah yang sedang disusun atau sudah dilaksanakan belum? Mungkin dari Pak Narko dulu nanti Mas I kita enggak ada melakukan langkah-langkah untuk meng-counter orang-orang yang tidak sepaham dengan kita. Biarkan publik, biarkan rakyat menilai. Dan sekarang itu sudah muncul. Biarkan niat kita ini suci ya. Karena kita tahu Gibran itu hasil nepotis kotor. Kita lihat aja Pak dan sangat tidak bermutu, sangat tidak penilan kita sangat mengkhawatirkan kalau memimpin bangsa ini. Itu aja dan memberi dukungan kepada Prabowo supaya berani berani menghadapi kelompok yang sekarang mengukung dia. Ya tadi yang saya katakan budi. Jadi kalau sekali lagi kalau urusan yang enggak spam dan kita yang mengkritik dan menyerah, biarkan saja rakyat yang menilai, rakyat sendiri yang ngambil keputusan. Enggak perlu kita baik kalau melihat respon dan kemudian yang bergulir sekarang ini, kalau Pak Narko di posisi Pak Prabowo kita kira kira-kira apa yang akan dilakukan selain yang kemarin merespon dengan lewat Pak Wiro. Dan seb yang saya lakukan kepentingan negara di atas segala-galanya. Jadi masukan-masukan positif ini itu yang harus dipilih bukan utang budinya dengan Jokowi. Saya tahu dia hutang budi. Dan kemarin Pak dalam peluncuran pernyataan ini Jenderal Pahroji mengatakan, “Pak Prabowo, Bapak jangan terima kasih sama dia. Dia yang harus berterima kasih.” Karena dia itu bukan bukan memperjuangkan bapak jadi presiden, tapi memperjuangkan anaknya untuk jadi wakil presiden untuk melanjutkan apa dinasti dia. Terbaca itu. Terbaca itu. Kecuali kelompok dia enggak. Enggak terbaca. Kalau kita- kita terbanyak sekali lagi kalau saya Prabowo ya saya jelas kepentingan rakyat dan yang kita sampaikan delan poin itu adalah kepentingan kepentingan negara kelangsungan negara kemajuan negara keamanan rakyat itu ya kalau secara politik dan ketatanegaraan Bang Slamat kalau jadi Prabowo apa yang bisa dilakukan baik secara politik maupun secara ketandatanegaraan saya kira kalau saya menjadi Prabowo ini berandai-anda ya. Iya. He tentu ee saya akan hormat sekali dengan para senior karena ini mereka sudah selesai bukan mencari jabatan. Tidak ada nih mencari jabatan, mencari kedudukan, mencari kekayaan. Artinya clear. Ini lagi-lagi politik negara mereka. Nah, dari sisi politik praktis sudah mengingatkan politik praktisnya adalah bahwa ini kok ada ya peristiwa ee mungkin belum pernah terjadi peristiwa pengangkatan ee wakil presiden sekontroversi ini. Jadi menurut saya ee tentu Prabowo akan berjalan dengan caranya. Mungkin caranya adalah cara-cara clandester stand terbuka. Sebenarnya kalau kita mau simak pernyataan Prabowo di luar negeri begini kira-kira kalau ada apa-apa hubungi saya saja. Artinya Prabowo tidak percaya kepada wakil presidennya. Kok bukannya itu kan ada Wapres, silakan berkoordinasi. Prabowo juga tahu ini tidak bisa diajak. Bayangkan, jangankan koordinasi, bicara pun tak bisa gitu loh. Masa iya kita menyerahkan orang yang matanya kosong, pikirannya kosong, hatinya kosong, begitu loh. Ini menurut saya ee peringatan dari ee dari para purnawirawan ini jangan di ditabrak, jangan dibuat kontra, tapi kita ambil intisarinya, kita ambil ee apa namanya ee sari-sari yang terkandung di dalamnya. Okelah orang berbeda pendapat pada poin satu, pada poin-poin yang lain. Oke. Tapi sesungguhnya ini ada satu kesamaan. Satu kesamaannya apa? Kesamaannya kan sebenarnya seperti pada saat ee publik melawan Presiden Soekarno dulu ada Tritura, tiga tuntutan rakyat. Kalau saya ini ini diperas sesungguhnya Tritura juga. Apa itu? Kalau dulu adalah bubarkan PKI, retol kabinet atau resavel kabinet dan turunkan harga. Ini sama satu Adili Jokowi karena kasus-kasus itu tadi. Poin kedua misalnya mendukung program-program Prabowo kecuali IKN. Nah, kemudian mendukung proyek strategis nasional kecuali PIK 2 dan juga ee rempang. kan sudah disetujui nih poin poin ketiga itu sudah disetujui. Artinya Prabowo secara diam-diam sudah menjalankan permintaan ini. Cuma seperti saya bilang tadi dilakukan secara clandestan. Hanya orang-orang yang paham bahwa oh Prabowo sudah menjalankan program yang diminta oleh para seniornya. Saya kira begitu. Oke. Baik. Ee sebagai penutup mungkin ada hal yang perlu disampaikan oleh Pak Sunarko, Maijin, Jenderal ee Sunarko. Apa sebenarnya yang harus atau disikapi oleh Pak Prabowo? Nanti juga Bang Selamat. Silakan Pak Sunarko. Ya, kami Forum Purnawiran itu berharap Prabowo sebagai Presiden mendengarkan suara ini. Bukan hanya suara purnawiraan, suara rakyat yang kita dapat dan kita rangkumkan. Ya, tentunya rakyat yang mencintai NKRI yang saat ini terkoptasi oleh satu kelompok yang tidak menghendaki apa kehidupan bernegara yang benar, jujur, dan adil. Oke. Demokratis. Tidak. Jadi kita menghadapi ini direspon dan kalau memang membutuhkan penjelasan kami bisa dipanggil untuk berkomunikasi untuk memberikan penjelasan dan kami siap mendukung kalau Presiden Prabowo menghadapi kesulitan, menghadapi hambatan, menghadapi tantan. Walaupun kami banyak yang sudah pakai tongkat ya, walaupun kami sudah bawa pangkat, sebagian sudah pakai tongkat tapi kami siap karena memang tidak ada istilah pensiun kecuali administrasi. Itu dari sisi sebagai prajurit yang terikat di dalam. Ya, tapi dari sisi agama menegakkan amar makruf nahi mungkar seumur hidup berhenti setelah ada tembakan salpo. H itu kewajiban dan kami akan pertanggungjawabkan. Kami memang sedang mempertanggungjawabkan usia kami kepada Tuhan di akhirat. Baik. Kami kami sedang mempertanggungjawabkan usia kami di dunia ini sebelum sampai di akhirat. Itu yang sedang kami laksanakan. Baik, terima kasih. Kalau Bang Slamat melihat eh sebagai closing statement secara politik akan sampai di mana ini suara para jenderal perniran ini begini posisi Pak Trisu itu ada di Lun Veteran Republik Indonesia ada di Pepabrik, ada juga di PPAD bahkan pernah menjadi ketua umum PEPRI. Nah, beliau juga veteran Irian Barat dia menjadi veteran segala macam. Saran saya Prabowo temuilah Pak Trisutrisno nanti akan terbuka ke mana arah dari tuntutan ini. Temui seniormu. Demikian ya. Kadang sejarah tidak dimulai dari istana tapi dari suara mereka yang pernah menjaga batas negara. Kini mereka menjaga moral konstitusi. Diskusi yang berbobot dan patut diseriusi. Ikuti berbagai program media sosial dan portal ber kami. Karena diskursus network adalah media yang terverifikasi dengan pers. Sobat DN silakan untuk putar kembali video ini dari awal dan komentari. Terima kasih kepada kedua narasumber dan tabik.
Tuntut Gibran Mundur Mantan Jenderal Maju ke DPR dan MK, Tegas dinyatakan Mayjen (Purn) Soenarko sebagai bagian dari Forum Purnawirawan TNI. Langkah Para Jenderal tersebut akan terus dilakukan hingga audiensi ke DPR dan MK.
Bagi pengamat militer, Selamat Ginting tuntutan para purnawirawan TNI akan terus digaungkan hingga akhir hayat para jenderal tersebut atau hingga tembakan salvo terakhir.
Dipandu jurnalis senior, Abdul Rahman Ma’mun, Open Minded kali ini bernuansa kudeta?
#kudeta #militer #tni #soenarko #gibran #diskursusnetwork #openminded #prabowo
Sobat Dn Terimakasih yang sudah support Kami Lewat Super Stiker
Business Inquiries (0811-1220-992)
https://wa.me/08111220992?text=
Support Diskursus Network with subscribe, like, share and comment
Baca dan tonton berita lainnya di website https://diskursusnetwork.com/ kalian bisa dapatkan informasi menarik lainya di berbagai social media kita