Jokowi VS Roy Suryo CS Soal Ijazah Palsu. Isu Lama Terangkat Lagi, Apa Motifnya? | LIPUTAN 6 TALKS
yang bisa kami benar-benar pastikan 99,9% itu palsu adalah skripsinya. Kenapa akhirnya Pak Jokowi juga sampai datang sendiri kemarin melapor ke Polda dan tentu itu kan sudah merupakan ee bukan hal yang mudah lah bagi beliau tentunya. Tapi di panggung belakang bekerja sebuah nalar bahwa ini ada residu ses dari pemerintahannya Pak Jokowi dua periode dan residu dari Pilpres 2024 yang belum selesai. Sebenarnya seorang ilmuwan tidak berhak untuk menyatakan suatu dokumen itu palsu. Karena palsu atau asli itu bahasa palsu atau asli itu bahasa hukum, Mas. Ini bahasa ilmiah, Mas. Ilmuwan hanya bisa melakukan bahasa ilmuwan hanya bisa menentukan apakah ini identik atau tidak identik. Masalah atau asli itu ada pengadilanlah yang bisa menentukan suatu dokumen ini secara hukum. [Musik] sampai sekarang melalang buana begitu ya bisa saya bilang seperti itu karena pemberitaan soal ee dugaan begitu ya atau tudingan ijazah palsu Presiden keet7uh Republik Indonesia Joko Widodo kembali mencuat begitu setelah kemarin Jokowi dan ee sejumlah kuasa hukumnya ini langsung datang kepada Metro Jaya untuk melaporkan. Nah, saya akan mencoba diskusikan soal hal ini, Saudara. Kenapa sih saya sebenarnya penasarannya satu hal, kenapa kok isu ini lagi-lagi naik gitu awalnya 2019 kemudian naik lagi 2022 kemudian naik lagi 2025 kok ada selang waktunya kok pas kebetulan 3 tahun 3 tahun gitu loh. Nah saya coba akan diskusikan di studio TV ada pengamatika Mas Roy Suryo. Apa kabar Mas Roy? Alhamdulillah baik Mas Reno. Sehat ya? Sehat. Nah di sambungan Zoom juga sudah tersambung dua narasumber nih saudara. Ada Mas Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trios Politika Strategis dan Mas Yakub Hasibuan, kuasa hukum Joko Widodo. Selamat siang, Mas Agung. Mas Yakub. Siang, Mas. Siang, Mas. Ya, terima kasih sudah meluangkan waktu semuanya untuk berdiskusi di kesempatan kali ini. Jadi, mungkin saya pertama kali ingin ke Mas Roy dulu deh. Pertanyaan saya paling awal tadi adalah kenapa kok ee Mas Roy CS ini dan yang lain-lain ini kembali menyoroti soal ee ijazah yang diduga palsu begitu yang dimiliki oleh Pak Jokowi. I CS-nya itu sebenarnya memangidentil ya. Jadi, jadi tidak direncanakan CS itu kami bertiga benar-benar ni Sare kami bertemu pertama kali itu ee secara langsung ya itu baru pada tanggal 15 April yang lalu. Kalau tahun ini tahun ini kemarin setengah bulan yang lalu. Kalau tadi ditanyakan kenapa itu muncul ya ee sebenarnya sih anu aja ee apa tidak disengaja juga karena pada tahun 2022 waktu itu ada dekan dari Fakultas Kehutanan Dr. sikit Sunarsa itu membikin konferensi pers kemudian menunjukkan fotokopi ijazah dan menunjukkan skripsi. Nah, begitu menunjukkan skripsi itu sebenarnya saya langsung menganalisis ya gitu ee bahwa oh ini anu ini apa namanya kok aneh gitu. Cuman memang saya tidak ee langsung mengeluarkan statement waktu itu baru hanya dugaan-dugaan aja karena apa? Saya tidak pegang langsung atau belum pegang langsung barangnya. Memang keberuntungan itu ada di tangan Dr. Resmon ya. Drk. Responsianipar itu mendadak tanggal 5 eh sori eh Maret yang lalu ya eh 2 bulan yang lalu itu datang ke UGM ya. Inisiatif sendiri datang. E meskipun sebelumnya saya sudah mencoba juga datang tapi gagal ya gitu karena enggak tahu apakah mungkin mereka sudah protektif kalau Risor sudah datang enggak boleh dikasih gitu apa karena ini apa enggak dikasih skripsi atau ijazah? Skripsi. Skripsi. Kalau ijazah enggak mungkin kita kejar di kampus. Ijazah itu hanya disimpan di pemilik. Oke. Tapi kampus seharusnya punya kopinya harusnya gitu ya. Tapi saya memang enggak ngejar ijazah. Nah, singkat kata Drmon yang datang pada bulan Maret itu ketemu langsung dengan ee apa skripsi dia sempat motret-motret dan dia ngeluarin statement yang 1000% itu. Nah, dari situ saya memperkuat statementnya karena saya pun malah melihat itu. Nah, dari situlah kemudian bergulir sampai dengan akhirnya ada TPUA, tim ee pembela ulama dan aktivis itu kemudian mengajukan surat ke UGM untuk datang dan juga ee mengajukan surat ke Solo untuk kemudian ketemu langsung dan melihat itu. Jadi kami ee datang mandiri, tidak ada kontak apapun ya ee sebelumnya akhirnya kami datang ke UGM dan kemudian ada satu kendala yang membikin tim TPUA terlambat. saya enggak tahu terlambat atau dihambat ya bisnya pokoknya enggak nyampai gitu ee pada jam yang ditukan kami melihat dan ceritanya berlanjut ketika kemudian sempat ada debat panjang ee di UGM dan kemudian kami mendapatkan bukti itu hanya satu hanya skripsi itu. Sedangkan 34 bukti yang disebutkan ee oleh Wakil Rektor ya dalam konferens ini saya sekaligus statement lagi ya tidak pernah ada dan tidak pernah ditunjukkan ya. dia bilang ada semua lengkap tapi faktanya tidak pernah ditunjukkan. Ee jadi saya anggap tidak ada. Kenapa Mas Roy heeh ee tertarik untuk meneliti ingin memastikan bahwa ini adalah palsu, ini adalah tidak dan seterusnya. Kenapa? Iya. Karena sebenarnya diawali dari statement Jokowi sendiri ya ketika tahun 2013 dalam sebuah candaan dia dengan ee Pak Mahfud waktu itu dimuat di harian eh harian di media tempo ya mengatakan tentang IPK, IP kumulatif ya dan membanggakan kalau oh selesai 5 tahun itu tapi IPK-nya disebutkan di bawah dua ya meskipun itu mungkin candaan atau apa banyak sekali yang akak berpikir kalau IP di bawah 2 Mas enggak mungkin bisa selesai 5 tahun apalagi tuh kelompok-kelompok fakultas eksak yaitu jadi dengan SKS 154 ya yang ada pada strata 1 itu harusnya kalau IP-nya harusnya 2 minimal 2,5 atau 3 lah minimal juga ya baru dia bisa selesai karena IP2 itu aja hanya maksimal ngambil 18 SKS kalau di bawah hanya 15 dihitung aja itu pasti 7 tahun atau 9 tahun. Nah, akhirnya banyaklah e analis-analis saya belum belum ikut waktu itu ya belum belum komen tak pikir ah nantilah ngapain juga gitu komen hal baru setelah itu dipacu sikit Sunarta yang ee menunjukkan itu apalagi tanggal 1 April yang lalu ya salah seorang kader Partai sebar Ijazah saya nyebut ya PSI itu ngasih tahu di X ya ini loh ee ijazah yang asli gitu ya gitu bahkan dalam UTASnya dia cerita dapat langsung dari Jokowi lah gini gini gini gini nah dan itu berwarna beda dengan yang ditunjukkan Sigar itu fotokopi tapi itu cukup mirip di situlah kami kemudian melakukan ee apa research tapi ya artinya gini sekarang kalau boleh dikatakan ya yang bisa kami benar-benar pastikan 99,9% itu palsu adalah skripsinya tapi dengan skripsi yang 99,9 palsu ya tidak mungkin kayaknya menimbulkan ijazah yang asli gitu. Jadi kami meragukan ijazah aslinya. Oke. Baik. Saya ingin minta komentar pendapat dari Mas Yakub ee terkait dengan tadi sudah dijelaskan panjang lebar oleh ee Mas Roy. Apa tanggapan dari tim kuasa hukum Pak Jokowi ini, Mas Yakub? Silakan. Ya, kembali lagi Mas ee tentunya isu ini kan sudah berjalan cukup lama ya, sudah melewati ada proses pengadilan juga sudah ada yang menggugat hingga sekarang seperti yang Mas sampaikan tadi ini kenapa ramai lagi gitu kan. Nah, mungkin itu juga pertanyaan yang sama yang kami miliki dan Pak Jokowi miliki dan ee kenapa akhirnya Pak Jokowi juga sampai datang sendiri kemarin melapor ke Polda dan tentu itu kan sudah merupakan ee bukan hal yang mudah lah bagi beliau tentunya melewati semua pertimbangan. Tapi ee kami melihat tidak ada pilihan lain. Kami melihat bahwa jika isu ini di terus dinaikkan terus, tuduhan-tuduhan ini terus dilemparkan terus ke Pak Jokowi, ini kan tidak baik buat nama baik beliau dan tentunya nama baik Indonesia juga. Itulah kenapa e sampai Pak Jokowi akhirnya menempuh jalur hukum. Dan kemarin juga eh sempat eh saya diskusi juga sama eh Mas Surio juga di kesempatan lain. Beliau juga sampaikan bagus ya eh Pak Joko melapor sendiri karena semua akan jadi terang-menerang gitu. Setuju. Eh jadi ya kami melihat ya mungkin ya ini memang satu-satu jalannya satu-satu jalan yang ee salah satu-satunya jalan yang terbaik dan biarkan nanti kebenaran itu akan terungkap sendirinya. Nah, mengenai skripsi juga, Mas juga mungkin di kesempatan ini saya perlu ee sedikit luruskan juga ya, bahwa mungkin mungkin yang penonton di sini kan juga semua ee yang pernah kuliah termasuk saya sendiri. Kalau kita ingat bahwa skripsi yang dimiliki oleh mahasiswa itu untuk persidangan itu sidang skripsi ya yang saya maksud itu pasti nanti disetujui terlebih dahulu. I pastikan suatu skripsi setelah setelah disetujui oleh para penguji barulah diminta kita untuk mencetak yang banyak salinannya untuk keperluan lainnya. satu salinan diasih di perpustakaan fakultas, satu salinan ke perpustakaan ee yang punya ee universitas, satu untuk masing-masing dosen pembimbing, satu untuk dosen penguji. Karena saya sendiri walaupun saya di UI bukan UGM, tapi saya melewati itu juga. I mungkin teman-teman yang semua ee pernah kuliah melewati itu. Artinya skripsi yang ada di ee perpustakaan itu adalah salinan setelah yang disetujui. Karena yang setuju itu ada coret-coretan dosen. Ee mungkin Mas ingat hampir semua mahasiswa lah mungkin ya ee lulus dengan perbaikan. Nah, perbaikan itu kan yang nanti akan diperbaiki baru dicetak dicetak ini baru nanti masuk ke perpustakaan. Ya, inilah yang harus diklarifikasi. Jangan sampai nanti seakan-akan bahwa itulah skripsi Pak Jokowi yang dipakai untuk syarat kelulusan. Itulah yang ada perpustakaan. Sehingga kalau itu dinyatakan palsu, maka ijazah palsu. Nah, ini adalah Oke. Baik. Eh, Mas Yakub kelihatannya ada kendala kendala sinyal ini. Mungkin bisa dibantu perbaiki dulu teman-teman eh koneksi dengan ee Mas Yakub Hasibuan karena ini menarik karena tadi Mas Yakub juga merespons tadi apa yang disampaikan oleh ee Mas Roy tadi mungkin sudah ada sedikit yang kita dapatkan dari Mas Yakub ya. Kita masih menantikan perbaikan sinyalnya dulu. Gimana Mas Roy terkait dengan ya apa yang disampaikan Mas Yakub itu ya sebagian benar sebagian juga tidak benar ya. Yang tidak benar yang mana? Yang tidak benar adalah meskipun itu nanti direvisi istilahnya kalau perbaikan ya tetap yang dikumpul di kampus itu adalah yang sudah penuh dengan tanda tangan juga tidak boleh kita ngumpulkan di perpustakaan atau di universitas itu yang masih kosong dan terbukti sebenarnya yang dikumpulkan oleh Jokowi pada saat di skripsi itu yang dua halaman depan itu ada tanda tangannya meskipun tanda tangannya ada yang meragukan kok namanya juga bedah ada urusnya i abjatnya u kok tertertus oe kemudian depan namanya profesor kok belakangnya ketikanya adalah masih doktor gitu ya. Sama tidak ada lembar pengesahannya, lembar sori lembar pengujiannya harus ada Mas gitu. Meskipun itu kopi ke berapa ya semua itu kita dulu ee ada enam enam kopi ya waktu itu. Itu semua harus ada tanda tangannya semua. Apalagi yang tersimpan sebagai milik dari kampus apakah itu di perpustakaan fakultas atau di perpustakaan universitas. Tidak bisa. Kemudian yang di sana itu hanya fotokom saja. Enggak. Enggak. Bahkan kadang-kadang justru yang malah dibawa oleh mahasiswa yang bersangkutan itu yang tanpa tanda tangan. Karena dia mungkin yang penting yang ada tanda tangan itu sudah dikumpulkan. I apalagi ini yang dikumpulkan di fakultas. Fakultas adalah harus yang asli. Yang pertama itu kopi pertama, kopi kedua itu ke universitas. Kopi ke 3 45 itu biasanya ke dosen penguji. Jadi ada pembimbing ee skripsi, ada penguji satu, penguji dua. Kalau kalau skripsi sih enggak terlalu banyak ya. Kalau ee apa tesis itu lebih banyak lagi apalagi disertasi ada penguji luar segala gitu. Oke. Baik, Mas Yakub. Ada tanggapan ini? Sudah dijelaskan tadi ada menurut Mas Roy ada ee penjelasan Mas Yakub yang dirasa tidak benar. Sudah dijelaskan Mas Yakub ada komentar apa? Ya tentunya pertama yang harus kita tanyakan dulu mungkin ke Mas Roy ya. Yang diteliti itu yang mana sekarang gitu kan. I yang diteliti itu versi yang mana nih sama Mas Roy? yang versi resmi yang diberikan oleh wakil rektor dan itu milik perpustakaan Fakultas Kehutanan. Clear itu resmi dan mereka mengatakan hanya ini skripsinya. Nah, itu itu kan menurut menurut Mas Roy. Enggak enggak menurut kamu sih menurut Universitas Gajah Mada, Mas. Iya. Iya. Mana fotonya? Foto skripsi yang Mas bicarakan tuh yang mana? Kan itu masalahnya ada ada. Nah, makanya kita sudah sampaikan semua file, semua keterangan kepada para penyidik yang tadi mungkin Mas Ro bilang tidak ada lembar pengesahan. Nah, mungkin saya harus bilang bahwa semua skripsi Pak Jokowi ada lembar pengesahannya. Clear, jelas. Sehingga kita harus apple to apple kan kita bicarakan dokumen yang mana, kita bicara kopi atau bicara asli. Iya. Jadi tentunya makanya kami juga sampaikan beberapa kali ya ini juga mungkin ee bukan khusus ke Masro tapi untuk seluruh ee peneliti atau apun tentunya untuk meneliti ilmuwan itu kan sumbernya dulu yang utama dan baru ada metode-metodenya. Sumbernya harus valid dulu. Yes. Kalau yang diteliti ini adalah ngambil dari mana, ngambil dari mana yang belum resmi dari yang memiliki atau dokumen yang sudah divalidasi tentunya kan akan gugur. Ini kan juga Mas sempat katakan di tempat saya sempat dengar juga Mas katakan ini artinya bahwa harus apple to apple yang dibandingkan yang mana. Setuju setuju. Itulah makanya kami datangi Polda Metro untuk memberikan semua dokumen yang ada, semua keterangan yang bisa diberikan langsung oleh Pak Jokowi. Ya, inilah nanti biar biar penyidik yang menguji boleh tanya enggak, Mas Yakob waktu di Polda Metro bawa skripsi enggak lah. Nah, itu nanti kita masuk aja, Mas, ketika penyidikan berarti enggak bawa kan? Kita masuk ke penyidikan. Iya, enggak bawa. Kita masuk ke penyidikan nanti, Pak. Iya. Ya sudah, enggak bawa. Artinya yang kita laporkan ke Polda Metro itu adalah peristiwa-peristiwa yang diduga telah menuduh dan memfitnah Pak Jokowi memiliki ijazah palsu. Ada ada ada kausa primanya itu. Iya. Nanti ketika penyidik melihat oke untuk melakukan ini perlu diminta A, perlu diminta B tentunya kami penuhi. Jadi ini kan baru masih awal nih. Kita lihat nanti seperti apa perkembangan penyidikannya. Yang pasti kami siap koperatif. Kita berikan semua yang kita miliki apa adanya agar kebenarannya kan semua terlihat. I oke Mas Yakub, saya juga penasaran berarti yang ditunjukkan oleh Pak Joko Widodo dan tim kuasa hukumnya pada saat dipolda itu apa saja, Mas Yakub? Mungkin bisa dipill nih di sini nih. Ee yang dibawa tentunya kemarin karena objeknya memang awalnya laporan adalah ijazah. Ijazah lengkap, Mas. Walaupun yang selalu mungkin fokus di ijazah ee kuliah UGM, Pak Jokowi bawa ijazah SD, SMP, SMA lengkap semua. Hm. H. Oke, berarti ijazah karena yang konsennya narasi yang beredar luas adalah ijazah, maka yang dibawa adalah ijazah. Tetapi ketika nanti suatu saat ditanyakan atau ingin dimintai misalkan Mas Roy tadi mempertanyakan soal skripsi, berarti pihak dari Pak Jokowi siap untuk memberikan Mas Yakub? Harus ya? Tentunya kan begini, Mas. Heeh. kemarin pertama ijazah sekarangak saya enggak tahu alasannya kenapa mungkin sudah mulai ap saya enggak tahulah lari ke skripsi mungkin nanti next kalau terbukti ada dan asli apalagi lama-lama lembar absen setiap kelas mungkin nanti diminta atau apa. kan tentu harusnya kami kan harapannya ini harus ada akhir agar terang benderang sampai mana ini mau dibawa lama-lama entar ee di di dikaji juga setiap kelas-kelas yang Pak Jok ambil benar enggak ini ujian atau tidak enggak UTS enggak nanti nanti kan kita enggak mau ini sampai selebar ke situ gitu Mas jadi ya tentunya kalau itu tapi dipandang perlu oleh penyidik ya kami siap tentunya iya bagus ok baik saya ingin minta pendapat tadi Mas sudah memaparkan Mas Yakub juga sudah memaparkan. Saya ingin minta pendapat dari Mas Agung. Jadi, Mas Agung kalau melihat peristiwa ini ee lagi-lagi muncul. Saya katakan lagi-lagi karena bukan yang pertama kali. Kenapa ini kalau dari perspektif kalau Mas Agung ya saya minta pendapatnya dari sisi politik apa sih kira-kira melatar belakangi kok bisa muncul begitu lagi? Iya nih Mas Agung nih ijazahnya asli nih karena adik kelas saya nih. Siapa? Silakan Mas Agung. Biasanya Pak Pratik Mas. Nah itu lanjut. Silakan, Mas Agung. Jadi yang pertama saya melihat di panggung depan ini soal ijazah substansinya itu. Tapi di panggung belakang bekerja sebuah nalar bahwa ini ada residu ses dari pemerintahannya Pak Jokowi dua periode dan residu dari Pilpres 2024 yang belum selesai. Ee sehingga ini membuat apa ya ee apa ya akumulasinya klimaksnya dijazah ini ya. Jadi permukaannya ijazah, tapi di belakang bekerja nalar-nalar itu. Dan enggak bisa dipungkiri ya, bahwa relasi dan interaksi antar aktor yang terkait dalam ee kasus ijazah ini memang ya bisa dikenal teman-teman yang selama ini berseberangan ya, Bang Roy ya. Seperti itu. Izin. Saya enggak 5 tahun enggak di politik kok. I tapi kan politik bukan bentuknya formal Mas Roy. Yang informal juga politik. Gerakan yang dilakukan Mas Roy ini menukik menghujam. Bahkan saya sampai ditanya sama mertua saya ee itu e karena saya alumni juga sama Mas Roy gituimana kasus ijazah Pak Jokowi jadi mertua saya tiba-tiba enggak terlalu konsern soal ijazah sekarang nanya ijazah saya terus nanya UGM itu gimana berarti kan luar biasa gitu mertua saya ya kebetulan enggak terlalu fokus ke politik ee bidangnya jadi menurut saya apa yang dilakukan Mas R sama teman-teman ini sudah masuk dalam top of mind publik ya persepsi politik utama kita semacam itu. Jadi kan kalau sekarang situasinya ada tiga episentrum politik yang mendominasi pergulatan perbincangan di tanah air. Pertama di Solo, kemudian Touku Umar, yang ketiga Hambal. He seperti itu. Kalau sesuatu terjadi di tiga episentrum politik ini, bahkan batuk aja, Mas, itu Mas Reno itu bisa jadi berita batuknya aja apalagi sampai macam-macam seperti itu. Sehingga bisa kebayang ketika hari ini pemberitaan soal ijazah ini memang mengemuka dan begitu dahsyat mewarnai panggung depan politik kita seperti itu. Tapi di panggung belakang yang bekerja itu. Yang kedua di panggung belakang juga harus kita akui ini kan ada istilahnya ya dalam tanda petik pendukung-pendukung yang kemarin ee belum menang di Pilpres terakumulasi nih. Nah, sayangnya sistem formal kita semuanya sudah mendekat kepada kekuasaan seperti itu. Jadi yang sekarang tersisa ini yang di luar yang merasa belum puas dengan ses di pemerintahan Pak Jokowi kemudian di Pilpes 2024 mengumpul jadi satu sehingga pemberitaan yang dibuat media hari ini akan selalu ramai Mas karena mereka enggak punya kanal aspirasi yang bisa mengakomodir ya ee kritik mereka masukan-masukan mereka ketika ada proses sebelumnya yang bermasalah itu. Jadi klimaks lah sekarang sehingga soal Pak Jokowi ini akan terus mewarnai pemikiran publik kita dan apalagi ya tidak bisa dilepaskan juga apa yang terjadi sekarang itu ee masuk dalam perbincangan orbit ee ya sedikit banyak ke Mas Gibran juga e efeknya. Dan Mas Gibran hari ini kan juga kita tahu sedang menghadapi beberapa soal terkait performanya, terkait kinerjanya dan seterusnya dan seterusnya. Jadi ini saling berkelindan satu sama lain sehingga akhirnya muncullah ee isah-isaah ini. Tapi ini salah satu saja Mas Reno. Ini kalau misalkan celah ini kemudian dan tanda petik lolos jebol ada banyak celah lain ini ya yang bisa muncul yang istilah saya ya terdap petik bisa membahayakan keluarga Solo seperti itu. Apa celah lain itu apa ketika ini jebol celah lain itu apa, Mas Agung? ee sisa-sisa pemerintahan yang kemarin sempat dijalankan oleh Pak Jokowi ya dan kemudian sekarang Mas Gibran seperti itu. Misalkan kemarin ada soal misalkan Geng Medan misalkan satu. Yang kedua ada soal misalkan ee apa ee dalam tanda petik Mas Gibrannya Fufu Fahfa misalkan. Oh kalau itu pasti juga 99,9% juga belum tahu semacam itu. Terus ada lagi soal performa beliau dan seterusnya. Jadi saya melihat ini salah satu celah-celah yang dilihat oleh teman-teman Mas Roy dan yang lain juga mungkin sehingga memang apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi ini sudah pas dibawa ke rana hukum supaya apa terang benderang dan tidak ada seawah sangka di publik lagi. Besok mertua saya enggak nanya itu gimana seperti apa, tapi oh ternyata gitu. Nah gitu. Makanya saya menunggu dan menanti semoga semua prosesnya jelas, transparan, karena publik menanti apa yang sesungguhnya terjadi. Seperti itu. Pertanyaan ini sebenarnya juga ingin saya ajukan ke Mas Yakub, tapi saya ingin minta pendapat dulu ke Mas Agung. Ee kalau kita melihat Pak Jokowi ini kan bukan pertama kali diterpa isu begitu ya, tidak hanya terkait dengan ijazah palsu saja. Ee beberapa waktu lalu juga banyak sekali narasi misalkan oh Pak Jokowi ini yang diafiliasikan dengan e PKI lah dan seterusnya. pada saat konteks Pilpres 2019, tetapi pada saat itu diam begitu, tidak sampai mempolisikan. Tetapi kenapa menurut Anda sampai ee Pak Joko Widodo sendiri dalam kasus ini yang turun gunung? Saya bisa katakan turun gunung ya, Pak. Pak Joko ini kan presiden ketujuh begitu loh, turun gunung melaporkan sendiri ke Polda begitu. Apa yang membuat di baliknya itu Mas Agung? Pertama, isu PKI itu hanya terjadi saat kampanye Pilpres selesai dan tidak dibawa-bawa sampai hari ini. Nah, ijazah ini enggak mengenal musim, Mas Reno. Pilpresia pasca Pilpres juga dicari terus kan. Nah, dan buat orang kita ijazah itu kan sensitif itu harkat martabat. Seseorang yang dapat pendidikan tinggi bagi masyarakat kita itu kan terhormat dipandang dia terpelajar. Jadi sensitivitasnya sangat tinggi. Kalau misalkan ada arahan dugaan-dugaan ijazah itu misalkan dipalsukan, itu kan melukai perasaan masyarakat yang menganggap orang yang kuliah, orang yang terdidik, terpelajar itu tidak boleh melakukan hal semacam itu. Setuju. Jadi ee ijazah ini sepertinya sederhana. Tapi buat masyarakat kita yang memang masih belum banyak mendapati bangku kuliah S1, S2, S3 dan seterusnya itu kemewahan yang luar biasa dan mereka sangat menghormati orang terpelajar, orang terdidik. Nah, ketika ada hal-hal terkait dengan itu kemudian teracuni, kemudian di apa bermasalah itu mengganggu nurani mereka, mengusubari dan kalau itu memang mengemuka itu kan ya dalam tanda petik bisa merugikan Pak Jokowi juga. kalau memang Pak Jokowi ee dalam tanda petik ee benar-benar punya ijazah asli, skripsinya asli dan beliau alumni semacam itu. Jadi ini memang harus diuji, dibuktikan dan saya kira ini juga pembelajaran positif bagi publik bahwa kalau kamu punya pendapat berbeda dan tidak sesuai dengan baik-baik, kamu harus ke meja hijau supaya apa? Terang benderang semuanya. Tidak ada yang dirugikan, tidak ada fitnah lagi yang bertebaran seperti itu. Oke, Mas Yakub. Jadi pertanyaan sama nih, kenapa kok akhirnya Pak Jokowi dalam case ini akhirnya apa ya memproses membawanya ini ke rana hukum? Karena kalau kita dengarkan pernyataan Pak Jokowi setelah dari ee DAS Krimumpolda Metroj itu bilangnya ini sebenarnya kasus biasa saja begitu tapi kasus kecil tapi kenapa sampai harus dibawa kerana hukum akhirnya memutuskan hal itu? Ya mungkin kalau saya simpulkan ada tiga hal Mas. Heeh. Hal yang pertama adalah beliau mungkin dulu adalah seorang presiden. Sebagai seorang negarawan berarti mungkin beliau ini mungkin ini kan harus ditanya ke beliau tentunya cuman mungkin beliau merasa bahwa ya mungkin ee karena beliau seorang presiden, mungkin banyak yang mengkritik dengan cara-cara yang walaupun tidak bisa dibenarkan mungkin beliau tahan dalam hati beliau sendiri. Itu pertama. Yang kedua ini kan pembelajaran hukum yang baik juga Mas bahwa seorang presiden yang mantan presiden yang sekarang sudah menjadi sipil biasa juga dapat menggunakan hak hukumnya. Jadi semua orang itu dilihat equal. di mata hukum memiliki hak hal hak hukum yang sama juga karena beliau juga sudah purna tugas. Yang ketiga yang tidak kalah penting juga adalah ini juga pembelajaran baik karena kami tidak mau mengeset presiden yang buruk untuk orang dapat melakukan fitnah atau tuduhan-tuduhan mengatasnamakan penelitian ilmiah. He. Kenapa saya bilang demikian? Karena penelitian ilmiah itu harus dilakukan dengan tinjauan-tinjauan, metode-metode, dan asumsi-asumsi yang benar. tentunya seseorang sebuah penelitian pasti ada metodenya apakah ini tinjauannya yuridis ee normatif kemudian historis dan lain-lain. Kemudian ada asumsi-asumsi juga. Oke, asumsi dari penelitian ini adalah A B C. Ada parameter-parameter limitasi-limitasinya sehingga semua penelitian ini sah-sah saja dilakukan asal dilakukan di dalam koridor hukum. Tidak mencederai hak-hak masyarakat luas. Ini yang paling penting. Oke. Baik, Mas. ini mungkin ingin mengomentari yang ketiga secara khusus terkait dengan penelitian ini sebenarnya enggak apa yang pertama saya menghormati ya tadi statementnya Mas Agung apa statementnya Mas Yakob ya tapi ada beberapa yang harus kita clearkan ya gitu jadi yang pertanya Mas Agung itu kita justru yang paling penting itu adalah kejujuran kejujuran dan marwah Universitas Gajah Mada ya almamater kita Mas gitu ya itu Universitas Gajah Mada itu yang harus kita bela jangan sampai ee kami itu tidak rela ya UGM itu kemudian dipakai ya oleh Ya, mungkin bukan Jokowiya langsung ya, mungkin ada kelompok atau sindikat yang kemudian memanfaatkan ini. Kasihan UGM dan kelihatan sekali terbatah terbata-bata UGM dan sangat ambuda dulu kemarin menjawabnya ya dengan statement-statement yang tidak clear. Bahkan mantan rektor UGM ya Profesor Sofyan Effendi pun itu pun menyatakan kalau ini ada yang tidak benar gitu ya, harus diclearkan gitu. Dan ada guru besar juga dari UGM meskipun itu ee hanya mewakili pribadi ya, Prof. Markus mengat itu pernah hilang ijazahnya dan lain sebagainya. Nah, yang kedua adalah untuk yang tadi apakah penelitian itu harus iya semuanya clear. Makanya saya tidak mendasarkan pada bukti sekunder. Yang saya dasarkan itu adalah primary evidence ya. Saya sudah mungkin berulang kali, puluhan bahkan ratusan kali melakukan ini dan menjadi ahli di berbagai bidang ya. Artinya gini yang kita periksa itu skripsi itu adalah primary evidence. Itu kami dapat dari wakil rektor di bidang pendidikan ya gitu. ada wakil rektor juga bidang kemahasiswaan yang ada ada dua wakil rektor. Mereka yang menyerahkan secara resmi itu dan kemudian kita periksa kalau itu ternyata disebut itu bukan bukti, nah berarti ada kebohongan pada Universitas Gejam Mada dan saya tidak yakin itu terjadi. Jadi apa yang ada itu itulah yang kemudian saya foto sendiri ya. Kemudian kemudian saya dokumentasikan dengan kamera yangang profesional biasanya saya gunakan untuk ee penelitian yaitu raw materialnya bukan hanya ZPC ya, tapi itu benar-benar gede. Saya bisa benar-ben melihat mengenal sampai dengan ser000uan kali ya untuk bisa melihat apakah detail hurufnya, fotonya, kualitas kertas meskipun itu nanti harus uji karbon kalau memang har benar-benar terjadi ini karbon dan itu nampak banget ee yang tanya kertas itu tampaknya mirip tapi ternyata kertas yang ini agak lebih baru daripada kertas belakangnya. yang belakangnya sudah bulukan yang ketika yang ketikan kemudian bahkan ketika kami meributkan ee apa kok tidak ada lembar apa pengujian ya gak ada akhirnya ditunjukkan oh ada mungkin itu keselip coba meskipun itu kita tentang enggak boleh dong alat yang Mas pakai itu seberapa Anda meyakini itu akurasinya sangat tinggi sangat tinggi karena itu biasa saya pakai itu kamera yang yang resolus sangat tinggi. ada GPS-nya, ada juga ee kemudian dia ada location tag-nya, ada kemudian dia bisa memotret dengan format RAWAW. Format RAW itu adalah kamera profesional ya, bukan kamera biasa motretnya hasilnya JPEG ya gitu dan itu biasa dipakai untuk iden kamera itu. Nah, kemudian ketika ditunjukkan skripsi yang lain milik temannya yang ada lembar apa pengujiannya itu justru kami malah tergelak kayak gitu karena ternyata yang ada itu tidak ada juga tanda tangannya semua gitu. Bahkan di situ malah tertulis itu adalah lembar pengujian untuk tesis, bukan skripsi gitu loh. Ini apa-apaan nih kok kayak gini nih. Jadi nampak sekali kalut-mutnya sehingga dengan demikian saya bisa mengatakan 99% kalau skripsinya ini ijazahnya pasti tidak benar gitu loh kalau ini. Kecuali kami nanti lihat ee ijazahnya ya gitu. Kalau itu sudah sampai ke ijazah. Nah ijazah itu pun harus dikomparasikan dengan yang ada yang sudah kami teliti itu yang diposting di sosial media. Berarti nanti Mas Suryo dan ee nanti misalkan nanti pada saat dipanggil beradu dengan bukan beradu ya bersanding bertemu dengan masyarakat dan kawan-kawan itu berani untuk menyandingkan semua sangat berani dan saya tunggu kalau itu ada dan kalau dikatakan oh yang diteliti kemarin salah atau yang di-upload oleh Sandi itu kader PSI itu salah nah berarti kader PSI itu menyebarkan kabar bohong dia yang harus dikejar gitu kalau lucunya kalau dia menyebar kabar bohong kenapa Dekan Fakultas Kehutanan Pak Sigit Sunarta itu pernah menunjukkan yang mirip juga dengan yang kader PSI gitu loh. Jadi ini ee saya tidak apa ya enggak yakin kalau itu dikatakan itu enggak benar. Tapi kalau memang nanti ada bukti yang benar, ijazah yang benar ya yang diyakini itu benar, oke mari kita periksa dan saya fair, Mas Ren saya dr. Rismon, dr. Tifa dan kawan-kawan silakan cari ahli yang kredibel juga ya yang kemudian bisa membantah kita. tidak hanya sekedar cuat-suit di apa sospet ya gitu ya kayak beberapa namalah enggak per saya sebut inisial J inisial V itu itu hanya berani ngomong aja tapi begitu tantang enggak berani ya mereka harus kemudian menguji dan harus dilakukan uji forensik kalau perlu karena ada kec e bukan kecurigaan ya ada kekhawatiran dari dron tentang uji forensik e dalam neger ya sudah kita minta ke internasional paling dekat ada Singapura kok enggak jauh cuman cuman seminggu selesai itu kayak gitu oke Mas Yakub ada komentar Ee ya pertama-tama mungkin yang perlu saya ee sampaikan juga, saya luruskan juga, Mas, di sini bahwa sebenarnya seorang ilmuwan tidak berhak untuk menyatakan suatu dokumen itu palsu. Karena palsu atau asli itu bahasa palsu atau asli itu bahasa hukum, Mas. Ini bahasa ilmiah, Mas. Ilmuwan hanya bisa melakukan bahasa ilmuwan hanya bisa menentukan apakah ini identik atau tidak identik. Masalah atau asli dokumen itu ada fake dokumen ada. pengadilanlah yang bisa menentukan suatu dokumen ini secara hukum asli atau palsu. Sehingga ahli nanti pun lapkrim pun nanti akan mengeluarkan statement ini adalah identik atau tidak identik. Nanti hakim yang menilai dengan segala menimbang segala buktinya. Oke. Dengan setelah menimbang bukti A, bukti B, bukti C maka hakim berpengadilan memutuskan bahwa ini adalah palsu sehingga bla bla bla konsekuensi hukumnya. Jadi asli palsu ini juga tidak bisa diperdebatkan di sini karena itu harus itu bahasa hukum, Mas. Ya, ini bahasa bahasa ilmu pengatan sains sains technology itu ada fake dokumen dan real dokumen. Siapapun ahli nanti, ilmuwan manapun nanti hanya bisa membuktikan bahwa oke ini identik dengan ini. Karena hukum karena palsu atau asli itu bahasa hukum, Mas. Enggak bahasa pengetahuan ada referensinya, Mas. Clear banget. Oke. Jadi ee supaya tidak debat-debatku sih kita terkait dengan pemahaman ini. Jadi soal bukti ee Mas Yakub seberapa yakin ini kan Mas Surya kan meyakini apa yang di kantong ini sudah ee 99% sudah yakin. Kalau dari timnya Mas Yakub seperti apa? Tingkat keyakinannya sama tidak dengan tingkat keyakinannya Mas Suryo nih. Sangat yakin tentunya Mas. Oke. Sangat-sangat yakin. Oke. Oke. Baik. berarti nanti siap ber ya beradu data, beradu bukti begitu ya nanti ya pada saat penyidikan dan seterusnya ya. Pasti Mas pasti ya. Oke. Baik. Ee saya ingin terakhir ke Mas Agung karena waktu kita juga sudah terbatas sekali Mas Agung. Jadi untuk summary begitu ya tadi Mas Suryo dan juga Mas Yakub juga nanti kita melihat nanti finalnya bagaimanalah nanti di proses di polisi dan presiden dan seterusnya. Kalau kita melihat sebetulnya ee tahun 2019 sudah ada, tahun 2022 sudah ada, dan saat itu juga sudah ada putusan begitu ya dari pihak ee PNAPUS kalau yang tahun 2022 itu ya. Nah, kemudian sekarang muncul lagi. Nah, ini apa putusan selah itu? Putusan oke ada putusan setelah ini. Kemudian di saat saat ini 2025 supaya ini kemudian tidak bergulir, bergulir, bergulir lagi. Apa kira-kira yang harus betul-betul dilakukan oleh semua pihak? Saya tidak katakan ini dari apa yang harus dilakukan oleh pihaknya Pak Jokowi, apa yang harus dilakukan pihaknya Mas Surya, apa yang harus dilakukan semua pihak Mas Agung supaya ini tidak berlarut-larut saja ya. Kalau kita di Jogja itu punya tradisi ngeleseh ya Mas ya, ngangkring kalau ada masalah apapun. Mau ngecil mau besar biasanya alumni UGM Jogja ee ya sesederhana itu kita ada masalah masalahnya enggak pernah datang, Mas. Di sawalan juga pernah datang. kemarin sawalan keagama juga enggak datang dia ya kan saya tunggu loh sawalan keagama itu. Jadi kalau saya sih kita biasanya punya kredo Mas guyub rukun migunani. Nah itu game asli itu bisa mengucapan begitu ya kan. Jadi guyub ya bareng-bareng rukun dikunani bermanfaat gitu. Jadi kalau saya sederhana itu ketemu ngobrol dari hati ke hati harusnya selesai. Cuman kan saya enggak tahu nih kemarin sampai pada level sekarang ke meja hijau. Nah, saya repot juga Mas Ren memberikan masukan. Sudah telat saya kayaknya. Berarti sayaing berarti duduk lesehan ee ini sudah terlambat tinggal berproses saja dihukumnya. Ini berarti ya Mas Agung ya? Ya sebenarnya pasti nanti kan ada mediasi ya. Iya ya. Maksud saya saya masih berharap ini bisa diselesaikan secara baik-baik. Entar entar mediasinya enggak datang, Mas. Kayak di Solo kemarin. Oh, i oke. Iya, begitu. Oke oke oke. Baik. Ee terakhir saya ingin ke Mas Yakub de. Kalau misalkan tadi yang Mas Mas Agum bilang ada upaya mediasi, kira-kira dari pihak Pak Jokowi mau tidak untuk dilakukan proses itu atau tetap ini bergulir saja di ranah hukum? Ya tentu mungkin sekarang terlalu early untuk mengatakan ya, Mas. Karena mungkin kita biarkan prosesnya berjalan dulu, tapi tentunya peluang kan selalu terbuka, Mas. H jika nanti ada seperti apa perkembangannya, ya kita lihat. Tapi untuk sekarang untuk menyetop tuduhan-tuduhan ini untuk mengembalikan nama baik beliau dan juga nama baik rakyat Indonesia agar stabilitas politik, stabilitas negara semua juga terjaga. Ya, ini adalah satu-satunya jalan yang kita akan jalankan, Mas. Oke. Baik, kita tunggu bagaimana episode berikutnya. Moga-moga clear. Moga-moga berjalan sesuai dengan apa ee asas equality law dan tidak tercederai karena pada saat kemarin daftarkan itu justru pada saat hari ee keterbukaan informasi nasional. Harusnya orang terbuka jujur lah kok malah mempidanakan. Oke. Baik. Dan ini kita nantikan bagaimana endingnya. Semoga ini bisa terang benderang dan terang menderangnya ini harusnya bersifat objektif begitu ya dan supaya masyarakat juga mendapatkan kebenaran yang mutlak bukan kebenaran yang semu. Terima kasih Mas Agung Baskoro. Terima kasih Mas Yakub Hasibuan. Terima kasih Mas Suryo sudah berdiskusi di kesempatan kali ini. Dan saudara itu tadi diskusi kita soal bisa saya katakan kisruh begitu ya, soal ee kisruh ee ijazah yang dimiliki oleh Presiden ketuuh Republik Indonesia Joko Widodo. Kita nantikan bagaimana episode berikutnya. Kita jumpa di lain waktu. Salam EC TV. Sampai jumpa. Thank you so much. [Musik] Yeah.
Follow WhatsApp Channel Liputan 6 SCTV untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029Va5j89g1yT2Bu5Eafo0Y
Simak berita lainnya di: https://www.youtube.com/channel/UC1QpnGo11epfexw1bIiTHTg/videos
Liputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.
Ikuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya.
Liputan 6 SCTV Official Instagram: https://www.instagram.com/liputan6.sctv/
Liputan 6 SCTV Official Tiktok: https://www.tiktok.com/@liputan6.sctv
Liputan 6 SCTV Official Facebook : https://www.facebook.com/Liputan6SCTV
SCTV Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/SCTV
SCTV Official Twitter: https://twitter.com/SCTV
#jokowi #jokowidodo #ijazahjokowi #ijazahugm #ugm #universitasgajahmada #roysuryo #hukum #presidenjokowi