🔴DR. TIFA UNGKAP KEBENARAN RIWAYAT IJAZAH GIBRAN, MIRIP JOKOWI & LAYAK DIMAKZULKAN

Dari sisi timeline pendidikan di mana yang bersangkutan mengaku sebagai ee siswa sekolah menengah atas di Singapura. Kemudian melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi di Australia dan kemudian meneruskan di salah satu perguruan tinggi di Singapura. Dan itu ternyata tidak benar karena banyak bukti, banyak bukti yang kami temukan bahwa yang bersangkutan ternyata melanjutkan dari SMP-nya, melanjutkan SMA-nya bukan di Singapura tapi di Surakarta sendiri. bahwa dengan begitu perbuatan tercela sulit dibantah. Tarik ke dalam lagi. Persyaratan untuk menjadi ee wapres tidak dipenuhi. Manusia yang namanya Gibran ini yang sekarang menduduk sebagai wakil presiden. Lihat dia, dia mulai dari dia kampanye sampai 6 bulan dia menjabat. Apa ada yang kita bisa lihat dia itu bisa jadi pemimpin terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang hampir 300 juta orang isinya? Eh, Presiden yang saat ini kelihatannya masih ragu untuk menegakkan hukum, masih ada di bawah bayang-bayang Joko Widodo. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi pemirsa, saudara Perjuangan sebangsa dan setanah air. Siang hari ini saya membersamai beberapa tokoh yang sudah tidak asing. Tetapi tentu yang saudara atau bapak-bapak cari adalah dua di samping saya ini ya, Mas Rizal Fadilah dan dokter yang luar biasa, Dr. Tifa. Ya, kita ketahui bahwa dunia akademisi atau dunia apa katakanlah saentific itu sedang diancam terancam di Indonesia itu bangkrut atau absurd. Ya, bagaimana mungkin sesuatu yang orang ketahui semua seseorang mempunyai ijazah itu proses-prosesnya sangat jelas dan itu merupakan syarat yang apabila ada suatu ijazah tanpa skripsi ya. yang meyakinkan dan tanpa diketahui di mana dia berkti. Maka ee ijazah itu tanda petik dipertanyakan ya. Kalaupun ada siapa yang mengadakan? itu yang bisa membangkitkan dunia pendidikan kita akan bangkit lagi ya tidak akan terpuruk dengan kejahatan-kejahatan seperti ini. Bersabar insyaallah para pejuang-pejuang seperti Rismon ya seperti eh Mas Suryo, Rosyo ada Bu Tifa dan lain sebagainya insyaallah Allah akan melindungi, rakyat akan melindungi. Saya kira ini yang kita harapkan apa ee ke depan. Tapi sebelumnya eh Pak Marwan kami saya minta mengelaborasi juga dengan bagaimana keadaannya. Ada Pak Narko di sini tentang ada forum purnawirawan TNI yang ujuk-ujuk kita sekarang memperhatikan ada 8 poin yang menjadi ngetop yaitu poin 8 itu ya dan berkaitan dengan apa yang tentu ee akan menjadi objek ee apa ee penelitian oleh para tokoh-tokoh kita mungkin ee Pakar Pak Narko dulu ya Pak Narko bercerita sedikit tentang forum atau Mas Rizal dulu Pak Pak Nar kita masih aktif. Terima kasih Om Lim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi. Salam sejahtera bagi kita semua. Teman-teman sekalian dan Bapak Ibu, Saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Saya diberi kermatan untuk berbicara berkaitan dengan adanya pernyataan yang disampaikan oleh Forum Purnawirawan TNI pada tanggal 17 April yang lalu yang ada kita ada bacakan empat eh delapan pernyataan. Tapi kelihatannya yang menjadi topik perhatian adalah poin yang kedelapan yaitu permintaan untuk memakjulkan Gibran sebagai wakil presiden. Karena keputusan MK dianggap atau kita tahu melanggar undang-undang pemilu dan ini ee dan masalah kekuasaan kehakiman. Jadi kita juga punya lawyer sudah mempelajari hal itu. Pada kesempatan ini mungkin saya ulang lagi bahwa delan poin pernyataan itu tidak muncul ujuk-ujuk begitu saja dari bendaknya para purnawirawan. Karena para purnawirawan ini juga rakyat yang bergaul dengan masyarakat umum mendengarkan kegalauan, kegelisahan, dan kekhawatiran terhadap negara ini. Nah, karena itulah kemudian dihimpun kita analisis dengan para-para pakar politik dan hukum. kita sampaikanlah 8 poin itu yang sebenarnya 8 poin itu mau kita sampaikan secara tertutup kepada presiden, tapi kayak yang tidak ada respon dari Presiden Prabowo. Ya, kita sampaikanlah ee delan poin pernyataan itu pada forum yang terbuka pada tanggal 17 ee April kemarin. Itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Nanti poin-poinnya kita akan bahas. Apalagi masalah poin ke-elapan tadi yang menjadi pusat perhatian atau titik perhatian rakyat secara umum. Sekian, terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatull. Baik, ee saya akan beralih kepada ee Dr. Tifa ya. Beliau ini jangan dianggap bahwa seorang medis, seorang ahli e seorang dokter hanya mengerti ee wilayah masalah itu. Beliau ini perlu diketahui sedang menjadi kandidat doktor atau ee sedang menyelesaikan program doktor ya di bidang e politik di ee ee di Bandung ya di UNISBA ya Universitas Pajajaran. UNPAT maaf maaf UNPAT. UNPAT Universitas Pajajaran. Maka tadi seperti kita dengar Pak Narko memberikan alasan bahwa poin 8 yang tentu menjadi ramai sekarang ini berkaitan tadi disampaikan juga dengan masalah ee ada alasan konstitusi yaitu MK dan yang penting lagi tentu membahas masalah Gibran yang tentu dibahas juga tentang salah satunya juga masalah ijazah. He saya berharap Bu Tifa bisa me ee apa itu memberikan keterangan yang ee singkat padat masalah ee tentu ee ijazah Jokowi dan ijazah Gibran tentunya yang menjadi kekhawatiran bangsa Indonesia sekarang ini belum selesai dan apalagi menyambut ee beliau ini berkedudukan menjadi wakil presiden yang bisa berbahaya karena ee Prabowo apabila ada ada halangan ee kemudian digantikan oleh Presiden seperti itu ini yang kemudian menjadi ee menjadi gempar. Silakan Bu Putipa. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ya, ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi persoalan Gibran yang saat ini sedang di ee berikan sebuah catatan yang sangat keras dari para purnawiran TNI. Sebetulnya sejak tahun 2023 pun sudah baik saya secara ee pribadi maupun bersama-sama juga dengan ee kelompok kami yang kami sebut sebagai Barak Kemang itu sudah menyampaikan tentang kekhawatiran kami apabila Gibran ini menjadi wakil presiden. Ada tiga hal yang saat ini saya sampaikan. Pertama adalah soal kapasitas. Kemudian yang kedua adalah soal moralitas. Kemudian yang ketiga adalah soal integritas. Ya, kapasitas ini tentu saja harus tercermin karena ini adalah ee seorang pemimpin, calon pemimpin waktu itu ya tahun 2023. kapasitas yang kemudian bisa dipertanggungjawabkan tentu saja adalah dari latar belakang pendidikan yang mana sejauh yang sudah saya ee lakukan ee penelitian bahkan pun juga saya observasi langsung di lapangan terdapat ee banyak sekali hal-hal yang ternyata tidak berkesesuaian dengan apa yang bersangkutan sendiri sampaikan baik di wilayah publik maupun di wilayah administratif ketika yang bersangkutan mencalonkan diri dan kemudian terpilih menjadi Walikota ee Surakarta dan kemudian maju menjadi wakil presiden. Ya, ketidaksinkronan itu sudah pula kami sampaikan di berbagai forum ee formal termasuk kami juga sudah beraudiensi waktu itu dengan ee DPD ya. kami sampaikan bahwa ada catatan-catatan yang kemudian juga sudah pula dilakukan katakanlah ee rasionalisasi dari yang bersangkutan. Dan pada saat itu kami juga sudah sampaikan bahwa ada ee ketidaksesuaian ya ee saya menghindari pemalsuan ya tidak sesuaian, ketidaksinkronan dari sisi timeline pendidikan di mana yang bersangkutan mengaku sebagai ee siswa sekolah menengah atas di Singapura. kemudian melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi di Australia dan kemudian meneruskan di salah satu perguruan tinggi di Singapura. Dan itu ternyata tidak benar karena banyak bukti banyak bukti yang kami temukan bahwa yang bersangkutan ternyata melanjutkan dari SMP-nya, melanjutkan SMA-nya bukan di Singapura tapi di Surakarta sendiri. Jadi beliau menempuh yang bersangkutan menempuh pendidikan SMA di SMA Santo Yosef Solo selama 2 tahun dan kemudian meneruskan atau pindah sekolah di SMK Kristen Solo juga. Dan di situlah kemudian terjadi missing link ya, missing data karena sampai dengan hari ini kita tidak pernah tahu apakah dari kedua sekolah menengah atas itu yang bersangkutan mendapatkan ijazah. Karena ketika maju menjadi calon walikota maupun maju menjadi calon wakil presiden yang bersangkutan tidak menggunakan ijazah SMA dari manapun, tapi menggunakan surat keterangan yang diterbitkan oleh Dirjen Pendidikan Menengah yang menyatakan bahwa ee yang bersangkutan itu mengambil kursus di Australia yaitu di inserch ya inserch ee UTS. Padahal insert UTS itu sama sekali bukan sekolah, sama sekali bukan lembaga yang bisa disetarakan dengan SMA. Tapi surat keterangan itu menyebutkan bahwa yang bersangkutan ee mendapatkan ee penyetaraan kelas 12 di inserch tersebut yang setara dengan SMK. Jadi, ini kan juga perlu dilakukan sebuah ee investigasi administratif. Apakah benar bahwa UTS INSARC itu ee katakanlah ee relevan disetarakan dengan SMA kelas 12 dan apakah memang ada bukti bahwa yang bersangkutan benar-benar mengikuti kursus tersebut ya ternyata insertch eh UTS tersebut sudah tidak beroperasi kembali, sudah ditutup oleh ee Sydney University sudah tidak ada lagi sehingga tidak bisa dilacak sama sekali. Kemudian berikutnya ee artinya kalau dari Kemendik ee apa Dirjen Pendidikan Menengah itu berani mengeluarkan surat keterangan yang waktu itu dikeluarkan tahun 2019. Artinya itu kan memang dipersiapkan untuk maju calon walikota dan maju Cawapres. berarti ada yang ee perlu kami minta untuk melakukan ee investigasi ya, apakah memang ada sebuah ee katakanlah dokumen tertentu dari UTS inserch yang memang kemudian bisa diverifikasi bahwa dokumen dari inserch itu memang bisa dianggap setara dengan ee SMK kelas 12. Apakah itu hanya sekedar narasi saja dari yang bersangkutan? Sekar sebuah ee pengakuan ee verbal saja sama sekali tidak ada dokumen karena sampai dengan hari ini pun kita juga tidak mendapatkan dokumen tersebut. Berikutnya yang bersangkutan mengaku menjadi mahasiswa MDIS itu adalah sebuah lembaga lembaga di Singapura yang mengeluarkan yang bekerja sama dengan universitas-universitas di luar negeri yang mengeluarkan ijazah. Jadi dia yang bersangkutan mendapatkan ijazah dari University of Bradford UK. Tapi yang bersangkutan untuk diketahui tidak pernah sama sekali mengikuti perkuliahan di University Bradford. Karena sepanjang ee data-data yang ada di media yang bersangkutan terlihat ee berfoto pada saat wisuda itu di mana di dalam foto tersebut tertulis MDIS ya adalah sebuah lembaga yang berkedudukan di Singapura. Nah, dan itulah yang kemudian diaku sebagai ee tingkat kesarjanaannya yang bersangkutan, ya kan? Nah, masalahnya ini kan menjadi sebuah hal yang harus betul-betul diinvestigasi karena di dalam Undang-Undang ee pemilihan umum syarat bagi calon presiden dan wakil presiden itu adalah memiliki ijazah dan atau setara dengan SMA. minimal. Nah, ini yang pasti tidak dimiliki oleh yang bersangkutan. Jadi, yang dipakai sebagai syarat untuk maju ee Wapres kan ijazah SMA ya, ijazah SMA bukan ijazah sarjana. Nah, ini perlu kita pertanyakan lagi. Apakah ee yang bersangkutan memiliki ijazah SMA? He. Dan apakah surat keterangan dari Dirjen Pendidikan Menengah itu layak dianggap mewakili ijazah SMA yang tidak dimiliki oleh yang bersangkutan? Jadi, ini mungkin menjadi penambah keterangan dari apa yang dituntutkan oleh para purnawirawan ee TNI. Menambah ee bobot dari itu. Ini dari sisi kapasitas. Kemudian dari sisi moralitas yang juga kami soroti adalah bahwa ada satu akun di Kaskus yang bernama akun Fufu Fafa yang oleh pakar telematika sudah dilakukan investigasi oleh Dr. Roy Suryo bahwa akun Fufu Fava yang ada di Kaskus itu 99% milik dari Gibran Rakabuming. di mana kita tahu semua dalam waktu sekitar 1 tahun lebih ini seluruh Indonesia gempar akibat dari akun Fufufa tersebut ya menyampaikan banyak hal yang sangat amoral ya untuk dialamatkan pada beberapa orang terutama pada Presiden Prabowo Subianto dan keluarganya. Dan dalam beberapa kali kesempatan saya pun sudah sampaikan bahwa ini tidak cuma soal moralitas, tapi ini adalah indikasi bahwa yang bersangkutan menderita gangguan psikopatologis. Psikopatologis. Iya. yang tentu saja kalau dari sisi integritas kita bicara ya ini sangat berbahaya apabila kita punya pemimpin apalagi seperti yang disampaikan oleh Letna Jenderal Purnawirawan Sutioso kalau sampai tentu saja kita tidak ingin tentu saja kita tidak berharap bahwa terjadi apa-apa pada Presiden Prabowo Subianto. Namun mengingat bahwa beliau ini usianya juga sudah lanjut ya, sudah 73 tahun dengan ee riwayat penyakit yang juga cukup berisiko. Maka tentu saja wajar sekali kalau kita semua itu merasa sangat khawatir apabila Presiden Prabowo Subianto dalam masa presidennya selama 5 tahun sampai 2029 ternyata kemudian mengalami halangan karena sakit bahkan berhalangan tetap. Nah, itu seperti yang disampaikan oleh Pak Sotios itu tentu saja kita sangat khawatir kalau kemudian ternyata Presiden Prabowo digantikan oleh orang yang kapasitasnya masih perlu kita pertanyakan, moralitasnya sudah terbukti melalui akun Fufu Fafa dan integritasnya sebagai pemimpin sangat tidak memenuhi ee syarat ya. Kemudian yang kedua yang terakhir yang saya sampaikan adalah terkait dengan apa yang saya dengan di sini adalah ee senior saya Bapak Rizal Fadilah Sarjana Hukum di mana kami mendapatkan sebuah apa namanya tuntutan atau pelaporan pelaporan ya bahwa kami dianggap memfitnah dan mencemarkan nambah baik dari seseorang yaitu mantan presiden ya ini ee kita akan hadapi karena kami berdua adalah orang yang memang melakukan pengkajian itu benar-benar berdasarkan dari ilmu yang sama-sama kami miliki. Kalau dari sisi saya, pertama kali saya menyampaikan pada media, kecurigaan saya atau pertanyaan saya ya lebih tepatnya adalah pertanyaan saya mempertanyakan dari sisi anatomi dari yang bersangkutan yang kemudian saya cocokkan, saya lakukan penelitian berdasarkan foto-foto dari ijazah yang beredar di media. Jadi ijazah yang beredar di media yang diklaim bahwa itu adalah ijazah dari mantan presiden dengan ada foto yang anatomi maupun morfologinya perlu dipertanyakan apakah betul foto yang ada di dalam ijazah itu adalah foto dari ee mantan presiden. Dan yang berikutnya adalah foto-foto yang banyak sekali beredar di media yang ee sebagian memperlihatkan foto-foto aktivitas pada masa mahasiswa juga foto-foto pada masa muda yang kami lihat ternyata tidak berkesesuaian dari aspek ilmu kami yaitu ilmu kedokteran terutama ilmu anatomi. Dan ini yang kemudian kami nyatakan pada beberapa forum dan barangkali mungkin itulah yang kemudian dinyatakan sebagai fitnah dan kami pun juga sudah melakukan verifikasi langsung kepada lembaga yang kami harapkan akan bisa memberikan ee apakah itu tambahan pengetahuan bagi kami ataupun verifikasi apakah yang bersangkutan tuh benar-benar memang seorang sarjana yang lulus dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada atau tidak. Tetapi pada saat kami ee menghadap hadir untuk melakukan verifikasi, ternyata kami tidak mendapatkan dokumen yang sesuai dengan yang kami harapkan. Nah, jadi artinya kalau kami melakukan fitnah sama sekali tidak benar. Yang kami yang kami lakukan sebagai ilmuan, sebagai peneliti, sebagai akademisi adalah kami mempertanyakan informasi-informasi maupun data-data yang beredar di media. Dan naluri seorang ilmuwan, naluri seorang peneliti itu selalu mempertanyakan hal-hal yang tidak sinkron. Kami secara naluri, secara nature itu memiliki curiosity tersendiri terhadap hal-hal yang tidak berkesesuaian dan kami punya kewajiban bukan sekedar hak untuk menyampaikan kepada khalaya. Karena dengan cara penyampaian itu maka kita insyaallah akan bisa mendapatkan kebenaran yang sejati yang bisa disusun, bisa di bisa dikompilasi dari pendapat maupun penelitian berbagai pihak. Nah, alhamdulillah kami saat ini punya rekan yang sangat capable, yaitu dua orang doktor ahli digital forensik dan ahli telematika yaitu dr. Ro Suryo yang memang sudah lama juga melakukan investigasi terhadap ee pertanyaan apakah betul tentang ee ijazah dan skripsi yang bersangkutan. Kemudian juga kawan baru kami, sahabat baru kami, seorang pakar digital forensik kelas internasional yaitu Dr. Rismon Hasiholan Sianipar. Dan dengan itu maka kami semakin confirm untuk bisa melanjutkan penelitian kami sampai pertanyaan kami bisa terjawab. Apakah memang ijazah yang beredar di media itu betul-betul adalah ijazah atau fotokopi atau ijazah ee salinan dari ijazah asli? Maka yang diperlukan adalah kami membutuhkan untuk diberikan kesempatan melihat secara langsung ijazah asli yang seharusnya dimiliki oleh seorang sarjana. Dan itulah yang sebetulnya sangat kami harapkan. Maka pada tanggal 16 April 2025 sebagian dari teman-teman TPUA itu menghadap langsung yang di mana kami harapkan pada waktu itu mereka menjadi eewitness, menjadi ee saksi bahwa memang betul ijazah asli dimiliki oleh yang bersangkutan. Ternyata pada waktu itu pun juga tidak ada hasil sesuai dengan harapan kami. Demikian yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan ee sesuai dengan apa yang diharapkan oleh rakyat Indonesia secara keseluruhan. Mari kita bersama-sama kita tegakkan kebenaran. Kebenaran apapun kalau memang yang bersangkutan memang betul-betul punya ijazah ya alhamdulillah artinya selesai sampai di sini. Tapi kalau yang bersangkutan ternyata tidak punya ijazah maka mari kita cari solusinya sama-sama. Bagaimana kita memiliki seorang pemimpin selama 10 tahun ternyata secara administratif tidak memenuhi dari syarat yang seharusnya. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. Luar biasa ya apa yang disampaikan Bu Dr. Tifa. Kami harap hadirin halayak kita acungkan jempol tepuk tangan walaupun beliau tidak menghendaki itu ya. Tetapi ini yang tadi saya katakan bahwa mengapa dunia ee apa ee ee scientific katanlah itu menjadi absurd menjadi enggak tidak jelas ya apa yang disampaikan para pejuang para ilmuwan tadi yang disebutkan ada Risman Nasibbuan eh Rman Hasolanipar Sianipar dan Dr. Rol dan sebagainya. Apabila dunia saentifik seperti itu diancam, dibidik seperti ini, ya maka saya khawatir para dosen, para guru besar takut menyampaikan sesuatu kebenaran nanti akan diancam menjadi menyebarkan suatu apa kebencian soalnya itu. Ini ini yang harus menjadi resah kita. Tetapi melihat penjelasan dari Bu ee Tifa tadi, saya menjadi apa menjadi bangga gitu ya. masih ada harapannya kita bisa memperbaiki negeri ini. tadi seperti disampaikan bisa menjelaskan tentang ee apa itu Gibran juga masuk kepada ee ee Bapak Jokowi ini kan yang ada video dikatakan ruwet ruwet ruwet ya ini bagaimana seorang yang tidak clear menyelesaikan SMA saja di Solo sampai beberapa pindah ke tempat berapa universitas dan pindah ke Singapura mau menyelesaikan apa tidak jelas tapi yang jelas orang mengatakan bahwa ee di UTS insert ya di Australia itu biasa biasa banyak dilakukan oleh negara-negara lain atau universitas-unias lain. Apabila orang mau masuk ke program universitas memang harus mengikut penyesuaian. Kalau di Jepang misalnya harus menyesuaikan bahasa dulu bisa sampai satu semester, 2 semester apabila dianggap sudah bisa menyesuaikan dia baru masuk. Ini diperkirakan dia belum masuk kepada program di ee UTS itu. Nanti mungkin ee bisa dibantu dijelaskan. Tetapi inilah mengapa kita jadi mengerti ya forum ee apa itu purnawirawan itu memasukkan poin 8 itu jangan sampai terulang ya ruwet lagi. Apakah kita melihat ruwet mana bapaknya sama anaknya? Saya kira Baik saya saya persilakan Mas Mas Rizal dulu ya. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dari sisi hukum sebenarnya yang kita kejar adalah kepastian hukum untuk sampai kepada sanksi hukum bagi yang melakukan pelanggaran hukum gitu. Maka dengan dasar upaya itu maka dilakukanlah riset-riset tadi. Jadi nanti hukum itu mengawal hasil riset saintifik yang selama ini dilakukan oleh teman-teman kita itu berkaitan dengan sampai kalau hukum bahasanya dugaan sangat kuat palsu gitu. Kalau hukum begitu gitu. Nah, saya buat tulisan judulnya ee Bapak Anak Presiden dan Wakil Presiden palsu gitu ya. Sebetulnya itu adalah untuk memberi konklusi gitu ya. Konklusi atas asumsi gitu ya. Yang sementara ini sudah kita semua kaji. Iya. Iya. Gitu ya. bahwa tanggal 15 kita bersama ya waktu itu dr. Rismo, Dr. Roy, dr. Tifa juga dengan TPUA ke UGM 15 April. He. 16 April ke Solo kan bertemu dengan Pak Joko Widodo. 17 April itu adalah forum purnawirawan gitu yang juga kita laporkan hasil dari 1516 UGM dan Solo di forum purnawirawan itu. Jadi kelihatannya nyambung juga gitu ya. yang pada pertemuan di 15 April di UGM itu sampai pada ee mungkin konklusilah bahwa skripsinya Pak Joko Widodo itu palsu gitu. Kenapa? Karena tidak ada lagi gitu kan yang lain selain skripsi itu yang ditunjukkan kepada dr. Tifa, Dr. Roy, dan Dr. Rismon yang selama ini sudah dikaji habis, dibongkar habis oleh Dr. Rismon dan Dr. Suryo gitu. berkaitan dengan phone face gitu kan, Windows DOS itu kemudian juga sudah ada muncul ee perbandingan tanda tangan pembimbing utama dengan ee Prof. Ahmad Sumitro yang anaknya sendiri yang mengirimkan gitu kan dokumen itu sehingga kepalsuannya semakin terindikasi gitu ya. Belum lagi juga soal penguji, soal Kasmujo, soal macam-macamlah pokoknya. Dari situ sebetulnya fokusnya bisa dari itu mulainya. Kalau sekarang dia tunjukkan berbagai variasi ijazah, tapi kalau skripsi tidak bisa gitu. Hasil temuan di UGM skripsi hanya itu dan sudah dibongkar habis bahwa jika itu skripsinya maka itu palsu. H gitu. Oleh karena itu pasti derivasi bisa derivasi itu ijazah itu kan turunan dari skripsi. Enggak mungkin ada ijazah kalau tidak ada skripsi kan gitulah tanpa melihat skripsi tanpa melihat skripsi pun sebenarnya sudah habis itu gitu kan. Jadi itu 15 gitu kan yang 16 ya kita ee nguji ya sebatas yang bisa kita lakukan soal ijazah yang diperlihatkan ke 11 media. Saya kira itu temuan jadinya gitu ya, terutama ketika dikaitkan dengan foto gitu. bahwa foto yang ada di ijazah yang ditunjukkan kepada para wartawan itu atau awak media itu adalah foto yang berkacamata yang katanya wartawan tanya jawabannya kacamatanya pecah sampai sekarang tidak pakai lagi karena minusnya kecil dan tidak mampu beli gitu ya saya kira ironi ya sebetulnya e jawaban seperti itu. Tapi itulah tapi itu menjadi dasar buat ee proses yang kita lakukan ke sana. Dengan begitu ijazah yang dimaksud yang sama saja dengan yang beredar atau yang sudah ditunjukkan oleh ee kader PSI yang sudah juga dibongkar habis gitu kan oleh pakar kita gitu. bahwa soal foto tadi yang disinggung juga oleh dokter ee Tifa gitu ya, bahwa dari pendekatan apa ela ya, error e level analysis atau juga dari RGB ya, red eh red green blue ya soal capnya pokoknya kalau itu memang ijazahnya ya itu palsu gitu. Jadi itu pertemuan lah yang kemudian masuklah kita ke forum purnawirawan soal Gibran itu yang Gibran juga ternyata ya like father like son gitu ya sama saja bapak dan anak bahwa soal ijazahnya tadi sudah diangkat-angkat oleh drter Tifa soal ijazah belum lagi nanti soal kapasitas integritas dan sebagainya kalau dari segi hukum catatannya adalah Gibran itu cacat hukum hukum itu cacat hukumnya diurai cacat ee konstitusi itu atas putusan Mahkamah Konstitusi 90 gitu kan yang oleh Mahkamah Kehormat MKMK-nya dinyatakan gitu kan bahwa ee pamannya ee diturunkan jabatan kan gitu artinya kena sanksi gitu kan bahwa itu salah cacat konstitusi. Yang kedua, cacat demokrasi. Hm. Karena ketika mendaftarkan ke KPU ya, PKPU-nya belum diubah gitu. Sehingga sebetulnya tidak boleh diterima oleh KPU karena PKPU-nya belum diubah gitu. Maka jadi cacat demokrasi karena KPU itu adalah elemen demokrasi. Yang ketiga, dia cacat hak azasi. Heeh. Karena H Commission of Human Rights gitu kan, itu sudah memutuskan bahwa Indonesia termasuk pelanggar HAM. Hm. Gitu. Dan sorotan pelanggaran HAMnya adalah karena Jokowi cawe-cawe dalam proses politik Pilpres dan Gibran lolos. Begitu. Itu kesimpulan pelanggaran HAM Indonesia. Ada ada aspek gibrannya kan gitu. kita sebutlah cacat hak asasi dan yang keempat juga cacat religi atau morality gitu dari segi dari segi tadi fuf gitu ya maksudnya konklusinya kan konklusi lagi nih bahwa dengan begitu perbuatan tercela sulit dibantah tarik ke dalam lagi persyaratan untuk menjadi ee wapres tidak dipenuhi gitu. Oleh karenanya dengan aspek persyaratan dan perbuatan tercela pasal 7A Undang-Undang Dasar 45 bisa diberlakukan. Iya. Iya. Gitu. Jadi nyambung dengan pernyataan para purnawirawan. Harus dimaksulkan karena cacat-cacat tadi sampai kepada terpenuhinya pasal 7A e Undang-Undang Dasar Pasal 25 gitu. Jadi sudahlah gitu kan. bahwa Jokowi ini harus segera ditangkap dan diadili. Tuh, itu tangkap adili. Dari situlah nanti akan bisa kita dapatkan sesuatu yang menjadi sumber dari kerusakan bangsa dan negara gitu. Dan yang kedua, Gibran Makzulkan itu jadi satu paket itu bapak dan anak itu gitu kan. Jadi tangkap Adili Jokowi, Gibran Makzulkan. Tapi juga peluangnya ada Gibran tangkap dan adili juga gitu. Tapi nantilah itu satu-satu gitu kan kita ikuti dulu Pawirawan lah gitu ya. Bawa makzulkan dulu ganti dulu wakil presiden republik Indonesia. Dengan begitu kita mulai membuat rumusan alif ba tak ta perbaikan negara gitu ya. Kalau tidak dari situ kita tidak bisa melakukan perbaikan apa-apa. Iya. Dan Presiden Prabowo tidak punya harapan kalau tidak mendukung proses yang kita sebut alif bakta perbaikan ini. Saya kira ini yang bisa saya sampaikan, Om Lim. Iya. Baik, terima kasih sekali kepada Bapak Rizal ya. Tadi luar biasa dari ee Dr. Tifa dan Mas Rizal. Tapi saya berharap nanti lebih apa merincikan hal-hal yang penting ya, Saudara. melihat ini bukan dalam rangka menjelek-jelekkan, tetapi menjelaskan bagaimana jeleknya ya kedua anak Pakak ini ya kalau memaparkan itu kan ini kan ada unsur saintifiknya gitu loh sehingga orang bisa paham apa yang dilakukan oleh forum purnawirawan itu melakukan apa ee ee menelurkan tentang poin-poin delan poin itu dan yang paling keren adalah delan poin ke-elapan itu. He. tidak sembarangan. Saya kira sejalan dengan apa yang mungkin bukan saja analisa dari para pernan, tapi juga mengetahui apa yang disampaikan beliau-beliau ini. Ya, saya kira mungkin Pak Narko mungkin Marwan Pak Marwan dulu Pak Marwan dulu. Iya. Iya. Terima kasih, Om Lim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad. ee kita sekarang ini memang ee berada dalam gonjang-ganjing ijazah palsu, tapi dari sini juga relevan untuk bicara tentang pemakzulan ee gibran. Jadi, karena itu saya setuju ini menjadi satu paket yang harus kita perjuangkan ee bahwa negara ini negara hukum. seperti disinggung oleh Pak Rizal tadi. Maka kalau bicara ijazah palsu sebetulnya kalau proses hukum itu dijalankan dengan benar maka gonjang-ganjing itu tidak akan sampai seperti sekarang. Apalagi Jokowi kan sudah bicara 2 hari yang lalu dikatakan bahwa saya pikir sudah selesai. Dulu memang saya tidak mau gugat karena saya sedang menjabat. Tapi sekarang saya menggugat ini katanya. Nah, padahal ee yang dulu itu hukum tidak tegak karena pendekatannya itu politik. Sehingga dua kali ada gugatan tentang ijazah palsu yaitu tahun 2022 kemudian berlanjut ke 2023. I itu kalau memang hukum itu tegak, prosesnya berjalan dengan benar, maka akan sangat mudah sebetulnya. Jadi kalau Pak Jokowi bilang ini masalah masalah-masalah kecil aja kok ini gitu ya, tapi itu tidak bisa tuntas karena hukumnya tidak tegak. Karena apa? Karena ee aspek politik kekuasaan itu lebih dominan. Kalau memang jantan dan benar, Jokowi itu pasti ee membiarkan misalnya peradilan yang ada di ee Solo dan di Jakarta itu bisa memaksa misalnya Jokowi datang untuk menunjukkan ijazahnya yang benar. Tapi itu tidak sampai terjadi. Yang terjadi adalah bahwa pengadilan itu mengatakan ini bukan ranahnya sehingga proses tidak berlanjut. Nah, sekarang nantang-nantang nantang-nantang untuk ee salah satu yang kita dengar itu dari kuasa hukumnya dari Hasibuan ya mengatakan bahwa nanti itu akan dibuka ijazahnya. Nah, saya kira ini bagus sudah ditantang seperti itu karena yang sebelumnya itu tidak terjadi akibat dari pendekatan kekuasaan politik. Nah, sekarang ini kita ee menunggu sebetulnya kalau memang ee Jokowi itu ijazahnya benar, kesempatan untuk menghiri mengakhiri gonjang-ganjing sekaligus untuk menunjukkan bahwa Jokowi itu benar, itu adalah nanti yang diadukan ke Polda Metro itu ya, bahwa dia datang membawa salah satunya itu ijazah dari UGM-nya cuma ditunjuk tunjukkan saja kepada ee apa diakui di dalam ya tapi tidak di waktu di UGM juga sebetulnya nunjukin tapi tidak boleh difoto misalnya. Nah, tapi yang sah untuk menyatakan bahwa ini palsu atau tidak itu kita harapkan adalah pengadilan. Maka karena itu kita berharap pengadilan yang nanti akan memproses pengaduan terhadap lima teman kita itu salah satunya adalah untuk me adanya pembuktian bahwa ijazah Jokowi itu tidak palsu alias itu memang asli. Dan itu kita harapkan akan terjadi sepanjang penegakan hukum itu benar-benar terjadi. Maka hakim-hakimnya ini kita harap untuk berani. Tidak seperti dulu. Kalau dulu memang yang berkuasa itu Jokowi mungkin hakimnya takut. Nah, sekarang yang berkuasa ini Prabowo. Kita tunggu apakah memang Prabowo ini yang katanya mau ngejar koruptor sampai ke Antartika ya. ini masalah gonjang-ganjing ini juga bisa diakhiri ya untuk kepentingan publik dan negara ya supaya ini bisa ee tuntas tapi sekaligus juga kalau ini tidak tuntas maka kita menggugah ee terutama misalnya dari guru-guru besar dari kampus apalagi yang namanya UGM, UI atau ITB dan sebagainya UNER ITS dan sebagainya itu kita harap untuk bersuara sama seperti waktu adanya ee apa pernyataan sikap yang waktu itu saya hitung beritanya itu ya. Berita itu mengatakan sampai 300 kampus itu memprotes Gibran protes terhadap apa? Bahwa ini tidak sah. Sebetulnya tadi Pak ee Rizal sudah menyinggung sebetulnya putusan 90 bahwa ketua MK itu dianggap bersalah. Tapi kenapa kalau memang bersalah itu putusannya dipakai juga? Ini kan bermasalah. Kenapa bisa dipakai? Ya tadi karena pendekatan kekuasaan, politik kekuasaan, bukan pendekatan hukum. Nah, sekarang kita mungkin kalau Pak Prabowo itu mau menegakkan hukum sesuai dengan amanat konstitusi, maka inilah waktunya untuk membuktikan dia tidak omon-omon. Ya, dia memang benar-benar ingin negara ini bermartabat. presidennya itu memang ee orang yang bersih atau sekaligus kalau memang bermasalah bahkan sampai ke anaknya pun itu harus segera dimakzulkan. Saya kira itu yang paling penting yang kita tuntut. Karena itu kembali tadi kepada guru-guru besar kampus-kampus mari bersuara di manapun itu karena gerakan moral. Saya harap ini menjadi harapan kita untuk mendukung ee presiden yang saat ini kelihatannya masih ragu untuk menegakkan hukum, masih ada di bawah bayang-bayang Joko Widodo. Ya, tapi sepanjang rakyat termasuk purnawirawan sudah menyatakan sikap, sudah waktunya Pak Prabowo itu juga untuk berani bersikap bahwa ini memang ada masalah nih di ijazahnya Jokowi dan dijazahnya Gibran. Dan itu akan sangat gampang seandainya proses hukumnya itu terjadi dengan benar ya, netral, objektif, tanpa ada intervensi, terutama dari oligarki. Dan salah satu yang memimpin oligarki itu adalah Joko Widodo yang sekarang itu mentang-mentang saya anggap saya kira sudah selesai ya kan ini kok masih ada makanya saya datang katanya oke anda datang tapi nanti Anda harus berani kesatria datang untuk menunjukkan ke pengadilan bahwa ijazah Anda itu memang benar-benar asli saya kira itu yang sangat penting dan saya menghimbau kita semua terutama marilah mulai dari kampus-kampus dari guru-guru besar termasuk dari UGM. Kalau ada bekas rektor UGM itu bermasalah, ada konspirasi misalnya orang sebut-sebut itu nama Luhud misalnya, nama Pratikno, nama sekian jenderal ya bekerja sama dengan asing untuk merekayasa supaya Joko Widodo itu jadi presiden misalnya. Nah, ini sudah waktunya nih untuk diakhiri. negara ini negara terhormat sehingga yang memilih pemimpinnya itu adalah rakyat bukan dari luar dari konspirasi dan disodorkan untuk kita terima dan itu syarat dengan kejahatan. Kejahatan moral, kejahatan konstitusi, kejahatan misalnya demokrasi, kejahatan terhadap peraturan dan sebagainya sebagainya. Ini saya kira sesuatu yang harus segera di diakhiri dan salah satu yang sangat kita harapkan adalah bagaimana Prabowo itu bersikap dengan objektif, dengan benar dan ee memperhatikan aspirasi dari rakyat sekarang yang sekarang ee sudah cukup panjang bersuara. termasuk kita dari petisi 100 mungkin sejak 2003 itu sudah menyuarakan bahwa ini pemimpin ini sebenarnya bermasalah ya perlu segera dimaksulkan tapi karena tadi pendekatan kekuasaan bekerja sama dengan oligarki maka dia tetap bertahan bahkan sekarang pun dia orang sebut sebagai Jokowi tiga periode. Kenapa? Karena presiden yang terpilih itu kita banyak menganggap itu hanya proksi. Nah, masa sih Pak Prabowo masih mau di diperlakukan seperti itu sebagai proksi? Saya kira tidak begitulah. Apalagi mantan jenderal ya, jenderal tidak begitu. Jenderal akan bersatu dengan rakyat. Karena itu mari kita tunggu Pak Prabowo untuk bersikap dan jangan halangi terjadinya proses pengadilan, proses hukum yang benar di ee kasus ijazah palsunya Jokowi ini. Saya kira begitu. Makasih. Baik, sebelum ke Pak Narko ya, nanti nanti saya akan kejar e dari Pak Marwan ya, karena pernyataan-pernyataan tadi cukup cukup tajam sekali ya. Sejak Oktober yang pada saat orang mengenal kasus Oktober Prabowo dipaksakan sekian menterinya Jokowi. Orang konsen bahwa sekarang ini perhatian Jokowi itu hanya melihat apakah Prabowo terlihat sedang proses masih melindungi dia atau tidak. Kalau dia merasa tidak terlindungi, maka Prabowo siap-siap saja ya. Apa yang akan dilakukan ya oleh ee apa presiden yang ketujuh ini. Karena semua kalaupun termasuk ijazah ya tidak melindungi Pak Prabowo dan kemudian membiarkan proses ini akan ee menjadi tidak terbela, dia mungkin akan ee melakukan suatu tindakan yang sangat merugikan bagi kita. Saya kira itu nanti. Tetapi ee tadi sudah lengkap orang menyinggung tentang ee apa itu ee pertemuan ee purnawiran itu yang masalah gibran. Saya bilang Pak Narko mungkin akan menjelaskan ya karena orang makin mencurigai apa yang terjadi ee terhadap Pak Sutresno ikut dalam itu terus diserang terus ini ya sampai orang mengkaitkan apakah kemudian penggantian Kunto juga berkaitan karena apa itu menghardik e Bapak Tris. Silakan Pak Naro. Makasih Om Lim. Bapak, Ibu sekalian, saya sebagai salah satu ya salah satu anggota ee yang ada dalam Forum Purnawirante ini. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Dr. Tipa, kepada Pak Rizal Fadilah, kepada dr. Marwan karena beliau-beliau ini telah memberikan referensi yang dapat kita gunakan kalau nanti kita ke pengadilan atau kalau kita nanti dengar pendapat dengan Presiden atau DPR. Jadi terima kasih tambahan referensi walaupun kami sebetulnya juga punya tim hukum. Kenapa kami sampai menuntut memajul memakjulkan ee Gibran? Dan tadi jelas saya enggak perlu ulang lagi. Yang jelas juga bahwa Gibran ini adalah produk haram demokrasi hasil nepotis yang begitu kasar, begitu kotor. Nah, orang-orang kasar kotor ini kalau jadi pemimpin apa yang mau diharapkan? Bapaknya itu sudah sangat kotor. 10 tahun bohong terus. Dan ini hasil kebohongan. Mau jadi apa negara kita yang begitu besar? Sekarang saja kita sudah jadi bahan lecehan. Nah, ini di samping mengganggu kehormatan bangsa juga mengkhawatirkan untuk kelanjutan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itulah kemarin keluar delan poin pernyataan itu. Kalau hari ini yang menjadi topik adalah yang kedelapan. Saya terima kasih dengan tambahan referensi yang begitu lengkap yang bisa kita gunakan. Dan kemudian yang belum disinggung-singgung juga mungkin dari para pembicara sebelumnya tadi baru melihat dari sisi integritas, intelektualitas, dari sisi hukum. Tapi coba perhatikan dari sisi faktual yang bisa terlihat dengan manusia yang namanya Gibran ini yang sekarang menduduk sebagai wakil presiden. Lihat dia, dia mulai dari dia kampanye sampai 6 bulan dia menjabat. Apa ada yang kita bisa lihat dia itu bisa jadi pemimpin terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang hampir 300 juta orang isinya? Di situ juga kegalauan para purnawirawan. Jangan sampai kita yang masih hidup ini tahu-tahu gara-gara si Gibran, negara kesatuan republik ini hancur dosa kita ya terhina kita. H karena itu kita ajukan delapan poin itu dan poin kelapan yang sekarang menjadi topik pembicaraan. Karena itu pada kesempatan ini tadi Pak Marwan mengatakan Jokowi mengatakan ini masalah kecil kecil buat Jokowi karena dia sudah menipu ratusan juta rakyat Indonesia selama 10 tahun dan kalau dia kemudian gol ini anaknya terus jadi wapres bisa berapa tahun dia akan menipu bangsa Indonesia. Nah, karena itu pada kesempatan ini saya berharap kepada seluruh saudara-saudara sebangsa setanah air saya berharap monitor ikuti, amati sidang yang sedang berjalan. Baik tuntutan dari tim empat pejuang yang menuntut Jokowi menunjuk ijazah aslinya. Termasuk mungkin tuntutan si Jokowi yang melaporkan kepada kepolisian bahwa dia merasa terhina, terasa dipindah dan sebagainya. H. Saya berharap pada kesempatan ini saya berharap pada kesempatan ini seluruh rakyat Indonesia mengikuti, memonitor. Kita tahu aparat penegak hukum 10 tahun ini sudah comppang-camping moralitasnya. Enggak perlu saya jelaskan ya. Dari kasus kematian sekian ratus petugas KPBU, kasus kematian atau pembunuhan anak buahnya Habib Risik. H kasus kematian kanjuruan sekian ratus orang enggak berjalan dengan terbuka dan objektif. Karena itulah pada kesempatan ini saya berharap saudara-saudara kita yang cinta NKRI ini untuk berdiri sampai hari kiamat. Mari kita jaga negara kita dari aparat-aparat penggihianat. Semoga mulai hari ini sudah tidak ada aparat penggihianat. Kemudian pada kesempatan ini juga saya meminta kalau tidak juga yang mendesak kepada Presiden Prabowo, tolong ingatkan aparat keamanan agar jujur, profesional mengawasinya dan tidak perlu takut karena rakyat akan mendukung Bapak kalau Bapak menegakkan kejujuran, menegakkan kebenaran, menegakkan keadilan. Dan pada kesempatan ini juga saya sebagai salah satu anggota Forum Purnawirawan TNI meminta kepada aparat kepolisian yang mengusut atau yang meny ya yang mengusut kasus ini. Kasus dari empat pejuang kita ini termasuk kasus yang diajukan oleh Jokowi. Bersikaplah profesional, jujur adil. Ya, jujur adil. Kami tahu Jokowi ini masih tegak berdiri seperti saya ini karena ada satu konspirasi jahat yang melindunginya. Dan kami juga tahu kira-kira kalau Jokowi ini hancur, konspirasi itu juga diduga akan hancur. Karena itu konspirasi ini menjaga tadi orang-orangnya sudah disebut oleh I oleh Pak Mursalin. Tolong dah kepada saudara-saudara sebangsa tanah air. Kita punya tanggung jawab moral. Kita punya tanggung jawab menjaga negara kesatuan Republik Indonesia yang sudah didirikan oleh wading paders negeri ini yang nota bnya orang tua kita dengan darah dan nyawa dan kita juga bertanggung jawab untuk kelanjutan anak cucu kita. Jangan seperti para komparador asing atau para pengkhianat yang hanya berpikir hanya untuk kepentingan perutnya dan perut keluarganya. Berpikirlah untuk kepentingan 300 juta rakyat Indonesia ini. Salah satunya ya itu kita harus dapat pemimpin yang benar, pemimpin yang jujur, pemimpin yang amanah, bukan yang pelangak-pelungok seperti yang kita lihat saya ini. Itulah yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini. Terima kasih. Silakan, Pak e Om Mursalin ya. Terima kasih, Pak Narko. Insyaallah saya melihat rakyat tentu banyak yang mendukung dan ee apa? me menyetujui ya apa tentang ee poin 8 itu karena rakyat mungkin tidak bisa melakukan sesuatu tetapi percayalah bahwa rakyat bersama ee dengan para purnilawan yang ada ini sangat berharap bahwa ini diperhatikan apa yang di sebelum nanti saya Pak Marwan e memberikan closing statement saya akan eh apa memberikan waktu kepada Pak apa Pak Rizal dan Bu Dr. Terus terang tentu rakyat sedang bersiap-siap dan selalu memperhatikan apabila para ilmuwan kita ini diperlakukan ya kemudian di ee bidik seperti itu. Saya kira kalau tidak sesuai dengan apa yang ee ee mereka lakukan dalam memberikan ee memberikan apa itu edukasi itu akan terima. Tetapi ini kan mereka santai saya lihat ya karena ya sudah tahulah. Tapi intinya begini Mas Rizal. Iya Pak. kita tertarik ya pada tulisan ee Mas Rizalan kemarin. Saya banyak yang sudah membaca tentang bahwa UGM bisa dibubarkan. Apa alasannya gitu ya? Karena memang terus terang ee orang melihat bahwa Pak Jokowi ini nampaknya juga semacam bukan kesal kepada para aktivis yang mempersoalkan itu. Kayaknya pesal kesal kepada ada suatu tim atau orang yang kamu kan yang membuat kok seolah-olah dianukan kalian harus bertanggung jawab. Apa maksudnya itu? Saya kira ini ini akan berbahaya juga karena Pak Joko ber tahu siapa yang menskenariokan ini mungkin membuatkan ijazah lah dan sebagainya. Itu yang bacaan seperti itu. Nah, saya kira ee silakan Mas Rizal ee setelah itu Bu Tifa masalah apa itu alasan tulisan itu? Iya. Iya. Jadi mungkin yang pertama alasan tulisan yang kedua sedikit nyambung nanti yang Pak Narko yang pertama adalah bahwa saya bongkar-bongkar Permen Dickbud ya. Permen Dikbud. nomor 7 tahun 2020. He tentang pendirian, perubahan, pembubaran PTN dan pencabutan izin PTS. H gitu. Nah, di pasal 20-nya dari Permendikbud itu menyatakan bahwa PTN bisa dibubarkan jika melakukan ee pelanggaran administrasi berat. H gitu. Itu bisa dibubarkan. PTN. PTN. Kalau PTS dicabut izin gitu kan. Nah, di pasal 71-nya itu menyebut yang dimaksud dengan pelanggaran administrasi berat A, B, C, D. Nah, pada bagian D-nya disebut di situ yaitu memberikan ijazah, memberikan gelar, vokasi, profesi kepada orang yang tidak berhak. Hm. Begitu. Itu bisa dibubarkan. Bisa dibubarkan. Kasihan, Pak. itu makanya pelakunya yang dihukum gantung. Jadi kembali ke situ tadi seruan misalnya para guru besar, para alumnus gitu, alumni gitu kan untuk segera memulihkan kembali citra daripada universitas itu adalah mengingat bahwa menurut peraturan itu terancam gitu. Jangan sampai gitu kan yang biasa dilakukan oleh lembaga gitu kan ee direktorat lembaga kelembagaannya ee Kementerian Dikti dan Sench gitu kan itu adalah hanya menelaah perguruan tinggi yang kecil-kecil gitu. Woh, keras sekali itu pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh mereka itu keras itu sanksinya gitu kan. Tapi ketika sekarang menyangkut perguruan tinggi yang besar ternama kok tidak turun gitu. Ini seharusnya Menteri Pendidikan Tinggi dan Sainttech itu turun gitu kan. Perintahkan itu gitu kan. Dirjen ee Dirjen Dikti Direktorat Kelembagaan Tim namanya ada Pak Timuasi Kinerja perguruan tinggi itu harus bekerja itu harus masuk ke UGM. tunggu perintah. Benar. Nah, sebenarnya ini sudah menjadi ee apa? Comon sense gitu kan. Sudah menjadi e apa perasaan umum ini enggak bisa diam saja per ee Kementerian Pendidikan Tinggi gitu. Jadi saya kira ini juga apil kan himbauan kita turun loh Menteri Pendidikan Tinggi gitu kan perintahkan tim evaluasi kinerja perguruan tinggi gitu kan untuk meneliti sampai benarkah memberikan gelar ijazah gitu kan kepada orang yang tidak berhak ya kira ini dengan indikasi bahwa skripsinya dicurigai gitu kan itu indikasi yang paling besarlah yang mungkin tingkat ee konklusinya tinggi gitu. Bahwa itu diduga sangat sangat sangat sangat sangat palsu. Itulah gitu itunya tuh dari situ mulainya. Iya. Iya. Ah. Jadi yang kedua ini nyambung tadi gitu kan bahwa aparat penegak hukum harus profesional objektif. Hm. Apa yang di jujur? E jujur jangan aslap. asar lapor, asar lapor diterima gitu kan. Tuduhan pertama yang berkaitan pasal 160 KUHP penghasutan dr. Tifa saya, Dr. Risbon, Dr. Roy kan begitu 160 160 KUHP. Ingat 160 penghasutan itu gitu kan adalah kalau apa yang diuj gitu kan baik lisan tertulis itu terjadi tindak pidana gitu. tindak pidana. Nah, kemarin di Jogja dan di Solo tidak ada tindak pidana, enggak ada itu, gitu kan. Lagi juga putusan MK nomor 7 tahun 2009 gitu kan, PUU 7 2009 itu menyatakan delik formil pasal 160 KUHP sudah diubah menjadi delik materiil. Oh, itu sudah diubah itu MK. I artinya harus terjadi dulu perusakan gitu, harus terjadi dulu mungkin pencurian, harus terjadi juga mungkin gitu kan pembakaran atau hal-hal yang disebut dengan tindakan pidana harus terjadi dulu. Bukan hanya misalnya bicara gini Om Lim i bakar gitu kan. Hei rusak itu saja kalau ngomong begitu saja tidak masuk pengasutan karena itu delik formil sekarang sudah delik materiil gitu. Nah, itu 160. Nah, kemudian yang dilaporkan ke lima orang itu gitu kan masih inisial-inisial gitu ya. Walaupun kita sudah bisa menduga gitu ya di antarain dokter Tifa ya gitu yang dugaan-dugaan kita gitu. Nah, itu kena 3110 311 KUHP pencemaran nama baik dan fitnah gitu kan. itu harusnya, Pak, di dalam ee rumusan deliknya di dalam pasal itu harus ada unsur sengaja. Memang sengaja mau mencemarkan, sengaja mau memfitnah. Satu. Yang kedua, yang namanya pencemaran nama baik ataupun fitnah itu harus dibuktikan dulu apa gitu objeknya. Ijazahnya itu yang dituduhkan kan ijazah palsu. Kita menyebut ijazah palsu padahal asli baru fitnah gitu kan baru tercemar nama baik. Ini belum dibuktikan gitu baik ijazah maupun skripsinya itu asli atau palsu. Jadi buktikan dulu. Selama itu belum dibuktikan enggak bisa. itu laporan pasal 3110 311 7 ee 27A undang-undang ITE itu 27 ayat 3 undang-undang ITE yang dikaitkan dengan itu, Pak. Itu enggak bisa itu. Jadi menurut saya ini aslap asal laporan. Jadi penegak hukum harus objektif, harus profesional gitu kan. Harus betul-betul mengabdi kepada hukum bukan mengabdi kepada kekuasaan. Sebab seharusnya buktikan dulu. Nah, ini kita sudah pernah melaporkan atau mengadukan ke Bares Krim gitu dan sudah dengan 15 bukti yang sudah kita maksudkan. Harusnya ini dulu yang dikerjakan, Om Lim. Jadi laporannya TPUA mengadukan tentang dugaan palsu dari ee skripsi dan ijazahnya Joko Widodo ini dulu periksa dulu baru gitu kan ikutannya ke yang dilapor-laporkan sekarang ini. Tapi Peradi juga melaporkan ke Bares Krim juga nampaknya. Nah dia mencoba melaporkan ke Barrim sebagai laporan tapi ditolak. Akhirnya masuklah ke Polda Metro Jaya. Ada analisa mengapa ee ditolak dan kemudian dimasukkan di Polda diterima? Ya, mungkin karena dia melihat pencemaran itu terjadinya mungkin di di wilayah hukumnya Polda Metro Jaya. Tapi aspek lain adalah akan berbenturan dengan apa yang sudah diadukan oleh TPUA gitu. Bares Krim sudah pegang data-data bukti-bukti. gitu kan yang bisa sampai kepada kesimpulan nanti hasil pemeriksaanuju e audit forensiknya labnya itu kan asli atau palsu itu dulu harusnya ada kecurigaan mengapa mungkin melihat agak longgarlah di di Polda ini dibanding kepada bar nampaknya ya mungkin saja ya omong-omong di luar itu katanya mungkin Kapold gitu kan ya bisa atau termasuk geng Solo misalnya ini ini misal gitu ya kan bisa saja dengan begitu bisa disetir misalnya Pak gitu mungkin di bar es krim agak beda gitu kan agak ilmiah meureun Pak gitu jadi pertanyaan banyak kemungkinan tapi kita enggak masuk ke ruang prasangka yang kita lihat adalah fakta itu faktanya penegak hukum baik itu Metro Jakarta Pusat maupun Polda Metro Jaya harus objektif gitu jangan sampai nuansa kekuasaan dominan gitu kan ketimbang murni penegakan hukum. Janganlah menjadi penegak hukum menjadi penegak hukum gitu ya. Akhirnya justru kekuasaanlah yang memabukkan gitu, Pak. Memabukkan menjadi hukum permainan ini jangan sampai begitu. I. Jadi ini catatannya itu tambahan dari Jenderal Sunarko. Baik, Pak Malo. Nanti saya harap memberikan konklusi sebentar Bu Tifa ini ee nampaknya ee apa itu teman-teman mau dihadapkan yaitu sebuah otoritas yaitu sebuah Universitas Gadjah Mada menjadi otoritas yang seolah-olah inilah keputusan paling tinggi. Jadi masalah ee apa itu ee apa ee ijazah dan sebagainya yang penting ditutup dengan kami menyatakan. Jadi seolah-olah menyataan yang paling tinggi ini apa begitu secara akademisial kan? Oh maaf ada Pak ini UGM ya? Iya ini. Jadi sebetulnya begini ya. ini kan ada dua ada dua domain terkait dengan ijazah ini. Iya. I pertama adalah domain hukum ya. Ada fakultasnya sendiri yaitu ruang pengadilan dan ada domain ilmiah di mana kami ada di situ ya yang mungkin masyarakat tidak terlalu paham ya bahwa dua domain itu terpisah. H. Nah, dalam kasus ijazah ini sebetulnya bagaikan kotak Pandora yang di dalamnya berisukan ular ular ya artinya kebohongan-kebohongan itu kotak Pandora itu sudah terbuka dulu mulai dari tahun 2017 ya kota Pandoranya mungkin terbukanya kecil oh ya karena waktu itu yang sudah melihat dengan kuriosita itu Dr. Suryo terkait dengan ijazah yang beredar di media sosial. Kemudian dibuka lagi oleh yang kemudian dipidanakan secara tidak adil yaitu Pak ee Bombang Tri Mulyono dengan ee Gus Nur Sugi kan gitu ya. Nah, kemudian sekarang ini ketika kami para ilmuwan bersatu padu dengan keahlian atau dengan ee kepraktisian kami masing-masing, terbukalah kotak Pandora itu. Ketika kotak Pandora itu terbukan, kami membuka kotak Pandora itu ilmu dan teknologi yang membuka gitu. Inilah peradaban ya, di mana mungkin orang-orang yang lahir duluan itu tidak mampu untuk melihat bahwa ketika lahir ilmu dan teknologi digital ya, ketika lahir dia maka segala kebohongan, segala manipulasi, segala penipuan, ya, segala modifikasi yang dilakukan dengan dokumen-dokumen yang terdahulu yang dilakukan secara manual maupun dengan menggunakan teknologi sederhana itu sudah tidak mampu lagi untuk ditutupi oleh teknologi digital yang saat ini lahir gitu ya. Jadi inilah di mana kita sudah menyongsong atau kita sudah berada di sebuah peradaban baru di mana peradaban baru ini dengan teknologi digital sebagai sokoh gurunya tidak lagi memungkinkan apapun dimanipulasi, tidak lagi mampu untuk menutupi segala kebohongan yang dilakukan. Ya, itu yang ee yang harus diketahui sehingga manipulasi-manipulasi, kebohongan-kebohongan, kemudian penipuan-penipuan secara dokumentatif, administratif yang mungkin dilakukan di era lama, dia tidak mampu menutup kembali menutup menutup apapun lagi ketika teknologi digital ini lahir dan membuka semuanya, gitu. Jadi, itu yang saat ini mungkin tidak dipahami oleh orang-orang terdahulu. Jadi ya pelajaran buat semuanya, semua aspek. aspek administratif, aspek ketatanegaraan, aspek akademisi, keuniversitasan yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk menutupi semuanya dengan rasionalis rasionalisasi-rasionalisasi kuno itu sudah tidak bisa lagi sudah tidak bisa lagi ee dilakukan ketika teknologi digital ini sudah membuka semuanya menjadi medusa, menjadi ee kotak Pandora yang ular-ular kebohongan itu sudah bermunculan satu apa semuanya ya untuk menyampaikan kebohongan-kebohongan tersebut secara kasat mata. Nah, sekarang kami para akademisi, orang-orang peneliti seperti ini di apa namanya istilahnya dilaporkanlah ya gitu ya. Dilaporkan ketika teknologi, ketika ilmu itu sudah keluar maka ada 1000 ada sejuta tifa lagi yang nanti akan membuka teknologi itu. Akan ada sejuta Rismon lagi, Ro Suryo lagi, Rizal Fadilah lagi yang lain dan itu sudah sunatullah ya mau sampai kapan? Maka di sinilah saya mengimbau karena saya yakin juga pemerintah sebetulnya sudah apa namanya sudah meng apa ya sudah memirsa kami gitu ya dan sudah ini maka kami sampaikan di sini saya sampaikan di sini bahwa pemerintah harus hadir selesaikan ini secara beyond law beyond science ya kenapa karena ini adalah aib dari negara kita ya ini adalah aib catatan sejarah yang sangat buruk bagi negara kita. Maka pemerintah harus hadir di sini menyelesaikannya dengan baik, dengan arif dan bijaksana. Ya, saya punya usulan tetapi mungkin sebaiknya nanti akan saya sampaikan langsung kepada pemerintah bagaimana win-win solution yang tidak saja super cerdas tetapi juga super arif dan super bijaksana. Jangan sampai ada e siapapun lagi yang terkorbank. Mungkin setelah kami mungkin akan ada lagi, mungkin ada lagi sampai kiamat. Enggak bisa. Jadi pemerintah harus hadir dan kita sama-sama ber ee ber ee diskusi untuk mencari langkah apapun yang terbaik. Itu yang bisa saya sampaikan sebagai ee seorang yang berkecimbung dalam dunia ilmiah ya. Tetapi kalau orang hukum mungkin beda lagi mungkin ya tuntutan hukumnya mungkin beda lagi ya. Kalau saya, bagaimana kita bisa menyelesaikan ini tanpa mencederai, tanpa merusak sejarah Indonesia. Karena apa yang sudah terjadi, sudah tercatat, tidak bisa dihapus lagi. Tapi ke depannya kalau kemudian kriminalisasi dilakukan terus-menerus kepada para ilmuwan, ya dengan ilmu dan teknologi mau diberangus dengan cara apa tidak bisa. He. Ya. Jadi itu yang ee saya tekankan betul kepada pemerintah karena ini kita perang bukan soal hukum, bukan soal sains. Ini beyond hukum, beyond sacience. Dan di saat titik momen inilah pemerintah harus hadir ya harus hadir. Tidak cukup dalam forum fakultas pengadilan, tidak cukup dalam forum fakultas ee ee universitas karena toh juga tidak bisa gitu. karena otoritasnya yang salah kaprah itu membuat ini semua menjadi ini heal dan tidak solutif. Maka pemerintah sekali lagi saya imbau untuk hadir. Demikian yang bisa saya sampaikan Om Nim. Terima kasih banyak. Terima kasih, Dr. Rifa. Saya kira saya senang mendengar tadi apa yang disampaikan keyakinan ya bahwa perjuangan kebaikan ini pasti ya akan tumbuh ya sebagai mana orang mengatakan gugur satu tumbuh 1000. Ya, ini keyakinan yang menyenangkan ya. Artinya tidak semua bahwa ini perjuangan sekian orang. Enggak. Beliau yakin akan ada tifa-tiva baru, akan ada respon-respon baru, ada royal baru. Karena semua orang itu ada ee apa itu semua ee ada tuntutan kebaikan yang harus dilakukan tiap orang. Sebelum saya harap Pak E Marwan memberikan apa eh konklusi dari apa yang disampaikan ini, ada Pak Ismet kami silakan ee 2 3 menit ee komentar tadi ya tentang Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Ee ee saya pikir apa tadi yang sudah disampaikan oleh ee para anak bangsa tokoh nasional dan ilmuwan akademisi ee yang ada dr. Tifa, Pak Ridal Fadilah, Pak Marwan Batubara dan ee tentunya tokoh senior dalam militer Pak ee Sunarko yang mantan Jan Kopasus. Jadi apa yang ee disampaikan kepada kita semua ee tentunya rakyat Indonesia tentang sebuah peristiwa yang menurut saya ini secara moral etik ya politik, sosial, ekonomi Indonesia berada di titik nadir. Nah, ini yang harus jadi ee perhatian. Betul. He. Jadi apa yang disampaikan ini bukan mengada-ngada ya, bukan juga mencari-cari celah apalagi fitnah, tapi apa yang disampaikan oleh para tokoh nasional dan akademis ini adalah sesuatu fakta agar kita rakyat Indonesia bisa melek terhadap ee sesuatu yang dalam episode sejarah Indonesia ini tadi seperti saya bilang berada pada titik nadir ya yang bisa ya menghancurkan ee cita-cita para founding fathers itu dan ee apa kemerdekaan Indonesia dengan sebuah ee konstitusi dan diawali dengan berkat rahmat Allah yang maha kuasa. Jadi negara bangsa yang sebesar Indonesia ini jangan sampai ya di apa ee dihancurkan martabatnya, dilecehkan kemerdekaan anak bangsanya dan warganya dengan sebuah peristiwa ijazah yang sesungguhnya ini adalah hal yang sangat sederhana. Jadi dibuat ruet dan dibuat rumit. sederhana saja sebenarnya seorang katanya ada istilah negarawan kalau memang Jokowi ya sebagai mantan presiden itu sebagai seorang negarawan yang seperti disampaikan oleh para pemujannya silakan saja nih ijazah satu lembar ijazah asli yang membunjukkan bahwa saya adalah ee apa ee benar sebagai seorang waregara bukan politik kebohongan yang di diagung-agungkan tetapi Indonesia ini harus menegakkan politik kejujuran. Nah, inilah yang ee semakin membuat anak bangsa ini dioyak-oyak kemudian ee ketat negara ini dipermainkan begitu saja oleh sekelompok orang atau yang disebut dengan ee Jokowi ee sekeluarga dan antek-antknya lah. Ini kan sangat naif. 27 tahun reformasi Indonesia yang menggeboh-gubo untuk menghapuskan yang disebut KKN bukannya tambah benar malah tambah rusak. setelah 27 tahun ini kan sangat naib. Kita sebagai anak bangsa harus memperjuangkan ee tegaknya Indonesia ee negara kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Demikian ya beliau taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Pak Marwan saya kira ini tugas berat untuk memberikan konklusi ya. Karena Pak Marwan juga apa? Koordinator badan pekerjais 100 ya. 100 Petisi 100 dan kemudian ee apa komando yang mau dilakukan pupung pupung yang sebelah sudah megang tongkat nih Pak panglimanya di sini gua kan komandan lapangan ya terima kasih Om Lim jadi pertama bahwa dengan ee perkembangan teknologi maka kalau mau nipu itu dulu mungkin lolos kalau sekarang enggak gitu itu mungkin catatan penting itu penting. Nah, kemudian yang kedua dengan sosme. Itu yang sedang ee menjalankan kebijakan atau ada proses pengadilan termasuk di MK misalnya, putusan itu kalau tidak ramai di medsos itu bisa aman bagi yang jahat. Tapi dengan banyaknya gugatan atau orang berkomentar ya kayak podcast seperti ini, jangan dikira nanti ini tidak jadi pertimbangan bagi orang-orang yang objektif misalnya, maka ini juga akan merubah rencana dari orang-orang jahat itu. Itu poin kedua. Poin ketiga, saya kira kita mencatat hari Rabu tanggal 30 April Pak Jokowi datang dua hal yang dia ucapkan. Sebetulnya masalah ijazah palsu ini adalah masalah ringan dan dia ingin ada proses hukum supaya nanti bisa dengan gamblang diselesaikan masalahnya bisa selesai dengan gambang dengan gamblang katanya. Jadi dia ingin ada proses hukum. Nah, tapi kenapa dia tidak pernah datang misalnya kepada proses-proses yang sudah terjadi sebelumnya? termasuk tanggal 24 itu ada sidang yang terkait dengan ee gugatan ijazah palsu ya oleh teman kita anggota petisi 100 juga itu Pak Dr. M. Taufik tangkap dua dia kabur Iya. Jadi ee kalau memang Jokowi itu konsisten, bukan hipokrit, bukan pembohong, ingin ada proses hukum dan datang ke Polda maka datang juga dong ke Solo ke pengadilan. Iya. I ya. Itu poin ketiga yang menjadi catatan kita. Yang keempat, bahwa dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik KIP nomor 148, publik itu berhak untuk mendapatkan informasi sepanjang itu adalah informasi untuk publik. Itu hak dari publik dan itu harus di terlaksana dalam waktu cepat, murah. misalnya disebutkan juga dalam undang-undang itu. Maka kalau misalnya kita ingin ee mencek waktu Jokowi mencalonkan diri menjadi ee Walikota Solo kan pasti ada itu kopi ijazah. Iya. Iya. Iya. Kemudian waktu jadi Gubernur DKI sama lalu terakhir jadi untuk jadi presiden dua kali ya. Ini kok informasinya hilang. Ya kan ini kan masalah besar dan kalau ini ingin ditunjukkan yang benar-benar asli proses pengadilan yang diusung Pak Jokowi tadilah menjadi tempatnya dan itu kita harapkan maka kita terima kasih dia datang ke Polda. Kenapa? Karena dengan begitu bisa teruji ucapannya itu sesuai dengan perbuatan atau tidak. Nanti h kita berharap setelah polisi melakukan penyidikan-penyidikan mungkin manggil siapa teman-teman kita ini, maka proses untuk terjadinya mencari mana yang asli, mana yang palsu itu dilakukan oleh pengadilan. Tidak hanya forensik di apa katanya mau di polisi kita tidak butuhlah. Okelah silakan. Tapi pengadilan yang nanti mengadili teman-teman kita yang lima itu harus menjadi tempat pembuktian asli atau palsunya ijazah ee Jokowi sekaligus menjawab tantangan Jokowi bahwa ini perlu dibuktikan di pengadilan, maka perlu ada proses pengadilan. Maka karena itu kita berharap ini bisa terlaksana sepanjang pengadilannya itu objektif dan profesional bebas dari intervensi termasuk dari oligarki yang dipimpin oleh Joko Widodo dan mungkin ada tangan-tangan Cina misalnya Tiongkok yang mempengaruhi supaya pengadilan ini tidak terlaksana seperti yang sebelum-sebelumnya tidak sampai kepada proses hukum bahwa ini tidak berwenang maka tidak lanjut maka tidak akan ada terjadi proses pembuktian tadi. Nah, karena itulah kita kembali menghimbau supaya pertama di ranah yudikatif pengadilan MA itu mereka melakukan prosesnya dengan benar, dengan objektif, profesional, dan bebas intervensi. Artinya independen. Kemudian yang kedua, kita minta Pak Prabowo untuk membiarkan proses ini tanpa intervensi. Kemudian yang ketiga, kita menghimbau publik, mari pantau terus ya apa yang sedang kita e hadapi gonjang-ganjing ini sudah cukup lama ya. Malah ada orang yang ditahan yang yang menggugat misalnya Gus Nur sama Bambang Tri masuk penjara dihukum 6 tahun. Ya, syukur sekarang sudah dalam proses percobaan ya, sudah keluar tapi itu masih belum tuntas ya. Tapi intinya adalah justru yang ingin ee mencari penegakan hukum dan keadilan, yang ingin ada pembuktian di pengadilan, pengadilan itu sendiri tidak pernah terjadi. Dan ini kita mau Pak Prabowo, rakyat, terutama tadi saya kembali mengingatkan guru-guru besar di kampus itu marilah bersuara kita bicara soal nurani dan moral sekarang. masalah martabat bangsa kita ini yang berdasarkan konstitusi dan konstitusi mengatur bahwa ini negara hukum bukan negara kekuasaan yang selama Jokowi memerintah itu yang terjadi adalah pendekatan kekuasaan politik kekuasaan bukan pendekatan hukum sehingga yang terjadi seperti sekarang maka saya ulang sekali lagi Pak Prabowo rakyat guru-guru besar mari bangkit untuk supaya keadilan dan hukum ditegakkan saja. Makasih. Iya. I iya. Baik. Ee saudara sekalian, saya yakin bahwa kita semua ya memenuhi apa yang disampaikan Pak Marwan harus kita kawal terus ya. Sekarang ini kita tahu bahwa empat tokoh kita ya sedang dibidik ya, Bapak Rismon, Bapak Roy, Bapak Riza Fadilah dan dokter yang menjadi andalan ibu-ibu dan kita semua ya. Karena ee kalau mereka dibidik gitu seperti itu ini kita kan merasa rakyat ini tercerahkan dengan apa yang di perjuangkan beliau-beliau ini. Tetapi anehnya mereka ini kan dianggap sekarang ini dulu aman-aman saja setelah ada empat tokoh ini ya kemudian menjadi berubah. Jadi pendidikan edukasi mereka-mereka kepada rakyat dan timbul apa satu giriroh perlawanan itu dianggap itu merupakan sebuah penghasutan. Mungkin itu sehingga rakyat selalu berada di belakang empat tokoh ini ya menjadi kewajiban kita supaya Indonesia bisa selamat. Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Pak. Yeah.

Terima kasih bagi yang sudah bersedia bergabung. Salam hormat :
https://www.youtube.com/channel/UCrCDJhiHWWOaVf0eF7yABXQ/join
Untuk teman-teman yang ingin memberikan support, bisa melalui link saweria https://saweria.co/langkahanies

Tinggalkan jejak dengan komentar terbaik. DUKUNG kami dengan LIKE, SUBSCRIBE. Agar lebih semangat membuat konten. Mari bersama menyebarkan informasi bermanfaat untuk kerukunan bersama dan kemajuan Indonesia.

Media Sosial Langkah Anies :
Youtube: https://bit.ly/3Q6Wvom
Fanspage: http://bit.ly/3H3lsQG
Facebook Grub: https://bit.ly/3AZviQo
Instagram: https://bit.ly/3wJGcqV
TikTok: https://bit.ly/3KDTN8P
Helo: https://bit.ly/3cAyM2l
Twitter: https://bit.ly/3CLWVOc
#langkahanies #jakarta #update