SERANGAN KE JOKOWI-GIBRAN HANYA BANTU LONCATAN JATUHKAN PRABOWO I Norman Hadinegoro

Halo pemirsa Cokro TV, jumpa lagi dengan saya Ahmad Sahal di Seruput. Kali ini saya pengin ngobrol dengan Mas Norman Hadinegoro, Mas Kanjeng Norman. Nggih, matur nuwun. Ini kehormatan bagi kita nih, Mas, datang ke Cokro nih. Dan saya memang tertarik banget pengin ngobrol dengan Mas Kanjeng karena ini ada beberapa perkembangan yang membutuhkan sebuah telaah dari dalam nih dari sosok yang betul-betul ngerti ee masalahnya. Ini kan Pak Jokowi kemarin melaporkan soal ijazah palsu kan melaporkan ke polisi ya. He ini kan belum pernah terjadi gitu ya Pak Jokowi yang begitu sabar di fitnah sejak zaman obor rakyat sampai sekarang gitu ya waktu itu memang masih presiden kan sekarang kan sudah obor rakyat itu ee DKI oh eh eh iya presiden pertama ya presiden ee 2014 kan tapi kan maksudnya fitnahan itu sejak benar sudah kayak enggak ada batasnya gitu loh. Nah, baru kali ini Pak Jokowi ketika sudah enggak jadi presiden melaporkan dan kalau enggak salah ada empat atau lima kan eh yang disasar ya, enggak tahu siapa gitu. Nah, Mas Norman ini kan mengikuti Pak pendamping Pak Jokowi sudah sejak ee menjelang Presiden ya 2012. 2012 kan Oh, waktu DKI ya? Waktu DKI. Jadi kan pasti tahulah ee situasi kebatinan Pak Jokowi itu sebenarnya masih belusukan ke kampung-kampung. Makanya itu jadi itu perlulah kita lihat bagaimana kasusnya dan juga kita membicarakan saya juga membicarakan soal Gibran. Nah ini kan ini kan Prabowo Jokowi, Gibran ini kan satu kesatuan lah gitu ya. Dan Gibran kan saya kan kemarin nonton podcastnya Mas Norman di unpacking itu I sampai 700.000 ya views-nya ya. Iya. Luar biasa. Kelihatannya nambah terus. Kelihatannya. Iya. Karena isunya masih nambah. Isunya nempel soalnya tentang tuntutan sejumlah purnawirawan ya. Forum purnawirawan TNI untuk memakzulkan Gibran kan itu. Jadi kita saya mauembicarakan dua hal itu Pak Jokowi dan Gibran. Kita mulai dari Pak Jokowi dulu. M. Monggo. Jadi gimana ee Anda membaca langkah Pak Jokowi ini melaporkan para pemfitnahnya, penuduhnya ke polisi. Iya. Matur nuwun, Mas. Saya juga terima kasih ya bisa dapat kesempatan tampil di Cokur TV. Oke, sudah lama kita pantau nih Joko TV. Benar. Saya pikir kapan nih saya bisa di Coko TV. Iya. Alhamdulillah gayung bersambut anu apa ee karena misinya sama ini semesta mendukung apa semesta alam mendukung. Alam mendukung. Iya. Jadi kalau kita bicara Pak Jokowi itu memang kita ada pertemuan rutin dengan Bapak Jokowi. Kalau enggak di Solo ya di Jakarta. H ya khusus relawan-relawan intinya. Nah relawan-relawan itu yang yang sudah jadi menteri, yang sudah jadi apa begitu ya kan. Nah, masalah kejadian akhir-akhir ini itu saya menganggap saya berterima kasih sekali ya Pak Jokowi selama 10 tahun dihina, dicaci maki, difitnah. Kita sebagai relawan pun juga tidak tegal. H kita mau ngomong apa? Karena orang yang dipinah juga enggak mau bergerak gitu. Iya. Iya. I iya kan? itu masalahnya kan di situ. Nah, dengan Pak Jokowi kemarin ini datang ke Polda itu membuka warna baru H ya untuk Indonesia. Artinya relawan-relawan ataupun pengikut-pengikut Pak Jokowi ataupun yang mencintai Pak Jokowi itu terbuka h lega hatinya ya. Nah, artinya ini akan ada babak baru. Sebenarnya kasus ini sebenarnya kasus remeh-temeh. Hm. Kasus ecek-ecek di mata saya nih soal ijazah palsu itu. Tujuan ijazah palsu itu ya. Iya. Karena ini diolah oleh orang-orang munafik, diolah orang-orang partai, hm. Diolah orang-orang licik. Kasus ini diracik langsung. menjadi fitnah langsung menjadi kebencian. Maksudnya apa? Mempengaruhi masyarakat. Ada unsur kebencian di situ. Sebenarnya sederhana sih, apalagi yang namanya Roy. Hm. Itu sudah dokter katanya. Siapa lagi itu? Roy Suryo. Drter Tifa. Drter Tifa dengan lagi siapa itu yang berapi-api yang yang orang Batak itu siapa itu? Batak. He dengan dengan congkaknya dia ngomong ya sebenarnya kita sederhana kita juga tahu sebennya sederhana yang mengeluarkan ijazah itu kan Gajah Mada. Heeh. Ya tanya sama Gajah Mada selesai kan gitu kan. Iya benar itu. Jadi jangan tanya ke lain-lain ini diambil sisi sini sisi sana. He he he. Nah karena saya anggap ini orang-orang ini orang-orang yang berhati busuk. Kalau saya bilang tuh otak udang. Hm. Ya, udang itu filosofinya itu otaknya itu isinya busuk semua tuh. Kalau udang itu jalannya bukan maju. Hm. Mundur. Orang-orang kayak gini ini perlu dikasih pelajaran. Kenapa? Kalau dibiarkan ini akan merembet ke mana-mana. Tidak menutup kemungkinan Pak Prabowo ataupun Gibran bisa diakun seperti ini. Hm. Ya. Iya. Gibran sudah diperlakukan seperti ini. Nah, inilah sekarang ini. Bahkan juga ada tuduhan ijazah palsu juga loh ke Gibran ini. Iya kan? Iya. Iya. I. Nah, dengan isu ini sekarang sudah kayak cacing kepanasan mereka. Jadi ee ee otak udang itu toksik gitu ya anu ya. Jadi karena dia busuk otaknya semuanya kelihatan busuk gitu ya. Semusuk enggak ada yang bagusnya ya. I i. Pokoknya di mata mereka itu Jokowi enggak ada bagusnya. Iya, iya, ya. Nah, alhamdulillah ya kemarin tuh kita ee terima kasih banget dengan Pak Jokowi ya mau ke kantor polisi. Iya. Iya, ya. Nah, itu ee Mas Norman kan kalau kan Pak Jokowi beberapa waktu sebelumnya kan pernah bilang tuh di Solo kalau enggak salah ya, dia bilang bahwa saya itu sudah sering dimaki-maki, difitnah, dihujat, saya diam aja gitu ya. Tapi kesabaran itu ada batasnya. Betul gitu kan. Pak Jokowi kan itu kalau enggak salah konteksnya menanggapi siorus ya. Dedisiorus ya soal apa kasusnya lain sih. Tapi intinya kan sama soal fitnahan, hujatan ee pokoknya narasi kebencian lah ke Pak Jokowi. Tapi dia bil beliau bilang kesabaran itu ada batasnya. Nah ini move kemarin melaporkan ke Polda ini apakah sebuah tanda bahwa Pak Jokowi oke enough is enough gitu atau gimana? Iya ini satu kesatuan. ini akan terbongkar semua. Oke. Oke. Di antara mereka yang saya dengar katanya ada emak-emak h ngasih sembara 16 miliar dikasih kepada salah seorang untuk mensembariwaskan ijazah fitnah ini. Ijazah oh narasi soal ijazah palsu ini. I dan itu pengakuan dari seseorang itu sendiri itu ada di ada videonya. Oke. Nah, saya berharap teman-teman relawan, teman-teman simpatisan yang namanya video ini digital itu enggak akan bisa hilang. Hm. He. Jadi, segala kejelekan-kejelekan yang kemarin mereka ini kumpulin saja sebagai barang bukti ya. Mau baik-baik itu terhadap Prabow Pak Prabowo, terhadap Gibran, terhadap pejabat yang lain. He heeh. Heeh. Ya, kumpulin kita membantu pengacara kita. Ya. Ya. Ya. Harus berani sekarang karena Pak Jokowi sudah membuka, sudah mau ke polisi. He. Nah, satu. Yang kedua juga kita lihat juga bahwa ke depannya ini akan saya melihat ya saya melihat ini Yo, Suryo maupun sispa ini kayaknya masuk kandang ini. Ini P saya ya. I iya ya. Kira-kira Ro Suryo segala itu mendu enggak sih menganggap ini langkah ini tak terduga atau gimana? Nah, mereka menganggap enggak akan mungkin Pak Jokowi itu ngadu ke polisi. Oh, oke oke oke. Karena dilihat perjalanannya 10 tahun. Iya, iya. Oh, ternyata mereka ini makin ngelunjak. Mereka punya prediksi enggak kan mungkin. Hm. H ngerti kok orang-orang hukum ngerti kan kalau Pak Jokowi sudah ke kantor polisi, sudah jelas data-datanya itu habis tu mereka semua. H jelas kok penghinaan ya ya ya mengkreditkan orang, menjatuhkan nama baik orang di situ. Saya enggak tahu pasal-pasal apa yang yang yang ditampilkan dan itu nanti akan berantai itu. Hm. Di antara mereka tuh saling nyalah-menyalahkan. Satu contoh misalnya R Sur kemarin saya lihat di TV News TV ya. H sudah mulai dia kelabakan. Saya lihat dari raut mukanya. Iya sudah lihat. Ternyata dia bilang ijazah yang dia dia mainkan dia debatkan itu adalah ijazah dari internet. Kan kacau ini kan. Ha. Nah yang jadi pertanyaan yang bodoh nih siapa? Kita yang bodoh apa? Nah jadi jelas. Jadi modus mereka itu ingin menjatuhkan presiden ya Presiden Prabowo sekarang. Iya. Melalui dan ini menyerang Jokowi. Iya. Dan ini ada kelompoknya, Mas. Oke. Ya. Kelompoknya misalnya kelompok Suryo ya itu ke Anis. Hmm. Kelompoknya Egi Keis juga. Kelompoknya si Raffi siapa? Rafli Harun. Rapi Harun sama yang pengacara ee Oh, Samad. Abraham Samad. Abraham Samad. Nah, sekarang sudah ngemis-ngemis deh mau nangis minta tolong kepada Pak Jokowi. Kalau bisa ini dicabut, jangan dilanjutkan. Artinya dia orang hukum ngerti itu pas itu. Heeh. Heeh. Ya, akibatnya itu ngerti. I ya. Ini akan ke mana-mana. Hm. Heeh. Bagi saya ini satu pelajaran bukan saja untuk mereka juga untuk yang lain ya. Kenapa? Karena kita nih ngebangun bangsa Indonesia ini jangan dilecokin lagi dengan yang gitu-gituan ya. Kalau kalah ya logowo lah. Hm. Tarung lagi yang akan datang ya kan. Tapi ini sudah menyerang pribadi. Sudah menyerang pribadi sekali ini. I. Nah, ini yang kita enggak suka. Nah, kemarin kita mau bertindak juga enggak bisa karena Pak Jokowinya enggak bergerak gitu. Jokowi enggak bergerak kan gitu kan. Ya kita relawannya juga bagaimana tapi juga kita enggak tahan. Pak Jokowi digituin. Iya. Nah, ini Pak, ini pandangan saya Pak. Iya. Iya. Iya. Nah, kalau kita lihat ya ee Mas Norman ya, saya mengamati di medsos ya. Misalnya kan kan ada sejumlah dulu mantan pendukung Pak Jokowi ya yang ketika isu ijazah palsu dulu dilontarkan pertama itu kan sangat gencar menganggap itu fitnah. Heeh. Jadi ada ada teman-teman yang dulu ada adalah nama Denis Sirgar, Gunto Romli, terus beberapa orang PDIP. ketika isu itu muncul beberapa tahun lalu ya itu langsung pokoknya menganggap bahwa itu fitnah langsung langsung membela Pak Jokowi gitu loh. Sekarang berubah anunya maki-maki Pak Jokowi. Iya atau pokoknya ini Pak Jokowi tunjukkanlah aslinya apa sih e susahnya nunjukin aslinya kayak gitu-gitu. Nah ini Anda kan juga memantau para pendukung Jokowi sejak dulu ya. Apa yang terjadi? Gimana Anda melihatnya? Ini kan kelompok yang tadinya sangat lover menjadi sangat hater gitu loh. Jadi gini ya, pendukung Pak Jokowi dulu itu ada yang dari partai ya, iya kan? Ada yang murni purnya Pak Jokowi. Macam saya kan tidak dari partai. Pure ke Pak Jokowi. Heeh. Heeh. Kalauya kayak guntur kayak apa itu itu ket loncat setahu saya. He ya. pertama dibenci banget tuh sama Prabowo. Iya. Iya kan? Pindah ke PDIP ya kan gitu. Iya. Iya. Cari panggunglah mereka nih. Cari panggung ya. Jadi wajar bagi saya kalau Pak Jokowi digituin itu wajar ya kan. Toh kita juga biasa saja menganggap ini enggak ini kayak si siapa? Denis Regar sekarang juga saya lihat podcastnya sudah mulai agak agak lunak kelihatannya. Heeh. Heeh. Apa dia sadar atau enggak, saya juga enggak tahu. Mungkin pernah di sini kan dia ya. Oh iya. Dia salah satu pendiri. Salah satu pendiri CR TV. Sayang ya. Mudah-mudahan dia ingsa bisa kembali lagi ke sini. Iya Bung Den Beni. Mudah-mudahan Ayu kembali ke sinilah ya kan. Saya saya pengagumnya dia. Hm. Bung Deni Segar. Iya. Ya. Orasinya juga bagus. Oh. Ini semenjak dipegang dia lumayan itu. Heeh. Itu. Iya. Bagus. Dia sangat ini kontribusinya bagus di tiba-tiba kok melenceng. Saya juga bingung kok jadi melenceng gitu ya. Nah itu. Iya itu yang saya lihat itu. Nah kalau tadi kan ee Mas Norman bilang bahwa ini isu receh ya sebenarnya ya tapi dimainkan lagi. Ini kenapa ini dimainkan lagi? Apa memang enggak ada bahan untuk nyerang atau apa sesuatu yang di balik ini apa gitu. isu murahan ini gampang diserap oleh rakyat, oleh masyarakat. Oh, oke oke oke oke. Ya, ya, ya, ya. Iya. Kan walaupun tadinya enggak percaya, kita lama-lama dijejelin terus jadi percaya. Jadi percaya. Iya. Iya. Ini receh. Iya. Dan message yang ingin dibangun kan Jokowi pembohong gitu kan. Pembohong. Iya. Iya. I iya kan? Nah, makanya kita jangan diajak berpikir logika sama mereka karena mereka busuk semua. Heeh. Udah tuh di poin aja ke ke hukum itu sudah benar itu. I saya enggak perlu tanggapin lagi yang gitu-gituan apa. He ini pasti mereka cari selah nih. Cari selah pasti akan demo-demo nih nanti nih. Hm. Ini akan ramai nih. Oke. Percaya Mas saya. Iya. Iya. ya mereka akan siapin pengacara ratusan orang itu nanti gitu ya kan demo kan itu karena kan ini memang belum pernah terjadi ya Pak Jokowi sebagai maksudnya kan enggak pernah melaporkan karena beliau sebelumnya presiden kan tapi sekarang itu pun mereka enggak menyangka gitu kok Pak Jokowi akhirnya mengambil jalur hukum gitu ke polisi gitu. Kalau Pak Jokowi enggak ngelapor ini mencelakakan semuanya. Mencelakakan Prabowo dan Gibran. Hmm. He. Ini akan berefek ya. Ya. Ya. Jokowi aja enggak bergening kok. Yang kita ketahuan itu kita tahu Pak Jokowi itu punya nyali. Nyalinya enggak kecil itu. Iya. Prepot aja dia sikat kok. Apalagi yang gini-ginian itu waktu menghadapi Uni Eropa. Nah, itu yang kasus-kasus maksudnya lawannya itu memang yang juga enggak ecek-ecek gitu loh. Iya. Ya, ini kan remeh-temeh, sabar segala macam. Tapi jangan kurang ajar dong. Hm. Ya, pintar mereka karena relawannya enggak bisa berkutik. Ini tergantung Pak Jokowi kan gitu. Heeh. Heeh. Tapi kalau begitu Pak Jokowi ke polisi I ngelapor selesai itu semua. Hm. Heeh. Heeh. Habis itu semua. Ya. I siapa ini taruh-taruhan? Silakan sekarang. Jadi ini babak baru ya, babak baru dalam permainan catur babak baru ee Pak Jokowi ya. Mudah-mudahan yang akan datang akan mengurangi yang gitu-gituan. Hm. Heeh. Heeh. Mudah-mudahan akan datang itu Pak Presiden kita Pak Prabowo itu punya aturan. Hm. Ya kan undang-undang apalah IT yang harus di diombak enggak boleh gitulah ya. Demokrasi tetap jalan. Heeh. Heeh. Tapi kalau sudah menyerang pribadi orang, menyerang harga diri sampai yang namanya ini nikah, kartu nikahnya Pak Joko diselidikin kurang ajar gitu kan. Semua semuanya di ini soal apa ee fotonya kok sama gitu kan antara SMA terus nikah ijazah apa ee ee foto ijazah S1 gitu. Padahal ternyata yang SMA itu ternyata itu foto alumni. Nah, foto buku alumni. Iya. Jadi ya itu digoreng aja dimain. Jadi ibarat itu ini mainan ibarat mata pisau. Heeh. Heeh. Ya. Ijazah ini. Jadi kalau ijazah ini dipakai sama orang bagus, orang baik, dia selesaikan ke masyarakat. Heeh. Karena ini yang mengolahnya ini orang jahat, otak udang, otak busuk. Jadi jahat ya kan? Udah gelap, udah udah. Pokoknya rakyat itu bagaimana diciptakan itu supaya benci Jokowi. Yang tadi enggak percaya lama-lama dijejel dijejel percaya. He heeh. Heeh. Itu yang kita lihat, Mas. Tapi juga sebenarnya yang di Mas kalaupun toh dia nyampai ke rakyat tuh rakyat di medsos saja ya anu Mas ya. Kalau di akar rumput nyampe juga Mas. Nyampai ya? Nyampai. Hmm. Nyampai. Iya kan? Iya. I. Tapi bagaimanapun juga rakyat mencintai Pak Jokowi kan. Iya. Iya. Enggak dibuat-buat bisa dilihatlah. Heeh. Heeh. Pak Jokowi sudah enggak enggak jadi presiden lagi. Dili lihat di rumahnya. I ya. Nah, artinya yang ini nih semua mendukung rakyat mendukung Pak Jokowi sangat mendukung sangat berharap ini ada penyelesaiannya. Heeh. Heeh. Ya. Penyelesaiannya secara hukum. Ini negara hukum. I. Saya yakin Roy Suryo ini yang ada teman saya ngontak Suryo. Hm. Tilulit nomor teleponnya ngontak lagi satunya lagi. Begitu juga di luar jangkauan katanya. Artinya ini mereka sudah ketakutan ini kelihatannya. Iya iya iya. Ini sudah mulai ketakutan. Oh. Terus kemudian nanti ini kalau sudah begini narasinya dizalimi. Ah. Oh. Itu pasti dizalimin apalah pokoknya. Heeh. Heeh. Jadi, jadi kalau Pak Jokowi ngelaporin, kalau enggak ngelaporin mereka bilang, “Wah, itu kan berarti takut kan tuduhan tuduhan-tuduhan itu benar. Kalau dilaporin kami dizalimi.” Iya. Jadi apa yang dilakukan Pak Jokowi salah aja. He heeh. Heeh. Salah aja ya. Apa yang dilakukan Pak Joko itu salah di mata mereka. Heeh. Heeh. Silakan mau ngomong dizalimin di apa. Itu yang saya lihat. Iya. Iya. Nah, terus kalau ini kalau tadi kan ee Kanjeng Norman bilang bahwa ini merembetnya itu kan ke Pak Prabowo dan ini kan ee selain soal ijazah palsu ya, kegaduhan tentang ijazah palsu kan ada soal Gibran. Iya. Soal bahwa Gibran sejak sejak awal lah Gibran di dipersepsikan inkompeten lah, enggak becus anak kemarin sore macam-macam. Terus terakhir Forum Pernawirawan TNI itu yang minta supaya Kibran dimanjulkan karena khawatir Pak Sutioso yang bilang bahwa nanti kalau Pak Prabowo berhalangan tetap atau gimana gitu nanti Gibran yang naik gitu. Jadi ada semacam ee apa kekhawatiran itu yang mendorong mereka. Nah, gimana ee Mas Norman melihat itu soal serangan, rangkaian serangan terhadap Gibran yang bersamaan dengan serangan terhadap Jokowi ini gitu. Iya. Jadi, kelompok-kelompok Pairawan ini kan tidak banyak orangnya karena kelompok ini sudah kena virus. Itu masalahnya tidak pure untuk bangsa dan negara. Mereka d kelompoknya Anis. Iya memang ada videonya itu para purnawirawan ini mendukung anus. Nah, iya kan? Iya. Iya. Ini kan mencederai apa ee pengirawan yang lain. Hm. P itu ribuan. Mengatasnamakan kelompok apa penirawan ini mengatasnamakan bangsa. Heeh. Padahal ini kelompok sempalan ini. Iya. Iya. Kelompoknya HTI di mata saya itu yang bicara anak kolong ini. Iya. Kelompok aki-aki. Heeh. Heeh. Pak Setioso kan tidak melihat ke depan. Ngelihatnya mundur. Yang saya bilang otak udang tuh semuanya itu. Hm. Ya. Melihat orang tuh pesimis ya. Zamannya sudah beda. Zamannya kita terus mengayomi sekarang ini. Mengayomi kan anak muda kita dorong. Yang saya katakan di pokokes itu ingarso sungtulodo, ing madangunso tutwuri handayani. Tugas Pak Perbowo ini mendorong anak-anak muda sekarang. H kenapa? Kita akan memasuki bonus demografi jadi wajar ya kalau kalau punawirawan ini kenapa kita lihat juga orang-orang yang ada di situ seperti kayak Parah Roji. Hm. Waktu di zamannya Pak Orde Baru kan Pak yang ngenyopotin jenderalnya Pak Prabowo. Hm. Wiranto. Ya kan sejarah enggak bisa dibohongin itu. Iya. Terus dia kan pernah jadi Menteri Agama terus dicopot oleh Pak Jokowi. Terus ya karena perok HTI tadi ini. Perok Wahabi. Heeh. Heeh. Kepokok Wahabi ini orang ini. Saya dekat kok. Saya kenal. kenal baik saya. He. Heeh. Nah, artinya enggak bisa bawa dirilah dia. Nah, ini dia mau coba-coba mau memisahkan antara Pak Prabowo dengan Gibran. Nah, dia coba itu dulu. Heeh. I kan dan ini akan demo-demo lagi nih. Pasti mereka demo-demo dan jangan lupa mereka ini pun juga bawa misi misi kepentingan-kepentingan luar. Hm. Kepentingan-kepentingan negara asing. Demo dananya dari mana, Mas? Hm. Kita lihat aja dulu sekarang ini masalah ijazah palsu ini. Ini demo-demo ni nanti ni. Heeh. Heeh. Saya yakin dari mana itu uang itu? Ada ada ada ininya bohirnya. Hm. Heeh. Heeh. Jadi itu memang satu dengan yang lain saling terkait gitu ya. Nah, kalau kalau yang soal Gibran ini ee Mas Norman ini kan bagian dari upaya untuk memecah ya ee apa mengadu domba lah gitu antara Prabowo di satu sisi dengan Gibran lah dengan Pak Jokowi lah di sisi lain dan ini kan enggak sekali ini kan sebelumnya kan berapa kali-kali gitu ya. Nah, menurut menurut jenengan gimana itu ya Pak Bro sudah bilang Gibran itu saya yang minta. He. Heeh. berkali-kali. Iya. Ya. Dan Gibran itu dilirik juga sama orang PDIP. Iya. Dilirik juga sama Anis. Iya, betul. Ada beritanya kan itu waktu itu waktu dia suruh cari wakil Musapa gitu kan. Iya. Sebelum dia sebelum dapat Muhimin kan dia pepet gibi. He heeh. Karena sewaktu itu semua pada ngitung bahwa elektoralnya ee mengangkat kalau Gibran yang jadi gitu ya. Harumnya Gibran ini dia masih walikota. Hm. Walikota dia pegang hebat itu. Solo dilirik dong. Ini anak muda dilirik. He. Nah, Pak Prabowo tuh andalannya apa? Oh, ternyata anak muda ini yang milih yang akan datang itu sekian persen. Dia pegang itu. Hm. Gibran ternyata anak-anak muda ke ke Gibran semua. I dan memang kalau kita lihat perkembangan saat itu ya kan memang yang menyodorkan Gibran justru partai-partai kan partai-partai Kim. Iya. Iya kan? Partai-partai Krimah justru para ketua partainya minta supaya Gibran aja yang di yang dicalonkan sebagai Cawapres gitu kan. Iya kan? Tidak ada yang komplain kan. Iya iya iya. Dan dan siapa yang bilang ya? Ada yang bilang bahwa kalau memang mau betul-betul anti Gibran sebagai wapres ya, sebagai Cawapres kan harusnya sejak harusnya boikot pemilu 01 dan 03. Heeh. Kalau memang enggak enggak setuju Gibran atau Gibran ini dianggap cacat hukum kan harusnya boikot pemilu. Iya kan sudah. Tapi kan kalah. Kalah. Iya. Jadi kan sudah ke MK ke mana kan sudah kalah. Apalagi PDI kan nafsu banget. Iya kan? Iya. Ya, kalah juga. Heeh. Heeh. Ya, kita kan negara hukum. Nah, ini sudah mutlak. Ini sudah konstitusi loh di Giban sama Pak Prabowo ini. Bayangin kalau ada kelompok kecil ingin memisahkan kan semua orang marah. Heeh. Heeh. Dan anu apa alasan untuk pemakzulan juga enggak ada kan gitu. Enggak ada salahnya apa? Iya. Iya. Gibran itu salahnya apa? itu kalau ada kesalahannya misalnya ketahuan main cewek He korupsi ya kan ada item-itemnya ada item-itemnya ya iya baru diajukan bukan diajukannya ke ke Prabowo iya ajukannya ke DPR Iya nah kalau misalnya kayak itu ee Mas Kanjeng lihatnya gimana yang ee yang dikabungkakan Pak Sutioso itu bahwa ini kan hiburan nanti kalau Pak Prabowo berhalangan tetap gitu ya kan. Terus nanti Gibran yang jadi otomatis jadi presiden gitu. Jadi itu yang membayang-bayangi ketakutan itu yang membayang-bayangi Pak Sutioso dan Pak I ketahuan Pak Sutoso ini harus kekuasaan. Hm. Sudah tua masih harus kekuasaan. He he he. Kok sampai ke sana itu kan sama aja nyumpahin Pak Prabowo. Iya kan kurang ajar ini kan. Heeh. Heeh. Kok kayak gitu sih mantan jenderal anu mendahului kehendak Tuhan. Mendahului kehendak Tuhan. Kok sampai ke sana omongannya? Silakan aja. Enggak suka sama saya silakan aja. Pasti heeh. Apa prestasi dia juga? Enggak ada. Udahlah ngurus anak cucu ajaalah. Doain Indonesia ini bisa maju. Iya. I tetap dalam koridor Pancasila itu. Ini lagi ramai ini. Heeh. Cerita Gatot juga lagi ramai. Iya. E terus juga itu loh yang kan Mas Norman kan bilang di podcast di unpacking kan bilang bahwa Pak Tri itu kayak di acomply ya apa di diseret-seret ya dibawa-bawa benar. Nah itu gimana gimana kan ada perkembangan tentang anaknya Pak Tri mutasi itu gimana gimana duduk perkaranya gimana ini soal Pak Tri ini jadi gini ini kelompok ini sebenarnya mengadakan penyelenggarakan rapat kayak gitu itu sudah ke mana-mana diusir. Hm. Hm. Oke. Pinjam gedung angkatan udara ditolak. Pinjam gedung di mana ditolak? Karena sudah tahu kebaca gitu loh. Heeh. Heeh. Terakhir minjam gedung di Kelapa Gading. Oke. Ini ini kelompok nakal ini. H. Ya kan sama-sama tentara. Masa mah enggak boleh sih pinjam angkatan udara. Iya. Aulanya. Heeh. Pinjam lagi di mana? Ditolak. Enggak boleh. Terakhir katanya di Kelapa Gading. He heeh. Nah, Pak Tri kenapa saya bilang itu di Pak Tri ini kan orangnya kan ngayomin saya itu termasuk ngepen sama beliau. He. Saya tetanggaan juga itu di Bambu Abus itu. Oke. Termasuk paralogi. Tetanggaan saya. Heeh. Heeh. Kan enggak mungkin secara logika ya seusia seperti itu bisa secanggih kita anak muda pastilah disodori oleh kelompok tertentu. Kelompok ini. Heeh. Heeh. Pinjam nama Pak Tri. Orang yang disepuhkan, orang yang dihormatin. Ya, agar tanda tangan di situ kan begitu. Iya. Dipinjam namanya. Nah, lucunya Pak tanda tangan. Nah, saya enggak tahu apakah tanda tangan ini dipaksa. Hm. Atau basa-basi. Oke. Atau akademi temanlah demi anak ini. Iya kan? Tapi resikonya, Mas. Heeh. Apa yang terjadi? Fatal. Iya. Untuk Pak Tri fatal. Heeh. Kecium di TNI. Enggak lama di situ kan copot pindah mutasi. Heaknya heeh. Heeh. Tapi kalau anaknya cepat dia mengklearkan, minta diclearkan bahwa Bapak saya ini enggak benar, sudah sepuh, ya dia tanda tangan itu mungkin ya apa terpaksa mungkin akan jadi lain. He. He. Tapi tidak ada gerakan dari keluarganya. Iya. Iya. Iya. Nah, itu. Padahal Pak Tri dulu waktu sakit kan Pak Jokowi jenguk gitu ya. I itulah Pak Jokowi waktu itu masih jadi presiden ya. Iya. Terus artinya kan hubungan Pak Jokowi dengan Pak Tri kan baik sebenarnya ya. Bukan Pak Jokowi, Pak. Pak Prabow sangat Iya iya iya hormat banget sama Pak Tri itu. Tapi kok itulah makanya saya bilang kalau orang mau celaka ada aja jalannya. He heeh. Kalau mau sial mau apes itu kan di luar dugaan Mas. Iya. Iya. Semua di luar dugaan ya. Siapa nyangka Heeh. Orang kita hormati tiba-tiba keplinsut hanya soal kecil. Heeh. Langsung anjlok. Nah, sekarang ini di mana itu bicara tentang Pak Tri semua jelek jelek jelek termasuk merempet ke TNI. Hm. itu yang saya saya lihat di di apa di di media-media itu seperti itu. itu dan itu yang saya saya baca berita kemarin ya tentang respon PDIP gitu ya kan ada salah satu siapa namanya tuh ee pokoknya bilang bahwa harusnya Pak Prabowo ini monggo harusnya Pak Prabowo ini mengkaji me usulan atau tuntutan dari para purnawarawan ini kayak kayak kayak ngasih angin gitu ee salah satu petinggi PDIP lah menyatakan itu menurut menurut Kak Kanjeng Norman ini eh sudahlah mereka nih main bola aja udahlah apa setali dua apa setali apa namanya istilahnya ee iya ee tiga uang kan main pingpong karena mereka posisi mereka itu di luar kepemerintahan enggak mungkinlah ya kita koalisi merah putih kan kuat di DPR ya tidak mungkin ada dasarnya silakan kita tidak menutup demokrasi enggak kita tutup. Tapi jelas loh kalau lu menuntut apa? Nuntut misalnya di Pak Gibran itu harus diberhentikan apa? Ah dasarnya apa? H ini enggak ada dasar enggak ada apa. Memang negara nenek moyang lu yang punya. He kan itu kan marah rakyat. Rakyat marah orang itu dipilih kalau oleh rakyat kok bukan dipilih oleh MPR. Hm. Nah, jadi kalau ada orang PDIP itu ya wajarlah bagi saya. Ora kaget ya? Enggak kagetlah. Kenapa? Karena busuk semua. Kalau saya ah busuknya. Nah, itu itu yang saya lihat seperti itu. Iya. Iya. Dan kalau kita lihat ininya Pak Prabowo ya secara tidak langsung itu bagian dari respon Pak Prabowo kan setelah ramai kasus ijazah palsu, ramai para purnawiraman menuntut pemakzulan kibran apa eh Pak Jokowi malah diutus sebagai utusan untuk ke Vatikan kan malah sakit hati PDI memang sakit hati kenapa bukan gua gitu kan. Iya. Dan setelah itu Pak Prabowo ee Gibran mendampingi Pak Prabowo menemui delegasi Korea. Ah, jadi kan itu berjejer gitu kan Gibran dengan Pak Prabowo gitu kayak kayak nunjukin ke publik ini loh e kita enggak ee ke Prabowo Gibran masih solid gitu. Jadi gini Mas. Jadi kita relawan sekarang ini semua relawannya Pak Jokowi itu sudah m-backup Pak Prabowo Gibran. Hm. Kita tidak akan berkhianat. Kenapa? Karena cita-cita yang sudah dirintis oleh Pak Jokowi ya, yang Indonesia yang 10 tahun dibangun sudah sedemian rupa ini jangan sampai dirusak. Hm. Ya kan? Jangan sampai untung aja Pak Prabowo mengat saya berkelanjutan pembangunan ini. Itu membuat kita lega, membuat Pak Jokowi bisa tidur. Ya kan? Bukan masalahnya wakil presidennya itu Pak apa si Giban. Bukan itu masalahnya ya. Tapi yang jelas bahwa ini berkelanjutan. Makanya kita selalu akan dorong kita akan di belakangnya terus. Hm. Nah, itu yang yang yang sekarang ini kami lakukan. I. Nah, jadi sekarang ini kalau seandainya dalam minggu-minggu ini ini pasti ada sesuatu kejadian. Hm. Oh, sebagai perkembangan lanjut dari ini ya. Iya. yang saya anggap sebagai sesuatu yang spesial ya itu Pak Jokowi datang ke Polda itu yang maksudnya itu kan move yang wah tadinya selalu tidak bergerak sekarang bergerak dan offensif gitu kan sederhana ya kan pokoknya sederhana kan ya. Nah kalau ee Mas Norman melihat misalnya kayak kemarin Pak Pak Prabowo menyatakan di hari buruh kan soal sampai buka baju iya begitu dekatnya. luar biasa aja. Nah, itu kan. Terus kemudian ada itu loh soal undang-undang perampasan ee apa undang-undang perampasan aset gitu misalnya kan. Itu kan cita-cita yang memang juga di dari awal ditegaskan oleh Pak Jokowi kan gitu ya. Itu kan bagian dari kelanjutan ya. Itu Anda ngelihatnya gimana itu ininya kelanjutan lambat-lambat ya. Jadi kita sudah kelihatan ya. Jadi di zamannya Pak Bro sekarang sudah kelihatan satu persip ee suaada pangan mulai terwujud. Enggak sampai setahun sudah bisa nih ketan pangan ini. Hm. Bahkan bisa juga keluar jual ke luar negeri. Ini kehebatan Prabowo. Yang kedua juga masalah korupsi itu juga harus digencar. Korupsi harus di terus. Heeh. Heeh. Terus tenaga kerja. Betul. Jadi pembangunan sekarang ini yang dilaksanakan harus bisa menyarap tenaga kerja sebanyak-banyaknya itu ya. Dan apa ada kan ada kayak upaya Satgas melindungi atau ini yang orang-orang yang kena PHK gitu kan. Itu kan upaya untuk memitigasi. Betul. Betul. Mitigasi kasus-kasus ee PHK gitu ya. itu bagian dari dari upaya keseriusan Pak Prabowo gitu. Tinggal sekarang ini para pembantu-pembantunya itu harus memahami benar apa yang diinginkan yang diharapkan oleh Pak Presiden Prabowo. Hm. Karena Presiden Prabowo ini kan orangnya ideologis, orangnya kan merah putih. Hm. Ya. Dia dekat dengan rakyat ini. Iya. I. Jadi pahamin dulu. Kalau kita paham itu ngelangkah juga enak. Hm. He. Apa yang kita lakukan juga aman itu. Iya. Iya. Contoh misalnya Menteri Pertanian. Hm. Luar biasa dia. Hm. Dihabisin tuh semua yang korup-kor di apa di pertanian. He. Yang korupsi-korupsi itu. I ya. Luar biasa. dan banyak lagi gitu. Nah, menurut Kang menurut Mas Norman, timnya Pak Brobowo ini seberapa jauh bisa menyerap atau memahami filosofi dan ideologinya Pak Prabowo? Ibaratnya ginilah, katakan aja misalnya Pak Prabowo itu sebagai coach ya, apa pelatih sepak bola gitu kan, menerap punya strateginya itu Tikitaka misalnya. Nah, seberapa jauh pemainnya itu bisa menyerap ee itu strategi dan filosofi coach-nya? Saya lihat. Jadi gini, setelah 6 bulan ini loh, 6 bulan, 7 bulan ini Anda ngelihat saya setahun ini bisa bisa menyesuaikan diri itu langsung. Kalau sekarang masih belum, masih cari selah. Oke, oke, oke. Cari selah semua. Cari panggung. Heeh. Heeh. Ya, kita lihat kan misalnya juru bicara apa? Oh, Hasan Nas. Iya, iya, iya. Itu kan. Nah, itu juga menarik itu. Ee KSP I enggak ada. Belum ada kelihatan. He. Heeh. Belum yang lain-lainnya. Budiman Sujatmoko. Iya. Itu kan teman-teman semua, Pak. Iya. Iya. Betul. Betul. Itu kan saya tegur. Kenapa? Karena kehadiran desa itu mewakili relawan, mewakili orang-orang yang ngendukung dia. Tapi kalau enggak ada kegiatannya malu kita. Hm. Enggak ada gebrakannya malu. Ya. Ya. Ya. Harus ada gebrakannya untuk kepentingan bangsa dan negara. He. Sekarang belum kelihatan. Ada bilang kalau bisa kalau bisa di apa di berhentikan aja di jangan gitu dong kan. itu kan di obrolan dengan ee Mas Budius di unpacking kan. Heeh. Jenengan juga nyinggung itu kan nyebut-nyebut Kodari gitu. Iya. Teman saya kok. He he dia cua-coba boleh dia di podcast di mana-mana. Iya kan? Enggak gampang. Gregetnya kurang ya menurut enggak ada. Belum ada ngomong. Belum adaan. Iya iya iya. Kalau seperti kayak si siapa si ee yang juru bicara Oh, Hasan Nasbi kurang dekat dengan Prabowo. Hm. Heeh. Alasannya susah banget ya. Enggak bisa dong, harus dekat. He. Heeh. Juru bicara. Iya. Iya. Tapi kan gini ee terkait dengan timnya Pak Prabowo ini kan ini kan juga selain soal tadi pentingnya mereka memahami filosofi dan ideologi Pak Prabowo ya ibarat pemain sepak bola itu harus paham filosofi iya filosofi pelatihnya gitu kan ee manajernya lah. Nah, tapi kan ada narasi tentang David Impera itu memecah. Jadi ada ini ada menteri-menteri yang orangnya Pak Jokowi istilahnya dengan orangnya Pak Prabowo itu kan misalnya kayak bocor alus kan narasinya begitu kan. Orangnya Pak Jokowi ini lebih loyal kepada ee Jokowi. Jadi ada narasi matahari kembar enggak itu. Nah itu gimana menurut Anda narasi seperti itu tuh upaya me sengaja mengadu domba sebenarnya enggak ada. H orangnya Pak Jokowi orangnya Pak Prabowo juga. H Prabowo juga kan menterinya Pak Ah iya. Gimana sih Pak Prabowo itu menteri menterinya Pak Jokowi ya? Pak Jokowi. Jadi jangan orang dia bisa kerja kenapa dipakai sudah kelihatan bisa kerja kok. Hm. Nah jadi jangan dipecah belahkan seperti itu. Jangan terpancing dengan yang gitu-gituan. Fokus saja. Iya. Dan Pak Prabowo juga menurut Anda enggak bakal terpancing ya sejauh ini enggak ya. Enggak saya yakin. Hm. Heeh. Heeh. Nah, itu tinggal bagaimana kekompakan. Bagaimana kita membangun bangsa ini kena negara kita negara gotong-royong. Rasa kebersamaan, smart. Hm. Apalagi nih di era global ni kita banyak tantangan. H heeh. He. Ya, yang ngincer kita juga banyak ya. Kita tata dulu ekonomi kita, kita tata dulu rakyat kita tidak lapar. H. Itu kan kons Pak Prabowo. Jangan lapar rakyat kita ya. Jadi kalau kalau lapar krisis kayak apa juga pasti akan anjlok. Tapi kalau kenyang krisis kayak apapun juga tetap masih bertahan gitu ya. Selain soal jangan lapar juga ini konsennya Pak Probo waktu pidato pelantikan ya atau pidato pertama itu yang dia bilang yang di MPR ya. Iya yang pokoknya minta dia keinginan utamanya itu adalah bikin rakyat iso ngguyu. Betul. Nah apa pakai bahasa guuyu itu ya kan. Benar. Benar. Benar benar. Jadi rakyat yang tersenyum gitu. Benar. Jadi rakyat yang puaslah gitu ya. I. Jadi itu sesuatu yang menjadi obsesinya Pak Pak Prabowo gitu. Nah, tapi kalau misalnya sekarang ini ee Mas Norman ini kan tantangannya lebih berat ya dari segi geopolitik, dari segi maksudnya tantangan globalnya ya. Nah, dengan situasi yang seperti itu, gimana Anda melihat pasangan Prabowo Gibran ini? Karena kan masalah-masalahnya bukan hanya dari faktor internal, domestik. Maksudnya bukan hanya domestik, tapi kan global kan. Nah, gimana menurut Anda itu? Misalnya contohnya yang kemarinlah ada kekuatan Cina dan Amerika kan. Oh, saling berhadap-hadapan gitu. Nah, Indonesia ini seberapa siap mengantisipasi yang kayak gitu-gitu di bawah kepemimpinan Prabowo Gibran? Saya rasa Pak Perbowo itu lebih siap ya. Hm. Ini kan politik luar negeri I. Ya. Nah, politik luar negeri kita ini kan bebas aktif. Hm. Ya, artinya kita juga jangan juga terjerumus dengan kepentingan Heeh. Heeh. perang antara ERC dengan Amerika persaing segala macam kita enjoy aja ya. Saya yakin Pak Brobowo bisa mengatasi gitu-gituan. He he he. Ya kan apalagi dia latar belakangnya dari militer ya. Jadi politik luar negeri juga kental. He. Saya yakin, saya percaya banget dia bisa atasi itu. Hm. Heeh. Ya kan? Dan memang kan bacaan Pak Prabowo dengan tentang geopolitik itu kan anu kan ee cukup cukup mendalam lah gitu ya. Betul. Udahlah yang gitu-gitu enggak usah diajarin lagi itu. Iya iya di atas kepala itu ya kan. Tinggal sekarang praktiknya aja. Heeh. Heeh. Praktiknya harus harus harus harus. Oke. Ya. Kita mau bikin negara apa sih? Negara yang liberal H apa negara yang sosialis apa negara Pancasila? Hm. Nah, kalau saya lihat Pak Jokowi ini masuk ke negara Pancasila yang sosialis. Pancasila itu pasti sosialis. He heeh. Heeh. Iya. Kan? Jadi, jadi watak Pancasila ya. Ya. Dan itu dilanjutkan oleh Pak Prabowo gitu ya. Iya. Ini Prabowo ini. Oh, i ini Prabowo yang saya maksud ini. Oke. Oke. I kan Pak Joke sudah apa meletakkan landasan-landasannya. Heeh. Tinggal ngelanjutin aja kok ini sebenarnya enggak susah. Heeh. Heeh. kekin alam kita masih terjaga ya preport bisa diambil terus di mana lagi yang sudah diambil oleh Indonesia tinggal diisi. H apalagi sekarang ada danantara. Hm. Itu luar biasa. Ternyata kekayaan kita hebat ini. Enggak perlu minta pinjaman luar negeri lagi. Kalau kita lihat danantara seperti ini anggarannya belum nanti bank emas. Nah, ini jadi saya yakin bahwa Indonesia itu akan nanti menjadi empat besar. Hm. Saya percaya itu. He. He. Kalau dikelola dengan baik. Iya. Kalau berpikirannya seperti ini sekarang ini, seperti Pak Jokowi, seperti Pak Prabowo. Iya. Nah, kita enggak tahu yang akan datang kalau misalnya presidennya ganti. Nah, kita enggak tahu. Iya. Nah, terus terkait ini ee Mas Kanjeng tentang ee saya tuh ee kan jenengan kan ngikutin nemani Pak Jokowi itu kan sejak dulu ya, sejak mendampingi Pak Jokowi kan sejak gubernur apa kan sampai sekarang. Nah, dengan Pak Jokowi sekarang ini sudah di Solo ini kira-kira gimana Anda melihat kiprah Pak Jokowi ke depan ya di luar soal tadi selain soal tadi itu soal menggebrak ee melaporkan para pemfitahnya, penuduhnya itu ke polisi gitu. Pak Jokowi gimana ini ee maksudnya ke depannya bagaimana ke depannya? Iya kan sebagai kan sekarang enggak men kalau yang kalau yang polisi ini kan kecil soal kecil. Iya iya. Heeh. Maksudnya yang Pak Jokowi ke depan ini mau apa yang akan dilakukan sangat dibutuhkan. Hm. Enggak yang akan dilakukan oleh beliau kan e muncul ide soal politik apa e partai super Tbk gitu misalnya kayak gitu-gitu. Saya tahu benar itu. Eh gimana gimana kalau itu saya di depan saya kok ngomong. Heh heeh heeh ya ini memang ide menarik tapi kalau dilakukan 10 tahun yang akan datang. Hm. Jangan mimpi kita gitu-gituan Pak. Pak Joko juga mengakui, teman-teman aja yang ngembusin sudah, Pak. Bikin partai TBK. I kan semua depan saya, depan kita-kita ngomong. Saya bilang, “Saya enggak mau jawab. Yang lain sudah setuju.” Saya paling enggak setuju karena saya saya diam berarti enggak belum ada komentar. Udah, Pak. Pak Pak Jokowi sudah seperti ini aja dulu. Seperti aja banyak orang yang nyari kok. Hm. seperti ini tuh maksudnya ya seperti yang misalnya di Solo nerima nerima tamu gitu kan masyarakat nanti kalau rumah-rumahnya A yang hadiah dari negara rumahnya jadi yang di Solo. Iya di kalau enggak salah di Karang Anyar tuh Pak. Oke. Itu luas itu. Hmm. Lebih nyaman kita berkumpul di situ. Oke. I mudah-mudahan cepat jadi kita. Hm. Kalau yang di jadi nanti Pak Jokowi akan pindah ke sana ya. Oh iya haruslah. Harus kita minta. Kenapa? Karena Pak Jokowi 2 24 jam dikunjungin orang dan Pak Jokowi itu luesapa aja oke. H nah itu dia bapak bangsa ya. Artis dia masih didengar. Iya. Termasuk Mahatir aja datang kan ke Solo. Makanya artinya Pak Perbau enggak akan mau ngelepas Pak Jokowi. Mau seperti apap pun juga tidak akan mau melepas. Dan menurut Mas Norman, Pak Prabowo tidak akan nganggap Prabowo ini sebagai saingan matahari kembar gitu enggak? Soalnya kan ada yang bilang gini misalnya ada yang bilang, “Udahlah Pak Jokowi jangan terlalu aktif deh.” gitu kan. Kan kesannya kayak Pak Jokowi itu nyari bikin panggung. Iya bikin panggung kan nemuin ini nemuin termasuk ya itu tokoh-tokoh tapi juga masyarakat. Apa kesannya kayak Jokowi ini enggak pengin ngelepas sebagai sebagai itu sebagai ee apa? pemimpin gitu ya. Sudahlah enggak usah aktif menurut Anda gimana? Enggak usah didengarlah. Itu kan orang-orang yang yang sempalan yang ngomong begitu. Iya kan? Kan kesannya gini kesannya kan yang datang itu kayak di rekayasa jadi enggak organik gitu loh. Yang datang ke Solo itu loh. Sekarang pertanyaan saya Pak Pak Perbowo merasa terganggu enggak? Kan tidak ya tidak merasa terganggu Pak Perbowo malah senang. Heeh. Heeh. I kan Pak Perbo itu enggak akan mau ngelepasin Pak Jokowi. Benar. Tidak akan mau melepaskan orang mau ngomong apakah tentang tentang Pak Prabowo mau matahari itu apa matahari kembar segala macam enggak didengar itu wah sehati gimana sih itu P. Iya iya iya. Jadi kayak apa namanya narasi-narasi pecah belah itu enggak mempan ya. Enggak mempan. Heeh. Heeh. Kita lihat aja lah ini kejadian yang kecil ini yang akan datang ini kita tonton kalau menarik apa saya datang lagi ke sini. Iya kan yang soal laporan itu ya laporan itu karena ini 10 tahun loh. Heeh. Heeh. Baru sekarang ngelapor itu kan semua juga kaget. Iya iya iya. Di luar prediksi mereka juga nih tahun-nya. Tapi Mas Nonman sudah menduga enggak sebelumnya bahwa Pakowi akan ngelapor? Sudah. Oke. Sudah. Kenapa? karena menyelamatkan relawannya Pak Jokowi. H menyelamatkan orang yang ngepen dengan Pak Pak Jokowi yang masih 80% mencintai Pak Jokowi. Betul ya. Tapi kan enggak bisa berbuat macam-macam kan merakyat kan ya kan. Waduh kasihan Pak Presiden saya digituin dan segala macam kan begitu kan. Bisa ngeluh bisa nangis sendiri. Iya. I iya tapi dengan adanya masuk ke hukum Heeh. ya sudahudah tinggal hukum aja yang bermain. Iya. sudah mengobati perasaan rakyat yang mencintai Pak Jokowi, relawan-relawannya. I itu pandangan saya itu. Oke. Oke. Ee Mas Norman, Kanjeng Norman terima kasih atas obrolannya dan ini saya harap bukan yang bukan yang terakhir ya. Siap. Siap. Siap. Pertama dan akan berlanjut. Siap. Siap. Matur nuwun Mas. Nggih. Nggih. Terima kasih ee atas obrolannya pemirsa. Sampai di sini dulu. Kita berjumpa lagi di episode selanjutnya. Oke.

Jokowers yang selama ini geram dengan berbagai tudingan dan fitnah terhadap Jokowi, kini bisa bernapas lega. Presiden Jokowi akhirnya mengambil langkah tegas dengan melaporkan para pemfitnahnya ke pihak berwajib. Apa alasan di balik keputusan ini? Simak selengkapnya hanya di Seruput Kopi bersama kanjeng Norman Hadinegoro!