Satu Persatu Terungkap! Gibran Diduga Narkob4 Ijazah SMA Abal-Abal!? Abraham Samad Siap Gantikan?
dia sudah melakukan pengkhianatan ini terhadap Presiden Prabowo. Hukum itu adalah produk politik. Oke. Ini sesuai kebutuhan. Ee pembagian bansos kemarin bantuan sosial juga menggunakan pribadi tapi dia tidak melihat bahwa dia itu adalah seorang parti presiden yang melekat jabatan publik. Lalu lantas Gibran yang bahkan ijazahnya juga bisa kita duga ijazah SMA itu kan enggak beres juga dia kata terima kasih ini kan representatif gitu. Artinya okelah beliau orang yang demokratis. Tetapi kalau dilihat lebih jauh bahwa respon Presiden Prabau ini apakah karena beban perasaan beliau atau gimana? Semua dewan-dewan yang ada di Senayan saat ini adalah orang-orang yang sudah punya afiliasi politik dengan kekuasaan. Dengan adanya pertanyaan tadi, Pak Prabowo itu sedang melakukan perlawanan terhadap Jokowi, pikiran jiwanya itu seirama dengan kemauan jiwa seorang presiden. Siapa kira-kira? Ya, Pak Abraham Samad itu sangat cocok. Pap sangat layak. Bung Rifai sebagai aktivis politik ini melihat usulan pemaksuran Pak Gibran ini ya. E kira-kira apa pendapat Bung Rifa ini? Jadi salam hormat buat saudaraku bahwasanya ketika saya menyimak dengan teliti dan saya sungguh-sungguh mengamati dan membaca tentang beberapa poin-poin terkait dengan di antara satu yang menjadi pembahasan itu. Padahal ada beberapalah poin-poin yang krusial. Iya. Pertama misalnya soal juga IKN, soal pagar laut dan lain-lain di Tangerang yang saya juga ikut terlibat dalam proses pembongkaran itu dan saya sangat sungguh-sungguh ikut mengamati itu. Tetapi kalau berbicara dalam poin yang paling krusial i yang sekarang ini menjadi bom waktulah bagi masyarakat untuk menjadi topik yang paling trending. Iya. Yaitu adalah tentang bagaimana pemaksulan pemaksulan. Oke. Terhadap Bapris Gibran ini. Gibran. Apa pandangan? Pandangan saya itu adalah yang paling rasional. Saya tidak melihat dinamika politik itu dengan irasional atau emosional. Saya melihat secara rasionalnya bahwasanya he ketika kita melihat usulan yang dari para jenderal jenderal ada juga lima jenderal ya bintang empat yang kemudian melakukan kajian. Lalu itu adalah bagian dari aspirasi mereka. Oke. Aspirasi itu kita tidak bisa apa ya, kita tidak bisa mengatakan itu adalah inkonstitusional. Nah, ini yang menjadi menarik ini yang menjadi menarik itu bahwa ketika ee aspirasi itu dilihat dari dilihat dari sisi yang inkonstitusional e sebagai seorang yang ee berada di kolam politik ya, Bung Rifa ya. Ini kira-kira apa pandangan soal inkonstitusional ini? ini sementara aspirasi ini harus bertabrakan dengan situasi yang ada presiden sebelumnya gitu ya. Jadi kalau kita melihat itu menarik untuk kita diskusikan pada sore hari ini, Saudaraku. Karena begini, banyak orang yang kemudian tidak memahami tentang sejarah. Apa itu sejarah? Sejarah itu adalah salah satu hal yang sudah terjadi di masa lampau tentang bagaimana sebuah pembentukan negara lalu kemudian ee pembentukan undang-undang. Lalu kemudian kita ini kan sangat panjang melalui proses bernegara ini. Oke. Heeh. Sampai pada 98 Soarto tumbang. Lalu kemudian kita semua bersepakat para senior-senior juga kemudian yang memperjuangkan reformasi lalu kemudian bersepakat untuk menganut sistem demokrasi. Nah, sistem demokrasi ini kan dia kemudian ee memberikan ruang kebebasan kepada masyarakat untuk memberikan aspirasi. Nah, ini adalah bagian dari aspirasi para mantan jenderal yang kemudian mereka melihat secara rasional bahwa persoalan bangsa ataupun persoalan negara saat ini yang kemudian dipimpin oleh seorang Wapres Gibran yang secara apa namanya? Secara kapasitas ataupun secara kemampuan itu dia tidak memiliki intelektualitas, tidak memiliki integritas, bahkan moralitas yang kemudian yang menjadi problem ketika proses Gibran menuju ke kursi. singgahsana di kursi dua ini. Ini kan juga sebetulnya adalah sebuah yang kalau kita bisa katakan itu adalah sebuah pelanggaran. Apa itu pelanggaran? Itu dari jalur konstitusi berarti dia sudah inkonstitusional. Karena ketika dia melalui proses ee sampai pada Cawapres pada waktu itu dan kemudian dia terpilih itu kan di kita lihat dari perjalanan di MK. Oke. Itu kan paman kandungnya, paman Utsman itu yang kemudian sebagai ketua. Tetapi setelah itu kan dia juga kemudian diberikan sanksi bahkan ketika dia dipecat kalau tidak salah oleh Mahkamah Kehormatan. Mahkamah MK MKMK MKMK itu. Nah, oleh sebab itu menarik kalau kita melihat beberapa senior-senior kita berbicara terkait dengan oke ee usulan ini ya. Presiden itu ataupun wapres itu bisa diimpulkan, bisa melalui jalur konstitusi. Apa itu jalur konstitusi? Jalur konstitusi itu melalui apa namanya? DPR. DPR ya. Kemudian DPR ke MKMK lalu kemudian ke MPR. Heeh. Itu proses konstitusional. Apa kemudian inkonstitusional? Tidak ada. usulan yang disampaikan oleh para wapres ini eh para mantan jenderal ini terkait dengan inspem terhadap Gibran ini. Mereka karena melihat ada ketidakberesan di dalam kepemimpinan Gibran ini sebagai Wapres. Apa apa saja yang ketidakberesan kalau melihat dari sisi ee bahwa ee mereka adalah sebagai pejabat negara ya berarti harus berhadapan dengan hukum. Apa celah hukum yang bisa bisa menjamin menggaranti bahwa Pak Gibran ini layak untuk diimpe gitu ya. Nah, jadi pertama ini sangat urgen itu adalah persoalan gibran ini kan sudah saya melihat kemarin itu ada berita terkait dengan pembagian He. Oke. Bantuan. Oke. Pembagian bantuan bansos itu. Nah, bansos ini kan dia tidak mengatasnamakan negara. Oke. Oke. Dia mengatasnamakan ee Bapres. Wapresnya dan dia tidak terlepas masih melekat jabatan Wapresnya. apapun yang dilakukan secara pribadi tetap masih melekat dengan jabatan sebagai wakil presiden. Oleh sebab itu dilihat dari pergerakan Gibrani dia sudah banyak melakukan pengkhianatan. Nah, salah satu Undang-Undang Nomor 7 bahwa Presiden atau Wakil Presiden bisa diinfishment bilamana dia melakukan pelanggaran hukum berat. Hukum. Oke. Pengkhianatan, He. Ataupun menggunakan narkoba. Oke. Heeh. Itu yang kemudian bisa diinpedim. ataupun kemudian yang tadi ada satu poinnya itu adalah pengkhianatan. Pengkhianatan dia sudah saya melihat dia sudah melakukan pengkhianatan ini terhadap Presiden Prabowo. Oke. Artinya apa yang kemudian dilakukan Gibran itu adalah bagian dari ee strategi politik manuver untuk kepentingan politiknya. Iya. Manu politiknya untuk bagaimana mendiskreditkan seorang presiden untuk kepentingan mungkin mungkin ya di 2029 bisa jadi dia dicalonkan. berarti secara tidak langsung bahwa ada keretakan internal dong di dalam Prabow e koalisi Prabowoan ini gitu. Iya, itu menarik karena kita melihat ini bahwa ada dua matahari ini juga menjadi diskusi yang sangat fenomenal saat ini di ruang publik. Oke. Nah, oleh sebab itu ada satu kekhawatiran oleh para jenderal ini bilamana Gibran ini kalau dilihat juga dari kemampuannya, intelektualnya, kemudian integritasnya, moralitas ini yang kemudian dikhawatirkan oleh para jenderal ini. Bahkan kita sebagai aktivis politik yang memang punya disiplin ilmu politik itu kalaupun Gibran ini tidak di dipersoalkan tentang bagaimana jabatan dia ini, maka ke depan itu kita ini tidak punya ruang. kita jauh-jauh kemudian melakukan ee pembelajaran di ruang apa di ruang formal kampus. Lalu kemudian kita keluar karena memang dikhawatirkan itu adalah salah satu dinasti politik ini akan tetap berkembang. Oke. Was-was diasti politik ya. Tapi itu ada satu kekhawatiran kekhawatiran di situ. Nah, kalau kita melihat lagi soal delan poin itu usulan dari forum for forum punafiran TNI ini dari delan poin itu hanya poin kedelapan yang diberikan penekanan khusus soal usulan pemaksulan. Sementara dari situasi yang berjalan bahwa ee mereka ingin mencari celah gitu kan, celah hukum yang layak untuk Gibran untuk dimakzulkan dan sebagainya. Tapi sampai saat ini belum. Dan seperti indikasi yang tadi ee Bung katakan bahwa saat pembagian bantuan kemarin mengatasnamakan Wapes Gibram. Tetapi ee apakah ada indikasi lain dari tujuh poin itu yang artinya kenapa hanya poin-poin kedelapan gitu. Sementara poin-poin yang lain itu punya urgensi juga terhadap kepentingan negara gitu. Iya. Jadi kalau berbicara dari 1 sampai 7 poin itu memang persoalan soal pagar laut itu pagar laut IKN IKN dan lain itu artinya itu perampasan tanah perampasan hak milik rakyat ya tanah ulah itu juga menjadi persoalan tetapi karena memang kita harus melihat bahwa persoalan-persoalan itu kan di zaman Pak Jokowi. Oke. Nah, kalau kita berbicara dalam sistem bernegara itu bahwa Indonesia ini kita melihat di zaman 10 tahun Pak Jokowi itu dia apa? Dia itu menggunakan oligarki menjadi dinamisator dan fasilitatornya dia dalam hal kepemimpinan. Nah, kalau kita kembali menarik dari berbagai di berbagai negara termasuk di Meksiko Heeh. Oke. Itu kan mereka kemudian menggunakan kekuatan karter narkoba untuk bagaimana men apa namanya memperlancar apa mereka ada afiliasi untuk bagaimana mereka meng loloskan mereka punya agenda-agenda strategis dalam negara itu. Nah, oleh sebab itu sebetulnya itu hal-hal yang juga paling krusial dari soalan pagar laut. Tetapi itu kan sudah diperjuangkan hanya karena yang saya bilang tadi kembali lagi pada kekuatan politik. Kekuatan politik. yang di mana Jokowi itu sangat cerdas dalam memainkan peran politiknya untuk mendistribusikan orang-orangnya dia yang kita sebut dengan geng Solo berada di lingkaran-lingkaran strategisnya Jokowi eh Prabowo. Nah, oleh sebab itu kekhawatiran ini yang menjadi salah satu poin yang di antara poin itu yang poin terakhir itu bahwa oke tidak bisa ada cara lain selain bagaimana Gibranya ini harus dimaksudkan. ini antisipasi untuk ke depannya bilamana misalnya kita itu ini adalah satu kekuatan ee yang supranatural ya. Oke. Kita tidak bisa meng apa ya menentukan satu hal yang bisa terjadi ke depan. Tapi kita sebagai manusia harus punya antisipasi. Antisipasi. Antisipasi bilamana Prabowo dalam perjalanan Pak Prabowo itu mungkin secara kesehatan, secara fisiknya. Iya. Ah, kita tidak tahu ini hal takdir. Tetapi kalau misalnya terjadi hal seperti yang tidak diinginkan, maka Gibran akan menjadi pemimpin kita.Oke. Yang negara Indonesia ini negara yang begitu kompleks. Iya kan? Dia ini bukan negara melting. Jadi kompleksitasnya besar dengan kemampuan Gibran Ia yang tidak mampu dan ketidakmampuan Gibran yang tidak bisa menjawantahkan apa yang kemudian menjadi tanggung jawab kita bersama ini. Baik berarti dari sisi bagaimana mengokretasi negara ya artinya Gibran sebagai pembantu presiden jika terjadi sesuatu pada presiden kita ya. Nah, kalau kita melihat bagaimana kemarin tanggapan dari Pak Presiden Prabowo ketika e menerima surat e petisi itu dari Forum Purnawiran TNI, beliau mengucapkan terima kasih dan mendelegasikan Pak Wiro, ya untuk menyampaikan itu kira-kira ee walaupun ee apa ya kita berasaskan pada trias politika ya, bahwa yudikatif, legislatif, dan eksekutif bahwa ada presiden punya keterbatasan dalam hal-hal seperti itu. Tetapi apa pandangan Bung ketika melihat bahwa presiden harus mengatakan ada keterbatasan sementara mereka adalah lembaga yang pemerintah. Berarti evaluasi yang cukup mendalam terhadap sistem kinerja mereka. Salah satunya Wapers Gibran yang di mana menjadi salah satu pembantunya jika terjadi sesuatu pada pada ee Presiden Prabowo. Apa tanggapannya itu? Ee Pak Prabowo sebagai presiden dia sangat demokratis. Demokratis ya. Dia sangat demokratis. Artinya apa? Setiap aspirasi masyarakat dia terima. I. Bahkan dia ketika didemo oleh mahasiswa yang dengan arus kekuatan yang begitu besar, tetapi beliau tidak kemudian seperti Pak Jokowi sebelum-sebelumnya, sering kabur atau ke luar negeri atau ke daerah. Iya kan? Tetapi beliau kemudian tetap memberikan ee statement artinya siap menerima apapun kritik, bentuk kritik yang penting kritik yang rasional, ya. Nah, dari kemudian ketika para jenderal yang kemudian memberikan satu usulan terkait dengan pemaksulan itu kan dia menerima menerima. Oke. Pak Prabo menerima dan dia mengutus Wiranto. Pak Wirasi yang membicarakan. Nah, poin-poin yang disampaikan oleh Pak Wiranto itu juga sesuai dengan arahan Presiden bahwa semua itu tidak ada yang ketidakmungkin. Semua ini bisa jadi mungkin. Karena saya tuh meyakini karena hukum itu adalah produk politik. Oke. Ini sesuai kebutuhan. Oke ya. Bila ada tekanan masyarakat atau ya masyarakat ya pada umumnya ketika melakukan demonstrasi misalnya untuk ya pemaksulan terhadap giban bisa jadi berarti gerakan rakyat yang akan rakyat jika trias politika ini tidak berlak tidak berjalan. Kalau trias politika ini lagi-lagi kalau berbicara dalam konteks trias politika ee ini kan soal konstitusi trias politika karena orang memandang bahwa oh iniusional tapi dalam trias politika membandang sebagai konstitusi. Trias politika lebih memban soal prosedural dan juga celah hukum. Nah, bagaimana dengan gerakan rakyat? Iya. Makanya saya bilang kalau berbicara itu harus kita berbicara dalam dua aspek dalam proses ini, yaitu substansi. Substansi oke dan prosedural. Oke. Nah, kalau dalam aspek prosedural, maka kita harus melalui tres politika ini. Ya, ada keterlibatan dewa DPR ya kan. Ketika diusulnya usul ke DPR, maka DPR kemudian melakukan ee sidang rapat untuk memberi langsung berkomunikasi ke yudikatif MK. Ah. Lalu kemudian MK kembali lagi ke MPR. Artinya proses ini butuh waktu. Kita harus mengakui itu. Butuh waktu yang sangat panjang. Dan kemudian kalau melihat dari proses ini kan PDIP, partai-partai yang punya kekuatan di dalam parlemen itu sebagai oposisi itu hanya PDIP. E PDIP tidak berperan lagi oposisi sekarang. Mitra kritis. Mitra kritis ya artinya dilihat dari semua partai itu hanya PDIP sebagai mitra krisis ya. Kritis tapi oposisi juga ya. I mereka kabar sekarang bahwa mereka oposisi lebih kepada Pak Jokowi dan Gibran, tidak kepada Presiden Prabowo gitu. Ah, itu ya. Makanya saya bilang kalau misalnya Puan punya keberanian dan partai-partai Kim yang bergabung di dalam Kim ITKM plus ini, maka mereka harus kemudian melihat juga. Tetapi kalau kita berbicara dalam konteks prosedural itu memang butuh waktu prosedural. Oke. Ada transaksional politik di dalam ruang parlemen. Itu yang kemudian bisa menentukan Gibran ini dimaksud atau tidak. Tapi itu proses. Oke. Ah, kita kembali lagi pada kekuatan partai politik yang punya representasi di DPR, punya keterwakilan di DPR. Tapi kalau kita berbicara tentang substansi, heeh. substansi itu berbicara hal yang sudah terjadi. Oke. Hal yang nyata. Oke. Fakta, realitas. Nah, realitasnya apa? Gibran ini memang dia tidak punya kemampuan dari proses kemud proses e apa namanya? perjalanan menuju ke pencalonan pencalonan sampai dia menjadi wakil ini juga kan memang oke itu tidak cacat cacat gitu tidak relevan dengan oke apa namanya dilihat dari ya undang-undang konstitusi itu kan dia melanggar sebetulnya oke. Nah, bagaimana nih Bung Rifa melihat bahwa ada yang mengatakan bahwa ee bukti-bukti atau dugaan-dugan akun Fufu Fafa sebelumnya itu ee dinilai lemah untuk mengangsulkan Bang Gibran karena sampai sekarang kan belum menyatakan bahwa itu milik Gibran. Dan bagaimana Abang melihat kalau dilihat sebagai presiden, kalau Abang bandingkan juga dengan soal keputusan MK lalu dampak yang terjadi setelah keputusan MK itu keluar, paman Utsmannya harus diberi sanksi dan diberhentikan oleh MKMK. Bagaimana Bang lihat apakah ee pernyataan orang yang menyatakan bahwa Fufu Fafa ini ee akun Fufu Fafa ini lemah? Apakah bagi Bung Bung Rifa itu adalah sesuatu bukti yang kuat untuk mendukung itu atau gimana? Ya, jadi ada banyak faktor pendukung. Ada faktor pendukung untuk bisa ee melihat dari persoalan-persoalan Gebran. Salah satunya Fufava itu. Fufu Fafava itu saya juga bagian dari melakukan kajian juga. Oke. Secara forensiknya melalui secara digitalisasi oleh He e Pak Ruis Surio kan saya juga dekat. Tapi oke di situ memang kita melihat secara apa namanya substansi secara fakta realitas memang itu adalah akunnya dia. Akunnya dia. Tetapi ada satu kekuatan politik yang saat ini tidak mampu untuk bisa membuktikan secara hukum. Kenapa? Karena hukum yang tadi saya bilang tadi bahwa hukum ini adalah produk politik. ketika punya kekuasaan maka bisa mampu mengatur ini hukum. Betul. Oke. Dan kita melihat bahwa kita punya hukum atau para penegak hukum ini juga di zaman 10 tahun kepemimpinan Jokowi itu sudah apa? Sudah mengalami degradasi. Degradasi. Apa itu degradasi? Penurunan tentang moralitas, tentang apa namanya? Ee integritas mereka, konsistensi mereka itu sudah ada, sudah enggak ada. Ah, oleh sebab itu akun Fufu Fafa itu sebetulnya menjadi salah satu kekuatan juga karena Gibran ini dia masalah. Heeh. Apa masalahnya? akun Fufu Fava. Lalu kemudian prosesnya sampai dia jadi wakil presiden atau kemudian dia melakukan apa namanya ee pembagian bansos kemarin bantuan sosial juga menggunakan ya pribadi tapi dia tidak melihat bahwa dia itu adalah seorang wakil presiden yang melekat jabatan publiknya. Oke. Jabatan politiknya itu dia tidak sadar arti mencederai asas cita. Jadi dia sudah mencari cita itu karena memang saya itu pernah melakukan demo. Jadi ketika kita demo waktu itu saya juga melalui banyak tekanan terkait dengan bagaimana Gibran ini harus dimaksudkan. Oke. Bahwa Gibran ini tidak layak jadi wakil presiden. Karena kami yang dikirim jauh-jauh dari Nusa Tenggara Timur di pelosok sana datang ke Jakarta ini untuk bertarung. Apa itu pertarungan? Pertarungan untuk bagaimana menjadi kaum intelektual. Oke. Dan kita belajar di kampus dengan keterbatasan kita. Kemudian kita mendapatkan ilmu. Lalu lantas Gibran yang bahkan ijazahnya juga bisa kita duga ijazah SMA itu kan enggak beres juga dia. Oh iya. Iya. Jadi ijazahnya juga secara administrasi legitimasinya tidak jelas. Nah ini yang kemudian saya sudah melakukan perlawanan dari dulu. Bahkan saya dikecam dan lain tapi ini tidak kemudian menurunkan semangat juang kita. Berarti ada faktor lain juga yang belum terungkap di publik secara menyeluruh ya gitu. Seperti dari faktor akademis bahwa ijazahnya i secara akademis. Tapi ada dugaan bahwa dia juga terlibat dalam ee ee narkoba atau enggak itu bagaimana Abang? Karena yang bergerak di ruang itu orang-orang yang dalam digital. Nah, jadi itu menarik itu isu duga belum tuduhan ya. Betul. He banyak isu. Oke. Tetapi kalau kita melihat kalau Gibran itu bukan sebagai pejabat publik ketika dia mengkons mengkonsumsi narkoba misalnya ada isu seperti itu, itu silakan. Tetapi sebagai pejabat publik ataupun sebagai wakil presiden, sebagai seorang leader itu dia harus kemudian tidak boleh terlibat dalam hal itu. Nah, tetapi isu itu menurut saya secara pribadi dugaan itu pasti ada. Pasti dugaannya ada. Dugaannya ada bahwa dia ikut terlibat dalam mungkin mengkonsumsi ya. narkoba. Tetapi kita melihat dari he pribadinya gestur gestur. Oke. Itu memang ada dugaan itu. Ada dugaan ada dugaan sejauh ini ee dari dugaan-dugaan itu ada pengembangan enggak gitu? Pengembangan dalam dugaan gitu ya. Kalau jadi begini, kalau persoalan gibran ini sekarang ini memang kalau dalam konteks narkoba itu saya pikir itu sulit untuk dibuktikan saat ini. Bahkan kasus-kasus yang lain yang diduga banyak persoalan-persoalan, pelanggaran-pelanggaran yang lain itu kan banyak. Tapi dilihat dari kekuasaan saat ini kan memang Jokowi masih punya kekuatan. Oke. Apa itu kekuatan Jokowi? Jokowi mampu mendistribusikan orang-orangnya dia he di jabatan-jabatan strategis di kementerian. Oke. Bahkan dugaan juga bahwa ee di tubuh apa namanya penegak hukum entah itu di di jaksa ataupun di polisian itu dugaan Jokowi masih punya kekuatan untuk mampu bisa mengintervensi itu. Ah oleh sebab itu kalau kita melihat daripada persoalan yang menjadi topik utama kita terkait dengan pemaksulan ini, soal impenmen ini bisa bisa terjadi secara secara konstitusional. Jadi ketika orang bilang inkonstitusional itu menurut saya itu tidak itu salah. Oke. Karena ini demokrasi negara kita sistemnya demokrasi. Oleh sebab itu misalnya ketika para mantan purnawirawan atau para jenderal ini ketika mereka mungkin melakukan gerakan ya kan gerakan ekstra parlemen oke untuk melakukan demonstrasi mendesak kepada pihak-pihak terkait untuk bagaimana memeriksa GBAN atau memaksulkan Gibran itu saya pikir bisa. itu tidak ada yang tidak mungkin kekuatan dari gerakan R iya kekuatan massa wong Pak Harto aja ditumbangkan dengan kekuatan yang begitu besar ya rasional ya berdasarkan fakta masa lalu fakta itu rasional kemudian kita lihat di Bangladesh dan lain-lain iya kan seorang apa presiden, pemimpin diusir dikejar perdana menteri kan bisa saja di Indonesia bisa saja kalau memang situasi yang tergantung nah apa tergantung tadi kebutuhan nah hukum ini soal kebutuhan yang tadi saya sampaikan bahwa ketika selera politik he tergantung selera. Kalau selera politik mampu untuk bisa melakukan ee apa namanya pemaksulan melalui konstitusional yang tadi kita bilang ya melalui tres politika ya dari DPR sampai ke apa namanya ke MK lalu MK ke MPR untuk memutuskan bahwa Gibran ini dengan apa macam kajian-kajiannya yang bukti-bukti yang ada maka bisa saja. Oke. Meskipun lama prosesnya. Nah, sekarang kalau kita melihat bagaimana uzuran pemangzuran ini, banyak yang melihat dari berbagai sisi ya. Salah satunya itu dari sisi bahwa ini soal kepentingan politik. Ee ada juga yang melihat sebagai suatu kecemasan bahwa negara kita dipimpin jika terjadi sesuatu pada presiden kita dengan karena berdasarkan faktor kesehatan dan sebagainya. Tapi ada hal-hal yang dari keresahan dan kepentingan politik. ini yang menjadi sesuatu ambigo gitu ee bahwa ee apa ya kalau dilihat lebih jauh bahwa Gibran ini sedang diorkestrasi untuk menuju 2009 ya melalui legasi Pak ya ayahnya dan juga orang-orang dalam Kimples yaitu para menteri para menteri ya para menteri yang masih terus ee melakukan loyalitas ganda gitu. Nah, terhadap Presiden Prabowo ini apakah ee ee Bung Fain sebagai artis politik melihat lebih jauh apakah ada keretakan yang internal gitu yang mungkin tidak muncul di publik gitu? Bahwa dengan ee adanya ketika Presiden Prabowo menerima surat petisi itu kemarin, dia mengatakan terima kasih. Kata terima kasih ini kan representatif gitu. Artinya okelah beliau orang yang demokratis. Tetapi kalau dilihat lebih jauh bahwa respon Presiden Prabowo ini apakah karena beban perasaan beliau atau gimana? Nah, jadi menarik menarik ini saya melihat bahwasannya ketika banyak e usulan itu lalu kemudian diterima ya oleh Prabowo dengan senang hatilah berarti ketika kita melihat secara rasional itu ada kertakan. Oke. Nah, ada satu keberanian itu yang patut kita berapresiasi kepada Pak Prabowo. Sebetulnya Pak Prabowo itu adalah orang yang sangat orang yang kesatria, nasionalis. Dia itu orang yang sangat saya kagumi. Oke. karena setiap pidatonya apalagi yang kemarin terakhir ya di ini ketika Mayde itu di Indonesia salah satu presiden yang kemudian hadir dan memberikan pidato politik berapi-api lalu kemudian dia ingin memberantas korupsi dan memberikan kelayakan hidup bagi para buruh dan kemudian dia ingin menjadi satu perempuan apa Marsina jadi pahlawan nasional itu adalah satu keberanian satu keperkasaan seorang presiden yang patut kita beriapresiasi. Oke. Nah, Prabowo ini kalau pertanyaan tadi itu menarik untuk ee kita diskusikan ini. Saya berani juga dengan sangat vulgar mengatakan bahwa Pak Prabowo itu sebetulnya dia dalam cengkeraman Jokowi. Oleh sebab itu, ini adalah salah satu strategi politik mungkin para jenderal ini sebagai spion, sebagai pion untuk bagaimana memberikan satu rekomendasi untuk bagaimana nanti ditindaklanjuti melalui MK MK MPR ya. Oke. Ya, mungkin melalui DPR ya, melalui tres politika ini. Oke. Heeh. Jadi, DPR melalui Yudikati artinya dengan mengatasnamakan keterbatasan beliau sebagai ee eksekutif dilimpahkan kepada ee legislatif dan yudikatif begitu ya. Bisa jadi salah satu kalau memang kekuatan ini kan dari eksekutif. Oke. Baik. Jadi triias politika ini kan yang mampu bisa mengatur DPR. He. Bahkan bisa mengatur yudikatif. Oke. Itu hanya eksekutif. SPT saya itu melihat dalam sistem demokrasi di Indonesia ini belum ada satu kekuatan DPR mampu memberikan satu tekanan politik dari DPR. Oke. Secara kelembagaan ya. Karena apa? Semua dewan-dewan yang ada di Senayan saat ini adalah orang-orang yang sudah punya afiliasi politik dengan kekuasaan. Oke. Partai politiknya itu sudah berafiliasi. Habis semua ketua partai itu ada di jabatan strategis. strategis di menteri di kementerian. He he. Nah, maka maka dari itu saya melihat Pak Prabowo ini adalah salah satu kesatria yang kemudian dia juga harus mempunyai keberanian bilamana ketika beliau tetap di dalam cengkeraman Jokowi maka dia tidak mampu bisa merealisasikan semua visi- misi yang sudah dikampanyekan pada waktu Iya. Pil as citanya itu delan poin itu. Nah, iya asa cerita itu. Nah, oleh sebab itu dengan adanya pertanyaan tadi Pak Prabowo itu sedang melakukan perlawanan terhadap Jokowi dan ketika kita melihat pidato politik Prabowo itu, Prabowo itu sangat bersemangat tetapi Prabowo juga dia harus tahu di dalam lingkaran istana ini itu kan ada orang yang saling intip. Oke ya. Orang yang saling intip. Kita pahamlah bagaimana ee dinamika politik dalam kekuasaan. I kita paham betul. Cuman Pak Prabowo tidak boleh kelamaan. Jika memang Pak Prabowo itu seorang kesatria, seorang patriotik, maka kemudian Pak Bro harus punya keberanian untuk bagaimana menerima usulan. Iya kan satu rekomendasi dalam delan poin itu. Tetapi yang poin pertama itu eh poin yang paling krusial itu adalah poin tentang pemaksulan. Nah, kalau kita melihat dari persoalan-persoalan yang Gibran ini, itu bisa terbongkar bilamana ada kekuatan politik di dari dalam istana itu mampu melakukan perlawanan. Berarti dilihat bahwa itu masih dalam bentuk indikasi ya, indikasi bahwa itu manuver-manuver politik ee dengan pernyataan presiden kita menyatakan ada keterbatasan beliau lalu mengutus Pakanto sebagai penasihat untuk meneruskan itu. Nah, kalau kita melihat lebih jauh nih ketika ee ee pernyataan beliau itu ee ditanggapi kemudian ee di disampaikan kepada parlemen ya dalam situasi parlemen di sana parlemen Pak Ahmad Nuzani dan Pak dari sekian banyak parpol ya yang memberi memberikan kekuat apa memberikan tanggapan bahwa validasi bahwa Gibran wakil presiden yang sah dan sebagainya. Kira-kira apakah ada hal-hal yang bisa diragukan dari pernyataan mereka gitu? Soalnya kalau kita lihat dari Golkar ya, Golkar e cukup bersemangat ya dari wakil ketuanya itu mempertahankan kibran wakil presiden yang sah dan sebagainya. Dan kita tahu bahwa ee kedekatan Ketua Umum Golkar dengan Presiden Jokowi ini kan ee bisa di bisa kita analisa lebih jauh gitu kan. Sementara tanggapan dari ketua MPR dan sebagainya itu lebih lebih kepada pandangan yang konstitusional. Lebih kepada pandangan konstitusional. Artinya mereka itu sendirilah yang bisa memberikan konsensus gitu. Bagaimana pandangan AB? Ya, jadi satu legitimasi itu sebenarnya yang dari DPR, tapi yang tadi saya bilang bahwa DPR sekarang ini sudah terkontaminasi dengan kekuasaan. Semua ketemun-tekun partai berada dalam lingkaran istana mendapatkan jabatan yang sangat strategis. Apalagi ee Pak Jokowi punya kekuatan itu di mana dia mampu merekomendasikan para ketum partai yang diduga keras bahwa itu adalah orang-orangnya dia, jongos-jongosnya dia. Ya, saya berani berbicara itu. Misal Pak Zulkiasan oke ee kemudian Bang Bahlil dan lain-lain itu adalah bagian dari orang-orangnya Jokowi. Nah, sehingga ketika ketua partai sudah berada di dalam lingkaran kekuasaan, maka sudah barang tentu dia punya kekuatan juga untuk mengintervensi pasukan-pasukannya, kader-kader partainya yang ada di parlemen. Oke. Nah, sehingga kalau misalnya Pak Prabowo mampu mengambil sikap politik yang kuat, maka dia mampu bisa memberikan tekanan juga politik kepada jongos-jongosnya Jokowi ini. terkait jongos-jongosnya he Pak Jokowi yang didistribusikan, yang ditempatkan di jabatan strategis pemerintahan ini, ini yang kemudian bisa mengintervensi mereka punya kader-kader yang ada di parlemen. Oke. Ah, jadi sebetulnya kalau kita melihat dinamika politik secara substansial, maka Pak Prabowo ini memang dia harus butuh dukungan dari rakyat. Oke, berarti indikasi langkah kemarin di May itu itu salah satu langkah kemarin itu saya sebagai salah satu aktivis politik yang dengan cermat mempelajari bagaimana melakukan kajian tentang dinamika politik yang ada saat ini di Indonesia itu saya menduga dan bahkan saya menghakul yakin itu adalah bagian dari strategi harus Pak Prabowo itu dia harus merangkul rakyat, dia harus merangkul-merangkul masyarakat karena memang kita tidak bisa mengatakan rakyat itu tidak mampu untuk bisa melakukan pemaksulan. Bisa. Nah, sekarang kalau orang melihat ketika e ada pandangan ketika ee forum perwerani ini memberikan petisi ini, banyak orang dari pihak-pihak sebelah yang tadi katakan orang-orang yang ee harus mengcounter balik ya soal pernyataan menolak pemaksulan ini. Ada yang mengatakan ini barisan sakit hati, barisan yang kalah di Pilpres kemarin ee dan orang-orang yang merasa tidak mendapatkan kebagian jatah dalam dalam ee jabatan dan sebagainya. Ini apa pandangan Abang? Kan abang berada sebelumnya kan mendukung salah satu pasukan bukan Prabogran juga. Iya. Saya mendukung Pak Anis. Mendukung Pak Anis kan. I karena memang ini yang layak jadi presiden republik dengan negara yang begini kompleksitasnya sangat besar itu Anis Baswedan dengan kemampuan itu sudah tidak diragukan. Tapi kalau mungkin ada yang mengatakan bahwa ini adalah barisan sakit hati karena tidak mendapatkan kekuasaan lalu kemudian melakukan kritis terhadap Jokowi ataupun Prabowo ataupun dengan dinamika pemerintahan saat ini itu mereka itu keliru dan hampir semua itu adalah buzer. Bzer itu baser-baser yang sudah disewakan. saya tuh tidak pernah merespon dengan serius atau menanggapi dengan serius terkait dengan bagaimana dinamika dalam berargumentasi di medsosok ataupun secara langsung saya juga melihat orang-orang itu saya tahu jelas orang-orang ini yang patut kita layani ataupun kita tidak layani. Tetapi menarik sebetulnya di republik ini selama 10 tahun kepemimpinan Jokowi itu dia sudah mampu menciptakan para Basri ini untuk mengcoer orang-orang kritis. Oke. E untuk melemahkan dengan cara-cara intimidasi dan lain-lain. Semua perangkat-perangkat kekuasaan waktu itu hampir dikuasai oleh beliau. Oke. Dengan salah satu strategi politik yang paling biadab, yaitu dia mampu menyandra para elit-elit partai ataupun para menterinya ataupun orang-orang di mendapati jabatan strategis di sebagai penegak hukum itu dia kuasai semua dengan menyandra mereka. Oleh sebab itu sehingga mereka sudah punya kekuatan infrastruktur politiknya sangat kuat. Sehingga ketika misalnya kaum kritis melakukan ee kritik terhadap pemerintahan ini ee mereka seolah-olah bahwa kita itu sedang apa ya sedang menciptakan satu narasi inilah ada naraksi pragmatisme. He. Tetapi narasi yang sebetulnya diciptakan oleh para kritik ini adalah secara rasional objektif. Tetapi itulah kekuatan politik yang sudah dikuasai oleh negara yang kemudian tidak mampu dijewantahkan oleh para apa namanya oleh kaum-kaum kritis juga seperti kita ini sehingga ruang-ruang itu tertutup. Oke. Nah, tetapi lagi-lagi, Bung, H yang tadi saya bilang, apapun yang terjadi ketika memang mereka punya kekuatan, kita ini orang-orang beriman, kita ini yang orang-orang yang punya apa meyakini adanya kekuatan yaitu Allah Subhanahu wa taala yang kemudian Tuhan yang masa dengan kekuatan rakyat ada satu bahasa yang kemudian mereka bilang suara Tuhan adalah suara rakyat. Fox popul Fox Day adalah satu kekuatan itu yang tidak bisa kita lepas pisahkan dalam urusan bernegara. Nah, boleh jadi mungkin langkah strategis yang dilakukan oleh Prabowo ini sangat luar biasa. Pak Prabowo ini sudah melakukan perlawanan. Nah, lagi-lagi ketika dia memberikan dia menginstruksikan kepada Pak Wiro sebagai delegasi untuk memberikan pesan terhadap masyarakat bahwa ini bisa terjadi. Nah, bisa terjadi. Tidak bisa tidak terjadi. Karena apa? secara konstitusi. Secara konstitusional itu adalah boleh jadi ketika masyarakat itu kemudian memberikan satu rekomendasi ke DPR. DPR, iya kan? Satu usulan tadi ke DPR pun ketika DPR memang tidak mau memberikan apa namanya mengkaji atauunya memiliki keberanian untuk memberikan satu sikap hak angket dan hak interpelasi gitu ya. Itu bisa oke mereka kita bisa ke MK. Iya kan? Tetapi memang diilihat dari ee realitas politik saat ini memang rakyat ini sudah dikotak-kotakin. Oke ya. Jadi kita ini kan strategi sudah troyah ini kan sangat luar biasa. Ya, terakhir nih, Abang ya, Abang coba melihat dari sekian banyak tuntutan pemakzulan ini ya ee baik dari ee suara-suara suasara dukungan ya dari sekian banyak orang, tapi terlepas dari itu dinegasikan sekian banyak ee sekian banyak argumen yang menyatakan bahwa dasar hukum dan calah hukum dan sebagainya seperti tadi sudah digaris bawahi soal penekanan pada konstitusi ee dan demokrasi sendiri itu adalah konstitusi juga dan gerakan rakyat juga adalah bagian dari konstitusi. Nah, ketika hal-hal ini terjadi nanti, nah sekarang dari Abang sebagai ee seorang ee aktivis politik, apa keraguan yang paling utama gitu terhadap Papis Gibran ini sehingga beliau itu layak diganti gitu? Nah, menarik ini kerenaguannya itu. Saya itu barusan tadi ke sini juga di dalam perjalanan saya itu ada baca satu berita itu di Kabupaten Mapa itu mereka sedang melakukan demo. Nah, demo itu adalah tuntutan satu spanduk banner besar tuh yang terpampang. itu adalah pemaksulan soal Gibran. Pemaksulan Gibran. Soal Gibran bukan di Jakarta ya. Bukan di Jakarta. Itu satu kabupaten tadi. Nah, artinya begini. Bukan hanya kita ya, kita ini juga merepresentasikan suara-suara rakyat yang di mana kekhawatiran rakyat pada umumnya itu adalah Gibran. Ini yang sudah saya omong lagi. Tetapi saya harus tegaskan, saya harus penegasan bahwa Gibran itu sebetulnya belum layak. Jadi walikota saja itu dia tidak layak sebetulnya. Tetapi karena memang ayahnya seorang presiden sehingga dia mampu mengatur semua permainan ini. Bisa jadi semua itu tergantung kekuatan nah ee finansial dan lain-lain kekuatan politik. Namun ee ketika dia jadi presiden itu memang yang hal yang paling urgensi itu adalah beliau ini secara intelektualitas. Oke. Kita harus akui. Heeh. ee intelektualitas bilaman Pak Prabowo misalnya kita tidak tahu kalau Pak Prabowo dalam perjalanan I kan persoalan takdir I nah apakah juga ataupun masyarakat yang ini saya pikir tidak terima bilamana pertanyaan tadi terkait dengan apa yang membuat kekhawatiran kita ya kekhawatiran saya soal intelektualitasnya objektivitasnya itu objektivitas itu saya harus bicara soal itu. Nah, oke. Integritas, moralitas. Setiap pemimpin itu kan harus memiliki tiga hal itu. Ya, itu dia sudah harus memiliki itu. Sehingga ketika besok dia memimpin negara yang begini besar, masyarakat yang jumlah penduduknya yang sangat besar ini, dia sudah tidak apa ya sudah ya bisa sedikit dan tidaknya dia bisa merealisasikan semua kebutuhan-kebutuhan rakyat, persoalan-persoalan bisa diselesaikan dengan baik. Kira-kira seperti itu, Saudaraku. Nah, satu lagi nih paling terakhir dari artinya kita melihat tuntutan ini kan pasti harus ada penggantinya dengan kata Pak Pres diganti, Pak Presanti, kita kan belum tahu nih. Tapi yang yang pastinya bahwa dari MPR-nya yang akan menentukan siapa setelah jika terjadi pemasulan itu benar-benar terjadi gitu. Semua proses dilalu dengan baik. Abang ee Rifa melihat dari dari kacamata politik ya e mengidolakan Pak Anis ya dan mari mendukung Pak Anis. Kira-kira ee dari sekian banyak ini nih mana yang akan di terujuk oleh MPR lah. Apakah dalam sistem demokrasi kita ini bahwa ee walaupun kita harus berpegang teguh pada dari pilihan MPR gitu, apakah dengan adanya gerakan rakyat ini bisa mempengaruhi siapa wapis penggantinya gitu. Jadi begini, kalau misalnya memang itu terjadi ya tentukan secara mekanisme, secara aturan hukumnya kan secara konstitusional kan pasti MPR yang menentukan. MPR yang menentukan. Iya. Siapa ini? Tentu itu kan melalui transaksional politik, melalui mungkin partai-partai politik. Nah, kalau kita ini tidak punya kekuatan itu karena ee rakyat itu suara Tuhan adalah suara rakyat memang benar. Tetapi dalam sistem yang kita lihat politik secara realitas ini memang mungkin elit-elit yang lebih tahu. Tapi kalau kita bandingkan dengan Bangladesh, Bangladesh kan kemarin ee tadi kan Abang mencontohkan Bangladesh kan ketika Perdana Menterinya diusir, masyarakat sendiri yang menginginkan, kami menginginkan ee Muhammad e Yunus ya kalau enggak salah itu sebagai orang yang mendapatkan Nobel perdamen kan keinginan rakyat ya Muhammad Yunus itu memang tidak mereka tidak mendapatkan persetujuan dari MP mereka tidak meminta MPR sementara MPR parlemen dibubarkan itu tapi kan situasi politik itu di Bangladesh itu beda dengan e oke. kita saat ini. Tetapi apakah masyarakat Indonesia juga bisa melakukan bisa. Oke. Artinya merindukan satu pemimpin yang kalau misalnya Muhammad Yusuf kan dia mendapat Nobel perdamaian. Satu tokoh yang kemudian dengan kecerdasan kemampuan intelektualnya, delegasinya seorang delegator yang hebat seperti kita punya ya Haji Agus Salim. Haji Agus Salim ya. Seorang diplomat yang luar biasa yang kemudian memberikan perdamaianlah terhadap dunia kan. Nah, itu sebetulnya Indonesia juga membutuhkan tokoh-tokoh seperti itu. Tetapi Indonesia ini ketika Bung bertanya, Heeh. tokoh yang kemudian layak untuk bisa mengganti Gibran itu adalah orang-orang yang punya keberanian dalam hal pemberatasan korupsi yang di mana dia punya apa namanya pikiran jiwanya itu seirama dengan kemauan jiwa seorang presiden. Siapa kira-kira? Ya, Pak Abraham Samad itu sangat cocok, Pak, sangat layak karena beliau ketua KPK mantan ketua KPK 2011-215. Kenapa enggak, Pak Anis sih? Kalau Pak Anis itu juga bagus, tetapi kan kita melihat dari sisi politik. Oke. Oke. Harus Pak Anis ini kan sebetulnya sangat dekat dengan Prabowo. Tetapi kan banyak orang-orang pun di lingkaran itu Prabowo itu juga memang banyak yang anti Anis. Oh oke. Sehingga oke misalnya lu sodorkan nama ketika Gibran dimaksulkan, saya yakin Anis agak berat. Tapi kalau tokoh yang kemudian sejalan dengan kemauan presiden secara pikiran jiwa seorang patriot untuk bagaimana memberantas korupsi karena persoalan yang mendasar itu adalah koruptor. Koruptor. Berarti Pak Sammad ini sedang di-endorse nih sekarang ini sedang layaklah sudah diondor sekian banyak media atau belum nih kira-kira ya. Kalau media sih sebetulnya beliau itu punya media sendiri juga kan ya ada podcast itu sama speak up itu. Tapi dilihat dari kemampuan bagaimana Pak Prabowo ini kan dia membutuh seorang pembantu yang punya integrity dalam hal ini diuji secara kejujuran, keberanian ya kan tidak terlibat di dalam proses persoalan-persoalan yang mendasar yaitu korupsi. Oke. Beliau yang salah satu tokoh yang kemudian dengan sangat tegas memberantas para mafia-mafia dan beliau mewakafkan dirinya untuk bagaimana memberantas para koruptor di republik ini. Nah, tokoh yang sangat layak untuk bisa mendampingi Prambowo. Nah, itu adalah Pak Abraham. Itu usulan yang usulan ya. Ya, itu realistis. Iya. Karena beliau mantan ketua KPK yang teruji secara integritasnya. Baik pemirsa ya, ini obrol soal bagaimana antisipasi setelah jika pemangsulan WAPRES benar-benar terjadi. Tapi kita fokus dulu soal bagaimana isu pemangsulan ini dan bagaimana kita ikuti terus langkah-langkahnya karena ee akan ada banyak tabrakan-tabrakannya baik dari presiden masa lalu ee situasi puti masa lalu, terus yang berikut soal bagaimana dengan pembuktian cela hukum dan sebagainya dan alur-alur yang harus diikuti. Kemudian juga kita negara kita berdasarkan trias politika dan sebagainya semuanya memiliki keterbatasan dalam mengambil keputusan. Tetapi pada dasarnya bahwa ee negara ini bahwa ee kedaulatan tertinggi itu ada di ada di tangan rakyat. Rakyat sendirilah yang bisa menentukan bahwa Wapres kita ini layak atau tidak untuk terus mendampingi Pak Prabowo atau harus diganti. Tulis pendapat Anda di kolom komentar. Yeah.
*Satu Persatu Terungkap! Gibran Diduga Narkob4 Ijazah SMA Abal-Abal!? Abraham Samad Siap Gantikan?*
Narasumber: Rifaiz Lamahoda
#impeachment #gibranrakabuming #kimplus #mosatotv #prabowo #mayday #gibran #impeachment #vicepresidentgibran #diplomagibran #diplomajokowi #rifaizlamahoda #gibrannarkoba #diplomamagibran #forumpurnawirawantni #prabowosubianto #fufufafa
Join this channel to get access to perks:
https://www.youtube.com/channel/UCTzdePHDV5DDefPUnuWOFjQ/join
Mosato TV – Around Eastern Indonesia
===================================
Subscribe my channel: https://www.youtube.com/@MosatoTV