Kasad Jenderal TNI Maruli Depan DPR: Kami Bukan Tentara untuk Jadi Artis…
Saya kira yang dipertanyakan akan saya coba jawab. Yang pertama tentang qodam. Kita merencanakan lima qodam pada tahun ini. Ee itu sebetulnya dari dulu secara strategis senior-senior kita sudah membuat qodam-kodam di sana. Tapi banyak hal yang diperhitungkan mungkin lebih efisien masih bisa meng-cover beban kerja pada saat itu. Maka kodam-kodam ini dikurangi. Jadi sebetulnya kita tidak akan memerlukan banyak biaya karena secara bangunan infrastruktur itu sudah ada. Jadi lima qodam yang akan kita bangun itu rata-rata meng-cover lebih dari tiga provinsi. Ada yang lima provinsi. Kita coba belah lagi. Dan memang sudah ada kodamnya. Eh, ada juga tidak tercover antara Kalber. Kalbar dengan Kalteng harus ke Jakarta dulu sehingga kita bangun lagi kodamnya. Jadi yang membangun mungkin lebih banyak biaya hanya Merauke dari Riau, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dengan di Merauke. Jadi mudah-mudahan bisa ee kita ini ee segera direalisasikan. Untuk 100 batalyon ini rencananya memang kita sudah hitung strategis tempatnya bukan hanya melihat dari segala macam sisi, tapi efek-efek multifeknya nanti akan berpengaruh akan mengenai uang beredar di sana. Kalau batalyon 1000 gaji sudah 5 M per bulan mungkin berputar di sana. dan juga ikut membantu ee wilayah apa yang bisa dilakukan ee tentara-tentara terutama tadi juga sempat disinggung oleh panglima bahwa pergerakan terhadap bencana alam dan lain sebagainya nanti akan jauh lebih efektif dan kami juga bersyukur ternyata merencanakan ini respon dari wilayah itu sangat baik. Memang ee kami akui bahwa kami kurang bersosialisasi. Tapi di seluruh daerah kami mendapatkan tanah, mendapatkan izin dari wilayah itu hampir tidak ada masalah. Bahkan didukung ada hibah dari ee pemda, ada hibah dari adat dan lain sebagainya. Jadi sangat mudah untuk memulai ee batalyon ini. Yang selanjutnya untuk mengenai perumahan memang kami sudah berbincang-bincang berulang kali. Jadi kami sudah membuat pembangunan ini secara swakelola ini jauh lebih efektif. tahun kemarin kita bisa membuat 100 ee secara biaya 1800 ee apa namanya pengembangan tuh bisa bertambah karena dilakukan oleh mereka sendiri sehingga bisa sampai 2.000 lebih. Jadi sampai 20% 3 25% ada penambahan itu jadi 2000. Nah, ee tahun kemarin juga kita membangun perumahan itu sekarang pakai dana SBSN jadi lebih fokus ke perumahan. Jadi tahun kemarin kita 1.200 lebih, tahun ini rencana kita sekitar 1.000. ee mungkin nanti yang secara swakelola ya karena anggaran tahun ini secara awal ini berkurang kami mungkin sekitar 1000 lah. Koramil juga tahun kemarin kita bisa sampai 200-an swakelola. Jadi kita langsung kirim ke mereka diawasi oleh IR, diawasi oleh Lock, Jenny. ee 250 juta sudah dengan meja kursi yang mereka bisa kerjakan. Secara administrasi kita pertanggungjawabkan. Jadi ee ke depan ini mengenai perumahan ini SBSN minimal 1.000 per tahun. Terus perbaikan rumah ya mudah-mudahan ini ada perubahan. Saya berharap sih minimal 1.000 kemarin bisa sampai 2.000 ya dan itu kita lakukan semua secara swakelola. Jadi anggota sendiri, anggota dengan tenaga-tenaga ahli bangunan bekerja dapat uang saku sehingga uang betul-betul beredar di daerah. Selanjutnya mengenai Papua. Mohon izin, Pak. Sebetulnya perkembangan sudah sangat bagus, Pak, di Papua kami sekarang ini. Saya masih ingat dulu pang Kosrat 2 tahun. Saya anggota saya meninggal di pos itu belasan, Pak. dan juga ee yang korban tembak. 2024 tidak ada satuun korban di pos dan mudah-mudahan sampai dengan sekarang ini tidak ada di pos, Pak. Jadi, kenapa kita sekarang mulai banyak korban? Karena memang kita sudah lebih aktif untuk menguasai wilayah supaya nanti tidak ada lagi mudah-mudahan pembakaran yang dilakukan oleh mereka kita bisa meng-cover. itu yang sekedang direncanakan yang sangat didukung penuh oleh ee Menh dan juga Panglima TNI. Memang resikonya beriak-riak ini terkesan akan jadi banyak, tapi proses ke depannya ini saya meyakini akan jauh lebih baik. Yang Bapak sampaikan itu kami juga sangat berharap karena kalau kami datang diharapkan daerah itu akan berubah, Pak. Jadi mohon bantuan Bapak juga supaya semua kementerian bisa bekerja sama dengan kami, Pak. Kalau bisa kami datang ke sana paling tidak bawa lampu, Pak. Bawa air bersih, bawa kita dropping. Dari Kementerian Pertahanan pun kita dengan Panglima TNI sudah ee merencanakan kita punya karavan, Pak. Sehingga memudahkan dropping personil dan juga dropping bantuan, Pak. Jadi dari segi politik ya mungkin ee kami juga sudah kalau ada kerja sama itu kami selalu yang mengirim yang dari ee suku daerah timur, Pak. Dari mulai NTT sehingga ya lebih melihat bahwa kita tidak ada pemikiran sampai ekstrem genoside dan lain sebagainya. itu juga sudah kami lakukan kalau kunjungan ke Fiji, kunjungan ke negara-negara di Pasifik, Pak. Ee jadi mohon sekali lagi tentang ee bantuan untuk kementerian-kementarian, Pak. Biar kami yang membawa ke sana, Pak. Bantuan-bantuan pembangunan dan lain sebagainya di Papua. dan juga mengenai ee dari daerah Papua kami sangat menginginkan sebetulnya karena sudah berulang kali kami coba dari daerah-daerah itu kita ambil, kami bina. Ee jadi ada permasalahan-permasalahan banyak yang punya permasalahan paru-paru, Bu. itu permasalahan-permasalahan yang lain yang mungkin nanti kita bisa ngobrol yang supaya diantisipasi sejak mereka sekolah. Mungkin kultur-kultur yang ee kurang baik yang mengakibatkan dia tidak siap untuk ee masuk TNI maupun berkarir ya. Karena di kita tidak ada pembatasan sama sekali. Kalau memang berprestasi, mempunyai kualitas kita pasti dukung. Ee selanjutnya mengenai aset, Pak. Aset-aset kami di Angkatan Darat. Kalau memang secara hukum itu kita kalah, enggak mungkin kita pertahankan. Tidak mungkin. Karena di zaman sekarang enggak mungkin kita punya kekuatan untuk bertahan. Kecuali kalau musuh kami bertahan sampai mati. Kalau sekarang undang-undang yang kita akan prioritaskan. Jadi tolong kalau ada penyampaian dari teman-teman ini masalah cerita aset ya silakan pengadilan. Kami berani karena kami punya data. Itu saja yang ingin saya sampaikan. Terus ee masalah di Serang tadi Bu, saya juga pernah di Serang. Sebetulnya mohon maaf yang dilakukan prajurit banyak sekali yang seperti itu. Jadi nanti kita coba klasifikasikan untuk penghargaan-penghargaannya. Ee Pak Panglima TNI juga pernah menyampaikan ke saya supaya jangan ee apa mahal untuk memberi penghargaan. Tapi yang dilakukan prajurit kita kurang presentasi saja sebetulnya karena memang bukan tentara untuk jadi artis. Jadi agak sulit untuk menyampaikan kehebatan kami gitu. Jadi ya kami tetap akan kita kerjakan bersama ee masyarakat. Saya kira itu dari saya. Terima kasih, Pak. Pimpinan rapat. pimpinan 1 menit saja Iya.
MERDEKA.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak melakukan rapat dengan Komisi I DPR, 30 April lalu. Ada permintaan dari anggota dewan agar penghargaan diberikan kepada seorang prajurit TNI di Serang, Banten.
Maruli menyatakan sesuai dengan arahan Panglima TNI agar memberi penghargaan kepada prajurit sudah dilakukan. Namun, diakui Maruli, aksi dari prajurit tersebut hanya kurang sorotan.
“Kami memang bukan tentara untuk jadi artis, jadi agak sulit untuk menyampaikan kehebatan kami,” tuturnya.
—-
#merdekadotcom
MORE VIDEOS: https://video.merdeka.com/
Produced by https://www.merdeka.com
KLN Apps ► http://www.kln.id/apps/
—-
Youtube ► https://www.youtube.com/merdekacomvideonews
Vidio ► https://www.vidio.com/@merdeka
WhatsApp Channel ► https://whatsapp.com/channel/0029Va2aKxNAjPXQRpJGf70z
Twitter ► https://twitter.com/merdekadotcom
Facebook ► https://www.facebook.com/MDKcom
Telegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate