Purnawirawan: Kami Minta Gibran Dilengserkan Karena Sayang Prabowo | Rakyat Bersuara | 06/05
Ingat tuntutan ke MK untuk mengubah umur itu khusus untuk Gibran loh. Oke. Yang dituntut oleh mahasiswa. Jadi jangan dibelokkan supaya publik ee khusus untuk GBRAM. Oke, Pak. Bahwa berlaku untuk yang lain itu adalah dampak dari dampak dari supaya publik jangan jangan seakan-akan keputusan MK ini berlaku untuk umum. dikhususkan untuk Gibran karena dituntut oleh mahasiswa di Jokyam untuk Gibran karena dia menyatakan saya pengagung [Musik] Gibran. Saya janji tadi melanjutkan Bung Arif Poyu ada salahnya purnawirawan saya garis bawah itu. Silakan ya. Salahnya salah kamar. Salah kamar maksudnya masuknya ke Prabowo. Oke. Harusnya meminta pelengserannya gimana karena duit tunggal gitu loh ya. Satu paket. Iya. Yang kedua, enggak ada sejarahnya wakil presiden dilengserin di Indonesia. Yang ada presiden dilengserin. Betul ya? Betul. Enggak ada enggak kita punya wakil presiden dilengserin? Kalau wakil presiden jadi presiden ada sejarahnya. Ibu Mega, betul kan Pak Habibi. Jadi yang mundur ada Hatta, Bung Hatta. Tapi kalau presiden dilengserin ada empat orang sudah dilengserin. Nah, tadi saya tertarik nih Bang Didu. Pokoknya saya akan kejar terus Bang Didu. Katanya melengserkan Gibran ini sudah kepentingan dan keperluan bangsa Indonesia. Ya, kalau sudah begini otomatis saya mau minta tolong kepada bapaknya. Bapaknya siapa? Bapaknya Gibran. Oke. Tolong apa Jokowi? Heeh. Supaya Legowo meminta Gibran mau mundur. Kalau mintanya ke Prabowo enggak mungkin. Sekuat apa Prabowo? Sekuat apa politik Prabowo di Indonesia untuk melengserkan Gibran? Maksudnya ya enggak punya kekuatan orang sama-sama eksekutif. Dia bukan MPR. Anda mau mengatakan maksudnya lebih kuat. Kenapa minta izin ke Pak Jokowi? Karena lebih kuat Pak Jokowi. Anda mau mengatakan itu ya. Kita enggak bisa bohong ya bahwa Pak Jokowi itu masih sangat kuat politiknya di Indonesia. Itu yang ada yakini. Iya makanya kan kalau mau dikatakan kalau kalau Pak Jokowi kek Gibran itu hubungannya ayah dan anak. Iya. Ayah meminta anak supaya mundur saja kan itu enggak ada yang bisa membatasi itu. Oke. Iya kan? Bukan enggak enggak ada kaitan politik. Ada kaitan politik. Engak ada. Enggak ada enggak ada politik. Oke. Jadi dikoreksi nih ya. Iya. Karena kan gini apapun kan Gibran ini masih muda, masih punya kesempatan terus untuk bisa nyalon lagi jadi siden. Kalau mintanya ke Prabowo enggak mungkin. Emang kalau minta ke bapaknya bisa kan? harus undang-undang juga. Masa Bapaknya bilang, “Le, pulang.” Ini kan kembali lagi kata Bung Ray, hubungan Bapak dan Anak menasehati gitu. Oke, nanti kita wis lah, Lek. Kowe mundur wae ngono loh. Oke ya, mundur atas kayak Bung Hatta waktu itu ya. Tapi apakah dari dorongan ayahnya atau enggak ya kita enggak tahu tapi saya oke kita simpan dulu. Saya ingin tadi garis Bowi kesalahan purnawirawan mintanya ke Pak Prabowo. Ini ada Pak eh Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Soeharto, mantan dan Kormar. TNI Angkatan Laut ya, Pak. Saya ingin gali dulu, Pak. Eh, Pak dan bukan dan korman, Pak. Pak Soeharto. Pak Soeharto mantan dan kormar ya. Kemarin waktu usulan Forum Purnawirawan TNI, Anda salah satu pengusungnya. Betul. Mohon maaf pakai mikrofon. Boleh, Pak? Iya, silakan. Sangat betul. Betul. Anda pengusungnya dan delapan itu bagian dari buah pemikiran Anda. Betul. Kenapa ada poin kita enggak bicara karena poin satu tuh kontroversial juga ya kembali ke Undang-Undang Dasar 45 yang asli itu mungkin ada bahasan lain nanti mungkin sedikit bisa dibahas juga. Tapi poin kedelapan yang saya ingin garis bawahi. Kenapa ada poin ke-elapan pemakzulan wakil presiden Gibran Raka Bumi Neraka yang tadi disebutkan disampaikan ke Pak Prabowo yang satu paket sesungguhnya. Terima kasih. Kami usulkan dia untuk dilengserkan karena kami sayang dengan Prabowo. Saya ikut durikan Gerindra ya. Saya bawa 26 Pati dan kolonel untuk memenangkan Grindra untuk bisa Gerindra duduk di Senayan. Ya, tidak untuk apa? untuk Gibran. Tidak. Gibran sangat jauh dengan anak saya tua. Anak saya katanya punya ijazah di UTS. Anak saya S2 di UITS. Saya sampai coba cari sana ada enggak nama itu? Tidak ada. Ya. Jadi University Tekn Technology Sydney. Sydney ya Australia itu ya. Saya inginnya oke tetap Prabowo silakan jadi presiden. Adik saya dia lima lifting di bawah saya ya. Saya masuk Akabri tahun ‘5 mungkin keluarga itu belum membuat melitur kayu atau segala macam. Saya sudah mengabdi. 34 tahun saya mengabdi di ABRI dan sekarang sudah 22 tahun hampir pensiun. Enggak mengharapkan apa-apa, cuman mengharapkan supaya kembali ke rel. Ya, saya sebetulnya sudah bawa resume untuk bagaimana kesalahan sampai dia diangkat. Ya, nanti saya serahkan pada Dean untuk I apanya itu? Karena saya lupa bawa karena saya tadi tapi poin-poinnya masih ingat mungkin satu dua poin bukan poinn itu ada satu lembar besar. Boleh Anda sampaikan supaya kita bisa terbuka di sini? Engak bisa karena satu sama lain berkait. Nanti saya kirimkan. K. Oh, ini dokumen of the record. Iya, nanti saya berikan. Oke. Saya mendengar juga karena Anda Bapak ya, Bapak kemudian ikut merumuskan poin demi poin. Sebenarnya ada semilan poin. Yang poin keesemb adalah adili Pak Jokowi. Betul. Nah, kami yang forum itu membuat delapan. Delapan. Oke. Dan delapan itu kalau yang pertama dilakukan itu otomatis nomor 2 sampai nomor 8 itu harus dilakukan. Ya, tapi banyak pihak yang tidak suka. Karena kalau kembali ke Undang-Undang Dasar 45 partai gak ada. Gak ada sistem demokrasi kita gak ada partai dan presiden seumur hidup MPR menjadi lembaga paling tinggi. Siapa bilang karena itu Pak Harto bukan Bung Karno tapi tidak ada juga bukan tidak terbatas presiden itu terbatas cuman sistemnya tidak dan ini tidak disukai kalau kembali ke Undang-Undang Dasar 45. Nanti kita akan bahas ee soal yang poin satu. Tapi yang saya bicara soal poin keesemb itu benar. Ada ada itu usulan daripada Habib Rizik. Bagaimana kemudian para purnawirawan ini bisa bertemu dengan Habib Rizik? Oh kami putar untuk mendengarkan suara ryat. Kami putar bahkan saya ini terlambat karena saya diundang oleh MUI dan Muhammadiyah. MUI dan Muhammadiyah. Muhammadiyah maksudnya di belakang bertemu membicarakan apa, Pak Suarto? ya membicarakan apa gak ya karena dia cuma mengatakan kami mendukung Pak Harto kami mendukung delan poin itu. Yes. MUI dan Muhammadiyah. Iya. Ini bukan asal klaim nih Pak atau perorangan? Tidak. Secara organisasi atau Iya perorangan. Secara organisasi. Ee sor sori ini ini agak agak serius Pak kalau bicara secara organisasi. Dari mana Bapak bisa mengatakan bahwa MUI dan Muhammadiyah mendukung purnawirawan TNI 8 poin usulan itu? Pada waktu itu bersurat kepada mereka, “Oh, Pak, nanti kami undang Bapak bertemu sana tapi kami mengundang, tapi kami mendukung delapan karena itu.” Dan kami mendukung bahasanya seperti itu. Iya. Ini MUI atau Muhammadiyah atau keduanya? Duanya. Baik. Iya. Jadi saya senang itu dan lebih dari satu orang masing-masing organisasi itu. Iya. Bapak keberatan untuk menyebutkan nama-namanya tadi dengan Sekjennya tuh yang satu belum datang. Saya sudah harus ke sini pulang. Sekjennya siapa tuh? Nama orang Batak tuh. Sekjen apa, Pak? Tambunan. Pakai Tambunan namanya. Oh, Pak Amir ya. Enggak tahu saya nama depannya. Sepertinya itu MUI ya, Pak, ya? Ya, MUI. MUI. MUI, Pak. Maksudnya MUI ya? Iya. Ini satunya lagi saya enggak lupa namanya. Kalau Muhammadiyah kan yang masih sekarang menteri ya menteri yang sekarang nanti tanggal 12 kami ke Jogja. Di situ ada pimpinan mereka dan kami juga diundang ke Jogja tanggal 12. Oke. Tanggal 12 bertemu dengan atau sesudahnya sama dengan tim saya. Oke. Karena itu mereka mendukung bertemu dengan siapa, Pak, di Jogja nanti, Pak? Di sana ee bertemu dengan unsur-unsur ABRI di sana. Purnawirawan. Iya, Purnawirawan. Termasuk juga di sana tadi minta mundur karena ada beberapa dukungan dari luar tambahan. Oh, minta dimundurkan waktunya karena ada dukungan lebih besar lagi. Dari siapa itu, Pak? Kami tadi berhubungan dengan Marskal Marskal Hanafi Asnan. Oke. Iya. itu selain Purnawiran Abri ada di luar itu makanya dia minta mundur. Siapa dari di luar Purnawaran? Siapa lagi, Pak? Yang tokoh situ saya gak tahu dia nanti kasih tahu saya. Misal tokoh tadi Bapak sebutkan tokoh dosen misal pengajar dosen ada pengajar dosen ada juga dari nonosen. Jadi saya saya menyimpulkan begini Pak. Mohon maaf saya bertanya ini pernaweran betul-betul bergerak ini kami bergerak keliling-keliling karena kami diundang bukan kami yang ke sana. Oke. Kami diundang waktu ada pertemuan yang jadi angkatan darat di Magelang. Iya. Kami juga diundang tapi kami tidak bisa berangkat ke sana. Cuman di sana pada waktu itu ada Pak Tiasno yang tinggal di sana. Hm. Ada Pak Hanfi Asnan yang tinggal di sana. He itu ya. Sampai sekarang juga saya terus terang saya enggak punya uang. Kalau saya punya uang, saya pengin beli tanah di sana untuk saya tinggal di sana. I itu bagian daripada ner apa? Daerah merdeka. Daerah Iya. Jogja maksudnya? Jogja. Iya. Saya kepingin tinggal sana. Oke, Pak. Saya saya bertanya. Bapak keliling ya tadi Bapak bilang ke MU ee ketemu dengan MUI dan Muhammadiyah lalu kemudian tanggal 12 ya, Pak, ke Jogja. Bapak terbang sendiri nanti ke sana Pak. Maksudnya terbang bersama teman-teman purwan yang lain. Pakai mohon maaf, Pak. Pakai ini, Pak. Enam enam orang. Saya tanya, Pak. Saya mohon maaf. Saya tanya, Pak. Bapak usia berapa sekarang? 77. Maaf saya pakai ini ya karena saya asam urat. Iya. Tapi luar biasa. Maksud saya begini, Pak. Usia 77 Bapak masih terus bergerak untuk seperti ini yang di mana mungkin yang lain momong cucu misalnya. Iya. Kenapa Bapak melakukan ini? Karena saya merasakan saya ini bukannya membela pemerintah, saya membela negara. Pak Tri usianya sudah 90, dia lahir tahun 35. Ke mana-mana di undangan dia datang. Masa saya umur 77 enggak mau datang? Selama saya belum pakai kereta, saya akan datang. Terima kasih. Kereta merta maksudnya. Oke. Maksud Bapak selama hayat masih di kandung badan, Bapak mau mengatakan itu. Oke. Baik. Soal itu tadi, Pak, pertemuan dengan Angkatan Darat ya di Magelang diundang resmi untuk membicarakan poin-poin itu atau bagaimana? Saya tidak tahu, tapi kita di Mohon maaf, Pak. Pakai eh angkatan darat atau purnawirawan tadi sebut bukan yang di Magelang yang yang lalu itu tanggal berapa itu kami diundang ya? Di Magelang itu yang ngundang siapa Pak, kalau gitu? saya karena itu dilemparkan dengan orang saya yang ada di sana. Oh, jadi bukan angkatan darat aktif bukan. Bukan. Oke. Iya. Ya. Baik. Kita berikan tangan dulu untuk Pak Soarto. Eh, mungkin ke Bung Ruliandi. Enggak soal aturan nih. Tentu saya saya paham Anda mungkin agak sungkan ya. Tapi saya bicara soal aturan aja. Apa yang kemudian disampaikan silakan karena kita bicara soal ilmiah ya. Eh, terima kasih Bang Aiman ya. Iya. Jadi sudut pandang saya adalah sudut pandang akademisi hukum tata negara. Oke. Oke. Silakan. Kita sudah melewati proses yang cukup panjang. Heeh. Kita menghargai bangsa kita yang saat ini pemerintah kita, Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran itu sedang melaksanakan suatu tugas besar. Tidak main-main ini Pak. Dia dipilih rakyat loh. Karena dia dipilih rakyat. Oke. Maka berilah kesempatan pemimpin bangsa kita hari ini, Presiden dan Wakil Presiden untuk mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara. Saya yakin sekali hati yang mulia presiden kita, wakil presiden kita satu kali 24 jam berpikir untuk bangsa dan negara. Kita butuh suasana yang tentram yang dipersoalkan sejak pencalonan kemudian sudah sampai pada suatu pelantikan. Maka kita hormati itu adalah proses yang demokratis. Walaupun kita melewati suatu tantangan demokrasi kita, tentu ada perbedaan pendapat tentang putusan MK90. Bagaimana dengan isu waktu itu ketua MK? Tetapi kemudian hukum mengatakan hukum mengatakan tidak ada aturan satuun di dalam konstitusi yang melarang seorang anak presiden untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden. Tapi yang dipermasalahkan ada aturan yang diubah dan itu dibuktikan di MK. tadi disampaikan aturan diubah itu undang-undang berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia bukan untuk Gibran. Ketika beliau sudah memenuhi syarat putusan MK yang harus didukung saya garis bawahi harus didukung dengan partai politik atau gabungan partai politik. Banyak orang yang usianya belum 40 tahun, Pak. Tetapi apakah bisa serta-merta dia mencalonkan diri? Tidak bisa sepanjang dia tidak didukung oleh partai politik atau gabungan partai politik. Karena pada waktu itu gabungan partai politik memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran waktu itu pada saat pencalonan, maka dia menjadi sah pencalonan tersebut. Mulai dari memenuhi syarat-syarat tadi, apakah dia sudah memenuhi syarat melampirkan ijazah SMA? dan itu semua sudah diverifikasi. Jadi mengatakan bahwa ee aturan diubah kan belum tentu menang seolah begitu ya. Iya. Dan itu berlaku bukan hanya untuk Gibran bukan. Baik. Nah, sekarang kalau kita melihat apa urgensinya kita mempersoalkan seorang wakil presiden untuk mundur? Belum ada setahun pemerintah berjalan dan banyak sekali kita melihat tugas-tugas konstitusional sebagai pembantu presiden. Jadi pembantu presiden itu Bang Aiman ada dua. Pertama adalah wakil presiden. Itu pasal 4 Undang-Undang Dasar 45 ayat 2 dan pasal 17 ayat 1 Presiden dibantu oleh menteri. itu pembantu presiden. Pembantu presiden yang paling tinggi menjalankan tugas kekuasaan pemerintahan adalah wakil presiden. Dan itu sudah ditunjukkan membantu tugas-tugas Bapak Presiden Prabowo di berbagai persoalan-persoalan, memberikan sinergi. Memang itulah tugas wakil presiden dan itu ditunjukkan suatu pengabdian sumpah jabatan dia. Demi Allah saya bersumpah itu seorang wakil presiden bersama-sama dengan presiden di hadapan wakil rakyat, Majelis Permusyawatan Rakyat memegang teguh Undang-Undang Dasar 45 Konstitusi, Pak. Menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada bangsa dan negara. Kalau tadi sampaikan misalnya membuang etika dan moral seperti disebutkan oleh Bung Saitidu, mengabdikan kepada bangsa dan negara dalam sebuah sumpah itu di dalamnya ada moral dan etika. Dia harus taat hukum. Iya. moral dan etika sudah dibungkus oleh sebuah hukum yang di dalamnya setiap warga negara termasuk presiden wajib menjalankan itu dan memegang prinsip. Ada kata-kata yang menarik saya moral etika dibungkus oleh hukum itu adalah pembenaran. Nah, ini ini bingung saya mungkin supaya publik paham. Saya paham. Ingat tuntutan ke MK untuk mengubah umur itu khusus untuk Gibran loh. Oke. Yang dituntut oleh mahasiswa. Jadi jangan dibelokkan supaya publik ee khusus untuk Gibram. Oke, Pak. bahwa berlaku untuk yang lain itu adalah dampak dari dampak dari supaya publik jangan jangan seakan-akan keputusan MK ini berlaku untuk umum dikhususkan untuk Gibran karena dituntut oleh mahasiswa di Jokyam untuk Gibran karena dia menyatakan saya pengagung Gibran. Clear. Oke, Pak ya. J supaya publik ee paham bahwa memang putusan MK itu untuk Gibran. Oke. Nah, yang kedua setelah begini ini kan langkah Jokowi setelah gagal bergerak tiga periode. Setelah Megawati menolak 2023 menolak langsung muncul tuntutan itu. Jadi kita inilah kita permainan politumnya begitu tapi publik harus paham dinamika politik yang terjadi. Memang itu yang terjadi. Enggak usah kita tutup-tutupi. Yang saya katakan tadi bagi bangsa Indonesia ini adalah pilihan. Nah, apabila metode-metode seperti yang dilakukan Jokowi itu bisa dilakukan oleh semua pihak, maka kita meninggalkan moral etika dalam membangun bangsa itu. Saya tanggapi sedikit, Pak. Ini supaya clear juga, supaya berimbang, Pak. Ya. Yap. Tidak ada satuun putusan MK ya mayoritas itu untuk kepentingan Gibran. Waktu itu putusan itu mayoritas ada di senting opinion yang kita lihat mayoritas Pak ya. Kemudian putusan itu MKMK mohon maaf yang katanya itu adalah untuk kepentingan Gibram melalui ketua MK Anwar Usman sudah diluruskan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara. Semua sudah dikembalikan. Harkat martabatnya yang mulia Prof. Anwar Utsman dalam kedudukannya sebagai hakim konstitusi seperti semula. Jadi tidak ada lagi cacat judul dan itu sudah ingkrah, sudah berkekuatan hukum tetap. Kita hormati itu putusan pengadilan loh. Beberapa tuntutan yang mengubah umur sebelumnya karena tidak terkait Gibran itu dolak MK ditolak oleh MK. Tapi pada saat tuntutan khusus untuk Gibran yang dilakukan itu ya langsung diterima. Jadi kita harus buka semuah. Buka semua. Jadi supaya kita yang kedua gitu loh. Kita buka semua isu hangat kadang bikin benat. Apalagi kalau kita tidak bisa mencerna dengan cermat. Jangan lupa secangkir kopi hangatnya nikmat untuk menemani kebersamaan dalam program rakyat bersuara bersama saya Aimaksono. kembali setelah kita berikut ini. dia sendiri Yeah. [Musik]
Yuk Subscribe https://www.youtube.com/c/OfficialiNews
Part 1 : https://youtu.be/JVCdl-hM8LQ
Part 2 : https://youtu.be/zfqiGggrVOk
Part 3 : https://youtu.be/y9VbWwlSKhA
Part 4 : https://youtu.be/3zEvzLtqkSw
Part 5 : https://youtu.be/wPds30afD-0
Part 6 : https://youtu.be/BFq05uS0Sy0
Full : https://youtu.be/jvXRJG0ylWM
Di tengah suasana politik nasional yang kian panas, satu isu terbaru kembali mengguncang. Forum Purnawirawan TNI mengusulkan agar Gibran Rakabuming Raka dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Usulan ini sontak memantik perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di berbagai lapisan masyarakat.
Dalam episode Rakyat Bersuara “Purnawirawan Bergerak, Wapres Gibran Digertak”, malam Ini bersama Aiman Witjaksono, menghadirkan para pakar hukum, pengamat militer, serta para tokoh politik lainnya yang akan membahas secara mendalam bagaimana sebenarnya mekanisme yang diatur dalam UUD 1945 dan apakah dinamika ini mencerminkan ketegangan sipil-militer?
Tanggal Tayang: 06 Mei 2025
Selengkapnya baca di: https://inews.id/news
Follow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7scI1LdQekZvLynv1H
Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@officialinews
Follow our Official Twitter https://twitter.com/officialinews_
Like our Official Facebook https://www.facebook.com/OfficialiNews
Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/officialiNews
Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
https://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup
https://www.sindonews.com/ untuk berita-berita politik dalam dan luar negeri
https://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi
#RakyatBersuara #Jokowi #Gibran #Prabowo