Kesaksian, Makna di Balik Pertemuan Prabowo & Try Sutrisno: Simbol Apa di Baliknya?

Bang Silvester, kita kaitkan juga dengan topik kita tadi. Kalau Anda membacanya kehadiran Pak Prabowo dan juga duduk di samping Pak Tri Sutrisno. Adakah kaitannya dengan ya usulan pemangzulan Pak Gibran? Ya, kalau kita melihat ya intinya kan hari ini Pak Prabowo ee secara resmi bersilaturahmi dengan para purnawaran jenderal yang tergabung dalam PPAD, terus PPAU, PP, kemungkinan juga dengan Bapak ee Bapak-bapak yang ada di PEPRI. Jadi intinya bahwa ee Pak Prabowo sebenarnya menginginkan silaturahmi ya, terus merangkul semuanya ee dalam hal sama-sama berkolaborasi untuk membangun bangsa. Dan kita lihat beliau sama sekali tidak menyinggung ya masalah tuntutan-tuntutan yang butir itu. Ee karena kalau yang kalau saya sebagai masyarakat biasa, saya melihat tuntutan-tuntutan yang butir itu tidak berdasarkan ee fakta-fakta ataupun bukti-bukti hukum dan konstitusi kita ya. Oke, jadi yang kita Oke, B. Saya juga mau minta tanggapan dulu dari Bung Rey. Kalau Bung Reat kalau ini hanya silaturahmi atau Anda membaca ada makna lain duduk di samping Patri? Iya, ya. Formalnya sih silaturahmi ya, tetapi tentu ee ee mungkin banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya begitu ya. misalnya saya tidak ini ya, tapi kalau saya membayangkan misalnya ada di situ mungkin suasananya juga agak beda tuh kan. Tapi kenyataannya kan Pak apa Presiden tidak mengundang Wapres untuk hadir serta begitu. Mungkin kalau sebetulnya ya, Bang Re Kupang dan NTT ya sama kamir. Iya iya iya. Itu kan artinya Pak Presiden bisa mengatakan Bung Libran, Anda balik lagi dulu ke Jakarta ya. kita ikut sama-sama di acaranya Pak Tris Risno misalnya begitu kan misalnya loh ini. Nah, kenapa ee ya tentu itu sesuatu mungkin yang akan menarik untuk saya kalau sekiranya Pak Prabowo menyertakan Pak Gibran untuk hadir peserta di dalam acara itu lalu duduk bersebelahan di samping Pak Tris Trisno gitu. Itu kan asik tuh kelihatan kan kenyataannya kan ada Pak Sri Trisno duduk di sampingnya Pak Prabowo dan Pak Prabowo sama sekali tidak menyinggung soal apa namanya itu ee apa ee tuntutan ya dari para namanwanya turnawi APRI lagi-lagi seperti kemarin entah beliau mau menerima atau menolak gitu posisinya masih pipi-tipti gitu Bung SASAR boleh dilanjutkan lagi tadi kenapa meskipun memang sering di NTT tapi kenapa Wapres juga memang tidak disinggung sama sekali oleh Pak Prabowo di acara depan purnawirawan TNI. Saya pikir gini ya, Pak Prabowo menghargai senior-senior ini yang ee tapi belum tentu beliau menyetujui butir ini. Kalau kita lihat 8 butir ini kan nomor satu kayak kembali ke Undang-Undang Dasar 45 yang kita tahu ee otomatis itu banyak pertentangan ya karena kita melihat ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa Undang-Undang Dasar 45 itu ee memberikan suatu ruang yang besar sekali Presiden itu sangat berkuasa. Terus yang kedua ee masalah pembagian kekuasaan antara legislatif, yudikatif dan juga eksekutif itu tidak jelas. ya. Terus butir-butir yang lain sampai yang nomor 8 pemaksulan itu kan ee belum ada dari pelantikan eh dari pendaftaran kampanye pelantikan hingga 6 bulan memerintah Prabowo Gibran itu tidak ada konstitusi yang dilanggar. Jadi ee apanya yang mau presiden tanggapin? Ya mungkin kalau menurut saya sebaiknya para purnawirawan ini ee bertemu dengan presiden gitu. atau sebelum mengemukakan delapan butir-butir ini, Bapak-bapak kita ini harus melakukan riset ya yang benar-benar dibangun oleh Fakta hukum dan konstitusi kita gitu loh. Dan memang ada saluran-salurannya ya ke DPR, ke MPR. Jangan juga ee ee hanya membikin gaduh ya kan keributan bahkan cenderung ke adu domba karena oke semuanya tidak berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang cukup kuat ya untuk ee butir butir ini yang harus sampai jadi persoalan kita semua karena menurut saya ee sangat tidak bermanfaat, tidak bermutu ya untuk bangsa kita. Oke, kita tanyakan dulu ini ke Bang Rey. Bang Rey. Tapi kalau kita e melihat secara garis besar apa yang Anda maknai dari yang lagi-lagi kehadiran Pak Presiden dan duduk di samping Pak Tri di tengah adanya usulan memakzulkan Wakil Presiden. Sebetulnya kalau Pak Presiden tidak berkenan dengan usulan dari para apa namanya para Irawan ini, beliau bisa menyampaikannya dengan bahasa yang halus. misalnya menyatakan bahwa mohon maaf untuk sementara ini fokus kita adalah membangun ekonomi ya kan yang politik-politik nantilah sama setelah ekonomi kita ini mungkin jauh lebih baik itu semua orang sudah juga paham artinya Pak Prabowo ee tidak berkenan dengan usulan khususnya poin yang terakhir itu ya poin pemaksudan itu gitu. Tetapi kenyataannya Pak Prabowo tidak menyampaikan kalimat itu. Kalau misalnya kita dengar kemarin Pak Wiro menyampaikan bahasanya, Pak Prabowo seperti memberi ruang. Itu yang saya sebut tadi ini kayaknya fit-fitti nih. Bisa ya bisa tidak gitu. Jadi enggak ada satu penekanan yang kelihatan misalnya menolak gitu ya. Termasuk di pidatonya Pak Prabowo hari ini. Hal yang sama juga tidak disampaikan oleh beliau. Bahkan beliau hanya bercerita soal semangat TNI, semangat prajurit, didikan para senior-senior dan sebagain dan sebagainya itu gitu ya. Seperti ee apa namanya itu ya ee romantisme yang berujung kepada heroisme gitu ya yang diungkapkan oleh Pak Prabowo gitu. Dan tentu saja ee dudukan antara Pak Prabo dengan Pak Tri yang bersamping-sampingan itu bisa dimaknai sebagai senior junior, tapi bisa dimaknai dalam bentuk yang saya sebutkan tadi itu posisinya Pak Prabowo ini masih pipi-pti gitu. Sebab kalau misalnya ya secara politik itu ada keinginan untuk menolak ya permintaan dari para purnawirawan itu mungkin akan ada settingannya bagaimana agar kelihatan Pak Prabowo tidak berdampingan langsung dengan Pak Prabowo gitu atau misalnya e Pak Patri Trisno gitu atau misalnya kalau betul ada keberatan yang cukup di apa namanya itu di pihaknya Pak Prabowo atas usulan khususnya poin yang kedelapan itu. itu yang saya sebut mungkin akan sangat menarik tuh kalau tiba misalnya Pak Prabowo mengundang serta Gibran untuk hadir di dalam acara itu, gitu. Sehingga kelihatan bahwa antara Pawirawan dengan Gibran itu sudah berada di dalam satu meja di mana fasilitatornya adalah presiden dan begitu mungkin isu soal tema Zulin akan mereduk dengan sendirinya gitu. Oke, Bung Silvester. Kalau tadi kata Bang Rei masih 50-Fifty, tapi kan memang Presiden membuka ruang. Bisa jadi memang akan melakukan pertemuan dengan Forum Purnawirawan. Singkat saja, apakah Anda memang melihat sinyal 50-50 itu dari Presiden? Ya, bisa saja Pak Presiden ini kan membuka ruang dan juga ingin merangkul semuanya. Beliau pengin agar semuanya bisa berkolaborasi membangun bangsa, ya kan. Walaupun pernawirawan ini tergabung dalam ee organisasi yang tidak resmi yang hanya dibuat dadakan dan mayoritas mereka ini kan pendukung yang kalah kemarin ya Mas Anis Baswedan. Kalau yang hari ini presiden itu menghadiri yang resmi PEPABRI, PPAD, PPAU, PP AL ee dan mereka ini kalau menurut keterangan dari staf khusus presiden Pak Dudung mengatakan bahwa mereka yang tergabung sekarang ini tidak menghendaki ataupun tidak bersuara untuk pemasulan Mas Gibran ya. Jadi ini ini suatu hal yang berbeda. Jadi mungkin bisa saja tergantung Pak Prabowo apakah sebegitu pentingnya usulan 8 butir ini. Karena kalau kita lihat kembali lagi yang dipersoalkan ee masalah putusan MK ya tahun yang mengenai ee 169 huruf Q itu padahal sudah dibatalkan oleh putusan MK nomor 90 sudah final dan binding gitu loh. Jadi saya melihat butir-butir ini ya kalau saya boleh katakan sebagai anak bangsa ini aduh hanya pepesan kosong ya menurut saya ee Bapak-bapak kita ini ee seperti ee kakanak-kanakan gitu loh karena enggak ada enggak ada ee isinya buat bangsa kita enggak ada enggak ada yang kita bisa dapat dari usulan del oke Pak Presiden juga ini yang kami tunggu Bang Silvester Matutina dan Bang Rangkuti terima kasih sudah berbag lagi bersama kami di BR.

KOMPAS TV- Prabowo & Tri Sutrisno Duduk Satu Meja: Simbol Apa di Baliknya?

#prabowo #presidenprabowo #trysutrisno

Sahabat Kompas TV Jawa Timur jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Timur, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.