ALAM MURKA PADA ISRAEL, JUTAAN ORANG MENJERIT! Usai Badai, Tornado Api Raksasa Muncul di Israel
A national emergency has been called in Israel as strong winds and high temperatures have fueled wildfires outside of Jerusalem. evacuated about 3,000 acres of land have been burned. Dalam beberapa tahun terakhir, Israel dihantam serangkaian bencana yang mengguncang satu demi satu. Di saat yang sama, Gaza dikepung. Anak-anak Palestina hidup di bawah langit yang setiap saat bisa runtuh karena bom. Rumah hancur, tanah dirampas, dan hidup dikekang. Apakah ini hanya kebetulan semata ataukah ini adalah bagian dari hukum keadilan Tuhan? Tonton sampai akhir untuk tahu bagaimana Tuhan selalu membela yang tertindas dan memperingatkan yang zalim. Tak peduli sekuat apa mereka tampak di mata dunia. Sulit untuk tidak menyebut kalau apa yang terjadi di Israel bukan hukum keadilan Tuhan. Karena kenapa? Selama beberapa tahun terakhir, Israel terbukti telah berbuat zalim terhadap rakyat Gaza dengan membombardir serta menghilangkan puluhan ribu jiwa tak bersalah. Selain menghilangkan nyawa, Israel juga terbukti telah menyiksa rakyat Gaza dengan memblokir bantuan kemanusiaan yang berujung pada kelaparan dan kemiskinan warga sipil. Perbuatan nista yang dipupuk Israel selama ini memberi kita isyarat. Mungkinkah azab Allah melalui kekuatan alamnya terjadi di Israel? Jika menurut kamu Allah diam untuk Palestina, sebenarnya tidak. Sudah sejak lama Allah memperingati Israel atas kezalimannya terhadap Palestina. Kalau kita melihat masa lalu, Israel telah mengalami deretan bencana alam dahsyat yang mengguncang peradaban. 10.000 tahun yang lalu, sebuah tsunami puruba menghancurkan jejak kehidupan yang pernah ada di sana. 1900 tahun sebelum Masehi, dua kota penuh kejahatan Sodom dan Gomor dihancurkan dengan azab Tuhan diluluh lantahkan oleh sulfur dan api. Namun, sejarah kelam ini tak berhenti. Pada tahun 749, gempa dahsyat mengguncang Galilea menelan ratusan ribu nyawa. Hampir seabad setelahnya, tepatnya 11 Juli 1927, gempa bumi Yeriko dengan kekuatan 6,3 magnitudo kembali merusak Israel, menghancurkan ratusan bangunan dan mengakibatkan ribuan korban jiwa. Di masa kini, bencana-bencana itu kembali memunculkan dirinya. Pada tahun 2010, langit Israel berubah merah. Asap hitam membumbung di lereng Gunung Karmel. Israel sebagai bangsa yang tangguh saat itu terpaksa harus tunduk dan masuk dalam penderitaan akibat kebakaran hutan dahsyat. Hari itu, angin kencang membuat api tak terkendali, menjalar cepat hingga menghanguskan lahan. Menurut catatan, kobaran api dahsyat berhasil melahap hutan Gunung Karmel selama 3 hari berturut-turut. Besarnya amukan sang jago merah dilaporkan berhasil menghanguskan 12.000 hektar lahan Israel. Akibatnya 250 bangunan yang berada di wilayah Bait Oren, Yemin Ort, dan Einhot menjadi rusak dan hancur sebab tak kuasa bertahan pada panasnya kobaran api. Dalam kebakaran itu, kepanikan melanda Israel. Sebanyak 17.000 warga berusaha dievakuasi akibat kebakaran yang disebut-sebut sebagai kebakaran langka. Peristiwa yang juga terjadi secara tiba-tiba itu akhirnya membuat Israel kewalahan. Ketakutan mereka yang selama ini hanya berpusat pada kecurigaan terhadap tetangga rupanya tak terjadi. Yang justru terjadi adalah kehancuran mereka akibat kekuatan becana alam. Selain kebakaran yang menghanguskan belasan ribu hektar tanahnya, Februari tahun 2021, Israel juga pernah mengalami bencana naas. Tak ada ledakan, tak ada peringatan. Hanya bau aneh dan gumpalan hitam yang terdampar di pasir. Dan hanya dalam hitungan jam, pantai berubah jadi ladang racun. Lebih dari 160 km garis pantai Israel tercemar. Burung-burung laut ditemukan mati berlumur minyak. Penyu yang sekarat terdampar tak berdaya. Nelayan dihantui kerugian dan warga dilarang menyentuh laut yang biasa mereka cintai. Penyebabnya adalah minyak yang berasal dari sebuah kapal yang tidak diketahui pasti siapa pelakunya. Yang pasti ini jadi salah satu bencana ekologi terburuk dalam sejarah Israel karena memberi dampak yang sangat serius terhadap kelangsungan hidup. Sebagai salah satu negara yang dilanda kekeringan, penghidupan rakyat Israel sangat bergantung pada air sungai dan lautnya. Bila sungai kering, teknologi desalinasi yang dimiliki Israel mampu mengubah air garam menjadi air tawar yang dapat diminum. Dengan begitu rusaknya laut Israel, berarti pasokan air mereka juga terganggu. Bahkan melangsungkan invasi militer ke wilayah Gaza, alam sebenarnya sudah memberi peringatan yang di mana tiba-tiba saja badai pasir besar menghantam negara itu. Akibatnya, rencana penyerangan yang ditujukan untuk menginvasi jalur Gaza terpaksa mereka tunda karena fokus untuk menyelamatkan jiwa warganya. Selain badai pasir, banjir juga menghantam negara itu di saat yang bersamaan dengan membuat jalan-jalan Israel pada saat itu tergenang dan menghambat mobilitas jalur darat. Badai besar hingga banjir yang muncul di tengah persiapan Israel dalam melakukan kejahatan menimbulkan spekulasi besar di mata dunia. Apakah ini azab Allah yang tumpah melalui murka alam demi melindungi kaum tertindas? Terlepas dari pertanyaan itu, satu hal yang pasti. Serangan Israel yang tertunda pada hari itu memberi warga Gaza tambahan waktu satu hari untuk menjalani hidup tanpa mendengar dentuman bom yang seringkiali Israel jatuhkan tanpa rasa bersalah. Meski telah berkali-kali mendapat teguran dan murka dari alam, rupanya tak lantas membuat Israel berbenah diri. Keangkuhan dan kesombongan akan berdirinya Israel raya membuat mereka buta dan kehilangan rasa kemanusiaan terhadap puluhan ribu jiwa yang mereka renggut. Sikap keras kepala ini membuat Israel tidak belajar dari kesalahannya sehingga murka alam tetap senantiasa memberikan pelajaran. Seperti pada hari Rabu 23 April kemarin, murka alam kembali timbul di hadapan Israel. Angin yang semula tenang menjadi bertiup sangat kencang dan tiba-tiba saja kebakaran terjadi di Yerusalem. Berdasarkan rekaman yang ada, angin kencang dan suhu tinggi membuat kobaran api menjadi semakin besar dan ganas sehingga api cepat menyebar di sekitar perbukitan Yerusalem. Beberapa rumah dipastikan terbakar dan sejumlah ruas jalan ditutup demi menjaga keselamatan warga sipil yang ada di sana. Bertahun-tahun Israel menimbulkan penderitaan yang teramat pada rakyat Gaza. Mereka membombardir anak-anak tak bersalah, mengisolasi Gaza dari bantuan yang seharusnya mereka dapatkan. Dan di tengah semuanya itu, mereka berdali kejahatan itu mereka lakukan demi mempertahankan diri dari musuh yang sebenarnya tidak ada. Ketamakan akan menguasai tanah dan membangkitkan cita-cita bangsanya. Membuat Israel buta dan lupa akan kemahakuasaan Allah Subhanahu wa taala. Di tahun 2025 ini, murka alam kembali hadir untuk Israel. Sebagai salah satu negara yang bergumul pada masalah kekeringan. Sejauh ini tahun 2025 merupakan puncaknya. Pasalnya, otoritas air Israel mengungkapkan bahwa musim dingin tahun ini merupakan musim dingin terkering yang pernah dirasakan oleh Israel selama satu abad terakhir. Hal itu diungkapkan sebab dalam musim dingin ini, curah hujan yang turun di Israel hanya setengah dari curah hujan rata-rata yang terjadi di musim dingin tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya nasib Israel di masa yang akan datang menghadapi ketidaktentuan yang sangat nyata karena harus mencari solusi untuk ketersediaan air sebagai zat utama penopang kehidupan warganya. Segala kebanggaan yang dibangun di atas penderitaan orang lain niscaya akan runtuh oleh tangan Tuhan sendiri. Israel dalam kesombongannya terus menutup mata sehingga mereka tidak sadar bahwa mereka telah melakukan kejahatan dengan membombardir, memblokade, dan merampas hak hidup rakyat sipil yang tak berdosa. Namun di tengah kekuasaan yang Israel banggakan, satu hal yang tak bisa mereka tolak adalah kuasa alam yang digerahkan oleh kehendak Tuhan. Azab yang berulang bukan sekadar peristiwa alam biasa. Ia adalah pengingat, peringatan bahkan teguran keras dari sang pencipta. Israel bisa saja membangun tembok dan senjata. Namun tidak ada satuun kekuatan yang mampu menahan murka Tuhan ketika keadilannya ditegahkan lewat alam semesta. Kini dunia menyaksikan dengan mata terbuka bagaimana satu persatu azab itu hadir. Seolah menagih pertanggungjawaban atas tangisan anak-anak Gaza yang menggema dalam penderitaan. Oh.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel dihantam serangkaian bencana yang mengguncang, satu demi satu. Di saat yang sama, Gaza dikepung. Anak-anak Palestina hidup di bawah langit yang setiap saat bisa runtuh karena bom. Rumah hancur, tanah dirampas, dan hidup dikekang. Apakah ini hanya kebetulan semata? Ataukah ini adalah bagian dari hukum keadilan Tuhan, Tonton sampai akhir untuk tahu bagaimana Tuhan selalu membela yang tertindas dan memperingatkan yang zalim, tak peduli sekuat apa mereka tampak di mata dunia?
For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler
For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer
#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.
For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com
Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.