Yuta Mio Buat Rumah Pohon Paling Aman Bertahan Dari Serangan Anomali Tralalero

Halo teman-teman semuanya, udah siap berputar seru bareng Dunia Budi kan? Buat teman-teman yang sayang sama orang tua, jangan lupa like video ini ya. Aduh teman-teman kita harus diarap terus ini soalnya kota Sakura udah penuh sama anomali juga baby ncut nyakjut banget baby sinin kamu jangan nangis dulu ya. Oh iya, Kitty. Kamu di sini aja ya. Nanti kalau kamu keluar malah ditangkap sama tralalero tralala. NW. Ming. Sekarang kita cari tempat berlindung yang aman ya, Teman-teman. Tapi kalian semua jangan berisik ya. Nanti kalau kita berisik ditangkap sama tralalelo. Tralala. Budi, Budi, Budi. Jangan sampai tralala tralala itu melihat. Nanti kalau melihat mereka pasti akan mengejar kita dan akan memakan kita. Ya udah, sekarang kita masuk mobil ya. Hitungan tiga langsung masuk ya. 1 2 3. Ayo teman-teman cepat langsung dalam mobil. Ayo ayo ayo ayo kita kabur saja. Kabur kabur. Wah banyak banget tralal tralala ini di sini. Aduh gimana teman-teman? Aduh du duh. Aku menabrak lagi. Kayakutan hati-hati dong. Maaf ya aku takut banget soalnya. Tuh lihat banyak banget tralala tralala. Nanti kalau kita dikejar gimana? Iya juga sih. Ya udah gak apa-apa deh, Kak Yuta. Tapi hati-hati ya. Cepat-cepat, Kak Yuta. Itu di belakang kita ada teralala. Aduh, Mio jangan bikin panik dong, Mio. Ini aku udah ngebut banget loh. Ini udah kecepatan maksimal. Ih, tapi gimana lagi tu belakang kita? Udah teralala tralala Kak Yuta n cepetan ngebut Kak Yuta babyut. Hut banget Kak Yuta kayaknya daerah sini aman deh. Udah ggak ada tralalela tralala. Wah, iya benar juga ya. Ya udah kita berhenti di sini dulu ya. Oke, Kak Yuta. Wah, ini kayaknya tempatnya cocok banget nih buat kita berlindung sementara Miu. Iya, Kak Yuta. Benar banget soalnya di sini enggak ada tralalelo tralala. Baiklah kalau begitu mending nanti kita bikin persembunyian di balik pepohonan itu aja. Kalian semuanya setuju enggak? Setuju Yuta. Setuju Yuta. Tapi apa yang harus kita lakukan ya sama Anomalian dari kota Sakura itu? Ya udah enggak usah dipikirin Kak Yuta. Mending kita tinggal di sini aja. Tapi Mia di sini kan enggak ada makanan yang bisa kita ambil. Semua kebutuhan kita kan ada di kota Sakura. Hmm. Gimana kalau kita membantu rumah pohon aja, Kak Yuta? Seperti saat kiamat zombie dulu itu loh, Kak Yuta ingat enggak? Oh, yang dulu itu. Wah, ide bagus itu, Mio. Kalau gitu mending sekarang kita ngumpulin pohon dulu, yuk. Nanti kita bikinnya di depan sekolah aja. Oke, di Kak Yuta. Nah, asik a kita membuat rumah pohon lagi. Darin tenang banget. Asik membuat rumah pohon lagi. Asik. Tralalelo tralala. Wah, sepertinya aku mencium aroma-aroma manusia ini dari arah sini buat makan siang kita, Bos. Aku sudah lapar. Iya, ya. Wah, kita sudah berhasil mengumpulkan pohon-pohon itu, Teman-teman. Wah, itu bukannya itu tralal tralala ya biru-biru itu. Ah, ada Kak Yota, cepatan, Kak Yota. Eta di belakang ngejar kita, Kak Yota. Wah, iya, Bu. Iya, aku juga udah ngebut banget ini, Bi. Ya ampun, ini mobilnya malah gak mau ngebut sih. Aduh, ayo, ayo. Ada mobil, ayo cepetan. Kayut enggak, enggak, kayaknya tralala tralala itu udah gak ngejar kita lagi deh, Kak Yuta. Itu udah jauh banget dari kita. Wah, syukurlah deh kalau begitu. Ya udah, sekarang kita mulai aja yuk membuat rumah bya di sini. Buuhu, buduh, budu. Ayo, Yuta kita langsung buat jauh dah. Tapi, Kak Yuta kayaknya bahannya kurang deh, Kak. Udah tenang aja Mio. Nanti kalau bahannya kurang kita cari lagi kok. Yang penting kan sekarang kita bangun dulu rumahnya biar kita terhindar dari tralalela tralala itu. Ya udah deh, Mia yang ngikut aja. Nah, gitu dong. Ya udah, sekarang kita pakai bahannya ada dulu yuk. Baik, Yuta. Kita akan membuat rumah pohon. Wah, limanya udah jadi teruta. Iya, Baby Celin. Kita sudah berhasil membangun pondasi rumah pohon. Terus aku warnai pakai warna biru. Kayaknya tralal tralala tidak akan menyerang sesuatu yang warna biru deh. Ah, masa iya sih, Kak Yuta? Mia enggak percaya deh. Terus ini loh, rumahnya belum jadi. Soalnya kan kita kekurangan bahan, Kak Yuta. Betul, Mio, betul. Memang kita kekurangan bahan soalnya pohon ini belum ada rantingnya buat kita berlindung. Tapi kamu tenang aja, mana bisa tenang sih, Kak Yuta. Kita kan udah dikelilingi sama tralalelo tralala. Tenang aja, Mio. Aku tuh udah tahu untuk menemukan pupuk yang membuat pohonnya itu cepat tumbuh dan mengeluarkan ranting-ranting. Tapi di mana, Kak Yuta? Pasti itu nyarinya sulit, kan? Enggak, Mio, enggak. Ya udah, sekarang mending kita ambil bubuk gitu aja yuk. Aduh, Mio takut kalau nanti dikejar sama tralalelu tralala lagi, Kak Yuta. Ah, dasar Mio penakut. Aku tuh punya ide cemerlang, Mio. Aku mau warnain mobilnya jadi biru. Mungkin aja kalau warna mobilnya jadi biru, tralalele tralala itu enggak bakal ngejar kita. Jadi, kita bisa aman dong ambil pupuknya. Menurut Mia sih kita tetap dikejar walaupun mobil kita warna biru. Soalnya Kak Yuta pakai baju biru aja tetap dikejar sama tralalela tralala. Ih, itu kan gara-gara kalian ikut aku. Jadi, aku tetap dikejar deh sama tralala-tralala. Ih, Kak Yuta sukanya nyalain kita terus. Ya udah, Mio, nanti kita buktiin aja ya. Ini mobilnya udah kucet warna biru. Nanti pasti tralala tralala itu enggak bakal ngejar kita. Oke deh, Kak Yuta. Kita buktikan aja ya. Kalau Mia menang pasti nanti Kak Yuta kepanikan. Mia kita dikejar sama tralala tralalacak. Yuta pasti begitu ya tetamnya. Nanti dia panik ketakutan kalau dia ternyata salah. Iya benar banget itu baby sinin. Eh kalian itu. Ya udah nanti lihat aja ya. Pasti kita enggak bakal dikejar sama tralala-tralala itu. Iya iya Kak Yuta yang ganteng. Oh iya Kak kita ambil pupuknya di mana nih? Kita ambil pupuknya di sini Mio. Di peternakan ini. Kita nanti menghancurkan silo-silo itu pakai jirami yang ada di sana. Terus setelah hancur, kita akan mendapatkan pupuk yang bisa menumbuhkan pohon dengan cepat. Ini beneran enggak sih, Kak Yuta? Aku juga gak tahu sih, Mio. Kita coba aja dulu deh. Kalau cara ini enggak berhasil, nanti kita pakai cara lain aja, Miao, buat nyelesaiin markas rumah pohon kita. Oke, deh, Kak Yuta Mia ngikut aja kalau begitu. Baby kita ikut aja sayutnya kuat banget jelami-jelami itu. Ayo teman-teman kita harus berusaha sekuat tenaga yuk. Ayo dorong. Huh. Yah. Baby tuat. Enggak apa-apa baby sinin. Kalau udah begini harusnya sih silonya udah hancur Mio. Kayak Kayut lihat itu. Ternyata silonya hancur juga. Wah, ini Kak Yuta beneran bagus banget ternyata ya. Wah, akhirnya yuk. Ayo, kita cari bupuknya yuk. Habis itu kita langsung pergi ke rumah pohon. W tralal tralala teman-teman itu tadi anak-anak yang kita kejar. Wah, Teman-teman, kita sudah berhasil mengumpulkan bubuk-bupuk tadi. Sekarang kita kembali ke sekolah yuk. Kita nanti langsung membuat markas lima pohon. Wah, itu apa ya? Biru-biru. Jangan-jangan itu tralalu. Tralal. Kak Yota. Ayo cepetan, Kak Yota. Nanti kalau kita dikejar gimana nih? Kayak Yuta itu banyak banget loh tralal-teralnya. Mia kan tadi udah bilang pasti rencana ini enggak bakalan berhasil. Soalnya hiu-hiu itu kan mengandalkan penciuman Kak Yuta bukan warna. Ya ampun, aku enggak kepikiran Mio. Ternyata tralala tralala pintar juga ya. Aku kira mereka enggak bisa membedakan mana musuh mana lawan kalau warnanya sama-sama biru. Ternyata mereka pakai indra penciuman ya. Ya ampun kita harus gimana ini Mio. Ya udah kab sekarang kita ngebut aja. Ayo cepetan nanti kalau kita ditangkap gimana? Ayo Yuta, kamu harus ngebut itu tralalero tralala ada di belakang kita. Oh iya, baiklah Tom. Aku udah ngebut kok dari tadi. Aa kita udah sampai teman-teman. Ayo cepat mana turun kita langsung aja naburin pupuk yang tadi itu. Ayo teman-teman kita taburin di pohon raksasa ini biar rantingnya cepat tumbuh. Terus ranting itu bisa buat tempat kita berlindung. Ayo Kayata ayo cepetan cepetan cepetan. Mia udah takut banget ini. Nanti kalau Tralal Tralala tiba-tiba ke sini gimana? Hah? Mio enggak mau dimakan. Ya udah cepat. Ayo bantuin dulu, Mio. Kamu jangan ngeluh terus. Iya Kak Yuta. Ini juga udah selesai Kak. Wah ya udah sekarang kita cek aja yuk. Wah ternyata udah tumbuh rantingnya. Miu Mio enggak nyangka deh, Kak. Ternyata tumbuhnya secepat ini. Ya. Iya Mio. Makanya kan dari tadi aku nyuruh kamu buat tenang aja. Iya deh, Kak. Iya, maafin Mio ya. Oke Mio. Oh iya teman-teman, nanti tempat ini buat kita berlindung ya. Sekarang kita cekan lain yuk. Wah pasti semuanya udah jadi nih. Wah lihat teman-teman ke sini ke sini teman-teman. Ini udah jadi balkon ini keren banget. Nah bagus banget kita bisa membuat rumah markas pohon buat mengindar dari tralalelo tralala tralalelo tralala. Aku mencium aroma-aroma manusia ini di sekitar sini. Hmm, enak banget ini. Waduh, di bawah udah banyak banget. Tralal tralala. Gimana ini, Teman-teman? Kak Yuta Mio kan udah bilang warna biru itu enggak menyelesaikan masalah. Aduh, Mio, aku juga enggak tahu. Aku kan cuma coba-coba aja. Terus sekarang kita gimana dong, Kak Yuta? Oh, begini begini. Gimana kalau kita bikin benteng pertahanan aja Mio untuk melawan tralalelo tralala itu. Jadi mereka gak bakalan mendekat ke markas kita. Tapi cara bikinnya gimana kak? Di bawah kan banyak tralal tralala. Nah itu dia Miu. Aku juga lagi bingung gimana cara bikin bentengnya. Soalnya di bawah banyak banget tralal tralala. Tralalero tralala. Ah rabar sekali. Tapi aku tidak bisa menangkap mereka. Mereka itu tinggi banget. Hah. Ya udah kita pergi aja. Wah, Mio, Mio, lihat Mio. Ini kesempatan kita Mio. Tralal tralala itu udah pergi menjauh, Mio. Ayo, Mi sekarang kita langsung bikin benteng aja yuk. Budih, Budi, Budi. Tenang aja, Baby Budi, kita masih punya daun pohon yang kita ambil tadi. Kok kita bisa gunakan itu buat benteng pertahanan? Budih, Budih, Budh. Baiklah teman-teman, sekarang saatnya kita untuk membuat benteng pertahanan, ya. Oke, Yuta. Ayo. Aku sudah siap membuat benteng pertahanan. Baiklah kalau begitu kita langsung kerja cepat aja ya. Momo tralal tralala itu udah enggak ada di sini. Ayo, ayo kita langsung bekerja cepat yuk. Cang ini bab jalan udah bekerja cepat banget loh ini. H bab jalan bagus banget kalau trel itu datang. Wah, akhirnya kita sudah berhasil membuat bti pertahanan ini untuk melawan tralal-teralok. Wah, kerja bagus, Teman-teman. Tapi Kak Yuta itu kok ada bolong-bolongnya gitu sih? Nanti kalau tralal-teralnya masuk gimana? Sama aja dong. Ini namanya strategi Mio. Jadi lubang ini itu untuk jalan keluar mereka. Tapi ini juga bisa menjadi perangka buat mereka. Nanti kalau ada tralal tralalai yang mencoba masuk ke dalam markas kita, mereka akan terperangkap di ujung lubang itu. Terus nanti kita bisa mukuli mereka dari balik lubang ini, Mio. Dengan begitu nanti kita bisa memberantah seluruh tralalelo tralala yang ada di Kota Sakura. Wah, keren kan, Miu? Wah, iya keren banget, Kak Yota. Terus nanti mancing tralal tralala ke sini gimana dong? Wah, itu nanti tugasmu Mio. Ih, kenapa aku sih, Kak Yuta? Soalnya kamu larinya yang paling cepat. Jadi, tukasmun anti memancing tralala tralala untuk ke sini ya, Mio. Hah? Kak Yuta, Kak Yuta ngeselin banget sih. Kenapa harus Mio? Ayolah, Miu. Ya udah deh, ya udah Mia yang berangkat deh. Hati-hati ya, Miu. Iya, Kak Yuta. Iya. H Mia sebel banget deh. Kenapa sih harus Mio terus yang begini? Ini kan bahaya. Nanti kalau Mio ketangkap gimana coba? Terus ini tralala tralala juga enggak ada nih. Pada ke mana sih? Nah, sambil nunggu Mio, aku bacain komen absen dulu deh kalau begitu ya. Wah, di sini ada Kak Dito kelas 2. Halo Kak Dito. Di sini juga ada Kak Salsa umurnya 9 tahun. Halo Kak Salsa, salam kenal ya. Di sini juga ada Kak Ainaya umur 5 tahun. Wah, pengen bantu disapa ya? Ya udah ini aku sudah sapo ya. Halo Ainaya. Wah, di sini juga ada kamar kelas 3 SD. Halo, salam kenal ya semuanya. Buat teman-teman yang belum absen jangan lupa tulis nama kalian di kolom komentar ya. Komen komen. Hah? Tidak. Mia digar sama tralelera. Tralala gimana ini Kak Yuta tolongin Mia tralale lo tralala eh berhenti anak manis sini sini aku udah lapar banget ini pengen makan kamu K salamin Miu Kata Kata Mio dikejar sama tralalelat-teralala itu loh Kak Yota wahu kamu ternyata dikejar banyak banget ya wah kerja bagus Bus, kamu akhirnya bisa membawa tralala tralala sebanyak itu. Ya udah, kalian semua berlindung di rumah pohon ya. Ini sekarang giliranku untuk melawan mereka. Oke deh, Kak Yute. Ayo teman-teman kita berlindung. Kayak Yuta hati-hati ya. Wah, tentu saja Bio. Aman, aman, aman. Wah, sekarang giliranku untuk melawan kalian semua ya. Tralalero tralala. Wah, rampakan ini diar, dior. Tralala tralala jangan serang kami anak kecil. Ah, kami tidak akan kalah anak kecil masa iya sih kalian enggak kalah? Rasakan ini ya. Diar, diar. L. Wah, sakit sekali ternyata. Eh, kamu pakai senjata apa sih? Kesampel gitu. Tapi kok sakit banget ini. Aduh. Wah, ini namanya ketompel ajaib. Tralalelo tralala, kamu pasti akan mati. Kau lihat semua akan busah dari kota Sakura ini. Rasakan ini. Diar. W diar diar. Ah, sakit sekali anak kecil. Jangan serang kami terus dong. Wah, rasakan ini ya. Tralalelo. Tralala. Kalian sudah masuk ke perangkapku. Wah. Ah, aku akan menghabisi kalian. Diar, diar, diar. Wah, wah, akhirnya berhasil juga benteng perlawanan ini. Diar, diar. Wah, kalian mesti merasa kesakitan kan? Tidak, anak kecil jangan bunuh kami. Kalian ini enggak mau dibunuh tapi pengen makan orang. Ke mana sih? Wasakan ini. Dior, diar diar. Jangan ganggu warga Sakura lagi ya kalian. Talelo tralala akan aku musnahkan kalian semua. Wah diar diar diar. Rasakan ketabal ajaibku ini. Diar diar. Wah tidak. Wah sakit sekali ini. Wah. Wah itu tinggal satu itu yang terperangkap. Wah kamu yang terakhir ya. Tralal tralala. Rasakan ini ya. Kamu akan mendapatkan jurusku. Wah, rasakan ini ya. Pukulan baja. Ah, tidak. Sakit sekali. Wah, sakit sakit. Eh, eh, anak kecil. Udah, udah sakit banget. Wah, rasakan itu ya. Wah, akhirnya sudah berhasil tralalelo tralala di kota Sakura ini. Wah, pasti tralal tralalan di kota Sakura ini semuanya udah pada musnah. Terus ini harus gimana ya? Ini yang pada mati-mati ini. Aduh, ini mau di manain ya? Ya udah deh, aku kumpulin aja dulu. Aku taruh di depan aja, di depan markas. Aduh, ini banyak banget lagi. Mau buat apa coba? Ultraal-utral yang udah mati ini. Ah, membingungkan. Kak Yuta, Kak Yuta, Kak Yuta udah selesai, udah mengalahkan Sumatera lalalanya. Wah, jelas sudah dong, Mio. Coba kamu lihat di sekitar deh. Mereka semua udah mati kan pastinya di kota Sakura ini tralalelo tralala udah pada musnah deh, Mio. Wah, kayak Yute keren banget sih. Tapi buat jaga-jaga kita tinggal di sini dulu aja ya, Mio. Oke deh, Kay Yuta. Terima kasih ya, Teman-teman sudah menonton video ini sampai selesai. Jangan lupa like, comment, dan subscribe. Dadah. Ah.

Selamat Menonton, dan jika sudah menonton jangan lupa Like, Komen, Subscribe dan Share yak!
Sakura School Simulator

Subscribe Dunia Budi Gratis Sekarang Juga! https://www.youtube.com/@duniabudisakura/featured

Thank you! 🙂