Yuta Mio Diserang Pasukan Bombardino Crocodilo | Penjara Warna Warni

Halo teman-teman semuanya, welcome back to dunia. Hari ini kita mau main game Sakura ya, Bombardino Crocodilo. Wow, akhirnya kita sampai juga. Aku telah membawa pasukan-pasukanku. Oh, kalau gitu sekarang aku akan melepaskan kalian semuanya. Di sini akan menjadi markas kita yang baru. Ini akan menjadi kota kita. Ayo semuanya, kita akan menguasai tempat ini ya. Ayo kita kuasai tempat ini. Woho, Bombardino krokodilo. Aku sudah keliling-keliling di kota ini. Ini kota yang sangat bagus. Orang-orangnya juga tidak terlalu banyak. Jadi dengan mudahnya kita akan merebut kota ini dari mereka. Siap. Ah, kalau gitu pasukan berwarna merah. Ayo keluar. Aku akan membukakan pintunya. Nah, sudah terbuka. Ayo semuanya keluarkeluar. Sekarang aku akan buka lagi yang warna hijau. Ini dia pasukan Bombardino crocodilo yang warna hijau. Ayo, kamu juga keluar. Aku sudah bukakan pintu dan yang warna kuning juga. Aku sudah bukakan semua pintu untuk kalian. Woho. Ayo pasukan, saatnya kita semuanya menyerang. Siap. Wah. Ayo terbang, terbang, terbang ke sini. Keluar kamu, keluar. Kamu juga keluar semuanya. Ready go. Wuhu. Bagusbagus. Ayo keluar semuanya yang hijau juga. Oke, good. Dan satu lagi yang warna kuning. Ayo kuning keluar. Oh, macet, Bos. Macet. Wah, kenapa bisa macet? Ayo keluar semuanya. Oh macet. Nah, sudah aku buka. Masa masih macet sih? Ayo keluar. Kepalaku nyangkut, Bos. Aduh, malah kepalanya pula yang nyangkut. Oh, mereka malah enggak keluar nih. Kalau gitu kalian di sana aja deh. Gak usah keluar-keluar lagi. Tapi, tapi, Bos nyangkut kepalaku, Bos. Nah, sudah bisa, Bos. Oke, baiklah. Sekarang saatnya pasukan semuanya ikut aku. Aku akan menunjukkan kalian gimana caranya untuk membereskan manusia-manusia ini. Ayo kita jalan. Bombardino Crocodilo. Ayo semuanya ikut aku. Kita akan mencari manusia-manusia. Bos di belakang ada bos. Di belakang. Hah? Apa? Di belakang kita ada. E aku kok enggak nampak. Mana itu, Bos? Di dalam situ ada yang lagi jalan-jalan. Tuh kan gerbangnya tadi terbuka. Oh, ya ya benar-benar itu. Itu dia. Baiklah kalau gitu kita akan menghisap darahnya semuanya ya, Bos. Ayo kita hisap darahnya semuanya. Wah, sepertinya darahnya enak. Oh, ternyata dia sudah tua ya. Kalau udah tua mah ya udah deh tidak apa-apa. Tetap aja darahnya masih enak walaupun sudah tua. Woi, tunggu kamu. Apa ada ada ada apa nih? Aku akan menghisap darahmu. E tidak tidak aku, aku tidak mau. To, tol, tolong. Tidak bisa tidak akan ada menolongmu. E k dapat jadi banyak. Iya dong, mereka bisa jadi satu, bisa jadi banyak. Bisa jadi satu, bisa jadi banyak. Pasti kamu kaget sekali kan? Ti tidak. Jangan hisap darahku. Wah, aku akan menghisap darahmu. Hisap. Wah, asik. Belum kenyang. Belum kenyang. Oh, bos. Masih belum kenyang, ya? Iya, masih belum kenyang. Ayo kita cari lagi. Kita akan bagi jadi tiga bagian, ya. Pasukan merah, pasukan kuning, dan juga pasukan hijau. Yuhu. Hari ini kita akan kerja sambilan di kantor polisi. Yey, saatnya tambahan uang jajan. Mio, Kakak lama sekali sih, Kak. Aku terlambat bangun. Kalian sudah siap semuanya? Ya sudah dong, Kak. Ayo, ayo, Mio. Kita pergi sekarang. Tapi, Kak, mobilnya gak muat loh. Apa? Iya, Kak. Kakak jalan aja ya, Kak. Oh, tidak. Kenapa, Bukin jalan? Soalnya kan Kakak yang paling telat. Itu hukuman buat Kakak. Waduh, kalau gitu aku kan makin telat, Mio. Kita coba lihat siapa yang duluan sampai. Mia duluan pergi ya, Kak. Oh, kenapa malah aku ini tinggal? Kalau gitu Mia pergi dulu. Kamu yang bawa ya, Mio. Iya dong, Kak. Eh, iya. Kakak Ota tinggal. Kakak Ota tinggal. Wah, mereka semangat sekali tuh kalau lihat aku yang tinggal. Dadah, Kak Yuta. Dadah. Yuta. Dadah. Yuta. Dadah. Eh, Kakak Ota. Dadah. Dadah. Woi, woi, woi, woi, woi. Tunggu-tunggu dulu. Tapi kan aku bisa digendong. Woi, Mio, tunggu Mio. Kita tinggalin aja deh Kak Yuta. Iya, kita tinggal kita tinggal. Oh, ternyata beneran aku beneran ditinggal. Aku pikir tadi Mio bercanda, ternyata beneran aku ditinggal. Wah, mereka ini sengaja tungguin aku sampai aku keluar baru mereka pergi. Curang tuh. Ya udah deh, aku naik mobil ini. Tapi ini kan warna pink, tidak sesuai sama bajuku. Hmm, aku akan mencari yang warnanya sesuai dengan bajuku. Oh, sepeda ini. Oh, iya ya, ya. Sama-sama. Mirip warna biru tua. Baiklah, aku akan naik sepeda aja. Emangnya gak boleh naik sepeda? Kan sama aja bawa kendaraan. Kita naik sepeda. Ting ting ting. Bunyi sepeda. Sepedaku roda tiga. Eh, tapi kan sepedaku roda dua. Huh, akhirnya sampai juga. Oh, ya iya dong. Pasti mereka duluan sampai. Wah, Kakak telat. Kami duluan. Iya dong. Kalian kan tadi duluan pergi dan naik mobil tentu duluan. Aku parkirkan aja deh sepedaku. Aku parkir di sini ya. Kak Yuta bawa sepeda. Aku kira tadi kamu bercanda, Miu. Ternyata kamu beneran tinggalin aku, ya. Iya, biar lain kali Kakak enggak terlambat lagi. Iya, tadi malam aku tidurnya nyenyak sekali. Wah, Yuta, kamu terlambat, Yuta. Iya, maafkan aku, polisi. Ya, tapi nanti bagianku tidak dikurangi kan. Hem, dikurangi sedikit deh. Oh, jangan dong. Ayo kita cari orang. Wah, di situ ada orang. Iya, Bos. Mereka sedang duduk berdua. Oh, sasarannya empuk. Ada dua orang. Baiklah, kita akan berbagi. Eh, itu itu siapa? E, apa itu? Oh, sudah 1 jam aku berdiri di sini. Aku capek nih. Aku bosan, Miu. Wah, Kakak gitu aja kok udah capek. Polisi aja 24 jam berdiri. Oh, polisi hebat sekali. Bisa 24 jam berdiri. Polisio enggak tidur ya? Aku mau coba patroli. Oh, tapi Kak, kita kan disuruh jaga kantor polisi, tapi gak ada orang yang datang, Miu. Sepertinya kota Sakura kita ini sangat-sangat damai, aman, dan tentram. Tidak ada kejahatan sama sekali. Tolong, tolong, tolong, tolong. Gawat, gawat. Huh, ada apa ini? Ada apa, Kakak? Itu dia, Kak. Akhirnya kasus datang juga. Kasus apa ini? Ada kasus apa? Oh, aku semangat sekali nih. Aku akan menyelesaikan kasus ini. Tolong, kepala sekolah. Kepala sekolah kehabisan darah. Apa kehabisan darah? Kok bisa? Eh, Chika Chika melihat ada monster. Hah? Iya, ada monster yang menghisap darah. Monster apa itu? Monsternya terbang. Hah, polisi? Ada monster polisi ya? Emangnya polisi bisa bisa mengalahkan monster ya? Emangnya monsternya seperti apa? Ciri-cirinya monsternya dia bisa terbang seperti pesawat tapi kepalanya, kepalanya kepala buaya. Hah? Kepala buaya tapi badannya kayak pesawat terbang. Iya, iya benar. Kamu tahu monster itu. Monsternya ada banyak sekali. Oh, Miu. Monster apa itu, Miu? Kakak itu bukannya bombardino krokodilo, Kak? Oh, bombardino krokodilo. Aku tahu, Mio. Atom, kamu berjaga di sini, ya, Tom? Ya, Yuta. Aku yang jaga Kak Chika. Waduh, dia malah jaga Kak Chika. Oke deh, kalau gitu kita ke sekolah nih. Kita mau lihat. Emang benar kepala sekolah kehilangan darah sebanyak itu, Mio. Kalau gitu bukannya harusnya dibawa ke rumah sakit, Kak? Oh, iya. Kok enggak dibawa ke rumah sakit, ya? Hah? Apa itu, Miu? Hah? Apa ya itu? Iya, dia terbang, Kak. Iya, dia berwarna hijau. Oh, jangan-jangan. Oh, itu kepalanya Mio. Kepalanya kepala buaya. Hah? Ini bombardino krokodilo, Kak. Oh, ini yang dibilang sama Kak Cika tadi ya? Wah, ternyata beneran. Ya ampun, dia di depan kita. Ayo, ayo kita jangan terlalu dekat. Takutnya nanti malah dia yang menyerang kita. Wah, katanya dia bisa hisap darah. Ayo, ayo kita coba tanya sama kepala sekolah dulu. Beneran enggak kepala sekolah dihisap darahnya. Mana ya? Itu, Kak. Itu, Kak. Oh, ya. Itu dia. Oh, kepala sekolah tertidur di jalan, tidak dibawa ke rumah sakit. Wah, Mio. Jadi hitam semuanya. Berarti kepala sekolah dijadikan gosong ya, Kak? Iya. Diapain ya, Miu? Uh. Tolong tolong. Ah, tidak. Pacarku dah. Sekarang selanjutnya giliranmu. Wah, lezat sekali. Woho. Mama Mia Lezatos. Wow. Ayo kita cari lagi yang lainnya. Hah, di situ ada. Oh, warnanya sama dengan warna kita. Warna merah. Oh, wangi sekali. Ternyata kursinya yang merah. Siapa itu? Mereka terbang. Oh, iya. Kok kok mereka bisa terbang? Ah, aku akan mencoba yang mana dulu ya? Yang laki-laki ini atau yang perempuan ya? Mamaam Mia Latos. Uh, Bombardino krokodino. Wah, enak. Dan yang cewek ini. Ah, tidak. Jangan, jangan aku, jangan. Nah, untuk kalian aja. Ayo serbu semuanya makan-makan. Wuh, ada. Eh, di dalam juga ada orang. Pantesan enggak dibawa ke rumah sakit. Ternyata sudah sampai kering kerontang. Wah, itu ada lagi M. Hah? Tadi bukannya berwarna hijau, Kak? Iya. Dan yang ini berwarna merah. Woh, orang-orangnya juga dibuat kering kerontang berwarna hitam. Mio, Kakak jangan terlalu dekat, Kak. Iya. Ayo kita bilang sama polisio aja deh sekalian nanti panggil polisi-polisi yang lainnya. Jangan kita sendiri, Mio. Walaupun aku ada bawa ke tapel sih. Eh, itu kamu ada lihat, Mio? Ada, Kak. Pesawat terbang. Iya, pesawat terbang. Tapi pesawat terbangnya aneh. Depannya. Depannya kayak ada gigi-giginya. Ada penjara juga, Kak. Iya, ada tiga penjara. Penjara warna merah, warna hijau, dan warna kuning. Aku lihat lebih dekat deh. Oh, ini kepalanya kepala buaya, Mio. Oh, ini kan bombardino krokodilo. Wah, iya, Kak. Dan yang ini. Hah, ada untuk tempat pengendalinya. Ternyata ini bisa dibawa ya. Aku bisa masuk ke sini enggak, ya? Pintu. Pintu. Oh, ini bisa masuk. Ternyata bisa masuk, Mio. Wah, ada alat pengendalinya ya. Iya, ada yang bisa dipencet di sini. Mungkin ini untuk bisa menggerakkannya untuk jalan. Mio, berarti pesawat ini pesawat yang membawa bombardino krokodilonya datang ya. Wah, Kakak gimana dong, Kak? Udah kosong semua penjaranya. Hah? Kita harus lakukan sesuatu nih, Kak. Oh, iya. Tadi itu boba dino krokodilonya kan ada yang warna merah dan warna hijau ya, Mio. Dan di penjara ini ada satu lagi, ada yang berwarna kuning. Berarti ada tiga warna ya. Eh, tiga warna. Tiga warna. Iya, ada tiga warna. Gimana kalau kita masukkan aja mereka lagi ke dalam penjara, Kak? Hh. Oh, iya, Mio. Kita bawa mereka ke dalam penjara lagi. Terus kita kurung dan kita suruh mereka pergi. Ya, Mio. Iya, Kak. Benar, Kak. Oh, iya iya. Itu ide yang bagus. Tapi kalau kita semuanya nanti cari apa enggak kelamaan Miu? Kita bagi tiga aja, Kak. Eh, iya, Kakak Ot bagi tiga. Bagi tiga. Oh, iya. Ya udah kalau gitu aku akan cari yang warna satu lagi tuh yang warna kuning. Kalian sudah tahu kan tempatnya tadi yang warna merah dan hijau itu giliran kalian ya. Oke deh, Kak. Aku akan bawa si Atom juga nih. Atom tadi kan tinggal di kantor polisi. Aku jemput dia dulu deh di kantor polisi. Kalau gitu Mio pergi ke Yumat ya. Baby Cell dan Baby Hara nanti pergi ke dekat rumah kita ya. Eh Celin Camala pergi depan rumah Kakak Ota ya. Kami adalah pasukan kuning Bobardino Crocodilo. Wuhu. Ayo kita cari mangsa. Oh ada ada di sini. Di sini ada banyak, kita bisa berbagi. Oh, ya ini dulu deh yang warna biru. Ah, itu dia yang terbang-terbang itu. Itu dia. Apa? Ini dia iya ya. Polisio. Wah, gawat. Polisiya juga sudah kena jadi hitam. Aku takut, aku takut. Wah, saatnya giliran kalian. Aduh, malah kabur. Ah, tidak, tidak, J. Jangan. Aku juga kabur aja. Ayo kita kabur, kita kabur. Aku takut. Wah, sekarang giliranmu. Aku juga takut. Aku juga takut. Wah, Mama Bia lezatos. Terus satu lagi nih. Oh, Atom. Aku datang. Atom. Atom. Ah, ini, ini dia ketemu Dino krokodilo yang berwarna kuning. Oh, mereka bersusun rapi sekali. Kok bisa sih? Sepertinya mereka sedang melakukan sesuatu. Mereka ngapain ke sini? Tunggu dulu. Polisia dan juga Atom. Atom, kamu kenapa, Atom? Waduh, Atomnya sudah jadi hitam pekat Atom. Bahkan sampai bajunya pun ikut berwarna hitam. Aduh, Atom apa yang terjadi? Atom bangun. Atom bangun. Oh, polisi ken. Polisi Ken masih aman tuh. Oh, ada di sini ada kepala pasukannya. Kepala pasukannya sepertinya juga mau menghisap polis, Ken. Atom, gimana ini? Aku letakkan di dalam mobil dulu deh, Atom. Kamu baik-baik di sana ya, Atom. Atom. Ah, aku akan bawa dia ke rumah sakit deh. Nanti aku akan berusaha semaksimal mungkin. Dan sekarang aku marah nih. Wah, wah, wah. Lihat itu. Kasihan sekali. Dan jangan sampai nanti Kak Mami juga ikutan. Kalau gitu biar Mio aja deh. Mio akan membawanya dengan cara Mio akan mempingsankan mereka semua dulu. Rasakan ini tongkat sihir Mio. Yeay kena kena. Waduh. Ayo kita serang dia. Rasakan ini. Wah mereka banyak sekali. Mia bisa enggak ya sendiri? Y enggak apa-apa deh. Mio akan berusaha. Rasakan tongkat sir Mio kena. Yeay. Yey. Ah, mereka hidup lagi enggak ya? Hidup lagi tuh. Wow. Sepertinya mereka kuat. Darah Mio tinggal sedikit lagi tuh. Mana lagi? Mana lagi? Wah, mereka di bawah Mio. Rasakan ini. Rasakan. Yey, kena kena. Ah, jadi ikan panggang enggak? Eh, maksudnya sudah jadi buaya panggang enggak semuanya? Buaya panggang. Buaya panggang. Krokodilo. Wah, sepertinya mereka sudah kalah semua. Yeay, Mia menang. Mia menang. K marah nih. Aku marah. Kalian telah buat temanku jadi gosong. Rasakan, rasakan. Wuh. Aduh. Wah, satu lawan banyak. Emangnya aku takut? Oh, bombardin krokodilo. Aku akan melawan kalian. W. Ah, mereka main keroyok nih. Polisi yuk. Ayo bantu. Waduh, polisi malah enggak bantu. Aduh, aku kena. Oh, dia hidup lagi nih yang gosong ini malah hidup lagi. Rasa kan ini? Eh, sepertinya tinggal satu. Uh, tinggal satu. Ei, polisio kenapa malah tembak aku? Sepertinya polisio malah sudah berteman sama mereka. Tinggal satu nih. Yey, kena kena. Masih hidup enggak, ya? Oh, dia sudah meningsoy. Yeay, aku menang. Oh, gak ada lagi. Si Atom. Gimana ini? Si Atom masih bisa kembali seperti semula enggak ya? Soalnya tadi polisio dia malah melawanku. Huh, yang penting aku menang. Aku menang. Oh, iya polisi Ken. Tadi polisi Ken masih belum kena kan? Sepertinya belum polisi ken. Wah, sudah kena juga ya. Ah, kulitnya kembali. Yey, kulitnya kembali seperti semula. Atom, kenapa kamu malah keluar atom? Wow. Atom hidup lagi. Atom kembali. Yeay yey. Wuhu. Kita menang. Kalau gitu kita angkat aja ini. Lihat. Kita bawa dia. Kita masukkan aja ke dalam penjara ya, Tom. Iya, Yuta. Iya, Yuta. Eh, ayo tangkaptangkap. Itu kocodillo. Bobal dino. Cocokodilonya itu banyak. Warna green. Warna green. Oh, ada ada raksasa nih. Ada raksasa. Ayo kita serbu. Eh, cerbuca tauca ya semuanya Jelin sama Hala tangkap aja ya. Hala sekarang sudah dapat sudah dapat Celin. Iya. Ayo kita bawa kita bawa. Oh, bos kita, bos kita dibawa tuh. Oh, Tok tolong aku. Ayo selamatkan bos kita. Wah, sepertinya baby-baby ini kebal. Eh, iya, Kakak Ota Halat sudah dapat. Yey, semuanya sudah masuk ke dalam penjara nih. Kita sudah berhasil mengumpulkan semuanya. Oh, lepaskan kami. Tidak, tidak. Uhu. Yeay, Kakak, sudah kita masukkan semua. Tidak ada lagi yang tersisa di kota Sakura. Ya, kita masukkan ke dalam pesawat krokodilo bombardino ini. Kakak, ayo kita bawa mereka, Kak. Wuhu. Oke. Oke. Kalian semuanya sudah tidak sabar lagi kan? Kita pulangkan mereka. Mio. Iya, Kak. Sekarang aku masuk ke dalam sini nih. Nah, di sini kita baru bisa kendalikan pesawatnya nih. Wow, ada tombol merahnya. Apa kalian sudah siap? Sudah siap? Sudah siap? Eh, udah siap, Kakak Ota? Ayo pencet-pencet. Oke, kita injak aja deh kita pencetnya. Hup hopen! Ayo jalan. Halo teman-teman semuanya, sampai di sini dulu video Hara. Sampai jumpa di video selanjutnya ya. Ingat subscribe, like, dan share ya. Dadah. Yuhu, Bombardino krokodilo. Ayo tangkap semuanya jalan. Eh, ayo jalan-jalan. Bombardino. Krokodilo. Pesawat berangkat. Tut tut. Oh, lepaskan. Lepaskan aku. Lepaskan kami. Kami mau dibawa ke mana? Aku kan bawa kalian ke laut. Ayo kita bawa ke laut. Yuhu!

#sakuraschoolsimulator
#idsakuraschoolsimulator