Polri-TNI-BIN Turun Tangan, Ormas Berkedok Preman Akan Diberantas Habis!

Terima kasih Anda masih bersama kami di Kolompas Petang. Saudara merespons permasalahan premanisme yang berkedok organisasi masyarakat yang meresahkan Puspom TNI melakukan kerja sama dengan Polri untuk melakukan penertiban. Dan Puspom TNI Maijen Yusri Nurianto menyampaikan TNI terus melakukan kerja sama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Ia pun menegaskan jika ada oknum TNI yang terlibat dalam organisasi masyarakat dan meresahkan warga, maka Puspom TNI akan langsung menangani kasus tersebut. Sedangkan jika anggota ormas yang meresahkan berasal dari masyarakat sipil, maka kasus tersebut segera ditangani oleh Polri. Ya, intinya kita tetap tujuannya adalah menjaga keamanan, kenyamanan masyarakat ya. Selalu kita bersama dengan PORI untuk menjaga kamtipmas. Kita memang ada fungsi di sini adalah lead pamfik ya. lead ini adalah intelijen ya, di mana kita ee selalu ee berkolaborasi, bekerja sama dengan intelijen-intel yang lain ya dengan kepolisian, kemudian mungkin dari BIN, kemudian dari Bais ya intinya ee informasi-informasi yang lah. Jadi kita combine, kita analisa untuk dilakukan pencegahan-pencegahan. Kalau memang di Ormasito ada mereka tentunya orang sipil ya. Nah, nanti yang menangani adalah dari kepolisian. Nah, kalau ada oknum TNI-nya baru kita yang menangani. Sementara itu, Komisi 3 DPR melakukan rapat dengan Advokat Antipremanisme atau Tumpas pada Rabu siang. Anggota Advokat Anti Premanisme, Saor Siagian menyampaikan sejumlah contoh aksi premanisme yang meresahkan di kalangan masyarakat. Saur menyebut tindakan meresahkan itu tidak hanya berupa ancaman verbal. melainkan juga tak segan menggunakan senjata. Sahor mendesak Komisi 3 DPR untuk segera menangani permasalahan premanisme yang berkedok organisasi masyarakat. Kalau Saudara di sana mengatakan kami juga sangat terhormat demi seperti tapi alhamdulillah pemerintah membentuk satuan tugas terpadu operasi penanganan premanisme dan organisasi kemasyarakatan atau ormas yang dinilai meresahkan. Apakah Satgas ini kemudian mampu untuk membasmi ormas meresahkan yang dinilai sudah mengganggu investasi? Kita akan bahas bersama dengan koordinator tim advokat penegak hukum anti premanisme Saur Siagian dan juga penasihat ahli Kapolri Arianto Sutadi. Selamat petang Bapak-bapak. Selamat datang. Selamat sore. Saya mau ke Bang terlebih dahulu yang kemarin sudah ikut RDPU bersama dengan Komisi 3. Apakah sudah tepat membentuk satuan ini, Bang Saur? Oh. ee saya kira sangat tepat ya, karena memang ee ini sudah sangat meresahkan bahkan sudah ee menimbulkan kekhawatiran di masyarakat dan saya kira apa yang dibentuk oleh pemerintah sangat apresiatif. Bukan saja beban ini dibebankan kepada para penegak hukum dalam hal ini kepolisian, tapi semua aparat organ-organ negara. Sebab begini, Pak. He. Ormas ini kan didirikan tujuannya untuk membantu negara untuk menuju tujuan daripada negara itu sendiri. Tentu tujuan negara adalah untuk kesejahteraan, kedamaian, dan juga tentu ketertiban masyarakat. Nah, yang kita lihat kan sebaliknya. Nah, dasar itulah karena memang sudah sangat telanjang kalau bahasa kami ee perbuatan tindakan-tindakan daripada ee ormas ini saling terang satu dengan yang lain, mengancam pemerintah yang sah, konstitusional. Bahkan kalau kami kutip misalnya Mahid di ee waktu misalnya kami sebutkan salah satu organisasi mengatakan kalau kami kirimkan Rp50.000 he ke Gubernur Jawa Barat kami yakin dia bilang polisi tidak bisa membukarkan kami. Maksudnya apa? Ini kan dia sudah merasa di atas hukum. Nah, itu kan sudah jelas ancaman-ancaman. Nah, ketika ada organisasi atau organ-organ dalam hal ini tentara dan memang ini juga bisa mempengaruhi pertahanan kita kalau mereka ini sudah seperti negara sendiri dalam rangka melakukan tindakan-tindakan mereka. Mayo, kita sudah dapat poinnya di situ. Ee Pak Arianto tadi ee Bangsor menyebut kalau ini posisi ormas sudah seperti berada di atas hukum begitu. Apa kemudian yang membuat polisi ini bisa ee apa ya kurang tegas, tidak tegas untuk menindak aksi-aksi yang dilakukan oleh Ormas? Saya maaf ya, saya akan fokus pada premannya dulu ini ya. Preman itu adalah satu gejala ya apabila aparat itu tidak sanggup atau tidak bertanggung jawab untuk mengatasi keamanan di lingkungannya di mana aparatnya itu tidak bertanggung jawab, maka preman di situ akan tumbuh dengan suburnya. He gitu. Jadi itu adalah orang yang ingin mau bebas seenaknya sendiri, mencari makan dengan kekerasan, dengan kejahatan dan sebagainya tanpa boleh ditindak oleh aparat. Itu diisi preman ya. Nah, sekarang ini preman ini menjelma menjadi ormas ini saya amati ya, preman ini sudah dulu ada ada Mbak. Nah, sejak reformasi ini mereka itu preman itu kalau apa melakukan premanismenya itu mereka sering mengaku-ngaku elm berkedok ormas gitu. Nah, terakhir terlihat belakang ini kan. Jadi intinya adalah preman itu karena dibiarkan oleh aparat tidak ditindak atau lebih besarnya lagi tidak hadirnya negara untuk mengamankan di daerah-daerah yang kecil itu akhirnya mereka jadi menjadi raja di sana. Raja yang ingin bebas. makanya kalau sudah dibentuk ini operasi ini saya sangat setuju sekali dan sangat bagus sekali cuman menurut saya ini telat ini mestinya dari dulu ya ada tumbur kecil tuh harus disikat supaya mereka tidak bebas e apa mau ke sana kemari seenaknya sendiri saja terutama yang sekarang ini sudah sudah begitu masifnya ini perlu turun tangan dari pimpinan negara ini supaya menyetop ini gitu bukan hanya pimpinan keamanan saja karena kelihatannya keamanannya agak ragu ini. melihat apa background daripada yang mengaku ormas dan kemudian melakukan preman yang melebih daripada preman yang ada selama ini. Itu itu pandangan saya segitu kayak itu. Jadi menurut Anda ini menjanjikan Satgas ini apa kemudian ee indikator indikator keberhasilannya nanti keberhasilan dari kerja satgas ini bukan menjanjikan harus berhasil. Oke. Ini harus berhasil. Kalau enggak berhasil waduh konyol sudah malu kita negara mosok kalah sama preman kayak gitu gitu. Heem. He. Jadi ini harus dilaksanakan dan harus berhasil. Dan berhasilnya bukan hanya seketika besok selesai enggak ada preman. Harus seterusnya tidak ada lagi preman yang seperti ini. Akanya kayak gitu sikap pemerintah itu. Oke. Saya mau ke Bang Saur. Bang Saor kata Pak Arianto tadi harus berhasil tapi kalau menurut Anda sendiri apa indikator keberhasilan ya? Ee kenapa? Saya setuju dengan Mas Arianto. Kenapa ada kata harus? Karena kalau kita lihat cara alat-alat yang mereka gunakan itu kan juga alat yang digunakan para penegak hukum, senjata, kemudian juga kekerasan sangat telanjang. Artinya gini loh, ini sudah seperti head to head antara ormas ini dengan negara. Nah, kalau sampai segera tidak tuntas atau di apa namanya? di tuntaskan para preman ini ya seperti saya bilang tadi contoh itu sudah mereka mengatakan bahwa negara tidak bisa berbuat apa-apa dan yakin kalau enggak bisa 50.000 saya punya anggota 500.000 di Jawa Barat. Itu kita dengarkan. Belum lagi sudah terjadi ee penyegalanan perusahaan sesuai. Padahal kan dalam undang-undang ormas itu kalau sampai mereka melakukan tindakan melampaui atau seperti aparat penegak hukum itu sudah bisa dipidana atau mengancam melakukan kekerasan itu jelas sudah di ee bisa dipidana. Nah, apalagi Mbak Medo saya betul-betul ini jantung karena perusaha ee tim ini juga satgas ini juga untuk supaya lancarnya investasi. Nah, memang sekarang ini salah satu mengapa investor datang takut datang ke Indonesia adalah salah satu faktor ormas mengganggu iklim jangan sampai mengganggu iklim investasi ya, Bang Saur. Kalau ke kita mau ke Pak Arianto, ee bagaimana dengan potensi overlapping wewenang nanti Pak Aranto? Saya kira kalau untuk sekarang ini ya enggak usah pikir-pikir wewenanglah. Yang penting itu tujuannya berhasil dulu. preman itu harus dibasmi oleh siapapun, terutama oleh aparat negara gitu. Kalau sampai preman ini enggak bisa dibasmi gitu, wah sudah saya kita tuh konyol jadi negara ini. Katanya negara terkuat di Asia Tenggara tapi ngatasi preman yang kayak gitu aja enggak bisa. Preman itu ya sebetulnya tidak sangat berbahaya sekali karena mereka juga paling senjatanya juga cuma beberapa biji aja. Mereka itu cuman gertak sambal aja karena kekuotanya banyak dan kenekatannya itu akibat daripada tindakan aparat tidak tegas kenekatan mereka makin menjadi-jadi. Nah, sekarang sudah kelihatan ya kerugian daripada preman itu bukan pada orang perorangan. Sekarang negara ini diancam ini suatu investasi yang tinggi kemudian di situ karena preman akhirnya enggak jadi ke situ. Ini sudah menjadi ancaman negara. He. Makanya harus negara secara total harus melawan ini premaning. Menurut saya harus hilang ini. Bukan hanya hilang yang belakang-belakangan ini, tapi hilang seterusnya. Tidak ada lagi premanisme berlaku yang berlangsung di Indonesia ini gitu. Jadi enggak usah lihat ini kewenangan siapa, kewenangan siapa. Saya pikir itu nanti akan cuman itu menurut saya ya kalau kita itu membingungkan mengenai kewenangan ini, kita ini kan se diadu-adu domba terus oleh asing itu ya yang ingin menghancurkan negara ini. Makanya sekarang harus ditindak tegas dan harus hilang. Oke, terima kasih Pak Haranto. Kita mau ke saya mau ke Bank Sor e lagi Bang Sor saat gas kemudian ee akan dibentuk TNI kemudian juga Polri. Apa kemudian yang Anda lihat ya hambatan ee yang bisa atau potensi hambatan yang terjadi dalam ee penindakan ini. Kemudian kalau Anda baca hambatan ini kemungkinan datang dari mana, Bang Saar? Nah eh tadi saya ulangi ee seperti Mas Haryanto misalnya kami advokat dalam 2 hari kami berkumpul hampir lebih 100 orang masing-masing advokat lintas organisasi. Karena kami sebagai penegak hukum, kami juga terpanggil untuk menjaga sendi-sendi negara hukum ini bisa terjadi. Sekalipun kami tidak bisa menangkap seperti Pak Harian tuntut dulu polisi atau katakanlah teman-teman tentara dalam pertahanan dipersenjatai, tetapi karena ini juga pelecehan kepada profesi kami sebagai advokat, kami terpanggil. Jadi seperti Mas Aryanto bilang, wartawan juga dengan talk show ini, kemudian menjadarkan masyarakat, kemudian korban juga harus ikut bermasyarakat. Nah, kalau kendalanya menurut saya lebih kepada psikologi dalam arti begini ee kadang-kadang kan ee apa namanya ee para penegang hukum kalau saya segera tindas ini nanti apa dampak jadi harapan besar ya kepada satgas yang akan dibentuk untuk ee memberantas aksi ee premanisme yang dilakukan oleh Ormas. Terima kasih sudah bergabung bersama kami, Bang Saursiagian dan juga Pak Ariantos Sutadi. Sehat selalu Bapak-bapak. Terima kasih.

JAKARTA, KOMPAS.TV – Merespons permasalahan premanisme yang berkedok organisasi masyarakat yang meresahkan, Puspom TNI melakukan kerja sama dengan Polri untuk melakukan penertiban.

Danpuspom TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, menyampaikan TNI terus melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Dirinya pun menegaskan, jika ada oknum TNI yang terlibat dalam organisasi masyarakat dan meresahkan warga, maka Puspom TNI akan langsung menangani kasus tersebut.

Sedangkan jika anggota ormas yang meresahkan berasal dari masyarakat sipil, maka kasus tersebut segera ditangani oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, Komisi III DPR melakukan rapat dengan Advokat Anti-Premanisme atau TUMPAS pada Rabu siang.

Anggota Advokat Anti-Premanisme, Saor Siagian, menyampaikan sejumlah contoh aksi premanisme yang meresahkan di kalangan masyarakat.

Saor menyebut tindakan meresahkan itu tidak hanya berupa ancaman verbal, melainkan juga tak segan menggunakan senjata.

Dirinya mendesak Komisi III DPR untuk segera menangani permasalahan premanisme yang berkedok organisasi masyarakat.

Apakah satgas ini mampu membasmi ormas meresahkan yang dinilai mengganggu investasi?

Kita bahas bersama Koordinator Tim Advokat Penegak Hukum Anti-Premanisme, Saor Siagian, dan Penasihat Ahli Kapolri, Aryanto Sutadi.

#preman #ormas #polisi #tni #bin #pemerintah

Sahabat Kompas TV Jawa Timur jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Timur, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.