MOMON & ATUN TENGGELAM karena BANJIR PIPIS, ATUN SAMPAI… @BANGJBLOX
Butuh lebih banyak tipis. H di Senin. Oh, ngeri sekali. Iya, ni tun. Jadi ceritanya di Senin pagi ini kita itu harus ke sekolah, tapi kita itu malas, enggak pengin. Jadi supaya kita tidak pergi ke sekolah, kita harus banyak pipis-pipis dan enggak sempat ke sekolah gitu ceritanya. Kok pipis dong ya? Pipis gimana enggak sekolah gara-gara pipis ini. Kita pipisnya enggak berhenti-berhenti. Nanti kalau misalnya kita pipis di mobil gimana? Ngompol dong. Di pagi yang cerah kita [Musik] bangun. Hari ini hari pertama aku sekolah, tapi aku enggak mau pergi. Hah, kayaknya aku harus pipis dulu deh. Setelah itu kita cari alasan untuk enggak pergi ke sekolah. Ide bagus. Ide bagus. Oke, oke. Baiklah. Kemarin kita pura-pura sakit, pura-pura kedinginan, pura-pura demam, apapun itu. Kita pura-pura untuk enggak ke sekolah. Kali ini kita akan coba untuk pura-pura pipis terus-menerus. Sedap nih, udah pipis. Uh. Ah, oke. Baiklah, mari kita siram. Ya ampun, enggak minum air. Iya, kita kurang minum air, Teman-teman. Minum air ya, nonton sambil minum. Oh, kita siram-siram tuh. No udah bersih. Baiklah, kali ini kita ngobrol sama Papa. Halo, selamat pagi Papa yang ku cinta. Kayaknya ada sesuatu yang salah nih sama aku, Pak. Apa itu? Aku pipis itu kayaknya ada sakit-sakit gitu di perut Maman. Ya udah pakai Hansap. Aku tidak percaya. Eh, Papa beneran. Kalau Papa enggak percaya pakai Peter. Papa bisa lihat sendiri tuh. Oke. Iya iya. Lihat tuh. Noh. Semoga enggak ketahuan. 0,5. Sama 0,5. Ee belum cukuplah untuk kamu di rumah. Ya sudah, cepat pergi. Ih, Papa kamu perlu sekolah cepat. Iya, Papa. Itu Momon udah pipis seteng liter air. He, sepertinya kita harus pipis di botol-botol. Botol-botol. Botol-botol. Ah, ini dia botol-botol. Waduh, serius. Oke. Oke. Dari mana pipisnya? Di sini, Tun. Aku pipis. Apa sih? Jangan, jangan lihat, jangan lihat. Kucuk, kucuk, kucuk. Oke, baiklah. Apa ini? Pergi ke Bapak. Cat kencing. Tunggu kita pipis bisa di chat. Aku pengen cat neon-neon doang. Emang itu pergi papa loh. Iya, iya, Papa. Ini serius deh, kayaknya aku punya masalah ini dengan pipis-pis. Mau aku tes lagi. Iya dong. Nah, Mama pipis terus. Udah gitu sakit-sakit, P. Serius? Noh satu doang meternya. 1 liter. Sangat sedikit sekali ya. Masih selalu rendah. Kamu enggak boleh tinggal di rumah. Pergi, pergi, pergi, pergi, pergi cepat. Kalau enggak enggak ada handphone ya buat seminggu ya. Eh, gimana main Roblox-nya? Oke oke oke. Baiklah kalau papa bilang masih kurang guys. Jangan lihat guys. Tutup mata satu aja gini. Eh oke. Agak-agak sinting. Papa ini pipisnya udah mulai banyak Papa. Kok kamu masih di sini sih? Aku kan udah bilang Momon udah bilang Momon punya masalah pipis pipis momon sakit-sakit. Ah, masih. Aduh, udahlah pergi aja udah ke sekolah. Enggak, enggak. No, no, no. Pokoknya papa harus cek momon. Oke. Ya udahlah. Hai lihat tuh. Bahaya itu. Kata dokter istirahat 1,5. 1,5 pipis doang. A enggak enggak enggak. Cepat pergi sana. Ih, [Musik] Papa. Oke, Papa ya minta ya. Papa minta ya. Ini badan Momon udah jadi pipis-pipis. Lihat warnanya papa yang minta ini. Oke buah. Oke kita akan menyalakan semua kipas angin. Kita pipis di kipas angin kah? Enggak kan? Oh supaya dingin-dingin. Nah setelah itu w kita ambil botol dan ya ampun taruh di belakang. Kita akan membuat rumah ini jadi aroma pipis. Wow. Nyeri sekali. Aduh, nyeri sekali. Sedap. Atun. Atun mau adem-adem di rumah aku, Tun. Enggak sih, itu cuma kamu doang sih. Ah. Ah. Asik. Segar-seger. Aduh, ngerinya. Papa, kamu sudah menciumkan aroma pipis Momon? Kamu ngomong apaan sih? Enggak. Pokoknya Momon tinggal di rumah ya hari ini. Enggak usah sekolah ya, P. Enggak boleh pokoknya kalau scannernya bilang tidak, ya udah tidak. Iya. Scannernya bilang momon harus ke rumah tidur loh. Iya, Mas. Iya kan? Pergi ke sekolah sekarang juga. Ih, Papa ya? Papa ya? Oke. Oke. Padahal Momon pengin pakai cara halus. Tapi kayaknya Papa tidak memperbolehkan Momo untuk pakai cara halus. Kita akan menggunakan cara hem. Kita akan merusak semua toilet-toilet, Guys. Apa yang minta ini? Lihatlah, pipisnya udah berhamburan seperti kristal-kristal yang seram. Ngeri sekali. I ngeri sekali. Papa mata Momon dan katakan Momon istirahat di rumah. Sudah terlalu banyak pipis sekarang. Papa kamu kok masih di sini sih? Ha? Ih, udah ku bilang ya, Papa. Ah, udahlah, Papa tes aku aja. Capek capek. Hm. Kamu sangat bermain dengan kesabaran aku ya. Oh, oh, oh no. Kenapa kau masuk bil pipis? Itu udah udah megap-megap aku, P. Enggak cukup. Ih, Papa ini oleng-oleng, Pak. Pak, jangan gitulah, Pak. Hai. Sekarang ke sekolah. Ayo, Pak, satu hari doang. Ih, Papa ini ingin berperang ya. Oke, aku jawab tantangan Papa. Kita akan ambil gun power. Di mana gun power? Ah, serius. Kita bisa beli pigan. Napus meroba pisau pipis. Beli ya atau beli yang ini ya? Oh, teman pipis. Oke, ini adalah monster. Betul. Ini adalah monster yang membantu aku melempar-lempar pipis. Oke, temanku hancurkan semuanya. Ke mana dia? Ke mana dia? Eh, ke mana kau? Ah, sekali doang kabur, ya. Oh, dia lempar-lempar tuh pipisnya dia. Itu temannya bagus. Lemparnya di luar buat apa? Iya, ini lemparnya di luar. Ngabisi aja nih anak. Ah, udahlah. Oh, ini gun powder kita ambil. Setelah itu kita ambil views. Ah, di mana sih lighter-lighternya? Capek nih. Eh, tunggu. Jangan-jangan di luar kali ya, Tun. Coba kita cari abang. Abang kamu punya lighter, Bang? Ah, minta roak. Gak ada aku. Lagi nari-nari, lagi nari-nari dia. Oh, ini ternyata lighter-lernya. Wembuat TNT, Guys. Terus kita isi dengan pipis-pipis kita. Baiklah. Ya ampun, seram kali. Ah. W kabur kabur. W selamat tinggal everyone. T 2 s. W bom pipis. Baiklah kita lihat rumah [Musik] kita ini pipis kita, Guys. Jangan merasa jijai. Wowah semua tembok-temboknya. Oh no. Pitis yang wayaw ini kamar mandi kita jadi rusak sekali ya ngeri sekali Papa sekolah sekarang Papa kali ini aku janji enggak bohong udah banyak sekali pipis dan aku harus tinggal di rumah hari ini. Aku tidak percaya kamu ya. Sekarang apa lagi sih? Hah? Coba 38,9 pipis. Banyak tuh. Hm. Masih gak cukup. Laelah. Itu aku udah melakukan segala segala cara. Ih, Papa ya? Eh, serius kita pipis di sini udah rusak loh. Kita pipis di petak nih. Ampun. Okey. Eh, monster, monster, aku mau pipis. Kau keluar keluar. Ya udah, udah tutup mata ya. Yah, malah ngetes dia. Ampuh buat. Nice. Good job. Good job. Baiklah. Aku akan tambah pipis di sini. Sop bukan tenaga. Waduh, pipisnya jadi. Oh no. Siap. Jadi betak. Jadi betok tun mau mandi tun air hangat kamulah yang mandi. Air hangat tun. Wih, adem ademinya adem. Mandi-mandi air betap adem-adem guys. Pah. Coba coba. Udah udah apa lagi sih? Udah udah papa. Papa jangan ngomel-ngomel. Papa coba scan aku dah. Papa bisa lihat sendiri. Lihat kan, Pak? 138,9 ini mengerikan, pah. Kamu tahulah ya maksudnya aku ya. Hah? Iya kan? Kita gak sekarang ke sekolah ya. Oke. Baiklah. Papa yang minta akan aku tunjukkan nih semua. Oke. Kita butuh probar. Kita buka saluran pipa air di rumah kita. Terus. Ya ampun. Isi air-air di sini dengan menggunakan pipis aku. Tunggu. Pipis aku banyak kali. Enggak habis-habis. Dari tadi aku enggak minum loh. Ngeri kali ini. Enggak betul dia. Ah, tapi enggak apa-apalah. Pipis. Ya ampun tiba-tiba bisa ditolong lagi guys. Nice. Oke. Baiklah. Mari kita hidupkan shower. Tun. Mau mandi, Tun. Air panas. Wow. Uh. Segar. Habis-abis nih. Itu dia. Aku juga gak ngerti. Pipisku gak habis-habis. Pipis unlimited. Papa nih. Papa cium cium cium cium cium. Papa cium cium cium. Ih, apa ini? Aku anakmu yang tercinta, Papa. Oh, tunggu tunggu. Belum belum, Pah. Misiku belum selesai. Kita akan hidupkan semua air. Oh no. Ini cuci piringnya pakai ini juga, T. Air pipis. Ah, tidak. Jorok sekali. Oke. Kacau sekali. Kacau sekali. Kacau sekali. Baiklah. Papa baba. Papa pap ngertikan kenapa Momon kemari? Papaku sayang. Pernah ambil handphone kamu? Iya. P. Balikin papa. Enggak. Kamu selesaikan semua ujian kamu baru dikembalikan ke sekolah. Aku akan scan kamu sekali lagi. Kalau masih terlalu rendah, kamu akan aku hukum. Oke, oke, oke. Aku akan kembali, Papa. Sebentar. Ini udaranya penuh dengan pipis-pipis. Lihat udah sampai menguning. Ini atmosferku pipis. Wow, aku mengerti sekarang kenapa kita harus menghidupkan. Karena dengan elemen pipis kita yang bercampur dengan panasnya lampu itu menjadi fusion yang sangat lengkap, sangat wangi. Wanyaw. Eh, serius? Tunggu. Tunggu kita pipis di sini entar mama marah. Ini ampun jangan ditiru. Ya ampun. Ganti chatali. Iya. Oh, tunggu masih belum. Wow. Kok ini kita mengeluarkan semua jurus-jurus PKAS. Waduh, kabinet. Wah, kabinet. Apa itu kabinet? Aku enggak ngerti bahasa Inggris ini. K kabinet. Oh, ini tun. Waduh. Oke, Papa kamu lihat sendiri kan Papa? Betul, Pah. Jangan terkejut. Jangan terkejut. Aku masih belum selesai, Pah. W tang satu lagi ya di sini enggak sih? Iya [Musik] betul. Dan sekarang kita tinggal pergi ke tempat Papa. Papa ya ini saatnya Papa scan aku. Papa udah lihat kan begitu berembun tempat ini. Oh sedikit berembun lah ya. Coba ya. Ah Papa tahu itu embun apa itu? Pipis Papa pipis i pipis pipis Papa. Akan kuubuktikan ke Papa kalau aku itu adalah orang yang benar. Ayo Pak sekarang scan. Ayo ayo ayo. Hmm. Wow. 1918,9 pipis. That’s right. That’s right. It yang aku maon maksukkan. Hmm. Enggak cukup. Eh, [Musik] tapi Papa ini mau sampai seberapa baru cukup, Papa. Ih, aku rasa ini enggak bakalan cukup-cukup dah. Aku sudah muat. Lihat ya. Sebentar, Papa. Lihat ya, Papa. Muka momen sudah berubah jadi jutek-jutek. Tunggu ini kita disuruh untuk pipis ke sini. Mana? Ke kolam renang. Oh, no. Pipis kamu banyak banget sih. Kotak. Emang kok cukup untuk pipis segitu banyak? Kayaknya enggak dah. Serius? Kita harus coba sih. W kita panggil dewa pipis. [Musik] Wah ngeri kalilah. Benar-benar. Mari kita beri tepuk tangan kepada dewa pipis kita. Hei hei yo. Aku Dewa Pipis. Hello Human. Ngeri kali. Wow, kamu ternyata raja pipis. Hai, man. Bro, aku butuh bantuanmu. Apa yang bisa aku bantu, Bro? Kamu tahu kan? Kamu tengok ada kolam di sini? Ya, iya aku tengok. Nah, bisa tolong kamu isi dengan pipis kamu yang sangat banyak itu? Ya ampun. Ee seperti air no dengan pipis. Oke, kamu lihat ini. Wow. Weap kasih tepuk tangan dulu, Teman-teman. You know, it’s so cool, man. It’s my style. I just like that, bro. Wis keren sampai tanahnya bergetar. Oke. E ngomong-ngomong terima kasih dia memang sangat menggilakan, Guys. Wow. Kita berenang dulu. Wow. Kita berenang dulu. Adem-adem ada rasa asin-asin lah ya, Mon. Ya, asin-asin. Betul. Asin-asin pedas-pedas tuh. Dia baru makan cabe. Hai Tataon. Apaan tadi? Hah? Aku rasanya seperti ada gempa-gempa. Iya, Papa. Itu pipi sampai gempa. Udahlah, Papa coba tes Momon. Nah, udah benar ini, Papa. Aku enggak usah pergi ke sekolah hari ini. Momon sakit, Papa. Ini yang terakhir, ya? Iya. Iya. Kalau enggak cukup lagi. Hm. Iya. 2.917,9. Aku bilang kan Papa. Tengoklah itu, Papa. Hah? Aku masalahnya belum cukup loh anakku. Kamu ngerti kan maksudnya kan? Coba pergi sekarang. Oke oke oke. Nice boy. Lah sepertinya aku perlu memanggil planet pipis. Planet pipis. Serius? Pipis. What the hell, man? Sekolah tidak akan terjadi pada hari ini. Wah, sekolah. Sekolah adalah sekarang. Eh, bahasa Inggris yang benar kau. Oh, sekolah sudah [Musik] berakhir. Lari teman monsternya cuy. Ya, wenet pipis telah menghancurkan bumi kita. Oleh karena itu, seluruh warga tidak usah sekolah. Ya ampun. Ah, scan aku dong. Wow, rusak woi. Ah, sepertinya kamu boleh di rumah lah hari ini. Ya, akhirnya Papa. Aku cinta kamu. Aku sayang Papa. Oke, oke, oke. Hmm. Tapi ini bawa-bawa apa ya di sini ya? Makanya dari tadi kan, Papa kayaknya hidung Papa pilek-pilek dah. Wow. Jadi planet apa ya? Planet tipis itu apa tuh yang warna kuning-kuning itu? [Musik] Uranus. Dan kali ini guys kita akan coba untuk mendapatkan bad ending-nya. Seperti biasa kita malas-malas tapi teman-teman jangan ya. Ah nyam nyam nyam. Ini hari pertama aku sekolah dan aku tidak mau pergi. Ah, kayaknya aku harus pipis dan memikirkan cara. Seperti biasa, kita pipis dan kita mandi-mandi, Guys. Enggak ada air. Ya sudahlah, nanti atun bakalan mencium aroma aku yang sangat wangi di sekolah. Atun aneh-aneh. Enggak apa-apalah, Tun. Sekali-sekali mencium bau jigong aku. Ha, ya ampun. Enggak ya? Oke, aku akan ke sekolah hari ini karena Momon adalah anak yang baik. Begitu juga dengan teman-teman. Hah, haruskah aku pergi ke sekolah? Perlu berpikir tentang ini. Tidak mungkin. Oh, suara dalam hati ini. Sekolah itu enggak menyenangkan. Eh, menyenangkan ketemu teman-teman. Suatu hari aku akan bebas enggak perlu ke sekolah lagi. Ah, sekolah enggak ya? Masih berpikir nih aku ini pusing nih. Mama juga enggak paksa aku ke sekolah sih. Eh, enggak dipaksa juga harus pergi, Bang. Aduh, tapi udara sini memang segar ya. Bagusan aku pergi nih. Hah, tarik napas dalam-dalam. Eh, ini ini udah kau jangan banyak pikir. Pergi aja lah anakku, Cay ke sekolah ketemu kawan, belajar sesuatu supaya jadi anak [Musik] sukses. Oke, kita pergi lagi. Yakin ya, Mon? Mau pikir lagi. Keberubel kali kepelu telat sekolah. Aduh, ini memang anak pemalas ya Tuhan. Sulit, Mon. Hah? Memang keputusan yang sulit ya bagi memang keputusan yang sulit. Serius emang pergi ke sekolah keputusan yang begitu curat, Guys. Kayaknya enggak [Musik] ya. [Musik] Akhirnya aku bangga pada kamu, Botak Kuning. Kamu sudah memutuskan aku pergi ke sekolahku. Iya. Ini untuk terbaik. Benar. Pergilah sekolah. Yes, yes, yeah, that’s right. Dan kita mendapatkan bad ending. Kita pergi sekolah. Oke, guys. Geri kali, ngeri kali. Ini pergi ke sekolah merapat ending menyesatkan sekali, Guys. Oke, deh, Teman-teman. Karena videonya sudah cukup panjang, sepertinya kita sudahi dulu ya. [Tepuk tangan]
MOMON & ATUN TENGGELAM karena BANJIR PIPIS, ATUN SAMPAI
kepoin channel ini ya teman teman dan jangan lupa di like dan subrekkk
[ BANGJBLOX channel ]
https://www.youtube.com/channel/UClfw7Mx0Vmh4hDAT0STSohw
IKUTI JUGA :
▶TikTok : https://www.tiktok.com/@momonwayau
▶Email : minigaming1233@gmail.com
▶Instagram : https://www.instagram.com/moo_chanzz/
▶Roblox : https://www.roblox.com/groups/10331062/MOO-Team-Family#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X
#MOOMOO