TOL*L 💯 ALASAN ‘KONYOL” RIZAL FADILAH MANGKIR DARI PANGGILAN. TAU PENYELIDIKAN IJAZAH JOKOWI 90%?
Dar ini loh ada yang mencoba akhiri hidupnya karena sebentar lagi masuk penjara. Waduh, waduh, waduh bahaya ini ya. Bares Krim Polri baru saja mengumumkan ya bahwa penyelidikan ijazah Bapak Jokowi di Jogja dan di Solo ini sudah 90% ya kurang uji laboratorium forensik saja. bersamaan dengan hal ini tadi ya, kabar ini tadi ya, tiba-tiba ada anggota gerombolan TPUA yang hari ini diperiksa ya Polda Metro Jaya kok tiba-tiba mangkir. Wah, alasannya sih katanya ketabrak motor. Aduh, aduh, aduh. Ada aja ya alasannya ya ini beneran ketabrak atau Yah tanpa lama-lama yuk kita tonton saja videonya. Proses penyelidikan. Proses penyelidikan yang kita lakukan adalah kalau di persentase kita sudah 90%. 10%-nya adalah ujil. Ini loh, ini loh yang saya maksud tadi ya. Ternyata tidak identik yang 90%. Jadi kita menguji saat ini pemeriksaan yang kita laksanakan lain sebagainya adalah 90%. Termasuk foto dan lembaran termasuk foto lembaran yang didalilkan oleh kita uji semua. Jadi waktunya sudah cukup menguras tenaga. Iya. Ee tapi kembali lagi kita saat ini sudah pada sampai tataran ee penguji e pengujian secara satifik terkait ijazah. Kalau yang lain-lainnya foto dan lain sebagainya. Ini sudah masuk ke lapor untuk diuji di laor hasilnya. Saya tetap meminta kepada Kalapor untuk bisa secepatnya dengan ee pengujian yang profesional dan saya yakin lapor kita adalah lapor yang diakui oleh internasional. Nah, ini loh yang saya maksud tadi ya. Bares Krim Polri ya sudah 90% selidiki ijazahnya Bapak Jokowi di Solo dan di Jogja. Wah, wah wah. Ini loh, ini berita yang sangat bagus ini. Ya, kita tunggu sajalah tinggal 10% lagi ya. Pemirsa, diestrim Polda Metro Jaya hari ini memeriksa tiga saksi dalam pendalaman kasus dan pencemaran nambah baik yang dialami oleh Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo. Ketiga saksi yang hadir ialah Rustav Effendi, Damai Hari Lubis, dan Kurnia Trioyani. Dalam pemeriksaan yang berlangsung pada Rabu pagi, para saksi langsung melaksanakan proses pemeriksaan. Hal ini dikonfirmasi oleh juru bicara tim pembela ulama dan aktivis atau TPUA Rahmat Imran di depan gedung di Tresimbum Polda Metro Jaya. Rahmat membenarkan bahwa Ketua Umum TPUA Rizal Fadilah turut diundang oleh penyidik Polda dalam pendalaman berkas laporan ijazah palsu Jokowi. Ya, ini loh ya. Rizal Fadilah diundang tapi ada kabar ya. Orang satu ini yang suka teriak-teriak itu loh. Yang suka teriak-teriak. Adili Jokowi. Adili Jokowi. Gantung Jokowi seperti itu loh. Kok kelihatannya kok enggak hadir toh ini. Haduh ada apa sebenarnya? Kok kelihatannya mangkir ya ini? Huh. Enggak tahu lagi ini ada apa sebenarnya. ini sampaikan yang pertama kami tadi sudah mengkonfirmasi kepada penyiday bahwa kami belum bisa menghadiri panggilan untuk melakukan klarifikasi atas undangan yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya Riset Kriminal Umum pada hari ini dikarenakan Qarullah kecelakaan ditabrak motor. Ternyata kecelakaan ini loh. Ketabrak motor ternyata ya. Katanya orang satu ini loh ya. Lagu lama ini. Giliran dipanggil Polda Rizal Fadilah tiba-tiba kecelakaan dan katanya ya ketabrak motor. Aduh, aduh, aduh. Marilah kita tertawa bersama. Lagu lama. Lagu lama. Lagu lama. Ini jelas ya. Ini loh kelihatan ah ketar-ketir sendiri kan. Kelihatan kelabakan sendiri ini. Huh. Aduh aduh kenapa ini alasannya seperti itu? Ini kecelakaan beneran ketabrak motor beneran atau gimana ini? atau cuma omon-omon saja ya mencari alasan biar tidak hadir ya tidak hadir di panggilan ini. Aduh aduh aduh. Jadi ada panggilan qadarullah mau di e hadir sampai hari ini sakit ditabrak motor. Ee kemarin malam kemarin malam juga kami petunjuk. Itu yang pertama terkait ketidakhadiran klien kami yang bernama Rizal Valida. perlu kami sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa kami tidak hanya apa menjadi kuasaumbung Rizal Fadilah, tapi juga ee sebagaimana deklarasi yang sebelumnya sudah kami sampaikan di gedung doang, kami juga menangani dr. Viva, dr. Respon dan juga dr. Royuh emang ya tiba-tiba banget ini ketabrak motornya ya. Jadi tanda tanya besar ini. Aduh, haduh haduh. Kok bisa-bisanya ketabrak motor ini? Gimana toh? Haduh, haduh aduh. Ini emang ya alasannya kocak benar. Kocak bener gerombolan satu ini loh. Aduh, aduh, aduh. Ya, sekali lagi mari kita ya tertawa bersama lagi. Aduh, gimana ini menurut kalian ya? Masuk akal atau tidak? Ini alasannya ini. Coba tulis pendapat kalian di kolom komentar ya. Dan kita lanjutkan saja video berikutnya. sampai kapanp kita kejar ijazah itu. Itu kan siapapun yang mengatakan ada ijazah, ayo bawa buktikan. Siapapun yang mengatakan bahwa ijazahnya asli, ayo bawa ijazah itu uji keasliannya. Ini loh kelihatannya ya mau ngejar ijazah ini kelihatannya ya lari-lari gitu loh. Lari di jalan seperti itu ya. Pantesan toh ketabrak motor gara-gara itu ya. Aduh. Haduh. Kok bisa-bisanya gitu loh. Alasannya ketabrak motor. Ya mungkin gara-gara ini mau mengejar ya ijazah ya. Jadilah ketabrak gitu loh. Ya. Ya. Lain kali ya. Coba lihat kanan kiri dululah biar tidak ketabrak motor seperti itulah. Aduh, emang kocak bener. Kocak bener ini gerombolan satu ini ya. Gimana ini menurut kalian ya? Gimana coba kalau sudah begini kita lanjutkan saja videonya ini ya. Saya kira rakyat Indonesia punya kewenangan. Rakyat Indonesia punya kedaulatan. Siap. Rakyat Indonesia perlu transparansi siapapun pemimpinnya. Betul. Kelak Jokowi diteruskan Prabowo Gibran juga sama saja. Itu penyakit bangsa, penyakit negara, penyakit demokrasi. Dan kita tahu bahwa keputusan MK keputusan sampah. Trust in basket. Sampah dalam keranjang. Ayo lawan terus. Ayo lawan terus. Lawan. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Merdeka. Belum kita merdekakan negara ini ya dulu. Siap merdekakan negara ini. Wasalamualaikum warahmatullah. Aduh aduh aduh. Padahal ya padahal kalau sudah teriak-teriak ya sampai segitunya loh. Lah giliran dipanggil Polda lah. Kok ciut lah. Kok alasan macam-macam. ketabrak motor katanya. Huh. Haduh, aduh. Memang ya gimana ya? Memang benarlah usia kalau semakin tua ya kelakuannya ini loh kembali lagi ke anak-anak ini. Gimana ini menurut kalian ya? Gimana coba kalau sudah begini? Haduh, kelihatannya ini ya ketar-ketir, ketakutan seperti itu ya. Ya, sampai-sampai membuat alasan konyol ketabrak motor gitu loh. Haduh, ini gimana ini? Rizal Fadilah ketabrak motor entar dicurigai Jokowi yang nabrak. Kita menunggu sebenarnya mereka masuk. Ya, i ya. Ini masuk akal juga ini ya. Katanya tadi ketabrak motor entar lagi ya. Gimana ya? Menyalahkan Bapak Jokowi yang nabrak atau gimana lagi nih nanti ya. Ya. Aduh. Haduh. Memang kalau sudah benci kepada Bapak Jokowi ya segitunya ya. Masuk akal juga ini. Jelas ini. Aduh. Ya, tapi enggak tahu juga ini ketabrak motor beneran atau tidak. Ini enggak tahu ya. Ya, jangan sampai nanti ya salahkan Bapak Jokowi lagi loh. Ya, Bapak Jokowi yang nabrak. Haduh. Haduh. Jangan seperti itu loh ya. Jangan semuanya salahkan Bapak Jokowi loh ya. Hah? Enggak tahu ini gimana ini menurut kalian ya. Gimana coba kalau sudah begini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya. Jangan lupa subscribe channel Sudut Pandang dan jangan lupa lagi share di WA ya di grup-grup WA itu loh ya. Kita lanjutkan saja video berikutnya. Kehadiran kami gitu kan. Ke DPD juga gimana ini, Bang? Pak tua, Pak Tua kemarin kencang banget berapi-api penjarakan Jokowi seret Jokowi gantung Jokowi begitu dipolisikan mencari perlindungan di mana-mana. mencari perlindungan ke mana-mana. Pengecotpengecot panas-panas tahi ayam. Aduh. Aduh. Jangan seperti itulah, Bang. Jangan seperti itu. Itu orang-orang tua loh. Ya udah sepuh. Tapi ya enggak apa-apa juga sih ini heran heran kok segitunya gitu loh. Enggak malu gitu loh. Kemarin teriak-teriak sok garang, sok kuat ya. Ya, sekarang ini kelihatan banget ini Rizal Fadilah ini ketakutan dan panik ya setelah dirinya dilaporkan Bapak Jokowi sampai datangi kantor DPD ya, sampai datangi DPD RI ya, minta bantuan gitu loh. Aduh, aduh, aduh. Enggak malu waktu teriak-teriak seperti itu. Lah ini kok mangkir. Heran juga, heran juga ini sama orang satu ini ya. salah seorang aktivis tim pembela, ulama dan aktivis atau TPUA yang sangat militan, garang, dan sangat diplomatis dalam menebar narasi-narasi yang terus-menerus melakukan serangan politik ideologis terhadap Jokowi terkait dengan isu di seputar ijazah Jokowi yang dianggap palsu ya adalah Kurnia atau Ibu Kurnia. Tapi saya punya tesis pendek untuk Anda bahwa arogansi dalam membangun narasi yang sangat diplomatis Anda katakan di ruang-ruang virtual kita itu juga bisa menjadi titik kelemahan Anda. Mengapa? Karena arogansi narasi itu kalau tidak pernah dibangun dalam perspektif kita ingin membela kebenaran dengan nurani yang benar. dan dengan cara-cara yang benar dan membangun kesantunan dalam berdiplomatis kita membangun wacana berpikir dan membangun argumentasi maka itu justru akan meruntuhkan niat baik kalau itu memang niat baik bahwa Anda ingin membuktikan bahwa seorang Jokowi telah memalsukan ijazahnya. Hm. Tetapi jauh dari itu, Ibu Kurnia, arogansi wacana dan narasi yang Anda selalu katakan sangat militan di ruang-ruang media sosial kita itu akan diuji oleh satu yang harus Anda ketahui, yaitu ujian. apa yang disebut sebagai etika publik yang di dalamnya apa yang disebut dengan kesantunan itu menjadi laku yang utama. Iya. Ini loh ya bukan hanya Rizal Fadilah memang ada ya Ibu Kurnia yang dipanggil Polda ya memang ini juga ya suka teriak-teriak seperti Rizal Fadilah inilah. Ya, tahu sendiri Bapak Jokowi selalu disalahkan sana sini. Fitnah-fitnahan yang mereka-mereka ini teriakkan ini jelaslah membuat Bapak Jokowi ini ya gregetan ya kan tahu sendiri kan kalau orang sabar marah itu ya kelihatan bangetlah ya kelihatan banget kalau Bapak Jokowi sekarang ini lagi marah dan pengin menghukum orang-orang yang suka bikin Gaduh ini loh. Gimana ini menurut kalian ya? Gimana coba kalau sudah begini ya kita tunggu sajalah biar waktu yang bisa menjawab ya yang akan menjawab. Kita lanjutkan saja video berikutnya. Orang itu ketika merasa dirinya benar itu sudah enggak benar. Oke. Orang benar itu adalah orang yang tidak pernah merasa benar. Ketika Anda merasa paling benar sendiri, nah itulah makhluk yang paling enggak benar sendiri. Kenapa? Dia sangat mudah menyalah-nyalahkan orang lain. Nah, ini loh. Mantap benar. Mantap benar. Ya, orang benar itu adalah orang yang tidak merasa benar. Ketika kalian-kalian ini merasa paling benar sendiri, nah itulah makhluk yang paling enggak benar ya. Ya, karena jadi sangat mudah menyalahkan orang lain. Wah, wah, wah. Ya, gimana ya? Memang barisan-barisan itu ya sukan menyalahkan orang lain ya merasa diri ya kalau dirinya itu paling benar ya. Aduh, aduh, aduh. Kok sampai segitunya ya? Kocar kacirnya gitu loh. Sampai membuat alasan yang sangat konyol. Membuat alasan yang sangat konyol saat dipanggil Polda. Aduh, aduh, aduh. Bapak Rizal Fadilah ini ada apa sebenarnya? Ini ketabrak motor beneran atau gimana ini maksudnya ya? Pantesan toh ya kok seperti itu ya. Makanya toh jangan lari-lari di jalan ya biar enggak ketabrak motor. Aduh. Aduh. Enggak tahu lagi ini gimana ini kalau sudah begini ya. ya. Kalian sajalah yang bisa menilai ya, siapa menurut kalian yang benar, siapa menurut kalian yang salah. Ya, coba tulis pendapat kalian di kolom komentar. Dan itu tadi ya sedikit informasi yang dapat saya sampaikan dalam video kali ini. Jangan lupa subscribe channel Sudut Pandang. Sekian dari saya. Terima kasih.
SP3.2
JUDUL
THUMBNAIL
HOOK:
DHUAAAR…!!!!
ADA YANG MENCOBA AKHIRI HIDUPNYA KARENA SEBENTAR LAGI MASUK PENJARA
BARESKRIM POLRI BARU SAJA MENGUMUMKAN BAHWA PENYELIDIKAN IJAZAH PAK JOKOWI DI JOGJA DAN SOLO SUDAH 90%
KURANG UJI LABORATORIUM FORENSIK SAJA
BERSAMAAN DENGAN KABAR INI, TIBA-TIBA ADA ANGGOTA GEROMBOLAN TPUA YANG HARI INI DIPERIKSA POLDA METROJAYA, TIBA-TIBA MANGKIR!
“ALASANNYA SIH KATANYA KETABRAK MOTOR”
ADAA AJA ALASANNYA!
BENERAN KETABRAK? ATAU…
1. 90% BARESKRIM POLRI SELESAI SELIDIKI IJAZAH PAK JOKOWI DI SOLO DAN JOGJA
2. RIZAL FADILAH TAK IKUT KE POLDA, LARI KEMANA?
3. ALASAN KECELAKAAN, RIZAL FADILAH MANGKIR DARI PANGGILAN POLDA
4. KATANYA MAU KEJAR IJAZAH JOKOWI
5. LAGI BIKIN KATA-KATA MENYALAHKAN PAK JOKOWI
6. PAK TUA BANYAK TINGKAH, KICEP SEKARANG!
7. Arogansi wacana seorang aktivis TPUA, Ibu Kurnia
8. NETIJEN KRITIK TPUA YANG SUKA MENYALAH-NYALAHKAN ORANG LAIN