Jet Rafale India Rontok Chengdu J-10 Pakistan Berjaya
Inilah Global Views, sudut pandang kita tentang ragam konflik internasional yang berdampak signifikan kepada kita semua. Mengapa jet Raval India rontok? Benarkah gara-gara Chengdu? India telah menggelar operasi Sindor guna menghancurkan target-target kelompok teroris yang berbasis di wilayah Pakistan. Operasi militer ini digelar sebagai respon atas serangan terus ke resot wisata Pahal Gam Kashmir yang menewaskan 26 orang wisatawan warga India. India meyakini para pelaku serangan berasal dari kelompok jemah tauhid wal jihad dan cabang Lesker e Taliban yang bermarkas di Punjap dan Lahore. Gempuran udara India melibatkan sejumlah jet tempur dan turun kamikas serta pelur kendali jarak jauh. New Delhi mengklaim telah menumpas markas terus di enam titik di Pakistan dan menewaskan puluhan orang anggota kelompok yang diincar. Pakistan lalu membalas dengan menembakkan artileri dan peluru kendali ke wilayah Amritsar, India. Di sisi lain, operasi Sindur meninggalkan jejak menarik ketika jumlah laporan menunjukkan jatuhnya sekurangnya enam jet tempur India. Militer Pakistan mengklaim telah menjatuhkan enam pesawat tempur lawan. India tidak secara resmi mengkonfirmasi korban peralatan tempur yang sangat signifikan ini. Informasi yang jadi percakapan seru di media sosial dan kanal-kanal khusus militer. Tiga jet tempur dasal rafal buatan Prancis telah rontok. Tiga lainnya adalah jet tempur Miras 2000, Sukai Su30 MK1 dan MIG 29 buatan Rusia. Satu lagi yang ditumbangkan adalah pesawat tak berawak tempur Heron buatan Israel. Lalu apa kira-kira yang merontokkan zet-jet tempur terutama Ravel yang diklaim Prancis masuk jet termoden generasi 4.5 ini? Wakil Perdana Menteri Pakistan dan Menteri Luar Negeri Isak Dar menyatakan angkatan udara Pakistan telah sukses menjalankan misi perlawanannya. Mereka mengerahkan jet tempur buatan Tiongkok J10C atau C10 Chengdu. Jet-jat tempur itu dibekali rudal udara ke udara P15 juga buatan Cina. Pakistan menurut Isakar telah menerima informasi intelijen tentang kemungkinan serangan udara dari India pada pukul 10. malam pada hari Selasa, 6 Mei 2025. Tindakan defensif dilakukan dengan menerbangkan jaj tempur mereka untuk mencegat pesawat musuh. Ada instruksi untuk hanya menargetkan jet India yang melepaskan muatan, kata Isakdar. Ini sebabnya hanya lima jet yang ditembak jatuh. Jika arahannya berbeda, hampir 10 sampai 12 jet akan ditembak jatuh. India telah menolak klaim Pakistan yang menembak jatuh jet-jet mereka dan menyebut klaim ini sebagai disinformasi. Tetapi sekalipun berdalih ada disinformasi, India tidak membuat klarifikasi dan penjelasan memadai tentang laporan rontoknya jajet tempur mereka dalam pertempuran. Sayangnya bukti-bukti jumlah lokasi jatuhnya pesawat terdapat bagian mesin dan perlengkapan yang identik dengan jet tempur rafal suhoi dan mik. Sementara sebuah bagian rudal yang ditemukan warga Pakistan di wilayah Punjap identik dengan bagian pelurukan dari udara ke udara P15 buatan Cina. Di Tiongkok langsung muncul kabar saham produden zet tempur J10 Chengdu menguat pada hari Rabu meningkatkan prospek ekspor produk itu ke pasar global. Jika yang terjadi di Pakistan dan India adalah fakta, maka ini akan membuktikan keandalan jajet tempur buatan Tiongkok yang selama ini diremehkan. Battle Proven. Demikian istilah di kalangan militer tentang produk industri militer yang memperlihatkan keunggulan nyata di medan peperangan. Sesungguhnya sebelum pecah perang atau sebelum India menyerang pekan lalu muncul kabar Pakistan telah melumpuhkan zet-jet tempur rafal yang bermanuver di perbatasan kedua negara. Aksi jamming yang dilakukan peralatan jammer di darat dan udara membuat sejumlah rafal India akhirnya berputar arah dan kembali ke pangkalan. Pakistan dalam beberapa tahun terakhir memang memiliki ketergantungan besar pada produk militer Tiongkok. Mereka menjadi pengguna aktif dan signifikan zet-jet tempur J10C maupun J17 yang dipesan kemudian. Negosiasi akuisisi armada J tempur J10A dimulai pada tahun 2006 saat ditawarkan oleh Tiongkok. Negosiasi berlanjut hingga tahun 2012 dengan tawaran baru tipe J10B. Pada bulan September 2020, Pakistan tertarik pada seri yang lebih baru yaitu J10C. Akhirnya pada bulan Desember 2021, Pakistan mengumumkan pembelian 25 unit zet tempur J10C. Armada perang udara itu mulai tiba di Pakistan pada tanggal 4 Maret 2022. Gelombang pertama tiba 6 unit zat tempur J10 CE untuk angkatan udara Pakistan dan mendarat di pangkalan udara Minhaj telah terbang langsung dari pabriknya di Cengdru. Selanjutnya jej tempur itu diresmikan sebagai skuadron nomor 15 angkatan udara Pakistan yang bermarkas di Minhas sejak 11 Maret 2022. Debut menonjolnya beberapa waktu terakhir adalah pada 18 Januari 2024 saat Pakistan melancarkan serangan udara dan artileri ke Iran menargetkan kelompok separatis Balogistan. JJ tempur J17C dan drone tempur Winglong 2 yang dikawal pesawat J10CE melancarkan serangan terhadap kelompok militan yang bermarkas di wilayah Iran. Kemunculan zat-zjet tempur Tiongkok di medan pertempuran memang masih tergolong minim jika dibandingkan arsenal serupa milik Amerika, Inggris, Prancis, dan Uni Eropa. Sebagian besar platform Cina yang dikembangkan dalam negeri belum teruji dalam pertempuran yang sesungguhnya. Jadi memiliki catatan pertempuran merupakan nilai tambah bagi potensi ekspor mereka, kata Erik Suu. Analisis pertahanan di Bloomberg Intelligen. Jet tempur Chengdu J10 juga dikenal dengan julukan Figorus Dragon atau Farbit. Bermesin tunggal. Jet ini mampu meladeni pertempuran udara maupun penyerangan darat. Desain sayapnya Delta dan memiliki kaner di depannya. Pesawat ini diproduksi Chengdo Aircraft Corporation untuk tentara pembebasan rakyat Cina. Angkatan Udara Pakistan beruntung menjadi pengguna pertama dan kali ini diyakini sukses menggunakannya di medan pertempuran udara dengan India. Sejarah produksi jatuh Chengdu ini dimulai pada tahun 1981 saat komandan angkatan udara Tiongkok Zang Tinga mengajukan sebuah proposal kepada pemimpin Cina Deng Shopping. Ia ingin membangun pesawat tempur generasi ketiga dan menjadi program pertama Tiongkok membangun pesawat tempur modernnya. Proposal dibuat tiga lembaga desain pesawat utama. Proposal senyang didasarkan pada desain pesawat tempur J13 yang dibatalkan kemudian dengan sayap strik seperti F16 Amerika. Proposal Hongdu adalah seperti mic 23 atau SO24 dengan sayap sapuan variabel. Proposal Institut Desain Pesawat Shengdo adalah desain seperti SAP 37 Vigen buatan Swedia. Akhirnya proposal Institut Desain Pesawat Shengdu yang dipilih pada bulan Februari 1984 bulan berikutnya, lembaga itu dan Sengdo Fighter Factory secara resmi ditunjuk untuk memproduksi pesawat tersebut. Mesin yang dipilih adalah Senyang WS10. Tapi pada perjalanannya proyek ambisi ini tersendat karena pendanaan. Perang Teluk 1991 kembali merangsang Tiongkok melanjutkan kembali proyeknya didukung sumber daya yang lebih memadai. Tapi lagi-lagi pengembangannya secara teknis berjalanan lambat dan sulit. Ada begitu banyak masalah karena sekitar 60% pesawat memerlukan teknologi dan suku cadang baru. Ini dua kali lipat dari standar umum proyek pengembangan pesawat. Desain terperinci akhirnya diselesaikan pada tahun 1994 terutama terkait dengan struktur pesawat. Lalu J10 pertama dirakit pada bulan Juni 1997. Pilot Lei Hiang menjadi orang pertama yang menerbangkan pesawat ini. Ia dipilih karena pengalamannya menerbangkan pesawat-pesawat asing modern generasi ketiga dari Rusia. Tahun 2003 untuk pertama kalinya militer Cina menerima kedatangan jet tempur J10. Skuadron baru J10 dibentuk pada tahun 2006. Pesawat ini diresmikan pemerintah Tiongkok pada bulan Januari 2007 ketika foto-fotonya dipublikasikan Kantor Berita Shinhua, Institut Penelitian Aeronetika Siberia dan Rusia terlibat dalam program ini pada tahun 2006. Menurut lembaga itu, mereka hanya melakukan pengamatan dan instruksi sebagai pemandu ilmiah. Pada perjalanannya yang panjang sempat muncul kontroversi ketika muncul tuduhan Tiongkok dan Israel diam-diam mengadopsi teknologi jet F16 Amerika untuk J10. Israel memang pernah mengembangkan pesawat tempur Lavi yang didasarkan pada jet tempur F16 buatan Amerika. Bagian-bagian rancangan lavi itulah yang disebut digunakan DJ10. Konfigurasi kanat ganda mirip Lavi pada J10 menjadi titik pusat isu karena kesamaannya. Setelah aktif di jajaran Angkatan Udara Cina, J10C memasuki layan tempur pada bulan April 2018. Jet tempur J10C dilaporkan secara konsisten menang dalam simulasi pertempuran melawan jet-jet tempur sukae SU35 yang diperoleh dari Rusia. Keunggulannya ada di visibilitas radar yang memungkinkannya mendeteksi dan menembak targetnya lebih dahulu dari jarak sangat jauh. J tempur J10C memperoleh kemenangan melawan SU35 dan J16 dalam latihan selama 3 tahun berturut-turut dari 2019 hingga 2021. Jadi ketika Pakistan menerima informasi intelijen, Jjetur India mulai gerakan menyerang, skuadron J10 langsung mengudara. Didukung pesawat in dan radar udara, armada ini mendeteksi kehadiran pesawat tempur India dari jarak sangat jauh. Mereka langsung mengunci jajet tempur yang berdatangan dan menghajar mereka sebelum melepaskan tembakan. Lalu apa persenjataan yang digendong pesawat ini? Persenjataan internal pesawat ter dari meriam laras ganda Sipunov GSH23 yang terletak di bawah sisi kiri int. Persenjataan dan peralatan lainnya dipasang secara eksternal pada 11 titik keras yang dapat dipasangi 5.600 kg rudal dan bom, tangki bahan bakar atau peratan lain seperti potionik. Rudal udara ke udara yang digunakan dapat mencakup rudal udara ke udara jarak pendek seperti PL8 dan PL10. Untuk C10 tipe B, rudal udara ke udara jarak menengah yang dipandu radar seperti PL12 dan PL15 dipakai untuk J10 tipe C. Lalu masih ada amunisi tanpa pemandu dan berpemandu presisi seperti bom berpemandu laser, rudal udara ke permukaan seperti KD88, rudal anti kapal seperti YJ91A, dan rudal anti radiasi seperti YJ91. Rudal udara ke udara PL15 adalah yang paling menarik karena senjata inilah yang diyakini merontokkan jajet Ravel India. Rudal ini dikembangkan Akademi rudal lintas udara Tiongkok yang berpusat di Luoyang. Rudal tersebut diuji tembak pada tahun 2011 dan muncul dalam pemberitaan media pemerintah Tiongkok pada tahun 2015. Rudal tersebut terlihat pada tahun 2013 telah terpasang pada prototype jetor Chengdu J20. Rudal PL15 mulai ditugaskan secara militer sekitar tahun 2015 hingga 2017. Pada tahun 2017 Amerika Serikat mengembangkan rudal udara ke udara AIM 260 GATM. Versi baru rudal ini disiapkan untuk melawan PL15. Rudal PL15E adalah varian ekspor diperkenalkan pada pameran udara Suhai 2021. PL15EM memiliki jangkauan yang lebih pendek daripada PL15. Mungkin karena perubahan pada propelan atau motor roketnya. Dimensi rudal PL15 panjangnya antara 3,8 hingga 4 m. Sirip kontrol yang dipotong dirancang untuk dibawa secara internal oleh pesawat siluan. Desain ulang selanjutnya menggabungkan sirip ekor yang dapat dilipat dan sirip tengah yang lebih kecil yang selanjutnya mengurangi jejaknya. Rodal ini menggabungkan motor rokoket bahan bakar padat berdenyut ganda yang mampu mencapai kecepatan match 4 plus dan jangkuan lebih dari 200 km. Keandalan amunisi ini ditunjang kecepatan terbang J10C hingga match 2.2 dan jangkauan jelajahnya mencapai 3.200 km. Inilah profil singkat pesawat tempur C10 Ceng 2 Angkatan Udara Pakistan yang diklaim mendapatkan keunggulan udara dalam pertempuran melawan jet-jat tempur India. Tribuners Indonesia telah memborong 24 jet tempur ravel buatan Dasal Pranches sebagai arsenal udara terbarunya. Pembaruan kekuatan udara Indonesia itu dilakukan untuk meningkatkan kapabilitas militer mengimbangi peremajaan alat tempur negara-negara tetangga. Pertempuran udara India dan Pakistan pada akhirnya memberi tanda keunggulan zet-jet tempur dan rudal buatan Tiongkok. Rontoknya tiga jet Ravel India menjadi alarm buruk karena klaim kecanggihan pesawat tempur Prancis itu runtuh di depan produk Cina yang selalu dipandang sebelah mata. Inilah realitas sangat menarik ketika kita semua sedang menyaksikan pertarungan besar antara Tiongkok melawan Amerika dan Eropa tak jauh dari negeri kita. Untuk sementara Pakistan mendapatkan keunggulan signifikan di udara. Rafal rontok Chengdu Percaya.
Pakistan menyatakan telah merontokkan enam jet tempur India, terdiri tiga Dassault Rafale, Mirage 2000, dan Su-30 dan MiG-29.
Pertempuran udara terbesar disebut telah terjadi saat India melancarkan Operasi Sindoor pada 6 Mei 2025, dan Pakistan merespon cepat.
Skuadron jet tempur Chengdu J-10C dan J-17 Angkatan Udara Pakistan jadi tulang punggung pertempuran udara yang berakhir gemilang untuk Pakistan.
Pejabat intelijen Prancis mengakui ada pesawat tempur Rafale India yang jatuh saat terlibat operasi menggempur target di Pakistan.
New Delhi tidak memberikan penjelasan memadai atas rontoknya jet-jet tempur mereka, dan malah menuduh Pakistan membuat disinformasi.
Sementara bukti di lapangan menunjukkan secara gamblang rongsokan dan puing-puing jet tempur Rafale yang jatuh di wilayah Punjab.
Rontoknya jet-jet tempur Rafale yang diklaim pesawat tempur generasi 4.5 ini memberi alarm buruk rapuhnya produk Prancis ini.
Di sisi lain, citra jet-jet tempur buatan Tiongkok dan rudal yang dibawanya melejit dan memberi bukti nyata keandalan mereka di medan pertempuran sesungguhnya.
VIDEO : X/ParisAirShow, X/LiZexin, X/ChinaMilitary, X/Shen Shiwei, Telegram/MiddleEastSpectator, Telegram/WarMonitor, X/USCentcom
PROGRAM : GLOBALVIEWS
TEKS/VO : SETYA KRISNA SUMARGA
HOST : Setya Krisna Sumarga
EDITOR VIDEO : Setya Krisna Sumarga
UPLOADER : Setya Krisna Sumarga
PRODUSER : Ribut Raharjo
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru