Yuta Mio Panik CCTV Merekam PASUKAN ANOMALI di Kota Sakura ๐Ÿ˜ฑ| Sakura School Simulator

[Musik] Tung tung tung tung tung tung tung tung tung [Musik] sahur [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] crocodil tralalero [Musik] tralala ber berp [Musik] [Tepuk tangan] patapim kapu kapuk Cappuccino [Musik] asaso. Garam mararam raraman mararaman dan madu dung dung dung tak tuntung perekuntung. [Musik] Halo, Guys. Kembali lagi di Spons channel guys. Hari ini Mio, Kayuta, dan Baby Celin lagi jadi polisi koban nih. Ayo, ayo kita bantuin polisi koban berpatrol ya, Kak Mio. Iya, Baby Celin. Malam ini kita akan berpatroli. Semoga malam ini kota Sakura aman-aman aja ya, Guys, ya. Tenang aja, Mio. Polisi Koban sekarang sudah punya banyak CCTV loh yang bisa merekam setiap sudut di kota Sakura. Wah, keren banget, Guys. Jadi, di kantor polisi Koban sekarang ada banyak CCTV-nya. Kalau gini kan kita jadi mudah memantau setiap sudut di Kota Sakura. Oh iya, Mio. Kalau gitu kita enggak perlu repot-repot patroli keliling kota, ya, Mio. Benar banget, Kak. Kita tinggal duduk di sini aja. Kita bisa pantau seluruh sudut kata Sakura dari CCTV itu. Kalau misalnya ada hal yang aneh, CCTV itu akan bunyi. Oh, ya. Canggih banget ya, Kak Mio. Iya, baby hours later. [Musik] [Musik] Ah, Guys, itu kan suara CCTV. Oh iya, Mio, CCTV polisi Koban bunyi Mio. Iya, Kak Mio, CCTV polisi Koban tadi bunyi ya, Mio. Ayo sebaiknya kita cek Mio ke dalam. Eh, iya, polisi IO. Ayo kita cek sama-sama, Guys. CCTV itu merekam apa, ya? Ya ampun, Mio. CCTV itu ternyata merekam banyak anomali di setiap sudut kota Sakura. Mio, waduh, gawat dong ini, Kak. Iya. Bagaimana ini polisi Ken? Di setiap sudut kota Sakura ada banyak anomali. Begini saja, Yuta. Sebaiknya kita cek langsung di mana anomali itu berada. Apakah anomali itu berbahaya atau tidak? Oh, oke. Polisi Ken kalau begitu. Eh, lihat deh, Mio. Anomali itu kelihatan dari sini, Mio. Anomalinya kelihatan dari jendela. Ah. Mana, Kak? Mio mau lihat. Mio mau lihat, Kak. Itu loh, Mio. Ya ampun. Itu kan anomali tungtung sahur, Kak. Iya, Mio. Tapi tungtung sahurnya gede banget ya. Ay, ya gede. Iya, Baby Celin. Ayo kita lihat sama-sama. Baby Celin. Aduh, tangan Mio, Kak. Oh, maaf, Mio. Eh, polisi, Ken. Polisi. IO, bagaimana kalau kita cek ke taman dulu? Di sana ada anomali tungtung sahur. Oke, Yuta. Kita cek ke taman dulu, ya. Oh, ay ya. Tungtung sahurnya besar banget, Kak Yuta. Oh, Baby Cell jadi takut. Ah, lihat wajahnya cerem banget deh. Nah, kita sudah sampai. Tung tung tung tung tung tung tung tung tung sahur. Mio, Yuto, Baby Celin, ayo kita dekati tungtung sahur itu. Ya ampun, besar sekali tungtung sahurnya. Po chicken. Iya, Baby Celine. Waduh, kalau tungtung sahurnya sebesar itu, anak-anak yang bermain di sini pasti akan ketakutan, Kak. Ya ampun, lihat deh mukanya juga serem, Kak. Nanti anak-anak enggak mau bermain lagi di taman. Bagaimana ya caranya supaya Tungtung sahur itu pergi dari sini? Eh, bagaimana kalau kita tembak saja pakai baksoka, Guys? Kalau Tungtung sahur itu enggak mau pergi dari sini. Jangan, jangan tembak tungtung sahur. Tolong jangan tembak aku. Aku sebenarnya juga mau pergi dari sini, tapi aku lupa jalan pulang. Memangnya kamu mau pulang ke mana, Tungtung? Aku mau pulang ke pulau Mark Anomali. Pulauku ada di dekat pantai. Oh, di dekat pantai. Bagaimana kalau Yuta tunjukkan arah jalan ke pantai? Tungtung. Nanti kamu bisa pulang ke pulaumu. Ah, terima kasih banyak ya, Yuta. Tapi aku tadi sih juga nyari teman-temanku. Sepertinya mereka juga tersesat. Teman-temanmu. Sepertinya yang di CCTV tadi itu teman-temannya Anomali Tungtung deh, Mio. Iya, Kak. Kalau begitu sebaiknya kita cari juga teman anomali tungtung yang tersesat. Yuta. Eh, iya, polisi, Ken. Ayo kita cari teman-teman Tungtung yang tersesat tadi yang ada di CCTV. Eh, Tungtung di depan itu temanmu bukan? Dia itu bukan temanku, tapi aku pernah lihat sih di Pulau Anomali. Ya ampun, Hut Tralalelo itu mengganggu lalu lintas jalan. Polisi Ken. Iya, Yuta. Di depan sana juga ada anomali berberatapim. Waduh, jalannya jadi macet polisi, Ken. Gara-gara berber patapim itu berdiri di tengah jalan. Waduh, berber patapim itu membuat jalanan jadi macet. Ya ampun. Hei, berberatim, kamu minggir dulu sana. Gara-gara kamu jalannya jadi macet tuh. Aku enggak mau pergi dari sini. Waduh, berberatapim itu enggak mau pergi. Awas saja kamu berberatim. Yuta, kita harus menyusun rencana. Yuta. Ada beberapa anomali yang enggak mau pergi dari kota Sakura dan mereka mengganggu lalu lintas jalan. Eh, iya, polisi, Ken. Yuta berpikir dulu ya, bagaimana solusinya. Eh, tungtung kalau yang di depan itu temanmu atau bukan? Kalau yang itu temanku cappuccino assasino. Kapu kapu cappuccino assasino. Eh, cappuccino. Kamu dicariin tungtung tuh. Ayo turun tungtung. Kita samperin cappuccino asasino. Iya. Terima kasih yauta. Sama-sama tungtung. Oh, iya. Temanku kurang dua, Yuta, yaitu garam dan madu. Kalau begitu, ayo kita cari garam dan madu. Oo yo, kenapa cari garam dan madu? Memangnya kita mau maca apa, Kak Mio? Ya ampun, Baby Celine maksudnya itu anomali garam mararam dan madu tak tungtung berkuntung itu loh. Iya, Baby Celin. Nah, di depan situ sudah ada anomali garam dan madu. Ayo semuanya ke sini. Wah, jadi mereka itu anomali garam mararam dan madu tak tuntung perkuntung itu ya. Hei, kalian dicariin sama teman kalian tuh si tungtung sahur. Katanya kalian tersesat. Oh iya, kami sedang mencari tungtung. Kami tersesat. Kalau begitu ayo ikuti Yuta. Nanti Yuta akan kalian ke arah jalan pulang. Iya betul itu. Ayo sini Anom Malali Garam. Sini Baby Celin bantuin. Terima kasih. Iya, sudah kalau begitu. Ayo kita antarkan garam dan madu untuk bertemu Tungdung Sahur. Oke, polisi, Ken. Nanti biar Yuta aja ya yang mengantarkan mereka pulang. Baiklah, Yuta. Terima kasih banyak ya sudah mau menolong kami. Iya, sama-sama. Garam madu. Nah, itu dia tungtung sahur dan cappuccino. Kita sudah sampai nih. Ayo garam madu turun. Baik, polisi, Ken. Ayo turun madu. Eh, tungtung sahur. Temanmu sudah ketemu nih si madu. Oyo ya. Garamada juga udah ketemu nih. Polisi, Ken. Kak Yuta, apa semua anomali ini sudah lengkap? Belum, Baby Celin. Tinggal satu anomali lagi. Yaitu bombardiro krokodilo. Oh, kalau yang itu bukan teman tungtung. Polisi Ken. Yuta, polisi Ken tinggal dulu ya. Kamu antarkan mereka pulang ke pantai. Sekarang kita menuju ke sekolah karena bombardiro itu tadi ada di lapangan sekolah, Guys. Ayo, polisi, Ken. Oyo ya. Bombardero krokodilo itu pesawat monster buaya itu ya, Kak Mio. Iya, betul, Baby Celin. Masalahnya dia ngapain sih ada di tengah lapangan sekolah. Kalau gitu kan murid-murid jadi takut kalau mau pulang sekolah. Tuh lihat di sana murid-murid gak bisa pulang guys. Mereka takut mau melewati bombardiru krokodilo itu. Baby Jelly aja juga takut kok, Kak Mio. Waduh, kalau begini susah juga ya. Bombardiru krokodilo itu kan besar. Kita harus berpikir bagaimana cara mengusir bombardiro krokodilo itu dari kota Sakura. Tapi bagaimana ya caranya mengusir buaya itu? Polisi Ken. Sepertinya kalau raksasa bertarung dengan raksasa, pasti salah satu akan kalah. Baby Celin, ikuti Yuta ya. garam, madu, tungtung saur, dan cappuccino. Yuta akan antarkan kalian pulang ke pantai. Katanya pulau kalian ada di dekat pantai. Iya, betul itu, Yuta. Terima kasih ya, Yuta. Sama-sama kita naik pickup ini, ya. Ayo semuanya jalan. Wah, asik. Kita naik pickup, Guys. Maaf, ya, Yuta. Kami jadi ngerepoti kamu nih. Enggak apa-apa kok, Tungtung. Yang penting kalian bisa pulang. Wah, betul banget. Kita tadi melewati jalan ini. Iya, ini kan memang jalan ke pantai tung. Nah, kalau Hutra Lelo itu ceritanya beda sama kalian. Dia enggak mau pergi dari kota Sakura. Waduh, kenapa dia enggak mau pergi? Yuta Yuta juga enggak tahu, Tung. Anomali yang bukan teman kamu itu enggak mau pergi dari kota Sakura. Ada tiga. Hutra Lalalelo, Bombardiru, Krokodilo, dan Berber Patapim. Oh, jadi gitu Yuta? Iya. Nah, di mana pulau kalian? Di situ, Yuta. Oh, di sana. Ya sudah, Yuta pamit dulu, ya. Dadah. Terima kasih ya, Yuta. Sama-sama. Kalian ke sana naik perahu. Iya, Yuta. Oke deh, Yuta pamit dulu, ya. Yuta mau ke kantor polisi [Musik] Koban. Bagaimana ini? Yuta, anomali-anomali yang lain tidak mau pergi dari kota Sakura. Kalau misalkan menggunakan basoka, sepertinya tidak akan mungkin berhasil karena mereka sangat besar, Yuta. Apalagi menggunakan pistol seperti ini. Iya, polisi, Ken. Anomali-anomali yang tidak mau pergi itu rata-rata anomali raksasa yang sangat kuat. Kita harus bagaimana nih, Mio punya ide, Kak. Gimana kalau Kak Yuta minum ramuan yang bisa merubah Kak Yuta menjadi Ultraman Raksasa itu, Kak? Oh, iya. Kak Yuta ingat ramuan itu, Mio. Sepertinya tinggal satu botol, Mio. Sebentar, ya, polisi, Ken. Yuta lihat dulu apakah ramuannya masih ada atau tidak. Oh, iya masih ada, Guys. Kalau begitu Yuta ambil dan minum ini saja buat mengalahkan anomali-anomali yang tidak mau pergi dari kota Sakura. Semangat, Kakak Yuta. Iya, Baby Celin. Kalian tunggu di situ dulu, ya. Karena Kak Yuta akan berubah menjadi Ultraman raksasa habis [Musik] ini. Wah, lihat guys, Kayuta sudah berubah menjadi Ultraman raksasa. Iya, Kak Yuta semangat ya, Kak. Semoga Kak Yuta bisa mengalahkan anomali-anomali itu, Kak. Iya, Mio. Terima kasih ya. Semoga kali ini Kayuta bisa menang, Guys. Mengalahkan anomali-anomali yang bandel itu. Pertama, kita akan ke sekolah, Guys. Kita akan mengalahkan Bombardiro Crocodilo. Hei, Bombardiro, kamu sudah membuat takut anak-anak yang sekolah di sini. Rasa kan ini? H, karena kamu gak mau pergi dari sini, kamu akan ku hancurkan bombardiro. Hya, rasakan ini. Akhirnya bombardironya sudah hancur, Guys. Lihat, Kayuta bisa mengalahkan bobardiro krokodilo itu. Keren kan, Kak Yuta? Kayak jadi Ultraman yang sangat kuat sekarang. Nah, sekarang anak-anak yang sekolah bisa pulang dengan aman karena bombardiro itu sudah hancur, Guys. Selanjutnya kita akan mendatangi anomali berberat apim, Guys. Nah, itu dia anomali yang membuat kemacetan di jalan raya. Rasakan ini. Hya, kamu sudah membuat kemacetan di kota Sakura. Rasakan ini. Yey. Kayuta berhasil mengalahkan anomali berberat apim yang bandel ini, Guys. Lihat. Sekarang kurang satu anomali lagi, Guys, yang belum kita kalahkan. Nah, itu dia hiu tralalelo. Ayo kita kalahkan dia, Guys. Dia sudah membuat kemacetan juga di jalan raya. Lihat itu mobilnya sampai enggak bisa bergerak sedikit pun. Hei, rasakan inialelo. Pinggir kamu. Kamu sudah di tengah jalan gak mau minggir lagi. Rasakan pukulan Ultraman Yuta ini. Hya, kamu aku senggol aja udah ko. Oh, lihat tuh. Sekarang tinggal gigimu saja, Yutralo. Nah, Guys, sekarang Hutraalelonya sudah hancur, Guys. Semua anomali yang mengganggu di kota Sakura sudah Yuta kalahkan guys. Oke, nah videonya sampai di sini dulu, ya, Guys, ya. Yuta pamit dulu. Bye bye. [Musik]

Yuta Mio Panik CCTV Merekam PASUKAN ANOMALI di Kota Sakura ๐Ÿ˜ฑ| Sakura School Simulator

#sakuraschoolsimulator
#idsakura
#sakuraschoolsimulatordrama