FULL Debat Soal Presiden Prabowo Tidak Benar Saya Boneka Jokowi

[Tepuk tangan] Pertanyaan pertama saya langsung tertuju kepada Mas Adi. Mas Adi kira-kira kenapa tiba-tiba Pak Prabowo di hadapan Wapres Kibran dan juga para menteri ini tegas menyatakan saya bukan presiden boneka yang bisa dikendalikan Pak Jokowi atau yang dikendalikan Pak Jokowi kenapa ini ada angin apa? Ya, saya kira memang ini sebagai upaya untuk mengamput supaya tak ada lagi muncul rumor dan tuduhan-tuduhan yang cukup liar bahwa Prabot sebagai Presiden di Republik Indonesia itu diintervensi dan dikendalikan oleh pihak tertentu. Sebut saja yang sering dituduh adalah Pak Jokowi. Jadi sebenarnya Pak Prabowo itu ingin menjelaskan satu hal sebagai Presiden. Tentu Pak Prabowo itu punya hak prerogatif untuk memutuskan segala hal yang terkait dengan keputusan. berarti ada yang mengusik hatinya Pak Prabu sehingga seperti itu. Kalau kita melihat ya percakapan-percapakan sebagian publik ataupun ee di medsos khususnya itu kan memang santer ya. terutama gestor yang misalnya selalu ditunjukkan oleh Pak Prabowo yang sangat dekat dengan Pak Jokowi. Itulah yang kemudian diamplifikasi sebagai sebuah sinyalmen bahwa Pak Prabo itu tidak bisa dipisahkan dari Jokowi. Tapi saya tegaskan satu hal sebenarnya memahami Pak Prabu itu tentu tidak semudah yang kita bayangkan Audre karena mazhabnya memang mazhab bagaimana berkomunikasi dengan semua pihak terutama mantan-mantan presiden kedekatannya dengan Jokowi, dengan SBY, dengan Megawati dan semua memang sengaja ingin ditujukan bagi Pak Prabowo karena membangun bangsa dan negara tentu membutuhkan input dan feedback dari pihak yang lain. Yang agak sedikit ee menurut saya ya selalu menjadi aneh bagi saya. Kenapa kalau Pak Prabo dengan Pak Jokowi itu pasti dituduhnya soal intervensi, diatur-atur dan seterusnya? Beda ceritanya kalau Pak Prabo dengan Pak SBY enggak ada tuduhan-tuduhan yang kayak gitu. Bertemu dengan Pak apa dengan Ibu Megawati juga tidak ada tuduhan-tuduhan semacam. Oke. Kalau gitu saya tanyain hal ini. Sebenarnya apa sih yang bikin terusik Pak Prabowo sampai dengan lantang menyuarakan bahwa saya bukan presiden boneka? Bangodari. Pertama itu konteksnya kan kalau enggak salah rapat kabinet ya kalau enggak salah ya lupa saya. Intinya begini. Kalau lagi pidato itu Pak Prabo itu kan ee di luar topik resmi juga suka membahas hal-hal yang lagi aktual. Karena pengetahuan saya Pak Prabo ee Pak Prabo itu update dengan ee perkembangan-perkembangan informasi yang ada. Nah, Pak Prabowo. Kemudian kabinet ini kan selama ini konsentrasi kepada tugas-tugas ee kerja-kerja dan ee kebijakan-kebijakan publik sehingga memang tidak seperti zamannya Pilpres di mana ya ada opini lalu dijawab dengan opini juga begitu. Ee jadi sekarang ini ee fokusnya kepada pekerjaan dan tapi sesekali ketika ada kesempatan ee informasi yang tidak benar itu coba di luruskan atau diberikan penjelasan oleh Pak Parabo. Saya kira itu saja sebetulnya termasuk juga dengan termasuk juga dengan para menteri yang waktu itu pada saat silaturahmi menyebutkan bosnya itu Pak Jokowi. Ee saya kira tidak spesifik ke sana ya. Ini kan mungkin soal kunjungan menteri ke Solo dijadikan salah satu alasan atau bahan ya. Oke. Ee dari sebagian kalangan untuk mengatakan bahwa Pak Prabowo itu adalah bonekanya Pak Jokowi atau matahari kembar. Ini kan sebetulnya dua sisi dari satu mata uang gitu, dari satu isu. Di satu sisi dikasih judul ee Prabowo Boneka Jokowi, di sisi yang lain Matahari Kembar. Tapi itu kan semua sudah sudah di dijelaskan dan sudah dibantah. Saya pribadi ya tolong ini kasih waktu ya. Eh, dari mana mau mengatakan Pak Prabo itu bonekanya Pak Jokowi? Pertama begini, beliau itu presiden de facto de jure ya. Presiden itu adalah kepala pemerintahan, kepala negara, panglima tertinggi. Undang-Undang Dasar itu mengatakan demikian. Jadi tidak ada lagi kewenangan di tangan Pak Joko itu. Enggak ada. Semuanya di tangan Pak Prabowo. Yang kedua, Pak Prabowo ini ketua partai, partainya besar. Kemudian partai pendukungnya itu 80% lebih. Kok bisa yang didukung 80% tuh diatur sama yang enggak punya partai? Pak Jokowi ini kan enggak punya partai, enggak punya kekuatan di parlemen sama sekali. Yang ketiga, approval ratingnya Pak Prabo itu 80% tertinggi di negara-negara maju, negara-negara apa G20. Jadi beliau itu kalaupun misalnya boneka, bonekanya rakyat, bukan bonekanya Pak Jokowi. Beliau ini bekerja berdasarkan kepentingan rakyat, kemauan rakyat gitu ya. Kalaupun misalnya mau disebut rakyat itu siapa? Ah, rakyat itu namanya Naila. Ah, itu dia seorang anak dari keluarga yang sangat ee miskin. Pendapatan orang tuanya cuman R1 juta per bulan anggota keluarga 5. Nah, itu orang yang kira-kira menjadi pendulum atau menjadi kompas bagi Pak Prabo untuk satu lagi, satu lagi Pak Prabowo itu orang yang kepribadiannya itu sangat kuat, Pak, Bu ya. Jadi enggak ada yang bisa men-drive. Belum presiden aja enggak bisa dirive apalagi kalau sudah jadi presiden. Terima kasih. [Tepuk tangan] Nah, tapi kenapa kalau gitu kalau misalnya tadi ee Bangkodari bilang tidak ada yang men-drive begitu tapi kemudian di hadapan para menteri di rapat sidang kabinet ada Wapres juga dengan lantang menyatakan saya bukan presiden boneka. Iya. Kodari kan he is doing his job ya kan. Wajar kalau dia ngomong begitu kan. Jadi ee kalau kita lihat politik kan ada panggung depan, ada panggung belakang. He. Kalau hukum itu ada konstitutum, konstituendum. Jadi, hukum yang sekarang dan hukum yang kita harapkan berlaku ke depan. Jadi, kalau kita bicara tentang soal ee presiden boneka ini kan tiga kemungkinannya. Ya saya presiden boneka, ya saya bukan presiden boneka atau iya saya tidak akan lagi menjadi presiden boneka. Use constituendum ke depan. Nah, cuma masalahnya bagi saya aneh. Kenapa tiba-tiba muncul coming out dari pikiran Prabowo? Oh, saya bukan presiden boneka. Karena saya kira itu mengganggu mengusik ee pikirannya. Sama dengan ketika dia mengatakan, “Saya ini kan ada yang bilang bajingan tolol katanya.” Padahal keliru itu Rocky Gerung dalam konteks presiden yang ketujuh tapi dia sebut yang keedelapan. Tapi jelas itu bukan untuk Pak Prabowo ya. Nah, karena itu kalau kita bicara tentang gesture, keakraban dan lain sebagainya yaitu kan tampilan layar depannya, panggung depannya. Nah, panggung belakangnya kita bisa melihat beberapa fenomena saya kira. Nah, fenomena itu adalah misalnya tanggal 13 Oktober ketika menjelang pembentukan kabinet, tiba-tiba Jokowi dan Prabowo bertemu. Banyak isu di situ. Tapi pos faktumnya adalah tiba-tiba banyak sekali menteri rombongan dari Jokowi yang masuk ke kabinet Prabowo ada 17. Dan untuk mewadahi itu semua kabinet dibengkakkan. Itu satu indikator ya. Yang kedua misalnya ee soal sowannya menteri-menteri. Kalau kita pakai politik kita yang penuh sopan santun seperti ini ini sowan menteri pada saat Idul Fitri. E tidak hanya Idul Fitri, sebelum-sebelumnya juga ada kan datang kan. Nah, kalau kita lihat bahasa simbol misalnya saya adalah pemimpin. Tidak ada pemimpin itu mau didoakan. Kan biasanya psikologi kepemimpinan pengin Anda harus yang namanya monoloyalitas. I. Tetapi ketika menteri-menteri datang ke Jokowi lalu Prabowo kemudian ee tidak berdaya dalam tahan kutip melarang misalnya, saya kira politik simbol itu sudah di apa dilewati. Tapi kalau tadi Bang Reevi beliau ada kemungkinan yang soal ya saya lengkapi. Dia kan tadi minta lengkapi kan. Oke. Kemudian soal yang ketiga adalah let him doing his job. Iya saya I’m doing my job ya kan. Tiga soal Hasan Nasbi ya dan Kunto. Jadi oh saling kaitan ya? Ya, saling kaitan. Saya kira ini win-win solution antara dua orang itu. Jadi ee kan banyak orang mengatakan dilepasnya Kunto awalnya karena ada tuntutan ee purnawirawan ya kan itu panggung belakangnya. Lalu Prabowo marah itu yang yang panggung belakangnya. Kenapa? Saya kira wajar kalau Prabowo merasa kok bisa seorang Kunto dilepaskan begitu saja untuk jabatan non job. Karena Kunto ini anaknya Trisu Trisno. Trisu Trisno itu mantan wakil presidennya Soeharto. Soeharto itu adalah mantan mertua saya atau masih kakeknya Didit kan begitu. Enggak sopan. Oke. Nah, tetapi di sisi lain dia mau win-win solution. Hasan Nasbi yang jadi PCO zaman Jokowi akhir-akhir diselusupkan ke istana. Bahasa saya enak kan ya? Diselusupkan ke istana dipertahankan lagi jadi win-win solution. Nah, terakhir ya. Kemudian saya mau lihat ya kasus Roy Suroyo dan kawan-kawan. Kalau kasus Roy Suroyo dan kawan-kawan ini pattern-nya sama dengan Gus Nur Bambang Tri, pokoknya yang penting ditangkap tahan dulu soal pasal belakangan enggak terbukti enggak apa-apa Habib Rizik tangkap dulu enggak terbukti belakangan maka tidak ada perubahan. Maka kemudian orang bisa mengatakan oh yang sana geng Solo masih kuat pengaruhnya. He. Nah, saya tidak ingin mengatakan presiden boneka. Rasanya kan lucu sekali Prabowo dibilang presiden boneka. Bayangkan ini jenderal kekayaannya luar biasa. Jadi artinya apa, Bang Refli? Ketua Umum partai politik. Aneh bagi saya sebuah paradoks seperti tulisan dia. Ini orang hebat, kekayaannya hebat, kemudian pangkatnya jenderal. Kok bisa agak takluk sedikit sama orang sipil? Nah, begitu. Itu loh yang tidak memiliki partai politik. Kok bisa bang Bangari? Ya, kok bisa? Ya ini kan semua analisanya Pak Refli ya. Kalau saya berbeda pandangan dengan beliau. Pertama begini. Beliau tadi menyebut pertemuan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi tanggal 13 Oktober. Ya, pada waktu itu Pak Jokowi masih presiden dan Pak apa belum lengser, belum selesai. Pak Prabowo belum dilantik jadi presiden. Jadi wajarlah Pak Prabo masih menterinya Pak Jokowi. Yang kedua, kalau kemudian ada orang-orang yang pernah menjadi anggota di kabinetnya Pak Jokowi, masuk kabinetnya Pak Prabowo dianggap sebagai titipannya Pak Jokowi, saya kira itu juga over simplifikasi dan otak-atik gatuk itu. Sebetulnya kita enggak boleh lupa bahwa menteri-menteri yang pernah bergabung di kabinetnya Pak Jokowi lalu bergabung di kabinet Pak Prabowo itu satu adalah orang-orang yang menjadi koleganya Pak Prabowo di kabinet. Jadi ini Pak Prabowo kan berteman gitu ya. Sama aja mungkin Pak ee Komarudin dulu waktu dinas di militer begitu ditempatkan satu jabatan mengajak orang-orang yang sama-sama servis dengan Bapak di militer kan Pak. Karena Bapak kenal pribadi, kenal kemampuannya. Kira begitu. Jadi sesederhana itu bahwa ini teman ngajak teman. Kira-kira begitu. Nah, yang kedua saya tambahkan sebagian dari mereka itu adalah pimpinan-pimpinan partai politik yang mendukung Pak Prabowo pada saat kampanye. Jadi sangat wajar kalau menjadi bagian dari kampanye lalu diajak dalam kabinet sebagai menteri. Yang tidak yang tidak menjadi koalisi ada perwakilan apalagi yang menjadi apa bersama-sama mendukung dalam pil. Oke. Tapi pertanyaannya gini nanti yang akan dijawab Bapak-Bapak terutama Pak Komar juga ya. Saya riset dulu dong menjawab lagi nanti karena masih ada masih ada segmen selanjutnya yang menjadi pertanyaan dan bukan hanya soal penegasan kita enggak boleh jawab nanti nanti Bang Refri karena bukan hanya soal ee tadi ya Presiden Prabowo yang tegas untuk ee menyatakan bahwa saya bukan presiden boneka. Tapi kemudian juga ada isu-isu yang lainnya ada isu dugaan jasa palsu termasuk juga dengan pemakzulan Wapres Gibran. Sebenarnya ini mau ke mana nih ee yang sedang terjadi ini? Nanti usa Jeda tetaplah bersama kami saudara Bapak-bapak akan menjawabnya. tetap bersama kami di dua [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] arah Saudara ada masih bersama kami di dua arah e Pak Komarudin melanjutkan pertanyaan saya sebelumnya sebenarnya kenapa sih ee muncul adanya ee isu soal pemangzulan ini sebenarnya posisi dari PPAD sendiri setuju atau tidak dengan pemangsulan Wapres Gibran, Pak Komarudin? Iya, saya selaku pelaksana tugas ketua umum PPAD ya sebenarnya terkaget-kaget dengan isu itu. Kenapa? Karena kalau purnawirawan itu kan sebenarnya dia punya mekanisme ya untuk menyampaikan pendapat. Namun demikian, walaupun kita terkaget-kaget dengan isu yang keedelapan itu, saya selaku junior dari yang saya lihat di dalam foto ya, ada senior saya, Bang Naro, Pak Paruli, Pak Tiasno. Ya, Pak Tiasno itu adalah kepala staf angkatan darat saya pada saat itu dan saya komandan batalion. Jadi saya tahu persis bagaimana kinerja para senior ini untuk bangsa ini. Jadi harga yang paling ber apa? nyawa yang paling berharga pada dirinya pada masanya dia akan menyerahkan itu kepada negara. Jadi jadi dalam hal ini Pak Komar ini juga tidak tahu ada usulan seperti ini ya. Karena itu senior saya itu orang-orang yang baik. saya hormat. Tetapi biarlah kebebasan menyampaikan pendapat ee pendapat itu kan diatur ya dalam alam demokrasi ini sesuai konstitusi. Kita ini sipil masuk tentara hak politiknya dikebiri pensiun kembali lagi seperti rakyat. Jadi kepada senior saya yang purnawirawan itu bebas menyampaikan pendapatnya tetapi itu kan atas nama pribadi. Jadi kalau ditanya Pak Komarudin selaku apa? saya bicara adalah selaku PPAD. Jadi, PPAD itu berarti resmi satu badan purnawirawan angkatan darat yang punya badan hukum. Sehingga kalau menyampaikan pendapat juga adalah berdasarkan mekanisme yang sudah diatur di dalam ADRT PPAD. Jadi itu apa yang disampaikan senior saya itu saya mengatakan saya hargai pendapat senior-senior saya itu. Namun ya namun kalau ditanya saya selaku organisasi PPAD saya tidak sependapat dengan caranya. Ya, dengan caranya. Karena menurut saya dengan caranya atau tidak sependapat dengan pemakzulan. Bukan, saya tidak berbicara masalah kepemakzulan. Dar del poin itu menurut kami PPAD kalau mau menyampaikan pendapat di muka umum purnawirawan angkatan darat ya karena itu kan atas nama purnawirawan. Purnawirawan itu adalah TNI, darat, laut, udara, dan kepolisian. Tidak spesifik angkatan darat. Jadi kalau berbicara spesifik purnawirawan angkatan darat, kami menyampaikan pendapat apapun dia harus sesuai mekanisme yang diatur sesuai dengan IDRT. Oke, kalau gitu saya pertanyaan berikutnya adalah ee ke Mas Adi. Tapi sebelum ke Mas Adi saya akan tanya kembali lagi ke Pak Komarudin. Pak Komarin pada waktu kemarin ee ketemu Pak Prabowo juga kan Bapak duduk di sebelah e Pak Prabowo ya. Nah, pada saat kemarin itu sebenarnya Pak Prabowo sempat nanya enggak sih ke Pak Komarun juga termasuk atau ke Pak Tri sekalipun dibahas enggak soal kenapa ada isu pemakzulan Wapres Gibran? Iya. Jadi kalau dilihat bagaimana kondisi pada saat halal halal bihalal itu ada Presiden, Pak Prabowo, ada Pak Tri, ada Sri Ham Kubono ke-10 karena kebetulan beliau adalah anak tentara purnawirawan KBT namanya dan saya kemudian Menteri Pertahanan. Saat itu Pak Presiden ini bicara dengan Pak Tria seputar halal bihalal bermaaf-maafan kemudian silaturahmi reuni antar angkatan. Di sana terlihat semua guyub karena apa? Guru ketemu anaknya, kemudian pelatih ketemu anak didiknya, senior ketemu juniornya. Jadi biasanya kalau tentara itu duduk bersama-sama dalam satu perkumpulan, malah yang diceritakan adalah masa-masa pendidikan di Magelang. di Bandung, di Malang, di Bogor dan di Cimahim. Jadi kemarin adalah halal bihalal tidak ada pembahasan seperti itu yaang Zulan ya. Oke, kalau gitu tapi kalau yang ditangkap sendiri Mas Adi pada saat kemarin kebetulan atau tidak Pak Prabo itu duduk semeja dengan Sutrisno yang kemudian juga ee salah satunya menyetujui soal pemakzulan ee Wapres Gibran begitu ya. Saya kira memang kalau kita membaca rata-rata secara umum di Indonesia itu kan memang sangat kuat dan kental soal politik simbol audre halal bihalal yang kemarin dilakukan oleh Purnawirawan TNI dan Polri di situ saya kira memang untuk mengantisipasi bagaimana isu yang terkait dengan purnawirawan yang kemudian memiliki mazhab politik yang berbeda itu forum purnawirawan itu kan memberikan satu sikap politik yang 1 sampai 8 dan tak lama setelah itu kan ada juga persatuan purnawirawan yang seakan-akan menjadi pembanding dan membantah yang kemudian itu menjadi feedback bagaimana publik melihat bahwa halal bihalal itu kalau mau bicara secara jujur ini sudah lewat waktunya atas nama halal bihalal apa karena memang Idul Fitri sudah hampir 2 bulan lewat berarti artinya ada kaitan juga lewat juga bulan Syawal juga lewat artinya apa wajar kalau dengan wajar kalau kemudian halal bihalal antar penawirawan itu sebenarnya untuk cooling down dan bagaimana ini mendinginkan suasana karena apapun judulnya ini yang ramai soal pergantian wakil presiden yang bicara itu purnawirawan yang publik tahu kedalaman bagaimana perjuangan untuk bangsa dan negara itu kuat hidup dan matinya siap untuk bertempur bangsa dan negara maka ketika muncul ke permukaan forum purnawirawan memberikan delapan statement politik semacam pernyataan sikap itulah yang sebenarnya memantik terkait dengan isu pemakzulan tapi kan tak lama setelah itu muncul persatuan purnawirawan yang memang mendukung secara total apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo dan Gibran. Oleh karena itu, bagi saya ini adalah puzzle-puzzle yang kalau dirangkai sebenarnya kalau mau jujur memang sangat terkait dengan Pak Jokowi dan keluarga besarnya. Artinya apa? Semua isu yang kemudian muncul soal apa yang kita sebut tadi apa namanya Matahari Kembar termasuk juga Presiden Monika dan seterusnya apa cantolan utamanya? Artinya ini berarti ada kaitannya satu sama lain nih. Betul. Ternyata cantolannya adalah solo sebenarnya ada intensi yang kemudian mengait-kaitkan dengan itu semua. Itulah yang saya kira memang segala apapun yang terkait dengan Solo itu ramai Audre. Karena saya melihat misalnya kalau Pak Prabowo ketemu dengan Megawati dengan PSB enggak ada du tuduhan cawe-cawe enggak ada tuduhan-tuduhan intervensi dan seterusnya. Saya menduga ini mungkin tidak terlepas dari ketika Pak Jokowi pertama telah terjadi konflik politik dengan partai sebelumnya dan mungkin dikait-kaitkan dengan peristiwa politik 2024 yang lalu. Jadi pasca Pilpres sekalipun isu-isu yang terkait dengan Pak Jokowi dan keluarga besarnya itu muncul dan resultantenya sampai detik ini selalu menimbulkan pro dan kontra. Oke. Dengan isu-isu yang ada belakangan ini, Bang Kodare, apakah benar ini sebagai bentuk juga mungkin menjadi momentum? Makanya terakhir Pak Prabu juga bilang mengatakan bahwa saya bukan presiden boneka. Karena ada juga yang em bilang bahwa makna Prabowo ini sebenarnya sudah tidak mau lagi ikut kemauan Pak Jokowi. Memang Pak Prabowo dari awal mengikuti kemauan beliau sebagai presiden. Beliau kan punya visi dan misi. Beliau juga punya tim. Begini aja deh ee saya nih ya saya kan kenal dengan Pak Jokowi ya. Pas Pak Jokowi kapan di Jakarta itu ee saya dihubungi Pak Jokowi Jakarta mau ngobrol. Saya waktu itu lagi melaksanakan tugas kabinet merah putih. Saya bilang saya lagi melaksanakan tugas kabinet merah putih. Ya sudah saya enggak ketemu dengan Pak Jokowi. Kenapa saya ketemu dengan Pak Jokowi? Saya anak buahnya Pak Prabowo. Jadi enggak ada ceritanya itu bahwa Pak Prabowo itu bonekanya Pak Jokowi. Kalau Pak Prabowo itu bonekanya Pak Jokowi, saya terbirit-birit menemui Pak Jokowi meninggalkan tugas saya sebagai anggota kabinet gitu loh dalam tugas saya itu gitu. Jadi menurut saya sama sekali tidak apa tidak punya dasar untuk mengatakan bahwa Pak Jokowi itu membayang-bayangi atau ee memainkan apa menggerakkan tali-talinya kepada Pak Prabowo begitu loh. Nah, kalau dulu waktu Pak Jokowi masih presiden, saya kan enggak mungkin melakukan itu, Pak. Karena presidennya adalah Pak Jokowi. Balik lagi nih, balik ya. Gini, Pak Jokowi waktu jadi presiden ya beliau apa ya ee disebut sebagai bonekanya Ibu Megawati atau bonekanya PDI. Kan waktu itu banyak tuh memok digendong oleh Bu Megawati. De facto Pak Jokowi bukan bonekanya Bu Mega gitu loh. Nah, Pak Jokowi enggak punya partai. Pak Jokowi itu anggota PDI yang ketua umumnya adalah Ibu Mega. Sekarang Pak Prabowo itu selain Presiden ya ketua umum Partai Gerinda juga tapi nampaknya lebih kuat. Nampaknya lebih kuat enggak, Bang Refli? Ya itulah yang orang heran ya kan ini enggak punya partai. Heeh. Kemudian tidak punya ee jenderal ya kan di pundaknya. Tapi kok kelihatannya powerful untuk mempengaruhi. Jadi, jadi gini ee kita kan harus lihat tadi, wah kalau qodari kan pakai logika begitu, tapi kan masyarakat merasakan ini kok yang namanya Jokowi ini beda sama SBY ketika dia step down. Ini kelihatannya masih on top, masih cawi-caw powerful. Nah, orang akan tanya, “Ada apa ya?” Oke, salah satunya mungkin teori mengatakan, “Wah, ini oligarki masih dipegang nih sama Bapak satu ini.” Kan begitu misalnya. Jadi kalau misalnya kita konsolidasi politik kekuatan kita belum selesai, maka ada masa peralihan. Tetapi nanti kira-kira 1 tahun 2 tahun lagi bisa jadi lepas. Nah, kalau sudah lepas sama sekali nanti kita tinggal menunggu Kodari bingung enggak? Saya kira enggak akan bingung. Dia pasti ikut Prabowo. Iya kan? Nah, yang lain-lainnya tadi yang e masih ke Jokowi dan lain sebagainya tetap ke sana. Cuman masalahnya adalah masyarakat ini kan menunggu kapan macan Asia ini bergerak. Saya mau berantas korupsi tapi belum ada sebuah langkah yang signifikan itu masalahnya. Tapi ketika Anda ngomong saya tidak silakan Paki dikitlah kalian silakan. Jadi saya ini kan masalahnya rakyat ini heran tidak ada presiden sehebat e Prabowo Subianto ya kan. mantan menantu jenderal, mantan Menteri Pertahanan sudah sangat senior, bahasa Inggris baik ya kan kalau ngomong berapi-api. Tapi ketika misalnya melakukan langkah-langkah membentuk kabinet kelihatan komprominya, memberantas korupsi kelihatan. Tapi dengan penegasan kemarin bukan bukan presiden ee boneka. Kenapa? Pada saat Pak Perbo juga kemarin diklare bahwa bukan presiden boneka itu bukan penegasan. Bukan penegasan. Itu adalah kegalauan dia. Ngapain dia ngomong begitu? Kalau orang kuat ngapain dia ngomong dia enggak tanggapin kalau artinya belum bisa berdiri sendiri pada pekerjaan pada visi misi dan lain sebagainya. Makanya ada orang mengatakan ada gini ee ada pantun. Aku kira angin yang mendesir ternyata hanya patahnya dahan. Aku kira singa padang pasir ternyata hanya kucing rumahan. Kan enggak enak kita jadinya. Benar enggak? Apalagi CSIS terakhir mengatakan dulu ekonomi kita dibilang komodo ekonomi. Baru hari ini CSI bilang sekarang bukan komodo ekonomi, cicak ekonomi. CSIs loh yang ngomong. Dan pertumbuhan ekonomi kita sudah di bawah 5% padahal targetnya 8%. Ini kan persoalan yang harus kita address. Nah, kalau oke kalau gitu adalah pertanyaan berikutnya adalah sebenarnya ee kalau misalnya soal isu e tadi presiden ee bukan boneka, terus kemudian juga ada isu-isu yang lainnya. Sebenarnya ini mau larinya ke mana sih ujung muaranya? Nanti tetap bersama kami saudara Jeda. Kami akan kembali di dua ara. [Tepuk tangan] [Musik] Saudara, terima kasih Anda masih bersama kami di dua arah. Bang Refik, kalau tadi bilang ee Bang Refli sempat bilang bahwa ini ingin menunjukkan ya, Pak Prabowo dengan mengatakan bahwa saya bukan presiden boneka. Tapi pada saat ada dua peristiwa terakhir kemarin, pada saat ada peristiwa Lejen Kunto kemudian akhirnya dikembalikan lagi dan terakhir tapi ee kepala atau PCO yang kemudian ee berniat untuk mengundarkan diri tapi akhirnya tidak batal mundur menjadi ee kepala PCO lagi. Sebenarnya apa makna yang bisa diambil Bang Refli dari ketegasan dua? Frankly speaking, enggak mau basa-basi. Kita ini TNI kita ini ya memang harus ada tradisi dan lain sebagainya. Tapi bagaimanapun ikatan-ikatan siapa yang mengangkat dan lain sebagainya itu berpengaruh. Kita tahu Agus Subianto itu adalah mantan dan pas pampresnya Jokowi. Kemudian yang akan menggantikan Kunto itu Mars Dahersan itu adalah mantan ajudannya Jokowi. Maka kemudian orang berspekulasi ini kayaknya gerbong Jokowi mau dimasukkan. Oke, di situ ada KSAD juga kan begitu. Nah, saya kira begitu Kunto digeser yang terusik Prabowo. He. Wah, kalau begitu bisa jadi oh ini mau diambil semua gerbongnya dan dia juga punya ikatan-ikatan historis sama Tris Trisno. Nah, saya ngomong kan ini kan analisis panggung belakang. Enggak mungkin di depan Pak Komaruddin ngomong seperti ini, tetapi yang namanya persaingan antar angkatan, antar grup, antar geng dan lain sebagainya ya itu terjadi baik di TNI maupun PORI. Dan itu itu ee counting di dalam persaingan-persaingan merebut jabatan dan kepemimpinan baik di sipil maupun militer. Nah, karena itu saya lihat untuk ya kan untuk meredakan tensi ya udahlah Hasan Nasbi jangan diterima pemberhentiannya karena Hasan Nasbi ini orang yang dititipkan Jokowi di akhir masa pemerintahannya kan. Jadi artinya di sini adalah masih kuat peran Pak Jokowi kuat dong. Kalau enggak kuat enggak mungkin. Cuman masalahnya adalah dalam pertemuan kemarin kalah set wakil presidennya. Wakil presiden enggak berani muncul pada saat Purnawirawan maksudnya. Iya kan harusnya kan ada presiden dan wakil presiden. Tapi wakil presiden berpikir dia, “Waduh ini ada patri, ada senior-senior, sudah saya bikin kegiatan lain saja.” Nah, itu problem kita kalau punya wakil presiden yang sangat belia, sangat muda, tidak ada pengalaman dan lain sebagainya. Tapi tapi bisa memang memang pas ada saya ngomong panggung belakangnya. Kalau panggung depannya nanti saya mau nanya, saya mau nanya dulu kalau gitu Pak Komor ini sebenarnya pada saat kemarin itu kan tadi bilangnya katanya sebenarnya Pak Prabowo ingin halal lebih halal. Kalau gitu pertanyaan yang ditanyain sama semua orang kenapa Wapres Gibran juga tidak diundang atau tidak hadir? Tidak hadir atau tidak diundang sebenarnya atau tidak dianggap? Nah kan bisa juga kan. Iya Bang Harun terima kasih ya. Saya kebetulnya sebetulnya penanggung jawab halal bihalal. Jadi judulnya halal bihalal itu adalah halal bihalal purnawirawan TNI Polri bersama keluarga besar tentara yang dihadiri oleh Presiden RI. Jadi yang diundang itu sebenarnya adalah semua purnawirawan TNI Polri ditambah keluarga besar tentara. Oke, pertanyaannya kenapa wakil presiden tidak diundang? Alasan yang sangat tepat adalah memang tidak diundang karena wakil presiden bukan keluarga besar tentara. Oke. Enggak penting berarti ya. Iya. Bukan penting cuman pada forum itu sesuai forumlah sesuai judul forumnya memang kita keluarga e purnawirawan TN keluarga besar tentara. Oke. Kalau tidak di memang tidak diundang tadi ya. Oke. Tidak diundang. Tapi apa kan jadi artinya orang bisa berpikir ee bahwa ini jangan-jangan juga memfasilitasi ee Pak Prabo untuk datang ke sana dan sekaligus juga semakin mendekatkan nih purnawirawan-purnawirawan yang punya suara yang kritis nih mau memakzulkan wapres. Iya. Orang bisa saja berpikir tapi penanggung jawabnya yang menyusun acaranya latar belakangnya kan sayaarudin silakan. Masalahnya persesinya berbeda-beda, Pak Komar. Iya. Jadi mungkin gini jawabannya ya. Kenapa wakil presiden enggak diundang tetapi Gubernur Yog Yogyakarta diundang? Nah, I itu jawabannya ya. Iya. Karena Gubernur Yogyakarta ee Sri Sultan Haming Kuban 10 itu orang tuanya adalah tentara. Dia sudah membatalkan jawabannya sendin. Boleh tambah boleh. Ya, jadi gini, Mas Gibran enggak diundang penjelasannya sudah ketowelo bahwa Bu enggak pernah enggak pernah kuliah di Akmil ya, Pak ya. Perah jadi tentara ya kan kayak apa Let Call tadi ada ya kan. Lalu kemudian siapa beberapa wakil menteri yang pernah di TNI juga ada ya iftitah ada ya ada Mas AY kemarin ada tapi saya mau tambahkan ada juga yang purnawirawan tapi enggak ada I Fahr Rozi enggak ada api Sunarko enggak ada Sunarko enggak ada gitu jadi sebetulnya kan kita sudah bisa baca bahwa itu adalah forumnya Pak Prabowo untuk menjelaskan berbagai macam persoalan yang mengarah kepada dukungan kepada pemerintahan dan tetap ada Pak Tri di situ. Kenapa penghormatan beliau kepada senior TNI? Berarti Kodari membantah Komarudin dong. Di mana membantahnya? Tadi Komarudin meng ini silaturahmi. Iya. Kalau beliau mengatakan ini forum Prabowo untuk menegaskan bahwa dia didukung oleh TNI dan lain sebagain. Enggak apaapa yang benar tuh silaturahmi atau beliau benar, saya juga benar. Itu kan penjelasan beliau sebagai PPAD. sama dengan ini ini Pak Refli Anda kan sudah menjelaskan panggung depan panggung belakang itu panggung belakang versi Anda. Ini pang belakang versi saya. Boleh dong. Sama-sama pang belakang kita karena kita bukan bagian dari keluarga TNI. Anda di luar, saya juga di luar. Sama-sama bangun belakang. Gini loh yang Anda sampaikan itu Pak Refli bukan fakta tapi opini. Jadi saya gampang aja jawabnya opini juga. Tapi saya bisa masikan begini bahwa bahwa diteruskannya Hasan Nasbi sebagai kepala PCO itu adalah dua peristiwa yang terpisah. beratan semuanya kita harus bahwa ini belakang kita bisa bicara di depan kalau anda tidak percaya punya maka rakyat Indonesia tidak akan bertep tangan seperti mahasiswa mahasiswa mau tepuk tangan i padahal saya tadi mau bikin lelucon leluconnya gini ini Ada hakim. Heeh. Ee jaksa bilang begini begini begini tuduhannya. Kata hakim, “Anda benar.” Eh pengacaranya bilang, “Oh, enggak begini begini begini.” Kata hakim, “Anda juga benar loh. Ini jaksa sama pengacara kok benar semua?” Penonton bilang, “Pak hakim enggak bisa dong. Masa itu benar, ini juga benar.” Kata hakim, “Anda juga benar.” Kita kembalikan kepada pemirsa untuk lebih percaya dengan versinya Refli atau qodari gitu. Heeh. Percaya atau percaya Har? Tapi kalau gitu nah tapi sebenarnya dengan dengan rantetan rentetaning di Har ya enggak bisalah itu channelnya Anda. Oke balik lagi balik lagi. Nah kalau gitu berarti dengan rentetan demi rentetan Mas Aditambahkan saya sedikit dong. Oke boleh Pak Komar. Jadi ada tadi pertanyaan dari Bang Qodari ee penjelasan ya. Kami itu di militer itu mulai dari Taruna sampai dengan sekarang ada ketua-ketua paguyubannya angkatan gitu. Oke. Jadi kami enggak mau milih orang siapa mau halal bihalal semua bisa masuk. Cuman kami serahkan itu kepada para ketua paguyupan. I kami batasi misalnya angkatan 70 Pak Lut 20 orang. 20 orang. Jadi kami enggak memilih orang siapa harus berhalal bihalal. Semua boleh cuman diserahkan kepada ketua. Tapi oke pertanyaan selanjutnya ada yang akan dijawab oleh Mas Adi. Kalau misalnya tadi e rentetan demi rentetan ini sebenarnya ini mau ke mana sih ujungnya muaranya? Jangan-jangan nih baru-baru 2024 Pilpres baru selesai baru 6 bulan pemerintahan Pak Prabowo jangan-jangan sudah bersaing di 2029 deh. Nanti dulu Mas habis ya satu lagi selanjutnya. Tadi saya mau ikutan debut. [Musik] di balik wakil presiden terkait dengan ijazah ini kan sebagai upaya untuk merusak kredibilitas mantan presiden terdahulu yang dinilai seterusnya dan seterusnya. Termasuk juga soal apa yang kemudian matahari kembar. Ini bukan soal presiden saat ini Pak Prabowo. Tapi siapa yang mengintervensi dan ngatur-ngatur? Saya kok sedikit perlahan mulai mengurai ini kok ujung-ujungnya mengarah ke Solo terus gitu. Audre. Artinya apa? Setelah Pak Jokowi tak jadi presiden memang harus diakui serangan sekerangan itu semakin agresif dan semakin terbuka. Dan bahkan terkait dengan mobil SMK kan juga digugat kan ke pengadilan. Tujuannya apa sebenarnya? Ya tentu adalah untuk e menjadi beban sebenarnya. pesannya adalah bahwa Solo dan keluarga besarnya tidak terlampau seperti yang dibayangkan oleh publik selama ini. Tapi atau jangan-jangan yang kedua publik ini soal bagaimana menyusun batu bata kekuatan politik menuju 2029 terkait dengan isu pemaju kan masih lama. Oh bagi Audre yang bukan politisi dan bukan pekerja politik Belanda masih jauh tapi bagi para politisi, orang-orang yang punya mimpi bertanding dan maju di 2029 saya kira memang kekuatan politiknya pera hari ini sudah diperhitungkan. Sor itu saya harus kita akui posisi wakil presiden Gibran saat ini tentu akan menjadi spotlight yang selalu akan diperbincangkan soal potensi maju di 2029 entah sebagai calon presiden atau minimal dibaca oleh publik akan bersanding kembali dengan Pak Prabu Subianto. Tapi kan kita ingat belakangan ini kan kita mendengarkan begitu banyak misalnya elit-elit partai yang sudah memberikan dukungan politik ke Bapak Prabowo, PAN, PKS, Demokrat, Golkar. Bagi saya 2029 pemilu sudah selesai dalam konteks pemilihan presiden. Orang sedang berpikir kira-kira siapa yang bisa berdampingan dengan Pak Prabu Subianto. Jadi orang-orang di sekitar ini sedang berebut ini berebut paling supaya kelihatan paling Pak Prabu Subianto. Emang benar kayak gitu Bang Kodari sedang memperebutkan wapres di 2029. Siapa yang menjadi pendamping Pak Prabowo ini kira-kira pertanyaannya akan pecah kongsi apa enggak dengan Pak Jokowi di 2029? Siapa yang pecah kongsi dengan Pak Jokowi? Pak Prabowo Subianto gini. Pertama 202 itu bagi Pak Prabowo sendiri kan beliau sudah berulang kali mengatakan tergantung bagaimana kinerja saya program kerjanya berjalan dengan baik atau tidak, respon masyarakat seperti apa. Jadi saya hakul yakin bagi Pak Prabowo jangankan berpikir mengenai wakil presiden. Untuk maju 202 pun beliau juga masih mengatakan ya kita lihat dulu kerjanya bagus atau tidak. Itu satu. Yang kedua memang ee faktual ya dengan ee perkembangan terakhir keputusan MK, maka 202 itu kemungkinan akan lebih dinamis dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya gitu loh. Karena partai politik bisa mengajukan ee kandidat tanpa ada angka 20% seperti sebelumnya. Dan karena itu wajar kalau ada banyak tokoh dan kandidat yang kemudian ee punya koreksi atau bahkan melakukan kerja-kerja politik dari sekarang. Tapi yang pesan penting menurut saya adalah ee bahwa sesungguhnya seperti kata Pak Prabowo, suatu bangsa itu bisa maju kalau elit politiknya itu bekerja sama gitu. Itu sebabnya Pak Prabowo tuh komunikasi dengan Pak Jokowi, Bu Mega dengan Pak Are. Kalau dilihat dari jauh, Bang Kodari ini mirip-mirip memang sangatlah jadi bos PCO. Ini posisi yang tertukar. Jangan jangan jangan nanti dikaitkan dengan Pak pergantian Pak Kunto lagi nanti ke depan. Gini bahkan Pak Prabu begini berserah begini ya kalau saya bisa konsultasi dengan Pak Harto saya konsultasi dengan Pak Harto saya bisa konsultasi Gusur saya konsultasi dengan Gusur saya bisa konsultasi dengan Pak Bung Karno. Saya konsultasi dengan itu loh maksud beliau itu bahwa beliau ini komunikasi dengan semua pihak untuk kekuatan bangsa dan negara. Jangan ditafsirkan bahwa itu jadi boneka atau diintervensi begitu. Oke Saudara e terima kasih e buat Bapak-bapak semuanya. Terima kasih Bang Kodari. Terima kasih Pak Komarudinya banyakan kodin terima kasih. Demikianlah dua arah malam hari ini. Saya Channel pamit diri. Selamat malam. Sampai jumpa lagi. B [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Musik]

Sahabat Kompas TV ! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Merauke, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

KOMPAS MERAUKE
Sajian Berita Lokal Terkini

Jalan Kampung Timur, Kelurahan Seringgu, Merauke, Papua Selatan.

layanan informasi :

kompastvmerauke@gmail.com