Ormas Bikin Resah, Susno Duadji Tegas: Polisi Jangan Takut, Gak Boleh Kalah | MERAH PUTIH
Ya pemirsa, malam ini kami ajak Anda untuk mendiskusikan tentang satu topik yang sedang hangat dibicarakan masyarakat yaitu tentang kehadiran ormas yang dinilai oleh beberapa pihak sangat mengganggu ketentraman dan ketertiban di masyarakat kita. Karena itu kami ajak Anda untuk menyimak diskusi merah putih malam hari ini bersama narasumber yang sudah kami hadirkan di studio Nusantara TV malam ini yang jadi panelis istimewa kita. Saya perkenalkan satu persatu dari sebelah kanan saya sudah hadir bersama kami yaitu Komisaris Jenderal Polisi Purnawirawan Susno Duaji mantan kabar es krim Jenderal apa kabar? Siap. Alhamdulillah sehat. Sehat Pak Susno. Terima kasih sudah bersama kami malam ini. Kemudian di sebelah kiri saya seorang praktisi hukum yang juga pengalaman lapangannya banyak. Beliau akan banyak bercerita tentang kita bagaimana ormas itu nanti yaitu Nicholas Johan Kili. Apa kabar Bang Nikolas? Baik, sehat. Sehat, semangat merah putih. Merah putih. Mantap. Terima kasih. Kemudian di sebelah kanan wakil sek Pemuda Muhammadiyah Afif Rosadiansyah. Pak Aif apa kabar? Baik, alhamdulillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih bersama kami Mas Afif. Dan yang terakhir tentunya wakil dari PPGP Ansor, Ketua Bidang Pengembangan SDM, Dwi Winarno. Mas Dwi apa kabar? Kabar baik, Mas. Aku panggil Gus gak boleh. Oh, jangan jangan loh. Iya toh. Takut enggak sesuai tradisi. Sementaraat sementara kita ini lagi menjaga tradisi. Oh, tapi dari penampilan sudah dipanggil Gus Dwi. Terima kasih sudah bersama kita malam ini. Baik pemirsa, segera kita mulai diskusi malam ini. Kita saksikan dulu sama-sama tayangan yang berikut ini. [Musik] Organisasi kemasyarakatan atau ormas awalnya diharapkan menjadi wadah aspirasi masyarakat. Namun tak jarang justru ada oknum ormas yang menyalahgunakan kekuasaan dan merugikan publik. Berikut enam kasus kontroversial yang melibatkan ormas di Indonesia. Kasus pertama yang baru-baru ini terjadi di Purbalingga, Jawa Tengah. Tiga anggota ormas tertangkap kamera memeras sebuah toko minuman keras. Video mereka viral di media sosial dan berujung penangkapan. Para pelaku kini terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara. Sementara itu, toko minuman keras tersebut juga ditindak karena beroperasi tanpa izin. Tidak hanya di Purbalingga, kasus pemerasan juga terjadi di Permata Pamulang, Tangerang Selatan. Dua anggota ormas memeras seorang guru marsing band dan anak TK sambil mengancam dengan senjata tajam. Kini keduanya didakwa atas tindakan pengancaman dan pengerusakan. Kasus lain yang juga menyita perhatian terjadi di Bali. Di Bali, aksi ormas juga memicu penolakan. Pecalang menolak kehadiran ormas Grip Jaya karena dianggap mengganggu tatanan adat. Pecalang menegaskan Bali tak memerlukan ormas luar untuk menjaga keamanan. Apalagi ormas tersebut belum terdaftar resmi di Kes Bank Pol Bali. Sekitar 26 April 2025 di Barito Selatan, Kalimantan Tengah, ormas yang sama kembali menjadi sorotan. Mereka menyegal pabrik PT Bumi Asri Pasaman terkait sengketa bisnis karet. Polisi kini tengah mendalami kasus ini untuk proses hukum lebih lanjut. Pada Maret 2025 lalu di Cilandak, Jakarta Selatan, dua pria yang mengaku anggota ormas memeras seorang tukang cukur dengan alasan meminta tunjangan hari raya. Korban mengaku aksi serupa sering terjadi di wilayah tersebut. Kasus selanjutnya terjadi di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Ormas laskar Merah Putih membuat keributan karena kecewa tidak bisa menemui kepala dinas. Mereka mengotori lantai dengan tanah merah, membuang sampah, dan menyiram air dari AC ke depan pintu lobi kantor. Paranorma seharusnya menjadi pendamping dan pelindung masyarakat bukanlah disalahgunakan. Diperlukan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas agar ormas tetap berjalan sesuai tujuan awal pembentukannya. Tim jurnalis NTV melaporkan. Simak diskusi kami malam ini. Bagi Anda pemirsa yang menyaksikan melalui Layan Nusantara TV, Anda juga bisa saksikan program Merah Putih melalui live streaming di channel Nusantara TV Official. Jangan lupa like, share, subscribe, dan Anda boleh menuliskan komentar atau pertanyaan terkait dengan topik diskusi kita malam ini. Intinya negara tidak boleh kalah sama ormas. Jenderal Susnowno. Ormas meresahkan. Ini namanya ormas. Jadi isinya organisasi mas-mas ya, Jenderal ya. Apa yang terjadi ini sampai ormas bisa meresahkan ini. Baik, selamat malam para penonton sekalian. Ormas itu baik sekali ya kalau kita perhatikan daripada pembe pembukaan daripada Undang-Undang tentang Keormasan. Iya. Yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 5 ya Pak Jun ya. He. Bahwa dibentuk itu untuk menyalurkan aspirasi dan untuk menjadi anggota ormas itu adalah hak daripada setiap orang dan menjadi anggota ormas adalah sukarela. I apa tugas, fungsi, tujuan dari ormas itu diatur di dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Persoalannya the man behind ormas. Hm. Orang yang berada di ormas itu menyalahgunakan ormasnya untuk menjadi sesuatu kekuatan melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum. Jadi kendaraan ya. Iya. Jadi kendaraan sehingga ormas ini bergandingan dirusak namanya. Seolah-olah ormas itu adalah organisasi preman. seolah-olah Heeh. Tapi yang ormas yang nakal, anggota ormas yang nakal itu hanya mungkin tidak sampai 10% daripada ormas. Karena jumlah ormas di Indonesia ini mungkin puluhan ribu. Iya yang resmi ya yang terdaftar. Ada akta notarisnya, ada anggaran dasar anggaran rumah tangganya dan juga terdaftar juga di Kementerian Kumham dan Kementerian Dalam Negeri di Kesbang. Iya. Persoalan di lapangan sekarang adalah ormas-ormas ini yang nakal orangnya menyalahgunakan tidak sesuai dengan fungsi ormas yang tertata di dalam anggaran dasar dan rumah tangganya. Jadi mereka melanggar ADRT sendiri ya. Bahkan melanggar bahkan mereka ada yang bermain politik gitu kan. Iya. Mendukung suatu kekuatan politik berada di sini dengan cara apa? He. Bahkan ada yang menyalahgunakan untuk kepentingan kriminal, tapi bukan ormasnya ya. Orangnya. Orang dalam ormas. Orang dalam ormas. Tapi bawa bendera ormas, Jenderal. Bawa bendera ormas dengan minta tunjangan lebaran. Kemudian minta ini, minta itu, mendaftarkan orang ke suatu perusahaan supaya diterima. bahkan menutup suatu perusahaan manakala tidak mau merikuti dia bahkan ikut campur di dalam penegakan hukum yaitu membela sesuatu pihak yang bersengketa. Iya. Nah, ini yang harus menindak siapa? Pertama yang harus menindak yang punya fungsi pengawasan ormas yaitu kalau dulu namanya Kesbang ya. Enggak tahu sekarang namanya Kesbang Pol. Kalau ada ormas yang menyimpang harus disurati ditegur pimpinan ormasnya. He. Anggota Anda sudah nyeleweng dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. He. Karena pasti kalau di dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga mencantumkan bolehcampuri perkara, boleh menutup perusahaan, boleh minta THR, pasti tidak akan diizinkan ormas itu. Pasti anggaran dasar dan rumah tangganya tidak seperti itu. Dan kedua, siapa yang harus bertindak? Manakala sudah berbuat melanggar hukum, Heeh. Bukan ormasnya yang melanggar hukum, tetapi orangnya dan Polri selaku penegak hukum harus cepat-cepat menindak sesuai dengan pelanggarannya. Proses secara hukum ajukan ke pengadilan. I. Nah, bagaimana dengan ormasnya? Ormasnya tidak salah organisasinya. Itu badan hukum. Iya. Iya. Ya, beda dengan ormas yang melakukan teroris. Ya, ini berbeda lagi. Ini bisa dibubarkan. Jelas. Tapi kalau anggota ormas-ormasnya nakal ya anggotanya tindak. Bagaimana kalau pimpinan ormasnya? Ya pimpinan ormas itu manusia. Tapi kan dia bertanggung jawab. Jenderal bertanggung jawab pimpinannya. Apalagi kalau misalnya anggota ormas yang melakukan pemerasan, melakukan apa namanya perbuatan-perbuatan melanggar hukum atas persetujuan atau atas perintah dari pimpinannya. Maka dalangnya ya itu adalah pelaku lapangan. Tapi dalangnya adalah pimpinannya. Dan enggak mungkin pimpinan tidak tahu kan. Kita tidak bisa mengatakan begitu. Pura-pura tidak tahu bisa juga. Bisa. Tapi kan penyidik harus bisa buktikan sejauh mana keterlibatan dari pimpinan ormas. Kalau dia terlibat jangan takut. Negara tidak boleh kalah kok. H masa negara kalah sama. Terus tadi Anda menyinggung soal keterlibatan Polri. Kenapa kesannya Polri agak lamban begitu? Ah, mungkin ya ini kan di dunia di Indonesia ini kan kadang-kadang sesuatu kan berbau-bau politik ya. He. Wah, ini ormas ini dibik ini enggak usah takut. Emang Polri backingin ormas juga lah. Bukan Polrinya baking. Heeh. Enggak apa-apa ngomong sekarang jenderal sudah aman. sudah selesai pemilu ya. Ada ormas yang kadang-kadang kan dalam pernyataannya kalau tidak karena saya dukung tidak mungkin dia menjadi kepala daerah. Ahoke karena dia dari partai ini maka saya ini. Bukan kata saya kata orang itu. Iya. Iya. Siap. Nah, jadi enggak usah takutlah polisi jangan takut sama urusan-urusan yang ee orang mencantorkan ke politik, tetapi kacamatanya adalah hukum. Manakala menang melanggar hukum, lakukanlah tindakan. I ah ini yang menarik, Bang Nicholas Johan ini kenapa ormas begitu berani? Ormas yang enggak benar ya kata Jenderal kan tadi banyak yang bagus dan benar gitu kan. Ormas yang nakal-nakal ini kok berani banget sih melawan hukum, melakukan pelanggaran. Kayaknya dia di atas aparat loh. Apa yang bisa Anda sampaikan? pertama ya saya sepakat dengan ee Pak Jenderal Susno. Ormas ini sebetulnya aset sebetulnya. Hm. Kalau dibina dengan baik dia akan menjadi aset. Iya. Tapi kalau enggak bisa dibina enggak bisa dibinaasakan. Ini yang masalahnya tadi itu pribadi-pribadi ya. Oke. Kalau ormasnya sendiri ee saya rasa baik karena sesuai dengan undang-undang ormas itu kan itu pooksinya kan jelas Undang-U nomor Heeh. Nomor apa? Nomor 16 tahun 2017 itu pooksinya itu baik mendukung pemerintah, membantu masyarakat ikut menjaga keamanan dan sebagainya. Nah, itu dia ikut menjaga keamanan dan sebagainya itu bisa disalah artikan juga. Iya. Iya. Jadi gini, pribadi-pribadi yang tadi beliau sudah singgung terkadang mau titip orang di salah satu perusahaan terus kemudian enggak diterima. Hm. Marah marah. Iya. Nah, ini yang enggak baus. Ini yang harus dididik, harus dibina. Nah, siapa yang bina? Kalau di pusat ya mulai dari Menteri Dalam Negeri, di daerah-daerah ya kepala-kepala daerah yang harus membina mereka. Ini kan masalah perut. Oke. Kalau sudah masalah perut sensitif ya. Sensitif. Jadi sering orang bilang begini, “Saya pernah ee bertemu dengan orang-orang yang di lapangan. Karena saya dulu orang lapangan juga.” Saya jujur aja saya dengan saya ini produk aslinya Bang Hercules di Tanah Abang. Jadi, jadi dari Bang Herkules masih dapat jat 500 perak dan Abang saya sudah nongkrong di sana. Wis tahun berapa itu, Bang? Tahun sekitar tahun 90-an lah. 90-an. Oke. Iya. itu masa-masa jayanya ya di lapangan ya. Tapi saya cepat banting setir. Kenapa? Kenapa kok tiba-tiba insaf? Kenapa? Supaya mas perutnya selesai. Iya. Pertanyaan ini kenapa tiba-tiba insaf? Makanya jangan dibilang bahwa ormas itu selalu dengan preman. Seperti Bang Herkules dibilang preman. Enggak selamanya dia preman. Saya sendiri mantan preman juga. Ini belain Bang Hercules. Enggak juga. Tapi yang saya saya tahu persis beliau dan beliau ini kan sudah mualaf terus sudah berangkatkan orang umroh. Kalau preman mau mau berangkatkan orang umrah tiga kali berturut-turut sekali berangkatkan 40 orang 100 orang. Sebentar. Yang jelas berarti menurut Anda Bang Hercules bukan preman ya. Mantan preman. Preman kalau Anda? Kalau saya mantan preman ini curhat sesama mantan gitu kan? Mantan preman. Tapi kenapa Anda kemudian banting setir kemudian insaf sadar begitu? Bukankah jadi preman itu enak gitu? Enggak ngapa-ngapain dapat setoran gitu, Bang? Enggak enak juga ya? Enggak. Jadi, jadi ada di dalam ee ada dibilang di dalam ee kalau saya kan Kristen. Jadi, di dalam Injil bilang begini, “Iya, kamu harus kerja baru makan. Kalau enggak kerja enggak boleh makan.” Oh, jadi itu pekerjaan bisa makan. Betul. Nah, makanya ee apa namanya? Saya harus insaf. Iya, saya insaf. Harus insaf ya searnya harus insaf. Berapa tahun jadi preman kemudian insaf? Oh, cukup lama ya. Oh, cukup lama. Sudah puas maksudnya atau pendapatan sudah berkurang? Karena sakit aja. Sakit masuk rumah sakit diponis dokter mati tapi masih diberikan kesempatan dikasih kesempatan hidup kedua dapat cahaya. Ya, makanya saya situ Pak Don katanya tadi kan masalah perut gitu. Nah, ini supaya pemerintah tahu juga. Betul. Iya. bahwa masalah perut itu nomor satu. Iya. Iya. Setuju. Setuju. Iya. Oke. Jadi preman-preman ini yang dijalanan kalau kita tanya dia bilang, dia bilang biasa rata-rata panggil saya itu kakak. Kakak kalau dipanggil kakak apa dipanggil biasanya? Kak Niko. Kakak Niko. Kakik. Kakak kalau orang lapar itu Kakak dia bisa nekat lebih nekat dari tentara sama polisi. Oh. Itu yang bikin mereka berani. Iya betul. Karena lapar. I bukan karena dia merasa punya apa ya punya saham kepada oknum aparat karena mungkin sering membantu oknum kita jadi dia merasa, “Ah, gua juga kasih makan dia. Jadi gua berani gitu 90% karena lapar itu mungkin 10% kayak buena mabuk ya. Kalau mabuk semboyongan kan. Oke, sebentar tahan dulu ya. Ini tiba-tiba flashback dia masa lalu ya kan. Jadi kalau saya panggil lagi kakak Niko teringat masa lalu ya. Saya mau ke Muhammadiyah dulu ya. Karena Muhammadiyah ini organisasi besar di Indonesia bahkan dunia ya. Formas mendunia itu. Mendunia ya. Bahkan jenderal asetnya juga terbesar ya di dunia. Terkaya. Terkaya ya. Mas Afif. Apa sih yang dilakukan oleh Muhammadiyah untuk kemudian membina generasi mudanya biar enggak nakal? Baik. Ee terima kasih ee terkait dengan bagaimana peran serta ee pemuda Muhammadiyah dalam hal ini dalam membina ee anak muda sehingga terhindar dari apa namanya premanisme. Premanisme ini. ada beberapa hal yang ee perlu kita lakukan atau pemuda Muhammadiyah atau seluruh aspek seluruh apa namanya stakeholder yang ada. Sebelum masuk ke sana ee perlu kita jelaskan bahwa yang tadi ee yang pertama adalah ormas dan premanisme itu bukan merupakan suatu yang identik. Oke, itu yang perlu dijelaskan. Iya, ini yang perlu diatement jadi awal. ini perlu diluruskan untuk menghindari generalisasi he dan stigmatisasi sehingga berbagai ormas yang memiliki peran dan apa namanya sumbangsih sumbangsih kepada negara bahkan lahir sebelum negara itu ee merdeka itu tereliminir terhadap ee oknum-oknum ee kejadian yang beberapa hari belakangan ini mencuat termasuk salah satunya ee salah satunya Muhammadiyah NU dan kami di pemuda Muhammadiyah ini lahir bahkan bulan Mei ini sudah usianya 93 tahun. Wow. Lebih tua. Lebih tua dari republik ya? Republik. Iya. Karena memang Muhammadi dan NU itu pendiri republik sebenarnya. Iya. Nah, oleh karena itu ee ee kembali kepada persoalan tadi itu bahwa pemuda Muhammadiyah menganggap bahwa persoalan premanisme dan ee apa namanya yang negara ini yang ada di negara ini merupakan masalah yang serius yang harus ditangani secara serius oleh negara sehingga tidak terjadi lagi ee keresahan di masyarakat. Kalau sudah serius berarti enggak ada masalah kayak sekarang dong. Nah, oleh karena itu kita perlu bicara hadirnya di sini untuk membicarakan hal itu. He. Sehingga kita perlu mendukung ee pemerintah, negara, maupun penegak hukum. Kita men-support, mendukung sehingga jangan takut seperti Pak Jenderal tadi sampaikan, jangan takut dan apa namanya kepada ormas-ormas tersebut. Iya. Yang melakukan tindakan-tindakan di luar prosedur hukum. Iya. Enggak usah takut orang premannya sudah insaf kok di sini, Pak Dul. ini bagus sekali ya. Heeh. Tentang premanisme harus dibedakan dengan ormas. Betul. Ormas itu gimanapun juga perannya luar biasa. Iya. Kita katakan misalnya ada ormas tertentu isinya banyak preman. Tadi sudah dijawab kenapa banyak preman? Ya karena lapar. Nah, kita harus berterima kasih pada ormas-ormas yang sekarang mungkin kita nilai negatif. He. Setidak-tidaknya mereka sudah mengumpulkan anggota. Ini dia loh orang-orang yang bermasalah sudah saya kumpulkan. Oke. Tinggal pemerintah membuat sebagaimana dikatakan Pak Apif tadi. Iya. Ini orangnya tanggung jawab pemerintah dong supaya perutnya tadi berisi kan. Iya. Iya. Ya. Supaya perutnya berisi apa memberikan keahlian, pelatihan dan sebagainya. Jangan nanti langsung dibubarkan, disalahkan, di apa-apakan. Tidak. Tidak menyelesaikan masalah. Tidak menyelesaikan masalah. Iya. Kita belajar dari Muhammadiyah dan juga NU dengan ansornya. Artinya kan ini urusan perut ya, Mas Dwi ya. Tapi kan jangan semata-mata nunggu pemerintah ya kan negara gitu kan. Harus mandiri juga dong. Generasi muda Ansor ini kan terkenal dengan kemandiriannya juga. Apa yang bisa Anda sharing? Iya. Ee pertama begini ya ee saya ingin mengkritik negara. Heeh. Ee misalnya baru mulai sudah kritik negara nih. Iya. Karena misalnya begini, kemiskinan tuh bukan karena ee bisa jadi orang itu tidak malas, tapi bisa jadi karena negara kurang berperan atau menyebabkan apa yang disebut sebagai istilahnya ee kemiskinan struktural, ya begitu. Nah, ee misalnya begini ee apa yang sudah dilakukan negara dalam melakukan pemilihan ormas? Kan ini soal ormas yang katakanlah tadi misalnya nih dianggap harus diferensiasi antara ormas dengan preman atau preman yang dia berbaju ormas. Kira-kira begitu misalnya begitu. Nah, ee yang saya mau sampaikan adalah selama ini negara selalu melihat ormas itu hanya dalam konsep atau kerangka yang sifat ideologis. Misal yang melakukan peran pembinaan adalah cash bank pol. Seolah-olah orang ini belum selesai berindonesia. Iya. Seolah-olah orang ini belum hafal Pancasila. Iya. Seolah-olah orang ini belum belum ngerti ee apa eh common value kita sebagai warga negara. No. Eh, atau misalnya pores yang melakukan dalam soal isu-isu ketertiban, kenapa misalnya tidak di snaker yang terlibat? Kenapa tidak misalnya tidak dinas pendidikan yang terlibat? Iya. Kenapa misalnya tidak dinas perindustrian yang terlibat? Karena problemnya kalau dia perut ya kita harus selesaikan. Jangan-jangan masalahnya dari sisi pendidikan. Jangan-jangan masalahnya adalah soal kesempatan atau peluang kerja. Jangan-jangan masalahnya adalah pada skill isue. Kira-kira begitu. Nah, terus kalau tadi ada pertanyaan apa sih yang sudah dilakukan Ansor misalnya ya? Ee kita mungkin e sama seperti Muhammadiyah. Kalau tadi pemuda Muhammadiyah usianya 92, kita selisih setahun kakak kandung kita 91 tahun. Iya. Ar di bulan April tahun lalu. Bulan April kemarin tanggal 24. Nah, di tanggal 24 April kemarin kita ingin mendiferensiasi ee kita bangun positioning eh supaya orang ngelihat apa bedanya Ansor atau Banser dengan yang lain. Di tanggal 24 April kemarin kita declare pengukuan 100.000 patriot ketahanan pangan. Hm. H. misalnya ee basicnya ee kebanyakan Banser-Ansor ini adalah di daerah ee rural meskipun di urban sebagian besar juga sudah hadir. Kita pengin nih ee bahwa kita enggak hanya sekedar cuap-cuap apa kontribusi ee Ansor misalnya buat negara. Kita sekarang fokus bangun action ya. Action ee misalnya sekarang eh Banser-Banser itu ya sekarang mereka bertani dengan apa seragam paramiliter supaya orang enggak takut bahwa jangan-jangan para militer itu ee apa enggak identik dengan violence, dengan kekerasan. He. Tapi identik juga dengan keseragaman dalam membangun pertanian. Iya. Ternyata sawah ya kan. Iya. Kira-kira begitu. Yang kedua kita tahu nih problem kita ee di Ansar Bansar itu enggak semuanya well educate. Kita sadar juga banyak di antaranya mereka hanya lulusan ee SMP, SMA karena memang jumlahnya puluhan juta gitu. He he ee NU begitu. Ee sementara di Ansor sendiri kita ada 8 juta member. He. Nah, ee kita training mereka ee bangun capacity building. Oh, ya. Ee supaya apa ee apa kalau kamu berorganisasi, kamu mendapatkan feedback dari organisasi. Kalau selama ini kamu berkhidmah, apa kontribusi organisasi buat diri kamu? Kita tingkatkan kapasitas ee apa ee kompetensi atau keilmuan yang ingin ee dia jalani. Kemudian paling tidak dia akan punya harapan ee dia bisa survive. Iya. tanpa harus menyusahkan orang lain, tanpa harus merengek-rengek orang lain. Kira-kira begitu. Nah, itu yang sekarang kita garap kalau di Ansor disebutkan oleh e disebutnya sebagai Ansor University. Ansor University. Bagaimanapun memang seperti kata Jal Susno, perut itu penting diperhatikan ya kan. Kalau perutnya masih lapar orang bisa kalap juga kan. Oke, kita harus angkat topi kepada Ansor ya kan kepada Muhammadiyah khususnya pemuda Muhammadiyah karena sudah ada aksi nyatanya. Nah, ini untung beliau ini duduk diapit oleh Anda berdua ya. Tinggal mau ke mana nih nanti nih? Iya. Kita sebagai seawarga ya mestinya kan ee harmonis harmonis. Iya. Itu kata kunc menata bangsa ini dengan spirit yang sama. Kalau ee di Undang-Undang Ormas itu jelas bahwa keterlibatan ormas tujuannya adalah untuk ikut terlibat dalam pembangunan nasional. Nah, dalam peraturan rumah tangga Ansor dijelaskan secara rigid bahwa tujuan berinya Ansor salah satunya terlibat dalam pembangunan nasional. Oke. Baik. Clear ya. Oke. Baik Bapak-bapak kita rehat sejenak dan sekali lagi saya mengundang partisipasi pemirsa. Kalau ada pertanyaan, komentar silakan tuliskan melalui kolom komentar di channel YouTube Official Nusantara TV. Merah putih segera kembali sesaat lagi.
https://nusantaratv.com/ – Ormas Bikin Resah, Susno Duadji Tegas: Polisi Jangan Takut, Gak Boleh Kalah | MERAH PUTIH
Organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya menjadi sorotan usai melakukan penyegelan terhadap sebuah pabrik di Barito Selatan, Kalimantan Tengah, pada Sabtu, 26 April 2025. Dalam video yang beredar di media sosial, aksi tersebut terjadi di PT Bumi Asri Pasaman (BAP) dan ditandai dengan spanduk bertuliskan “pabrik dan gudang ini dihentikan operasionalnya oleh DPD GRIB Jaya Kalteng. Bagaimana menurut kamu?
#ormas #preman #grib #hercules #depok #depokterkini #kejahatan #jalanan #beritaterbaru #news #beritaviral #beritahariini #berita #update #terkini #terbaru #nusantaratv
FAMNTV
Saksikan Nusantara TV di Jakarta 40 UHF | Lampung 42 UHF | Denpasar 39 UHF | Medan 28 UHF | Balikpapan 29 UHF | Batam 48 UHF | Bandung 35 UHF | Yogyakarta 29 UHF | Banjarmasin 45 UHF | Makassar 34 UHF | Surabaya 38 UHF | Semarang 36 UHF | Garut 28 UHF | Cirebon 32 UHF | Sukabumi 32 UHF | Purwakarta 36 UHF | Cianjur Kota 27 UHF | Sumedang 39 UHF | Tegal 35 UHF | Jepara 49 UHF | Banyumas 34 UHF | Malang 34 UHF | Jember & Bondowoso 46 UHF | Banyuwangi 34 UHF | Kediri 36 UHF | Satelit Telkomsat 3720 Mhz | vidio.com | Indihome channel 128 | USeeTV | My Republic | nusantaratv.com/live | Platform Appstore & Playstore
Saksikan live streaming Nusantara TV hanya di https://nusantaratv.com/live
Dan follow akun media sosial Nusantara TV untuk mendapatkan beragam informasi terkini:
Facebook: https://www.facebook.com/nusantaratv
Instagram: https://www.instagram.com/officialnusantaratv
Tiktok: https://www.tiktok.com/@nusantaratvofficial
X: https://x.com/officialntv_
Website: https://nusantaratv.com/