HABISI PULUHAN TENTARA INDIA BESERTA MARKASNYA! Fakta Serangan Balasan Pakistan Terhadap India
[Musik] На так [Musik] melancarkan serangan rudal, drone, dan artileri di Jamu, Kashmir, dan Punjab yang memicu pemadaman listrik dan kepanikan. Sementara dunia internasional meminta kedua pihak menahan diri, India dan Pakistan telah berada pada tahap serius. Lantas seperti apa pembalasan Pakistan yang dilaporkan menewaskan puluhan tentara hingga menyebabkan markas brigade militer India hancur? Benarkah ini menjadi kemenangan besar bagi Pakistan? Temukan jawabannya dalam ulasan yang merangkum kejadian terbaru sebagaimana berbagai media mengutip keterangan kubu bersetru. [Musik] Habisi puluhan tentara India. Berdasarkan laporan terbaru pada hari Kamis, bentrokan kembali terjadi yang kali ini melibatkan aksi baku tembak masing-masing tentara di perbatasan. Ini adalah hari yang sama di mana Menteri Informasi Pakistan Ataula Tarar mengklaim negaranya telah menewaskan 40 hingga 50 tentara India di sepanjang perbatasan di wilayah Kashmir yang disengketakan. Kami telah menghancurkan instalasi militer mereka di perbatasan de facto. The National News mengutip keterangan sang menteri dalam rapat parlemen. Tarar juga melaporkan pasukannya sukses menghancurkan markas Brigade militer India. sesuatu yang ia bahasakan sebagai pencapaian militer Pakistan untuk sebuah kemenangan besar. India pada gilirannya mengaku telah menyerang radar pertahanan udara Pakistan sebagai tanggapan atas tembakan mortir dan artileri di perbatasan. Komandan Sayap India Viomik mengatakan angkatan bersenjata memiliki komitmen untuk tidak melakukan eskalasi asalkan militer Pakistan menghormatinya. Sejalan dengan itu, Kementerian Pertahanan India mengatakan pihaknya telah menetralisir upaya Pakistan untuk menyerang beberapa target militer di wilayah utara dan baratnya pada Rabu malam dan Kamis dini hari. Tembak jatuh 25 drone buatan Israel. Tidak berhenti sampai di aksi saling tembak, kedua negara yang memiliki senjata nuklir ini lebih jauh saling tuduh atas gelombang serangan drone. Melansir Anadolu, setidaknya empat personel tentara Pakistan terluka dalam serangan drone India di kota timur Laut Lahor pada hari Rabu saat militer Pakistan mengatakan pihaknya menembak jatuh 25 pesawat tak berawak keesokan harinya. Yah, itu adalah drone buatan Israel yang diluncurkan oleh India saat kedua negara terlibat aksi saling tembak di sepanjang perbatasan. Angkatan bersenjata Pakistan sejauh ini telah menembak jatuh 25 drone harop buatan Israel,” kata militer dalam sebuah pernyataan. Sebelumnya saat memberikan pengarahan kepada wartawan di kota Garnisun Rawal Pindi Letnan Jenderal Ahmad Syarif Cudri mengatakan India sekali lagi melanggar wilayah udara Pakistan pada malam antara Rabu dan Kamis saat mengirimkan belasan drone intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Ia mengatakan drone Harop ditembak jatuh oleh pasukan Pakistan di Lahor, Karachi, Rawalpindi, Bahwalpur, Atok, Gotki, Gujranwala, Cakwal, dan kota-kota lainnya. Tayangan visual di media lokal menunjukkan personel keamanan mengumpulkan puing-puing drone yang jatuh di berbagai wilayah negara [Musik] itu. Pakistan tingkatkan intensitas serangan. Ledakan lainnya yang dilaporkan pada Kamis malam terjadi pada sebuah bandara di Jamu Kashmir yang dikuasai India dengan sirine berbunyi hingga listrik padam di daerah tersebut. Negara bagian punjap di India termasuk kota-kota utama Amritsar, Ludiana, Candigar, serta BUJ di negara bagian Gujarat juga menjadi sasaran. Penduduk di Kashmir mengatakan ledakan besar dan beruntun melanda kota Jamu ketika sirene berbunyi menyebabkan pemadaman listrik total selama beberapa jam. Jurnalis India Zafar Chodhari yang berbicara dari kota Jamu mengatakan kepada Aljazirah bahwa ledakan di jamu sama sekali tidak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya. Wartawan lain Umar Meraj dari Srinagar melaporkan bentrokan antara pasukan India dan Pakistan jauh lebih intens daripada tahun-tahun sebelumnya. Apa yang dulunya hanya senjata api kecil sesekali telah meningkat menjadi baku tembak artileri berat,” katanya kepada Aljazirah. Militer Pakistan mengatakan pihaknya menembak jatuh sekitar 20-an drone. Sementara New Dhi menuduh Islam Abad melancarkan serangan dengan drone dan rudal serta mengklaim pihaknya menghancurkan sistem pertahanan udara di Lahor. Analis Asia Selatan Michael Kugelman menjabarkan krisis antara India dan Pakistan berada di persimpangan jalan. India telah menyatakan tidak berniat melakukan aksi militer lebih lanjut kecuali jika diserang oleh Pakistan. Untuk saat ini Pakistan telah bersumpah untuk membalas serangan udara awal India, tetapi juga menyatakan ingin meredakan ketegangan, katanya. Saling tuduh meningkatkan konflik. Akar permasalah yang memicu konflik lebih luas antara India dan Pakistan pada dasarnya berangkat dari fakta saling tuduh tak berkesudahan. Saat kejadian teror di Pahalam pecah pertama kali, India langsung mengambil langkah militer disusul diplomatik sebagai pembenaran dari balasan. Adapun Pakistan melakukan serangan lebih intens di sejumlah titik sebagai balasan dari serangan udara India. Sekretaris Luar Negeri India, Vikram Misri mengutuk kebohongan dan retorika komunal Pakistan. Sementara itu, Pakistan mengklaim pembalasan pihaknya dipicu oleh serangan drone India. Menteri Informasi Pakistan ataulah Tarar sebelumnya telah menolak tuduhan India atas serangan Pakistan. Menyebutnya tidak berdasar dan menyesatkan serta mengatakan pihaknya tidak melakukan tindakan ofensif lebih dulu karena hanya mempertahankan wilayah. Bahkan di Kashmir Pakistan, para pejabat mengatakan penembakan hebat dari seberang perbatasan menewaskan lima warga sipil dan melukai 29 lainnya pada Jumat dini hari. Tetapi di lain pihak, Sirene berbunyi lebih dari 2 jam pada hari Jumat di Amritsar yang merupakan rumah bagi kuil emas yang dihormati oleh kaum sik di India. Lebih jauh ke selatan di BUCH di Gujarat, pihak berwenang mengatakan mereka perlu bersiap untuk mengevakuasi orang-orang di dekat perbatasan Pakistan. Reuters mencatat pertempuran itu merupakan yang paling mematikan sejak konflik terbatas antara kedua negara di wilayah Kargil Kashmir pada tahun 1999. Tekanan dunia internasional. Sementara konfrontasi mematikan terus berlanjut, seruan global terus berdatangan untuk meminta kedua pihak menahan diri. Amerika misalnya melalui Presiden dan Menteri Marco Rubio, negara ini berkomitmen agar kedua belah pihak sebaiknya meredakan ketegangan dan menuntut Pakistan mengakhiri dukungan bagi kelompok teroris. Cina pun begitu. Melalui Kementerian Luar Negeri, Beijing meminta India dan Pakistan menahan diri secara maksimal demi kepentingan yang lebih besar, yaitu perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshimasa Hayashi ikut menyatakan kekhawatiran yang mendalam dan menekankan pentingnya dialog demi menjaga stabilitas di Asia Selatan. Dari UEA ada Abdullah Sultan bin Zayed Al-Nahyan selaku Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri yang meminta India Pakistan meredakan ketegangan melalui cara-cara diplomatik. Sementara itu, Uni Eropa mendesak pengambilan langkah untuk meredakan ketegangan setelah India menembakkan serangkaian rudal ke Pakistan. Seorang juru bicara untuk Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guteres ikut angkat suara. Ia mendesak kedua negara untuk menahan diri secara maksimal. menekankan bahwa tidak ada pihak yang mampu melakukan konfrontasi militer secara penuh. Yang agak lain cuma Israel. Ketika negara-negara lain menyerukan kedua negara menahan diri, duta besar Israel untuk India, Yuvenar Azar dengan tegas menyatakan dukungan untuk India. [Musik] Konflik antara India dan Pakistan menyimpan bahan bakar di dasar sehingga hanya dibutuhkan sedikit gesekan untuk membuat kemarahan kembali berkobar. Entah hal besar apa yang bisa menghentikan keduanya yang pasti belum ada tanda-tanda membaik sejauh ini.
Pakistan melancarkan serangan rudal, drone, dan artileri di Jammu, Kashmir, dan Punjab, yang memicu pemadaman listrik dan kepanikan. Sementara dunia internasional meminta kedua pihak menahan diri, India dan Pakistan telah berada pada tahap serius. Lantas, seperti apa pembalasan Pakistan yang dilaporkan menewaskan puluhan tentara hingga menyebabkan markas brigade militer India hancur? Benarkah ini menjadi kemenangan besar bagi Pakistan? Temukan jawabannya dalam ulasan yang merangkum kejadian terbaru, sebagaimana berbagai media mengutip keterangan kubu berseteru!
Disclaimer: gambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini
For copyright matters please contact us at: dfsosmed@gmail.com