Sewa Apartement Angker – Unknown Host Indonesia
Kali ini kita akan mencari sebuah tempat tinggal yang lebih nyaman. Apa iya? Miaw Auk. Dan selamat datang di YouTube channel Miaw A. Let’s go. Mari kita cobain untuk bermain game horor yang judulnya adalah Unknown Host. Dan kalau misalnya gua baca dari sinopsis, kita akan bermain sebagai seorang pelajar yang bernama Alex ya, Teman-teman. Dan dia itu mau pindah tempat karena katanya dia mau menemukan suatu tempat yang murah dan juga nyaman. Nah, kira-kira kesampean enggak tuh dia mendapatkan murah dan nyaman nih, Teman-teman? Ya, langsung saja kita akan mencoba untuk bermain game unknownoun host yang satu ini. Let’s go. Kenapa nih? Kok tiba-tiba terengah-engah karakter kita, Guys? Ini rumah lamanya dia kah? Bentar gua cek terlebih dahulu. Kalau ini adalah rumah lamanya dia ya pantas aja dia mau pindah. Kenapa nih? Hah? Siapa di sana? Aku butuh sesuatu untuk keluar dari sini. Butuh sesuatu untuk keluar dari sini. Butuh apa tuh? Uh, ini enggak bisa gua ambil ini. Oh, linggis ya. Linggis. Kita ambil linggis. Kemarin salah ngomong, Guys. Ya, gua ngomongnya apa? Kunci inggris, bukan linggis. Sor sor. Maaf, maaf, maaf. Kadang-kadang tuh aku lupa, ya. Ketukar-tukar, Guys. Oke. Uh. Nah, sudah selesai. Mendalami banget perannya, Mia. Ok. Yoi, dong. Waduh, gelap banget. H. Ada suara tuh. Siapa tuh yang bikin suara tuh? Halo. Oh, ada sebuah korek yang bisa gua ambil. Pencet F untuk menggunakannya. Oh, aduh koreknya kecil banget, Guys. Aku pindah sini kali, ya. Let’s go. Terus gua harus siapa itu? Kok tiba-tiba dia merangkak di sini, Guys? si siapa itu? Siapa itu? Hah? Pakai jatuh segala, Guys. Oh no. Oh no. Aku harus ke mana ini, Guys? Gelap banget. Di depan ada suara orang berlari-lari. Jangan dong. Hus, hus. Duh, gua harus ke mana ini, Guys? Lah, butuh. Engak ada apa-apa, y? Yah, apaan tuh? Kenapa ada manekin di sini? Ini seram lagi manekinnya. Tuh, sini kamu. Miaw. Aook. Eh, aku harus ke mana lah? Tadi perasaan enggak ada [Musik] pintu. Bisa dibuka. Kenapa enggak bisa dibuka, Guys? Kenapa enggak bisa dibuka? Hei, kasih tahu gua gimana cara buka pintu? Tiba-tiba dia gerak ggak tuh? Tiba-tiba dia gerak gak tuh? Ngapain kamu tiba-tiba gerak? Hah? Oh, dikasih kunci loh. Miaw auk. Dia dengar gua ngomong kah? Dia dengar gua ngomong kah? Ini mikrofon nyala kah? Game-nya nge-pick up kah? Bisa dibuka enggak tuh? Oke. Aduh, lorongnya panjang lagi. Hm. Halo. Kayaknya seorang wanita, Teman-teman. E, neng kenapa berdiri di situ, Neng? Cerita-cerita sini. Ah, menghilang gak tuh? Oke, di depan ada sebuah jam. Lah, kok ada jam di sini? Ini kita lagi di mana, Guys? Katanya disuruh mencari tempat tinggal yang lebih baik, yaitu apartemen. Jam 101. Ngapain jam 101 ini? Oh oh, kok ada boneka lagi [Tepuk tangan] nih? Menekin lagi, Guys. Jangan bilang kita mimpi. Huh, itu aneh banget mimpinya. Kayaknya aku akan pergi keluar deh karena kita ngapain tuh? Astaga, hari ini adalah hari aku untuk pindah. Aku harus mengambil train station dalam 2 jam lagi. Ahah. Terus disuruh ngapain nih, Teman-teman? Aku klak klik klak klik dulu ya. Buset, berantakan banget nih. Kayak room kamar cowok nih. Namanya Alex sih. Iya sih. Ayo, siapa yang sudah tinggal sendirian dan habis itu seberantakan ini? Teman-teman, punya baju langsung taruh di lantai, ya kan? Sepatu enggak diberesin. Hayo siapa? Kalau dulu, Guys, jujur ya, gua gantung, gua gantung di ee belakang pintu. Walaupun gantungan gua jadi penuh, yang penting gua gantung, ya kan? Oh, dia harus makan. Baiklah, kalau begitu tadi kalau enggak salah gua lihat ada pizza ini ya. Oh, nih nih nih nih. Oh, klik kanan untuk kita ambil. Oke. Terus enggak bisa dimakan. Taruh microwave dulu kah? Oh, taruh microwave dulu, Guys. Alright, ini ada handphone nih. Gak bisa gua gunain. Apa nih? Human. Uh, bukunya dia bagus juga nih tentang human, Guys. Ada gambar-gambar yang aneh juga di sini ya. Poster-poster yang aneh. Dan dia lagi belajar apa sih? Gua gak tahu dia lagi belajar apa. Oke, sepertinya sudah selesai. Mana pizza gua? Here we go. Wah, masih panas, Guys. Tiup dulu. Enak. Mantap. Hah. Kenyang banget nih. Sekarang saatnya aku ganti baju. Oke, aku harus memakai orange t-shirt, jeans, well, shocks, dan sneakers. Waduh, ini K semuanya yang ada di lantai. Astaga, ini sneakers. Ini shock. Oke, ke mana ya? Kaos, kakinya satu lagi. Ya udahlah gua coba cari dulu katanya. Oke, itu ada lagi kah? Enggak gitu ya. Walaupun enggak kelihatan teman-teman, tetapi masa kaos kakinya belang. Satu putih, satu hitam. Nah, tuh udah tuh. Udah kelarkah? Sekarang kita harus membersihkan barang-barang yang berantakan ini. Oh, poster-posternya dicabut-cabutin sama dia ya, Teman-teman. Oke, suara apa tuh? Apaan tuh? Apakah orang yang membuat masalah itu lagi? Jadi kemungkinan besar alasan dia itu pindah mungkin ada orang yang berisik banget kali ya, Guys. Ya udah enggak apa-apa deh. Gua harus mengambil handphone gua dan laptop gua. Habis itu kita pergi. Ini handphone. Laptop ini. Terus tas kali ya. Oke, sekarang kita pergi. Oke, tuh kan ambil tasnya. Udah beres. Ini masih ada buku-buku. Cuma itu bajunya dia. Astaga. Oh, oke. Si Alex mau mencari tempat tinggal yang lebih baik. Aku Alex. Aku diterima di sebuah universitas dan aku harus pindah ke kota. Oh, karena ke universitas dia pindah dan aku harus e menyewa tempat yang murah katanya. Aku menemukan sebuah apartemen dan di gedung yang tua. Aduh, gak sempat baca semuanya, Guys. Cepat sekali. Cukup bagus grafiknya. Oke. Hm, kalian lihat tuh ada yang ngintip, Guys. Belum apa-apa ada yang ngintip. Nah, kan. Pergi dia. Gua datangin pergi dia, Guys. Ngapain ngintip-ngintip? Hah? Gak bisa lari lagi gua. Kita samperin enggak sih? Pemberani enggak sih? Kenapa nih putih-putih nih? Kayak ada kejatuhan. Painting. Painting lagi apa? Paint. Paint. Cat. Chat. Cat. Warna putih. Wow, gelap sekali, Guys. Apakah aku akan berani ke sini? Terus kita akan di jump scare, habis itu game over. Kebanyakan nonton film horor kamu, Miaok. Wow, aku bisa berlari. Eh, aku bisa meneruskan [Musik] perjalananku. Weh, kok hitam semua, Guys? W, wow. Oh, buntu. Buntu buntu. Yah, gak bisa lihat apa-apa, Guys. Gak bisa lihat apa-apa. Ya sudahlah, ya. Enggak, enggak, gakak. Enggak jadi. Enggak jadi. Udah siap-siap kan mau kaget kan? Udah tutup telinga kan? Udah tutup mata kan? Ayo ngaku yang lagi makan paus dulu kan enggak jadi makan kan? Nah, sekarang boleh makan ya teman-teman. Kita jalan terlebih dahulu. Wow, emang perkotaan sih ini. Jadi dia pindah ke sebuah perkotaan yang padat banget kayaknya ya. Ini tinggi-tinggi banget soalnya gedung-gedungnya. Terus kalau misalnya kalian lihat masih banyak sekali mobil-mobil ya. Uh, mobil-mobil vintage, Bro. Ini ada botol alkohol nih. Wis, mobilnya keren. Gua sebenarnya pengen punya satu mobil vintage, Guys. Cuma problem paling besar mobil vintage adalah ngerawatnya enggak sih? ya kan spare part-nya kita belum tahu masih ada atau enggak. Habis itu misalnya kayak lampu tiba-tiba kenapa ya? Syukur-syukur masih ada. Kalau enggak ada cari di mana teman-teman mau ganti pakai apa. Terus mesin mesin gimana? Oli mungkin sama-sama aja tapi mesinnya kampas kopling kalau misalnya rem segala macam. Emang ada? Ini kah apartemen yang mau kita tinggalin? Apa? Iya. Yah, ketutup yah. Terus ee etone. Oke, nge-bell dulu. Hah, tidak ada jawaban. Tetapi aku yakin ini adalah bangunannya. Siapa yang jatuhin botol? Woi, bisa kena kepala nih. [Musik] Aduh, coba [Musik] lagi yah. Ee, aku minta tolong dong, aku mau masuk. Aku adalah seorang yang e baru saja di apa nih? Apa ini? Oh, sekarang sudah terbuka. Oke, baiklah kalau begitu tidak ada jawaban sama sekali, tetapi tiba-tiba saja apartemennya terbuka, Guys. Alright, selamat datang di sebuah apartemen. Terus aku harus ngapain? Gimana? Waduh, buntu ini, Teman-teman. Apakah aku harus ke atas? Wah, apartemennya menyeramkan gini enggak deh kalau apartemennya menyeramkan ini enggak deh, Teman-teman. Pulang yuk. Gua lantai berapa lagi? Gara gua tahu ini lantai berapa, Guys. Ada lift, tapi kita tidak bisa menggunakan lift-nya. Astaga, piye iki? Gimana ini, Teman-teman? Coba buka. Tidak ada yang terjadi. Kita coba satu persatu sampai mungkin kita berhasil bisa membuka sebuah pintu. Wah, ada yang ngerokok di sini nih. Alright. Satu lantai satu tempat tinggal ya. Oh, ini kah? Oh, wow. Ternyata di dalam pintu masih ada pintu lagi. Bisa ke atas lagi enggak sih? Ditutup. Miaw auk. Oh, gitu. Ditutup, Guys. Enggak bisa, ya? Wah, kayaknya ruangan yang ada putih-putih tuh. Sebuah notes kah? Kita cek terlebih dahulu. I’m not here to receive you. I left the key in the basement near the entrance to the building. Aku tidak ada di sini. Aku meninggalkan kunci di basement dekat tempat masuk. Oke, coba dulu enggak sih? Hah? Terus siapa yang bukain pintu gua? Betul juga. Kalau dia enggak ada di bangunan ini, kita mencet-mencet belell, terus siapa yang bukain dong? Positive thinking. Mungkin orang yang punya bangunan ini atau enggak mungkin tetangga ya, Teman-teman, yang membantu kita untuk membuka. Daripada berisik dipencet-pencet terus, ya kan? Positive thinking ya. Ya, kita harus positive thinking, Guys. Huh, haduh haduh haduh. Turun terus, yuk. Ah, sayangnya gua gak bisa lari, Guys. Ini pelan banget. Oke. Mm. Itu tinggi banget dan itu berwarna merah. Oh, mama mia pizaria. Ini penuh dengan botol lagi di tempat ini nih. Kenapa sih para pemabuk kah yang ting kok terbuka? Punten. Duh, kok gua takut ya? Ya udahlah ya. Ya udahlah ya. Ini udah basement kan? Hm. Dalam ruangannya kayak begini. Hm. Perasaan gua enggak enak. Udah merinding gua, Guys. Aduh. Hm. Suara apa lagi tuh? Suara orang kayak lagi buka-buka pintu gitu loh. Apakah itu kuncinya? Hm. Hm. Suara apa itu, Guys? Perasaan enggak ada ini tadi. Apaan tuh? Mana gua tahu, Bro. Oh no. Oke, kita harus memberanikan diri kita pakai lift aja boleh enggak? Yah, enggak bisa, Guys. Enggak bisa, Guys. Apakah horornya akan segera dimulai? Karena ini kayaknya gua lagi melihat sesuatu yang tidak harus gua lihat ini, Guys. Why? Why I’m seeing this? Hmm, menarik sekali. Uh, selamat kita. Selamat, Guys. Ya udah, harus cepat-cepat deh masuk ke dalam kamar, habis itu mengunci diri ya. Siapa tahu aja aman. Coba tebak. Ketik satu aman. Ketik dua tidak aman di dalam sini. Hm. Belum apa-apa gua sudah melihat sesuatu ya, Teman-teman. Sesuatu yang kayak merangkak. Bukan merangkak, mengendap-ngendap. Maksudnya dia berjalan dengan pelan-pelan. Kalau gua udah lihat gitu, pulang enggak sih, Guys? Kunci. Ini kunci yang di sini kali. Oke, coba kita maju terlebih dahulu. Harus ngapain gua nih? Ada pintu. Oh, toilet. Toilet. Pipis dulu enggak sih? Yah, showernya mana by the way? Ini tempat hm kotor lagi pasti bau tuh. Oh no, mati lampu. Apa nih? If you have any question, you can knock this door and it will and I will assist you. Dia akan membantu aku. Ketok-ketok ya. Uh, lumayan ada tongkat baseball ya. Kalau ada macam-macam tinggal gua ambil tongkat baseball-nya. H. Oke, ini dapur. Wow, ada foto keluarga. Oke, so far so good sih, Teman-teman. Memang ada tanda-tanda orang yang tinggal di sini sih, cuma gua masih belum tahu itu siapa ya. Nih, apakah ini kamarku lebih enak yang sebelumnya, Guys? Tutup deh. Serem lah jamnya. Oh no, jamnya berhenti, tidak berjalan lagi. Hmm, ada suara tuh. Ah, apaan tuh? Semuanya kok kotor dan tidak bersih seperti ini sih? Aku kan orang baru di sini. Gimana sih pemilik dari e tempat disewakan ini? Hm, makanya gua bilang langsung aja keluar dari sini. Lu mau tinggal sini, Bro? Gak ada yang bisa gua interaksi lagi, Guys. Why? I don’t know why. Duh, jangan bilang gua harus ngetok-ngetok situ. Loh, tunggu dulu, Guys. Kok hilang? [Musik] Halo, Bu. Ini kenapa kotor, ya? Aduh, tidak ada jawaban. Aku rasa dia tidak ada di rumah. Ya udahlah, gua akan masuk ke rumah gua dan meninggalkan semua barang-barang gua di situ. Tinggalin barang gua. Oke, tas dia dan laptop dia langsung taruh ke tempat tidur ya. Aku harus mengerjakan beberapa pekerjaan rumah. Sebelum itu, aku akan buat kopi. Ah, supaya aku tidak mengantuk. Buat kopi ya. Oke, kalau itu yang kamu mau. Oke, gimana? Kopi ini? Oh, dipanasin dulu nih. Nice lemon enggak tuh? [Musik] Yang ngetok dari mana nih? Dari depan sana atau dari yang sini nih. Bahaya banget. Oke, kita buat kopi ya. Udah, udah kelar. H ada yang jalan kaki. Itu orang atas atau siapa itu, Guys? Kayaknya di atas enggak ada deh. Tutup ah. Tutup ah. Guys, tuh jamnya enggak bergerak. Dah, gua kerjain pekerjaan rumah dulu deh. Huh, hari pertama aja. Aduh, sudah ini, Guys. Gimana caranya gua bisa kok fokus dengan belajar kalau misalnya tempat tinggalnya kayak begini nih. Oke, udah kelar. Terus mau ngapain lagi? Keluar. Ngapain gua, Guys? Gua harus mencari petunjuk ya. Gua enggak dikasih tahu gua harus ngapain lah. Apa ke dapur lagi atau jangan-jangan gua harus minta bantuan orang? Aduh, aku lapar banget. Ya udahlah, aku akan mengambil sesuatu untuk makan. Oke, di kulkas tidak ada sesuatu untuk makan. Apa, Bro? Lemon. Enggak mungkin, Dok. Hm. Ini kali sesuatu yang dimakan ya, Teman-teman. Oh, iya juga makanan-makanan kaleng. Lumayan lah ya. Tapi tunggu dulu nih. Ini kenapa? Itu ada boholam lampu yang harusnya bisa gua Siapa yang mainin sih? Ada bolam lampu, Guys. Apa apa yang harus gua makan? Ini ada crunchy. Ini ada chips. Apa yang harus gua makan, Guys? Enggak ada nih pilihan untuk gua makan nih. Oh, ini nih nih. Yah, enggak ada juga. Oh no. Aku buntu, Teman-teman. Aku tidak tahu harus makan apa. Bu, makan apa nih, Bu? Ini ini. Eh eh. Guys, makan apa kita? Mana ini kedip-kedip mulu. Oh, ada sesuatu. I’m watching you. Keep working. Nah, L. Sejak kapan itu ada di situ? Hm. Mm hmm. Hmm. Kalian lihat kan, Guys? Itu tinggi banget. Dan tiba-tiba saja. Oke, sudah tidak ada apa-apa. Gimana nih? Perut gua lapar kayaknya. Emang gua berhalusinasi ya, Teman-teman, gara-gara gua lapar. Terus gua harus gimana? Tidak ada apa-apa ini. Hm. Dia pindah enggak tuh ke situ? Ini kalau gua dekatin nanti dia lompat ke arah gua nih. Enggak ternyata tidak ternyata. Lampunya enggak bisa dirubah, Guys. Aku harus bagaimana? Katanya aku lapar. Makan dulu, Bro. Lu berhalusinasi nih gara-gara lapar. Saya ngetok-ngetok [Musik] tuh. Sudah kud duga, teman-temanku sekalian. Oo yoyoy. Sudah kuduga. H lah ini bukan nyari kamar gua nih ada senter. Nice. Ambil dong. Ya ampun [Musik] lampunya. Apa sih yang terjadi di sini? Please lah, please lah. Hm. Ada yang ngetok-ngetok? Enggak tuh. Jangan permainkan gua. Ada kunci. Take it mungkin buat buka pintu [Tepuk tangan] ini. Punten. Lah, kok di plank? Wah, jangan bilang buat buka pintu itu lagi. Degdekan gua, Guys. Jantung berdetak kencang bisa terbuka. Ini toilet ini udah pasti kita tidak bisa ke sini ya, Teman-teman. Hm. Hm. Hmm. Oke, aku beranikan diri untuk masuk ke sebuah ruangan yang katanya kalau kita butuh bantuan, kita harus ketok-ketok sini, Guys. Wow, ternyata di balik ruangan ini ada ruangan lagi. Hm, dikunci enggak tuh? Oke, kita memasuki silen. Pemilikpemilik dari apartemen ini ya. Punya properti, punya apartmen. Semuanya dikunci kecuali satu ruangan. H. Halo. Kenapa ada darah di bawah sana, Guys? Apa nih? A patient has escaped from physicality hospital may pose a race. Authorities advice staying indoor for a few days. It kenapa ada tujuh ya? Loh, kok ditutup lagi? Rasa tadi kita bisa baru lewat situ enggak ya? Enggak ya? Oh, enggak enggak gak guys. Tadi yang kita lewat sini. Punten. Maaf kalau mengganggu. Ih, bonekanya seram banget. Gua bisa ambil nih [Musik] linggis. Ayo, ngapain kamu? Miawa auk linggis ya? Linggis. Linggis berarti buat buka pintu yang ke plank. Ditaruh plank. Ditaruh plank. Wah, kacau banget ini game. Kenapa gua harus dikunci kayak begini nih? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa tuh? Apa? Apa tuh? Hm hmm. Sebuah kode. Apa nih? Kode apa nih, Teman-teman? Empat kode nih. Wrong. Aduh, harus cari kode kayak tadi kah? Tujuh. Kita menemukan tujuh tadi ya, Teman-teman. Sabar, sabar, sabar. Di sini ada enggak? Oh, di sini yang tujuh ya. Ya, ini yang tujuh. Hm, ada orang di sini. Ada kode enggak sih? Kita cari dulu ya, Teman-teman. Enggak ada. Enggak ada kode kayaknya di depan situ [Musik] sih. Man, harus ngapain? Astaga. Astaga, ini apaan ini? Kenapa gua dikelilingin kayak beginian, Guys? I iya ya. Ampun ampun. Ya udah, lihat atas aja deh, ya. Kita lihat atas aja ya, Teman-teman. Dibandingkan gua harus melihat mereka. Gua dikelilingin sama mereka. Masalahnya ini itu lerally tadi. Literally tadi ya. Eh, oh enggak. Gua kirain kebuka. Kenapa? Kenapa tadi gua dikelilingin sama manekin-manekin itu? Enggak ada pintu yang bisa dibuka. Tuh kan kayaknya game yang satu ini dengerin mikrofon gua deh. Tiba-tiba dibuka begitu saja. Oke, kalau itu yang kamu mau. Punten ya, aku masuk dulu ya. Hm. Ada cermin enggak tuh? Hm. Ada yang lagi goyang-goyang, Guys. Gak tahu. Aduh, ada kepala-kepala. Oh no. What is that, my friend? Uh, sepertinya sangat menjijikan. Baca dulu deh. She doesn’t treat everyone the same. She some she cut apart slowly, others she break from inside. She plays with us. Waduh. But in the end, we all suffer. Kita semua menderita di sini. Ada beberapa orang yang dipotong, ada beberapa orang yang di e apa? Kayak dirusak gitu loh ya, Teman-teman. Kita semua menderita, kita semua meningsoy dan perlahan. Before she took the other one to the secret room, he wrote something behind the hanging bags. Oke. I don’t know what mean. Maybe a message, maybe a warning. She’s not a land lady. She is a monster. And soon she’s coming for me. Aduh. Jadi ada sesuatu yang dia taruh di sebuah beg. Oh, ini kah? Betul sekali, Teman-teman. 3 + 6 = 9. Dimasukin ke row ketiga. Oke, baiklah kalau begitu. Wah, wah wah. Itu land lady-nya kah? Wah, wah wah. Wah wah wah wah wah wah wah w w wah wah wah wah wah wah wah wah wah wah wah wah w wah w wah sembilan ya loh ini kok ditutup satu lagi bang satu pintu lagi Bang aku harus kayak mana ini Bang kode-kode lagi yang harus ku cari Ini kah? What is that? Hah? Kok [Musik] kedip-kedip? Ada satu. Satu, Guys. Satu. Tadi ada tujuh sat. Ada satu ya. Mm mantap. Tiba-tiba ada sesuatu di situ ya, Teman-teman. Tunggu bentar angka ketiganya terus gua menemukan tuuh dan ini satu. Kita cek. Kita cek. What is that? Tiga. Angka keempatnya tiga. Oke. Oke. Oke. Oke. Apakah aku berhasil bisa memecahkan teka-teki yang ada di sini? Itu ada satu ruangan yang tidak tidak terbuka, ya, Teman-teman. Oke, let’s go. Jadi, tadi gua nemuin pertama tuh 7 193. Enter. Wrong. Berarti 1 7 93. Enter. Open my friend. Let’s go. Oke. Wah, ini apartemen ternyata besar juga ya. Kok aku melihat ada sesuatu yang tidak ini? Kenapa banyak sekali ruangan dan ini ruangan tidak didekorasi ini. Ini ruangan rahasia mana lagi ini, Guys? Ini tempat-tempat sempit begini nih yang paling gua enggak suka ya. Fobia, Bro. Fobia tempat sempit. [Musik] Hm. Ada yang nyanyi-nyanyi enggak tuh? Mana gelap banget lagi, Guys. Aku membutuhkan sesuatu untuk memotong chain ini, rantai ini. Wah, kalian lihat, Guys. Ada banyak darah tuh. Hm. Hilang enggak tuh? Apakah yang kubutuhkan? Chain cutter. Let’s go. Tapi sebentar gua baca terlebih dahulu. If anyone find this, I’m the lord landlord. She is not. She’s came looking for a place for to ran. Jadi di ini adalah catatan landlord-nya atau pemilik dari properti ini. Dan katanya dia itu mencari untuk tempat dia mau sewa. Terlihat dia seperti normal-normal saja tetapi ternyata tidak ya. dia sudah melihat atau memperhatikan aku. Dia mengkontrol setiap stepnya dan aku rasa dia adalah wanita yang e kurang waras yang eh lepas dari psychiater hospital atau rumah sakit jiwa ya, Teman-teman. Dia memotong kakiku. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku akan ee bertahan. Aku kehilangan banyak sekali darah. Dan sebelum dia mengambil semuanya dariku, aku menyembunyikan sebuah kunci. Aku tidak mau kehilangan itu. Kunci tersebut ada bersamaku. Dan kalau misalnya ada orang yang membaca ini, carilah dan keluar dari sini. Hm. Kunci ya? Hmm, ada yang ngetok-ngetok tuh, Guys. Kunci ye. Tapi menurut gua ya, kita dipermainkan sih teman-teman. Udah 100% 1000% kayaknya ini dipermainkan nih, Guys. Oke. H apaan tuh? Oh no. Ada badan laki-laki dan perempuan, Guys. Kenapa banyak sekali badan di sini? Ambil dulu kunci. Oke, kita berhasil mendapatkan kunci. Sekarang saatnya gua mungkin kembali lagi. Susah napas sebentar ya. Lah sekarang gua bisa lari ini teman-teman. Lari ke mana lagi itu? Siapa? M terbuka terbuka terbuka terbuka terbuka terbuka. Lari enggak sih? Lari engak sih? Lari gak sih? Lari engak sih? L lari lari lari. Kenapa tiba-tiba dia jatuh? Siapa yang jatuhin? Terus, terus my friend. Terus my friend. Run for your life. Kita keluar dari sini. Ada sebuah pintu. Buka. Loh. Oh, kalah tadi kita ya. Maaf, Guys. Kalah, Guys. Sini ya. Di sini, ya. Kita harus lari tadi. Hm, seram banget ya. Seram banget, Guys. Seram banget. Apakah itu wanitanya tadi? Kenapa gua gak bisa buka ya? Aneh sekali ya. Ya, ya. Wes cenayang gua, Bro. Udah tahu harus ke mana. Itu kenapa pintunya gak bisa kebuka tadi? Why? Pintu yang bener dong. Gua pengin pengen liwat. Ini dia. Hap. Nah. Oke. Masih berlari. Masih berlari. Escape, escape, escape, escape, escape, escape, escape, escape. Eh, bukan ini, bukan ini, bukan ini. Duh, kan, kan gua jadi panik. Kanan, kan gua jadi panik. Ini dia, ini dia, ini dia. Come on, come on. Let’s go, let’s go, let’s go, go, go. Mau pergi kahu? Ah, gua juga jadi [Musik] korban. Tidak pernah ada jalan keluar. [Musik] Mama mia [Musik] pizza. Waduh, missing poster enggak tuh, Guys? Alex Johnson itu nama gua. Sudah ada banyak sekali missing person di sekitar situ. The cycle continue. Berarti memang dia menargetkan orang-orang yang mau sewa di sekitar situ ya. Kenapa enggak lapor Pak polisi ya? Developer red scroll. Oke. Wow. Lumayan ya. At least tidak ada jump scare yang benar-benar langsung kayak GG Gaming G loh, Teman-teman ya. It’s a good game. Tetapi memang penuh dengan misteri ya, Teman-teman. Siapakah karakter yang selalu menghantui kita yang berwarna merah semua dan tinggi? Apakah dia adalah seorang wanita yang keluar dari rumah sakit jiwa tersebut? Aku pun tidak tahu. Ya sudahlah, Teman-temanku sekalian. Terima kasih banyak buat kalian semua yang sudah nontonin gua bermain game yang satu ini dan nanti kita bertemu lagi dengan game horor selanjutnya. Apakah yang akan lebih mengerikan? Kita lihat saja di next video. Oke, terima kasih banyak. Bye bye. P. [Musik]
Ceritanya gw bermain sebagai Alex yang mau pergi kuliah, dan harus mencari tempat tinggal yang murah dan nyaman di game Unknown Host ini, dan akhirnya dapet apartement yang berada di kawasan yang tua, pas masuk memang terasa tua gedungnya, setelah sampai, disitulah horrornya dimulai wkwkwk enjoy yah
#miawaug #UnknownHost #horror #horrorgame #gamehorror
Game : https://store.steampowered.com/app/3647480/Unknown_Host/
Mau Kepoin gw di Social Media ? Kesini aja, ada Link IG FB Tiktok DLL
https://msha.ke/miawaugyt
Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► miawaug@ gmail [.]com
Thanks Guys….
Intro Music :
– Mark G – Never Let You Go
– Support Mark G:
https://fanlink.to/markgneverletyougo
https://www.twitter.com/markgmusic
https://www.instagram.com/markgtheartist