Musuh Tersayang(亲爱的仇敌)| EP01 Apa Ini Benar “Persabahatan”? | WeTV
=Musuh Tersayang= (Kaixi) Halo, Kaixi. Halo, Sayang, kau sudah keluar? (Barat)
Kami semua sudah tiba. Aku tahu kau tidak tertarik (Kaixi)
dengan acara kencan buta seperti ini. Kalau kau sibuk, kita bisa berkumpul lagi minggu depan. Bukankah kita janjian pukul 19.30? Sayang, kau salah ingat.
Seharusnya pukul 18.30. Kami sudah menunggumu setengah jam. Ya, sebentar lagi aku sampai. Begini saja, kalian makan dulu. Baik, aku segera tiba. Baik, cepat ya. Kami tunggu. Baik, sampai jumpa. Terkait “Cinta di Kota yang Jatuh”
karya Zhang Ailing, siapa yang bisa membagikan pendapatnya? Chen Kaixi. Fan Liuyuan awalnya adalah
pengembara cinta yang tidak percaya adanya cinta sejati. Dia dan Bai Liusu
bertemu pada masa sulit dan akhirnya menikah. Ini menjelaskan bahwa cinta itu tersembunyi jauh
di lubuk hati setiap orang. Hanya perlu menunggu kesempatan, maka cinta akan muncul, dan tumbuh menjadi pohon besar. Luo Man. (Cinta di Kota yang Jatuh)
Coba kau katakan sesuatu. Menurutku, cerita ini bukan menceritakan tentang cinta atau tidak terlalu berhubungan
dengan cinta. Itu menceritakan tentang martabat. Sudah dijelaskan dengan sangat jelas
di dalam novel. Kalau wanita tidak bisa
mendapatkan cinta dari pria, maka tidak bisa mendapatkan
penghormatan dari wanita. Bai Liusu merebut Fan Liuyan di acara kencan buta adiknya. Dia sama sekali bukan ingin
mencintai pria ini. Yang dia inginkan adalah martabat. Dia ingin membuktikan bahwa dia layak. Dia pantas mendapatkan
pria yang lebih baik. Dia pantas dipandang berbeda. Dia pantas mendapatkan segalanya. Jadi, yang dia pedulikan
sama sekali bukan pria, melainkan orang yang meremehkannya. Pak, berapa lama lagi? Sekitar 45 menit. Empat… Sudah pasti 45 menit? Jalanan terlalu macet. (Jarak 2 km, 45 menit) Aku sudah janji dengan Bos Zhou. Kalau begitu, sepakat pukul 19.30. Nanti kukirimkan lokasinya. Baik. – Kami pergi dulu.
– Baik. Chen Kaixi, hari ini aku pasti menjadi Bai Liusu. Jadi, di Fakultas Bisnis, aku yang paling sering bolos kelas. Maaf. =Episode 1=
=Kau Merasa Aku Tidak Layak?= Sayang, akhirnya kau datang. Maaf. Kalau kau tidak datang, kami tidak berani
menyajikan hidangan panas. Mari kuperkenalkan. Ini Bos Zhou. Zhou Musun. Klub ini miliknya. Makanan di sini sangat enak. Ini sahabatku, Luo Man. Penulis skenario terkenal. Belakangan ini ada sebuah serial TV
yang sangat populer. Dialah yang menulisnya. Buruh ketik. Salam kenal. Salam kenal. Kalau kalian tidak keberatan, mungkin aku harus makan dulu. Karena baru selesai rapat naskah. Aku sangat lapar. Aku makan sedikit dulu. Silakan. Jadi, Nona Zhong orang Jiangxi? Ya. Makanan Jiangxi juga enak. Sangat pedas. (Baru selesai rapat naskah?) (Riasan lengkap dengan bulu mata palsu,) (gambar alis,) (dan penataan rambut.) (Siapa yang percaya?) (Pria akan percaya.) (Pakai lipstik natural,) (dia pikir tanpa riasan.) (Cerdas.) (Kalah bersaing dengan kecantikan,
jadi mengambil jalur profesi.) (Jelas-jelas lumayan cantik,) (tapi tidak mau mengandalkan kecantikan?) Angsa panggang datang. Tolong berikan aku seporsi kwetiau. Baik, Nona. Terima kasih. Nona Luo tahu cara makan. Angsa panggang dipadukan dengan kwetiau. Ini adalah cara makan yang hanya diketahui
oleh pecinta kuliner asli Kanton. Aku ingat Pak Cai pernah bilang kwetiau dipadukan
dengan saus angsa panggang, rasanya naik satu tingkat. Sebenarnya aku pribadi
lebih suka makan makanan Kanton. Sangat memperhatikan bahannya dan rasanya tidak terlalu kuat. Benarkah? Makanan Kanton adalah favoritku. Oh ya? Kau tanya pada Kaixi. Aku ingat tahun lalu aku melakukan perjalanan bisnis
ke Guangzhou. Aku tinggal di White Swan
selama tiga hari. Aku makan semua jenis. Sungguh. Sangat memuaskan. Namun, menurutku
makanan Kanton paling enak seharusnya – Shun…
– Shunde. Seharusnya Shunde. Ikan mentah Shunde, lalu ayam uap. Serta… – Hot pot…
– Hot pot air bening. Bahannya harus dimasukkan secara berurutan. Sup terakhirnya itu barulah tidak bisa dilupakan. Namun, sayang sekali di sini tidak ada makanan Kanton
yang sangat enak. Terpaksa orang malas sepertiku harus masak sendiri, seperti terong ikan asin, dan babi panggang renyah. Tentu saja tidak bisa dibandingkan
dengan koki hebat. (Babi panggang renyah?) (Kau goreng nuget rumput laut saja
bisa sampai meledakkan microwave.) (Bongkar kebohonganku kalau hebat.) Karena Nona Luo tahu cara makan, kuharap makanan hari ini
tidak mengecewakanmu yang sudah datang jauh-jauh kemari. Tentu saja. Kau bahkan belum mulai makan. Namun, aku tahu. Qingcheng, apakah kau punya pacar? Tidak. (Tiga hari yang lalu)
Tidak. Tidak. Aku kenal seorang pria. Sebenarnya dia adalah teman suamiku. Aku merasa kondisinya paling baik dan paling layak untukmu. Usianya 38 tahun. Pernah cerai, tapi tidak punya anak. Apa pekerjaannya, aku juga tidak yakin, karena sepertinya dia berkecimpung di segala bidang dan ada rumah di mana-mana. Pokoknya pasti sudah
bebas finansial dari awal. Kuncinya adalah dia sangat tahu sopan santun. Lulusan Universitas Tsinghua, juga tampan. Tunggu aku. Kutunjukkan fotonya. Baik. Lihat, sangat tampan, ‘kan? Lumayan tampan. Coba kulihat. Seberapa tampan? Cepat! Memang lumayan tampan. Aku tahu mungkin kau
tidak berminat untuk hal seperti ini, tapi menurutku tidak ada salahnya kenal dulu. Aku buatkan grup untuk kalian. Kita cari waktu untuk makan bersama. Aku sudah tahu lokasinya. Bos Zhou memiliki klub pribadi yang tidak terbuka untuk umum. Sangat pribadi. Dia menyembunyikan
banyak arak enak di sana. Lalu, makanannya juga enak. Bagaimana menurutmu? Kak Kaixi, kau cermat sekali. Namun… Aku belum pernah ke klub pribadi. Bolehkah aku ikut? Bolehkah? – Zhong…
– Zhong Qingcheng. Zhong Qingcheng. Bolehkah, Qingcheng? Tentu saja tidak masalah. Kalau begitu, sepakat pukul 19.30. Nanti kukirimkan lokasinya. Baik. – Kami pergi dulu.
– Baik. – Sampai jumpa.
– Sampai jumpa. Sampai jumpa. Kami pergi dulu. (Mencari) (Zhou Musun) (“Selalu Kau yang Terbaik”) (Zhou Musun.) (Jurusan Arsitektur Tsinghua University) (Mitra Modal Huxiao) (Pelacak Perusahaan dapat melihat
perusahaan atas namanya.) (Zhou Musun)
(Ada sedikit laporan media.) (Zhou Musun, mitra Modal Huxiao)
(Informasi pribadi sangat sedikit.) (Zodiak: Cancer, Golongan Darah: O,
Tempat Lahir: Hubei) (Normal.) (Orang kaya.) (Zhou Musun)
(Rendah hati.) (Tidak masalah.) (Hal yang paling tidak kutakuti adalah
melakukan persiapan.) (Zhou Musun)
(Ayolah.) (Zhou Musun) (Chen Mian) (Chen Mian, Mengikuti) (Mu Di (Toko Xingdeli)) Bukankah katanya
tidak terbuka untuk umum? Berbohong padaku. (Mu Di) (Weibo Resmi Mu Di) (Sahabat seumur hidup #Mu Di#) (Master Shunde menunggu Bos Zhou) (Gereja Sagrada Familia, Cernuda, Shunde) (Zhou Musun) Kau menyukai Cernuda? Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Aku hanya tidak sengaja melihat terjemahannya di internet. Bagaimana mengatakannya, ya? Terima kasih pada internet
dan penerjemah. Berkata kepada orang yang mengajarimu
harus tumbuh ke arah mana, dan bagaimana seharusnya bertumbuh, “Terima kasih atas mawar di dunia ini”. Kau hebat sekali, Kak Luo Man. Bersulang kepada penyair. Ayo. Bersulang kepada penyair bersama. Ayo. Sangat jarang. Nona Luo. Bolehkah aku memanggilmu Luo Man? Tentu saja. Kau bisa memanggilku
sesuka hatimu. (Tiga hari yang lalu) Bos Zhou, belakangan ini sibuk
berkencan dengan wanita cantik, ‘kan? Tidak juga. Kenapa kau punya waktu
untuk memperhatikan kehidupan cintaku? (Zhou Musun) Beberapa hari yang lalu,
aku bertemu seorang gadis yang sangat cantik. Orangnya juga sederhana. Jadi, aku ingin memperkenalkan kalian. (Cathy) Kenapa, Zhou? Secepat ini sudah tidak sanggup? Kau sudah lemah, ‘kan? Kalau dengan orang lain,
aku masih bisa bersaing. Kau itu sangat energik,
benaran seperti siluman kuat. (Cathy)
Wanita suka mengatur hal seperti ini. Kau tidak akan merasa
aku terlalu membosankan, ‘kan? Oh ya. Beberapa hari lalu, Chen Kaixi
meminta akun WeChat-mu. Dia tidak menimbulkan
masalah untukmu, ‘kan? (Mana mungkin? Seleramu begitu bagus,) (gadis yang kau pilih tidak akan salah.) (Aku sudah mulai penasaran.) (Zhou Musun) Kami sedang membahas masalah ini. Bisa ada masalah apa? Dia hanya ingin
mentraktir orang di tempatku. Istriku, Chen Kaixi, seharian tidak ada urusan penting, tapi dia sangat suka mentraktir orang makan. Kuberi tahu padamu. Bisa makan dan pandai makan,
itu hal yang bagus. Aku serius, ya. Kapan ajak Pak Fan pergi ke tempatku? Tempatku baru saja masuk – arak anggur kebun tunggal dari Chili.
– Baik. Kita sebagai sahabat,
aku tidak bertele-tele denganmu. IPO perdana kalian, bisakah bagikan aku sedikit? Peluang Chili menghasilkan
arak berkualitas lumayan tinggi. Karena hari ini ada banyak makanan laut, jadi aku mengatur arak anggur putih. Kebetulan di tempatku baru masuk arak anggur
kebun tunggal Chili. Lain kali. Lain kali kuajak kau datang mencicipinya. Boleh. Oh ya, Qingcheng Musik latihan tari yang kau rekomendasikan waktu itu sepertinya jazz. Bisakah kau kirimkan sekali lagi? Aku tidak ketemu. Tidak masalah. Dulu Qingcheng latihan menari. Badannya sangat lentur. Tidak seberapa. Aku hanya menari ketika di sekolah. Pasti berbeda kalau sudah
mendapat pelatihan profesional. Kalau begitu, kalian makan dulu, aku ke toilet dulu. (Hanya orang luar saja.) (Perlukah begitu sepenuh hati?) Kak Kaixi. Kau berpakaian penuh semangat muda! Hadiah. Untuk apa membawa hadiah? Mari. Duduklah. Kuperkenalkan dulu. Ini adalah sahabatku, Luo Man. Penulis skenario yang hebat. Dia adalah wanita
dengan akun WeChat teratas. Ini adalah Zhong Qingcheng. Dia adalah aktris yang sangat berpotensi. Kami berdua kenal di studio tari. Dia sangat cantik. Aku sebagai wanita pun sampai
tidak tahan untuk melihatnya terus. Terakhir aku mencarinya berbicara. Luo Man? Bolehkah aku menambahkan WeChat-mu? Ayo. Selesai. Mau makan buah atau camilan? – Baik.
– Aku siapkan. Terima kasih, Kak Kaixi. Stroberi ini sangat enak. Qingcheng. Kenapa kulitmu begitu bagus? Kau harus syuting dan siaran langsung, tapi kulitmu masih
sangat kenyal dan lembut. Tidak sebagus kau. Aku kalah jauh darimu. Jadi, kau Fakultas Drama? Benar. Qingcheng lulus Fakultas Drama. Aku bukan. Aku dan Kaixi adalah teman kuliah, juga teman sekamar, serta sahabat terbaik. Kami lulusan Jurusan Sastra Mandarin. Jurusan Sastra Mandarin? Jurusan Sastra Mandarin sepertinya
tidak mengajarkan penulisan naskah, ‘kan? Bagaimana mengatakannya, ya? Menulis naskah, asal kau memahami struktur dasarnya, kau sudah bisa menulisnya. Kenapa kau bertanya sedetail ini? Tertarik? Aku sedikit tertarik. Hanya saja tidak tahu apakah guru bersedia mengajar? Tentu saja guru tidak bersedia mengajari. Kau tidak pernah mendengar satu hal? Orang bilang mengajari murid, guru akan mati kelaparan. Kau sangat pintar. Guru mana yang berani mengajarimu? Guru ini punya kesadaran akan bahaya. Mengerti. Jadi, bagaimana kau mulai memasuki industri? Kaixi paling memahami hal ini. Waktu itu, baru lulus kuliah. Aku ingin mencari pekerjaan yang menarik dan bebas. Jadi, aku masuk industri ini. Coba saja. Kalau begitu, kau sangat berani. Ada yang mengarahkanmu? Tentu saja tidak. Ketika awal masuk,
aku tidak mengenal siapa pun. Pokoknya awalnya aku menulis di akun resmi. Menulis ulasan film. Terkadang aku menerima
proyek menulis skrip iklan. Lalu, perlahan-lahan, aku mulai ikut rapat perencanaan
dan menulis kerangka cerita. Penulis skenario kecil. Disimpulkan dengan satu kata. Menulis sesuai yang dibayarkan. Namun, penulis skenario
tidak banyak keluar rumah, tidak menghabiskan banyak uang. (Pintar sekali.) (Menarik simpati
dengan tidak rendah hati atau sombong.) Oh ya, Kaixi. Kemarin aku melihat Moments-mu, kau mengunggah Gide. Aku berpikir kau sangat mendalami bacaan itu. Ternyata kau Jurusan Sastra Mandarin. Kalau begitu, tidak aneh. Sebenarnya hanya baca beberapa baris. Unggah sampul biar kelihatan bagus. (Sampai tahap seperti ini,) (kami sedang menunggu
sebuah titik kemenangan.) Terima kasih. Terima kasih. (Menuangkan untuknya terakhir.) (Artinya tidak menganggap dia
sebagai orang luar lagi.) Mari. Masakan Ningbo. Tinggi kalori, tapi tidak berdaya, aku suka. Oh ya, Qingcheng, apakah kau
perlu mengontrol kalori? Tidak juga. Qingcheng bukan gadis yang diet demi mempertahankan badannya. Kami kenal di studio tari. Guru kami sering menginspirasiku dengan videonya. Kutunjukkan kepadamu. Baik. Wanita yang berbakat dan giat. Ini adalah tabrakan luar biasa yang kutunggu semalaman. Lihatlah. Sangat menginspirasi, ‘kan? Memang sangat bagus. Berbakat dan giat. Memang bagus. Kumpulkan kertas ujiannya. Nilai sempurna. Terima kasih, Pak Zhou mengakhiri makan malam yang sempurna ini dengan sup talas. Terima kasih, Bos Zhou. Terima kasih, Bos Zhou. Yang terpenting kalian suka. Ayo. (Segalanya sudah berakhir.) Kaixi, bagaimana kau pulang? Perlukah aku menyuruh sopir
untuk mengantarmu? Tidak perlu. Mobilku segera tiba. Kalau begitu, kalian berdua… Aku ikut mobil Kak Kaixi. Kalau begitu… Terima kasih. Kau bisa memanggilku apa saja. Terima kasih. – Sampai jumpa.
– Sampai jumpa. Pelan-pelan. Sudah merepotkanmu. Tidak apa-apa. Aku sudah tiba. Terima kasih, Kak Kaixi. Kalau begitu, aku pergi dulu. Baik. Sampai jumpa. Sampai ketemu lagi. Baik. Aku pergi dulu. (Luo Man Sayang) (Tambahkan ke daftar hitam) (Kaixi) (Kaixi) (Pesan telah terkirim,
tapi ditolak oleh penerima) (Daftar) (Kaixi) (Luo Man Sayang) (Luo Man Sayang) Perlukah seperti ini? Perlukah sampai menghapusku? Jangan menghela napas. Bisakah kita bicarakan hingga jelas? Bukankah sekarang kau sudah mengenal Zhou Musun? Apakah menurutmu hari ini aku tampil cetar membahana untuk menggoda Zhou Musun? Menurutmu, aku tidak layak mendapat pria
yang agak baik, begitukah? Dahulu seperti ini, sekarang juga sama. Sayang, aku sangat senang
kau yang mendapat buketnya. Aku memang ingin kau mendapatkannya. Jangan khawatir, akulah yang akan
menemukan cinta sejati selanjutnya. Mari, Zhang Fan, kuperkenalkan. Mari. Ini mitraku, Zhang Fan. Ini adalah sahabat Kaixi. – Luo Man.
– Zhang Fan. Biar kuperkenalkan. Ini Zhang Fan, rekan Chen Mian. Ini temanku, Liu Qianqian. Qianqian sangat unggul,
tapi belum punya pacar. Zhang Fan, kau harus lebih aktif. Mari, Qianqian. Kalian berduaan dulu. Ayo, ngobrol sebentar. Ayo, Qianqian. Sayang. Apakah kau berangkat malam ini? Aku tidak tega kau pergi. Ingat telepon aku setelah tiba. Pasti. Waktu itu kau ingin
pergi ke utara untuk berjuang. Tekadmu tidak di sini. Biarpun aku memperkenalkan
Zhang Fan kepadamu, apakah kau bisa merawat suami dan menjaga anak
dengan baik di rumah? Luo Man, apakah kau merasa semua orang di dunia bersalah padamu? Orang di dunia ini
bersalah padaku atau tidak, aku tidak peduli. Aku hanya peduli
bagaimana kau melihatku. Bagaimana kau memikirkanku? Apakah kau tidak berharap hidupku baik? Kau sangat suka
berasumsi jahat tentang orang lain. Kita telah berteman selama bertahun-tahun. Hari ini kita bicarakan hingga jelas saja. Aku berasumsi jahat, atau memang ini faktanya? Misalnya pertemuan nyonya kaya sebelumnya. Berdasarkan pemahamanmu terhadapku, mana mungkin kau tidak tahu seberapa canggungnya aku di sana? Bukankah kau juga mengabaikanku dan mencari rasa superioritas? Kalau aku sensitif sepertimu, persahabatan kita sudah rusak sejak lama. Setiap hari di Weibo, kau mengunggah wanita harus berani mewujudkan nilai diri, ibu rumah tangga sama dengan meninggalkan hak memilih sejak awal. Tidak ada martabat kalau tidak bekerja. Ketika kau mengunggah semua itu, kenapa kau tidak takut
aku berpikir berlebihan? Aku mengunggah itu bukan untukmu. Kau malah perasaan.
Bukankah itu terlalu sensitif? Tidak senang melihat kau hidup baik? Menurutmu, apakah orang seperti Zhou Musun butuh aku memperkenalkan pacar kepadanya? Apakah mungkin? Kalau begitu… Kau melakukan banyak persiapan, ya. Kau sudah capek mencari di Baidu, ‘kan? Namun, Baidu tidak akan memberitahumu Zhou Musun tidak mudah bisa cerai. Dia tidak akan menikah lagi. Pria seperti itu juga tidak akan memberikan
manfaat apa pun kepada pacarnya. Yang dia inginkan hanyalah
mengandalkan daya pesonanya sendiri untuk menaklukkan
rasa pencapaian wanita. Tidak memberikan uang,
tidak bertanggung jawab, dan tidak menikah. Dia adalah pemain cinta. Apakah kau masih tergila-gila? Kalau begitu, kenapa kau memperkenalkan dia
kepada Zhong Qingcheng? Karena Chen Mian mendekati dia. Dia siaran langsung selama sebulan, Chen Mian memberinya hadiah 40.000 yuan. Jadi… Jadi, kau ingin mendekati saingan cintamu? Eh, Kaixi, kenapa kau tidak memberitahuku
hal ini lebih awal? Kau ingin mendekati saingan cintamu, kenapa menyeretku bersama? Aku gugup. Ada kau, aku merasa agak baik. Bagaimanapun, kau adalah teman terbaikku. Apakah Luo Man akan pulang malam ini? Sulit dipastikan. Ada yang melihat dia makan
di pintu belakang pada malam hari. Penulis skenario pria itu
menarik Luo Man. Tatapannya… Menurutku, Luo Man sangat mengharapkannya. Ini kesempatan yang sangat bagus. Bukankah dia bilang
ingin menjadi penulis skenario? Dia harus mencari seorang guru. Setelah memastikan hubungan, lalu pergi ke rumah guru
saat senggang di akhir pekan, bukankah masa depannya sudah terjamin? Menurutku, Luo Man
dan guru itu sangat normal. Dia hanya terlalu tertarik
terhadap profesi menulis skenario. Ini bukan apa-apa. Kalian jangan berbicara begitu kasar. Eh, Chen Kaixi, kau benaran mengira Luo Man
menganggapmu sebagai teman? Dia sombong sekali. Siapa yang dihargai olehnya? Ini tidak masalah. Dia hanya agak berambisi. Sebenarnya sifat dasarnya baik. Perkataan kalian agak tidak adil. Eh, bagaimana aku memberitahumu? Ujian tidak bisa, makalah tidak jelas, tapi lumayan hebat bergosip tentang orang lain. Hari ini aku anggap tidak mendengarnya. Kalau terjadi lagi, jangan salahkan aku bertindak kasar. ♪Ambang jendela♪ Ayo, kamar ini terlalu kotor.
Aku tidak bisa tinggal di sini. ♪Mengundang bulan yang kesepian♪ ♪Datang ke acara pernikahan♪ Chen Kaixi. Kupikir kau juga tidak menyukaiku sama seperti mereka. ♪Saat diperhatikan♪ ♪Merasa panik♪ Luo Man. Burung kecil tidak akan pernah
mengerti impian seekor rajawali. Kami adalah burung kecil. Hanya kau adalah rajawali. ♪Kalau begitu, biarkan aku memberitahumu♪ Namun, aku tidak iri padamu. Aku kagum padamu. ♪Apakah kau benaran
tidak takut suatu hari nanti♪ ♪Andalan menjadi kebencian♪ Chen Kaixi. Aku akan melindungimu kelak. Aku tidak akan membiarkanmu dirundung. ♪Kita harus menjadi diri kita sendiri♪ (Chen Kaixi: Wajah tidur seperti malaikat,
siapa yang tahu,) (dia berlari sepanjang sore seperti iblis
dan membuat ibunya lelah) (Zhong Qingcheng, Chen Mian, Nyonya Wu,
Nyonya Xiao, Nyonya Gu, Luo Man) (Zhong Qingcheng: Senang bisa makan
bersama kakak yang cantik dan berbakat) (Chen Kaixi, Supervisor Yongchao,
Tiandao Chouqin, Houde Zhaiwu, King Angin) (Luo Man: Tidak akan melupakan rasa ini,
malam yang indah, moon house) (Zhong Qingcheng, Xu Meng,
Zhang Yi, Di Di) (Zhou Musun: Sering-seringlah
berkunjung, moon pavilion) ♪Selalu dengan polos mengira♪ ♪Kehidupan tenang bagaikan air danau♪ ♪Sebenarnya hanya angin sepoi-sepoi♪ ♪Hidup sudah penuh dengan luka♪ ♪Sangat ambigu saat belum mendapatkan♪ ♪Paling indah saat berpisah♪ ♪Harus berani menghadapi diri sendiri♪ ♪Membangun kembali atau menghancurkan♪ ♪Jelas-jelas aku melihat sinar rembulan♪ ♪Menyinari pintu masuk♪ ♪Panggung yang besar di dunia♪ ♪Pertemuan dan perpisahan tidak kekal♪ ♪Suatu hari pasti paham♪ ♪Tidak masalah menjadi
karakter utama atau karakter pendukung♪ ♪Hidup pada akhirnya akan berakhir♪ ♪Tidak peduli kau pantas atau tidak♪ ♪Terima kasih setiap hari♪ ♪Kau menjadi sosok yang kau banggakan♪ ♪Menemani hidup dari awal sampai akhir♪ ♪Mencolok dan juga introvert♪ ♪Semua itu adalah diriku♪