DATA MAKIN TERKUAK, IJAZAH JOKOWI KEMUNGKINAN BESAR PALSU.

Mari belajar politik untuk Indonesia yang lebih baik. Please subscribe, like, comment, and share YouTube saya. Teman-teman, persoalan asli tidaknya ijazah Joko Widodo ternyata masih terus berlangsung. Walaupun kita tahu sebelum ada perkembangan yang terbaru ini, ada juga perkembangan yang baru ya, yaitu bahwa pihak kuasa hukum dari Jokowi meminta agar fitnah mengenai asli atau palsunya ijazah Jokowi itu dihentikan supaya kita bisa melangkah untuk Indonesia yang lebih maju. Tapi pernyataan itu justru menimbulkan suatu pertanyaan di kalangan mereka-mereka yang memperjuangkan dalam tanda kutip kebenaran. Ya, yang ingin mereka tanyakan adalah oh kok bisa berbalik nih? Tadinya mereka ngotot bahwa yang namanya Royurio, Dr. Tifa, Dr. Rismon ini akan terus menjadi target dari laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya. Dan mereka juga mengatakan bahwa Jokowi akan mencabut laporannya asalkan titik titik titik. Kita tidak tahu apa yang dimaksud dengan asalkan itu. Apakah asalkan mereka berhenti bicara atau asalkan mereka berhenti memfitnah. Nah, soal fitnah memfitnah ini juga bisa menjadi perdebatan pula. Mengapa? Karena siapa yang kemudian membuat hoa atau berita-berita palsu, siapa yang kemudian memfitnah? Dan siapa pula yang membuat suatu situasi yang keruh dalam politik Indonesia? Dari sisi Jokowi ya itu selalu mengatakan bahwa ini orang-orang yang mempertanyakan asli atau palsu ijazah Jokowi ini membuat berita hoa membuat fitnah kemudian menimbulkan kekeruhan ataupun kerusuhan politik. Sementara dari pihak khususnya kalangan akademis itu justru mengatakan siapa asal usul dari berita hoax ini ya. Mengapa atau siapa yang kemudian membuat kerusuhan politik dalam tanda kutip ya dari adanya peristiwa ini dan kemudian juga siapa pula yang mulai dan kemudian yang harus menghentikan persoalan ini. Nah, di tengah kegaduhan politik seperti ini muncul pula satu informasi terbaru baik yang berasal dari dr. Ta, Dr. Rismon ataupun dari Roy Suryo. Salah satu yang paling menarik itu adalah ungkapan yang dibuat oleh dr. Tifa dan kemudian menjadi viral karena ini juga dikutip dan kemudian juga diserbar luaskan oleh teman-teman lain ya, khususnya yang berasal dari Yogyakarta. Yang dipertanyakan adalah persoalan foto ya. Foto itu adalah foto pengantin ya. yang kita juga tidak begitu jelas siapa yang menjadi pengantin. Tapi yang jelas di sebelah kiri atau kalau kita lihat dari posisi pengantin tuh sebelah kanan pengantin itu ada pasangan ya yang itu adalah Hari Mulyono dan juga istrinya di situ. Kemudian ada juga seorang ibu-ibu yang boleh dikatakan mendampingi mereka di sebelah kanan ya. Atau kemudian kalau kita lihat posisi dari sebelah kiri itu juga ada foto Dumatno ya dan istrinya dan Dumatno itu menggendong putranya ya. Dan di dalam dialog pada tayangan YouTube tersebut ya itu dikatakan bahwa Hari Muliono ini adalah adik ipar dari Jokowi ya yang kemudian meninggal pada tahun 2018. Beliau meninggal pada usia 57 tahun ya. Dan beliau ini adalah adik ipar karena dia menikah dengan adiknya Joko Widodo. Beliau juga bekerja di perusahaan mebel keluarga Jokowi ya. Dan ternyata ijazah yang dimiliki oleh Jokowi tanggal ijazah itu sama persis dengan tanggal yang dimiliki oleh Harimulono yaitu 5 November 1985. Hanya bedanya bahwa foto yang ada di jasah itu bukan foto Jokowi dan juga bukan foto Hari Mulono, melainkan siapa? Dumatno, yaitu sepupu Jokowi. Mengapa ini berpindah-pindah foto? Kenapa? Karena Harimu Yono tentunya dari sisi face wajah ini amat berbeda dengan Joko Widodo dan kemudian dia juga tidak menggunakan kacamata. Sementara Dumatno itu kalau kita perhatikan tentunya face-nya agak mirip dengan Jokowi. Tapi yang bisa kita lihat tentunya akan ada perbedaan usia. Mengapa? Karena Dumatno itu lahir pada 1977. Ya, ini menarik. Kenapa? Karena ternyata ya kalau kita lihat ijazah yang kata Jokowi itu ijazah asli itu fotonya itu dengan latar belakang hitam itu ternyata ketika ada cap Universitas Gadjah Mada capnya itu tidak nempel di foto dalam tanda kutip Jokowi tersebut ya. Jadi foto itu ditempelkan setelah cap itu diberikan. Demikian juga kalau kita perhatikan nomor ijazahnya juga terlalu pendek ya. Dan dari sisi yang lain ya font antara ijazah tahun 3 ya atau 85 dengan ijazah pada tahun sebelumnya atau sekitar 79 itu fontnya benar-benar berbeda. Nah, ini menarik kenapa demikian. Karena kalau memang yang ada di dalam ijazah itu seharusnya milik dari Hari Mulyono atau Adik Ipar Jokowi, tapi foto di dalam ijazah itu adalah foto Dumatno yang adalah sepupu Jokowi, tentunya ini menimbulkan suatu pertanyaan siapa yang kemudian menjadi otak dari pembuatan ijazah palsu tersebut? Ya, dan kemudian ini akan ada pertanyaan-pertanyaan yang lain, ya. Siapa yang memasukkan skrifi Jokowi ke dalam lembar lembar yang namanya electronic tesis and disertasi di OGM ya pada tahun 2019 ya? Siapa yang membuat skripsi Jokowi pada 2018? Siapa yang memasukkannya pada 2019 dan siapa yang mengeditnya pada 2025? Ya, sekarang juga ada perkembangan baru yaitu bahwa beberapa tokoh pimpinan Universitas Gadjah Mada dari rektor, wakil rektor, dan juga bahkan seseorang yang diaku-aku oleh Jokowi sebagai pembimbing dia ya ini juga sudah mulai dimasukkan sebagai orang-orang yang menjadi target bahwa mereka harus bertanggung jawab terhadap persoalan ijazah. asli ataupun palu Jokowi. Nah, sekarang juga ada satu perkembangan baru bahwa yang namanya Mabes Pori ya, Mabes Barisk Krim Mabes Pori ini juga sedang melakukan suatu pengkajian ataupun penyidikan ya mengenai ijazah Jokowi tersebut ya. Menarik nih. Kenapa menarik? Kalau ternyata Barisk Krim Mabes Pori menyatakan bahwa ijazah Jokowi itu asli. Pertanyaan muncul kemudian kalau memang itu asli tentunya kertasnya akan bisa dicek ya secara kimiawi apakah ini kertas tahun 1980-an ya untuk terbit ijazah 1985 satu. Kedua, apakah kemudian fotonya itu akan dipasang foto Jokowi yang berarti berbeda dengan foto-foto yang ada di ijazah Jokowi yang katanya itu asli? Itu satu. Kedua, kalau ternyata ijazah ini sama dengan ijazah yang selama ini disebut sebagai ijazah aslinya Jokowi, ini berarti para penyidik di Bareskrim Mabes bukan mustahil akan dituduh melakukan suatu perbantuan di dalam tindakan kriminal yang dilakukan oleh orang-orang yang membuat ijazah palsu Jokowi tersebut. Ya, menarik. Kenapa demikian? Kalau kita ingin supaya yang namanya polisi itu benar-benar bersih, tidak ikut-ikut di dalam persoalan ini, lakukanlah semuanya itu secara prosedur yang benar. Ya, dalam arti kata tidak ada upaya-upaya untuk kemudian mengatakan bahwa ijazah Jokowi ini asli ya, padahal itu palsu. Atau kemudian ijazah yang baru dari misalnya kalau memang ada ijazah yang baru ini juga asli. Padahal kita tahu pencetakannya mungkin baru beberapa hari yang lalu ya. Ini menjadi menarik ya. Dan kalau kemudian Jokowi itu ternyata benar tentunya yang namanya Roy Suryo CS ya maksud saya Roy Suryo, Dr. Tifa, Dr. Rismond dan beberapa orang yang menjadi tertuduh dalam kaitannya soal ribut-ribut ijazah Jokowi asli atau palsu ini akan menjadi orang-orang yang bersalah. tentunya harus dibuktikan di pengadilan ya. Tapi kalau ternyata Roy Suryo itu benar ya, Roy Suryo dan teman-teman ya, Dr, Dr. Rismon dan juga teman-teman lain yang kemudian membela posisi mereka bahwa memang apa yang dilakukan oleh Jokowi dan juga beberapa orang penting di pemerintahan ya yang membantu proses pembuatan ijazah palsu itu tentunya menjadi orang-orang atau diduga melakukan membantu tindakan kriminal ya. Karena Anda tahu yang namanya sebuah tindakan kriminal di dalam teori kriminologi itu selalu dilakukan pasti meninggalkan satu jejak. Walaupun jejak itu misalnya cuma satu titik atau cuma satu helai rambut atau cuma satu helai kertas ataupun debu ya. Jadi ini yang yang tentunya akan menarik dan Anda juga tahu tadi saya katakan ya kalau kemudian ternyata Roy Suryo, Dr. Tifa, Dr. Rismon dan juga orang-orang lain ya termasuk juga orang-orang yang sudah masuk tahanan karena mereka menuduh Jokowi melakukan tindakan memasukkan ijazah. Buat mereka yang pernah ditahan tentunya harus ada pernyataan dari pengadilan bahwa mereka harus direhabilitasi nama baiknya dan tentunya yang namanya entah Jokowi entah negara harus membayar kerugian yang mereka alami selama 6 tahun mereka dipenjara dan juga tentunya kerugian atas tercorengnya nama baik mereka sebagai orang-orang yang berupaya untuk memperjuangkan kebenaran ya. Dan saya tidak akan membahas mengenai platform yang lain ya, seperti urusan antara pembela atau penasihat hukum Jokowi dengan Pak Mahfud MD atau dengan siapapun ya. Tapi saya hanya fokus mengenai bagaimana perkembangan ini. Karena menurut saya apa yang dilakukan oleh teman-teman paling tidak bertiga tadi ya, Roy Suryo, Dr. Tifa, Dr. Rismon itu sudah mencapai suatu hampir titik akhir di mana sebuah foto dalam kawinan itu bisa membuka tabir dari asli tidaknya ijazah Joko Widodo. Dan lagi-lagi ya ini bukan persoalan. Jadi bukan tujuannya itu adalah memburukkan nama seorang mantan presiden atau kemudian menghancurkan nama Jokowi. Bukan. Tapi ini adalah persoalan kejujuran, persoalan etika akademik, persoalan moral. Karena persoalan-persoalan ini belakangan ini boleh dikatakan mulai hilang di republik yang kita cinta ini. Karena itu kalau memang foto di dalam perkawinan tersebut ya dan berbagai foto-foto yang dibuat oleh keluarga Jokowi mengenai Harif Mulyono dan istrinya serta anak-anak mereka ini tentunya akan membuka tabir ya. Dari berbagai sebaran foto itu akan terlihat nampak lihat ya siapa foto atau milik atau pemilik dari ijazah itu. Dan kemudian juga kalau kemudian nanti sepupunya Jokowi yang fotonya ada di jas ini juga akan dilihat foto-foto mereka termasuk juga dengan istri dan anak-anaknya. Di sini juga akan terlihat mana yang lebih mirip dengan foto yang ada di jasah yang katanya milik Jokowi dengan foto dari pemilik asli dari ijazah tersebut yaitu almarhum Hari Mulono. Memang dua-duanya sama-sama memiliki nama Mulyono. Cuma yang satu pakai Hari Mulono, yang satu hanya Mulyono yang kemudian berganti nama menjadi Joko Widodo ataupun Jokowi. Mudah-mudahan dengan selesainya masalah ini ya dan Presiden Prabowo juga harus kemudian menegaskan kepada pengadilan nantinya ya atau kepada Barisk Mabes PORI ataupun kepada penyidik di Polda Metro Jaya. Lakukanlah tugas-tugas penyidikan Anda secara benar. Ya, karena memang kejujuran itu suatu hal sangat mahal. Tapi dengan kejujuran ini kita akan bisa membawa arah masa depan Indonesia ke arah yang lebih baik, yang lebih cerah, yang lebih adil, dan lebih segala-galanya. berikan pendapat Anda.

Sebuah foto pernikahan keluarga bisa membuka tabir ijazah JOKOWI asli atau palsu. Data dan foto yg ada menunjukkan bahwa ijazah yg dibilang Jokowi asli, adalah ijazah palsu. Kalau ada yang asli yang berbeda dengan yang ditunjukkan Jokowi, bisa dilakukan digital forensik dan analisis kimiawi apakah itu terbit 1985 atau 2025.

#indonesia
#ikrarnusabhakti
#maribelajarpolitik
#politik
#jokowi
#ijazahjokowi
#ijazahpalsu