Soal Uji Lab Forensik Ijazah Jokowi Asli atau Palsu? Pakar Hingga Eks Kabareskrim Polri Buka Suara

Untuk membahas lebih mendalam terkait dengan polemik tudingan ijazah palsu Presiden ketujuh Joko Widodo, saat ini kita sudah bersama dengan Raden Hendro selaku praktisi forensik dokumen dan Komjen Purnawirawan Ito Sumardi mantan kabar es krim. Selamat malam Bapak-bapak, Pak Ito, Pak Hendro. Selamat malam. Selamat malam. Saya ke e Mas Hendro dulu. Sebenarnya kalau untuk pembuktian melalui forensik dokumen ini apa-apa saja yang dibutuhkan? Ya, yang pertama itu perlu kevalidan tentang object eviden atau barang buktinya. Nah, kita ketahui ya bahwa kasus yang sedang ramai ini adalah masalah ijazah. Nah, ijazah ini berbentuk dalam bidang dalam fisik dokumen atau bas paper dokumen. Sedangkan yang ramai di luar adalah elektronik dokumen ya. Karena dalam forensik dokumen itu ada tiga hal dokumen. Yang pertama adalah dokumen secara fisik atau best paper atau tiga dimensi yang kita pegang, kita sentuh. Yang kedua adalah electronic dokumen yang di mana dokumen itu hasil dari foto atau scan. Yang ketiga adalah tentang digital dokumen yang di mana dokumen itu diripsi atau dicoding yang nanti berubah menjadi barcode. Yang di sini sedang ramai adalah tentang masalah kevalidan atau derajat dari barang bukti ya. bahwa yang dipermasalahkan adalah barang bukti fisik dokumen bukan elektronik dokumen. Nah, inilah menjadi derajat objek pemeriksaan dari teman-teman yang ramai itu menjadi rendah. Itu pertama. Oke. Yang kedua tentang masalah arti dari saksi Ali. Saksi adalah yang berada di sana yang melihat dan dia mendengar. Berarti dia memegang dokumen tersebut. Sedangkan dokumen yang diperiksa oleh tiga ahli itu dia apakah sudah memegang, sudah menyentuh? Dan ini perlu dari teman-teman penyidik mempertanyakan di BAP atau di pengadilan oleh hakim, apakah tiga hal tersebut telah memegang, telah menyentuh atau melihat dokumen dipermasalahkan. Nah, sedangkan yang sekarang yang ramai adalah objek evidence-nya sangat rendah yaitu elektronik ke dokumen gitu seperti itu. Oke. Nah, ini menarik ee bicara soal derajat pembuktian ini saya ke Pak Ito kan sekarang Bareskrim sedang melakukan uji laboratorium forensik terhadap ijazah yang dibawa oleh Pak Jokowi yang disebut Pak Jokowi bahwa ini adalah ijazah aslinya silakan diuji forensik. Nah, eh dalam uji laboratorium forensik yang dilakukan oleh Polri ini apa saja tahapan-tahapannya, Pak? Dan apakah source-nya itu atau sumbernya itu harus dokumen yang dibawa oleh pihak pelapor dalam hal ini atau bisa dibandingkan dengan yang terlapor? Ya. Baik, Mbak Friska. Yang pertama perlu kita pahami dulu yang sedang dilakukan oleh teman-teman di Bares Krim ini adalah menerima laporan dugaan ya dugaan ada ijazah palsu dari Bapak Joko Widodo. Kalau bicara ijazah palsu tentu harus ada pembanding mana ijazah aslinya. Apakah yang diberikan oleh pelapor itu adalah asli atau bukan. Ya. Kemudian dalam proses penyidikan yang dilakukan oleh ee Bareskrim atau teman-teman Bares Krim baru dalam proses penyelidikan i untuk bisa mencari alat bukti. Karena dalam penyelidikan itu kan yang dicari adalah alat bukti ya. He. Kalau hasil ee penyelidikan melalui uji laborat forensik yang sebagaimana dikatakan Pak Hendro itu tidak identik, maka otomatis penyelidikan itu gugur. Dan ini tentu menjadi satu ee konsekuensi sanksi bagi orang yang melaporkan apakah itu fitnah, pencemaran nama baik atau menyebar berita bohong melalui media. Ya, sehingga ini memang ada satu proses yang harus dijalani melalui proses penyelidikan. Jadi yang dilakukan oleh teman-teman di Bareskrim adalah bagaimana dari pihak yang dilaporkan itu menyampaikan ee ijazah aslinya kemudian dari pihak yang melaporkan apakah yang dilaporkan itu adalah dalam bentuk ijazah asli atau mungkin kopi atau mungkin mengambil dari sumber-sumber lain. sehingga ini nanti akan harus dibuktikan oleh teman-teman di bareskrim ee apakah betul-betul memenuhi ee unsur bahwa ijazah aslinya itu adalah memang palsu atau tidak. Jadi kalau dikatakan palsu, bagaimana menyatakan palsu kalau yang ya kalau yang yang dilakukan penyelidikan di laboratorium forensik ini itu tidak aslinya demikian, Pak. Oke. Nah, karena kan sekarang ini yang sedang dibawa, yang sedang diperiksa di laboratorium forensik adalah ijazah yang dibawa oleh Pak Jokowi. Dalam hal ini Pak Jokowi adalah pihak pelapor terhadap dugaan pencemaran nama baik fitnah Risorio CS sebagai terlapor. Nah, yang apakah yang selama ini digadang-gadang oleh pihak terlapor sebagai bukti yang menurut mereka itu klaimnya asli? Itu juga perlu dibandingkan dalam uji laboratorium forensik atau fokus pada ijazah yang dibawa secara fisik oleh Pak Jokowi ee ee Pak Ito. Ya, sebetulnya di sini terbalik, Mbak, bahwa yang terlapor itu adalah Pak Jokowi karena Pak Jokowi dianggap ee memalsukan ijazah. Oh. Nah, sekarang itu dengan memberikan ijazah aslinya kepada penyidik. Ini adalah penyidik untuk bahan melakukan laboratorium uji laboratorium forensik terhadap ijazah itu. Apakah betul yang selama ini sinyalemen yang disampaikan oleh pelapor ya bahwa ee Pak Jokowi memalsukan ijazah itu benar atau tidak. Nah, ini memang kalau masalah pasal pemalsuan tentu harus ada aslinya kan. Kalau tidak aslinya bagaimana kita mengatakan itu pemalsuan? Nah. tadi dikatakan Pak Hendro, betul objeknya dari mana didapatkan? Bagaimana kita mau menyelidiki itu palsu atau tidak kalau objeknya itu adalah tidak sama. Jadi objeknya harus sama. Demikian, Pak. Nah, iya karena artinya kan kasus ini tuh ada soal pemalsuan yang ditudingkan secara lisan oleh ee pihak yang saat ini jadi terlapor oleh Pak Jokowi yang dilaporkan dalam kasus ee pencemaran nama baik dan fitnah. Tapi yang tadi dijelaskan Pak itu artinya terlapor dalam kasus yang menunding bahwa ee ijazah yang dimiliki Pak Jokowi itu bukan yang asli. Begitu ya, Pak Ito ya, untuk ee kita menyederhanakan ya. Oke. Ee saya ke Pak Hendro. Nah, artinya kalau bicara soal komponen kalau pembandingnya saja berbeda, apa yang apa tahapan yang bisa kita lihat dalam kasus ini? Kan kalau yang disampaikan e Roy Suryo dari wawancara saya terakhir juga Jumat lalu bahwa yang dimiliki oleh pihaknya ee adalah dari elektronik yang dari pihak yang mengaku bahwa itu didapatkan dari Pak Jokowi meskipun bukan bentuk ijazah asli. Nah, ini bagaimana dalam hal ini? Karena kan tidak bisa dibandingkan head to head artinya kan. I betul. Jadi gini, Bu. Ini misal pulpen pulpen secara fisik dijadi difoto dan diperiksa oleh seseorang ahli bil lima ahli lah yang menyatakan asli atau palsu. Akhirnya berubah menjadi objek pemeriksaan eviden yang tadi menjadi fisik tiga dimensi secara fisik berubah menjadi elektronik. Nah, itu apakah menjadi keapsaan atau menjadi keterbatasan pemeriksaan yang akhirnya hasilnya akan banyak membias. H dia harus disentuh, dia harus diraba, dia harus dilihat apa bedanya forensik dokumen dengan digital forensik yang dikanakan oleh teman-teman itu yang tiga orang itu ya. He. Kalau forensik dokumen dia meriksa fisiknya, dia periksa kertas, dia periksa ee apa ee jenis cetak, dia periksa isinya dan terakir periksa tanda tangannya. Sedangkan yang elektron dokumen dia tidak ada pembanding. Sedangkan fisik dokumen itu perbebanding yang harus ber sama-sama fisik dan valid. Nah, ini kategarisnya adalah masalah valid ya dan keapsaan. Karena sumber yang diperiksa oleh tiga orang ahli itu ini kevalidannya bagaimana, keabsannya bagaimana, disaksikan oleh siapa, diserahkan oleh siapa, dan dilakukan bagaimana. Nah, ini yang menjadi derajat barang bukti yang dipertiga hari itu fungsinya rendah, gitu. Ini yang yang harus sama-sama kita pahami bahwa yang yang ramai sekarang ini adalah ada miss dalam masalah derajat barang bukti. Itu pertama. Oke. Yang kedua adalah miss masalah derajat saksi. Seorang saksi ahli itu harus jelas dia dipanggil oleh siapa, diminta oleh instansi mana, lembaga mana. Bisa up dan bicara. Ini tidak diminta, tidak ditunjuk ya. Tidak secara hukum tapi bicara lah. Inilah yang saya liihat ee apa ya namanya? Informasi belum matang akhirnya bunyi ke mana-mana yang akhirnya apa? Konstitusi masyarakat ini menjadi negatif. I dan bisa apa? Analisis hukum bisa tumbul. Nah, ini saya ingin menjernih ya, bahwa ini ada missama ini yang dibicara oleh seorang ahli yang tiga ini objeknya derajatnya rendah dan dia bukan menjadi saksi yang utuh yang penuh dan dan dan dia hanya melihat dari sumber yang tidak valid. Nah, ini yang harus kita jernihin. Jangan sampai ini menjadi blunder. Nah, nanti yang menjadi periksa keasliannya. Nah, ini memang kita harus percayakan kepada teman-teman Lafor. Habis mereka bertugas sudah memeriksa dan ada pembandingnya kita tunggu apakah hasilnya A atau B. Oke. Seperti itu, Mbak. Oke. Nah, dalam proses penyelidikan saat ini saya ke Pak Ito secara legal formalnya. Apakah selain lapor PORI ada institusi lain yang punya kekuatan e legal dan legitimate untuk menentukan satu barang bukti ini sah atau tidak? atau memang dalam proses penyelidikan dan penyidikan jikalau memang itu terbukti itu ya memang dari lapor yang jadi data yang bisa dijadikan barang bukti hingga alat bukti sampai ke persidangan Pak Ito. Ya, kalau kita mengacu kepada KUHP KUHP KUAP ya bahwa polisi itu kan penyidik Mbak jadi tidak bisa ada pembandingnya. Tadi disampaikan oleh Pak Hendro, objek yang saat ini sedang dipermasalahkan adalah objek antara yang konkret dan yang abstrak. Ya, yang konkret itu yang disampaikan tadi oleh Pak Hendol adalah sesuatu yang nyata berwujud dapat dilihat diraba dengan panca indra. Kalau misalnya kita memperoleh dari misalnya apakah itu ee medsos ataukah itu fotokopi dan lain sebagainya itu bukan objek yang abstrak e obet yang konkret Pak ya. sehingga kalau untuk masalah penyidik ini sebenarnya tidak sulit. Di laboratorium ee kriminal polry itu kalau kasusnya adalah pemalsuan bahan yang akan dilakukan ee uji forensiknya itu adalah harus objek yang betul-betul yang konkret yang asli. Karena itu yang diserahkan oleh ee keluarga Bapak Jokowi itu itu akan menjadi objek daripada teman-teman Bares Krim untuk dilakukan uji forensik sehingga nanti bisa disimpulkan apakah yang ee foto-foto yang selama ini beredar itu apakah itu merupakan sesuatu yang ee sama dengan yang sekarang objek yang ee konkret atau tidak. Oke. Yang jadi bahan bagi anggota ee bagi penyidik adalah tentunya yang konkret dan hanya Polri ya yang bisa melakukan e satu uji laboratum forensik. Tidak ada lembaga lain, Pak. Gitu ya. Oke. Dan dan bicara konkret dan konkret karenanya saat ini dokumen punya Bapak Jokowi yang diserahkan yaitu ijazah dengan dibandingkannya dengan ijazah milik rekan-rekannya yang lain dalam bentuk fisik juga begitu ya Pak Ito ya. Iya betul Pak. Betul. Nah, eh kalau misalnya ee Mas Hendro yang juga kita ingat kan waktu awal ada kasus ini mencuat dikatakan bahwa fontnya berbeda jenisnya lalu juga ee bentuknya berbeda dan sebagainya. Ee hal teknis dalam ijazah itu bisakah jadi bagian yang dipermasalahkan dan ee bagian yang legal untuk forensic dokumen atau ya tidak kalau misalnya objeknya bukan objek yang konkret akan gugur dengan sendirinya. Mas Hendro ya. Siap. Jadi gini, objek dokumen itu kalau misalnya barang bukti adalah fotokopi ya, terus kedua ketindasan karbon, ketiga scan atau PDF itu tidak bisa diperiksa Pak. Kenapa? Karena itu dokumen yang mudah direkayasa. Sekali lagi fotokopi, tindakan karbon, scan, dan PDF itu tidak bisa diforensik. Karena apa? Itu dokumen yang mudah direkayasa. Jadi yang diperiksa adalah yang benar-benar valid ya. Harus benar-benar secara fisik kita sentuh, kita lihat, kita cium, kita raba dan maka itu kita periksa. Teman-teman kita di laus fotokopi itu pasti ditolak. Ada kasus misal scan PDF itu pasti ditolak karena dokumen itu dokumen yang mudah direkayasa. Inilah yang menjadi bias di lapangan itu pertama objek. Oke. Nah, yang ketiga adalah masalah kode etek saksi ahli. H saksi ahli itu itu tidak bisa sipak ke mana-mana. Itu harus bisa bicara kalau itu sudah ingkas 10 tahun sudah ada keputusan. Ini yang belum diproses, belum dilaporkan, belum diminta tapi spe up ke mana-mana. Nah, inilah yang menjadi konsumsi yang tidak jernih untuk masyarakat. Oke. Karena menjadi bel. Nah, nah ini yang harus benar ee proses hukuman yang benar. harus ada pelapor ee instansi mana yang menerima, terus siapa menjadi saksiah ahli. Nah, ini yang saya lihat ee ada tindak-tindakan yang nabrak hukum. Oke. Dia tidak diminta, objek yang keliru, derajat saksinya rendah, dan ini ada proses yang yang dilanggar. Betul, Mbak. Oke, nanti dari hasil uji laboratorium forensik e dalam prosesnya proses lidik ini, proses penyelidikan Pak Ito. Apa yang akan disampaikan biasanya oleh ee Bares Krim Porori jikalau misalnya terbukti itu asli sesuai ee dokumen yang dibawa oleh Pak Jokowi akan seperti apa jikalau tidak terbukti akan seperti apa Pak It? Iya. Yang pertama kalau mungkin dari uji laboratorium menyatakan bahwa di ijazah itu terdapat kelainan-kelainan yang ee yang mengindikasikan adanya ee sesuatu yang direkayasa, maka tentu ini memenuhi unsur ya. Tapi kalau tidak tidak identik dengan yang disampaikan oleh yang disampaikan Pak Hendro yang selama ini tanda kutip mengatakan ahli ya yang memberikan opini dan asumsi beda dengan fakta ya Mbak ya. Maka tentunya penyelidikan harus dihentikan. Kalau penyelidikan dihentikan, maka ini menjadi alat bukti untuk pelaporan terhadap perbuatan tidak menyenangkan, fitnah, menyebarkan berita bohong di media. Nah, tentunya ee dari pihak kuasa hukum Bapak Jokowi juga harus menunggu ya menunggu daripada hasil penyelidikan laboratorium forensik yang menentukan apakah ijazah ini asli atau palsu. Sekarang kan sudah diperiksa ee 31 saksi-saksi ya dari berbagai ee unsur dan tentunya ini memperkuat dan apa yang disampaikan oleh teman-teman yang tiga orang itu itu pun menjadi bahan ya bahan pertimbangan sehingga akan dicounter. Nah, kalau memang tidak terbukti maka itu nanti unsur-unsur pidananya adalah menyebarkan berita bohong, kemudian tidak menyenangkan ataupun ee melakukan fitnah. Demikian, Pak. Oh, jadi penyidikannya nanti akan berlangsung kalau memang itu terbukti bukan ijazah palsu alias bisa dibuktikan keabsahannya, keasliannya, maka penyidikan untuk yang pencemaran nama baik, fitnah itulah yang akan berlanjut ke tingkat penyidikan. Begitu ya, Pak Ito ya. Sederhananya. Betul. Jadi hasil penyelidikan ini menjadi fakta, alat bukti, unsur-unsur yang akan dituduhkan kepada ya mereka-mereka yang nanti oleh kuasa hukum akan dilakukan penuntutan. Demikian, Pak. Karenanya ini yang ditunggu hasil uji laboratorium forensik yang saat ini sedang berlangsung terkait dengan keapsahan ijazah Presiden ketujuh Joko Widodo untuk kita tahu akan ke mana arah kasus ini nantinya berlanjut. Terima kasih untuk Pak Ito Sumardi, Komjen Purnawirawan Ito Sumardi, mantan kabar es krim dan juga Mas Raden Hendro, praktisi forensik dokumen. Selamat malam. apa

Sahabat Kompas TV Kupang, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Kupang, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

#kompastv #kupang #berita