PUTIN – PRABOWO BANGUN PANGKALAN UDARA RAKSASA DI PAPUA? INDONESIA Akan Jadi Militer Terkuat Di Asia
Go go go go. We obviously do not want to see uh Russian influence in reports tonight. Russia has asked to base several longrange military aircraft in. Baru-baru ini, jagat internasional dikejutkan oleh pemberitaan yang menyebutkan bahwa Rusia mengajukan permintaan kepada pemerintah Indonesia. untuk menjadikan Lanut Manuhua di Kabupaten Biak, Numfor, Papua sebagai pangkalan pesawat militer mereka. Informasi tersebut pertama kali diangkat oleh media Australia ABC pada 16 April 2025 dan disusul oleh laporan dari James yang berbasis di Amerika Serikat pada 14 April 2025. Menurut laporan itu, pemerintah Indonesia dikabarkan telah menerima permintaan resmi dari Moskow terkait izin penempatan pesawat Angkatan Udara Rusia atau VKS di wilayah timur Indonesia tersebut. Permintaan ini muncul setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan RI dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia pada Februari 2025 lalu. Rencananya VKS akan menempatkan pesawat-pesawat jarak jauh mereka di Lanut Manuhua yang berbagi landasan pacu dengan bandara Fran Kaisepo di Papua. Menanggapi kabar tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Rolinsyah Sumirat dengan tegas membantah kebenaran laporan itu. Ia menyatakan bahwa pihaknya belum pernah menerima permintaan semacam itu dari pemerintah Rusia. Roliansyah juga menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri yang bebas serta aktif yang menjadi landasan dalam menilai setiap tawaran kerja sama militer dari negara asing. Meski begitu, Indonesia tetap membuka diri untuk kunjungan kapal atau pesawat militer asing selama dalam misi damai. Bukan hanya Indonesia yang terkejut, kabar ini juga mengguncang Australia yang secara politik berada dalam barisan koalisi Barat dan menjadi rival Rusia. Mendekati ajang Pemilu, Peter Don, Kepala Oposisi Australia menyampaikan bahwa informasi tersebut seharusnya atau akan segera disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara terbuka kepada publik. Pernyataan Daton itu langsung menuai kecaman dari koalisi pemerintahan perdana menteri Anthony Albenis yang menilai langkah tersebut sebagai tindakan gegabah. Pasalnya hingga saat ini Prabowo belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut. Albanis bahkan mengaku telah menghubungi pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi langsung sembari menegaskan bahwa Australia tidak menginginkan pengaruh Rusia sedikit pun di wilayah Pasifik. Di tengah wacana pangkalan militer Rusia di Papua, pesawat pengebom strategis Tupo Levu 95 menjadi sorotan. Pesawat legendaris era perang dingin ini yang dijuluki Bear oleh NATO masih menjadi andalan dalam strategi nuklir Moskow dengan mesin turbo prop yang efisien TU95 kerap digunakan dalam patroli udara jarak jauh, penangkalan nuklir hingga peluncuran rodal jelajah dari luar wilayah musuh. Menariknya, Tu95 bukanlah wajah baru di Indonesia. Pada tahun 2017, dua unit pesawat ini sempat mendarat di pangkalan udara Manuhua Biak, Papua dalam rangka patroli di Pasifik Selatan. Kehadiran mereka bahkan memicu siaga di pangkalan angkatan udara Australia di Darwin yang berjarak sekitar 1400 km dari Biak. Rusia pun tercatat beberapa kali mengajukan permohonan pendaratan T95 dan AL 76 di lokasi yang sama. Jika permintaan ini disetujui secara permanen, dinamika geopolitik di kawasan Indo Pasifik dipastikan akan mengalami perubahan signifikan. Seperti Amerika Serikat, Rusia juga memiliki pangkalan militer di beberapa negara strategis. Salah satu yang terbesar adalah pangkalan militer 2011 di Dusion B Tajikistan. Pangkalan ini menjadi titik pertahanan utama terhadap ancaman dari Afghanistan. dan menjaga stabilitas di kawasan Asia Tengah, melanjutkan pengaruh era Uni Soviet di wilayah tersebut. Selain pangkalan militernya di Tajikistan, Rusia juga memiliki pos-pos strategis di beberapa negara penting. Di Kirgistan terdapat count air base yang berfungsi sebagai pusat operasi udara. Sementara itu, di Kazakhstan, Rusia masih mengoperasikan Baikonur Cosmodrome, pusat peluncuran antariksa terbesar di dunia. Di wilayah Kaukasus, Rusia mengelola 100 second military base di Gumri, Armenia. Pangkalan ini memainkan peran penting sebagai pengawas terhadap pergerakan NATO di perbatasan timur. Tak hanya itu, di kawasan Asia Barat, Rusia memperluas proyeksi kekuatannya melalui pangkalan militer di Suriah, yaitu Mayin Airbase dan Tartus Navelase yang memperkuat posisi strategis Moskow di Timur Tengah. Di Asia Tenggara, sengketa wilayah menjadi isu utama yang memicu ketegangan khususnya di laut Cina Selatan. Konflik ini melibatkan klaim tumpang tindih atas wilayah maritim oleh berbagai negara termasuk Tiongkok, Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Taiwan. Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam sengketa tersebut, posisi netral yang diambil kerap terpengaruh oleh ketegangan yang terjadi, terutama terkait keamanan di laut Natuna Utara. Perselisihan ini dipicu oleh klaim atas pulau-pulau kecil serta langkah militarisasi oleh Tiongkok yang memperkeruh keadaan. Patroli maritim dan interaksi udara yang intens di kawasan itu seringkiali memicu ketegangan bahkan melibatkan negara-negara di luar kawasan seperti Australia. Hubungan antara Indonesia dan Australia pun tidak sepenuhnya lepas dari konflik historis. Salah satunya terjadi pada tahun 1963 hingga 1966 saat konfrontasi Indonesia dengan Malaysia. Di mana pasukan Australia terlibat sebagai bagian dari pasukan persemakmuran di bawah komando Inggris. Selain itu, sengketa Irian Barat pada tahun 1950 sampai 1962 juga memanaskan hubungan kedua negara. Meskipun Australia pada awalnya mendukung kemerdekaan Indonesia dengan memboikot kapal Belanda, posisinya berubah ketika konflik Irian Barat memanas. Australia justru menyokong Belanda yang pada akhirnya memicu ketegangan baru dalam hubungan diplomatik dengan Indonesia. Di dalam negeri, Indonesia tengah dihadapkan pada ancaman serius dari kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang semakin aktif di Papua. Spekulasi mengenai dukungan pihak asing kepada KKB pun mencuat, termasuk dugaan suplai senjata dari luar negeri. Meskipun belum terbukti secara jelas, pengamat terorisme dan intelijen dari Community of Ideological Islamic Analyst, Haris Abu Ullya, menyatakan bahwa aksi penembakan dan penyandraan yang dilakukan KKB tidak semata-mata tindakan kriminal biasa. Menurutnya, ada muatan politis yang kuat di balik aksi tersebut. Harits menjelaskan bahwa hal ini tampak dari beberapa tuntutan yang diajukan oleh KKB seperti keinginan untuk membubarkan Freeport, penarikan militer Indonesia dari Papua yang digantikan dengan pasukan perdamaian PBB hingga permintaan referendum kemerdekaan Papua. Ia menegaskan bahwa KKB merupakan bagian dari organisasi Papua Merdeka atau OPM dengan agenda politik yang jelas dan diduga melibatkan kepentingan asing dalam upaya mereka. Di tengah berkembangnya isu pangkalan militer Rusia di Indonesia, muncul pertanyaan tentang kehadiran pangkalan militer asing di Asia Tenggara. Salah satu negara yang menjadi lokasi pangkalan asing adalah Filipina. Negara tersebut menjalin kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat melalui perjanjian Enhanced Defense Cooperation Agreement atau ET yang memungkinkan Amerika Serikat untuk menempatkan pasukannya di beberapa lokasi strategis di Filipina. Saat ini Amerika Serikat memiliki sembilan pangkalan militer di Filipina mencakup pangkalan udara dan angkatan laut melalui EDCA. Pasukan Amerika Serikat memiliki akses penuh untuk berbagai operasi termasuk latihan militer gabungan. pembangunan infrastruktur, penempatan pasukan, dan bantuan kemanusiaan. Keberadaan pangkalan-pangkalan tersebut menunjukkan betapa strategisnya kawasan Asia Tenggara dalam peta geopolitik global, terutama dalam persaingan antara Amerika Serikat dan Rusia. Kehadiran militer Amerika Serikat di Filipina melalui perjanjian Enhanced Defense Cooperation Agreement atau ECA tidak lepas dari kontroversi. Beberapa pihak memandang langkah tersebut sebagai bagian dari strategi Amerika Serikat untuk memperkuat posisinya di Laut Cina Selatan. Wilayah yang dikenal rawan konflik dan penuh dengan klaim tumpang tindih dari berbagai negara. Keberadaan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko konflik bersenjata dan dianggap mengancam kedaulatan negara-negara di sekitar Filipina. Bagi sebagian pihak, penempatan pangkalan Amerika Serikat di Filipina dipandang tidak hanya sebagai pertahanan, tetapi juga sebagai upaya memperluas pengaruh di kawasan strategis itu. Meskipun pemerintah Indonesia secara tegas membantah adanya rencana penempatan pangkalan militer Rusia di Papua, spekulasi ini tetap menjadi sorotan. Isu tersebut dianggap penting mengingat sejarah hubungan Indonesia dengan Australia yang cukup rumit. Ditambah dengan ketegangan yang panjang antara Rusia dan Australia di ranah geopolitik. Isu ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai dinamika politik di kawasan Indo Pasifik, terutama jika Rusia benar-benar menempatkan kekuatan militer di wilayah strategis Indonesia. Sementara itu, Amerika Serikat hingga kini belum memberikan respon resmi terkait isu pangkalan militer Rusia tersebut. Diamnya Washington memicu tanda tanya di kalangan pengamat internasional. Mengingat Amerika Serikat merupakan sekutu dekat Australia dan aktif dalam menjaga stabilitas di kawasan Asia Pasifik. M.
Langkah strategis Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk menggandeng Rusia dalam memperkuat kekuatan militer negara makin nyata. Pangkalan udara yang dibangun di Papua akan jadi markas penting yang mengubah perimbangan kekuatan di Asia.
🔴 Bagaimana rencana pembangunan pangkalan udara ini dan apa dampaknya bagi kawasan Asia?
🔴 Apakah kerja sama dengan Putin membuat Indonesia menjadi militer terkuat di Asia?
🔴 Apa peran Prabowo dalam mewujudkan kekuatan militer ini?
For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler
For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer
#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.
For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com
Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.