Full Eks Preman Tanah Abang: Preman Berseragam yang Perlu Diberantas | Rakyat Bersuara | 13/04

[Musik] Acara ini dipersembahkan oleh [Musik] premanisme harus semakin susut bila sampai nol zero premanisme dan kita tidak bisa melakukan kebijakan itu sekaligus hilang. Kang Deni pesan ketua umum kami, kami tidak pernah ganggu Anda. Ormas juga tidak pernah ganggu Anda. Jadi jangan ganggu ormas dan jangan ganggu peringatan agar jangan terjadi kekacauannya karena Anda mendukung ya Pak Tito Mendagri mau merevisi undang-undang ormas ini ya. Bukan tingkah laku mereka saja yang harus dievaluasi ya. Heeh. Tetapi juga cara berpakaian jos itu sudahlah enggak usah menyingu-nyingui ormas. Sudahlah kalau saya bilang bahasa K mulutnya sudah bau tanah enggak usah nying-nying kita tidak sopan sudah jadi raja loh. Kamu tuh kan preman memakai pakaian ormas. Hak daripada DPR juga untuk berhak untuk memanggil memanggil saudara Herkules. Jadi panggil beliau. Saya pikir juga kita minta juga polisi, kenapa Anda orang mereka terbuka pakai pestol kok dan para penegak pun tidak berani? Tidak ada hujan, tidak ada angin, tiba-tiba mereka muncul di Komisi 3 untuk mendesak Komisi 3 segera melakukan penangkapan. Kaget saja, kaget juga sih. Kagetan istri, anak pun semua keluar kaget. Artinya ini semacam pengancaman ya. Presiden pemerintah ee betul-betul resah dan beberapa hari yang lalu ee beliau berkoordinasi dengan Jaksa Agung, berkoordinasi dengan e Pak Kapolri untuk terutama pembinaan terhadap teman-teman korma supaya tidak mengganggu iklim usaha dan mengganggu keamanan ketertiban masyarakat. Kalau memang ditemukan tindak-tindak diana ya [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Disiarkan langsung dari studio MNC Conference Hall Ainus Tower Jakarta. Inilah rakyat bersuara bersama Aiman [Musik] Bicaksono. Dalam sejarah Indonesia, premanisme sudah ada sejak lama. Awalnya mereka dipakai penjajah Belanda untuk menekan para pribumi. Kini oknum yang katanya sering disebut preman dikatakan berlindung dalam organisasi massa atau ormas hingga lembaga swadaya masyarakat atau LSM. Salah satu yang sering disebut-sebut tadi kita dengarkan adalah Hercules yang kini muncul melalui bendera Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau Grip Jaya. publik, tokoh militer dan pengusaha geram dengan kehadirannya. Bisakah oknum ormas yang katanya nanti kita konfirmasi di sini sering membuat cemas diberantas saya Aiman Wucaksono. Inilah rakyat [Tepuk tangan] bersuara. Saya akan panggilkan satu persatu. Selamat datang kuasa hukum Hercules Bung Sunan Kalijaga. [Tepuk tangan] Selamat malam, Bung Sunan. Jadi, selamat malam pakai hitam-hitam ya. Sebelah sini silakan nanti saya panggilkan. Kenapa pakai hitam-hitam? Kemudian Bung Agustinus Nahak juga kuasa hukum Herkules. Selamat malam, Bung. Saya akan panggilkan Ncolas Johan Kiliili, praktisi hukum. Saya boleh sebut enggak? Dulu adalah seorang preman di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Betul ya? Enggak marah kan? Entar marah ke saya lagi. Boleh, boleh, boleh. Silakan, Bang. Oke. Boleh, boleh, Bang. Ya, saya konfirmasi dulu nih. Boleh, boleh, boleh, boleh. Mantan premantan abang. Oke. Asli dari mana? Maluku Barat Daya. Maluku Barat Daya. Pulau apa itu? Ya, pulau Pulau Moa Tiakur. Pulau Moa. Oke. Baik. Selanjutnya ada tim advokat penegak hukum anti premanisme Bung Rapen Sinaga. Selamat malam Bung Rapen. Silakan. Kemudian Bung Daniel Tonapa Masiku. Waduh namanya keren juga nih. Dari mana? Sulawesi, Bang. Sulawesi. Sulawesi. Enggak. Enggak. Saudara sama Harun Masiku masih. Oh, masih saudara juga. Oke, pakai ini boleh. Kemudian ada ah ini yang sudah lama kita enggak saksikan, sekarang kita saksikan di sini R bersuara Bung Novel B Mukmin, Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan [Tepuk tangan] Aktivis. Masih ormas juga kan? Masih. Masih ormas ya. Tapi sudah diubarin. Sudah. Oke. Oke. Tapi sekarang ada lagi namanya beda. Dan juga saya akan panggilkan hadir Sekjen DPP Grip Jaya, Bung Zulfikar. Oke, tetap di situ, Bung. Nanti kita akan tanya kepada Anda. Saya ingin tanya dulu langsung kepada Bung Rapen. Bung Rapen Sinaga. Betul ya, Bung Rapen? Ya, waktu Anda ke DPR bersama dengan Tumpas. Betul Tumpas. Tim apa tuh? Tim advokat penegak hukum antipremanisme. Antipremanisme. Iya. Tumpas termasuk Anda berteriak atau menyampaikan aspirasi tangkap Herkules. Betul ya? Betul. Bisa Anda jelaskan soal itu? Iya. Terima kasih Bung Aiman ya. Ya. Pertama yang kami jelaskan bahwa langkah kami itu kan kami itu bicara di Rumah Aspirasi Rakyat. He iya. ya. Nah, sebelum ke Komisi 3 DPR RI kami itu sudah ke Polri ya. Nah, cuman waktu itu Kapolri tidak bisa hadir jadi diwakili oleh Kabares Krim. Hm. Ya. Dan lengkap seluruh ee Dir sampai Dir Intelcome juga ada semua ada lengkap ee jajarannya. Nah, baru kemudian selang sehari kami ke Komisi 3 DPRRI. Nah, mau ke mana lagi kami Bung Aiman untuk menyampaikan i keresahan masyarakat. Keresahan masyarakat. Oke. Nah, kami advokat itu kan adalah salah satunya adalah penegak hukum ya di Undang-Undang advokat itu ada. Nah, kami menyampaikan aspirasi kan kami melihat apa yang terjadi, fakta yang terjadi melalui media itu yang kami sampaikan ya tentunya mengganggu iklim investasi juga gitu ya. mengganggu investasi ya, kerasaan masyarakat dan beberapa kejadian ya yang sudah bisa kita lihat bersama. Itu poinnya yang kami sampaikan kepada Komisi 3 ya. Nah, ee Bung Herkules itu kan hanya contoh saja. Contoh karena kita kan tetapnya melihat tokoh. Nah, tokoh yang terlihat jelas kan adalah Bung Herkules gitu kan. Nah, jadi itu hanya sebagian contoh Bung Aiman yang kita sampaikan. Kalau ini ini kan kita bebas ya, ini tayangan live ya. Tentu kita juga apa yang kita sampaikan tentu langsung cap langsung tersampaikan ke pemirsa bahwa Anda punya persepsi selama ini ormas yang kemudian bertindak ya sebagai atau layaknya preman itu salah satunya adalah Bung Herkules dan teman-teman GRI sehingga layak untuk diproses hukum ya. Jadi kan gini jadi ini kan bukan tidak ada kebencian terhadap Iya. kita sepakat itu gitu ya dan terhadap organisasi saya pun tidak kenal kan gitu kan. Nah, yang kita koreksikan adalah kelakuannya misalnya perilaku misalnya di mana boleh enggak lebih detail yang mana gitu ya misalnya nih ee pembakaran mobil ya di oke ee polisi ya di Depok. Oke. Baik. Lalu kemudian ee penutupan ee penyegelan pabrik misalnya itu di di Kalteng. Kalteng Kalimantan Tengah. Oke. Lalu kemudian ee Bung Herkules kan beberapa kali juga ee ada berseteru dengan purnawirawan Jenderal. Iya. Misalnya ada kata-kata yang menurut kita tidak wajarlah gitu ya. Misalnya apa tuh? Bau tanah misalnya. Nah, bau tanah misalnya begitu-begitu kan tidak wajarlah. Itu kan tontonan ditonton publik itu. Nah, jadi perilaku itu sebetulnya yang kita mau ee sampaikan. Nah, kebetulan itu disampaikan oleh Bung Herkules kan dan he beliau kan adalah tokoh gitu ya yang dianggap tokoh pemimpin gitu kan pemimpin dari organisasi salah satu organisasi. Iya. Oleh karena itu harus bertanggung jawab kurang lebih begitulah ya. Betul. Oke. Ada yang ingin sampaikan silakan Bu Agustinus langsung langsung ya. Terima kasih Aiman ee rekan Rapen dan juga teman-teman semua. Pertama-tama saya jelaskan dulu terkait dengan konstitusi kita dulu ini. Hm. Terkait dengan ormas ya. Ya. Yang pertama adalah Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28E. Dilanjutkan bahwa di situ ada juga Undang-Undang 39 tahun ’99 tentang HAM. Lalu ada Undang-Undang Ormas Undang-Undang 17 Tahun 2013 dan pelaksananya adalah ee Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2017. Saya mau sampaikan bahwa jangan justifikasi ormas itu preman. Preman itu ormas. Karena ormas itu berbadan hukum. Ada 5.500 ya 555.000 seteng juta ormas di republik ini. Kenapa ada ormas? Karena negara membuka ruang itu lewat undang-undang 17 tahun 13 tahun 2017 Undang-Undang ormas. Nah, yang saya sebagai kuasa hukum dari Bapak Haji Herkules ya, rekan saya Rapen kemarin kami juga adakan press conference. Karena di sini kami mau sampaikan kepada saudara pertama-tama kenapa Bung Herkules yangjadikan contoh? Anda mau tanya nih, silakan ya. Sebentar nanti itu itu nanti saya sampaikan. Yang kedua, saudara dengan terang benderang menyatakan tangkap Herkules. Saudara ini advokat kan? Harusnya kalau orang mau ditangkap satu ada dasar hukumnya. Legal standing-nya ada dulu. Apakah yang pertama saudara atau Bapak Haji Herkulas pernah dilaporkan? Laporan yang mana? Tolongan ditunjuk kepada kami. Yang kedua, apakah Bapak Haji Herkules sudah pernah ditetapkan sebagai tersangka? Yang ketiga, apakah pernah dipanggil dan tidak pernah datang dan harus ditangkap? Ini yang saudara karena berbicara sebagai seorang advokat harus dengan terang-menerang menjelaskan kepada publik karena ini juga menjadi kegaduhan. Statement rekan saya ini menjadi kegaduhan di publik karena seolah-olah Bapak Haji Hercules mau ditangkap. H satu keluarga Pak Haji Herkules pasir resah. Kenapa ditangkap? Karena kasus yang mana? Anda ada sebut Pak Haji Herkules. Yes. Jadi Pak Pak Herules sudah haji ya? Iya. Alhamdulillah sudah haji. Oke, syukur bahwa beliau sudah. Jadi kalau dikatakan Hercules adalah preman dan organisasi grip adalah preman, Anda menolak itu. Saya sangat tegas menolak itu. Alasannya, alasannya harus dibedakan antara ormas dan preman. Ormas itu badan hukum karena Undang-Undang 17 13 tahun 2017. Di situ jelas tata caranya bagaimana sebuah ormas didirikan. Oke. Dan ormas juga bisa dibubarkan. Ada juga tata cara melewati putusan pengadilan. Kalau tadi misalnya pembakaran mobil polisi di Depok, penyegelan pabrik di Kalimantan, saya mau sampaikan bahwa kenapa saya bilang ada oknum ya dan juga ada ormas. Di sini harus dibedakan yang melakukan tindakan kriminal negara-negara hukum tangkap dan tahan ada ranah penegak hukum. Ya, supaya ini jelas dulu ini karena rekan saya ini berteriak-teriak di Komisi 3 ya. Bahkan ada drama di sana bahwa seolah-olah ini nanti kami berbicara di sini, kami terancam. Yang mengancam saudara itu siapa? Tidak ada yang mengancam saudara. Ini negara-negara hukum bebas berbicara. Tapi ketika saudara menyentuh nama Herkules, Anda harus bertanggung jawab. Karena Hercules bukan berdiri sendiri. Ada keluarganya, ada organisasinya. Jadi saya di sini kalau datang ke Komisi 3 memberikan aspirasi kepada ee DPR itu sebenarnya sasa saja. Tetapi kalau sudah langsung menjustifikasi seseorang di situ, sedangkan ormas di republik ini hampir seteng juta ormas. Tetapi kenapa hanya nama Herkules yang disebut di situ? Kenapa? Yang kedua, kenapa harus suruh ditangkap? Laporan yang mana? Ya, yang kedua, status tersangka yang mana? Pernah enggak ada status tersangka Hercules yang saat ini masih harus melewati proses hukumnya? Jadi kalau tadi yang Depok, yang Kalimantan Tengah tidak ada kaitan sama sekali dengan tidak ada kaitannya sama sekali sama Bapak Haji Kules bahwa itu adalah oknum dan kita apresiasi kepada aparat penegak hukum sudah dilakukan tindakan hukum, penegakan hukum sudah dilakukan. Jadi tidak ada di negeri ini yang kebal hukum. Kalau memang itu prema, suka malak, suka bikin gaduh, tangkap tahan. Tapi jangan bawa nama seseorang yang tidak terlibat langsung di dalam masalah Depok. Karena apa? Karena hubungan hukumnya seperti apa? Apakah ada perintah dari Pak Herkules untuk melakukan pembakaran? Justru Pak Herkules menyatakan bahwa tangkap para pelaku, perusuh, bahkan pembakar mobil polisi. Yang kedua, kalau memang tidak tembak di tempat, tembak di tempat, beliau sudah sampaikan bahwa tembak kakinya. Oke. Ini artinya bahwa Bapak Hajules sangat mendukung penegakan hukum bahwa tidak ada yang kebal hukum di republik ini, termasuk juga Pak Herkules. Sehingga kalau ada rekan saya Rapen yang menyatakan tangkap Hercules, beliau harus mempertanggungjawabkan itu ya. Karena sampai saat ini belum ada laporan polisi atau panggilan kepada Bapak Herkules, klien kami. Bahkan belum ada penetapan tersangka. Bagaimana bisa? Siapa disuruh tangkap? Komisi 3. Yang suruh tangkap siapa? Penegak hukum. Pasti kepolisian. Oke, Bang Rapid silakan. Tolong tolong dijawabkan. Saudara harus jawab dengan jelas, ya. Ya, terima kasih, Bung ee Bung Rekan Ahak. Ya, artinya kan justru memang karena di Komisi 3 itu kan tidak bisa menangkap ya kan itu kan aspirasi. Makanya kan sebelumnya kan kita sampaikan bahwa untuk memeriksa utuh setiap semua kejadian. Artinya kan seperti rekan bilang kan tidak mungkin kita bilang tangkap ke DPR langsung tangkap kan enggak saya saya bilang misalnya tangkap Bunga iman misalnya gitu kan kan enggak mungkin juga e coba tadi tanya dasarnya itu apa gitu dasar saudara menyatakan tangkap kita kan hukum nih kita advokat bicara berdasarkan yang namanya dasar hukum menangkap itu apa adalah prom polisi ada pendapatan pendetepatan tersangka seorang Herkules atau pernah dipanggil tidak pernah hadir ya gini izin e oke Rekan makasih Ran Nah, karena tadi rekan Naha juga kan menyinggung soal undang-undang ormas ya kan di Undang-Undang Ormas itu kan juga ada oke ya kan rekan bahwa di pasal 59 itu ya ormas itu kan harus menjaga ketertiban tidak melakukan kekerasan. Nah tentunya kan dasar ini kan bisa dipakai untuk memeriksa misalnya apakah pihak-pihak mana yang terlibat. Kalau benar kata rekan tadi hanya segelintir orang yang terlibat ya sudah gitu kan. Tapi kalau memang ada artinya kan yang dilihat kan tentunya kan pimpinan siapa tokohnya? Setiap organisasi pasti yang dilihat adalah tokohnya. Karena yang kita kenal karena sebegitu kenalnya kan Bung Hercules. Sehingga kita kan tahunya kan Bung Hercules yang punya gerakan yang punya namanya grip gitu kan. Dan beberapa kali juga Bung Hercules di beberapa video juga menyebut nama-nama nama Presiden gitu kan, nama presiden Pak Prabowo misalnya. Nah, artinya kan apa? Nah, dengan dia menyebut saja nama Presiden, seolah-olah kan gambaran di publik bahwa ee Grip dan Bung Herkules itu kan dibakingi kan gitu. Seolah-olah nih ya, seolah-olah. Nah, kita kan enggak enggak bisa karena presiden itu kan milik semua. Nah, ormas didirikan itu kan tujuannya untuk apa? Ya, untuk mensejahterakan masyarakat dan juga untuk mewujudkan tujuan negara yang ada dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. ya melindungi segenap bangsa dan seluruh tupat darah ee seluruh tupat ee darah Indonesia. Lalu kemudian mewujudkan kesejahteraan, menciptakan perdamaian dunia, menceras maksudnya begini, Bu Aiman. Ini pertanyaan saya, Saudara rekan saya belum jawab. Kenapa saudara berteriak tangkap Herkules? Landasan hukumnya apa dulu? Ini kita bicara sebagai orang advokat ya, karena undang-undang advokat itu jelas bahwa kita salah satu penegak hukum. Maksud saya jangan sampai karena apa yang saudara sampaikan itu menimbulkan kegaduhan. Bahkan keluarga Hercules pun kaget kok ada mau ditangkap kasus yang mana, laporan polisi yang mana, penetapan tersangka yang mana. Maksudnya biar dijelaskan dulu supaya publik ini jangan sampai dibuat ambigo bahwa benar Herculus mau ditangkap. Ini kan isu di bawah ini kan harus dijelaskan supaya jelas bahwa saat ini belum ada penetapan tersangka terhadap Herkules, belum ada panggilan polisi. Bahkan saat ini belum ada laporan polisi. Apa saudara memegang laporan polisi nomor berapa? Apakah menetapkan sejak kapan? Apa pernah ada panggilan polisi? Ini maksud saya. Kita sebagai orang hukum berbicara dasar hukumnya harus ada dulu supaya jangan membuat kegaduhan baru. Oke, jawabannya akan saya berikan kesempatan pada sisi kiri saya. Selepas jeda kami akan segera kembali sesaat [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] lagi. Sebelum saya berikan kesempatan kepada sisi kiri saya untuk menjawab, saya ingin berikan kesempatan kepada Bung Sunan Kalijaga. Bung Sunan silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat malam semaumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Pertama-tama saya ingin ee menjelaskan bahwa saya ditunjuk oleh Bapak Haji Herkules bukan untuk urusan yang tadi rekan bilang ee berurusan dengan purnawirawan. Karena perlu diketahui saya dengan para purnawirawan jenderal seperti Pak Sutrisno, Pak Trisutrisno ya, Pak Sutioso, Pak Hendro Priono, beliau adalah abang-abang saya dan kebetulan bapak-bapak saya di mana saya pernah dipercaya juga memegang ee Partai PKPI ya sebagai Plt. Ketua Umum itu partai ee pemiliknya adalah Pak Trisutrisno. Sehingga ee pada saat kemarin saya dampingi Bapak H. Herkules di kediaman di mana sudah 17 tahun Pak Haji Herkules itu membuat acara santunan anak yatim dan pengajian tiap malam Jumat. Di situ juga kemarin saya mendampingi beliau untuk secara langsung di hadapan ee banyak media wartawan menyampaikan permohonan maafnya kepada Pak Sutioso ya atas kekhilafan ee ucapan lisannya. Beliau menyampaikan mohon maaf kepada Bapak Sutioso juga beserta anak dan cucu-cucunya. Artinya tadi juga saya mau menjawab rekan Rapen, tidak pernah ada seorang Haji Herkules kelain kami itu menyebutkan bahwa Bapak Prabowo itu backing ya backing daripada organisasi grip. Maka saya mau meluruskan justru saat ini Bung Hercules enggak pernah mengatakan itu. Grip juga tidak pernah mengatakan itu. Tidak pernah. Justru saat ini di hadapan jutaan pemirsa malam ini yang menyatakan seolah-olah atau membangun opini publik pada malam ini jutaan pemirsa itu saudara Rapen bilang seolah-olah kayak dibackingi oleh Pak Prabowo Presiden itu enggak benar. Itu enggak benar Bang. Ya, Abang kan juga sama advokatnya dengan saya. Artinya saya minta saya mohon apa yang Anda sampaikan harus Anda bisa buktikan. Ya, itu dasar sekalilah seorang advokat tuh apa yang disampaikan harus bisa dibuktikan. Anda mau mengkoreksi itu atau gimana, Bung Rapen? Silakan. Enggak. Ee ini kan kita kita bicara hal yang serius soal nih. Saya saya melihat jangan-jangan mau dilaporkan nih. Silakan Anda mau koreksi itu atau enggak? Soal yang mana nih yang bahwa grip itu gimana tadi? Tidak pernah saudara ya Haji Maun Herkules atau klien kami menyatakan ormas grip dibacking oleh Pak Presiden Prabowo. Tidak pernah ada statement itu. Oke, rekan. Saya kan tidak bilang pernah ada statement itu. Nah, berarti Anda akan membangun opini publik malam ini. Tadi kan video yang ada ya kan bahwa hanya dua orang yang bisa memerintah saya kan ee di video di video yang beredar itu Bang Herkules yang ngomong seperti itu. Bang Herules pernah bilang begitu. gimana ya? Hanya ada dua yang bisa memerintah saya ya, Pak Prabowo dan Gus Mifta. Saat itu Pak Prabowo ee masih jadi menhan. Nah, itu jadi tapi sekarang malam ini Anda menyampaikan di hadapan jutaan pemirsa kayak seolah-olah Anda membangun opini bahwa Hercules klien kami itu dibacking oleh Pak Presiden Prabowo gitu. Enggak, Bang. Kan saya tadi kan menjawab Bang Nahak. Artinya kan saya mau menjelaskan apa yang saya ya artinya saya minta Anda cabut pernyataan seperti itu ya sekarang di jutaan pemirsa nih jangan sampai nanti jadi hal yang berubah nih gitu loh. Tapi anda Anda mengatakan itu tadi kan seolah-olah itu kan opini publik opini kita kan seolah-olah kan misalnya nih ya kalau opini publik yang bicara tuh publik kalau di sini yang bicara anda gitu loh bukan publik yang bicara Anda. Saya kan hanya menyampaikan ketika kami berangkat ke Bares Krim ke Polri dan ke Komisi 3 kan dasarnya kan itu itu yang kami sampaikan ke Komisi 3 juga itu yang kami sampaikanuraikan dasarnya dasarnya bahwa Pak Haji eh Herkules ini klien kami dibacking oleh presiden. Makanya Anda ro ke mana-mana gitu. Kami tidak bilang bahwa Pak Prabowo membik barusan Anda bilang loh ini jutaan pemirsa dengar loh. Saya katakan misalnya langsung begitu baru Anda ini suka suka membangun opini gitu loh ya saya lihat ya seolah-olah enggak boleh gitu kan membangun opini bang kita orang hukum loh bicara harus bisa dibuktikan secara fakta loh ya banyak videonya banyak videonya banyak ada videonya coba tolong tayangkan satu di mana klien saya Haji Herkules menyatakan ormas atau saya dibacking oleh Presiden. Tolong saya tidak bilang begitu, Bang. Ingat sekali lagi saya jelaskan. Saya tidak bilang bahwa Herkules dibackingi oleh Pako. Saya tidak pernah bilang itu. Berarti saudara cabut ucapan saudara supaya jelas. Jangan sampai bikin bikin gadu lagi. Harus cabut lagi. Karena statement saudara yang menyatakan Pak Herkulas atau GB dibikingi sama Pak Prabowo sebagai presiden. Justru itu dicabut dulu pernyataannya. Karena ini Bapak ini orang hukum loh. Cabut dulu pernyataannya. Pernyataan yang mana? loh menyatakan bahwa Pak Herkules atau eh Grab itu dibikingnya oleh Pak Prabowo. Saya bilang tadi saudara menyatakan demikian tadi seolah-olah dia bilang seolah-olah tapi ini kan membangun opini sesat membangun menggiring opini publik publik juga sudah sudah cerdas Bang kita tidak coba membangun opini publik saya tidak saudara rap bukan keahlian saya membangun menangut nama baik seorang herkules dan nama baik seorang herules dan grip kita tidak mau juga bahwa yang namanya presiden membiking suatu organisasi dan itu tidak pernah ada statement yang keluar dari mulutnya Pak Hajes bahwa Pak Presiden membekingi Hercules atau punggrip. Saya pun tidak pernah bilang, Bang. Saudara tadi menyatakan seolah-olah jangan dipelintirlah, Bang. Loh, kalau seolah-olah itu kan ini kan saya untuk mengeluarkan pernyataan itu. Janganlah, Bang. Loh, tadi sampaikan makanya saya bilang klarifikasi dulu jangan sampai ini menjadi opini masyarakat biar publik yang biar publik yang menyimpulkan ya. Tapi nanti biar iya intinya tadi mengatakan bahwa seolah-olah gitu ya, itu persepsi apakah itu kemudian menyampaikan sebuah informasi atau tidak. Tentu ini banyak perdebatan. Ada lagi mau sampaikan? Iya. Dan ini di sini paling penting ya karena saya mewakili eh Maun Haji Herkules ini jelas-jelas merasa terganggu ya. Anda itu kan kalau bicara ormas ya ini kita bicara ormas. Anda datang ke DPR itu khusus untuk klien kami bersama organisasinya atau bicara ormas atau bicara premanisme? Ya, kalau Anda bicara promas eh ormas rekan pasti Anda tidak akan menyebut seorang nama Herkules atau e ormas Grip. Pasti Anda akan menyebut mungkin ee ormas saya, pemuda Pancasila atau yang lain, ormas-ormas lain. Tapi kan tidak. Anda spesifik kita sebut saja Hercules, ya kan? Nah, itu tolong dijelaskan gitu loh. Jangan sampai ormas ini bukan bukan cuman cuman grip loh ya. Dan kenapa Anda dengan lantangnya saya lihat video berkali-kali Anda menyebutkan Hercules gitu loh. Coba tolong dijelaskan gitu loh ya. Karena bicara ormas, bicara premanisme itu banyak oknumnya. Terima kasih, Bung Aiman. Selamat malam. Ee saya kebetulan juga hadir di Komisi 3 DPR waktu itu. Jadi, saya kira statement dari beberapa rekan saya, terutama ketua kami, Pak Saiagian mengenai tangkap herkules itu saya kira harus dipahami dalam konteks yang utuh. Jadi sebagaimana nama dari tumpas ini, kami tidak pernah spesifik berpikir tentang Herkules. Kami berpikir tentang premanisme. Dan premanisme itu dilakukan bukan hanya oleh teman-teman GRIP. Tapi kenapa hanya satu nama yang kalian sebut? Ya, karena itu mung itulah yang saya bilang pertanyaan kami, kenapa hanya satu nama klien kami yang kalian sebut? Jadi kan banyak preman-preman terkenal apa segala begini ee konteks pernyataan itu kan ada kejadian di Depok, ada kejadian di Kalimantan Tengah, kemudian ada kejadian mengenai ancaman untuk mengerahkan 50.000 ke Gubernur Jawa Barat. Itu yang konteks pada saat itu. Kalau ada juga premanisme yang dilakukan oleh ormas atau oleh kelompok-kelompok yang tidak berbadan hukum, ya saya kira juga akan disebut namanya. Cuma kebetulan waktu itu jadi tumpas ini kan baru berdiri sekitar mungkin lebih 1 minggu yang lalu. Sebagai bentuk keresahan kami sebagai advokat yang juga adalah penegak hukum. Kami miris melihat kondisi kita pada saat ini. Bagaimana bisa aparat penegak hukum yang memegang senjata kemudian bisa dilawan oleh sekelompok orang yang nota bene tergabung dalam suatu ormas. Jadi saya kira kami tidak pernah berpikir bahwa ini grip. Grip ini kan sudah lama berdiri. Tetapi kemudian ada momentum di mana GRI kemudian menjadi ee apa namanya ee menjadi sasaran dari keresahan publik karena ada beberapa kejadian yang berentetan kejadiannya dan itu melibatkan grip. Kalau kita bicara grip ini kan organisasi bawi kejadian berentetan dan melibatkan grip. Iya betul. tadi di Depok, kemudian Depok pembakaran mobil polisi. Kemudian ada kasus Jawa Barat, Jawa Barat akan mengguduk gubernur gubernur KDM Kang Dedi Mulyadi. R50.000 R.000 dan Anda mempersepsikan itu atau publik bisa mempersepsikan itu sebagai ulah preman begitu Bang Aiman kan tindakan mohon maaf dulu ini kadang-kadang inilah kenapa persepsi super ini menjadi opini sesat di masyarakat ya. Bapak tahu bahasa yang dideskripsikan di masyarakat pengarahan masa apa untuk membuat anarkis atau apa di apa sudah pernah terjadi? Tapi saya tanya kasus Depok itu apa melibatkan Pak Herkules? Kenapa saudara menyebut hanya nama Herkules di dalam komisi 3? Apakah hanya bawa ranahnya rana Hercules saja di Komisi 3? Sebentar sebelum saya tanya Bang biar dia jelasin dulu karena ini sesuatu statement yang membuat kegaduhan di masyarakat. Saudara harus jelaskan terang-menerang bertendensi fitnah. Ini tendensinya fitnah. Silakan saudara komplain kepada media. Yang mengangkat nama GRIP itu adalah media. Bahwa yang melakukan pembakaran mobil adalah ketua GRIP Depok. GRIP sebagai organisasi yang bersifat nasional ada ketua umumnya. Dan kalau kejadian itu melibatkan beberapa ini kan harus diminta pertanggungjawaban ketua umum. Nah, tadi kalau bicara soal bicara tangkap menangkap seseorang itu tidak berarti bahwa dia harus tersangka. Kan orang ditangkap dulu dalam waktu 1* 24 jam kalau tindak pidana umum baru ditetapkan statusnya. Apakah dia tersangka Herpules memang tertangkap tangan melakukan kejahatan mau ditangkap? Ya tidak juga. Lalu kenapa tapi kan ada rentetan kejadian di mana harus jadi kalau bicara rentetan kejadian dan kalau kalian memang objektif datangnya ke DPR objektif ya saya bicara objektif pasti kalian akan mengangkat beberapa kasus-kasus yang terjadi brentetan tidak hanya seorang Herkules atau bicara grip saya bukan anggota grip jadi saya bukan bela grip di sini saya bicara hukum kita sama-sama advokat ya kalau memang kalian tidak ada tendensi kepada seorang ee klien kami Hercules atau organisasi yang dipimpin GRIP. Kenapa kalian tidak kumpulkan bahan-bahan tidak hanya grip, ada kejadian penodongan, pembegalan, pemerkosan. Kenapa enggak itu diangkat juga? Kenapa hanya cuman GRIP dan Haji Herkules? Itu aja pertanyaan saya. Itu kita angkat juga, Pak. Iya. Termasuk GRIP apa yang ditampilkan oleh media itu kita angkat. Nah, kita menyampaikan kepada DPR tidak langsung tangkap, tidak. Ya artinya harus dimaknai secara utuh Bang jelas saudara bicara tangkap Herkulesim apa yang kita sampaikan tapi di dalam kan di komisi sekarang mau salahin media loh bukan kita di dalam itu kan banyak Bang kita sampaikan rekan maksudnya tidak langsung saudara klarifikasi dari tadi itu belum pernah ada klarifikasi tangkap Herkules dasarnya apa dulu ini biar kita sama-sama orang hukum paham dulu menangkap seseorang apakah tertangkap tangan melakukan kejahatan begini Bung itu yang tadi Tadi saya sampaikan bahwa pernyataan di Komisi 3 itu harus dipahami secara utuh. Bang Saor selaku ketua tumpas jelas menyebutkan beberapa rentetan kasus. Ada video yang beredar di mana tapi faktanya di sini aja. Kalian hanya bicara soal Hercules dan grip, enggak bicara yang lain. Karena itu yang saya bilang momentum kita bicara momentum kami ini hadir baru belum sampai 10 yang lal momentum atau pansos. kami ini sejak dari momentum atau pansos ini beda loh. Silakan saja itu kan bukan saja menanyakan tadi. Kalau enggak kita balik ke tema aja kita balik ke tema berk maksud saya biar jelas balik sesat opini ini opini sesat dan ini sangat merugikan klien kami dan juga keluarganya. Saya tanggapi dulu yang Sunan tadi sampaikan mengenai pansos. Kami ini berjuang melawan premanisme dari tahun 2004. Anda barusan bilang ini baru berdiri 1 minggu lalu. Bagaimana sih kami dulu? Gimana coba? Kita nih orang hukum bicara legalitas. Bicara legalitas saya dari kecil itu enggak pernah ada dengar namanya advokat premanisme anti premanisme. Yang saya tahu dulu preman-preman itu hilang senyap. Tapi dulu kami ada lembaga namanya Tim Pembela Kebebasan beragama orang ini topik aja Bung. Begini saya jelaskan dulu. Jadi tahun 2004 itu kebetulan ada Bang Novel ini di sebelah saya dulu tahun 2004 kami bentuk namanya tim pembela kebebasan beragama. Ketuanya Sorsiagian, saya sekretarisnya. kami berhadapan dengan mungkin rekan-rekan Bang Novel ya di lapangan di Jati Mulia di seluruh Indonesia kami berhadapan. Jadi kami tidak pansos dari dulu kami ya memang semangat kami sebagai advokat yang tidak hanya sekedar mencari uang tetapi kami juga berjuang untuk kebaikan negara ini. Jadi kalau bicara pansos dari tahun 2004 kami sudah berjuang. Anda barusan bilang di hadapan jutaan pemirsa di sini ya baru hari minggu aksi-aksi premanisme. Ya intinya gini, kenapa yang disebut hanya klien kami Pak? Lah itu tadi saya bicara bahwa ini ada ini kita bicara hak ya. I ada a hak azazi manusia. Kenapa hanya disebut Herkules? Kenapa enggak sebut preman-preman lain atau Godfather atau misalnya coba coba yang lain? Coba Bung sampaikan kira-kira kelompok preman atau ormas yang bertindak premanisme dalam jangka waktu sebulan dalam rentang waktu sebulan belakangan ini kan Anda bilang dari 2004 ya lah. Iya kan dari 2004. Anda harusnya tahu dong Bang. Abang harusnya tahu siapa-siapa saja kepala preman di Indonesia harusnya Anda tahu. Jadi kenapa cuman Haji Herkules? Haji Herkules. Kenapa gitu kan? Sampai detik ini pun di DPR maupun sekarang yang disebut cuma Herkules. Kenapa enggak berani nyebut yang lain? Karena enggak berani nyebut yang lain. Enggak. Pertanyaan saya enggak berani nyebut nyebut kepala ketum-ketum ormas lain. Enggak berani. Enggak berani nyebut ketem ormas yang lain. Enggak berani. Bukan. Bukan tidak kalau berani. Berarti begini. Tumpas ini hanya khusus untuk GRIP dan Hercules. Enggak. Jangan begitu. Enggak. Jangan begitu narasinya Bang. Enggak enggak boleh juga gitu. Iya. Justro itu. Makanya saudara kalau bicara sini tentang ormas. Ormas itu ada 5 55 ormas di republik ini. Kenapa tumpas hanya bicara tentang Grip dan Hercules? Kami tidak anti ormas. Jadi lah kenapa tidak bicara ormas juga yang lain? Kita bicara ormas atau bicara gimana nih? Kami namanya itu tim advokat penegak hukum anti premanisme bukan anti ormas. Siapa yang preman sekarang? Itu pertanyaan. Apakah yang dimaksud preman itu adalah grip atau bukan? Isu hangat kadang bikin penat, apalagi kalau kita tidak bisa mencerna dengan cermat. Jangan lupa secangkir kopi yang hangat dan nikmat untuk menemani kebersamaan dalam rakyat bersuara. Saya akan se [Tepuk tangan] [Musik] kembali. Saya langsung menuju ke hadapan saya. Ada Bung Zulfikar ya, Sekjen Grip Jaya. Grip Jaya itu pusat ya, seluruh Indonesia ya, Bung Zul adalah Sekjennya. Waduh, ini orang nomor dua harusnya ya. Baik, saya ingin tanya dulu Bung Zul. Kalau ee media sosial persepsi orang mengatakan bahwa grip itu adalah preman, Anda menolak? Menolak. Jelas. Kenapa? Ya. Jadi saya jelaskan Bang Aiman, Grip Jaya itu adalah organisasi sebagaimana mestinya organisasi ya. Pada umumnya organisasi kami dibentuk dan terbentuk itu dengan tujuan yang baik. Dengan dibentuknya grip oleh Pak Haji Hercules itu untuk kami dibentuk itu dari awal mulanya untuk mendukung Pak Prabowo Subianto ya. Bukan mendukung Presiden, tapi mendukung Pak Prabowo Subianto. Semenjak awal dulu dari perjanjian batu tulis waktu Pak Prabowo Subianto menjadi wakilnya Bu Mega 2009 ya. Oke. 2009 itu awalnya dari situ terus lanjut lagi sampai ke 2014 waktu Pak Prabowo dengan Pak Atar Jasa grip juga ada di situ. Lanjut lagi 2019 Pak Prabowo dengan Bang Sandiaga Uno. Grip juga ada di situ menjadi gada terdepan dan finalnya 2024 Grip Jaya tetap menjadi garda terdepan mendukung Bapak Prabowo Subianto ya Bapak Herkules dan seluruh jajarannya anggotanya Grip Jaya itu mati-matian berdarah-darah untuk menjadikan Bapak mengantarkan Bapak Prabowo Sugianto menjadi Presiden Republik Indonesia. Oke, di situ kemudian relevan apa yang disampaikan. Jadi saya mau mengatakan bahwa tidak dibackingi oleh Pak Prabowo. Anda mengatakan tidak, tidak tidak. Bahwa kemudian ada publik seolah-olah bahwa ada Pak Prabowo di belakangnya. Anda mau menafikan itu secara emosional Pak Prabowo Subianto itu ya ada di Grip maksudnya secara emosional karena kami mendukung beliau. Oke. Karena kami mendukung beliau. Kami ini salah satu dari sekian banyak pendukung gitu kan. Pendukung Pak Prabowo itu ada banyak Pak. Ada yang berbentuk partai, ya kan? Kartai koalisi ada yang berbentuk organisasi ada yang berbentuk relawan. Jadi kedekatan emosional saja. Emosional saja. Itu itu jelas itu enggak bisa kara Anda pendukung setia dari pendukung setia. Kami pendukung setia bahwa disebut baking dan lain sebagainya itu salah. Itu fitnah. Fitnah. Oke. Itu fitnah. Itu fitnah yang kejam. Fitnah yang kejam terhadap Pak Prabowo Subianto dan terhadap Bapak Haji Hercules. Demikian, Bang. Jadi kedekatannya sekali lagi emosional. Emosional, Bang. Dan Anda eh saya bergeser sekarang bahwa Grip Jaya menolak untuk dikatakan sebagai preman. Oh jelas menolak, Bang. Saya sejennya, Bang. Tapi kalau saya lihat Bung Khairul apa? Amri orang lihat kayak preman ini pengusaha, Bang. Pengusaha. Beliau ini pengusaha ya. Beliau ini pengusaha, beliau juga pengusaha ya. Saya ini praktisi profesional, seorang geneologis, ahli batu permata. Ini beliau ini dosen, Bang. Dosen di mana? Dosen apa, Bang? Pengajar. Beliau juga seorang manajer di sebuah perusahaan. Di kampus mana? Di salah satu kampus di Serang, Bang. Serang. Oke. Banten ya. Dan di kami juga Bang Aiman itu banyak bergabung para purnawirawan jenderal ya, para ee purnawirawan TNI, PORI, ee anggota dewan, ada juga anggota dewan terus ee profesor-profesor, para praktisi hukum, akademisi. Itu yang ada di pokemurusan kami. Jadi saya sebagai Sekjen diperintahkan diminta oleh Bapak Ketua Umum kami, Bapak Haji Herkules itu untuk mengembangkan GRIP ini, untuk mereformasi GRIP ini menjadi organisasi yang elegan. profesional dan modern. Itu perintah yang diberikan kepada saya bahwa kemudian iya ada anggota Anda yang melakukan tadi disebutkan pembakaran mobil polisi di Depok, penyegelan pabrik di Kalimantan Tengah ingin menggeruduk Gubernur Kang Dedi Mulyadi KDM Jawa Barat Rp50.000. Apakah itu kemudian publik kemudian mengaitkan ini tindakan preman? Bagaimana Anda? Saya jawab, Bang. Jadi terima kasih atas kesempatan ini terkait peristiwa Depok. Tadi Bung ini mengatakan itu adalah perbuatan anggota GRIP. H Bung Rapen. Grip secara organisasi sudah membuat konferensi press yang saya sendiri yang buat, Bang. Kami menyatakan itu bukan bukanlah anggota Grip ya. Kami sudah membuat konferensi pes dan komprehensi kami sampai hari ini tidak ada pihak yang membantahnya. Untuk seseorang dianggap menjadi ee disebutkan menjadi anggota atau sesuatu. Saya contohkan Bung Rapen. Ada orang pakai baju polisi, dia melakukan kejahatan. Setelah ditangkap ternyata dia tidak punya kta polisi, tidak ada surat pengangkatan sebagai polisi. Namanya apa, Bang? Gadungan. Dan saya sebagai Sekjen memastikan saya sudah ngecek ke Ketua DPD Jawa Barat ya ya. Saya sudah mengecek semuanya. Mereka tidak memiliki surat pengangkatan apapun. Mereka tidak memiliki kta. mereka itu baru berusaha mau memasuk ke dalam grip setelah mereka itu punya kasus setelah peristiwa mereka melakukan penembakan yang ada kasus penembakan di situ dengan ee shofgun dengan peluru gotri yang di Depok kan yang di Depok. Setelah mereka mendapat panggilan polisi yang pertama, mereka ini awalnya berasal dari dua ormas kesukuan ya. Yang satu suku dari Sumatera, yang satu sukru dari Jakarta. Lalu mereka berembuk, kelompok ini berembuk. Kita harus ke mana ini? Untuk berlindung supaya kita enggak ketangkap. Ah, mereka memilih untuk bergabung di GRIP. Lalu mereka berupai setelah kejadian. Itu setelah kejadian. Kalau kemudian polisi menyampaikan bahwa itu ketua Grip Jaya Depok. Tapi kan akhirnya diklarifikasi ya. Seseorang untuk di tadi saya ulangi lagi Bang Aiman, seseorang untuk dianggap menjadi orang anggota Grib harus memiliki alat bukti. Iya kan gitu. Saya menuduh Bang Bung Aiman polisi kan harus ada bukti. H kan gitu Bang Aiman. Ini ini clear ya ini clear. Oh, jadi jadi ini informasi yang kemudian diperjelas nih bahwa yang melakukan pembakaran mobil polisi di Depok bukan anggota Grip Jaya bukan. Dan Anda sudah mengecek itu. Sudah. Polisi juga sudah merevisi, sudah, sudah bahwa dia melakukan tindak pidana dulu baru kemudian mengaku sebagai grip. I berupaya. Mereka berupaya untuk masuk ke dalam grip. Namun upaya mereka itu gagal. Setelah kami mengetahui, setelah kami mengetahui mereka ingin masuk ke Grib hanya ingin mendapat perlindungan hukum. Lalu kami tolak mereka masuk ke GRIP. Namun mereka membeli baju sendiri. Mereka menyetak ee bendera sendiri dan menancapkannya di lokasi di tempat di mana mereka berseketa tanpa sepengetahuan Ketua DPD Jawa Barat, tanpa sepengetahuan kami DPP. Oke. Lalu ini bukan sor ini ini orangini anrip cuci tangan nih. Tidak kami enggak cuci tangan. Nanti saya sebutkan termasuk peristiwa Kalteng. Nanti saya akan jabarkan Kalteng. Depok kami membantai itu anggota kami. Oke, clear di sini Bang Aiman di Kalteng tadi Bung Rapen mengatakan itu grip melakukan penyegelan pabrik. Kasus Kalteng Bung Aiman saya sampaikan di sini ayo kita buka-bukaan itu pabrik terzalimi apa pabrik yang menzalimi? Maksudnya gimana? Jadi GRI di situ GRI adalah penerima kuasa dari seseorang yang terzalimi oleh pabrik tersebut dan upaya hukum sudah dijalankan. Upaya pengadilan tinggi pengadilan terus sampai ke PK sebentar. Mendapat kuasa dalam artian bahwa kuasa penegak hukum, kuasa ee penasihat hukum. Iya. Lawyer kami yang di Kalteng. Lalu lawyer kami yang di Kalteng. Oke. Dan lawyer kami ku ee kliennya itu sudah menang di sampai tingkat PK itu kasus perdata. Kasus perdata tidak ada PK yang kedua. Hm. Kan demikian. Oke. Jadi grip di posisi membela orang yang terzalimin oleh pabrik tersebut. Bukan grip menzalimi pabrik tersebut. Tapi framing-nya. Framing-nya ya. framingnya seolah-olah grip ini preman tanpa dasar menutup pabrik. Tidak. Yang menutup pabrik siapa? Ya kan tadi katanya grip ternyata beliau tadi menyatakan ternyata tadi beliau ternyata tidak seperti tidak demikian. Bukan grip yang menutup menyegel pabrik. Bukan grip hanya memasang spanduk. Spanduk apa? Spanduk di situ bahwasanya pabrik ini disegel e telah melakukan ya seperti yang di media. Tapi faktanya faktanya pabrik itu tidak pernah tutup satu detik pun. tidak pernah dikunci satu detik dengan apapun oleh GRIP. Tidak ada. Dan tidak ada intimidasi di sana. Tidak ada. Dan waktu pemasangan pemasangan banner itu pun ada pendampingan dari pihak kepolisian. Ada pihak polisi yang mendampingi. Jadi bukan aksi premanisme bukan bukan itu aksi menuntut keadilan. H. Oke. Jadi, tolong dibedakan aksi premanisme dengan aksi menuntut keadilan. Banyak Bang Aiman hari ini ee warga masyarakat yang terzalimin yang mereka ke mana-mana itu tidak ada yang membela Bang Aiman. Ah, inilah fungsinya ormas ya yang di dalamnya ada lawyer-lawyer yang membela hak-hak masyarakat yang terzalimin. Grip itu selalu menjaga diri berada di posisi orang-orang yang terzalimi. Kami tidak pernah berada di posisi orang-orang yang menzalimi. Itu sudah udah udah udah harga mati. Dan itu pesan dari ketua umum kami. Bela masyarakat yang terzalimin. Itu pesan ketua umum kami. Itu jelas. Dan kami menantang. Silakan buktikan kasus mana. Kalau kasus Depok, kasus yang kriminal-kriminal itu, itu kasus kriminal itu kasus biasa. Jangankan kami organisasi yang tidak dibiayai oleh negara, toh lembaga institusi yang dibiayai oleh negara saja seperti kepolisian, TNI atau PNS masih banyak masih tidak mampu menjaga anggotanya untuk tidak berlaku kriminal. Sering kita lihat ada polisi yang melakukan pelagihan seksual. L kenapa Pak Kapoli enggak dipanggil? Kenapa beliau enggak teriak Pak Kapol minta ditangkap? Pak Kapolda ditangkap. Kenapa? Kenapa hari ini ada anggota Grib oknum ya oknum misalkan ada oknum anggota Grib yang ditangkap melakukan tindakan kriminal kenapa ketua umumnya dituntut oleh untuk harus ditangkap ke mana beliau waktu Ferdi Sambo melakukan kesalahan kenapa beliau enggak teriak kapori harus ditangkap ada apa kenapa dengan grip gitu loh sepertinya lagi nyuting grip ini sepertinya oke silakan Ancas ada apa gitu loh. Oke, silakan. Iya. Saya kira ee saya tegaskan kembali bahwa tumpas ini bukan anti ormas, kami anti premanisme. Nah, mengenai penjelasan ee Bung, sedikit saya potong, Bung. Saya ingin belajar dari Bung ini makna premanisme itu. Tolong Bung jabarkan ada enggak kriteria premanisme yang telah ditetapkan oleh pihak kepolisian atau negara atau pemerintahan tentang seseorang untuk disebutkan premanisme? Tolong jabarkan sama saya, Bung. Ya, saya kira kita inilah pemahaman secara umum bahwa premanisme itu main hakim sendiri itu abu-abu, Bung. Itu abu-abu, Bung. Kriteria resmi, Bung. Karena ini ada ada satgas anti premanisme. Premanismenya itu harus ditegaskan dulu seperti apa. Apakah orangnya pakai ansi silakan saja kalau persepsi Anda berbeda dengan kami ya bukan hari ini ada ada penegakan hukum yang memakai jargon abu-abu. Pakailah jargon satgas pembentukan antikriminal itu lebih tepat. Ya, silakan silakan usulikar komplain kepada pemerintah karena itu kan institusi yang resmi dibentuk oleh pemerintah. Anda juga kan sedang membentuk itu anti itulah kalau kami memakai bahasa premanisme kami memahami premanisme itu adalah tindakan yang di luar koridor hukum. Ya berarti negara ini sekarang sedang ada agak agak agak apa ya memakai jargon yang abu-abu untuk menjustifikasi orang silakan. Oh ini berbahaya. Tak bisa Anda penegak hukum tidak boleh main di ranah abu-abu. Permain hukum itu bicara fakta. Hukum itu bicara. Itulah yang kami pahami. Jangan bicara abu-abu. Enggak boleh perilaku Bang. Perilaku atau tindakan. Artinya siapapun bisa melakukan ketika orang seseorang itu melakukan sesuatu tindakan kekerasan, ya itu dikategorikan per itu namanya pelaku tindakan kekerasan. Jelas sekarang ada enggak dasar hukum premanisme? Enggak. Kita kita tidak berdebat di sana, Pak. Harus harus bersana. Karena jargonnya kita ini sekarang premanisme. Kita bicara preman ini. Kita kita bicara jargon premanisme, Bang. Tapi begini ee satu hal sekarang Satgas Preman di mana-mana sedang beroperasi. Grip hadir di sini saya apresiasi itu keberanian GRIP yang hadir di sini. Ini Bang biasanya kalau ada operasi dan lain sebagainya tiarap sekarang mereka hadirasi di karena kami karena kami mendukung apapun program pemerintah khususnya program pemerintah dalam penegakan anti premanisme yang kalau kami artikan ituah antikriminal kami mendukung penuh itu Bang kami menjadi ganda terdepan mendukung penuh program pemerintah itu dan tidak ada satuun tindakan premanisme yang dilakukan oleh GRIP secara organisasi dan perintah ketua umum itu tidak ada tapi oknum Kami tidak bisa menjamin anggota kalau misalnya ada segerombolan lalu kemudian melakukan pemerasan dan itu oknum Bang tangkap. Tapi bagaimana membedakan oknum dengan adanya gerakan kalau masif misalnya gampang Bang itu perintah siapa itu perintah organisasi apa tindakan pribadi dia Bang? Gampang Bang membedakannya. Perbuatan Ferdi Sambo itu perintah konstitusi apa perbuatan pribadi? Kan gampang membedakannya Bang. Sama perbuatan anggota, apapun ormasnya. Ya, kayaknya saya enggak hanya menyebut Grip, Bang. Apapun ormasnya ketika itu perbuatan pribadi dia harus bertanggung jawab secara pribadi bukan secara institusi di mana tempat dia berada. Di Undang-Undang Ormas, maaf Bang ya. Di Undang-Undang Ormas itu ormasnya juga harus bertanggung jawab gitu loh. Tidak bisa, Bang. Perbuatan pribadi seseorang lembaganya harus bertanggung jawab. Enggak bisa, Bang. Enggak, Bang. Ormas tindakan terhadap ormasnya adalah ya peringatan tertulis sampai pada penggalan. Oh, kami melakukan pemecatan. Kami melakukan pemecatan bagi siapa saja anggota yang tertangkap ketahuan oleh kami melakukan pelanggaran hukum mau itu ditangkap polisi atau tidak. Selama itu ketahuan sama kami. Kami beragok kami bekukan ya bagus berarti Bang sudah terklarifikasi kan gitu. Makanya kami tidak bicara, tidak merujuk pada satu organisasi tertentu. Tapi, tapi jangan juga kita mem-framing atau mengklaim sesuatu berdasarkan berita-berita hoaks di media. Jangan taipun dulu, Bang. Tanya dulu sama kami. Kan gitu. Benarkah kami seperti itu? Itu baru fair. Jangan ambil sepihak dari media melalui berita-berita hoaks. Sepotong-sepotong berita. Kami tidak pernah bilang GRP itu preman. Kami tidak pernah bilang Grib itu preman. Tidak. Ya, Anda ini lucu. Tindakan perbuatannya dilakukan sama siapa? Ketika Abang bilang katakan ada yang memakai misalnya berbaju grip ya berarti yang kami lihat apa? Oh, organisasi GIRI kan gitu. Tapi kami tidak katakan, tidak mengenenalisir semua bahwa GRIP itu preman. Tidak. No. Anda jelas menyatakan tangkap Hercules, bubarkan Grip Jaya. Betul. Jadi begini. Jadi begini. organisasi yang telah melanggar undang-undang ormas itu bisa dibubarkan, Bang. Iya. Tapi organisasi yang bisa apakah itu kami? Kenapa Anda menyebutkan saya kan tidak menduduk kalian untuk kalian itu harus Anda menyebutkannya. Iya kan diperiksa dulu. Makanya kami sampaikan ke komisi panggil panggil Herkules periksa gitu loh. Oh kayak gitu hancur kita. Saya juga bisa nuduk-nuduk Anda sembarangan. Periksa komisi tiga enggak terbukti ya lepas gitu aja kacau kita kalau kayak gitu. Jadi kami mau menyampaikan ke siapa? Kan kami menyampaikan ke rumah rakyat. Punya dasar yang kuat dulu Bung. Anda kan advokat Bung. Saya gini dengan abang tadi bilang menyegel misalnya emangnya ormas ada hak enggak ada yang disegel Bang faktanya. I tapi kan tadi ada spanduk nih. Iya. Ah kami menyanya ada yang disegel enggak Bang? Loh bukanak memakai spanduk begitu kan. Kenapa itu yang dibahas pabriknya? Kenapa enggak dibahas? Undang-undang ormas ituak boleh ormas itu bertindak sebagai hukum pabrik yang melakukan penzaliman terhadap orang tidak itu ranahnya memang ranahnya organisasi untuk laer kami Bang bukan grip itu Bang itu lawyer yang yang berada di GRIP Bang lawyernya GRIP bukan GRIP organisasinya Bang yang melakukan LBH LBH ada mengatakan tadi spanduk kami hanya memasang spanduk saya segel itu kami itu di dalam kami itu banyakbanyak ada ini ya Bang ada bagian hukum Ada bagian sosial, Bang. Abang Sekjen ketika Abang katakan kami Abang mewakili organisasi, Bang. Oh, iya sih. Iya, memang iya kan lawyer kami. Saya kira tidak fair juga kalau misalnya ada anggota atau organ dari suatu ormas yang melakukan suatu pelanggaran lalu kita cuci tangan. Tetapi pada saat yang lain kita mengakui bahwa itu bagian dari organisasi. Nah, saya mau menanggapi tadi soal pabrik kan ada upaya hukum. Kalau sudah ingkra putusannya minta eksekusi dari pengadilan. Kalau misalnya pengadilan tidak melakukan eksekusi ya silakan dilaporkan ininya kan ada bisa laporkan ke Bawas, bisa laporkan ke Komisi Yudisial. Kalau misalnya upaya-upaya itu sudah dilakukan baru pengadilan tidak melakukan tugasnya ya karena ada ini ada Anda bisa meminta untuk di sita eksekusi ininya objeknya. Sudahlah kita enggak usah bicara yang kecilnya. Tadi kan Anda mengatakan bahwa kenapa tidak bicara pabrik? Loh, itu jelas-jelas tindakan main mengambil kewenangan pemerintah. Tugas dan kewenangan diambil. Sebutkan kewenangan kewenangan yang mana yang diambil. Tidak ada kewenangan yang diambil di situ. Tidak ada. Kalau memasang segel apakah itu bukan mengambil yang mana yang dipasang? Tidak ada pemasangan segel di situ. Tadi Anda mengatakan memasang segel meskipun di dalam tidak ada. mengatakan tidak ada pintu atau apapun yang disegel tidak ada tidak ada bilang memasang segeland silakan dibuktikan makanya silakan dibuktikan tidak kalau memasang spanduk apik itu kewenangan dari ini tidak eh itu aspirasi bung banyak orang demo pasang spanduk di gedung DPR enggak ada masalah Bung enggak ada masalah Bung aspirasi suara rakyat Bung rakyat yang terzalimin memasang spanduk di pinggir jalan Boleh, Bung. Lah faktanya apa, Bung? Itu statement dari Kapolda, ya. Statement dari Kapolda yang menyatakan bahwa Kalteng ini bukan ee bukan apa namanya kekuasaan normas. Itu statement dari Kapolda Kalteng. Silakan Anda membantah. Saya tidak membantah Kapolda. Kalau Anda mengatakan hoaks, saya membantah Anda. Saya berbicara sama Anda. Saya tidak dengan Kapolda. Kita menonton Kompas TV dan yang lain-lain katakan hoak. Kalau hoaks silakan dilaporkan karena itu tindak pidana. Ya, kalian lapor dong lah. Masa kami yang lapor kan ada yang mengatakan hoaks. Kami percaya kalau INUS TV pasti valid sumbernya, Kompas TV pasti valid sumbernya. Jadi kalau Anda yang mengatakan hoaks ya, Anda yang harus melaporkan. Oke, kita kembali saat lagi tap bersama kami di Rakyat Bersuara. [Musik] [Tepuk tangan] Saya ingin ke Bung Nikolas Kili ya. Betul ya. I betul Bung Nikolas ini sekarang ormas GRIP. Betul. Saya penasihat di GRIP. Penasihat Grip. Tapi Anda enggak malu untuk menyatakan saya ini mantan preman Tanah Abang. Ah, iya betul. Oke, saya ingin tanya, apa bedanya ormas dengan preman? Anda ada di dua-duanya. Pernah jadi preman sekarang enggak preman? Ya, mantan preman. Mantan preman berarti enggak. Tapi sekarang ada di ormas. Apa bedanya? Jadi kita perlu ketahui bahwa ormas itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013. Terus perubahan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017 itu tupoksinya ormas itu sudah jelas bahwa organisasi masyarakat ini dibentuk atas kesadaran anggota masing-masing. atas kesadaran dan tupoksinya adalah mendukung program pemerintah, mendukung bakti-bakti sosial juga ee bakti-bakti keagamaan. Sementara preman, preman sendiri itu berasal dari bahasa freeman. Freeman artinya preman, bebas, orang bebas. Jadi kita semua ini kalau mau dibilang kita ini orang bebas semua kan gitu. Jadi harus dibedakan. Orang selalu mengidentikkan preman ini sama dengan ormas. Karena oknum preman itu ada di dalam ormas. Dibilanglah ormas ini preman. Jadi kita harus pisahkan dulu. Jelas bahwa preman itu bukan ormas. Ormas itu bukan preman. ada preman yang ada di dalam ormas itu. Sehingga kalaupun terjadi tindakan premanisme di dalam organisasi itu, yang harus ditindak itu pribadi-pribadi, bukan organisasinya. Jadi kalau ada ormas yang berbuat tindakan preman itu adalah oknom. Oknum orang akan bilang enak banget gitu, tapi oknumnya banyak. Iya oknomnya. Pastikan diselidiki dulu. Jadi, siapa yang melakukan ini? Atas perintah siapa? Saya ee mau katakan begini bahwa di dalam ormas itu ketika ormas itu dibentuk, ketua umumnya dia hanya tahu ketua DPD DP-nya. He. Nah, selanjutnya ketua DPDPD DPD ini nanti dia pilih ketua DPC-nya. Ketua DPC-nya nanti dia memilih anggota-anggotanya dan rekam jejak dari anggota-anggota ini mereka enggak tahu. Hm. Begitu mereka masuk terus ada yang oknom-oknom yang latar belakangnya mungkin residivis. Mantan preman. Oke. Ada mantan preman, ada juga ustaz di situ, ada pendeta, ada semua orang di dalam organisasi itu. Ada mantan jenderal di dalam ormas itu. Jadi kita enggak bisa mengatakan bahwa ormas itu preman, tapi ada oknum preman yang ada di dalam ormas itu. Jadi ini harus dipisahkan. Saya sendiri mantan preman. Saya produksinya dari Pak Herkules di Tanah Abang. Dari tahun 90-an kami sudah ada di sana di Tanah Abang. Saya dengan Bang Herkules sama-sama sana. Tapi tidak selamanya semua orang itu mau jadi preman. Sama seperti saya. Saya sekarang bukan preman lagi, tapi mantan preman. Saya saya seorang advokat. Saya yang bela PGI Setiawan. Bebaskan dari Polda Polda Jawa Barat pada saat itu. PG kasus final ya. Kasus final. Saya juga lawyernya pendeta Gilbert. Hm. Saya lawyer dari beberapa artis juga. Oke. Membela orang-orang yang terzulimi. Ini mantan preman. Mantan preman. Tapi tidak selamanya kita ini jadi preman. Jadi Pak Haji Herkules juga kalau dibilang preman saya enggak terima juga. Karena saya produk kasil dari Pak Herkules langsung. Kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan selama ini tidak dilihat oleh publik tapi yang dilihat hanya masa kelamnya. Contoh kebaikan apa sekarang beliau itu pertama dia ketika tobat dia mualaf menjadi mualaf. Setelah jadi mualaf dia naik haji. Ya. Begitu dia naik haji dia bukan bawa satu dua orang. Dia bawa ada yang 40 orang. Berangkat lagi bawa 100 orang. Bakat lagi ratusan orang. Nah, teman-teman yang selalu menjifikasi bank Hercules ini pernah bawa pernah enggak bawa orang ratusan orang ke berangkat haji? Teman-teman yang menjustifikasian Bang Hercules ini preman pernah enggak kasih makan yatim piatu tiap hari Kamis? Saya ini suka jadi korbannya. Adik tolong transfer R5 juta, tolong transfer Rp50 juta. Ini untuk anak yatim piatu. Ini sudah berjalan 17 tahun. Bang Aiman dalam bakti-bakti sosial kalau ada gempa bumi, ada bencana alam banjir, ada kebakaran Bang Hercules sudah dengan gripnya sudah ada di sana. Nah, apakah itu preman yang datang ke sana bagi-bagi sembakau dan sebagainya? Coba saya mau tanya begini. Oke. Ee dengan segala kebaikan tentu ee ini menjadi sebuah apresiasi terhadap Bung Herkules, Pak Haji Herkules ya. Tapi bahwa ada masa lalu pernah dipenjara, lalu kemudian ketika ada konflik tanah kemudian dihubungi, mindset itu, pikiran itu yang kemudian muncul di tengah publik. Ya, tentu enggak semua sebagian publik menyatakan bahwa iya Hercules adalah preman. Bagaimana Anda menjawab itu? Kalau bagi saya mantan preman. Iya. Mantan preman? Iya. Iya. Oke. Tapi kalau dibilang preman itu saya rasa itu tidak tepat. Ingat bahwa apakah Anton Medan dia meninggal dikenang sebagai preman? Enggak. Dikenang sebagai seorang ustaz. Jadi kalau mau dibilang juga sesungguhnya waktu kami ada di Tanah Abang orang menjadi preman di Tanah Abang yang saya lihat teman-teman saya yang seperjuangan dengan saya pada saat itu. Itu rata-rata Bang Aiman itu 90% karena perut karena lapar. Nah, di sini saya mau mencoba mau melalui ee rakyat bersuara ini. Saya mau mengkritisi dalam hal ini pemerintah ya yang saat ini sedang membuat satgas ee berantas preman ya. Preman boleh diberantas. kami mendukung. Saya bukan saja ee penasihat di Grips, tapi saya penasihat di ee Garda Prabowo 08 juga yang dipimpin oleh Bang Fauka, mantan ee mantan Patimawar. Ya, beliau juga yang jadi saksinya bahwa Bang Herkules Haji Hercules ini adalah loyalisnya Pak Prabowo. Loyalisnya Pak Pak Presiden. Bukan berarti Pak Presiden membekingi membekingi. Tetapi mereka-mereka ini loyalis. Saya juga loyalisnya Pak Prabowo. Dari sejak tahun begitu K partai saya cuma dua. PDI mau berubah jadi PDIP. Saya masuk PDIP. Saya ribut tahun 2000 2020. Eh yang mana itu? Yang di Ponegoro itu 1996 19 27 Juli. 27 Juli. Oke. 27 Juli 98. 98. Yang mau berubah dari PDIP jadi PD. PDI jadi PDP. Kemudian begitu Gendrina berdiri saya orang pertama yang masuk diperintahkan oleh Pak Herkules untuk masuk ke Gerindra dan sampai hari ini saya masih anggota Gerindra tetap. Dan bagaiman, saya mau sampaikan bahwa Pak Herkules jangan kita lihat saja dari masa kelamnya beliau. Tetapi apa yang beliau lakukan termasuk ini saya mau buat mau sampaikan ini supaya clear. Masyarakat Indonesia juga tahu bahwa Pak Herkules ini juga adalah pejuang pejuang bagi bangsa ini. Di mana dia TBO namanya TBO Taga Bantuan operasi dan Kopasus sangat bergantung pada Pak Herkules. Apa waktu itu dan ini yang disampaikan oleh Bang Fauka. Jenderal Fauka sampaikan ini apa yang dilakukan Pak Hercules waktu itu? Pak Herkules menjaga gudang dipercayakan gudang pegang gudang senjata, pegang gudang granat dan peluruh. Gudang amunisi. Gudang amunisi. Kalau waktu itu dia mau berkhianat untuk bangsa ini, bisa saja dipanggil Fretelin yang jadi musuh negara bangsa Indonesia pada saat itu. Kasih itu peluru-peluru, habisin ini TNI. Bisa saja. Dan ketika mereka seanda ketika mereka perang, Kopasus itu perang, Bapak-bapak TNI itu perang, TBO itu bersama-sama dengan mereka. Pretelin tembak TNI tembak juga TBO juga. Jadi jangan berpikir, jangan bilang bahwa Pak Herkules enggak punya jasa. Pak Herkules itu punya jasa untuk bangsa ini juga. Bahkan beliau biasa yang e saya mau sampaikan kepada rekan ya, bahwa Bang Herkules ya dalam pidato-pidatonya dia tidak pernah bilang bahwa Pak Prabowo itu membekingi grip, tapi dia mengatakan bahwa secara omal ehional dia dekat dengan Pak Prabowo karena memang dia loyalisnya Pak Prabowo. anggota Grip yang ada 3 juta ini pendukung Pak Prabowo semua. Lalu kalau dibubarkan sama dengan membubarkan ini suaranya Gerindra ini. Iya kan? Bukan berarti kita mau bilang begini supaya mau mengatakan bahwa GRIP ini dibikingi oleh Pak Prabowo atau dibokingi oleh petinggi-petinggi Gerindra. Enggak ada. Rp1 rupiah pun Gerindra tidak pernah kasih uang untuk perjuangan Pak Perbowo menjadi presiden. Rup pun. Rupiah pun Gerindra maupun Pak Prabowo tidak pernah kasih buat GRIP. Gerindra. Oke. Memenangkan Pak Prabowo jadi presiden dari 2009 sampai sekarang itu keluar kantong pribadi. Saya juga keluar kantong pribadi juga. Hm. Oh, gitu. Jadi teman-teman, rekan-rekan, kalau tidak paham sampai ke dalam, tolong tolong juga jangan menjustice. Termasuk preman. Preman itu juga manusia. Boleh kita mendukung untuk memberantas, tapi pemerintah tolong berikan lapangan pekerjaan buat mereka. Karena kalau tidak diberikan lapangan pekerjaan buat mereka, ingat orang lapar itu lebih berani daripada polisi dan tentara. Patah tumbuh hilang berganti. Cari solusi. Berikan mereka pekerjaan. Bang Aiman, saya mantan preman. Saya tobat. Saya aktif di dunia. Saya aktif juga di kerohanian. Selain sebagai seorang advokat, saya juga aktif di kerohanian. Begitu saya tobat, saya layani teman-teman saya yang di dunia gengster. Yang muslim saya suruh salat lima waktu, yang Kristen saya suruh ke gereja. Dan saya kasih makan mereka ribuan orang, Pak. Bang Aiman sampai hari ini. Sampai hari ini saya punya anak mantan premantan Abang. Anaknya kuliah S1, S2 di Inggris dan lulus kum laut. Bang Aiman ini bukan anak saya anggota anak saya. Anak kandung saya. Anak kandung gimana? Anak kandung saya. Mantan preman. Saya bilang mantan preman abangnya ini. Oke. Anaknya bisa kuliah di London. Iya. Kampus apa itu? Universitas LS LSI eh London. London School Economic ya. Ya. Oh, London School of Economics. Oke. I luar biasa itu Bang Hercules empat anaknya. Kalau dia profesionalnya masih profesionalisme masih tetap di preman. Dia melihat bahwa di dalam preman itu menjanjikan pasti empat-empat anaknya disuruh jadi preman semua. Ternyata sekarang anaknya kan di luar negeri semua kuliah di luar negeri semua juga anaknya Pak Haji Herkules di luar negeri Pak Haji di luar luar negeri semua kuliah di luar negeri semua di negara mana aja itu satu di Amerika sudah lulus yang satu di Inggris dua di Australia jadi jangan kita terus kita menjustice orang bahwa terus dia berlabel preman Pak Haji Herkules itu bukan preman lagi. Kalau mantan preman Iya. Tapi kalau dibilang preman terus enggak, bukan bukan preman. Jadi kemarin juga saya melihat salah satu yang saya mau kritisi terhadap si siapa? Bang Saur Siagian itu tentang mengatakan bahwa itu ada Brimop lihat-lihat begitu tunjuk-tunjuk dan sebagainya termasuk ada orang saya enggak makan orang. Harus tahu konteksnya harus tahu. Anda tadi rekan bilang bahwa harus tahu secara menyeluruh. Jadi jangan hanya teriak-teriak di media ini maksudnya apa? Salah satunya itu tahu udah putusan Mahkamah Agung ingkrah. Lalu Brimov datang bawa laras panjang terus mau usir orang-orang yang sudah duduki tanah itu, yang sudah ingkrah, yang ahli waris punya tanah yang dikasih kuasa di situ. Terus bolehkah BRIMu ee mengeksekusi tanah? bisa hanya mendampingi atas permintaan pengadilan seperti itu. Jadi jangan cuma main teriak-teriak, asal teriak-teriak aja gitu. Kita kan hukum positif itu tidak mengenal asumsi. Jadi kalau mau teriak itu harus ada bukti dulu. Harus tahu yang sebenarnya. Jangan terus menjasis, terus teriak-teriak, tangkap Herkules, bubarkan grip itu kan enggak baik. Oke. Baik. Kita berikan tangan untuk Bung Zulf, Bung Nicholas Kili. Kita akan kembali saat lagi taplah bersama kami di rakyat [Tepuk tangan] [Musik] bersuara. Dari tadi belum bicara, tapi saya ingin sampaikan dulu ini pertama kali ya GRI hadir berbarengan di sini. Betul ya, Bang? Bang Zulfikar ya eksklusif nih sebenarnya malam ini nih ya dan sekaligus menjelaskan meskipun juga harus di ee apa namanya di dicrossfire di ee uji dengan pemikiran-pemikiran lain yang selama ini muncul di media sosial. Karena selama ini kan juga sangat masif di media sosial terutama grip preman dan lain sebagainya. Sekarang Anda berusaha untuk menjelaskan meskipun ya itu ada hal yang kemudian tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat sebagian masih beranggapan seperti itu. Nanti saya berikan kesempatan lagi. Saya sekarang berikan kesempatan ke Bung Novel B Mukmin. Silakan. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Menarik sekali ee dialog malam ini yang bisa mempersatukan kita untuk sama-sama melangkah ke depan. dengan langkah yang positif. Saya pun melihat memang luar biasa apa yang rami di media ini selalu pasti ada yang dirugikan. Nah, di sini ee lewat rakyat bersuara ini insyaallah semuanya bisa diselesaikan karena GRIP juga telah memberikan klarifikasi yang begitu luar biasa yang mudah-mudahan masyarakat mengerti. Jangan hanya menjadi korban media-media yang sepihak, tapi juga harus dilihat media sosial ya, Mas, media-media sosial yang lawannya agar berimbang. Nah, adapun langkah pemerintah kita melihat pasti tujuannya bagus. Cuman perlu juga dikoreksi, perlu juga intropeksi diri. Boleh saja membentuk satgas-satgas yang untuk ee mengentaskan daripada premanisme untuk melawan daripada premanisme juga ada. Bahkan ada kepentingan untuk undang-undang ormas ini direvisi. Padahal sudah dari jalannya sudah jelas dari tahun dari 2013 Undang-Undang Ormas Nomor 17. Kemudian bahkan ada Perpu nomor 2 tahun nomor 2 tahun 2017 sampai perubahan yang sudah diundang-undangkan yaitu nomor 16 tahun 2017. Nah, saya melihat harus premanisme ini harus mereka selesaikan dengan sebaik-baiknya. Karena kenapa dengan sebaik-baiknya? Rapihin dulu di tubuh mereka. Karena di tubuh mereka justru preman preman sesungguhnya itu preman-preman ber berjinas dan preman-preman berseragam. Ini yang merusak karena mereka ada di balik kepentingan yang ingin merusak bangsa karena banyak oknum. Jangan, jangan dipercaya itu yang berseragam. Begitu juga ada preman-preman politik. Nah, dalam kesempatan ini Prabowo pasti punya lawan politik. Lawan politik enggak bakalan diam. mereka akan merongrong terus pemerintahan sehingga bagaimana mereka untuk menguasai negara ini dengan cara yang zalim. Nah, kita juga menjadi korban. Saya di Ormas, Sekretaris FPI DKI Jakarta jabatan 2009 sampai 2014. di akhir zabat di akhir jabatan saya, saya menjadi korban premanisme berdinas, premanisme berseragam, premanisme yang di betul-betul ditunggangi oleh kepentingan politik. Karena kita melihat kita justru yang tiap hari di FPI kami itu setiap hari melakukan aksi kemanusiaan yang enggak pernah berhenti. Kita bangun rumah setiap apapun kesulitan dari zaman dulu kalau Anda buka itu media ataupun YouTube buka aksi kemanusiaan paling FPI yang paling terdepan memimpin aksi kemanusiaan termasuk saya relawan di Aceh yang tiap hari ketika 2004 saya tiap hari kerjaannya hanya mengangkut mayat tanpa dana pemerintah sedikit pun. Artinya kerjaan kita itu memang ada yang tidak suka. Apalagi mohon maaf kita juga mendukung Prabowo 20149 kita yang paling menjadi korban. Kenapa? Karena keganasan politik. Bahkan di depan Bawaslu berapa orang yang mati sampai terus dikerjakan oleh oknum-oknum karena mereka punya anggaran yang harus bekerja. Ini yang sulit. Ini yang dikerjakan oleh oknum-oknum untuk memenuhi anggaran mereka. biar mereka ada kerjaan. Nah, anggaran ini yang harus diserap, yang mereka harus kerjakan. Akhirnya timbul kegaduhan. Sebenarnya ada oknum-oknum yang bermain. Karena saya pernah ditawarin 2 miliar untuk bikin unjuk rasa. 2 miliar. 2 miliar oleh oknum polisi. Wah, ini saya baru tahu ternyata memang ada permainan karena memang ada anggarannya. Unjuk rasa untuk melawan siapa? Misalnya lawan siapa saja. Yang penting harus ada kegiatan. mereka tambah rusuh, mereka tambah untung untuk menggunakan jabatan mereka, posisi mereka, tempat mereka itu sangat penting. Jadi, ada yang bermain oknum-oknum ini yang berdinas ini, yang berseragam, ini yang paling berbahaya. Dan ini kita termasuk semua korban adu domba. Ada yang bermain di belakang. Kita melihat ini gaya komunis ini enggak terlepas. Gaya komunis, gaya-gaya komunis ini sudah luar biasa. Kita menjadi korban-korban gaya-gaya komunis. Kenapa? Kenapa? Memang adu domba aparat dengan aparat diadu domba. ormas jadi domba. Sehingga Indonesia ini dibuat gaduh. Sehingga ketika kita dakwah saja ada ormas-ormas yang bermain atas nama keagamaan, atas nama-nama tokoh tertentu itu bisa ee mengusir seorang ustaz, bisa mengusir seorang habaib yang lagi berdakwah. Sebentar, sebentar. Ee ini ini muncul lagi istilah ini. Jadi, Anda menilai bahwa pembubaran FPI itu karena ada kekuatan komunisme waktu itu. Iya. Karena biar bagaimanapun ini kita enggak bisa lepas. termasuk juga apa yang kemudian sekarang sedang melakukan misalnya operasi pembusukan grip misalnya bisa terjadi seperti itu karena memang kita apa apa tujuannya bukankah komunis sudah ya tentu tidak ada yang mati secara di atas meja memang sudah tidak ada tapi gerakan ideologi tidak pernah ada yang mati tapi maksud saya apakah masih relevan berbicara komunisme sekarang oh sama sangat berelevan karena komunis itu tampil bahkan masuk ke DPR tampil RUHP itu produk komunis gimana RUHP kemarin itu produk komunis HIP. HIP haluan ideologi Pancasila itu produk komunis yang memang Pancasila ketuhanan ini yang akan dilumpuhkan, akan dihabisi. Nah, mereka enggak bakalan diam. Ada orang-orang yang merongrong negara ini yang memang kita enggak sadar kita menjadi korban dadu domba yang mereka m-mainkan media, yang mereka m-mainkan daripada ee apa yang mereka kerjakan ini memang kita menjadi target untuk terus Indonesia dibuat gaduh. Apalagi kita melihat ada merongrong-merongrong pemerintahan Prabowo yang memang ketika itu kita sudah enggak kaget, kita sudah menjadi korban. Bahkan sampai kilm 50 apa yang disampaikan oleh Sambo. Ini memang kerjaan ternyata yang paling dahsyat. Preman berdinas adalah Sambo. Itu sudah jelas. Nah, kita mau sekarang ini bersihkan dulu ee di instansi pemerintahan ini oknum-oknum preman berdinas, oknum-oknum preman berseragam ini untuk dibersihkan. Kalau itu sudah bersih, boleh bersihkan preman-preman mungkin yang mereka anggap preman ini dibersihkan. Nah, produk-produk seperti ini ini enggak bakalan selesai sebelum Indonesia hancur, sebelum Indonesia digenggam tangan komunis. Itu mungkin yang bisa sampai hari ini Anda melihat gitu sampai hari ini itu enggak pernah berhenti. Apa tanda-tandanya menurut Anda? Jadi kita melihat ee tanda-tandanya ini memang ee luar biasa untuk kemarin memang mereka gagal mengganti Pancasila karena kita ini semuanya dipersatukan. Hercules, Bang Haji Hercules itu menyunjung tinggi nilai Pancasila. Unsur ketuhanan jalan dan enggak pernah berseberangan dengan apa yang kita perjuangkan untuk melawan penista agama. Nah, kelompok-kelompok ini, orang-orang ini yang merongrong pemerintah Indonesia yang pasti mereka ingin meruntuhkan daripada unsur-unsur ketuhanan yang memang saat ini kita masih berpegang teguh dari Pancasila. Kalau Pancasila sudah hancur, mereka akan leluasa menghancurkan negara ini. Karena kita ini penganut Pancasila, kita taat Pancasila, kita semuanya dipersatukan oleh Pancasila. Mereka akan hancurkan itu Pancasila. Terima kasih Pancasila. Oke. Baik, kita akan kembali saat lagi. Tap bersama kami di rakyat [Tepuk tangan] [Musik] bersuara. Oke, sampai pada sesi terakhir ra bersuara. Saya akan mulai dari Bung Sunan Kalijaga. Silakan. I yang pasti melihat kegaduhan terkait dengan ormaslah, premanisme lah, itu semua tidak lepas daripada bagaimana kita ya ingin supaya Indonesia ini ee bersatu ya, tidak terpecah belah. Maka mohon izin Bapak Presiden ee dengan ee para jajarannya bersama ini kami mohon ya ee bahwa untuk para ormas-ormas atau anggota-anggota ormas ini diwajibkan untuk ikut sebagai kader bela negara. Bela negara. Bela negara. Jadi maksud dididik militer gini bukan militer bela negara tuh ada edukasi pemahaman terkait dengan bela negara ada pelatihan fisik iya seperti kalau ee di Kementerian Pertahanan tuh ada komponen cadangan angkatan darat Komcat H gitu biar sama-sama kita tidak bisa diadu domba oleh pihak mungkin saja pihak luar ya yang bermain karena untuk perang zaman sekarang untuk perang agresi militer itu sudah tidak mungkin kecil kemungkinan lah ya kecil kemungkinan yang ada adalah ya itu tadi seperti yang dikatakan ee apa namanya, Pak? Ini adalah adu domba. Adu domba. Adu domba. Dan Anda melihat bahwa apa yang kemudian muncul di media sosial terkait Grip adalah adu domba. Ya, tidak menutup kemungkinan ya, karena kan sesuatu yang gaduh, sesuatu perpecahan itulah yang mereka saat ini menonton kita malam ini lagi tertawa gitu loh. Berhasil membuat saya sesama advokat jadi berantam, sesama ormas mungkin saling juga ee ribut ya. ini betul-betul yang kita harus waspadai. Oke. Maka bersama ini saya mohon ya Bapak Presiden kita ya dan ee para jajarannya semua anggota ormas wajib edukasi bela negara. Terima kasih sebelum saya ini karena silakan Abang dulu tadi mungkin bisa ditambahkan tadi ya. Jadi memang ada bentuk ada domba betul ya. Saya sendiri juga sebagai kader bela negara ya, bahwa di ee kader bela negara itu penting juga memang didoktrin tentang cinta tanah air dan juga persatuan dan kesatuan. Jadi benar kalau saran Bang Sunan tadi bahwa semua orang itu harusnya juga memang perlu dididik e terkait dengan bagaimana bela negara, bagaimana kita mencintai bangsa ini. Karena orang kalau sudah cinta bangsa tidak mungkin akan berbenturan, tidak mungkin akan terjadi hal-hal adu dombanya yang saat ini kita lihat yang ee kasat mata. Oke. Kalau bicara preman ya, kalau menurut saya preman yang saat ini kita lihat yang kasat mata yang terjadi di republik sebenar itu adalah koruptor-koruptor. Oke, itu prema sebenarnya yang harus ditindak, yang harus dihukum seberat-beratnya. Kalau bicara preman yang sekarang berkedok ormas oknum yang memalak yang melakukan tindak kriminal tangkap tangkap kita kembali tangkap tidak ada yang kembal hukum ya supaya jangan sampai menjustifikasi ormas adalah preman preman adalah ormas ini harus dipisahkan dulu ini supaya tidak membuat masyarakat melihat ormas itu, oh ini preman nih ini kan satu hal yang menurut saya perlu disampaikan kepada publik bahwa masyarakat berorganisasi, masyarakat berserikat berkumpul menyampaikan pendapat itu kan dilindungi oleh undang-undang. Lalu kalau ada oknum melakukan titik kriminal itu adalah oknum. Maka rekan-rekan saya, saya tadi sampaikan berkali-kali bahwa kalau memang mau tumpas, jangan hanya tumpas ormas grip, jangan hanya bawa nama Herkules, tetapi harus semua yang namanya ormas, Saudara harus melakukan tindakan seperti yang saudara sampaikan di Komisi 3 itu harus seluruh ormas munculkan dong nama-nama yang lain. Kenapa harus justifikasi harus nama Herkules yang sampai saat ini kami belum dapat jawabannya. Jadi saya sampaikan kepada semua masyarakat Indonesia, kita juga harus melihat sesuatu objektif. Banyak media-media hoak bahkan kami tadi sudah jelaskan berkali-kali media sosial maksudnya. Iya banyak juga media sosial yang hoaks. Sehingga tadi Pak Sekjen juga sampaikan kalau ada case-kase seperti tadi rekan sampaikan oh di Depok kan semua orang mata memandang ini Grib. Padahal dari organisasi sudah jalan P. Mereka ini bukan anggota Grib. Tapi kenyataannya di publik orang menjustifikasi bahwa kasus Depok itu yang melakukan pembakaran kriminal itu adalah anggota KRI. Tadi sangat jelas Pak Sekin menyampaikan itu. Jadi teman-teman saya kalau menyampaikan sesuatu ke publik cek dulu mungkin check and balancing ke Grip dulu sampai benarkah ini anggota Grip. Karena apa yang disampaikan itu fitnah. Faktanya tidak anggota KRIP. Beliau sampaikan itu dari organisasi KRIP. Hati-hati loh kita ini negara hukum apalagi yang berbicara seorang advokat harus berbicara berdasarkan yang namanya atas bukti ada dasar hukumnya. Jadi saya minta klarifikasi kepada teman-teman yang berdua mau kalian mau sampaikan atau tidak bahwa apakah saudara ada ya menjustifikasi nama Herkules secara pribadi ya supaya ini jelas dulu di publik nih. Karena kegaduhan ini ada terjadi ketika nama Hercules diminta ditangkap ya. Yang kedua, kasus Depok adalah GRI. Grip harus dibubarkan. Apakah GRP yang melakukan? Kan tadi sudah dijelaskan Sekjen itu adalah ketua organisasi sebenarnya. Ternyata kan tidak. Berarti apa yang disampaikan oleh saudara ini kan berarti kan berita hoak fitnah. Apalagi dari pihak kepolisi yang benar ya yang menyampaikan bahwa ternyata pelakunya adalah personal bukan anggota Grib. Makanya ini hati-hati. Jadi ada hal-hal yang tadi saya sampaikan soal masalah Depok. Eh Hercules harus ditangkap. Ini juga harus diklarifikasi. Kami hanya minta kalau memang itu keliru sampaikan permintaan maaf kepada publik. Oke. Karena apapun itu semua orang di republik ini equality before the law. Semua orang bersamaan kedudukan di mata hukum. Ya, terima kasih. Baik, terima kasih. Ini closing statement ya. I ya. Jadi pemirsa semua rakyat Indonesia, langkah kami ke Bares Krim dan ke Komisi 3 adalah untuk karena kami peduli terhadap ee negara ini. Itu bukti dari kecintaan kami terhadap negara ini karena melihat banyaknya aksi-aksi ee premanisme yang terjadi. yang kami sampaikan ini secara luas ya tentang tindakan perilaku premanisme tidak hanya yang dilakukan oleh ee perorangan ataupun ormas, tetapi juga kami sampaikan bahwa preman yang menggunakan seragam lalu kemudian ee pejabat yang menggunakan jasa preman termasuk advokat yang menggunakan jasa preman ya karena ada juga kan gitu. Jadi semata-mata hanya karena kami peduli terhadap ee negara ini ya. Karena jangan sampai investasi kita kacau. Jangan sampai orang tidak mau berinvestasi ke negara kita. Karena kenapa? premanisme juga timbul dari kesulitan ekonomi. Nah, kalau kita tidak ada investasi, tidak ada usaha di sini di Indonesia, bagaimana pekerjaan kita? Banyak yang DPHK, ternyata di Indonesia juga ee angka pengangguran juga cukup besar, ya. Nah, maka yang kami minta itu adalah tindak semua pelakunya, ya. pelaku-pelaku yang ee disinyalir ee melakukan tindakan-tindakan premanisme. Itu yang kami minta supaya tidak mengganggu inkil investasi. Kalau tidak ada investasi, kita juga yang susah. Kita juga yang tidak bisa mendapatkan lapang pekerjaan rakyat juga. Maka akan timbullah preman-preman berikutnya. Demikian Bung Aiman. Terima kasih. Silakan Bung Nikolas. Iya. Saya dalam kesempatan ini dalam closent ini saya ingin mengajak pemerintah sah-sah saja membentuk Satgas Pembasmi Preman dan kami sangat mendukung itu. Tetapi perlu diingat bahwa preman itu juga anak bangsa, preman itu juga manusia. Kalaupun diberantas, siapkanlah lapangan pekerjaan buat mereka. Sehingga mereka tidak akan jadi preman lagi kalau cuma diberantas, dimasukin penjara, terus setelah itu dianiaya, dipukul, lalu dipertontonkan di televisi bahwa ini polisi berhasil memberantas preman, satgas berhasil memberantas preman. Perlu dikasih apresiasi tapi enggak dikasih solusi. Dia pasti saya jamin 1 juta persia keluar. Sekali lagi saya mau tekankan bahwa orang lapar itu lebih nekat daripada tentara dan polisi. Yang kedua saya pertegas tadi yang Bang Noval sampaikan tadi bahwa yang perlu diberantas itu adalah preman-preman yang berlindung di balik seragam. itu tender-tender proyek itu yang di pemerintahan itu harus dibersihkan karena bridging di depan ratusan miliar triliunan banyak. Dia duduk ketawa sementara dia makan uang rakyat. Setiap kali mau tender bridin dulu di depan briding depan. Yang kenyang siapa? Oknom-oknom ini yang berlindung di balik seragam-seragam pemerintah, seragam-seragam kepolisian, seragam-seragam TNI mungkin. oknum-oknum. Saya tidak bilang ini instansi, tapi saya bilang oknum. Karena mereka pegang jabatan-jabatan penting. Ketika mau tender harus bayar di depan dulu bridging. Ada juga yang istilah dako dana komando. Wah, jadi eh saya tahu ini. Kenapa saya sebut ini? Karena saya ini legalnya pindat. Sekarang saya 8 tahun jadi legalnya pindat. Sekarang saya enggak jadi legal pindat lagi. Saya tahu permainan-permainan ini. Ini yang perlu diberantas. Mulai dari DPR Rya sampai kepada menteri-menterinya sampai kepada dirjen-dirjennya, kepala-kepala dinasnya. Apalagi di PUPR itu. Itu coba diperiksa semuanya itu KPK, jaksa segala macam. Selidiki mereka itu. Itu masih banyak praktik-praktik itu. Praktik-praktik itu sampai hari ini masih ada. Saya kira itu, Bang I. Baik. Terima kasih. Kalau yang dipindat juga dibuka dong, ya. Yang dipindat berani dibuka dong. Oh, dipindat. Saya enggak tahu itu karena karena saya hanya tahu di karena saya dipindat ya permain-permainan ini. Waduh, ini sulit sekali. Pidat sering enggak dipakai. Kenapa? Karena enggak ada dana komandonya. Oke. Dana komando itu maksudnya untuk ya untuk untuk pejabat-pejabat yang berkepentingan. Oke. Oke. Oke. Baik. Sedikit dibuka. Kapan-kapan kita bicara soal itu. Silakan. Ee Bung ee terima kasih. Mohon apa dulu? Saya sepakat bahwa masalah premanisme ini tidak berdiri sendiri dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. premanisme ini terkait betul tadi yang disampaikan Rekan terkait dengan masalah lapangan kerja, terkait dengan soal penegakan hukum. Jadi yang terutama menurut saya adalah Presiden Prabowo Subianto harus menjadikan momentum ini untuk memperbaiki terutama soal penegakan hukum. Kalau ada kepastian hukum, investor akan masuk ada lapangan kerja. Kalau penegakan hukum yang baik, masyarakat percaya terhadap penegakan hukum, premanisme tidak akan laku. Karena mekanisme hukum bisa berjalan dengan baik. Orang punya sertifikat yang tidak bisa memiliki tanahnya, dia akan menggunakan jasa preman. Orang punya putusan pengadilan tapi tidak bisa mendapatkan haknya, dia akan mencari jasa preman. Jadi sangat terkait dengan soal penegakan hukum. Penegakan hukum yang baik akan mencegah premanisme. Penegakan hukum yang buruk akan mempersubur oke premanisme. Terima kasih. Baik, silakan Bu Novel. Silakan. Baik. Kalau kita melihat daripada perangkat hukum kemudian penegak hukum itu semua sudah ada berjalan. Cuman tinggal lemahnya ini penegakan hukum. Jangan segala sesuatu berkaitan dengan ormas dibidik ormasnya. Karena FPI yang paling menjadi korban. Kita enggak pernah melakukan tindakan-tindakan daripada unsur sara, kemudian merongrong Pancasila, Undang-Undang Dasar, tidak menimbulkan ketakutan, tidak menebarkan ee ketakutan, merusak ketentraman, ketertiban itu lakukan karena kita bagaimana kita ini menjadi pelayan umat dan akan kita bagaimana berjuang untuk bangsa ini bisa maju ke depan. Nah, kita melihat apa yang dilakukan presiden kita sudah bagus. Merangkul semua kelompok, merangkul semua golongan baik yang sejalan maupun tidak sejalan itu sudah dirangkul itu sudah bagus itu logonya daripada prabu Pak Pak Prabowo kita. Nah, kita tinggal bagaimana menjalankan ini untuk rembuk segala sesuatu apa yang disampaikan oleh Pak Zulkifi yang beliau ngerti tabayun. Artinya check and receck, bertanya dulu. jangan kita menjadi korban yang tidak ee klarifikasi, check and receck, kemudian menghakimi. Sehingga ini yang paling berbahaya dan ini saling menimbulkan daripada ee masing-masing melakukan provokasi. Nah, saya dipenjara ketika itu dengan pasal provokasi 160 tahun berapa itu kasus ee ketika ee ada serangan terhadap ee penistaan agama yang ketika itu dilakukan 2014 akhir ee pada saat ee perayaan Idul Adha itu Ahok menghimbau untuk tidak melakukan pemotongan hewan di halaman masjid. Dalam ini kan provokasi menyerang Islam. Nah, ketika menyerang Islam kita hanya membela agama. Saya orang tenabang. Saya Betawi asli saya bela kampung saya. Ketika kita bela kampung saya, ketika kita bela agama saya, ada oknum. Lagi-lagi oknum preman berdinas, oknum berseragam bermain di sini. Ternyata disepint, diprint itu semuanya sudah direkarasa untuk bentrok. Jadi bukan untuk kita dibuat demo saja, kurang proyek, kurang menguntungkan. Bagaimana kalau negara ini dilakukan ada unsur-unsur demo, kemudian juga sampai terlibat bentrok itu yang laku, itu yang akan laku dijual. Mereka akan mengeruk keuntungan daripada polemik-polemik polemik-polemik dan bentrokan-bentrokan di antara K mereka yang mengambil untung. Ada orang-orang yang diuntungkan saat ini dan itu bukan sedikit daripada yang mereka mengikutan, tapi negara yang akan dirongrong. Bagaimana negara ini runtuh seruntuh-runtuhnya karena Indonesia enggak lepas dari permainan perebutan Amerika dan perebutan daripada orang-orang oligarki busuk yang akan terus merongrong negara Indonesia ini. Nah, kita melihat Prabowo sudah luar biasa melakukan apa yang dikerjakan ini sudah merangkul. Tinggal kita menyambut untuk kita bersama-sama membangun kedepankan tabayun, kedepankan kita silaturahmi untuk guyub bersama, duduk bersama sama-sama insyaallah semua persoalan bisa diselesaikan. Terima kasih. Oke, baik. Terakhir Bang Suul, silakan. Baik, terima kasih Bang Aiman. Ee dari kami Organisasi Grip Jaya, saya selaku Sekretaris Jenderal mewakili Bapak Ketua Umum menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, Bapak Ketua Umum, Bapak Haji Sosial Masal dan Grip Jaya memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akhir-akhir ini juga terhadap para purnawirawan yang terprovokasi, yang terhasut atau salah paham dengan semua yang terjadi. Ya, atas nama Bapak Ketua Umum saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Grip Jaya tidaklah seperti apa yang diframing pada akhir-akhir ini. Grip Jaya adalah organisasi yang punya tujuan baik bagi bangsa dan negara dan untuk para anggotanya. Grip Jaya akan terus tetap jalan tegak. Kami tidak takut. Kami tidak tidak goyah. kami tetap tegar. Tapi akhir hal-hal yang terjadi akhir ini justru semakin membuat kami tambah mawas diri, tambah berhati-hati dalam melangkah, bertindak, dan berbicara. Jadi itu yang saya sampaikan Bang Aiman. di Grip Jaya juga banyak pada para praktisi hukum yang bergabung di kami, para anggota dewan yang bergabung di kami, para purnawirawan jenderal, purnawirawan dengan berbagai macam ee pangkat. Ada ribuan orang dalam organisasi kami, Bang Aiman, yang bergabung dengan kami bersama-sama membangun organisasi ini untuk menjadi organisasi yang terus semakin baik, semakin baik. Ini kami ini sedang berjalan, Bang Aiman. sedang berjalan memang ya suka enggak suka harus diakuin Grip Jaya hari ini adah sebuah organisasi yang salah satu organisasi yang terbesar di Republik Indonesia. Terbesar. Terbesar. Salah satu ya salah satu yang terbesar di Indonesia hari ini. Nah mungkin ada berapa anggotanya Bang ya? Berapa anggotanya semua? Kami lebih dari 2 juta orang. 2 juta orang yang berseragam ini i di seluruh Indonesia. Oke. Yang punya seragam grip dan kartu anggota ya. Iya. Yang by database Bang Aiman. Oke ya. Ee jadi mungkin ada pihak itu lebih dari TNI PORI itu i jumlahnya luar biasa. Kami ada anggota aktif, ada simpatisan, ada para pengurus, ada para penasehat, para pembina, semua lengkap. Kami lengkap. Nah, jadi organisasi ini dibentuk untuk tujuan yang baik ya biar semua pemirsa mengetahui dan Bapak H. Herules Rosario Marsal tidak pernah mengajarkan kepada kami para pengurus dan anggota untuk melakukan pelanggaran hukum. untuk berkomplot melakukan pelanggaran hukum atau menjadi mafia ya m-backup-backup sesuatu, memalak-malak sesuatu tidak pernah. Kalau itu terjadi saya orang pertama yang keluar dari GRIP. Oke. Saya Sekjen Grip seorang profesional. Saya Haji Zulfikar. Tidak pernah ada arahan itu memeras dan lain sebagainya. Ketua Umum jauh sebelum ramai-ramai ini terjadi, di dalam berbagai kesempatan dari dulu ya, dari berbagai kesempatan dalam pelantikan-pelantikan selalu beliau mengatakan GRP Jaya tidak kebal hukum, anggota Grip Jaya tidak kebal hukum, ketua umum Grip Jaya tidak kebal hukum. untuk para anggota untuk tidak salah melangkah melanggar hukum itu jejak digitalnya ada bisa dilihat di YouTube-YouTube, di TikTok-tiktok ada itu berseliwuran bahasa ketua umum kami itu. Itu bukan bukan bukan ngada-ngada saya gitu. Dalam berbagai itu sudah lama disampaikan selalu beliau mengingatkan kepada ee para anggota kami juga para pengurus. Beliau mengingatkan, “Jangan sampai kalian salah jalan, Sekjen. Kamu hati-hati, kamu hati-hati.” Terus bentar saya saya tergoda untuk bertanya. Bagaimana menghidupi 2 juta anggota itu? Itu semua buy mandiri. Masing-masing mandiri. Maksudnya mandiri dalam artian Grip Jaya para anggota itu diperbolehkan mencari ee ee apa? pekerjaan pekerjaan masing-masing menggunakan ee ee apa bendera organisasi dengan cara yang baik, benar, tidak melanggar ee hukum dan norma-norma agama. Sasa saja saya sebagai Sekjen Grip apa enggak boleh saya bekerja? Terus ketika saya bekerja dengan dapat uang yang halal, saya salah dengan status saya sebagai anggota Grib kan tidak. Selama itu tidak melanggar hukum, selama itu tidak melonggar norma-norma agama, norma-norma adat, ideat, dan budaya kita. Apa yang salah di situ, Bang Aiman? Jadi, dan itu yang kemudian dijanjikan oleh Grip tidak akan melanggar hukum, tidak akan melanggar norma agama tadi disebutkan dan juga adat istiadat dan budaya kita. Itu pesan ketua umum kami selalu kepada seluruh anggota. selalu kepada seluruh anggota dan secara individu adab dari ketua umum kami itu menjadi contoh buat kami. Contoh Bang Iman. Saya ini seorang muslim yang sudah dari kakek saya muslim, bapak saya muslim, saya muslim. Pakulus itu seorang mualaf. Tapi saya kadang merasa malu dengan beliau ketika beliau menelepon saya, mengingatkan saya, “Kan kami beda ruangan. Sekjen ayo salat. Saya kadang-kadang malu loh. Itu contoh. Beliau itu mencontohkan kepada kami. Beliau itu salat 5 waktu. Puasanya aja saya kalah. Bang Aiman ini demi Allah saya bersaksi di sini Bang Aiman. Puasa beliau itu saya kalah. Beliau itu puasa Senin Kamis itu enggak putus Bang Aiman. Apalagi puasa Ramadan. Saya maaf maaf saya memang seorang haji tapi puasa Ramadan saya jalanin. Puasa Senin Kamis saya hampir tidak gitu kalah sama beliau gitu. Apalagi dalam hal bersedekah. setiap malam Jumat di rumah beliau itu ratusan anak yatim piatu disantunin itu sudah berlaku 17 tahun semenjak beliau itu keluar dari dunia hitam. Sejak beliau itu mengikrarkan dirinya kepada istrinya, beliau berjanji untuk bertobat dan beliau buktikan istikamahnya sampai hari ini. Itulah yang membuat magnet bagi diri beliau itu sehingga dicintai oleh banyak masyarakat dan bergabung mengikuti beliau. Kami ini semua anggota kami ini kagum dengan beliau. Hari ini berapa banyak orang tokoh pejabat dulunya ya dengan pangkat yang tinggi atau dengan seorang pengusaha dengan uangnya yang begitu banyak membentuk organisasi, membentuk sebuah perkumpulan enggak ada anggotanya Bang Aiman. Tapi Pak Hercules dengan uang dia yang seadanya ya uangnya dia ada uangnya. Beliau juga insyaallah alhamdulillah rezeki beliau banyak. Tapi dibandingkan dengan mereka-mereka itu baik beliau tidak mengandalkan uang membangun membangun organisasi ini. Beliau mengandalkan emosional. Jadi simpatik daripada anggota kepada beliau itu itulah yang menjadi beliau besar hari ini. Baik, demikian closing statement saya. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak-bapak semua. Dan tentunya kalau kita berpikir tidak perlu ada istilah ormas preman atau sebaliknya preman ormas kalau penegakan hukum berjalan dengan baik dan tanpa pandang bulu. Kita simak nanti bagaimana kemudian proses-proses ini ke depan dan kita berharap penegakan hukum Indonesia semakin baik dan juga kritiknya terhadap penegakan hukum jika memang ada yang tidak baik terus disuarakan. Saya Aiman Ucaksono. Sampai jumpa. di rakyat bersuara berikutnya. [Musik] [Musik] [Musik] Acara ini dipersembahkan Boleh.

Yuk Subscribe https://www.youtube.com/c/OfficialiNews

Tanggal tayang: 13/05/2025

Selengkapnya baca di: https://inews.id/news
Follow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7scI1LdQekZvLynv1H
Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@officialinews
Follow our Official Twitter https://twitter.com/officialinews_
Like our Official Facebook https://www.facebook.com/OfficialiNews
Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/officialiNews

Dapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:
https://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia
https://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup
https://www.sindonews.com/ untuk berita-berita politik dalam dan luar negeri
https://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi

#rakyatbersuara #Ormas #hercules