Gua DIIKUTIN COWO SUS setiap abis JUALAN KOPI. – A Little Too Friendly

Balik lagi, Billy lagi game horor lagi. Hah, sebelumnya gua minta maaf, Guys. Intronya harus seperti ini. Dengan rambut gua seperti ini, gua lagi enggak bisa bikin intro menarik karena gua lagi kecewa. Potong rambut ratusan ribu [Musik] dan jadi, mari kita mulai aja. Jadi selamat datang anak-anak di A Little Too Friendly atau yang artinya sedikit terlalu baik. Game horor kali ini diangkat dari kisah nyata seperti farce to Phantom, Guys. Dan sejauh ini yang gua tahu game ini bercerita mungkin bagaimana menjadi orang yang terlalu baik itu bisa membawa kita ke malapetaka. Jadi kita bakal langsung mulai saja start experience atau memulai pengalaman. Brooklyn. Oke, jadi kita pindah ke kota baru bernama Brooklyn, Guys. Kita berumur 23 tahun ya. Ya, walaupun orang tua kita tuh suka mengekang, walaupun mereka terlihat sedih, kita harus pergi, tapi ya kita perlu space sendiri, Guys. Waktu sendiri, kehidupan sendiri ya kayak emang orang bulet tuh katanya umur-umur segitu tuh harus keluar rumah, Guys. Meninggalkan orang tua mereka dan melanjutkan kehidupan mereka. Ya. Jadi saat itu kita kira itu simpel, Guys. Punya apartemen baru, punya kerja paruh waktu dan bertemu banyak orang. Ia cukup untuk membuat kita merasa lagi membangun karir kita, Guys. I no idea how quickly things could change. Tapi melihat ke belakang, kita gak nyangka bahwa hal itu bisa berubah secepat itu. Bagaimana kenyamanan bisa berubah menjadi ketakutan atau bagaimana kebaikan seseorang bisa berubah begitu saja, Guys. Menjadi sesuatu. Ya, kita pindah itu bukan mencari masalah, tapi masalah selalu menemukan kita. Oke, jadi inilah kehidupan bule yang keluar dari rumah orang tuanya ya, Guys. Oke, kita berada di mobil taksi. Weh, mobil taksinya nyaman juga ya. Halo, Om. Wuh, kamu mau ke mana? 129 MR. Mau ke Mabel Fooklyn, Om Mabel, kamu orang baru di sini. I moving in today, hoping for a fresh start. Ya, aku baru aja pindah hari ini berharap kehidupan yang baru. Brad Brooklyn bukanlah tempat yang buruk. Ya, sibuk, tapi kamu akan terbiasa dengan itu. Aku akan mencobanya, Om. Sangat berbeda dari kota asalku. You be fine. Let’s get you there. Kamu akan baik-baik saja. Siap-siaplah. kita akan pergi. Ee tapi Om ngomong-ngomong tadi gua kayak ngelihat orang kayak mondar-mandir aneh banget, Guys. Aku tidak berpikir bahwa aku akhirnya pergi dari rumah. Om, itu orang siapa, Om? Orang gila kah, Om? Cuma mar-mandir kayak gitu. Mama mencoba untuk menyembunyikannya, tapi aku tahu dia tidak senang aku pergi. Orang-orang di kota ini aneh banget, Guys. Ayah juga bilang dia bakal mengunjungiku secepatnya. Aku gak tahu apakah dia benar-benar akan mengunjungiku. Aku hanya harus fokus ke kehidupan baruku. Om, ini yakin, Om? Ini kota baik-baik saja, Om. Brooklyn ini, Om. Orangnya kayak pemabuk semua. Enggak jalan kaki, enggak apa, cuma bolak-balik gitu doang, Guys. Oke, tips about. Jadi perjalanan yang pendek, Guys, ke Mabel if dan si taksi terus ngajak kita ngobrol, memberikan tips bagaimana kita bisa hidup di kota ini. Dan dia terlihat seperti orang yang baik. Jadi, kita berharap kayak kita bakal ketemu orang yang baik lagi, Guys. Saat kita sampai apartemen, kita capek banget. CR. Jadi yang ada di pikiran kita itu cuma membuka koper kita dan beres-beres. Lalu kita istirahat karena kita udah capek banget, Guys. Oke, jadi kita sudah sampai di apartemen. Mana apartemen kita? Halo, Ibu. Ibu. Ibu kos-kosan kah, Bu? Eh, tante Jacob. W lihatlah kamu sekarang. Kamu sudah besar. Aku masih mengingat kamu. Kamu lari-lari di sini saat ayahmu membawa ke tempatku. I had no idea. I was too young to remember anything. Eh, aku terlalu mudah untuk mengingat itu, Tante. Iya, itu seperti udah lama banget, ya. Iya, itu sudah lama sekali saat mamaku dan aku suka jalan-jalan. Saat dia memberitahu kamu akan pindah, aku langsung tahu aku harus membantumu. Ini kuncinya, sayang. Apartemen ini di atas punyaku 2B. Thank you so much, Mrs. Jacob. Terima kasih, Miss Jacob. Benar-benar terima kasih. Sekarang beristirahatlah. Kamu punya kehidupan baru yang menunggumu. Oke, terima kasih, Miss Jacob. Jadi, kayaknya mungkin dia yang punya apartemen ini atau dia membantu kita mengurus. Jadi, dia di kamar 1A, Guys. Kalau ada apa-apa kita tinggal ke Miss Jacob. Kalau enggak punya duit, langsung aja minta Miss Jacob. Hm. Eh, kenapa lu enggak suka punya tetangga baru? Hah? Baru pindah udah ada yang gak senang, Guys. Oke, kita akan ke kamar kita [Musik] du beneran, Guys. Ini lama-lama gua bisa meninggal tahu enggak sih main game kayak ginian terus? Miss Jacob sesat. Ini harusnya kamar gua harusnya gak ada orang lain. Apa-apaan kamu? Siapa? Handyan, I wasing the tomorrow. Aku adalah handyman. Aku sedang memperbaiki air panas. Ibu Kos bilang besok. Kamu seharusnya tidak berada di sini. Just get up. Eh, keluarlah sekarang. Duh, mana menyeramkan banget lagi, Guys. Mana kancingnya kayak dibuka sama dia. Astaga, perkenalan macam apa ini? Oke, sekarang kita harus mengunpacking koper kita, Guys. Kita nyalain lampu aja karena gelap banget, ya. Lalu kita harus menaruh barang-barang kita di uh. Jadi, ini kamar kita. Lumayan apartemen yang cukup ya, Guys, untuk satu orang. Sebenarnya ini buat dua orang juga cukup sih, tapi gua lebih suka sendirian ya, karena aku adalah orang bule dan aku individualis ya. Di sini ada apa nih? Sepertinya koper gua ketinggalan. Eh, sebentar. Loh, loh, [Musik] loh. Guys, maaf kopernya ketinggalan di luar. Gua malah buka koper dari lantai du. Aduh. Aduh, gawat. Aku harus cepat turun ke bawah mengambil koperku. Aduh, itu ada kolorku, BHku, Guys. Baju-bajuku. Astaga. Aduh, ini salah, Guys. Oke, kita bawa dulu nih kopernya, ya. Mohon maaf, saya lupa membawa koper saya. Maklum, Guys. Udah diajak ngobrol sama abang taksi, udah dikagetin. Mohon maaf ya, Guys, ya. Oke, kita taruh dulu. E, G kita lempar ini. Kita taruh buku di sebelah sini. Aku lumayan suka buku, Guys. Kita taruh dulu sebentar, ya. Aduh, ini permise apa? Koper bikin emosi aja. kopernya sebentar masih ada banyak barang-barang yang tertinggal ada apa ini? Ada snack-snack. Apakah bisa ambil dua tangan? Oke, snack-snack kita bisa taruh di sini. Loh, sebenarnya kan ini udah ada snack. Snack bekas siapa ini? Oh, mungkin snack si handyman yang tadi ya, Guys. Kasihan juga dia. Karena udah ketakutan kita usir, jadi dia meninggalkan cemilannya. Ya udahlah, lumayan guys, dapat cemilan gratis itu adalah bayaran karena sudah mengagetiku ya, Om. Oke, ini sepertinya laptop kah? Laptop MacBook. Oke, kita taruh laptop MacBook-nya di sebelah sini. Oke, ini kita taruh saja. Grab some snack. Aku lapar. Aku harus memakan snack. Setelah itu aku bisa mandi di toilet agar badanku segar. Oke, kita makan dulu. Hmm, enak banget ini. Ini apa ini? Coco crunch ya? Bolehlah Coco Crunch ini gua makan. Sebenarnya enakan pakai susu, Guys. Tapi enggak usah juga lah. Malas gua bikinnya, ya. Oke, kita bisa buka kulkas. Uh, makasih. Mungkin ini diisiin sama Miss Jacob, Guys. Ada susu, ada roti. Oke, kita makan dulu. Sebenarnya makan malam itu enggak baik nanti bisa bikin kita endut, ya. Hah? Perut aku kenyang. Oke, perut kita sudah full, Guys. Jadi, saatnya kita mandi. Di sini kah mandinya? Oke, kita keramas dulu yang bersih, ya, biar enggak ketombean, Guys. Keteknya dicuci. Siapa yang mengetuk pintu di malam hari seperti ini? Aku padahal ingin istirahat loh. Apa kita bisa mengintip, Guys? Oh, ini harusnya bisa mengintip, ya? Tapi kayak disumpel sama permen karet gitu. I. Halo. Kek. Kakek ada perlu apa ya? Mau minta garam kah? Ada yang bisa aku bantu kek? Kamu baru pindah. Hah? Iya. Iya. Aku baru aja ke sini. Temboknya sangat tipis. Sebaiknya kamu kecilkan suara kamu dan kuncilah pintu. Tempat ini penuh dengan orang aneh. Keep in mind. Eh, terima kasih atas peringatannya, kek. Uh, kakek ini baik. Dia kamar nomor berapa ya? Loh, tembus pandang. Oke, itu benar-benar sesuatu. Aku harus tidur sekarang. Kakek, kamu kan di kamar 2A. Tadi aku baru naik aja, kamu udah ngebrak pintumu? Jangan-jangan emang kamu orang aneh kek. Padahal kita tadi enggak dengerin musik, enggak apa, Guys. Kita cuma mandi. Masa kakek itu bisa mendengar suara kita mandi? Oke, kita tutup pintu. Saatnya kita tidur. Kita lihat dulu, Guys, ke jendela, ya. Hmm. Pemandangan kota Brooklyn. Oke, saatnya kita tidur. Aku tidak bisa tidur dengan lampu menyala. Aduh, banyak maunya tirainya, Guys. Ditutup dulu sama lampu yang ini. Nah, sebentar. Ini kan udah gua tutup semua ya perasaan, ya. Mungkin harus gua nyalain lampunya begini loh. Enggak bisa juga, Guys. Apa harus dikunci pintunya? Oh, ini mungkin harus dimatiin dulu semua lampunya ya untuk hemat listrik, Guys. Oke, ini matiin baru kita tidur. Nah, coba kalian tulis di komentar, Guys. Kalian kalau tidur lampunya dinyalain atau dimatiin, Guys? The next morning I woke up late. First night a new place will do that to you. Jadi, di hari kedua Oktober 2, kita bangun telat, Guys. Karena kita tidur pules banget, ya. Jadi kita menghabiskan hari kita dengan beres-beresin isi koper, terus kita bersih-bersih dan melakukan hal-hal bersih-bersih yang lain. Terus kita terbawa suasana, Guys. Kita sampai lupa melamar pekerjaan dan sampai akhirnya mama kita mengirimkan kita chat. Dia nanya, “Kamu udah melamar pekerjaan belum?” Membuat kita merasa bersalah. Dan akhirnya kita buka laptop dan melamar pekerjaan. Oke, jadi kita belum dapat pekerjaan, Guys, waktu Mina ke sini, ya. Nah, ini SMS dari mama kita nih. Jadi, Mama memberikan kita selamat pagi. Dia bilang dia udah kangen kita. Terus, kita tanya kapan ayah berkunjung dan mama bilang dia bakal ngabarin kita. Terus dia tanya, “Kita udah lamar pekerjaan belum?” Kita bilang, “Ups, lupa. Aku akan melamar secepatnya.” Terus mama bilang, “Hati-hati dan biarkan mama tahu pekerjaanmu dan kabarmu.” By love, kata mama. “Iya, Mama udah tenang aja. Kalau misalnya pekerjaanku itu di kantoran, aku kasih tahu mama. Tapi kalau misalnya pekerjaanku mafia penjual kolor langka, ya mana mungkin aku kasih tahu mama. Oke, kita suka kita akan matiin TV dan kita akan membuka laptop biar mama tidak kecewa sama kita, guys. Oke, kita akan mencari pekerjaan. Wuh, goeta.com. Oke, di sini ada jadi ini, Guys. Jadi tukang dokter gigi, ada waitress job atau yang kayak ngantterng ngantterin makanan, ada jadi chef. Dan gak ada yang bisa gua apply, Guys. Yang tersisa cuma waitress. Jadi, kita bakal jadi waitress ya. Lokasinya sekitar 100 m. Aku akan eh coba ke kafe itu di saat malam hari. Aduh, saha deui eta ngetok-ngetok pintu. Miss Jacob kok Miss tahu aku lapar. Thank you. Selamat siang, sayang. Aku membuat pizza hari ini dan aku pikir aku membuatkan ekstra untukmu. That’s really sweet of you, Mrs. Jacobs. Aduh, kamu baik banget, Miss Jacob. Makasih banyak, ya. Tentu saja, sayang. Aku hanya ingin mengecek apakah semuanya baik-baik saja di tempat barumu. Mungkin kita akan bilang semuanya baik-baik saja kok, Tante. Well, itu sangatlah baik untuk didengar. Jika kamu membutuhkan apapun, jangan khawatir, ya. Ini adalah kota yang besar. Tapi bangunan ini memiliki hati yang kecil. Jadi, ambillah ini untukmu. Thank you. Terima kasih, Miss Jacob. Miss Jacob itu yang nomor 2A orangnya baik-baik aja enggak sih? Atau mencurigakan enggak sih Miss Jacob? Miss Jacob gak gak suka sama dia kan? Oke kita langsung aja makan pizza mukbang sambil nonton TV. Obili si pelaut. Obili si pelaut. Udahlah kita makan aja pizza ya. Kita sambil keliling makan pizza dan kita kenyang. Aku harus mandi sebelum aku bekerja. Oke, biar kita kan jadi waitest, Guys. Kita bawain makanan dekat sama orang, kita tidak bisa membiarkan keta kita bau jamur, ya. Oke, jadi akhirnya kita sudah eh melamar menjadi waitest di sebuah cafe. Terus beberapa jam kemudian, kita dapat pesan dari orang yang namanya Sarah. Dia cuma kayak nanya kita dari mana dan kita kasih tahu kalau kita baru pindah, Guys. She was sweet. I could stop by the cafe that evening just to meet her and see how things felt. Sarah terlihat seperti perempuan yang baik. Dia bilang kita bisa ke kafe itu saat malam hari dan melihat-lihat di kafe itu. Dan kita enggak berharap banyak, tapi kafe itu e seperti tempat yang nyaman. Jadi kita rasa itu bagus, Guys. Jadi akhirnya kita akan bekerja di kafe itu. Ya, ini kita tiba-tiba ada di sini. Kita pulang kah atau kita ke kafe itu? Ee di manakah kafe itu? Ke kiri, ke kanan. Mungkin kita ke kiri, Guys. Nih, kenapa orang-orang di kota ini tuh suka muter-muter kayak gini, Guys? Dan ini hampir semua orang seperti itu. Aku harus belok kanan. Oke, kafenya di sebelah kanan. Lihat, Guys. Orangnya itu cuma muter-muter gitu doang. Benar-benar kota penuh dengan anomali. Kafenya di sebelah kiri di ujung. Ah, kafenya ini Bluebird Cafe. Cafe burung biru. Apakah ini Sarah? Hai Sarah. Heem. Hei Emily, senang bertemu denganmu. Bagaimana hari pertamu di apartemen baru? Ya, lumayan hektik lah sejujurnya aku masih beres-beres dan menyiapkan semuanya. Iya, aku bisa membayangkannya. Pindah-pindahan memang menyebalkan. Kamu perlu bantuan? Terima kasih. Tapi aku pikir aku bisa mengontrol semuanya kok. Aku hanya mencoba untuk beres-beres saja. You get there and hey, no pressure today. I know we called you kind of last minute. What happen was our last wait out nowhere, so you’re a bit of a lifesaver. Kamu akan baik-baik saja. Hei, jangan tertekan ya hari ini. Kami tahu kami memanggilmu di menit-menit terakhir. Tapi waitest terakhir kami keluar tiba-tiba saja kamu benar-benar menyelamatkan kami. Oh wow. Aku tidak sadar. Aku akan mengisi peran yang penting. Aku akan berada di depan untuk mengurus pendaftaran. Jika kamu butuh sesuatu, panggil saja aku, ya. Baik. Oke. Ee pencet E untuk mengambil order. Jadi, kita jadi waitress itu tugasnya mengambil pesan, Guys. Kita tulis. Terus kita e bisa membuat coffee. Kita bisa membuat tiga minuman, ya. Coffee dark ee terus kopi susu dan macha. Macha minuman FOMO anak Genzet zaman sekarang, Guys. Jadi sekarang kita tinggal menunggu pelanggan yang datang, ya. Jadi Sarah yang mengurus kasir, Guys. Oke, selamat datang. Cie, so sweet banget cowok sama cowok nih ya, best. My bad. Kesalahanku, Guys, ini ternyata perempuan, Guys. Gua kira laki-laki, ya. Mohon maaf nih. Iya. Mau pesan apa, Ibu? Dia ingin kopi susu. Waduh, gua dibody orang, Guys. Apakah dia nih yang body gua? Eh, santai aja dong. Gua waitest baru nih. Kamu ingin apa? Oke, dark coffee. Oke, yang satu kopi susu, yang satu eh kopi hitam, Guys. Oh, kita tinggal pencet, Guys. Pertama dark coffee. Oh, gampang juga ya. Bilis si pembuat kopi. Oke, kita taruh di sini. Ini kopi hitamu, Pak. Eh eh eh eh eh. Pak pak. Kenapa, Pak? Keracunan minum kopi, Pak. Waduh, stroke kah? Astaga Pak. Ih, parah ditinggalin ceweknya. Ya ampun, Neng. Sabar ya, Neng. Emang orang kantoran tuh agak stres-stres orangnya. Oke, kamu pengen kopi susu ya, Neng. Nih, Neng. Kopi susu, Neng. Bentar ya, Neng. Semoga kopi susu ini bisa membuat harimu lebih menyenangkan. Emang gak jelas itu orang loh. Itu apa lagi, Guys? Ada dompet jatuh, ya. Sebentar kita taruh dulu. Eh, eh, eh, eh. Guys, kayaknya semua orang di sini stroke deh. Oke, kita ambil dulu ini. Sepertinya ada orang yang menjatuhkan dompetnya di sini. Oh, jadi semua orang kayak gitu, Guys. Di sini juga ada uang gratis. E, Sara, aku boleh ambil ini kah, Sarah? Untuk aku, Sara. Oke, kita masukin uangnya ke sini. Oke, kamu ingin order apa? E, kopi susu, Dark Coffe. Oke, kopi susu lagi. Sebentar ya. Kopi susu dua. Ditunggu ya, Ibu. Ini kopi susunya. Selamat, selamat menikmati. Lalu, Dark Coffee. Kok belum ada yang pesan maca nih? Mungkin karena yang datang ke sini masih bapak ibu-ibu, Guys. Masih om-om dan tante-tante ya. Belum anak muda. Nah, ini kayaknya maca nih feeling gua nih. Lihat nih ya, Guys, ya. Bukan, Guys. Ternyata masih kopi susu. Ya udah, enggak apa-apa. Kopi susu juga enak kok. Mungkin mereka ini biar enggak ngantuk ya, Guys. Padahal ini udah malam hari loh mereka minum kopi. Luar biasa lagi. [Musik] Oh, gitu. Jadi di kota ini mungkin berterima kasihnya itu bukan terima kasih atau bukan thank you ya, tapi [Musik] gitu ya. Oke, ada mil coffee ditunggu milk coffee-nya. Om kasihan omnya tinggal sendirian di sini kecan ya ini Om jangan jangan jangan sedih ya. Iya sama-sama aku ngerti kamu enggak bisa ngomong enggak apa-apa. Oh, jadi dia itu minum, Guys, sebenarnya. Tapi maaf, Guys. Billy kurang peka, ya. Oke, Sarah gimana, Sarah? Udah enggak ada pelanggan lagi nih. Ini dompet juga punya siapa coba? Sarah. Tapi mungkin kalau di luar negeri sebaiknya kita tidak Oh, siapakah ini? Hei, Sarah, sepertinya aku menjatuhkan dompetku hari ini. Oh, alright. You were here earlier. Oh, kamu memang di sini sebelumnya. Lihatlah saja. Terima kasih. E, ini Om dompetnya Om. Oh, emang. Oh, dia yang pesan minum kah? Gua lupa, Guys. Dia sempat pesan minum atau enggak. I think that’s it for today. M you did really well. Itu saja hari ini, Mem. Kamu bekerja dengan baik. Makasih, Sarah. Aku nervous sebentar sih, tapi enggak buruk kok. Sebenarnya random aku agak pengen cupcake hari ini. Serving really helps build this bakery just out tomorrow. Aku mengerti melayani customer seharian kadang membuat kamu mengidam sesuatu yang manis. Dengar ada toko kue yang enak di dekat sini. Kamu harus mengeceknya. Alright, let’s lock up and get out of here. Oke. Ah, Sarah. Oh, jangan kok aku, Sarah. Aku merasa berdosa. Oke, ayo kita kunci dan kita keluar dari sini. Oke, Sarah sebentar ya, Sarah ya. Aduh, aku kaget tadi kamu kok aku tiba-tiba kayak gitu. Oke, kita press E untuk mengakhiri shift kita. Jadi, di shift pertama kita, kita merasa baik-baik saja, Guys. Semuanya kita senang bekerja dengan Sarah. Karena dengan adanya saran membuat semuanya jadi lebih mudah. Oke, jadi kita lebih awal mengorder e makanan. Jadi waktu kita sampai makanannya udah sampai di depan pintu rumah. Tapi saat kita keluar rumah malam itu kayak ada sesuatu yang aneh, Guys. Kayak enggak benar aja, ya. Oke. Jadi, malam-malam kita keluar. Saatnya Oh. Ow, ow, ow. Tadi dia yang jatuhin dompet gak sih, Guys? David. Hei, namamu Emily bukan? Iya. Bukankah kamu pria yang kehilangan dompet? Jadi gak enak. Iya, ini aku David. Did you need something David? Kamu perlu sesuatu, David? Eh, aku tahu ini terdengar aneh. Tapi apakah kamu punya Instagram atau apapun itu? Aku pikir aku tidak mencoba untuk menakutimu atau apapun itu. Aku hanya melihat kamu keren saja. Aku enggak main sosial media by the way. Enggak main Instagram di hari-hari dan di umurmu. Itu sangatlah langka. Well, ngomong-ngomong kamu benar-benar cantik kamu tahu. Kamu benar-benar cantik kamu tahu. Jadi aku pikir aku ingin mencoba kesempatanku. Ngomong-ngomong sampai bertemu lagi. Bye Emily. Oke, bye David. Kamu jalan duluan aja David. Oke, sebaiknya kita pulang saja guys. Aneh banget itu orang. Dia masih di situ aja loh, Guys. Kayak ngelihatin kita pergi. Udah, kita balik aja. Oh no, aku tersesat. Oh, ini, Guys, apartemennya. Mohon maaf ya, sedikit lupa maklum baru, Guys, di sini ya. Halo, Om. Kayaknya udah pada tidur dan makanan gua sudah sampai. Uh, ini pasti makanan yang sudah aku pesan. Mari kita menonton TV sambil memakan makananku. Wuh, kibas kitchen. Oke, kita makan. Eh, sebentar kita taruh saja. Oh, kita duduk di sofa, kita nyalain TV. Dan kita sambil makan. Hmm, apakah ini ayam McD kah? Burger, burger. Dan tontonannya ini lagi, Guys. Mending nonton YouTube enggak sih? E di HP, Guys? Oke, sepertinya sudah. Eh, apakah ada orang? Halo. Benar aja, Guys, ada orang. Siapa lagi sih? Aduh, kek. Apaagi kek? Aku gak berisik dari tadi. Lower your freaking volume. Kecilkan suaramu, anak muda. Don’t you understand? I’m trying to sleep. Kamu gak mengerti? Aku mencoba untuk tidur. Sorry, I’ll lower the volume. I apologize for the inconvenience. Maaf kek. Aku akan menurunkan suaraku. Aku minta maaf atas ketidaknyamanannya. Ya udah, enggak usah ngomong berkali-kali. Kok ribut? Hah? Ribut. Enak aja mau ngambil snack orang. Gak ada. Iya nih dimatiin. Puas. Aku mulai tidak suka dengan pria kakek tua ini. Mungkin aku harus mandi dan tidur. Oke, kita mandi aja, Guys. Dan gua mendengar sesuatu dari luar katanya. Coba gua cek dari kamar gua aja, Guys. Kita buka tirai ini. Apakah ada sesuatu di luar? Gua kira ada orang yang mengintip atau ada apa. Sepertinya enggak, Guys. Jadi, gua coba buka pintu saja. Jangan lupa tutup pintu, Guys. Bisa ke sini kah? Oke, coba kita turun. Halo, Miss Jacob. Tidak perlu keluar untuk sekarang. Oke, enggak perlu keluar, Guys. Kita tetap harus di dalam saja. Ternyata enggak ada apa-apa. Ohow dari mama guys. Sayang, bagaimana pekerjaan kamu hari ini? Kamu tidak mengirimkan Mama pesan? Oh iya Mam. Itu benar-benar seru sih Mam. Iya. Nama teman kerjaku ini Sarah. Dia benar-benar manis sih. Dia kayak berumur 37 tahun lah. Dan aku merasa dia kayak mengurusku, Mah. Oh, Little Emilku, kamu dengan orang yang baik. Iya, kamu terdengar seperti dia, Mah. Jadi mama bilang kalau kita merasa sendirian kita bisa menelepon Mama. Aku tahu Mah. Aku mencintaimu. Mah. I love you. Love you too. Kata Mama. Oke mungkin sekarang aku sangat lelah. Jadi aku akan mematikan lampu dan tidur. Kita tutup. Matiin lampu dan kita bobok. Nob. Beberapa hari kemudian tetaplah sama. Bangun, kerja, pulang, tidur dan bangun lagi. Makan, tidur, bangun, makan dan tidur seumur hidupku tanpa istirahat. Aku butuh istirahat dari kesibukan keseharianku. Nothing really stood out except him. Tidak ada yang benar-benar mengejutkan kecuali dia. Aku tidak tahu kenapa, tapi David selalu menemukan cara untuk mengajak aku berbicara. Contohnya kayak dia mau bantu kita buang sampah, Guys. In the cafe after my shift, even when I went out to take the cafe that day, something triggered my weird meter. Di kafe setelah shift, bahkan saat aku ingin membuang sampah. Tapi hari itu ada sesuatu yang benar-benar menyalakan alarm bahwa dia orang aneh. Oh no, Sara. Aku takut di situ dia. Jangan khawatir. Aku tidak di sini untuk mengorder apapun. Aku hanya ingin memberikan kamu sesuatu. What’s this for? Eh, untuk apa ini, ya? Ini adalah cupcake coklat. Kamu bilang hari kemarin bahwa kamu inginkan? ekstra coklat dari Bakery di Lima Sweet Town. Mereka selalu menjualnya saat malam, jadi aku ke sana lebih awal. Hah? Hmm. David, kamu mencurigakan. Pertama-tama, Guys, dari mana dia tahu kita ingin cupcake? Padahal gue cuma ngomong berdua sama Sarah, Guys. That’s really nice of you. Kamu baik, tapi kamu tidak perlu melakukan itu, David. Aku hanya ingin maksudku pria mana jika aku tidak memberikan sesuatu yang manis seperti kamu yang manis. Ayolah cobalah. Aku ingin tahu apakah mereka membuat cupcake yang enak seperti biasanya. No guys. Aturan pertama adalah jangan pernah menerima sesuatu dari orang yang tidak kalian kenal, Guys. Mau apapun itu, ya. Mau makanan favorit kalian. Karena kalian gak tahu si David ini mungkin memasukkan sesuatu ke cupcake ini, Guys. Satu gigitan saja. Aku benar-benar tidak bisa makan saat aku sedang bekerja, David. Hanya satu gigitan, Emily. Aku membawanya hanya untukmu, said no. David, dia bilang, “Tidak. Kami menghargai kebaikanmu, tapi jangan mengganggu kita saat sedang bekerja.” I so safe around Sarah. Aku sangat merasa aman di dekat Sarah. Baik-baik, aku minta maaf. Aku pikir ini adalah kejutan saja. Lain kali mungkin. Emily mana megang cupcake-nya aneh gitu, Guys. Yang megang cupcake tuh kayak ginilah. Ya, megang gitu. Sarah cupcake untukmu. Ini kayak megang cupcake. [Musik] Setelah hari itu, hal-hal kembali menjadi normal atau seharusnya memang seperti itu. David masih ke kafe seperti biasa. Tidak ada yang mengejutkan. Dan aku mulai terbiasa dengan hal-hal ini. Aku memutuskan untuk memesan beberapa kebutuhan seperti biasa karena persediaannya mulai habis. Saat pengantarnya datang, dia berbicara sesuatu yang tidak aku sangka-sangka. Bilang apa? Sebentar. Ee sepertinya kebutuhannya masih dalam perjalanan. Aku harus menunggu sebelum aku pergi. Oke, kita mungkin akan melihat laptop dulu. Apakah bisa laptop? Aku tidak ingin atau tidak ada pekerjaan. Oh, itu, Guys. Oke, sudah malam juga kita pesannya. Oh ni [Musik] bilong. Oke, kita ngomong dulu sama dia. Mam, ini kebutuhanmu. Oh, ngomong-ngomong seseorang sudah membayarkannya di bawah sana. Hah, siapa itu? Some guy tall, dark hair, kind of quiet. He said he wanted to do something for you. Dia pria, tinggi, rambut hitam dan dia lumayan pendiam. Dia bilang dia ingin melakukan sesuatu yang baik untukmu. David, Guys. Saat aku dari dalam aku bilang, “What the hell?” Oke. Oke, sebentar kita taruh dulu, Guys. Habis itu kita ke bawah. Oh, enggak bisa. Jangan-jangan dia memasukkan sesuatu, Guys. Aku harus pergi bekerja untuk sekarang. Kita beli pisang dan lain-lain, Guys. E apa kita mandi dulu? Coba kita tutup pintu dulu lalu kita baru keluar. Apakah David masih di bawah, Guys? David. Wei, gua udah ngira, Guys. Dia pasti ngagetin gua, ya. Tapi untungnya jump scare-nya itu tidak semahal gitu, Guys. Ini tetaplah jump scare murahan menurut gua, ya. Beh, apakah kamu suka kejutanku, Emily? Dude, you scared me, dude. Kamu benar-benar menakutiku. Iya, aku suka kejutanmu. Dan kita kayak bombastic side. Bombastick side eye. Tidak ada terima kasih. Thanks. Eh, makasih David. Tapi kamu benar-benar gak perlu melakukan itu. Kan gak ada yang minta juga. Ayolah, aku hanya menjadi orang baik. Kamu baru di sini. Aku pikir aku bisa membantumu. Emily. Ice that he had a habit of repeating things. Aku sadar bahwa dia melakukan hal yang diulang-ulang. Jadi, apakah kamu suka gesturku? Oh, jadi dia ini kayak suka mengulang kata-kata, Guys. Aku baru menjawabmu. Tidak, aku gak suka. Ngomong-ngomong aku sudah telat. Aku harus ke kafe sekarang. Perempuan yang sibuk. Well, aku tidak akan menahanmu. Aku punya hal yang harus aku urus juga. Oke, David. Kalau begitu uruslah urusanmu. Oke, kita ikuti saja, Guys. Dia mau ke mana? Dia sambil kayak kayak psikopat, Guys. Ayo, David. Kamu mau ke mana, David? Aku sekarang yang stalker kamu. Ayo. Oh, ini apartemen dia. Kenapa kamu enggak masuk apartemen kamu? Oke, Guys. Ini membuktikan bahwa dia ini cuma bohong. Dia bilang dia mau mengurus sesuatu, tapi dia bohong, Guys. Dia enggak masuk ke apartemennya, ya. Dia cuma di situ aja biar enggak kelihatan sama kita, Guys. Sarah David mulai gak benar. Hei, sayang. Sarah Sarah, apa yang terjadi dengan matamu? Ih, matanya lebam, Guys. Oh, ini ini tidak kenapa-napa. Ini hanya kejadian yang konyol. Ngomong-ngomong masuklah. Shift-nya akan dimulai. Kamu baik-baik saja. Kamu yakin? Iya, ya. Aku hanya teledor saja. Seperti biasa ayolah jangan memperpanjang masalah. Oke. E, oke, Sara. Kalau gitu, oke, kita akan melakukan shift kedua kita secara manual ya, Guys. Sebenarnya ini udah beberapa hari, tapi kali ini kita lakukan manual. Sara biasanya kalau dari kotaku berasal, kita akan menyambut para pelanggan dari depan. Silakan. Apa boleh kafenya? Boleh cafe Bluebird. Bapak mau apa, Pak? Bapak mau dark coffee. Boleh. Ini ngomong-ngomong belum ada yang pesan maca ya. Saya kecewa sekali. Oke, Dark Coffee. Baru satu pelanggan ya. Oke, kita taruh di sini. Silakan, Pak, minumnya. Pelan-pelan aja, Pak. Minum kopi. Minum kopi tuh santai kayak I. Jadi, gimana? Gimana gim gitu, Pak? Eh, santai aja, Pak, minum kopinya. Halo, Ibu. Iibu yang kemarin ya. Pengen darah coffee juga boleh. Ibu Emily, aku harus pergi sekarang. Tolong coverlah shiftku ya. Tunggu apa yang terjadi? Kamu baik-baik saja. Ini suamiku. Aku harus pergi. Hati-hati ya, Sarah. Aku akan menjelaskannya nanti. Terima kasih KDRT. Sarah, Sarah, kamu tidak boleh pergi, Sarah. Nanti kamu dipukulin lagi. Padahal aku peduli kepadamu, Sara. Oke. E dia pengen tadi sebentar dia darah coffee juga, Guys. Si perempuan itu. Sebentar gua sambil minum es batu. Hmm. Guakan. Hmm. Mm. Hai, Nona. Nona. Kopi susu boleh, Nona. Oke, kopi susu. Bentar ya, Nona ya. Silakan, Nona. Ini e kafe mandiri ya. Nanti uangnya langsung masukin aja semuanya ke kasir ya. Jangan membuat saya repot ya. Oke. Kamu mau apa? Kamu mau milk coffee dan kamu macha. Akhirnya maca. Eh kamu pelanggan pertama yang pesan maca loh. Kamu milk coffee ya. Oke sebentar milk coffee dulu. Milk coffee kita taruh. E bisa kita taruh enggak sih? Oh enggak bisa, Guys. Gua pikir kayak bisa ditaruh terus kita bawa pakai dua tangan. Ternyata enggak bisa ya, Guys. Oke maca. Mari kita lihat. Jadi, gua sempat kayak bilang di saluran WhatsApp gua, Guys, kalau kalian join boleh kalau mau tahu kabar gua. Jadi, gua seumur hidup belum pernah cobain maca, Guys. Dan waktu gua kasih tahu di saluran gua, banyak yang DM gua bilang rasanya tuh kayak rumput gitu, Guys. Ada yang kayak rumput beda-beda. Ada yang manis, ada yang kayak ya kayak ya kayak teh gitu bilangnya, ya. Gua belum sempat cobain, tapi ya nanti gua bakal coba dan gua cerita ke kalian apakah gua suka maca atau tidak, Guys. Oke, itu itu saja cerita dari gua. Oh no. Aduh, maaf, Guys. Ngelihat muka David, gua langsung kenyang pengen buang gas. Sangat repot, bukan? Something. Iya, sesuatu memang kayak gitulah, David. Namanya juga kerja. Sarah terlihat sedih. Semoga semuanya baik-baik saja di rumah. Yo David, lu tahu dari mana? Sarah Sarah ada masalah ya. Aku harap dia baik-baik saja. Bukan. Aku bingung bagaimana dia tahu Sarah pergi dari awal dan ketemu suaminya. Iya, hubungan memang bisa menjadi tricky. Satu langkah salah dan semuanya berakhir. Kamu perlu sesuatu, David? Tidak. Aku hanya mengecekmu. Aku memastikan waitress favoritku di kota ini sedang baik-baik saja. Thanks, David. Terima kasih, Dav. Eh, aku harus kembali dan membereskan sesuatu. Sangat mantap kamu tahu. Memiliki seseorang yang selalu berada di sini bisa diandalkan benar-benar terasa personal. I should finish closing up. Aku harus siap-siap penutupan David. Baik-baik. Aku akan meninggalkan kamu. Sampai berjumpa, Emily. Oh no. Dia ngapain, Guys, di depan? Hah, itu aneh. Ada apa lagi ya? Aku pikir kamu bilang kamu tidak menggunakan sosial media dan nada dering itu dari Snapd bukan David? Aku pikir ini bukan waktunya untuk membicarakan ini. Apakah kamu bohong kepadaku? Kenapa kamu melakukan itu? David, tenang. Kamu ini tidak baik-baik saja, David. Kamu terlalu berlebihan. Dia marah. Bagian paling seram adalah dia menyembunyikan itu dengan baik. Baik-baik. Semoga shiftmu menyenangkan, Emily. Oke, pencet escape untuk membaca pesan. Oke, ini pesan dari Sarah, guys. Emily, aku sedang berada dalam masalah yang serius. Ada seseorang yang berbohong kepada suamiku. Aku berada di kafe selama ini dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi. Gua tahu, Guys. Mungkin seseorang ini bilang ke suaminya Sarah bahwa mungkin dia melihat Sarah dengan cowok lain di suatu tempat dan suaminya marah, Guys. Feeling gua David, Guys. David yang bohong ke suaminya Sarah. Biar Sarah pergi pulang dan gua sendirian di sini dan David bisa mengganggu gua, Guys. Oh no, this is bad, Guys. It was pretty late by the time I got home. Menutup kaafe ini benar-benar menyita waktu yang lama daripada biasanya. Saat aku keluar, aku merasa lega. Just a quiet night. Aduh, ke ini lagi, Guys. Kepencet. Just a quiet night. Pokoknya di malam yang sunyi aku pulang. Sepertinya seperti itu. Aku harus mengambil sampah dari apartemenku. Oke, kita buang sampah dulu, Guys. Gelap. Aku harus membuang sampah keluar. Sepertinya itu sampahnya. Sebaiknya kita nyalahin lampu dulu, Guys. Biar enak, ya, biar terang. Oke, ini sampahnya. Sepertinya tidak begitu banyak sampahnya. Kita akan keluar dulu. Kayaknya sih gua sempat melihat tong sampah ya, Guys, di bawah sana. Apa lurus ya? Masuk ke sini, Guys, sepertinya. Huh, siapa itu, Guys? Itu David, Guys. Dia sembunyi di balik fan itu. Woi, David keluar lu. Lu benar-benar predator, ya. Gimana orang mau suka lu kalau lu penguntit kayak gitu? Ah, gila-gilanya lu ya, David ya. Gila lu. Oke, kita buang di sini, Guys. Kita taruh. Eh, maaf kita lempar saja. F atau lempar. Oke, sudah masuk. Astaga, Tuan, kamu menakutiku. Ada apa? Kayak Pak Gembel. Aku tidak bermaksud. Aku tidak tahu bahwa ada seseorang di sini malam seperti ini. Ya, aku hanya membuang sampah. Jalanan ini sangat sunyi akhir-akhir ini sangat terlalu sunyi jika kamu bertanya kepadaku. Eh, iya. Itu semua selalu dimulai seperti ini. Tadi siapa yang ketawa? Aku benar-benar tidak nyaman. Aku harus pergi, Mam. Goodbye. Kalau minta uang aku gak ada, Mam. I’m sorry. Kita pergi aja. Sesuatu tentang dia saat melihatiku membuat aku merinding. Suara apa itu? Dari lantai atas kah? What the hell? Jangan-jangan dari kamar gua. Miss Jacob, Miss. Oh no. Miss enggak menjawab, Guys. Wah, suaranya sih, Dan. Padahal aku yakin aku menutup pintu saat aku pergi. Ini buruk, Guys. Apakah ada seseorang di kulkas? di toilet. Halo. Di lemari. Oke, kita bisa bersembunyi di lemari, Guys. Loh, ini apa? Wait, ada catatan. My heart dropped. Almost your friend. Hah? Hampir menjadi temanmu. Apa ini maksudnya? Siapa yang mengetuk pintu? Intip dulu gak sih? Aduh, kakek Tom. Tom, kamu ini kayak Tom and Jerry ya? Suka mengecek orang seperti kamu mengecek tikus. Some aku sudah bilang, “Jangan hentakkan kakimu saat malam. Ada beberapa dari kami yang ingin tidur. Kamu tahu? Aku bersumpah demi Tuhan jika aku mendengar satu lagi. Aku minta maaf. Turunkan suaramu ya. Oke. Kenapa? Apa ingin kamu lakukan kalau kamu mendengar aku sekali lagi? Hah? Kamu ingin membunuhku. Siapa ini? SMS dari seseorang, Guys. Hah? Dia tahu nama lamaku dari seseorang, Guys. Apakah kamu sudah sampai ke rumah? Kamu sebaiknya berhati-hati. Bagaimana ada orang yang jika masuk ke rumahmu. Siapa kamu? Selamat malam, Elizabeth Stepen Hayus. Oh no. Oh no. Gua mengira itu pasti David, guys. Dia pasti nge-estal kita. Apa mungkin itu Tom? Tidur, tidur, tidur. Kita mulai stres, guys. Jadi sudah 5 hari semenjak kita mendapatkan pesan itu, Guys. Dan kita tahu bahwa itu David. Kita melaporkannya ke polisi e sebagai tuduhan dia masuk ke rumah kita. Stalker dan polisi mencoba untuk memecahkan kasus, tapi mereka tidak menemukan bukti apa-apa. Dan nomor SMS yang ngirim kita pesan itu, itu terdaftar sebagai wanita yang sudah menghilang beberapa tahun. God. Berarti David sudah memangsa banyak perempuan, Guys. Bukan cuma kita doang. He show up the cafe. David tiba-tiba saja menghilang. Berhenti datang ke kafe. Tidak ada teks, tidak ada tanda-tanda dia berada di situ. Dia seperti lenyap saja, Guys. And Sarah she never keep back. No goodbye, no explanation. Dan Sarah dia tidak pernah kembali. Tidak ada kata-kata perpisahan, tidak ada penjelasan. Dan aku mengira dia sakit mungkin membutuhkan waktu. Tapi dia mencoba mengmsku bahwa dia keluar dari pekerjaannya. Lalu siang itu saat aku mulai merasa kesunyian, ada ketuk pintu. Oh no. Oh no. Siapakah itu? Halo Tom. Tom coba nyaut. Hai. Gitu Tom. Astaga Miss Jacob aku kira siapa, Miss? Aku harap aku tidak mengganggumu, sayang. Tidak. Was? Aku enggak menduga siapa-siapa kok, Miss Jacob. Dengar. Aku akan keluar kota untuk beberapa hari. Anakku, ada sesuatu yang terjadi dan aku harus ke sana. Hah? Apa yang terjadi kepada dia? Dia diserang beberapa hari yang lalu. Ada pria yang mengikutinya ke rumah. Tiba-tiba menyergap saja, tidak mencuri apapun, tidak ada kata-kata, langsung memukulinya dan menghilang. Where are you heading to Jacob? Kamu ingin ke mana, Miss Jacob? Flatbus. Kenapa? Enggak apa-apa. Apa yang maaf atas apa yang terjadi kepada anakmu. Aku harus berada di sana untuknya. Aku tidak tahu kapan aku akan kembali, tapi hati-hati ya kunci pintu. Oke, kalau gitu hati-hati ya, Miss Jacob. Kamu juga sayang. Hati-hati ya, Miss Jacob. Oke, kita tutup pintu dulu. Kita baca SMS dulu, Guys. Ini dari Sarah ya. Jadi dia ngasih tahu kita kalau dia berhenti dari pekerjaannya, Guys. Lalu, kata Sarah, pemilik dari kafe itu mempercayakan semuanya kepada kita. Oke, Guys. Sebelum itu gua tahu sebenarnya apa yang terjadi, ya. Gua tahu, Guys. Jadi begini, ya. Jadi si David itu yang mengikuti anak si Miss Jacob. Dia langsung menyerang anak si Miss Jacob. Eh, karena dia udah pernah bohong ke suaminya si Sarah, ya. Dan Sarah langsung pulang dan dia langsung ke kita. Dan kali ini, guys, dia menyerang anak si Miss Jacob. Biar Miss Jaka pulang ke rumah kita sendirian di apartemen ini dan David akan ke sini lagi, Guys. David, kamu menipu orang yang salah. David, maneh teh salah. David maneh entaho, aing saha David. Hah? Kayaknya udah waktunya kita buka kafe, Guys. Karena kan tadi Sarah bilang owner kafen-ya mempercayakan semuanya kepada kita. Jadi kita akan langsung ke kafe. No, Sarah. Ah, padahal dia baik banget, Guys. Sarah itu gua udah merasa nyaman, tapi dia kasihan banget dah di KDRT sama suaminya, Guys. Padahal Sarah terlihat seperti orang yang soft spoken dan lain-lain, Guys. Oke, kalau gitu shift-nya sudah dimulai. Saatnya kita menunggu pelanggan kafenya. Boleh, Pak, Bu. Kopinya kopi di pagi hari untuk meningkatkan energi. Eh, ada tante botak lagi. Mau apa, Tante? Maca. Wih, tante ini kayaknya nyobain semuanya ya. Boleh maca tante. Oke, jadi kafe ini unik ya, Guys. Biasanya kan kalau kursi kayak gini kan ya saling orang yang kenal gitu biasanya ya kan. Tapi ternyata di kafe ini orang enggak kenal pun bisa duduk secara bareng-bareng. Mungkin di luar negeri kayak gitu kah? Oke, kamu mau Maca juga? Wih, hari ini macha menjadi bestseller. Oke, nice. Kebanyakan nonton TikTok ya kalian ya. Oke, ini macanya Pak. Sama-sama Pak, kamu ingin apa? Kamu ingin maca dan kamu ingin Loh, semuanya maca hari ini. Luar biasa loh. Oke, ditunggu ya macanya sebentar ya. Silakan macanya dan maca satu lagi. Oke, berikut macanya. Makasih. Makasih semuanya. Aku harus menutup kafenya sekarang. Hah, 5 menit aja enggak ada, Guys. Ya udah kalau gitu kita tutup kafenya. Aku ingat hari itu itu sangat malam dan aku sendirian dengan kepalaku yang sakit nyut-nyutan. Maybe fell offle Mungkin aku terlalu capek atau mungkin ada sesuatu yang aneh. Yang semua aku inginkan hanyalah kembali ke apartemenku dan tidur. Mamaku mengunjungiku di hari selanjutnya dan untuk pertama kalinya aku sangat semangat ada mamaku. Tapi yang terjadi selanjutnya tetap membuatku merinding. Oh. Oh. Oh. Jadi karena kayak kepala kita kayak pusing gitu, Guys. Kerja sendirian enggak ada yang bantuin. Jadi ini kayak penglihatan kita nih kayak blur gitu ya, Guys. Ah. Oke, belok ke sini, Guys. Jadi, besok mama kita datang. Mama kita datang. Mama kita datang. Hore. Hore. Hore. Sebentar, Guys. Terakhir David ngintipin kita dari balik mobil itu, ya. Oke, so far aman sih. Enggak ada yang ngikutin kita. Ah, dapat. Guys, gua gak sempat masuk, Guys. Padahal Emily, buka pintunya. Aku akan membunuhmu. Dasar perempuan bodoh. Aku akan menelepon polisi sekarang, David. Tinggalkan aku sendiri. E are guys, gua di luar guys. Tapi dia ngiranya gua di dalam. Jadi itu David, guys. Dia udah keliling-keliling di situ tuh. Dia udah keliling-keliling di situ. Dia udah udah udah standby ternyata. Gua gak lihat loh, padahal. Oke, kita siap-siap, Guys. Langsung masuk aja ke sini kan tak ding ding tak ding tak ding ding ding d ah jangan buka kulkas, Billy bodoh. Emily buka pintunya. Oke kita harus sembunyi guys. Kita harus sembunyi. Kita harus sembunyi. Ehh toilet. Toilet gak bisa. Toilet toilet gak bisa di sini. Oke telepon 911. Halo, Pak. Pak, tolong, Pak. Ada David, Pak. David Predator. Saya yang membuat laporan sebelumnya, Pak. Tolong, Pak. Tolong, Pak. Cepat, Pak. [Musik] Dia begitu, Guys. Oh no. Oh no. Oh. Di sana kamu, Elisabeth. Kamu tidak menjawab pesanku, Tom. Tom penyelamat, Guys. Dia memukul David dengan pentungan ibu-ibu. Aku tidak tahu apa yang terjadi jika dia tidak muncul. Miss Jacob bilang dia menyadari ada sesuatu yang aneh di hari itu. Dia memberitahu kepada tetangga tua untuk menjagaku. Jaga-jaga saja. Tetanggaku itu pria yang sama yang membuat aku tidak nyaman. Selalu waswas. Aku tidak pernah menyangka dia adalah orang yang menyelamatkanku. Aku tidak teriak, aku tidak bergerak, aku hanya terdiam di lemari. Aku pikir itu adalah akhirnya. Tapi dia di sana, pria itu langsung mengayunkan panci seperti pahlawan. Tidak ada keraguan, David langsung terjatuh dan seperti itu semuanya berakhir. Tapi kenyataannya David telah mengikutiku jauh-jauh sebelum malam itu. Dia melukai anak Miss Jacob. Dia memberikan kebohongan kepada suami Sarah sampai dia tidak punya pilihan untuk keluar. Satu persatu orang-orang menghilang sampai hanya ada dia dan aku. Aku harap aku bisa bilang baik-baik saja dan itu tidak meninggalkan bekas apapun. Tapi aku mulai sembuh perlahan-lahan. Karena walaupun kota ini penuh dengan orang aneh, terkadang ada saja yang masih peduli. Dan ada seseorang yang memperhatikan secara sunyi berhati-hati. Itu cukup. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan datang. Pertanyaan-pertanyaan mulai personal dan kebaikan terasa seperti kontrol. Itulah bagaimana itu dimulai dengan seseorang menjadi sedikit terlalu baik. Cerita yang bagus, Guys. Gila, semua teori gua, Guys. Benar luar biasa. Benar-benar David dajal. Semoga dia dipenjara seumur hidupnya, Guys. Jadi, ya jadi orang baik itu harus, Guys. Tapi jangan berlebihan secukupnya aja. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jadi, coba kalian tulis di komentar dari 0 sampai 10 kalian kasih nilai game ini berapa. Segitu aja, Guys. Game A little too Friendly. Gua harap kalian terhibur. Kalau kalian suka bisa like dan komen. Aku bilal pamit dulu. Sampai jumpa di game selanjutnya. Bye bye. [Musik]

Hai semua makasih untuk kalian yang udah mampir!! aku harap kalian terhibur dengan video-video ku!!

Game : A Little too Friendly

Terimakasih banyak buat yang udah like, comment, subscribe !!

Follow Social Mediaku :
〚 Instagram 〛
https://www.instagram.com/billysamvel
〚 Tiktok 〛

@billyberak

Business inquiry :
billysamvcl@gmail.com

#billysamuel #billy