JOKOWI BOHONG LAGI. KASMUDJO BUKAN PEMBIMBING SKRIPSINYA: SAYA JUGA BELUM PERNAH LIHAT IJAZAHNYA
Beliau itu, beliau itu dulu waktu me bimbing saya seingat saya galak [Tepuk tangan] sekali. Galak sekali saya masih ingat galak sekali. Tapi sekarang saya melihat beliau sangat bijak sekali. Sudah berubah ya? Enggak. Saya enggak tahu yang berubah saya atau yang berubah Pak Kasmujo. Tapi sekali lagi Pak Kasmuco, saya menghaturkan banyak terima kasih karena bimbingan Bapak di jurusan Teknologi Kayu. Saya bisa menyelesaikan skripsi saya meskipun saya lupa juga bolak-baliknya berapa kali ya. Karena begitu maju dibentak balik. Begitu maju dibentak kok galak sekali. Tapi sekarang alhamdulillah saya kira atas bimbingan Pak Kasmuco. Ya, dulu cita-cita saya kira sama banyak rekan-rekan saya penginnya jadi pegawai perhutani. Tapi saya juga daftar saat itu. Saya daftar tapi enggak diterima. diterimanya jadi [Musik] presiden. Halo, halo. Apa kabar? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Herzun Arif. Senang sekali kembali bisa menjumpai Anda semua. Saya akan mengajak Anda untuk meng-update perkembangan terbaru dari ijazah ee Pak Jokowi. Ini kasusnya makin membingungkan dan makin kontroversial. ini setelah Ir. Kasmujo yang disebut-sebut oleh ee Joko Widodo itu sebagai dosen pembimbing skripsinya itu mengaku bahwa dia bukan ee dosen ee pembimbing skripsinya Jokowi dan ee dia juga tidak tahu-maau soal ijazahnya Jokowi itu karena dia juga tidak pernah melihatnya ini. Nah, pengakuan ini disampaikan oleh Kasmjo itu kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di rumahnya. di Pogung Kidul kapan Melati Kabupaten Sleman Yogyakarta. Sebelumnya kan Pak Jokowi itu mengunjungi e Kasmjo di rumahnya ee pada hari Selasa tanggal 13 Mei 2025. Dan kunjungan Jokowi ini cukup mengejutkan karena ee dilakukan di tengah-tengah spekulasi bahwa Pak Kasmuo itu menghilang. Pak Kasmjo ini menghilang setelah dia digugat oleh seorang lawyer dari ee Makassar. Dan eh kemudian ketika ee Pengadilan Negeri Sleman ini yang mau memanggil Pak Kasmujo mengaku bahwa mereka ini belum bisa memberikan surat panggilan kepada Pak Kasmojo karena alamatnya tidak diketahui. Jadi kemudian muncul spekulasi Pak Kasmojo itu menghilang. Karena itulah kemudian Pak Jokowi mendatanginya itu tampaknya untuk menepis isu bahwa Pak Kasmujo itu menghilang. Nah, dengan bertemu dengan Pak Kasmujo dan kemarin kita lihat bagaimana videonya sangat akrab ya. ee ini selain ee menepis ee isu bahwa Pak Kasmojo menghilang itu juga menunjukkan bahwa betul Pak Kasmojo itu adalah pembimbingnya Pak Jokowi gitu ya, pembimbing skripsinya Pak Jokowi. Soal ini kan sebelumnya ee di di apa diragukan bahwa Kasmjo itu bukan pembimbing skripsinya Pak Jokowi. Kenapa? karena ee dari ee skripsi yang ada di Perpustakaan UGM seperti yang juga diunggah oleh Dr. Rismon Sianipar yang sengaja mendatangi ee perpustakaan UGM dapatkan bahwa di situ nama Kasmojo itu di dalam buku skripsinya tidak ada nama Kasmojo. Yang ada adalah Prof. Ahmad Sumitro. Soal nama Ahmad Sumitro itu pun belakangan kemudian menimbulkan kontroversi karena eh nama Sumitro itu sebenarnya tidak tertulis Sue Mitro. SOEJ lama seperti dalam ijazah yang dia disebut punya Jokowi itu. Tetapi itu tulisannya Ahmad Sumitro biasa dan itu juga disebutkan oleh ee putri dari ee Prof. Ahmad Sumitro yang juga alumnus dari ee Fakultas Kehutanan dari Universitas Gajjah Mada. Jadi ini makin kacau saja nih kepada wartawan. Kemudian Pak Kasmu menyatakan bahwa dia bukan pembimbingnya Pak Jokowi bukan apalagi pembimbing skripsinya ya gitu ya. Nah, ee gimana sih sebenarnya ee kisruh itu soal pembimbing skripsi dan bukan ini? Nah, ini ternyata sumbernya saya lacak lagi itu ini di merupakan pengakuan dari Jokowi sendiri ketika dia jadi Presiden pada tahun 2017 dan ini videonya diunggah di ee akun Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia pada tanggal 19 Desember 2017. Yang pertama saya ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada dosen pembimbing saya, Bapak Kasmujo. Tadi ada tadi ke depan Pak Kasmuco. [Musik] Beliau itu, beliau itu dulu waktu me bimbing saya seingat saya galak sekali. [Tepuk tangan] Galak sekali. Saya masih ingat galak sekali. Tapi sekarang saya melihat beliau sangat bijak sekali. Sudah berubah ya. Enggak, saya enggak tahu yang berubah saya atau yang berubah Pak Kasmujo. Tapi sekali lagi Pak Kasmuco, saya menghaturkan banyak terima kasih karena bimbingan Bapak di jurusan teknologi kayu. Saya bisa menyelesaikan skripsi saya meskipun saya lupa juga bolak-baliknya berapa kali ya. Karena begitu maju dibentak balik. Begitu maju dibentak kok galak sekali. Tapi sekarang alhamdulillah saya kira atas bimbingan Pak Kasmuco. Ya, dulu cita-cita saya kira sama banyak rekan-rekan saya penginnya jadi pegawai [Tepuk tangan] perhutani. Tapi saya juga daftar saat itu. Saya daftar tapi enggak diterima. diterimanya jadi presiden. Silakan. Oh, saya daftar saya ikut tes tapi enggak diterima. Aduh, saya saya mikir-mikir apa bodoh banget saya atau tesnya yang enggak benar atau jangan jangan juga banyak titipan di situ. Saya jadi berpikir jelek karena enggak diterima. Tapi ya sudah karena garis dan kehendak Allah memang seperti ini ya harus kita terima. tadi sangat jelas kan Pak Jokowi nyebutkan dia pembimbing akademiknya, tapi itu dari kalimat-kalimatnya e berikutnya kan ee dia bisa diaptirkan bahwa dia mengakui bahwa dia pembimbing skripsinya ya karena dengan ee apa k tadi bolak-balik maju dibentak dan sebagainya dan kemudian dia bisa menyelesaikan skripsinya itu karena dibimbing oleh Pak Kasmojo. Tapi kok sekarang Pak Kasmujo membantah. E kenapa pada waktu itu seperti terlihat dari video tadi kan Pak Kasmujo malah senyam-senyum saja di sampingnya Pak ee Jokowi. Ya, mungkin pada waktu itu Pak Kasmujo itu ee sungkan dong. Dia enggak mungkin enggak berani membantah dan dia nganggap ya sudahlah mungkin e salah ingat atau apa dan sebagainya enggak jadi persoalan. Tapi sekarang ini ketika akhirnya ini bergulir kerana hukum karena Pak Kasmjo ini menjadi delapan pihak yang digugat gitu ya bersama dengan rektor kemudian Warek, Dekan Perpustakaan ee UGM total ada delapan pihak yang digugat di Pengadilan Negeri Sleman Pak ee Kasmojo ya mau enggak mau akhirnya mesti buka suara ya. Pak Jokowi sendiri belakangan buka suara mengapa dia mendatangi Pak Kasmojo. Dia menyatakan bahwa dia mendatangi ke Pak Kasmojo itu karena dia mendengar Pak Kasmojo yang sudah sepuh itu ee digugat dan harus berurusan dengan masalah hukum. Pak Jokowi kemudian datang ke sana katanya pengurut pengakuannya dia menawarkan bantuan hukum kepada Kasmojo. Tetapi Pak Kasmojo mengaku bahwa dia secara hukum sudah dibantu oleh ee Fakultas Kehutanan. Bahkan kepada wartawan Pak Kasmujo belakang juga mengaku dia itu enggak siap sebenarnya karena sudah sepuh seperti itu harus berhadapan dengan hukum dan dibawa-bawa dalam kasusnya Jokowi ini soal keaslian ijazahnya Jokowi. Tapi kemudian dia dapat jaminan dari Fakultas Kehutanan bahwa untuk masalah ee hukumnya diserahkan sepenuhnya dan tidak akan ditangani oleh Fakultas Kehutanan. Jadi walaupun sudah ada diaminan seperti itu tampak sekali sebagai orang yang sudah sepuh enggak pernah sama sekali seperti pengakuannya berurusan dengan hukum ini ya membuat Pak Akasmojo itu pasti tertekan bingung begitu ya. Karena itulah kemudian dia kepada wartawan mengatakan ya dia itu enggak tahu menau soal ijazahnya Pak Jokowi itu karena dia juga bukan pembimbing skripsinya. Nah, gimana ceritanya? Ini saya bacakan saja dari ee Kompas.com ya. Tapi di media lain juga banyak ini beritanya yang muncul ya. Beritanya sama ini. Nah, beritanya di Kompas ditulis begini. Ir. Kasmojo mengatakan pertemuan dengan Joko Widodo di rumahnya tersebut berlangsung sekitar 45 menit. Dan selama pertemuan tersebut Joko Widodo tidak membahas mengenai ijazah saat berkuliah di UGM. Enggak ada. E maksudnya obrolan soal ijazah. Enggak. Enggak sama sekali. Kata Kasmujo, Kasmujo menyampaikan tidak mengetahui terkait dengan ijazah Joko Widodo sehingga dirinya tidak dapat bercerita soal ijazah Jokowi. Selain itu kata Pak Kasmojo eh dia bukan pembimbing skripsi Joko Widodo. Dia menyebut pembimbing skripsi Joko Widodo adalah Profesor Sumitro. Ya, sama ya dengan ee dengan temuan-temuan di skripsinya memang tertulis itu Profesor Ahmad Sumitro. Nah, kembali ke Pak Kasmojo yang saya baca di Kompas ya. Mengenai ijazah saya paling tidak bisa cerita karena saya tidak membimbing, tidak mengetahui prosesnya dan pembimbingnya itu Profesor Sumitro. Pembantunya ada sendiri, yang menguji ada sendiri ungkapnya. Nah, ini yang juga cukup menarik. Kasmujo mengungkapkan saya merasa tidak tahu sama sekali ee kalau kaitannya dengan ijazah. Saya sama sekali belum pernah melihat ijazahnya itu seperti apa lah. Saya mau cerita apa. Ini lucu juga cerita ini, Pak. Ini kalau wajahnya kan memang lugu ya. Nah, kemudian Pak Kasmjo menjelaskan mengapa dia itu bisa memastikan bahwa dia bukan pembimbingnya Pak Jokowi. Karena katanya ketika Jokowi masuk kuliah di Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1980 itu dan kemudian lulus pada tahun ‘ belum bisa belum jadi dosen penuh. Begini ee versinya Pak Kasmujo itu begini. Dia kan tahun 0 masuk lulus ’85. Saya sampai 83 itu masih 3B. dia mau lulus saya 3C ini golongan maksudnya golongan kepangkatan itu kalau urusan dosen mengajar hanya boleh jadi asisten atau pembantu dosen jadi kalau disuruh mengajar tidak boleh sendirian kata dia. Jadi boro-boro jadi pembimbing akademik ya atau apalagi pembimbing skripsi dia itu waktu itu masih asisten dosen. Selama menjadi asisten dosen tersebut Kasmujo mendampingi beberapa dosen. Jadi bukan mendampingi mahasiswa ya, sebab tujuan sebagai asisten tersebut dalam rangka untuk latihan. Dan Kasmjo menyampaikan selama Joko Widodo berkuliah di Fakultas Kehutanan UGM dia masih menjabat sebagai asisten dosen. Kalau selama Pak Jokowi kuliah itu karena saya mendampingi, saya mengikuti yang saya dampingi. Saya tidak boleh membuat atau melakukan pelajaran-pelajaran sendiri. Nah, saat mengajar di UGM kata Pak Kasmojo golongannya sudah naik jadi golongan 3D atau 4A. Nah, itu mungkin karena saya sebagai ketua lab ya, yaitu yang berkaitan dengan non kayu dan mebel, saya mengajar di situ. Non kayu itu artinya produk-produk hutan yang selain dari kayu sama mebel. Dan kemudian ini cerita tentang Asmujonya ya, pada tahun 2014 itu dia telah resmi memasuki masa purna tugas di Departemen Teknologi Hutan Fakultas Kehutanan UGM. Ini nama kok anunya masih insinyur terus ya. Ini berarti dia tidak melanjutkan lagi ke jenjang berikutnya ya. Dan kalau enggak melelanjutkan jenjang berikutnya ya berarti dia memang statusnya enggak bisa jadi dosen penuh ini ya. minimal itu S2 dan kebanyakan rata-rata S3. Kalau untuk jadi dosen di S1 itu dari keterangan Pak Kasmojo itu ada dua hal yang kita bisa ee simpulkan bahwa pernyataan Pak Jokowi tadi itu yang menyatakan bahwa dia membimbingnya apalagi skripsinya bolak-balik dikembalikan dan dia dibentak oleh Pak Kasmujo dipastikan tidak benar ya karena Pak Kasmujo pada waktu itu masih jadi asisten dosen. Dia tidak mungkin menjadi pembimbing akademik pun tidak mungkin apalagi pembimbing skripsi. Tetapi dari pengakuan Pak Kasmojo tadi kan dia menyatakan dia tahu bahwa Pak Jokowi, dia mengenal Pak Jokowi itu sebagai mahasiswa di UGM. Bahkan dia menyebutkannya tadi kan dia masuk tahun 0 dan keluar tahun 5. Nah, tetapi soal ijazahnya ya dia tidak tahu- menahu dia tidak pernah melihatnya. Nah, ini saya kira ee dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa sesungguhnya Pak ee Joko itu benar bahwa dia pernah menjadi ee mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dan itu juga dibuktikan dari foto-foto dia sebelumnya ketika dia menjadi mahasiswa pencinta alam dari Fakultas Kehutanan UGM. Dan tetapi pertanyaannya kalau soal ijazah, nah ini kan belum bukan berarti kalau orang itu kuliah dia berarti lulus. Ini yang jadi pertanyaan, apakah betul bahwa Pak Jokowi itu memang punya ijazah seperti yang jadi pengakuan dia atau ee ee dia sebenarnya tidak pernah lulus jadi dia tidak punya ijazah. Ini yang saya kira jadi persoalan kembali seperti saya katakan sebelumnya e Pak Jokowi ini omongannya enggak bisa dipegang gitu ya. Jadi walaupun sekarang benar katakanlah benar ya orang enggak percaya. Dalam hal ini misalnya dalam soal-soal kasus Pak Kasmojo yang sekarang ini coba ditampilkan kembali oleh Jokowi dengan mendatangi rumahnya, ternyata Pak Kasmujo sendiri mengaku bahwa ee bukan dia e pembimbing skripsinya, pembimbing akademik saja, bukan, apalagi pembimbing ee skripsi. Kan seperti dia katakan tadi bahwa dia mendampingi dosen yang mengajar selama dia tidak mengajar ya, dia tidak mendampingi enggak artinya enggak berinteraksi dengan mahasiswa ini. Jadi dia dipastikan juga bukan pembimbing akademik. Jadi bukan pembimbing akademik apalagi pembimbing skripsi. Nah, ini yang saya kira sebenarnya memang ee harusnya jangan dibikin bulat ini ya Pak Jokowi ya. Kenapa? Karena ee makin Pak Jokowi melakukan manuver, orang makin mencurigai. Itu sekali lagi jangan salahkan ee orang untuk curiga pada Pak Jokowi karena Pak Kasmujo yang diaku sebagai dosen pembimbing skripsinya Pak Jokowi sendiri atau dia tidak menyebut pembimbing skripsi tapi dia menyebut bolak-balik mengajukan skripsi ditolak tapi dia mengakui sebagai pembimbing akademik. Itu pun dia menyatakan dia bukan bukan pembimbing akademik. Jadi mana yang benar ini? ini ee jadi kedatangan Pak Jokowi ke rumahnya Pak Kasmojo itu alih-alih ee dia itu membuat clear atau menunjukkan bukti bahwa benar dia itu lulusan UGM itu malah makin mementahkan itu malah makin membuat orang curiga bahwa enggak benar Jokowi ini e mungkin sekarang dengan penjelasan Pak Kasmojo agak sedikit berubah sedikit bahwa yes ee Jokowi ini pernah menjadi mahasiswa OGM sebagaimana pengakuan teman-temannya juga teman-teman satu angkatan itu benar gitu. Tapi sekarang yang jadi persoalan ijazahnya karena gimana orang mau nyebut ijazahnya kalau Pak Kasmujoo saja menyatakan bahwa dia sendiri enggak pernah melihat ijazahnya Pak Jokowi dan dia juga bukan pembimbing akademisnya. Haduh, jadi repot ya kalau begini. Ini soal yang sudah mudah kok ee apa ya kok dibikin sulit. Ee kan kemarin Ibu Megawati juga sudah bicara ya minta unt tunjukkan saja kalau memang benar gitu. Tapi kan ee kalau Ibu Megawati sekarang apakah masih didengar oleh Pak Jokowi ya? Karena kan Ibu Megawati sekarang sudah sudah apa ya dengan Ibu Megawati ini sudah patah harang, sudah tidak punya hubungan lagi. Walaupun dulu Pak Jokowiu menganggap bahwa Ibu Mega itu sudah dianggap seperti ibunya sendiri tapi kalau sekarang pasti bukan lagi ee bukan lagi ibunya tapi sudah musuh politiknya dari Jokowi atau setidaknya Ibu Megawati ya sudah tidak lagi menganggap ee Jokowi. Nah, bagaimana dengan sebaliknya? Apakah sekarang masih ee mau mendengar nasihat Ibu Megawati untuk menunjukkan ijazahnya? Saya kira kalau Pak Jokowi kemudian mau mendengar Ibu Megawati, kalau yang lain enggak usah didengar, enggak apa-apalah Ibu Megawati lah sekarang untuk menunjukkan etikat baik dia kepada Ibu Megawati lah gitu ya. Ya, ya tunjukkan saja ijazahnya kepada publik dan ee kalau perlu memang harus ada ahli-ahli yang bisa membandingkan ijazah Jokowi dengan para rekannya gitu. Jangan hanya semata-mata diserahkan kepada lapor pus lapor Mabus Polri karena sudah muncul ketidakpercayaan juga terhadap pus lapor ini. Kalau enggak begitu ini akan panjang ceritanya. Makanya saya enggak salah ya kalau ee sebelumnya saya sudah dua kali menyebut bahwa sampai kiamat pun ini kontroversi ijazah Jokowi ini enggak akan pernah selesai. Kalau begini caranya. Saya Arif sampai jumpa lagi. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Tepuk tangan] [Musik] Yeah.
Subscribe juga akun:
Rocky Gerung Official
https://www.youtube.com/channel/UClp5BC5q94WufuaOl667JtQ
F&F
https://www.youtube.com/@FREEDOMANDFAIRNESS
MSD
https://www.youtube.com/channel/UCuwYsgOFjt6eYrJFRygR59A
Forum Tanah Air
https://www.youtube.com/channel/UCMJYWPTw-RqrBqmZMnusvXw
2025
#hersubenopoint
#hersubenoarief
#hersubeno
#fufufafa #gibran #kaesang