Selesai Itu Barcelona! Starting XI Ngeri Real Madrid di Tangan Xabi Alonso

Xavi Alonso who turned dreamers into doers, make trophies tangible, exercise the demons of Neveren. Undefeated double historic and seismic endless late goals, moments and a legacy to last a lifetime. Mata Sabi Alonso berkaca-kaca seolah enggan berpisah dengan buyay Leverkusen, tempat yang bukan hanya melambungkan namanya, tapi laboratorium tempatnya mengembangkan ide, filosofi, dan reputasi. Tapi perpisahan dengan publik by Arena sejatinya sudah diprediksi jauh-jauh hari. Ketika pertama kali datang, para penggemar boleh jadi telah merelakan apabila klub kesayangannya itu hanya menjadi batu loncatan Sabi Alonso ke Real Madrid. Apalagi manakala sang pelatih terbukti sukses. Tibalah saat Los Blancos berpisah dengan Carlo Anceloti dan meminta Sabi Alonso menjadi penggantinya. Tentu beda pelatih, berbeda pula taktiknya. Lantas formasi seperti apa yang akan dipakai Sabi Alonso di Real Madrid? Dan siapa saja pemain yang akan mengisi starting 11 Impian Alonso di tim yang digadang-gadang sebagai Galacticos jilid 3 itu. Sabi mungkin akan main aman terlebih dahulu saat pertama kali melatih Real Madrid dengan tidak mengubah pakem dan gaya bermainnya. Jika berkaca saat Alonso melatih Bayern Leverkusen, besar kemungkinan formasi yang akan dipakai di Real Madrid adalah 3421. Tinggal bagaimana ia meminta Real Madrid menyesuaikan gaya dan taktiknya. Inilah yang membedakan pelatih muda dan filosofis seperti Sabi dengan pelatih bangkotan seperti Carlo Ancelotti. Apakah itu artinya? Sabi adalah pelatih yang egois, pelatih yang ogah menyesuaikan apa yang ada. Tidak juga. Dalam situasi tertentu, pelatih berhak meminta klub untuk membeli pemain yang sesuai taktiknya. Selama klub tidak mempersoalkan, ia tidak masalah. Ini Real Madrid, Bung, bukan Liverpool. Real Madrid kabarnya akan mengizinkan Sabi Alonso meminta pemain. Lantas pemain seperti apa yang akan diminta Sabi Alonso? Lantaran memakai formasi 3421, Sabe membutuhkan seorang striker pembunuh yang dalam bahasa taktikal disebut striker nomor 9. Kalau tidak salah, Real Madrid saat ini tak memiliki penyerang murni. Maka dari itu, Sabi mungkin akan meminta Florentino Perez mendatangkan seorang penyerang nomor 9. Bukan penyerang semahal Victor Osiman maupun Erling Han yang namanya muncul ke permukaan. Justru penyerang yang besar kemungkinan didatangkan adalah mantan anak asuhnya di Bayern Leverkusen, Patrick SK. Jika dibandingkan striker yang dimiliki Real Madrid Castilla bernama Gonzalo Garcia, penyerang Republik Ceko itu tak lagi muda, usianya hampir kepala tiga. Tapi jika Madrid perlu penyerang nomor 9 dengan segambreng pengalaman, syik nama yang tepat. Penyerang kelahiran Praha itu musim ini juga sudah bermain dalam 30 laga di Bundesliga dan mencetak 19 gol. Belajar dari kedatangan hoselu, Real Madrid butuh penyerang yang bukan hanya tajam, tapi berpengalaman. Nah, Sik cocok karena dia juga telah merasakan berbagai atmosfer kompetisi. Main di Liga Champions pernah main di Liga Eropa. Siapa tahu Real Madrid kepengin jajal main di liga malam Jumat. Sik juga berpengalaman ketimbang memaksa Gonzalo yang masih muda di posisi ini. Kilian Mbappe mungkin jadi opsi lain. Entah ia akan dipasang sebagai nomor 9 atau false 9. Tapi mungkin lebih baik Los Blancos bujuk si aja deh. Meski kontraknya baru habis 2027 mendatang, harga Sig ini terjangkau bagi Madrid hanya 27 jutao saja. Nah, kalau strikernya asik, siapa dua pemain yang akan membantu di belakang? Sik akan dibantu dua gelandang serang yang gaya bermainnya beda, Vinicius Junior dan Jut Bellingham. Kita mulai dari yang disebut belakangan. Pemain 180 juta euro itu memang daerah operasionalnya ada di lini tengah, tepatnya gelandang serang. Dengan memainkan jut di habitatnya, Sabi akan lebih memaksimalkan potensinya. JUT bisa menjadi penghubung antar lini. Pergerakannya yang cair bisa menjadi opsi serangan dari lini kedua. Belum lagi pemain kelahiran Midlands barat itu juga mampu membikin pemain belakang lawan patah pinggang. Akselerasi dan giringannya berguna untuk menembus pertahanan lawan. Oh iya, kemampuan umpan dan akurasi tembakan jarak jauhnya juga bermanfaat saat menghadapi lawan dengan pertahanan rendah. Bagaimana dengan Fini? Vini adalah pemain yang serba guna. Itu paten. Karena keserbagunaannya itu, Elkemaki bisa ditaruh di gelandang serang. Mungkin walau ditaruh di tengah, Vini akan tetap bermain melebar lewat aksi meliuk-liuk khas sambanya. atau bisa juga ia menjalankan peran sebagai pemancing pressing lawan karena Fini juga cukup jago dalam melakukan link up play. Bagaimana dengan dua gelandang tengah? Real Madrid sebenarnya mengincar sejumlah pemain, salah satunya Martin Zubimendi, tapi sang pemain lebih condong ke Arsenal. Selain itu, Madrid juga sempat inginkan Rodri. Namun peraih balon dooror itu tak menggubris Los Blangkos. Joshua Kimic yang semula diproyeksikan menjadi penerus Tony Cruz justru memperpanjang kontrak di Bayern Munchan. Hingga sejauh ini Real Madrid kehabisan opsi gelandang baru. Namun Sabi tak perlu cemas karena di skuad saat ini banyak stok pemain tengah yang bisa dipakai. Boleh jadi Sabi Alonso akan menduetkan Eduardo Camavinga dan Federico Valverde di lini tengah. Kamavinga sebagai pemain yang fair style, punya kelincahan dan sapuan-sapuan yang luar biasa. Di satu sisi, Valverde bisa menawarkan agresivitas. Keahliannya dalam menembak juga sangat dibutuhkan, terutama tatkala menghadapi lawan yang bermain pertahanan rendah. Lanjut ya. Nah, karena memakai formasi 3421, Sabi membutuhkan dua back sayap. Jika di Leverkusen ia punya Jeremy Frpong dan Alex Grimaldo, kalau di Real Madrid siapa yang mengisi posisi itu? Jelas di posisi backk sayap kanan akan diisi tren Alexander Arnold. Pemain yang diboyong dari Liverpool memang paling pas mengisi sektor backk sayap kanan. TAA pemain yang fleksibel, ia juga eksplosif. Taa yang kadang bermain sebagai gelandang juga bisa menjadi bek sayap yang bergerak inverted. Gerakannya itu bisa saja membuat pemain seperti Vini melebar. Jika di kanan Madrid sudah punya TAA, bagaimana di kiri? Sejumlah media termasuk Relevo memberitahu bahwa Alejandro Grimaldo adalah opsi yang tepat. Bekiri asal Spanyol itu sudah begitu nyetel dengan taktik Alonso. Grimaldo adalah bekri serba bisa. Di tangan Alonso, ia kuat dalam bertahan dan menyerang. Keahlian umpan ditambah kontrol bolanya yang apik bisa mendukung progresi permainan Los Blancos. Itu posisi back sayap. Lalu, bagaimana dengan tiga bek di lini belakang? Kalau sektor bek tengah rumornya banyak banget. Baru-baru ini saja Madrid kabarnya sudah menjalin kesepakatan verbal dengan backborn move. Ya, Hison mungkin akan mengisi salah satu slot back tengah era Sabi. Usianya baru 20 tahun tapi tampil cemerlang di Premier League. Ia sosok bek yang agresif, cakap membaca permainan, dan proaktif berkat ketenangannya menguasai bola. Hisen ini juga bisa mencetak gol seperti idolanya Sergio Ramos. Ya, Hison menjadikan ex Back Los Blancos itu referensi. Selain Hison, siapa lagi? Ada William Saliba yang terus dilirik. Meski kemungkinan negosiasi dengan Arsenal Alot, Madrid masih mengusahakan. Saliba sosok bek yang juga agresif. Ia cukup klinis di lini belakang dengan kepiawaiannya dalam menyapu bola. Selain dua nama tadi, sapi kabarnya juga akan membawa bekas beknya Piero Hincapi ke Bernabeo. Pemain Ecuador itu dinilai cocok dalam proyek Galacticos jilid 3. Demi mewujudkannya, Madrid perlu menebus klausul pelepasan senilai 68 jutao mengingat kontrak sang pemain baru rampung 2029 mendatang. Tinggal apakah PES mau menebus klausul itu? FYI aja nih. Hinchapi adalah sosok bek dengan kemampuan ball playing. Ia memiliki umpan yang baik. Serangan Leverkusen beberapa kali juga berasal darinya. Hinchapi bisa menjadi opsi yang lebih baik daripada terus memaksakan Raul Asensio sebagai pilihan utama. Mungkin kamu akan tanya terus kipernya siapa, Min? Tibot Corto rasanya akan tetap menjadi andalan. Kiper-kiper Bayern Leverkusen seperti Lukas Radeki maupun Matej Kovar tidak sepadan dengan kiper Belgia itu. Jadi, Sabi akan tetap memainkan Cortoa sebagai kiper utama. Dengan susunan pemain seperti ini menurut Football Lovers, terutama para fans Real Madrid nih, musim depan bisa enggak tim jagoanmu itu meraih trebel? Bisa dong ya. Masa kalah sama Manchester City?

Xabi Alonso akhirnya berlabuh ke Real Madrid. Seperti apa Starting XI yang akan dimiliki Xabi Alonso di Real Madrid?

#StartingEleven #RealMadrid #XabiAlonso #LigaSpanyol

Beli Kaos Edisi FAVORITMU! Disini ⬇ ⬇ ⬇
https://starting-eleven-merch.com/
—————————————
—————————————
Beli Kaos Bola Official Merchandise Starting Eleven! Disini ⬇️ ⬇️ ⬇️
https://starting-eleven-merch.com/
https://shopee.co.id/startingelevenmerch
—————————————
—————————————
*KERJASAMA*
WhatsApp Mas Jo : 0823-2926-1306
—————————————
—————————————
Dapatkan Konten Eksklusif Hanya dengan Gabung di Saluran Whatsapp Starting Eleven. KLIK DI SINI !!! ⬇️ ⬇️ ⬇️
https://whatsapp.com/channel/0029VaeKmiKFXUudH8J0zU2S
————————————————————————————————————————————————————
Sebagian video, foto dan musik yang kami tayangkan bukan milik Starting Eleven. Pihak kami tidak mengklaim video, foto dan musik tersebut sebagai milik kami, karena kami sangat menghormati para pemiliknya.
FAIR USE DISCLAIMER:
Penafian Hak Cipta: – Berdasarkan pasal 107 Undang-undang hak cipta tahun 1976, tunjangan diberikan untuk PENGGUNAAN FAIR untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin saja melanggar. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi memberi keseimbangan demi mendukung PENGGUNAAN WAJAR.
Copyright Disclaimer: – Under section 107 of the copyright Act 1976, allowance is mad for FAIR USE for purpose such a as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship and research. Fair use is a use permitted by copyright statues that might otherwise be infringing. Non- Profit, educational or personal use tips the balance in favor of FAIR USE.