Masuk Ke Goa Ketemu Mbak Kunti – Gaung Game Indonesia
Kali ini kita akan bermain sebuah game horor asal Indonesia yang di mana lokasinya itu ada di lubang Jepang Bukit Tinggi. Siapa yang pernah ke sana, Teman-teman? Dan selamat datang di YouTube channel Miaw A. Let’s go. Mari kita cobain bermain game horor asal Indonesia yang judulnya Gung. Ternyata masih banyak banget game horor asal Indonesia yang belum sempat Mio mainin. Dan kali ini kita akan memulai serial yang judulnya adalah Gaung. Dan kalau misalnya kalian baca dari disclaimernya, Guys, itu ada lokasi nyata lubang Jepang di Bukit Tinggi. Siapa yang pernah ke sana, Teman-teman? Gua sendiri sih kalau misalnya ngomongin goa, gua itu pernah pergi ke sebuah goa yang berada di Jawa Tengah. Cuma gua lupa nama goanya itu apa, Teman-temanku sekalian. Dan untuk jalan cerita dari game gaung yang satu ini, kita akan bermain sebagai seorang wanita yang bernama Ranny dan dia akan pergi ke sebuah goa karena ada ajakan dari temannya. Dan seperti apakah kengerian dari goa gaung yang satu ini? Langsung saja kita new a. Let’s go. Telepon. Telepon siapa nih? Halo. Kok enggak diangkat? Halo. Halo. Arum gimana? Gua udah sampai nih. Heh. Tolong buka pintu goanya, Ran. Kuncinya ada di dalam lemari di post security. Nanti gua nyutul. Emang sebenarnya kita mau ngapain sih? Halo. Arum. Yah, dimatiin, Guys, sama Arum. Ini anak aneh banget deh. Hujan-hujan gini ngajak main ke goa. Di mana lagi kunci gerbangnya? Hujan-hujan begini dia ngajak main ke gua, Guys. Habis itu tadi disuruh tap. Tap itu adalah sebuah misi kaliya ya. Find a cave key. Misi. Misi. Terus selamat datang di lubang gaung wisata goa. Uh. Huh. Cuma sekali guys seur hidupnya Miawok tuh pergi ke wisata goa. Cuma gua lupa namanya. Waktu gua masih kecil soalnya kayak umur 12 13. Hab itu udah gak pernah lagi. Ini kah security-nya? Gak apa-apa nih kita masuk, Guys, tanpa izin. Permisi, permisi. Uh, bisa gua matikan dan juga hidupkan. What is this? Uh, bisa diputar, Guys. Bisa diputar-putar. Kenapa itu? Uh, uh, oke. Ada TV yang bisa menyala. Coba kita lihat. Oh, ini promosi trailernya gaung, Guys. Udah yah gitu doang. Ternyata grafiknya cukup bagus ya, Teman-teman. Mantap. W ada diwini. Apakah kita bisa menemukan sebuah kunci? Tidak ada sama sekali. Lihat sekelilingmu, jadikan angka menjadi petunjukmu. Oke. Oke. Oh, ini kamera. Ah. Ah, harusnya ada satpam enggak sih yang ngejagain di sini biar enggak sembarang orang? Apakah ini, Guys? 257 kah? 25 Januari 2027. Buset, siapa yang belum lahir? Oh, ada berangkas ternyata. Coba 25 07 SIM salabim abrakadabra terbuka sudah. Dan kita berhasil menemukan satu buah kunci. Let’s go. Sini. Buat apa? Enggak ada yang terjadi sih. Ya udahlah ya. Kita biarkan miring seperti itu. Alright. Wuh. Seperti apa di dalam sana? Oh, ini ada map-nya. Entrance. Oke, kita akan dari sini. Terus kita akan ke kiri. Terus di lurus sana ada banyak banget ruangan, Teman-teman. Ada ketiga dan juga ada kedua. Kedua adalah small room dan ketiga adalah exit. Uh, semoga ggak nyasar lah ya. Kelihatannya simpel sih, cuma right klik. Oh, kita klik kanan untuk menggunakan kuncinya. Kunci pintu sudah terbuka dan sekarang Wow, guys. Grafiknya GG juga nih. Kenapa? Gua baru tahu ini game rilisnya tahun kemarin. Wah, lampu mati. Lampu mati. Bukan karena gua kan. Bukan gua kan yang disuruh tanggung jawab ganti lampu baru masuk nih. Lurus terus ke ruang kecil di ujung goa. Oke deh, lurus terus ke ruang kecil di ruang gua. Berarti gua harus lurus terus nanti kita ke kiri ya, Teman-teman. E enggak ada senter toh. Enggak ada apa? No flashlight in equipment. Yah, enggak ada, Guys. Yah, itu apaan lagi? Oh, gua bisa zoom. Ada senter. Kita bisa mengambil senter di situ. Cuma pintunya ketutup, Guys. Harus mencari kunci dulu kah? Baiklah kalau begitu. Oh, kita bisa lari. Wah, ini gelap banget sih. Ini super duper gelap. Halo, Harum. Eh, Arum belum nyampai. Katanya dia mau nyusul. Uh, lorong yang begitu menyeramkan, Guys. Di depan sana ada orang di sini. Pertanyaannya, Ranny, kenapa kamu masuk duluan? Harusnya kamu nunggu Arum enggak sih? Kenapa sih setiap game horor, Teman-teman, itu karena kesalahan diri sendiri gitu loh. Apa itu? Apa itu tadi lewat? Apa itu tadi lewat? Kayak ada yang terbang-terbang kelelawar kah? Kalong. Kalong, Guys. Kalong. Wah, ini gelap banget ya. Ini gelap banget. Kayaknya gua disuruh untuk pergi lurus ke sini. Mengambil senter kah? Bisa jadi, Guys. Gak bisa. Oh, apaagi tuh? Ini apaan lagi nih, Guys? Oke, coba lurus lagi. Wah, gelap banget, ya. Ini sih. Kalau misalnya gua disuruh ke goa ini sih udah pasti gua tunggunya di depan. Gak mau nih gua duluan masuk ke dalam. Enak aja sepi. Ow itu kok kayak persembahan, Guys? Guys, itu kok kayak persembahan. Ini ruang apa? Ow, kenapa ada foto gue? Ini sesahjen kepala gue pusing. Yah, ada suara laga kaki. Siapa itu? Oke, sepertinya kita tidak sendirian di goa ini. Bangun, bangun Rina, bangun. Ah, itu dia sebuah senter yang kita lihat di awal. Kenapa gue ada di sini? Kayaknya ada yang enggak beres. Gua harus cari jalan keluar. Yah, kita harus cari jalan keluar, ya, Teman-teman. Pertama-tama kita ambil terlebih dahulu flashlight dan juga dua baterai. Mantap. Dengan begitu kita sudah bisa memakai flashlight atau lampu ya. Aduh enggak sendirian. Siapa yang membawa badanku ke sini guys? Kenapa? Ada apa? Ini gua seram banget ya. Ini kalau runtuh meninggoy gua, Guys. H suara-suara yang menakutkan. Mamamia pizzaria. Ini kalau tiba-tiba ada yang nongol sih kaget gua nih. Jangan please, jangan please. Nih kalian lihat, Guys. Tekstur dari batunya keren banget ya. Kayak kelihatan real gitu loh. Nice, nice, nice. Heh. Heh. Apa tuh? Astaga. Tikus, guys. Tikus, tikus tikus. Tenang, tenang. Miaok. Tenang. Tadi adalah kelelawar, sekarang tikus. Tenang, tenang. Kok warna merah? Kok ada lampu? Itu lukisan apa? Ini lukisan apa, Guys? Kita bisa interaksi tidak? Bisa fokus. W. Apaan sih ini semua? Gua di mana? Itu Mbak Uti, Guys. Ada Mbak Uti tadi. Oh no. Oh no. Eh, kok gua gak bisa? Kok gua gak bisa lurus? Oh no. Beneran, Guys. Gua gak bisa keluar dari sini. Ow. Why? Loh. E e sebentar. Kenapa aku tidak bisa keluar dari sini, Guys? Di belakang gua gelap banget soalnya. Gua gak bisa ngapa-ngapain nih ya. Kalau gua lur ke belakang juga gak bisa. Yah. Harusnya gua Oh, gua kirain gameennya nge-bug, Teman-temanku sekalian. Ternyata itu adalah sebuah pintu kaca yang menghalangi kita untuk keluar. Nerben narik gua loh. Astaga. Oke oke oke. Fokus fokus fokus. Masih ada senter. Nice. Hm. Ada yang ngetok-ngetok tuh. Siapa di sana? Lihat belakangmu. Enggak ada apa-apa. Ini painting ada. Enggak ada. Enggak ada. Enggak ada. Tadi enggak ada di sini, Guys. Paintingnya enggak ada. Astaga. Astaga. Astaga. Astaga. Astaga. Sampai ngejengkang gua loh. Hah? Gua lagi duduknya lagi pengen benerin tempat duduk tiba-tiba ada jump scare tuh. Jadinya hampir kejak gua. Gua lagi tumpuan satu kaki gitu loh, Guys. Lagi pengen mau begini tapi pakai kaki begini. Eh, tiba-tiba ada jump scare. Jadi langsung kepeleset gua. Astaga. Astaga. Ini baru pertama kali gua kepleset, Guys. Guys. Hah. Ini kenapa nih? Ini siapa ini? Wuh, hilang, Guys. Paintingnya hilang. Di sini juga ada dua nih. Siapa ini? Menghilangkah dia? Tidak. Uh, hilang. Uh, hilang. Oke, ada yang menangis sekarang. Siapa yang menangis? Permisi, punten. Aduh. Oke, kita disuruh ke kanan, ke kiri maksudnya ya ini ya, Teman-teman. Hah. Hah. Capek juga bermain game yang satu ini. Astaga. Astaga. What is that? Tuas. Oke, kayaknya kita harus mengambil bulat-bulatan itu, Teman-teman. Valve terus kita masukin ke dalam situ. Tuh, gimana cara ambilnya? Oh, klik kanan. Klik kanan. Oke, kita klik kanan. Terus valve-nya ini taruh di mana? Sebentar, Teman-teman. Apakah di depan sana? Kita coba cek terlebih dahulu. Apa iya? di depan sini. Ee oh oh, oh itu kah? Nice sekali. Coba diputar. Oh, gerbangnya terbuka cuma setengah. Enggak bisa. Oh, ada satu lagi. Ada satu lagi. Kita harus cari satu lagi. Tunggu. Pas kita lagi datang ke sini, gua melihat ada satu valve di dekat pintu. Cuma gua lupa-lupa ingat pintunya di mana. Ya udah kita cari ya. Bentar bentar. Ada Mbak Unti di sini, Guys. Kita harus berhati-hati dengan Mbak Unti, ya. Aduh, enggak bisa itu. Enggak bisa. Mbak Unti, ya. Aduh, apa apa jalan cerita dari game yang satu ini, Guys? ceritanya seperti apa sehingga Wah, Wah, kaget gua. Astaga, kenapa dia ada di situ? Beneran aja, Guys. Tadi kan gua bilang ada Mbak Unti. Beneran dong dikejar sama Mbak Unti, guys. Guys, GG. GG Gaming. Belum apa-apa gua dikagetin dua kali, Guys. Oke, yuk coba coba lagi coba lagi coba lagi. Lah kalau misalnya ada Mbak Unti tadi terus gua harus ngapain? Entar Mbak Unti tadi dari sini nih. Lari enggak sih? Mama gua harus matiin lampu kah? Oh no. Gua harus gimana, Mbak? Mbak, mbak, tolong, Mak. B, B, B, mbak. Itu gua harus gimana tadi, Guys? Harus matiin senter kah atau gimana? Gimana caranya untuk ngindarin dia? Tapi Mbak Ultinya gak terbang, Guys. Dia berjalan. Jangan diketawain. Lu udah meningsoy dua kali sama Mbak Ulti itu. Masih yang mau diketawain, ya. Benar-benar benar-benar nih miau Miau ini. Oke, yuk coba lagi. Coba lagi kita matikan lampu kah? Duh, gak tahu lagi gua, guys. Guys, coba, coba coba langsung ke kiri. Apa enggak boleh lari? Oh, oh, oh, oh, oh, oh, oh. Dia ke kanan. Dia ke kanan. Dia tidak mengejar gua. Berarti memang tadi itu harus langsung sembunyi. Jangan sampai terlihat sama dia, Guys. Dia ke mana? Dia mana? Menghilang kah? Semoga aja. Please, please, please. Menghilanglah kau ya. Janganlah muncul-muncul ya. Takut ini aku. Tadi sudah ke e pleset, habis itu kejedot lagi kaki gua gara-gara dia enengok ke kanan tiba-tiba udah dekat banget. Let’s go. Akhirnya aku berhasil mendapatkan satu valve lagi. Kita coba bawa valve ini untuk membuka yang ada di sana. Tapi ngomong-ngomong w w w sudah duga sudah ku duga dia masih ada di sekitar sini. Langsung saja kita lari. Langsung saja kita buka. Aduh ini balkan. Cepat cepat cepat cepat cepat cepat cepat cepat cepat. Aku mau pergi dari sini. Nah sekarang kita ke mana? Ini kan tadi ruangan yang kita masukin. Heh. Apa nih? Ada sebuah tuas. Oke. Ngapain tuasnya? Bankker opening. Leather. Lever. Bankker di bawah kotak ini. Oke, katanya ada bunker di bawah kotak ini, Guys. Oh, kotak ini nih. Tapi kita harus mencari sebuah tuas terlebih dahulu dan juga kita berhasil mendapatkan kunci. Ya, kita harus hati-hati sih sama Mbak Unti tersebut. Bahaya banget itu Mbak Unti. Kenapa sih? Kenapa sih? Kenapa sih? Ada apa sih? Ada apa sih? Ada apa sih? Bisa bisa buat buka enggak ya, Guys? Bangker key. Oh, enggak bisa. Enggak bisa. Pencet tab. Kalau ini enggak bisa juga. Berarti cuma buat di situ doang. Tadi untinya mana sih? Kenapa gua terengah-engah mulu? Cuma buat di sini doang nih. Nah kan bener. Buka, Bro. Nice. Game-nya bagus loh, Guys. Enggak nyangka gua game-nya bagus loh. Nah, ini dia tuasnya. Mantap. Sekarang kita tinggal keluar aja dari sini. Oke. Wow, ada ruangan rahasia. Turun. Let’s go. Mari kita turun, ya. Grafiknya bagus. Jalan ceritanya lumayan misterius. Jump scare-nya lumayan GG loh ini game. GG. GG. Oh no. Ho. Kamu ngapain di situ? Hm. langsung menghilang begitu saja. Explore the bunker. Huh, enggak di atas, enggak di bawah. Ada dia. Terus gimana caranya gua bisa keluar dari sini, Guys? Hm. Memro. Gunakan kamera ini untuk melenyapkan hantu. Oh, kita punya senjata. Let’s go. Take it. Poraloid ya itu ya. Oke, ambil satu pain killer. Buat apa pain killer? Ini kunci key. Oke, kita mendapatkan pa killer sama kunci ya. Buka. Oh, bisa, Guys. Bisa, Guys. Tunggu. Gimana caranya gua pakai glow stick, pistol? Eh, ini kah? Oh, ini ini nih. Nomor tuuh. Oke, nomor tuuh ya, Teman-teman. Nomor tuuh. Aduh, harus cepat kah? Ee ini harus gua buka yah. Enggak ada, Guys, yang bisa gua buka. Yah, terkunci juga. Terus gua harus ke mana? Kuncinya udah kebuka lagi. Aduh, tuju ya, tujuh ya, tujuh ya. Reflek gua harus cepat nih, Teman-teman. Mak tadi kita dari mana ya? Dari sini ya? Oke, berarti sekarang gua ke kiri. Uh, ini apa nih? Oh, wow wow wow. Siapa itu? Kenapa kok kamu nangis? Arum lo kenapa itu Arum? Maafin gue, Ran. Maafin gue. Oh no. Kita ada di mana, Rum? Kenapa ada foto kita di sesajen? Apa maksud ini semua? Gue lihat apa yang seharusnya gua enggak lihat dan sekarang semuanya udah terlambat. Tapi lo belum terlambat. Lo masih bisa bebasin diri lo dan bebasin kami semua. Kami kami siapa? Gua harus gimana, Rum? Gua harus ngapain? Ambil foto dari sesajen yang ada di sekitar gua. Terus loar fotonya. Tapi lu harus hati-hati jangan sampai dia tahu. Atau dia akan ngejar lo. Tolong, tolong bebasin kami semua, Ran. Tenang, tenang. Gogo akan berusaha untuk membebaskan kalian semua. Oke, aku melihat ada sebuah kunci. Jadi ini si Arum ya, Teman-teman. Dia yang menjebak kita demi kepentingan dia. Dia sudah terjebak di sini. Terus dia kontakct kita supaya kita bisa menyelamatkan dia. Dan katanya kita harus menyelamatkan enggak cuma dia, ada orang lain juga. Oh, harus dibuka kanan kiri. Nah, baru pintunya terbuka. Alamak, itu bukannya seperti yang gua lihat di ee pencet C. Oh c c guys. C ini bukannya yang seperti gua lihat di picture. Oh wow. Kita harus foto ini kah? Coba gua foto ya. Cekrek. Shake the photo. Oh photo of my memory. Oh no. Cuma ada tengkorak doang. He mana mayitnya? Hilang. Pece C ya. Cek Charlie. Oh no. Gelap banget, Guys. Oke, sip sip sip sip sip. Langsung saja kita naik ke atas. Kalian gak pernah lihat kan Miaok terpelanting? Baru kali ini loh gua terpelanting tadi, guys. Guys, nyebelin banget di game. Eh, ini ada semacam tape kamera added to equipment. Pencet tab diary, update kamera baterai. Oke. Hah? Oh, oh, oh, oh. Udah mau habis tuh. Gimana cara pakainya? Ue. Oh, gitu. Oh, gitu. Aduh, ternyata teman-teman ini bisa dipakai. Oh, enggak bisa. Ternyata ini senternya ada mananya. Bisa. Ah, enggak bisa. Ya udah, kalau enggak bisa kita berarti harus agak cepetan ya. Tunggu. Gimana cara pakai film? Entar gua cek dulu, ya. Oh, ini night vision. Wow. Oke, oke, oke. Oh, gitu gitu. Oke, oke, oke, oke, oke. 10 menit night vision-nya akan ber menyala selama 10 menit. Gua harus ke mana? Gua harus cari apa? chat tab dulu enggak si? Find tiga foto. Oke. Oke. Kita harus menemukan tiga foto. Inah foto pertama. Oh, ini yang ya ya gua tahu yang kita interaksi tadi. Aduh. Oke, gua sudah berhasil mendapatkan satu foto. Tinggal dua foto lagi harus gua cari. Kira-kira ada di mana, Guys? Duh, gelap banget. Pengen pakai senter, tapi pengen juga pakai ini. Berasa main game Outlast enggak sih, Guys? Kangen ggak sih bermain game Outlast? Hm, dapat, dapat satu lagi ya, Teman-teman. Ambil. Nice victim photos. Enggak bisa juga, Guys. Aduh. Satu lagi. Satu lagi. Ke kiri ya. Habis ini tuh men. Mbak untinya enggak muncul nih. Eh, jangan dipanggil-panggil. I ya. Oke, coba maju ke depan. Apakah ada di sekitar sini? Foto-foto. Ada. Ada. Ada. Yes, gua sudah berhasil mendapatkan tiga foto berarti ya. Termasuk salah satunya adalah fotonya si Arum. Da update. Burn the victim photos. Nah, pertanyaannya burn-nya di mana? Kita bakarnya di mana, Guys? Duh, enggak boleh dua-duanya, ya? Coba ke sini dulu. Apakah itu tempat bakarnya? Eh, itu apaan? Enggak bisa juga. Coba coba coba gua interaksi terlebih dahulu, ya. Oh, korek korek korek. Uh, sudah terbakar, Guys. Itu dia. Aha. Setelah kita membakar ketiga foto tersebut, terus apa yang akan terjadi? Apakah ada sesuatu yang akan marah? Burn the victim photos. Udah, my friend. Tiga-tiganya aja. Udah gua udah gua burn. Tinggalin ggak ya, Guys? Kayaknya gua tinggalin deh. Uh. Bebaskan kami. Bebaskan jiwa kami dari goa ini. Bebaskan kami. Bebaskan jiwa kami dari goa ini. Ternyata Mbak Untinya adalah tiga roh yang terkurung di sini, Guys. Tiga roh wanita. Gimana cara bebasin mereka? Enggak bisa. Aduh. Oke, oke, oke. Gua harus ngapain ini sekarang? Ada satu buah kunci. Terus ini apa nih? Woh. W. Ada yang mendekat, Teman-teman. Siapa ini? Siapa kamu? Cekrek. Oh yeah, let’s go. Mereka bisa meningsoy kalau gua foto ya, Teman-teman. Mantap. Ambil satu lagi. Oke, oke, oke, oke, oke, oke, oke. Apakah kita bisa membuka pintu dari sini? Hah? Doesn’t fit yah. Terus bukanya di mana? Sabar, sabar, sabar. Pencet C ya. Pencet C. Ini senter gua juga udah mau habis nih, Guys. Bahaya banget ini. Pokoknya kalau kita udah deg-degan. Oh. Oh, mana? Mana? Oh, di situ dia. Yah, udah kefoto loh, padahal L yah sisa dua guys. Oh, itu tu bisa. Oh. W. Sini lu, sini lu. Berani lu, sini lu. Eh, gak bisa kan sini. Ne, ne, ne, ne, ne. Ternyata hantu bisa nyangkut pintu juga ya, Teman-teman. Jangan sedang dulu kamu. Mook. Oh, I maaf, maaf, maaf deh. Sor deh. Sor deh. Sor sor. Ini kita ke mana? Oh, oh, oh. Gua tahu ini. Oke, kayaknya masih ada satu hantu lagi yang berpakaian warna hitam. Apakah itu kamu? J. Ternyata hantu-hantu di sini suka selfie ya, Teman-teman. Aku adalah fotografer yang baik. Nah, sekarang aku harus ke mana? Itu dia. Masih adakah? Oh no, banyak sekali. Papernya habis, B. Papernya habis. Mayday, mayday. Oke oke oke. Reload dulu, reload dulu, Bro. Gimana cara reload? Ini dia fuse. Ah. Udah, udah, udah, udah. Nah. Huh. Oh, ini buat nyalain sama matiin. Oke, aman aman, Guys. Aman, Guys. Hai, lagi lewat. Cekrek meningy. Tunggu. Ngomong-ngomong gua harus ke mana tu? dia, Guys. Yah, Doesn’t fit dua-duanya. Mana gua hafal, ya. Ini bentar lagi senter gua habis nih, Guys. Oh no, oh no, oh no, ia, betul sekali. Eh, gua harus ke sini nih. Engak bisa. Hah, kita harus ke mana? Guys, itu kan Oh, ya ampun gua gak lihat itu. Hih, ada kunci ternyata. Exit cave. Di mana exitnya? Gua juga mau keluar dari tadi, my friend. Oh. Kita cari dulu, Guys, exit cave-nya, ya. Permasalahannya di mana tuh exit cave? Kayaknya kayaknya kita harus mencari pintu deh. Pintu, pintu, pintu, pintu enggak sih? Enggak bisa. Oke. Soalnya itu adalah kunci pintu. Coba gua keliling dulu ya, Guys. Sabar, sabar, sabar. Ini kan tadi kita masuk dari sini nih ya. Kan kalau ke sana kayaknya buntu. Aduh ini kan kita tempat buat nyari ya. Iya ya, ya, ya. Tempat nyari foto. Aduh, ke mana, Teman-teman? Tunggu dulu. Kok gua jadi bingung begini nih? Kita harus ke mana? Memang sih tidak ada hantu, tetapi gua juga gak mau menikso gara-gara kegelapan ini. Oh no. Enggak ke sini kan? Kayaknya enggak ke sini deh. Apa ke sini ya? Uh, kok beda? Oh, berbeda, Guys. Enggak seperti yang tadi. Tadi ada ruangan. Kamu enggak ke sana? Miaok. Eh, itu eh eh tunggu dulu. Lah, kok. Oh, loh. Lah. Loh, lah loh lah loh. Kok udah sampai sini, Guys? Aku tidak tahu. Ya sudahlah ya. Apakah ini adalah jalan keluar kita? Let’s go. Hah? Ran. Oh, ya. Ini si Dram. Oh, nginp. Oh, iya. Ya Allah. SK loh lagi ada di posatpam gua Ran yambak Ran itu Arum kan bangun ya udah kok malah tidur di sini mending ikut masuk ke gua aja yuk Mau seram amat si Arum. Wih GG guys. Game Indonesia nih boseng dong. Click here to continue. Continue. Oh sudah selesai ya. Ini dia, guys game studionya berdua studio. Mantap GG Gaming ya teman-teman. Thank you for exploring the dep of gaung with us. Kalau enggak salah tadi ada pistol, tapi kita tidak menemukan pistol ya. Hmm. Baiklah, teman-temanku sekalian, sepertinya sudah selesai sampai di sini untuk game gaung yang di mana ternyata gameennya seru juga untuk kita mainin, ya. Thank you so much buat kalian semua yang udah nontonin gua bermain game gaung yang satu ini. Nanti kita akan mencari game-game Indonesia yang lainnya lagi ya. Dan ternyata game ini bagus gua acungin dua jempol ya teman-teman. GG Gaming. Ini dia baru developer Indonesia ya. Coba dikembangin lagi, lebih panjang lagi atau lebih e puzzle, ada puzzle-puzzle-nya atau apa. Wah, itu pasti mantap. Ya udah, Guys. Thank you so much dan kita akan bertemu lagi di next video. Bye byye. Thank you, guys. Pa. W. Yeah.
Akhirnya ketemu game Indonesia lagi nih guys namanya Gaung, yang dimana ceritanya kita akan bermain sebagai Rani yang akan datang ke Goa Gaung di bukit tinggi, disana ada temennya dia bernama Arum, tetapi disana ternyata ada Mbak Kunti nah loh…
#miawaug #Gaung #horror #horrorgame #gamehorror
Game : https://boredleviathan.itch.io/still-residue
Mau Kepoin gw di Social Media ? Kesini aja, ada Link IG FB Tiktok DLL
https://msha.ke/miawaugyt
Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► miawaug@ gmail [.]com
Thanks Guys….
Intro Music :
– Mark G – Never Let You Go
– Support Mark G:
https://fanlink.to/markgneverletyougo
Tweets by markgmusic
https://www.instagram.com/markgtheartist