Dunia Mulai Terbalik, Trump Siap Perangi Isr4el ‘Netanyahu Cari Bantuan” Kebebasan GAZA Makin Dekat

Beberapa waktu yang lalu, Donald Trump mengadakan kunjungan ke Timur Tengah. Dalam kunjungan tersebut diria bertemu dengan beberapa pemimpin negara yang salah satunya berasal dari Arab Saudi. Dalam pertemuan tersebut banyak kesepakatan yang akhirnya terealisasi. Di antaranya adalah pencabutan sanksi untuk Suriah hingga membahas soal masa depan Gaza yang sampai saat ini terus mendapatkan serangan dari Israel. Kini setelah pertemuan itu berlangsung, Trump memiliki rencana untuk menjadikan area Gaza sebagai zona kebebasan. Sayangnya hal itu mendapatkan pertentangan dari Israel. Lantas pertentangan seperti apa yang dimaksud? Berikut ini adalah jawabannya. Ya, sampai saat ini Israel terus melakukan blokade terhadap segala bantuan yang menuju ke Palestina. Bahkan blokade itu sudah dilakukan Israel sejak lama, tepatnya pada awal bulan Maret yang lalu. Akibat dari blokade tersebut, kini wilayah Palestina terutama Gaza mengalami kelaparan yang sangat parah. Tak hanya itu, mereka juga kesulitan mendapatkan obat-obatan jika mengalami sakit. Tentu sebuah tindakan yang begitu kejam dari Israel. Karena selain melakukan serangan, mereka ternyata juga memiliki cara lain untuk membuat warga Palestina menderita. soal blok Avokade yang dilakukan oleh Israel. Hal ini akhirnya mendapatkan komentar dari Presiden Prancis yakni Emmanuel Macron. Presiden berusia 47 tahun itu menyebut jika apa yang dilakukan Israel adalah sebuah hal yang sangat memalukan. Tak hanya memalukan, yang dilakukan Israel juga pantas disebut sebagai tragedi kemanusiaan yang tidak dapat diterima. Apa yang dilakukan pemerintahan Benjamin Netanyahu tidak dapat diterima. Tidak ada air, tidak ada obat-obatan yang terluka tidak bisa keluar, dokter tidak bisa masuk. Apa yang dilakukannya sangat memalukan. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak dapat diterima, kata Macron dikutip dari AFP. Untuk mengatasi tragedi yang ada di Palestina, Macron mengatakan hanya satu negara yang bisa. Negara itu tak lain dan tak bukan adalah Amerika. Maka dari itu, Macron berharap penuh kepada Donald Trump untuk mau menghentikan serangan yang ditujukan ke Palestina. Kita membutuhkan Amerika Serikat. Presiden Trump memiliki pengaruh. Saya telah berbicara keras dengan Perdana Menteri Netanyahu. Saya marah tapi mereka tidak bergantung pada kami. Mereka bergantung pada senjata Amerika. Kata Macron melanjutkan. Harapan dari Macron itu harusnya bisa dipertimbangkan oleh Donald Trump. Terlebih karena sebelumnya diria bertemu dengan para pemimpin negara-negara di Timur Tengah. Bahkan Donald Trump pernah mengungkapkan jika dirinya siap membantu warga Gaza untuk mendapatkan makanan. Kami akan membantu warga Gaza mendapatkan makanan. Orang-orang kelaparan dan kami akan membantu mereka mendapatkan makanan. Banyak orang yang membuat keadaan menjadi sangat-sangat buruk. Jika Anda perhatikan, Hamas membuat keadaan menjadi mustahil karena mereka mengambil semua yang dibawa masuk. Tetapi kami akan membantu rakyat Gaza karena mereka diperlakukan sangat buruk oleh Hamas, kata Trump pada media. Israel tak peduli dan terus menyerang Palestina. Di sisi lain, di balik pertemuan yang dilakukan oleh Donald Trump di Timur Tengah, Israel tetap saja melancarkan aksinya ke Palestina. Kali ini titik serangannya berpusat ke daerah Jabalia, Gaza Utara. Dalam serangan udara yang dilancarkan Israel, kabarnya telah merenggut 80 korban jiwa yang kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak. Tak hanya korban jiwa akibat serangan dari Israel tersebut, bangunan di sana juga hancur berkeping-keping. Dan berdasarkan info dari Kementerian Kesehatan Gaza, saat ini mereka masih kesulitan mencari korban yang lain karena masih terjebak di reruntuhan. Masih banyak korban yang terjebak di jalan-jalan dan di bawah reruntuhan. Tim penyelamat dan petugas darurat belum bisa menjangkau mereka,” ungkap Kementerian Kesehatan Gaza dalam pernyataan resminya dikutip dari laman CN. Donald Trump siap bertindak dan jadikan Gaza sebagai zona kebebasan. Entah memiliki maksud tertentu atau tidak, tapi setelah melihat Israel melakukan serangan ke Gaza, Donald Trump langsung angkat suara. Kini dirinya berencana menjadikan Gaza sebagai wilayah kebebasan. Nantinya wilayah tersebut akan berada di bawah kendali Amerika. Tujuan utamanya tentunya adalah agar para warga terbebas dari serangan yang biasanya dilakukan oleh Israel. Saya memiliki konsep untuk Gaza yang menurut saya sangat bagus menjadikannya zona kebebasan. Biarkan Amerika Serikat terlibat dan menjadikannya hanya zona kebebasan. Saya akan bangga jika Amerika Serikat memilikinya, mengambilnya, menjadikannya zona kebebasan. Rencana dari Donald Trump itu adalah rencana yang ia ucapkan ketika dirinya mengunjungi Qatar. Jika benar, maka itu adalah rencana yang cukup masuk akal karena bisa melindungi masyarakat Gaza. Tapi warga Gaza tap harus hati-hati karena bisa saja Donald Trump memiliki misi khusus yang bisa saja mengancam kehidupan mereka. Itu terjadi karena beberapa bulan yang lalu Trump ingin merebut wilayah Gaza dari Palestina. Potensi perang Amerika versus Israel bisa terjadi di masa depan. Anggap saja Donald Trump serius soal rencananya. Itu berarti dirinya sudah berada di blok Palestina dan Timur Tengah. Dengan begitu maka status Amerika yang sebelumnya sekutu bisa berubah menjadi musuh utama Israel. Jika itu terjadi, maka Amerika dan Israel bisa saja saling berperang satu sama lain. Peperangan yang pastinya tidak pernah disangka sebelumnya karena Amerika dan Israel adalah sahabat yang dari dulu terus bersatu. Jika perang, Amerika tidak sendiri karena pastinya mereka bakal mendapatkan bantuan dari negara lain. Terutama pasukan Hoti yang selama ini masih berperang dengan pasukan Israel. Selain Hoti, Amerika juga bisa mendapatkan bantuan dari negara-negara Timur Tengah untuk sama-sama menyerang Israel. Sementara itu, efek dari peperangan tersebut yang pasti bakal membuat Israel kelimpungan. Alasannya adalah karena mereka seperti dikeroyok oleh banyak negara. Kini untuk mengatasi hal itu, Israel mau tak mau harus mencari bantuan ke negara lain. Sayangnya, belum tentu negara lain mampu membantu Israel. Apalagi lawannya adalah Amerika yang terkenal sebagai negara adidaya. Kini solusi satu-satunya yang bisa dilakukan Israel adalah melakukan negosiasi dengan Amerika hingga mempertimbangkan penghentian serangan yang selama ini mereka lakukan ke Palestina. Tak hanya serangan, mereka juga harus menghentikan blokade terhadap bantuan yang selama ini ditujukan ke wilayah Gaza. Jadi itulah cerita lanjutan dari Donald Trump yang ingin menjadikan Gaza sebagai zona kebebasan. sebuah rencana yang pastinya bakal mendapatkan reaksi keras dari Israel termasuk Benjamin Netanyahu. Sehingga menarik dinantikan apakah niat Trump itu bakal membuat Amerika dan Israel berperang atau tidak.

Dunia Mulai Terbalik, Trump Siap Perangi Isr4el ‘Netanyahu Cari Bantuan” Kebebasan GAZA Makin Dekat