Operasi Preman Digencarkan, Susno Duadji Pertanyakan Penindakan Kelas Kakap
Saudara, beberapa waktu belakangan ini polisi gencar melakukan operasi berantas premanisme. Juru parkir liar, preman pasar hingga preman mengatasnamakan ormas ditangkap. Kemudian cukupkah memberantas premanisme dengan penangkapan kelompok tersebut? Apa yang harus dikritisi dan diawasi dari operasi ini? Kita akan bahas bersama dengan sejumlah narasumber yang sudah hadir di studio. Ada anggota Komisi 3 DPR RI Fraksi PDIP, Iwayan Sudirta. Selamat pagi, Pak Wayan. Selamat pagi, Mas. Selamat pagi pemirsa. Nih, sudah hampir 2 tahun saya enggak muncul di TV. Akhirnya ke Kopas TV lagi ya, Pak ya. Karena ini penting, saya harus hadir. Betul. Nanti kita akan ee gali dari Bapak juga. Dan hadir juga dari sambungan daring saudara kabar es krim Polri 2008-2009, Komjen Purnawirawan Susno 2J dan juga anggota komisiti maksud kami dan juga guru besar politik dan keamanan Universitas Padjajaran Prof. Muradi. Selamat pagi Prof. Muradi. Pak Susno. Pagi, Mas. Pak Iway. Selamat pagi, Prof. Baik, kita ke Pak Wayan dulu. Pak Wayan ini kan e saat gasnya sudah berlangsung kurang lebih selama 10 hari. Anda melihatnya seperti apa nih, Pak? Kan yang ditangkap kalau kita lihat di berita-berita gitu ya, preman-preman pasar, juru parkir liar, pengamen. Nah, ini kan sebenarnya kan ee hanya sebagian kecil ataupun kelompok kecil yang ditertibkan. kita belum menyentuh ke yang lebih kakap seperti itu. Anda melihatnya selama ini Satgas ini bekerja seperti apa selama 10 hari? Ada dua hal yang harus saya katakan agar tidak ada salah paham bagi pemirsa. Satgas itu sering disebut hangat-hangat tai ayam. H. Pertama karena tugasnya masih merangkap. Kedua memang sikapnya reaktif. Tapi untuk satgas anti preman yang sekarang saya menduga saya mendapat informasi tapi tidak punya data bahwa ini memang kebijakan ee presiden. Hm. Karena itu MKOL Hukam yang menangani. Mungkin ini akan memecahkan rekor bahwa Satgas ini efektif gitu. He. Setidak-tidaknya itulah harapan kita. H ee dan satgas ini harus berkaca pada kekecewaan masyarakat yang sudah-sudah banyak sekali ketika ada pembentukan satgas masyarakat masa simis ini nanti pelan-pelan hilang buar gitu itu. Oke. Kalau kalau tapi kalau misalnya yang kita lihat selama ini ee di 10 hari ini yang sering kita lihat adalah ee mereka yang ditangkap adalah mereka yang di dalam tanda kutip tuh kelasnya kelas terteri gitu ya. ini apakah ee memang kita mulai dari sana dulu baru nanti kemudian kita ke naik level atau seperti apa ee Pak Wayan ya itu kan sudah mulai dipertanyakan maka jawabannya Satgas ini kalau enggak didukung penuh presiden enggak bakalan menghasilkan apapun seperti yang sudah-sudah. Oke. Kenapa? Karena yang namanya premanisme bukan hanya preman. Premanisme itu backing-nya tidak orang sembarangan. Oke. Ada oknum politisi, ada oknum pengusaha. Heeh. Heeh. Ee berbagai kelompok ada di situ. Bagi siapa saja yang tidak ingin menyelesaikan masalah dengan sabar dan prosedur hukum, dia menggunakan preman sebagai jalan pintas. Biayanya lebih murah. Apalagi liku-liku prosedur hukum yang terlalu melelahkan, biayanya besar. I maka ada oknum-oknum pengusaha yang tidak ingin berlama-lama pakai preman. Jadi preman muncul karena ada kebutuhan. Oke. Heeh. Tapi kan ini tidak bisa dibiarkan. negara ini akan rusak, negara ini berat. Kalau premanisme terus-menerus akan menyebabkan investasi tidak bisa masuk. Ee pengangguran ada dari pengangguran akan jadi kerusuhan dan ini membahayakan keamanan nasional. Teori Howard menyatakan dia ee mengintrodusir Howard itu teori tentang labeling. Masyarakat yang terus-menerus ditindas. Heeh. diintimidasi, diperas, dia akan melabel semua ormas seperti itu. Dan ini sangat berbahaya karena itu bisa membuat ormas dibenci, dipinggirkan, ee dieliminasi, didegradasi. Lalu peran ormas yang luar biasa untuk kerangka demokrasi dan sumbangan ee pemikiran untuk pemerintah menjadi tiada. Ini berbahaya banget. Oke. Jangan sampai teori labeling ini muncul sebelum terlambat. Berantas preman ini tanpa pandang bulu dan itu membutuhkan political will pemerintah khususnya presiden. Tanpa keikut sertaan presiden orang dan masyarakat akan visimis. Ini tidak akan menghasilkan apa-apa karena backing mereka luar biasa. Oke. Bedakan ormas dengan preman. Ormas banyak yang bagus. I bagus sekali banyak. Tapi preman enggak ada yang bagus. Nah, itu dia ya. Jadi kita harus bedakan lagi. Berantas premanisme. Ada preman yang berkedok ormas, ada ormas yang benar-benar ormas. Jangan sampai ormas yang benar justru ee tercemari namanya karena oknum-oknum premanisme yang mengatakan ormas. Nah, kedok ini yang tidak mudah dibongkar karena ada backing. Nah, ini dia. Kalau kita melihat berarti kan kita dan polisi bukannya tidak punya keberanian. Banyak kok. Saya punya data di tahun 2024 saja ada 12 ormas yang dibobarkan Depagri atas laporan polisi. Jangan bilang polisi enggak berani. I ada juga ee 1200 laporan tentang preman yang ditangani oleh polisi ya itu 2024 saja. Jangan dibilang polisi enggak berani. Tapi memang ada polisi yang karakternya takut sama preman secara individual. Tapi ada juga polisi yang tidak berani karena takut dicobot karena backingnya preman lebih tinggi dari dia. Nah, ini menarik nih. Saya mau tanya ke Pak Susno. Pak Susno, kalau misalnya dari kata Pak Wayan nih ada ee ketakutan mungkin tadi ya, takut dicopot mungkin ada polis takut dicopot, ada takut sama perorangannya. Kalau menurut Anda, kalau di lapangan ketika Anda menjabat sebagai kabar krim Polri 2008-2009 seperti apa di lapangannya, Pak? Baik. Ee apa yang dikatakan Pak Wayan yaitu benar saya pengalaman 35 tahun jadi polisi. Operasi preman ini sering gitu ya. Tapi hasilnya sebagaimana kata Pak Wayan. Tapi apapun kita sambut Satgas Preman ini bagus. Mudah-mudahan satgas ini tidak berhenti sebatas waktu tertentu, tetapi seumur hidup. Mengapa seumur hidup? Karena preman itu ada tiap saat premanisme dan masalah preman adalah pelanggaran hukum. Jadi harus ditindak, tidak berusang nunggu ada satgas. Nah, buktinya selama ada Satgas ada satu Polres nangkap 80, nangkap 70 orang, nangkap 100 orang, berarti itu sudah banyak sekali. Artinya enggak usah takutlah. Jadi rutin karena itu memang tugas Polri, karena itu pelanggaran hukum. Saya sangat sependapat bahwa ormas sangat baik karena ormas itu diatur oleh undang-undang dan banyak ormas besar kelas dunia ya seperti apa NU, Muhammadiyah, ada lagi ormas agama Hindu, ormas Katolik dan sebagainya. Itu ormas bagus semua. Tetapi oknom dari ormas tertentu yang mengatasnamakan ormas tapi melakukan pelanggaran kriminalitas baik itu malak, meras, kemudian penganiayaan dan sebagainya itu yang harus dipindah. Nah, saya sangat sependapat tadi kita sudah nyinggung Raja preman ya itu mudah-mudahan dengan Satgas Premanisme ini kita akan sampai kepada raja preman yang langsung meresahkan jutaan bahkan ratusan juta rakyat Indonesia. Apa itu Raja Prem? Raja Preman itu mafia. Mafia itu ada di berbagai sektor bahkan di lembaga negara. Kita tahu ada mafia pengadilan triliunan rupiah diambil dan juga. Oke, Pak Susno ee mohon maaf koneksinya ada masalah sedikit Pak Susno. Kita akan coba nanti perbaiki ee koneksinya. Tapi saya ke Pak Prof. Muradi dulu. Prof. Muradi ee terkait dengan tadi pernyataan Pak Susno ee terkait ini ya kalau misalnya kita kan sekarang sudah mulainya dari yang kecil-kecil dulu nih Pak dari kelas-kelas TRnya dulu t kutip gitu yaar masa preman itu ada nah kalau misalnya Anda melihat apakah nanti kita juga akan sampai ke kelas kakapnya atau mafia premannya ini Pak ya ee Mas ada tiga klasifikasi nih yang kita diskusikan soal preman ya pertama preman sendiri yang kedu preman eh plus ormas ya. I atau ormasnya sendiri. J tiga ini yang saya kira yang baru disentuh premannya. Belum preman plus ormas, belum ormas yang kemudian ber berperilaku preman. Nah, jadi kalau sekarang sampai Pak Iwinder tadi benar bahwa memang posisinya baru pada level ee kita menangkap preman ya. Tadi tukang parkir liar kemudian paoga di jalan dan segala lebih ke level-level bawah lah. Nah, sebenarnya saya menganggap bahwa saat gas ini ee enggak terlalu penting. Kenapa? Karena karena itu sudah fungsinya sudah melekat melekat di dua hal ya. Pertama di Kemdagri. Kemdagri itu ada pembinaan, pendaftaran, pengawasan. Sementara teman-teman di polisi ya, di polisi dan mungkin nanti dibantu teman-teman T ini itu bicara soal tapi ke soal penindakan kalau mereka dianggap ee apa namanya tidak tidak apa tidak patuh atau tidak sesuai dengan aturan. Nah, tinggal kita mau mau milah mau preman mana yang mau mau mau mau apa mau di apa mau difokus oleh Satgas. Kalau preman yang tadi sampaikan Pak Iwayan, kemudian sampaikan Pak Susno tadi ya baru preman-pereman level Kroco ya level bawah ya memang tidak berafiliasi dia kemudian apa menjadi preman karena untuk hidup kita mungkin pernah nonton banyak apa sinetron soal preman pensiun dan sebagainya ya untuk hidup saja itu baru level di situ yang sementara e sementara problem bangsa ini menurut saya adalah preman yang kemudian ee apa namanya dekat dengan kekuasaan, dekat dengan ekonomi, pengusaha dan sebagainya. Itu yang saya kira ee fungsi Satas di situ. Kalau fungsi yang kemudian yang tadi level bawah saya kira ee apa namanya teman-teman polisi jauh lebih lebih efektif ya. Saya kira ini masalahnya gini aja Mas, daftar tuh sudah ada tinggal mau diambil kapan katakan kan karena mereka punya Babin Kaptimas, punya Babins. Mereka daftarnya sudah ada. He. Nah, tinggal kemudian apakah apakah mereka mau mengambil sekarang atau tidak gitu. Nah, masalahnya adalah yang mau diambil nih kan preman yang sebenarnya lebih untuk hidup saja dapat Rp50.000 Rp100.000 per hari gitu untuk apa karena misalnya parkir dan sebagain sebagainya. Jadi kalau saya kalau mau difokuskan apa e satgasnya yang saya Pak W Pak preman yang kemudian e melekat dengan kekuasaan, melekat dengan ekonomi tadi itu yang kemudian dalam bahasa presiden itu dianggap sebagai mengancam ataupun apa namanya mengganggu investasi. He itu yang kemudian saya kira penting untuk untuk di apa ditegaskan. Karena yang kedua saya kira ee ee kalaupun misalnya memang ini kita mau memisahkan ya antara preman preman plus apa ormas atau ormas yang kemudian berlaga preman tadi kita minta teman-teman K bagi untuk apa memilah memilah seperti ee soal perizinan dan sebagain sebagainya karena dari situ kelihatan bahwa preman ini kemudian punya kualifikasi yang seperti yang kita bayangkan atau tidak atau jangan-jangan malah dugaan saya apa namanya yang selama ini menjadi preman yang kemudian mengganggu tanda kutip ya investasi adalah preman yang dekat dengan kuasa dan ekonomi yang kemudian nya sebenarnya melekat di apa di apa di ormas yang yang apa yang kemudian ee apa punya kualifikasi yang dianggap sebagai ee apa punya kepentingan untuk melakukan ee tindakan ekonomi dan politik tadi. Begitu, Mas. Oke. Tapi kalau misalnya dengan ada pembentukan Satgas ini Pak ee Prof. Muradi apakah memang bisa nanti kemudian menyentuh ke sana dan apakah nanti dengan adanya ee backingan dalam tanda kutip dari Pak Presiden Prabowo ini jadi ee kita semakin ee yakin gitu ya bahwa ee preman-preman kelas Kap yang melekat ee di misalnya di pemerintahan atau mungkin di lembaga-lembaga tertentu gitu ya itu bisa diberantas dan kita bisa bikin iklim investasi kita lebih baik lagi gitu, Pak. I Mas. Ada ada dua ya. pertama kita ngambil dari bottom up tadi yang lakukan polisi sudah baik bottom up tadi preman-preman kecil-kecil tadi yang kemudian langsung ke sat justru top down top down adalah kepala-kepalanya dulu nih i saya mohon maaf misalnya ada ada klaim salah satu ormas yang penasihatnya adalah presiden. He he. Kemudian ada kemudian apa namanya beberapa ormas yang kemudian juga anggota DPR apa kemudian apa namanya dekat dengan apa pengurusan dan sebagain sebagainya. Jadi itu yang kemudan fokus di satgas bukan kemudian level bawah. Kalau level bawah saya yakin apa apa sangat yakin betul bahwa teman-teman polisi dan Kembi bisa melakukan itu. Tapi problemnya jangkauan satgas harus jauh lebih strategis tadi e preman yang dekat dengan kekuasan dan ekonomi tadi gitu, Mas. Oke. Baik. Baik. Saya ke Pak Wayan lagi. Pak Wayan ini kan memang Satgas ini kita ee dibentuk juga tidak akan langsung ee berjalan sebagaimana seharusnya kita harapkan gitu ya. Langsung ke akar masalahnya. kita pastikan ke yang kecil-kecil dulu, yang masih di akar-akarnya, masih yang di ee keroco-kerroconya gitu ya. Tapi kalau Anda melihat ini cukupkah ini membuat seperti efek kejut sesaat? Enggak cukup untuk seharusnya seperti apa? Enggak cukup. Harus ada pernyataan politik, political will dari presiden yang berkali-kali mengatakan dia siap mati untuk rakyat. Rakyat sekarang sedang teranialnya oleh Freman. Kalau kita tafsirkan semangat Pak Prabowo, Pak Prabowo kali ini tidak ada ampun. H dia akan libas preman itu. Hanya memang mungkin di dalam di lingkungan pemerintahan masih membutuhkan strategi-strategi yang lebih elegan. Bagaimana agar walaupun ada tahapan tapi akhirnya harus nyasar ke inti persoalan yaitu bahwa preman ini harus habis. Karena apa? He. Karena ini akan mengganggu ee persoalan investasi, ini akan mengganggu kettiban umum, ini akan bermuara pada keresahan sosial. Ini akan bisa membuat ee masyarakat resah dan bisa ee membuat masyarakat bergurung-gurung, berlipat-lipat memprotes keadaan. Karena sekali lagi ketika teori Huad mengenai pelabelan ini terwujud, lalu masyarakat anti ormas ini sangat berbahaya buat kita. Oleh karena itu, sekali lagi kita harus percaya pada Pak Prabowo dulu. Kita lihat dalam waktu beberapa bulan ini andai kata tidak sesuai dengan harapan. Kita beri masukan pada Pak Prabowo. Kita jangan buruk sangka pada Pak Prabowo. Tapi cara elegannya untuk bisa Pak Prabowo misalnya bisa memberantas yang mereka yang terafiliasi pejabat-pejabat ini dengan ormas yang negatif ini seperti apa, Pak? Cara elegan tadi Bapak sampaikan iya kan kalau kita lihat korupsi kayak begitu besar-besar dibongkar preman jauh lebih enteng. Heeh. Maknanya polisi berimop jangan ragukan untuk menindak melibas preman ini. Perari permesta aja habis tuh. Tapi karena ada kemauan politik dari pemerintah memberantas itu. Nah sekarang sekali lagi kita harus dorong dan kita harus yakini Pak Prabowo sudah punya kemauan politik. He. Cuman barangkali membutuhkan strategi yang bertahap, tapi tahapannya enggak boleh terlalu lama karena nanti juga bisa meragukan ee keyakinan masyarakat apakah program yang sekarang ini juga akan mengalami degradasi seperti dulu melemah akhirnya hilang. Oke, kan ini yang kita khawatirkan ya. Baik, baik baik. Saya ke Pak Susno tadi sempat terputus. Ee saya kembali ke Anda Pak Susno. Pak Susno tadi kan ee kita sempat membahas ee terkait dengan ee susah nih untuk meratantas premanisme yang berkedok ormas yang kemudian ada backingan yang ee cukup besar namanya gitu ya di beberapa lembaga pemerintahan misalnya ataupun di ee penegak hukum. Nah, ini seperti apa kalau di lapangan, Pak? Gimana caranya kemudian kita bisa e memberantas premanisme kalau ternyata malah yang ee ada di balik ini orang-orang besar seperti itu? Eh, Pak Wayan sudah jelaskan ya, tidak sulit ya asalkan political will pemerintah itu serius. Di mana seriusnya? Yaitu kehadiran presiden. Kalau presiden betul-betul memerintahkan Kapolri diberi target ini harus habis, saya yakin ini habis. Kemudian cara memberantasnya juga diatasi akar masalah. Akar masalahnya adalah kemiskinan, pengangguran, kebodohan, ketidakadilan. Apa itu ketidakadilan? Ada masyarakat atau pengusaha yang tidak merasakan ketidakadilan dalam hukum. Ada rakyat yang tanahnya dirampas, melapor ke negara, negara tidak hadir. Maka premanlah yang dipakai. Nah, jadi negara harus hadir mengatasi akar masalah dan mengatasi apa yang sudah terjadi di masyarakat seperti pemerasan, pemalaan, penganiayaan dan sebagainya. Kemudian kita berharap pemberantasan preman ini yang hadir di masyarakat yang kecil. Saya katakan bapaknya preman itu mafia. Mafia itu ada di mana? ada di pengadilan, ada di aparat penegak hukum, ada di aparat yang berkuasa, yaitu preman mafia tambang, mafia migas, mafia ee pajak, mafia segala macamlah itu harus diberantas karena itu langsung menghisap darah ratusan juta rakyat Indonesia. He. Dan saya yakin di era Pak Prabowo kalau itu diberantas maka Indonesia akan makmur. Dan ingat akar masalah preman lagi apa? Adalah permasalahan hukum. Tidak tegaknya hukum. Ya. Jadi hukum harus kita tegakkan benar-benar perbaiki hukum. Kita kan sedih melihat di Mahkamah Agung ketangkap 1 triliun dan katanya setiap perkara mengambil miliar. Berarti ada 1000 perkara yang enggak beres putusannya di Mahkamah Agung itu. Itu baru satu orang 51 kg mas kemudian di apa migas itu hampir 1000 triliun. Itu mafia yang sangat luar biasa. Itu lebih dari preman. Nah, jadi tapi kita yakin di bawah Pak Prabowo berawal dari preman kita akan memberantas migas. Kita juga akan membenahi mengapa preman itu terjadi. Jadi kalau hanya mengatasi ditangkapi yang ngamen, ditangkapi yang minta-minta uang ke perusahaan itu tidak menyelesaikan masalah. Karena apa? Ada perusahaan itu yang dipalak sampai dengan ratusan miliar untuk mendapatkan segala macam kemudahan-kemudahan. Ada juga pengusaha yang gunakan preman untuk merampas tanah rakyat dan sebagainya. Nah, itu yang gunakan preman itu mafia namanya. Nah, itulah yang harus kita selesaikan. Dan kalau kita rukun, kita guyub, hukum kita tegakkan, tidak saling salahkan, he kita betul-betul atasi masalahnya, selesai. Tapi kalau hanya sat gas-sat gasan timbul tenggelam, timbul tenggelam, saya 35 tahun jadi polisi, operasi preman, operasi pekat ratusan kali enggak selesai. Tetap muncul terus ya, Pak Susno ya. Iya. Akar masalahnya yang harus diselesaikan. Oke. Oke. Akar masalahnya harus diselesaikan. Saya ke Prof. Muradi. Prof. Puradi tadi kan disebutkan bahwa akarnya sebenarnya ada di kemiskinan, kemudian kesejahteraan, dan juga pendidikan yang kemudian akhirnya mereka merasa tidak terwakili gitu ya, Pak Susno tadi ya, Pak ya. Ee kemudian mereka akhirnya jalan pitasnya ya ke premanisme gitu. Nah, kalau Anda melihatnya Prof. Muradi memang kita harus ke akar masalahnya yang tadi terlebih dahulu atau seperti apa atau terlalu jauh kita ke sana, mendingan kita sekarang dulu yang ada di depan mata bagaimana kemudian mengawasi ee kelompok-kelompok ini atau seperti apa Prof. Muradi ya. Jadi, jadi saya kira ee yang sampaikan Pak Pak Wayan baik ya. Hanya memang saya ingin ingin ee tambahkan bahwa ini kan problem ee problem ee ekonomi dan segala macam itu problem investasi ya. Jadi nanti kalau misalnya enggak yang enggak diberantas preman yang kemudian mengganggu investasi maka ekonomi kita enggak jalan. Ini kan jadi kayak macam mana duluan ya. Nah, saya sih cenderung melihat bahwa ada dua tadi yang tadi yang bottom up ya. yang B biar teman-teman polisilah yang kemudian melakukan itu. Nah, sama saat gasnya ini satat gas arti satgas dalam artian eh polisi plus ya. di mana yang lain terlibat apa itu tadi yang disampaikan Pak Suus untuk melakukan penguraian tadi orang-orang yang kemudian dianggap mengganggu investasi tadi tukang kepala kemudian minta ini minta ini dan sebagainya itu itu jauh lebih menakutkan investasi ketimbang misalnya hanya sebatas misalnya ee apa parkir kemudian Pak Oga atau misalnya minta buat sekedar rokok dan sebagainya itu buat saya itu teman-teman polisi jauh lebih baik di situ. Saya yakin apa? Karena data mereka juga punya. Mereka punya kababtimas, punya Babinsa dan sebagainya. Jadi kalau memungkinkan saya kira ee satgas ini membagi saja sudah jangan kemudian ee apa namanya ukurannya yang dilakukan oleh teman-teman polisi kan teman polisi dalam dalam tiap tahun data Ungi pas bisa menjelaskan itu bisa ribuan dia apa di apa di apa kalau mau ditangkap ya. Tapi kan ini pembinaan. Jadi selama kemudian dia tidak kemudian melakukan tindakan melanggar ke apa ke arah pidanaan kriminal dan sebagainya maka dia tidak akan diproses. Tapi kemudian ketika ada proses itu dilakukan penting juga teman-teman Satgas untuk memilah betul mana yang kemudian menjadi akar problem. Tadi saya kemudian Satgas harus berada dalam posisi yang elitnya preman yang kemudian memang penting untuk kemudian di ee apa dibina atau bahkan kemudian diproses secara hukum begitu. Baik, yang penting juga nanti kita akan bahas terkait dengan bagaimana ee dari awal misalnya ada sebuah ormas atau kelompok yang berpotensi melakukan ee penyimpangan ataupun ee aksi premanisme dari awal terbentuknya seperti apa? Seharusnya dari awal sudah disaring atau seperti apa? Kita akan nanti bahas saudara di Siapa Indonesia pagi usai jeda berikut ini membahas terkait dengan bagaimana evaluasi pelaksanaan Satgas anti premanisme yang baru saja dibentuk oleh pemerintah dan saya juga masih bergabung bersama tiga narasumber. Ada Pak Iwayan Sudirta anggota Komisi 3 DPR RI, kemudian Pak Susno Duaji Kabar Srim Pol 2009 2008-2009 dan juga Prof. Muradi guru besar politik dan keamanan UNPAT. tadi ee terkait dengan ee pertanyaan sebelum jeda, saya mau ke Pak Wayan dulu. Pak Wayan ini kan ee kita tadi kan harus bedakan ya antara preman kemudian preman yang berkedok ormas dan juga ormas yang benar gitu ya. Tapi kalau misalnya ada nih preman yang mengaku ormas ataupun ada oknum ormas yang nyeleweng, nah ini tuh sebenarnya masalahnya di mana sih, Pak? Apakah ketika awal tidak ada verifikasi orang-orang ini membentuk ormas ee ternyata berpotensi menyeleweng atau mungkin di pengawasannya misalnya ee setiap tahun seharusnya sih dilihat gitu ya apakah Ormas ini punya TRK record yang jelek. Kalau misalnya punya kita stop dari situ. Apa seperti apa kalau Pak Wayan melihat ya itu salah satu kelemahan kenapa terjadi ee aksi preman berkedok ormas. Hm. Salah satu adalah kelemahan di bidang pengawasan. Kita lihat ada enggak mekanisme verifikasi dan evaluasi secara terbuka atas ormas. Mereka bisa hidup bertahun-tahun, h berpuluh-puluh tahun tanpa pernah diverifikasi dan dievaluasi. Harusnya ada ketentuan. Maka penting pengawasan ormas ini diperkuat melalui revisi Undang-Undang Ormas. Hm. berikan regulasi bahwa ormas itu tidak boleh sepanjang tahun tidak membuat laporan, tidak dievaluasi dan tidak mendengar laporan masyarakat. H yang berikutnya bukan saja kelemahan ormas, sinergi TNI Polri dan Pemeda ini harus sepanjang masa dan jadikan momentum dan anggaplah Pak Probowo ini sudah merestui, ya kita manfaatkan aja. He he. Ee dari segi positif ee wibawa presiden untuk membuat ee satgas ini secara permanen sampai ke daerah-daerah. He he. Tidak berhenti sampai di sini. Tingkatkan peran serta masyarakat untuk upaya-upaya preventif. Hm. Masyarakat harus diajak mengedukasi masyarakat. Kalau di Bali misalnya tokoh adat itu sangat didengar sama ormas. enggak ada yang berani ngelawan yang namanya ee tokoh adat pecalang itu tak satu pun premas sehebat apa itu berani mereka. Maka peran serta masyarakat ee perlu diajak. Baru yang tadi disampaikan oleh Pak Muradi, Pak ee Susno, akar masalahnya kan masalah pendidikan yang rendah di akar rumput. Heeh. Heeh. akar masalahnya adalah ekonomi. Maka penting pemerintah pada saat yang sama selain menyampaikan hal-hal yang tadi merevisi undang-undang, mensinergikan TNI, tapi penting juga meningkatkan mutu pendidikan dan ee tingkat program ekonomi kerakyatan di tingkat bawah sehingga menjadi yang lebih konkret. Kan Pak Prabowo bilang mati untuk rakyat. Ti rela mati untuk rakyat. dia berbuat itu sudah untuk rakyat, demi rakyat. Nah, sekarang momentumnya momentum untuk bagaimana ini rakyat tidak disia-siakan melalui situasi yang sudah mulai gundah-gulana. Lalu jangan sampai nanti ini masih berlanjut dan rakyat menelan kekecewaan lagi. I. Nah, oleh karena itu Pak Prabowo sekali lagi harus berani mempertaruhkan he jab ee apa itu posisinya. Heeh. Heeh. Yang sebenarnya pertaruhan ini enggak mungkin kalah pasti menang. Ya, bertaruh kan ada kalah dan menang. Tapi kalau Pak Prabowo mempertaruhkan jabatannya untuk bela rakyat memberatas prahman, pasti menang dia gitu. Oke. Oke. Iya. Heeh. Oke. Baikbaik. tadi eh poin yang menarik juga dari Pak eh Wayan terkait dengan revisi Undang-Undang Ormas ya Pak Wayan ya. Saya mau ke eh Prof. Muradi dulu. Prof. Muradi kalau melihat selama ini ketika kita ee bicara soal premanisme kemudian aksi-aksi yang meresahkan di masyarakat sebelum ada Satgas ini kan pasti sudah ada yang diatur di ee di Undang-Undang Ormas gitu ya. Apakah perlu kemudian ada revisi ee Undang-Undang Ormas tadi salah satunya mungkin terkait memperkuat pengawasan ee terhadap ormas yang sudah terbentuk maupun mungkin verifikasi ee bagi ormas yang baru akan dibentuk nantinya supaya tidak menyeleweng gitu, Prof. Ya. Jadi, Mas di di K di Permendagri eh 572 itu sudah ada pembinaan, pengawasan, dan pendaftaran. Itu lebih itu turunan dari Undang-Undang 2 2017 ya. Jadi saya kira sebenarnya ee apa namanya? Pembinaan pengawasan sudah ada di teman-teman Kimdag ee cekinnya di Babin apa ee Bakes Bank Pol ya di level ee provinsi kabupaten kota gitu. Jadi memang sudah ada. Hanya masalahnya saya bilang bahwa tadi saya bilang dari awal bahwa jangan kemudian melekatkan preman dengan ormas. Kita coba bisa memilah dulu. Makanya saya mau mengusulkan tadi minta teman-teman Kemdagri untuk kemudian memverifikasi ulang lagi. Katakan misalnya mendaftar ulang gitu ya. bisa katakan di Bandung atau di Jawa Barat kan di Bandung aja ada hampir sekitar 100 hampir hampir 1000 ormas ya yang memang anggotanya enggak banyak juga itu yang terdaftar kemudian bisa di Jawa Barat hampir 1500 apa ormas yang terdaftar yang yang kanya lokal jadi memang itu yang perlu diverifikasi memang selama ini ee itu sudah sudah dilakukan hanya tadi saya bilang kita melekatkan preman dengan ormas itu yang kemudian enggak ee buat saya sebenarnya agak agak tricky ya kenapa karena tadi yang sebagai Pak Tusno bahwa banyak ormas baik kok. Nah, tinggal kemudian ormas yang mana yang dianggap enggak baik itu yang kemudian kita bisa minta teman-teman baru kemudian teman-teman polisi dan ee dibantu teman-teman TNI untuk melakukan misalnya pada hal yang level yang lebih operasional. Kalaupun memang ternyata misalnya kita tidak dalam posisi yang pas melakukan tindakan-tindakan itu. Saya ingat sekali 2016-217 dulu ada ormas ee radikal ya nam akhirnya diisa apa namanya di apa dibubarkan itu karena apa? karena memang ada penilaian tadi. Nah, Kemdagri menilai kemudian teman-teman polisi dan dan apa teman-teman BIN waktu itu ya untuk menilai juga kiranya mau apa melanggar apa ideologi negara enggak. Nah, makanya ada perubahan dari apa dari Undang-Undang 17 2013 ke Undang-Undang 2 2017. Jadi buat saya sebenarnya sudah cukup Pak Wayan hanya tinggal apa namanya praktik apa namanya lebih efektif di Kemdaagri. Pemdag melalui PEMPR dan Pemk Pem apa PEM apa Pemkod dan Pemkab ya memang selama ini kemudian punya dekat saya kalau kalau saya datang ya Pak saya datang ke misalnya ke ke apa PIS Bankpol Kota Bandung saya minta datanya ada sampai detail itu Pak saya karena pernah pernah peret 2 tahun lalu ya dan data itu kemudian kita cek sebenarnya ada enggak dari mungkin 100 200 150-an gitu ada mungkin sekitar 70 sampai 80 memang masih ada organisasinya ada kemudian kemudian sisanya memang masih kemudian har diverifikasi sebagai kalau ternyata enggak aktif dalam ee setahun maka kemudian ee apa MDI dalam hal ini misalnya cash bangkol itu bisa mengajukan apa namanya pembubaran di mana kemudian dianggap dianggap tidak aktif tidak memiliki misalnya aktivitas kegiatan dan sebagainya dari situ saya kira sudah cukup jadi saya sih hukum berukum bahwa ee undang-undang ormas sudah cukup Pak bahwa adaitas harus ya tadi Kemdagri kemudian ee TNI dan juga Poli Bantu TNI berikutnya kemudian dan satgasnya Mas itu fokus terjadi kemudian di level apa namanya ee top down tadi yang memang yang besar-besar yang kecil-kecil biar teman-teman polisi dan teman-teman di TNI di lapangan yang kemudian melakukan tindakan yang jauh lebih efektif begitu. Oke. Satgas lebih harus ee fokusnya yang tadi ya, Pak, yang di atas-atas ya, bukan yang di bawah bawah-bawah. Tapi sementara ini kan kita masih ee bergeraknya di bawah-bawah aja. saya ke Pak Susno ini kan kemarin sempat yang ramai juga di pasar induk Kramat Jati ini Pak ee kan ee ada penindakan ee ormas ee posco ormas yang ada di sana itu di ee ambrukkan walaupun memang sedang tidak ada orangnya. Kemudian ada juga misalnya di beberapa wilayah di Jakarta ini preman-preman ataupun juru parkir misalnya itu ditangkap tapi ee tidak sedang melakukan kegiatan yang melanggar hukum gitu ya. Mereka lagi enggak ngapa-ngapain sebenarnya. Tidak lagi malak ketahuan malak enggak. kemudian tidak lagi ee melakukan intimidasi juga tidak kelihatan. Nah, ketika misalnya mereka ini ditangkap tanpa ada misalnya mereka sedang melakukan sesuatu yang melanggar hukum itu nanti seperti apa sih, Pak? Kan mereka hanya dibina kemudian dilepaskan. Itu seperti apa kalau misalnya ee fenomena seperti itu, Pak? Nah, itulah yang saya katakan tidak menyelesaikan masalah ya. Jadi misalnya merobokan pos kemudian menangkap dia sedang tidak tertangkap tangan, tidak ada bukti-bukti itu kan tidak menyelesaikan masalah tapi hanya menimbulkan efek deter gitu. Waduh wada ada kegiatan sebagaimana awal Pak Wayan katakan tadi itu adalah angat-angat dayayam. Jadi saya sependapat apa yang dikatakan Prof. Muradi. Ayolah undang-undang ormas itu diterapkan khususnya di bidang pengawasan Kesbang Kementerian Dalam Negeri sampai ke bawah kabupaten kota. Data ormas itu jangan hanya didata ya. Ormas itu yang kalau di daerah banyak menyebut dirinya LSM itu memeras juga kepada kepala-kepala dinas bahkan bupati walikota kalau ada borongan dia ya ngaku-ngaku nanti gini-gini dan celakanya ormas itu minta jatah dari proyek-proyek kemudian kalau dia tidak e diberi dia sekarang kan media ini gampang sekali dia buat buat media online diberitakan di online bahwa proyek ini enggak beres kepala dinas ini. Begitu. Setelah itu ditangkap juga oleh oknom aparat penegak hukum baik jaksa maupun polisi langsung memanggil ada berita kayak gini. Nah, Kong Kalikong ini ini sudah jadi mafia ini. Jadi lebih parah daripada ormas yang memalak minta setoran parkir tapi LSM yang bermain pura-pura cari kesalahan proyek. dia tahu anggaran dinas ini adalah sekian. Diberitakan lewat online. Online-nya disambut oleh oknum aparat yang tidak beres. Ujung-ujungnya yang duit. Nah, ini yang harus diawasi oleh Kesbank, diawasi oleh Polri, diawasi oleh Kejaksaan. Ini bahaya sekali dan pembangunan kita tidak beres, proyek-proyek tidak beres. Sebagaimana dikatakan tadi, maka ekonomi kita juga enggak jalan. Jadi ini sudah benang kusut. Tapi apapun juga kita hargai pemerintah Pak Prabowo sudah berupaya untuk menyelesaikan benang kusut ini. Baikbaik. Memang e yang kita soroti harusnya yang tadi ya, Pak ya, yang di atas-atas. Sekali lagi ini kita ee tiga narasumber kita juga sudah setuju ee yang perlu di ee benahi adalah ee premanisme ataupun ee ulah-ulah yang di atas ini. Tapi memang kita butuh ee langkah yang paling awal, langkah konkretnya. Saya mau ke Pak Wayan lagi sebelum kita tutup. Pak Away ee dari DPR apa yang Anda bisa usulkan ke Satgas ini agar berjalannya efektif paling tidak ee selama mungkin mereka terbentuk dan nantinya bisa ee next akan memberantas premanisme secara keseluruhan. Ya, Komisi 3 sudah menerima ratusan advokat itu ratusan dari sekian ratus ribu advokat. H berarti tanpa bermaksud mengatakan mewakili mereka, ratusan advokat yang resah itu membuktikan Komisi 3 tidak bisa diam. Maka setiap kita ke daerah misalnya ke Polda Metro Jaya, kami sengaja minta saya pribadi untuk ee kunjungan kerja ke Metro Jaya. Kenapa? Karena saya punya data bahwa di Jabotabek wilayah ee Metro Jaya, Polda Metro Jaya itu rata-rata 300 laporan masuk terhadap preman berkedok ormas. Hm. Dan saya sudah langsung dan beberapa teman berbicara, pastikan Polda Metro Jaya yang punya Kapolda Luar biasa ini jangan pandang bulu. Ya, bukan hanya itu. Jika kita sudah mengimbau Pak Prabowo turun tangan dan tidak membiarkan ini, sekarang kita sampai pada giliran. Kalau begitu Kapolri enggak boleh ragu-ragu lagi. He. Tafsirkan saja Pak Prabowo sudah mendukung. He. Dan pertaruhkan jabatan itu untuk kemenangan rakyat. Bertaruh untuk bela rakyat pasti menang. Kita mengimbau mendagri bubarkan ormas. Heeh. Karena saya harus menyampaikan bahwa ketika menindak preman ada pasal 368 dan pasal 170 KUHP. Ketika membubarkan ormas tidak hanya Undang-Undang Ormas Undang-Undang 17 2013, ada lagi Undang-Undang yang berupa Perpu nomor 2 2017. Jadi sambil menunggu perubahan Undang-Undang Ormas, apa yang ada ini sudah memadai. He. Yang belum dilihat adalah semangat agar Kapolri dan Mendagri melangkah tidak menunggu instruksi lagi. Karena kita sudah tahu Pak Prabowo pasti bela rakyat, Pak Prabowo pasti tidak suka dengan preman. Jalankan ini dan rakyat sudah mendukung Kapolri, rakyat mendukung ee Mendagri, ee advokat sudah mendukung mereka, Komisi 3 akan mendukung mereka. Apalagi yang perlu ditakutkan sekarang. Oke. Tidak usah padang bulu langsung bergerak ya, Pak ya. Tak ragu-ragu karena sudah ada dukungan dari semua pihak. Dan saya yakin mereka mulai tiarap. Ketika dia tiarap, gas gas. Siapa yang ngegas? Kapolri dan Mendageri kita dukung. DPR akan memberi dukungan dan sudah kita keliling-keliling. Sebentar lagi kita akan kunjungan ke daerah. Kita akan bawa masalah preman ini. Baik. Baik. Saya ke terakhir ke Pak Prof. Muradi dan juga nanti ada Prof. Prof. Susno juga. Saya ke masuknya ke ke Prof. Muradi dulu. Pak. E Prof. Bradi, seperti apa nih ee menurut Anda yang harus langkah pertama yang dilakukan oleh Satgas ee di dalam waktu 10 hari ini supaya ke depannya nanti kita juga bisa menjangkau ataupun ee mencapai tujuan utamanya yaitu memberantas aksi premanisme ya. Pertama tadi database ya, database dari Gemdagri ormas-ormas karena kita pisahkan ormas dengan preman. Yang kedua, kemudian teman-teman di ee lapangan ya, Bapak Polri terutama ya untuk kemudian mendata ulang misalnya apakah memang ee titik-titik misalnya tempat parkir dan sebagainya itu adalah ee ada unsur tindak pidananya. Kalau memang ada usindanya kemudian memang buat saya sebenarnya jauh lebih kemudian mereka dibina ya kemudian diajak ngob dan sebagain ketimbang diambil dan diproses seperti yang selama ini. Nah, yang ketiga saya kira penting juga untuk dilakukan adalah tadi satgas juga harus bisa mengidentifikasikan bahwa ee preman yang disebut dengan apa preman dalam kedok ormas ini adalah teman-teman yang masih ada di lingkaran dekat dengan kekuasaan. He. Kalau kita agak lebih detail sebenarnya itu yang kemudian penting untuk dilakukan karena petinggi-pentinggi preman sebagian besar pengusaha dan juga politisi. Begitu. Oke. Baik. Terakhir saya ke Pak Susno. Pak Susno tadi kata Pak Wayan, “Jangan ragu, jalankan saja mumpung lagi pada tiarap nih lagi ada satgas.” Bagaimana tanggapan ada Pak? Saya sangat setuju ya apa yang disampaikan tadi. Saya setuju semua supaya ini tidak angat-angat dayayam. Yang kedua, untuk mengatasi akar masalahnya hukum kita tegakkan, kita beresi. Tidak akan beres masalah preman ini kalau aparat penegak hukum khususnya apalagi sampai ke level Mahkamah Agung masih bermain kayak gitu. Ketua pengadilannya ketangkap karena dia menjadi mafia perkara. Kemudian masih ada mafia impor-ekspor, masih ada mafia-mafia lain yang itu akan merusak perekonomian, memiskinkan rakyat. Kalau rakyat miskin, preman tubuh subur. Itu harus kita berantas. Baik, kita dukung dan kita nantikan kinerja dari Satgas ini. Semoga benar-benar bisa memberatas premanisme dari mulai kelas kakap. Maksudnya kelas tri hingga kelas kakap supaya nanti kita bisa mencapai mimpi untuk memberantas premanisme secara keseluruhan. Terima kasih. Pak Susno Duaji, kemudian Prof. Muradi dan juga Pak Wayan sudah bergabung bersama kami di Sapa Indonesia pagi. Selamat pagi, salam sehat Bapak-bapak. Salam sehat, Pak. Pak Mur
KOMPAS.TV – Beberapa waktu belakangan ini, polisi gencar melakukan operasi berantas premanisme. Juru parkir liar, preman pasar, hingga preman mengatasnamakan ormas ditangkap.
Lalu, cukupkah memberantas premanisme dengan penangkapan kelompok tersebut? Apa yang harus dikritisi dan diawasi dari operasi ini?
Kita bersama Kabareskrim Polri 20082009, Komjen Purnawirawan Susno Duadji; Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Sudirta; dan Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi.
=============
Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.
Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv
Media sosial KompasTV:
Facebook: https://www.facebook.com/kompastvpkl
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv_pekalongan
X: https://twitter.com/kompastvpkl