ROY SURYO MENUDUH IJAZAH JOKOWI PALSU KARENA ROY PUNYA MASALAH KEJIWAAN I Logika Ade Armando
Video ini hanya untuk mereka yang punya logika. Bagi yang tidak punya logika, skip aja. Saya rasa Roy Suryo memiliki masalah kejiwaan. Dia punya masalah psikologis. Dan karena itulah dia sekarang terpaksa lagi berurusan dengan pengadilan terkait ijazah S1 Jokowi. Roy sudah mulai diperiksa polisi sejak 15 Mei yang lalu. Dia bilang ijazah Jokowi dari UGM tahun 5 itu palsu. Kalau Anda terus mengikuti perkembangan berita tersebut, mudah-mudahan Anda paham bahwa hampir pasti tuduhan Roy salah. yang dia katakan ijazah palsu adalah sebuah dokumen yang seolah-olah adalah ijazah Jokowi yang tersebar di dunia internet. Orang yang mengupload dokumen tersebut sudah mengaku bahwa ijazah tersebut memang mungkin sekali bukan ijazah Jokowi asli. Yang jadi masalah Roy tetap berkeras ijazah Jokowi palsu. Kita kan mungkin langsung menganggap tidakkah sebaiknya Roy mengaku salah saja? Kenapa dia tidak jujur saja bilang ke publik dia salah menyangka? Kenapa dia tidak menarik saja tuduhannya? Ya, mungkin saja dia harus menyatakan minta maaf kepada Jokowi, kepada publik, tapi itu tentu lebih baik daripada harus berurusan dengan hukum. Saya duga masalahnya Roy memang percaya bahwa Jokowi bohong. Saya rasa dia tetap yakin Jokowi memang tidak lulus dari UGM. Dia ini seperti hidup dalam dunia khayalan yang dia ciptakan sendiri dan dia mempercayainya. Roy hidup dalam dunia kepalsuan. Jadi dia memang percaya bahwa Jokowi bohong dan dia akan mati-matian mempertahankan versi kebenarannya bukan karena dia ingin menyebarkan fitnah. Roy menyebarkan tuduhan itu karena dia merasa dia harus menyebarkan kebenaran. Masalahnya kenapa dia menganggap Jokowi memang bohong? Saya rasa Roy memang punya persoalan psikologis yang kompleks. Seperti saya katakan Roy punya masalah kejiwaan. Saya coba jelaskan dengan cara yang ringkas ya. Dalam tahap yang paling sederhana, cara berpikir Roy mengikuti apa yang disebut sebagai motivated reasoning atau bisa diterjemahkan menjadi penalaran yang bermotivasi. Dalam proses ini, seseorang secara tidak sadar memproses informasi dengan cara yang mendukung keyakinan yang dimiliki orang itu. Jadi, dia akan memilih mempercayai informasi yang sejalan dengan apa yang diyakininya dan akan menolak informasi yang tidak sejalan. Dalam hal ini, Roy misalnya bisa saja sudah sangat membenci Jokowi, alasan bisa macam-macam. Tapi yang jelas dia membenci Jokowi. Karena dia benci, dia menjadi sangat percaya bahwa Jokowi penipu. Roy akan begitu saja mempercaya informasi yang mendukung keyakinannya bahwa Jokowi penipu dan menolak informasi sebaliknya. Ketika dia dihadapkan dengan bukti yang menunjukkan ijazah Jokowi asli, otaknya langsung menolak bukti tersebut demi menjaga konsistensi dengan keyakinan yang sudah dimilikinya. Proses memilih-milih ini mengikuti apa yang disebut sebagai confirmation bias. Jadi, Roy hanya akan mempercayai bukti yang mengkonfirmasi keyakinannya. Kita semua sebenarnya memiliki tendensi ini. Anda misalnya bisa percaya begitu saja pada kabar jelek mengenai musuh Anda dan pada kabar baik mengenai orang yang dekat dengan Anda. Confirmation bias ini memang dimiliki setiap orang. Namun dalam kasus Roy masalahnya dia sedemikian membenci Jokowi sampai-sampai dia menutup diri terhadap semua kemungkinan yang menyebabkan dia harus melihat Jokowi dengan cara yang positif. Roy itu bukan orang yang membuat dokumen palsu. Tapi begitu dia memperoleh dokumen ijazah palsu yang disebar di internet, dia seperti lupa daratan langsung percaya tanpa merasa perlu menceknya terlebih dahulu. Roy kan sebenarnya bisa saja mendatangi UGM dulu untuk bertanya tentang kebenaran berita tersebut. Tapi Roy memilih tidak mau menceknya karena dia tidak ingin mendengar penjelasan bahwa dokumen itu palsu. Dia seperti tak bisa menerima kenyataan yang membantah harapannya. Dalam hal ini ada sebuah konsep lagi yang bisa sangat membantu kita memahami gejala ro ini. Nama konsep yang saya pelajari adalah cognitive disonant alias disonansi kognitif. Ini maksudnya kita semua akan merasakan ketidaknyamanan psikologis. Jadi dalam kasus Roy, dia sudah yakin bahwa Jokowi itu penipu. Tapi kemudian dia memperoleh bukti bahwa Jokowi ternyata jujur. Mestinya kalau bukti itu kuat ya dia ubah dong keyakinan awalnya. Tapi itu tidak menyenangkan. Karena itu Roy justru mengubah persepsi realitasnya. Misalnya dengan tetap menolak bukti bahwa Jokowi jujur. Jadi Roy tentu sudah mendengar penjelasan dari pihak UGM bahwa Jokowi memang lulusan UGM. Tapi karena itu akan mengganggu kenyamanan psikologisnya, Roy akan terus percaya bahwa UGM berbohong. Karena misalnya saja dulu sudah ikut terlibat dalam manipulasi ijazah Jokowi ketika Jokowi ikut pemilihan walikota, gubernur, presiden. Bisa dibilang cognitive dissonance ini adalah mekanisme pertahanan psikologis agar individu tetap merasa konsisten secara internal. Ini juga yang dialami oleh kubu anti Jokowi lain. Karena itu narasi yang dikembangkan adalah Jokowi harus menunjukkan ijazah aslinya kepada publik. Sementara saya yakin dengan mengikuti penjelasan cognitive disonance tadi, kalaupun Jokowi misalnya menunjukkan ijazah aslinya, Jokowi akan tetap dituduh memanipulasi ijazahnya. Jadi, saya rasa memang sudah sangat benar bahwa kini kasus tuduhan ijazah ini disidangkan saja di pengadilan. Masalahnya ketidakpercayaan atau kebencian terhadap Jokowi ini sudah berlangsung begitu lama sehingga Roy mengalami apa yang disebut sebagai obstinasi atau dogmatisme. Jadi keyakinan Roy tentang Jokowi adalah seorang pembohong sudah sampai level dogma seperti misalnya Roy percaya Tuhan itu ada. Kebenaran absolut. Dalam kasus seperti ini, fakta dan logika kadang menjadi tidak relevan. Yang memperparah keadaan adalah motivasi personal Roy sebagai seorang tokoh selebritis. Orang seperti Roy butuh pengakuan. Dia memang ingin mencari perhatian publik. Karena itu dia mungkin merasa tidak boleh berubah-ubah sikap. Harus konsisten. Karena itu pengakuan bahwa dia salah akan terasa sebagai hal yang mengurangi reputasi dirinya. Seseorang yang semula merasa populer akan mengalami kesulitan menerima penurunan status semacam itu. Tapi akibatnya ya dia kini harus menghadapi risiko dinyatakan bersalah dan masuk penjara. Bagaimanapun kalau dipikir-pikir Roy memang sejak lama lazim hidup dalam dunia kepalsuan. Dia misalnya saja kerap disebut sebagai ahli telematika. Telematika adalah bidang ilmu yang merupakan gabungan dari telekomunikasi dan informatika. Nah, selama ini tidak sekalipun ia tampil dengan menunjukkan keahlian di bidang itu. Dia kan diingat orang karena dianggap ahli menguji keakuratan materi-materi digital seperti suara, gambar, video. Tapi dia terus membawa gambaran bahwa dia adalah ahli telematika. Dia sendiri adalah lulusan S1 Ilmu Komunikasi UGM, jadi bukan Telematika. Dia juga misalnya pernah mengklaim menemukan lagu Indonesia Raya yang lebih lengkap daripada yang selama ini digunakan. Klaim ini belakangan terbukti salah. Ketika foto toples yang diduga sebagai Miss Indonesia Artika Sari Devi secara online, Roy mengklaim foto tersebut asli. Tapi belakangan terungkap bahwa itu adalah foto seorang waria dari Thailand. Dalam kasus Aril dan Luna Maya dulu dikabarkan Roy juga pernah menganjurkan Luna untuk mengatakan yang tampil di video tersebut bukanlah Luna. Tapi tentu saja kita semua tahu bahwa itu adalah rekaman hubungan Aril dan Luna. Yang ingin saya katakan, Roy nampaknya lazim berada dalam realita yang diciptakan sendiri dan dipercayainya sendiri. Jadi, mudah-mudahan saja saya tidak berlebihan untuk menganggap Roy pada dasarnya punya masalah kejiwaan. Mudah-mudahan dia bisa segera sadar dan insyaf. Ayo kita gunakan akal sehat. Karena hanya kalau kita gunakan akal sehat, Indonesia akan selamat.
Roy Suryo sepertinya punya masalah kejiwaan. Sudah jelas ijazah Jokowi asli dan dibuktikan oleh forensik Polri, tapi dia tetap ngotot dan tak mau menerimanya. Mestinya orang ini direhab, bukan dibiarkan berkeliaran dan menyebar halusinasinya ke publik. Simak dalam Logika Ade Armando.
Tags
best chinese drama
cdrama
chinese
chinese drama
chinese drama 2022
chinese indo
comedy
drachin
dracin
drama
drama 2021
drama china
drama china romantis sub indo
drama china sub indo
drama china terbaik
drama cina
drama kolosal
drama romantis
drama terbaru
Dunia Drama
Entertainment
fantasy
Gaming
Historical
Indonesia
indo sub
iQIYI
iQIYI drama
iQIYI indonesia
mandarin
MangoTV
Mystery
new chinese drama
News
Roblox
romance
romantis
Sports
sub indo
Sub indo full movie
wetv
wetv dunia drama
wetv indonesia
youku
youku indo