Gua Cuma PUNYA 2 MENIT NGURUS BAYI ini ATAU DICEKEK ISTRI – Please Stop Crying 1&2

Telling all the blue birds, the pill and cou birds. Pretty little B. Kenapa sih kamu gak bisa berhenti nangis? Sorry guys, ini gua dapat bayi. Titipan bayi tapi nangis mulu. Gua gak tahu dia pengen dinyanyiin lagu apa gitu ya. Daisy, Daisy, give me your answer. D I’m bay set masa suka lagu dark web. So, balik lagi guys sama gua B. Hari ini gua akan menjalankan peran penting seorang laki-laki, yaitu menjadi seorang ayah, papa, papi. Well, well, well. Kalian sering memanggil gua papi yang di mana gua juga enggak tahu asal muasal dari mana. Bahkan gua enggak pernah merasa pantas, Guys, untuk jadi ayah. Karena setiap melihat bayi, gua lihat aja mukanya. Emang kalian enggak kesal ngelihat mukanya begini, ya? Jadi guys, siapin cemilan kalian, kencangkan kolor. Ayo kita bikin bayi. Maksudnya ayo kita mengurus bayi. Ei ei, ei. Jadi, selamat datang semuanya di please stop crying atau please berhenti menangis. Seperti yang tadi gua bilang, hari ini kita akan menjadi ayah dari seekor bayi yang lucu dan imut. Kalian bisa lihat di sini dia botak. Ya, mungkin umurnya baru keluar dari perut Mama ya. Mungkin umur sekitar 3 bulan atau mungkin setahun ya. Jadi tanpa banyak basa-basi ayo kita jadi ayah. Aku akan pergi untuk 2 jam seteng aku meninggalkan kamu pekerjaan. Yang perlu kamu lakukan adalah mengerjakan semuanya sebelum aku kembali dan pastikan bayinya bahagia. Gampang bukan? Oh. Oh, ini kita menjadi suami atau babysitter, Guys. Dan ini bayinya yang akan kita urus. Ya, belum juga mulai udah nangis. Emangnya kalian kalau jadi bayi, kalian bakal nangis, Guys, kalau lihat muka gua. Oh, ini bayinya. Nama kamu siapa? Samanta kah? Kamu cowok apa cewek Samanta? Oh, jadi dia kalau nangis kita harus hibur-hibur dulu ya. Lucu sih bayinya. Lihat jalannya kayak kecoa, Guys. Cepat kayak gitu. Udah, kamu sini aja kamu. Kamu coba kita keliling-keliling dulu ya, bayi ya. Ya ampun, dia menangis. Ya udah, ini kita gendong dulu, Guys. Begini sambil kita keliling-keliling ya. Jadi ini rumah si perempuan tadi. Gua gak tahu apakah kita jadi suami atau babysitter, Guys. Ya anggaplah aja kita jadi suaminya perempuan itu, ya. Jadi kita harus sambil mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah. Ini lantainya kotor. Terus ada tong sampah. Terus ada apa lagi? Cucian piring. Oke, adik. Adik kamu sebentar. Gimana cara kita buka pintu? Eh, adik kok dia hilang? Eh, sini kamu. Kamu masuk aja nih. Sabar ya, sabar. Namanya juga anak kecil emang suka nangis. Enggak apa-apa. Kamu masukin aja ya, mesin cuci ya. Nah, udah kamu di situ ya. Kamu jangan kamu jangan lari-lari. Ini lagi mau dipelil. Jangan lari-lari kamu. Ya udah, kamu sini kamu udah di sini aja diam. Ih, benar-benar badung anaknya ya. Ei, ini benar-benar. Oke, sabar guys. Emang jadi ayah itu emang agak sulit ya. Jadi kita harus sabar-sabar. Udah kita langsung sambil kerjain aja guys. Tadi gua melihat ada sampah. Kita buang sampah dulu. Kayaknya sampahnya kita bisa buang di tong sampah. Oke, sudah. Kamu mau buang sampah juga? Kamu mau masuk tong sampah? Udah tumben nih dia gak nangis nih, Guys. Ya, terus kita bisa melakukan Aduh, bisa berhenti nangis enggak? Oh, sor gak boleh galak-galak ya. Nanti kalau kita galak-galak dia makin nangis, Guys. Oke, ini kita masukin baju. Kita perlu lima baju kotor, Guys. Terus ini juga ada piring kotor. Kita bisa masukin ke sini. Lalu ada apa lagi nih? Ya, di sini ya? Coba kita lihat dulu. Ih, benar-benar ya. Makan nih. Jangan, jangan lari-lari nanti kepeleset itu ada air. Kamu nih benar-benar nih aku buang kamu ke tetangga aja ya. Ke sebelah sini. Coba coba coba. Kayaknya kita bisa lempar dia guys ke tetangga ya? Mana dia? Apakah dia benar-benar hilang? Oh, enggak, Guys. Oke, kamu diam, ya. Jangan nangis. Oke, kebetulan. Oke, diam kamu. Coba kita cari pel dulu ya, Guys. Jadi, ini ruangan komputer gaming Billy. Hah? Kenapa itu? Aduh, Dek Samanta. Hah? Istri yang marah. Oh, jadi ada waktunya, Guys. Jadi kita harus menyelesaikan semua pekerjaan sebentar. Sabar, sabar nih. Belum mulai bayinya udah menangis lagi. Hah. Tarik nafas dan kita akan mulai ya. Mari sini. Mana Samantaha? Jangan menangis Samantahata ya. Samanta. Ayah sedang bekerja di sini. Samanta gak boleh nangis terus nanti ayah buang ketong sampah. Mau kayak sampah ini Samanta. Lihat tuh. Kalau Santan nangkal, Papa buang ketong sampah itu. Jadi Samanta diam ya. Uh kita bisa memotong rumput. Anjay ini kita bersihin dulu, Guys. Karena rumputnya udah Samanta. Samanta. Kalau Samanta tetap nakal, Samanta nanti kena mesin rumput. Mau Samanta nih. H. Jangan nakal Samanta ya. Nanti Papa masukin ke mesin rumput, Samanta nangis. Bahkan Samanta udah gak menangis lagi Samanta. Samanta menjadi tumpukan daging yang berceceran. Ya, jangan nakal Samanta. Udah di situ aja main lari-larian tapi jangan nangis. Enggak apa-apa main lari-larian. Enggak apa-apa. Ngapa-ngapain yang penting jangan menangis atau engak apa-apa tabrak ya. Oke, udah selesai. Setelah itu kita masukin e baju-baju ini ke laundry. Oke, masukin. Ih, benar-benar kita tuh masalahnya gak bisa melakukan tugas kalau si Samanta menangis ya, Guys. Jangan lari benar-benar. Ya udah nih nih main air-airan aja tuh ya. Main air-airan sama entah. Huh, ini mana lagi? Oke, kaos kaki. Kaos kaki masukin sini. Dan ini ada vum cleaner. Oh, vum cleanernya buat ini, Guys, yang kotor-kotor di lantai. Nah, bagus-bagus Samanta Papa suka sama benar-benar Samanta, ya. Jangan nangis. Oke, kita harus bawa dia ke tempat di mana kita ng-evakum cleaner, guys. Oke, Samanta. Bentar, ya. Papa lagi vakum cleaner, toilet dan lain-lain. Udah, Samanta jangan nangis mulu. Oke. Ya ampun, Samanta mana. Si Samantta nangis mulu. Kenapa sih lapar? Sini nih nih nih. Nyusu nih. Nyusu punya Papa aja gak apa-apa ya? Papa rela disusuin kamu ya. Oke. Vakum lagi. Vakum. Mana lagi yang kotor? Oke, semuanya sudah udah udah aman, Guys. E sekarang e baju eh baju celana jeans. Dua lagi, dua lagi. Ya ampun, kenapa sih kamu suka main di luar? Benar-benar kayak anak Tarzan kamu ya. Aduh, 17 detik, Guys. Aduh, gak bisa ini, Guys. Gak bisa, Guys. Gak keburu, Guys. Tidak keburu ini. Aku masih belum hafal. Di mana mesin cuci? Astaga, ya ampun baju kotor mana lagi? [Musik] Mama maafin aku. Mama jangan marahin aku. Kabur. Oke, kita harus benar-benar teratur, Guys. Kita harus benar-benar teratur, ya. Oke, pertama kita inihin Samantah. Kita harus speedrun, Guys. Kita buang sampah dulu. Oke, buang sampah. Terus kita langsung e potong rumput. Potong rumput. Terus terus terus biar cepat. Biar cepat potong rumput. Nice. Sana belum menangis. Oke. Di umur-umur gua yang sekarang ya. Di umur gua yang sekarang guys, setiap gua ketemu orang pasti mereka nanya, “Bil, lu enggak mau nikah? Bil, lu enggak mau punya anak?” Lihat aja nih gua main game ini gimana, Guys. Apakah gua cocok jadi ayah menurut kalian? Hm. Oke, kita potong lagi rumbut. Terus, terus terus. Dikit lagi. Oke, tugas kedua sepertinya udah beres. Samanta diam. Samanta ya, Samanta. Kamu tadi mana ya? Vakuum cleaner. Vum cleaner. Ya ampun, jangan lari-lari. Oke, mana vum cleaner? Oke, vum cleaner di sini. Nice. Terus, terus, terus. Sedot, sedot, sedot. Samanta jangan nakal atau papa sedot nih kamu lama-lama ke vakum cleaner ya. Oke, terus, terus, terus. Di sini bagian sini. Ya ampun, Samanta. Kamu di mana lagi? Jangan jauh-jauh deh, dek ayah. Nanti Mama marah. Yah, mau kamu enggak disusuin Mama? Mau kamu bayi. Udah bayi kayak gitu minumnya susu Milo. Enak sih, manis ya. Oke, cor kita udah selesai, Guys. Tiga. Ee celana di situ. Oke, masukin. Masukin. Ah, mana kamu? Jangan lari, jangan lari, jangan lari. Udah diam. Diam di situ. Ayo mau masukin ini dulu. Baju laundry. Aduh, mana lagi? Dua lagi. Dua lagi. Dua lagi. Dua lagi. Dua lagi. Baju jeans. Baju jeans. Aduh, baju jeans. Aduh, satu lagi nih. Baju di mana, ya? Ah, benar-benar nih. Kamu ngumpetin baju ayah. Aduh, di mana lagi ya? Satu baju lagi, Guys. Aduh, gua gak ketemu satu bajunya lagi. Oke, piring aja. Piring, piring kotor. 30 detik. 30 detik. Bisalah ini 30 detik, Guys. Bisalah ini 30 detik, Guys. Oke, piring kotor. Astagfirullahalazim. Sana diam, diam, diam, diam, diam. Alah, jangan bikin, jangan bikin ayah pusing. Ini lagi orang makan di kamar. Makan tuh di meja. Makan di ruang tengah. Ya, mana lagi? Jangan bilang di toilet nih. Mana bajunya? Astaga guys, susah banget jadi ayam. Enggak mau punya anak, enggak mau jadi suami. Halo, sayang. Eh, kamu ada nomor itu enggak? Nomor panti asuhan? Enggak. Aku cuma pengin tahu aja nomor panti asuhan. Pengen main-main ke sana. Kau pembohong kali ini. Kau benar-benar keterlaluan. Samanta. Ayah udah telepon panti asuhan. Kalau kalau Samanta masih nakal, ayah titipin ke situ ya. Ayah titipin ke situ. 30 tahun Samanta mau enggak mau kan. Kalau enggak mau ya udah jangan nakal ya. Beberapa menit kemudian lu benar-benar Samanta ya. Gua buang gua buang ke tetangga lu ya. Benar-benar ya lu bikin ayah emosi ya. Udahlah, Guys. Gua capek banget jadi ayam. Lu jangan lari lu, ya. Mama tega marahin aku di depan Samanta. Nanti Samanta trauma. Mama punya mental health waktu udah gede. Jangan marahin aku di depan Samanta, [Musik] Mama. Kalau kalian sudah berkeluarga, Guys, kalian lebih pilih anak kalian atau istri atau suami kalian, Guys? Tulis di komentar, Guys. Oke, kita fokus dulu. Oke, pertama kita bikin Samanta diam. Oke, terus kita piring dulu, Guys. Kita ganti cara kita dengan yang lebih benar. Oke, piring. Piring dulu. Piring tiga. Terus di mana lagi piring? Piring di kamar komputer. Oke, piring di kamar komputer. Samanta jangan nangis lagi. Oke, satu lagi nih. Satu lagi piring. Oke, piring di sini aman. Saatnya kosaki vacuum cleaner. Oke, kita sambil keliling sambil ngedekatin di mana si Samantaha, guys. Samanta. Manta benar-benar kamu ya. Oke, kamu diam di sini. Tadi vakum Kinder di mana ya? Bekas ayah ya. Oke, di sini bersihin. Oke. Oke, ini seharusnya bisa, Guys. Bisa, Guys. Ini mana lagi yang kotor, ya? Oke, yang kotor sudah. Ee baju, baju. Ya ampun, di mana dia? Jangan nangis di luar. Di dalam aja. Di dalam. Nangisnya di dalam. Nangisnya di dalam, ya. Oke, kita masukin ke sini, Guys. Eh, baju, baju, baju. Oke, baju. Setelah baju, ee ada di sini satu celana hijau nih. Celananya nyorok dulu, ya. Warna hijau. Ah, jangan nangis. Oke, diam. Hiju. Celana hijau. Mana tadi celana hijau. Ya ampun, Guys. Celana ijaunya, Guys. Hilang, Guys. Oke, udah. Terus sampah, sampah. Nice, nice, nice. Oke, tinggal potong rumput. Sata. Jangan bin A marah ya. Cepat, cepat. 40 detik. 40 detik bisalah ini. 40 detik bisa banget enggak sih, Guys? Alhamdulillah. Santo gini dong nangisnya jangan cepat-cepat. Emang ayah ngapain kamu? Hah? 30 detik sekali nangis. Semenit dikit nangis. Hm. Mana lu ya? H diam enggak? Diam. Diam. Ah, lupa. Lupa itu. Lupa nenangin bayinya. Istriku, aku sudah menjadi suami yang baik. Kamu telah menyelesaikan semua tugas. Tinggal sisa 12 detik. Kita cuma punya waktu bermesra-mesraan dengan Mama dengan waktu 12 detik saja, Guys. Ini semua gara-gara Samanta. Oke, jadi seperti itulah guys game. Please stop crying yang pertama dan sekarang kita akan bermain yang kedua. [Musik] Jadi guys, karena kita sudah muak dengan istri pertama kita dan Samanta, kita tinggalkan mereka dan punya istri baru dan anak baru. Anak baru kita bernama Bobby, Guys. Dia anak laki-laki tidak seperti Samanta perempuan, dan badung nakal, ya. Jadi, sepertinya kita akan mengurus Bobby dengan lebih santai, Guys, ya. Enggak terburu-buru seperti yang pertama. Jadi kita akan bermain please stop crying terrible to ini yang kedua. Jadi tanpa banyak basa-basi kita bakal langsung mengurus Bobby. Aku akan kembali untuk mengecek kamu. Musisi kita akan datang. Jadi duduklah dengan nyaman dan menikmati pertunjukannya. Kamu juga punya bayi yang baik. Oh, tentu saja. Tenang saja Bobi tuh baik enggak nangis tuh. Aku ingin ke toilet. Kamu bisa menjaga Bobi untuk beberapa saat. Ya, tentu saja. Baiklah. Oh, ini pacar kita, Guys. Mama kita yang kedua yang lebih cantik daripada yang pertama. Beberapa saat kemudian Oh, kok tiba-tiba meriba-tiba istri kita berubah ya, Guys. Oh, ini istri kita. No. Wah, lu benar-bener lu Bobi sama aja, Guys. Yah, ini sudah lebih no. Bobby dakjal. Ternyata Bobby sama aja kayak Samanta, Guys. Loh, kita bisa kabur, Guys. Langsung. Kamu ingat bahwa tidak ada susu di rumah. Jadi, kita meninggalkan Bobby juga dan mencari istri ketiga. Tamat, Guys, gameennya, ya. Bercanda ya, Guys. Mungkin itu ending lain, Guys. Ending di mana kita lari dari tanggung jawab sebagai ayah. Tapi gua juga gak mau, Guys, terus-terus pindah istri dan punya anak baru. Jadi, gua bertahan aja dengan istri kedua dan ayo kita urus Bobi dengan benar. Jadi, kita ceritanya emang lagi makan siang, Guys, sama istri kedua kita. Dan sebenarnya kita mau menikmati pertunjukan di restoran ini, ya. Tapi ternyata Bobby juga dakjal seperti bayi-bayi yang lain, Guys. Dan tentu saja enggak heran gua karena mamanya juga main HP terus mamanya enggak mau ngurusin anak, Guys. Dan hanya tinggal gua, Guys. Mana rambutnya mirip lagi. Apakah itu mam mertua gua? Oke, gua harus buat mama mertua gua bangga, Guys. Gua gak bisa. Hm. kayaknya lebih mending Samanta, Guys. Samanta cuma menangis. Ini muntah, Guys. Bobi, ya. Oke, Bayi menangis. Bobi, jangan bikin ayah emosi ya, Bobi ya. Kita kayaknya harus mengecek dulu, Guys. Oke, di sini ada pelan. Apa kita bisa ambil pelannya? Oke, kita bisa pel muntah-muntahan ini. Oh, kita gak bisa pel genangan air ini, ya, Guys. Ya ampun, Bobi kamu parah banget ya. Belum ada 10 detik, Bobi. Oke, karena gua udah punya pengalaman, Guys, sebelumnya ya, jadi tenang saja, jangan khawatir. Gua udah berpengalaman mengepel. Oke, ini adaapat petoys. Oke, kita harus cari mainan Bobi. Aku masukin ya ke akuarium ikan piranha ya, Bobi ya. Jangan nakal Bobi. Oke, kita pelpel dulu. Pel muntahan semua nih. Aduh, mana muntahannya banyak banget. Aduh, ada daging. Jangan bilang ini gua harus memasak juga, Guys. Oh, Pak, mending kamu bantuin saya, Pak. Oke, satu tugas sudah selesai. Ya ampun, Babi di mana kamu, babi? Jangan di toilet. Benar-benar. Ih, gua masukin juga lu ke toilet, ya. Oke, ada mainan lumayan mainannya kita taruh di sini, di tas. Selanjutnya ada apa lagi nih, sayang? Bantuin, sayang, Beb. Bantuin, beb. Ngurusin anak. Kan aku kan ini kan bukan anak kandungku. Oke, kita bisa kasih plaster di sini, Guys. Aduh, terus apa lagi? Kita harus ngapain lagi, ya? Oke, ini ada plaster lagi. Lumayan. Ya ampun, Bobi jangan bikin emosi, ya. Oke, kita ambil ini tape ini. Terus kita taruh di sini. Jangan ngalangin. Benar-benar dia ngalangin. Ini ada daging, guys. Ya ampun. 30 detik juga kita harus masak, Guys. Gak bisa. Wah, ini susah banget. Oh no. Oh no. Sayang, jangan marah. Sayang, jangan marahin aku. Kayak please jangan. Kali ini jangan marahin aku, ya. Bobi, sini Bobi. Maafin Ayah. Ayah udah berkata kasar sama kamu ya, Boby. Not again. Hmm. Oke, kali ini kita enggak dimarahin. Loh, kita dimarahin sama pemilik restoran lah. Oke, sebentar. Ee kita ini piano bisa main enggak sih piano? Oh, kita bisa main piano. Apa ini? Ya ampun, Bobi. Ayah cuma mau main piano, Bobi. Emang emang kamu kenapa kalau ayah aja belum sempat main? Emangnya main ini bikin telinga kamu sakit? Oke. E Bobi si anak jangan nangis, jangan nangis. Bobi, si anak baik jangan nangis. Nah, gitu dong Bobi. Gitu. Ayah baru suka kalau Bobi enggak nangis kayak gitu ya. Oke, baru dibilang Bobby ngerti enggak? Jangan nangis. Oke, kita masih punya 1 menit, Guys. Ini adalah waktu yang banyak untuk mengepel muntahan Bobby yang enak. Dih, Bobi. Apakah pekerjaan kita sudah selesai? Aduh, belum ini, Guys. Tinggal sisa satu lagi nih. Muntahan nih. Ya ampun, Guys. Enggak keburu lagi. Susah banget yang ini. Aduh, susah banget sih. Padahal bukan salah gue, salah istri gue enggak mau ngurusin anak. Seru ya, Bobby lari-lari kayak gitu ya. Sedangkan ayah kamu dimarahin oleh pemilik restoran ini Bobby. Oke, kayaknya kita main piano dulu ya. kayaknya dengan dengan main piano kita nambahin waktu kita, Guys. Kayaknya, ya. Oke, kita bikin Bobi berhenti nangis dulu. Kita main piano. A ning Bobi, kamu gak bisa lihat ayah tenang ya? Sebentar aja ya untuk beberapa saat aja ya. Bobby gak bisa lihat ayah tenang ya? Terus di sini ada plaster lagi. Nice. Yah, Bobi di mana kamu? Aduh, jangan bilang di mana dia, Guys? Wah, Bobi. Bobi enggak ketemu dia, guys. Bobi gimana? Dia hilang. Wah, benar-benar udah. [Musik] Halo. Ini dengan taman Safari ya? Oh iya, katanya dengar-dengar perlu makanan harimau ya. Iya. Ini saya ada sih kebetulan ya, tapi ukurannya kecil aja. Tapi harimau sih pasti suka sih. Iya paling ya seukurannya se sebesar anak kecil lah gitu. Iya dagingnya sih empuk. Heem. Ya udah nanti saya kirimin ya. Oke, yuk fokus yuk. Fokus yuk. Fokus yuk. Oke, fokus. Main piano dulu, Guys. Main piano. C A B A F G E D C. Oke, sudah. Terus kita kasih rokok dulu, Guys, biar kita dapat tambahan waktu, ya. Lumayan tambahan waktu. Yuk, kita ke belakang, yuk. Ke belakang, yuk. Lu jangan ngalangin gue. Bobe. Oke, udah kita kasih di sini dapat tambah 20 detik. Kita microwave daging, guys. Nice. Sambil microwave daging kita masukin mainan sedikit. Habis itu kita langsung ambil mainan lagi yang kedua. Kita diamin Bobby. Oke, kamu di sini Bobi. Oke, nice, nice, nice, nice. Gak apa-apa Bobi dekat. Bobi dekat. Kita ambil mainan dulu. Kita masukin tas Mama. E, Mama main HP mulu Mama ya. Oke. E kasih di sini, Guys. Kita bawa Bobi aja. Terus kita ambil selotip dulu di sini, nih. Oke, Bobi. Yuk, Bobi yuk. Yuk, yuk, yuk. Sini ikut Papa yuk. Ikut Papa yuk. Oke, ikut Papa Bobe. Oke, ikut Papa Bobi. Nice di sini. Oke, kita ambil mainan lagi di sini, Guys. Oke, waktu kita eh mainannya di mana, ya? Maannya lah satu lagi, ya. Satu lagi, ya? Di mana, mainannya, ya? Aduh. Aduh, gua buang waktu, Guys. Oke, mainan di sini. Nice, please. Oke, nice. Bobi jangan nangis yuk, Bobi. Wobe please, please, please, please. Bisa, bisa, bisa, Guys. Ini bisa banget. Oke. Pel, pel, pel. Aduh. P, p lagi. P, pel, peli. Pel. Terus. 38 detik. Oke, di sini. W. Di mana kamu? Kamu di mana, Bob? Aduh, pelannya. Oke, pelannya. Pelannya di mana pelannya? Oh, no no no. Oh no. 9 19 detik. Oke. Plaster, plaster, plaster plaster. Oke. Stick, stick. Tante. Bentar, tante. Stick, stick, stick. 5 [Tepuk tangan] detik. 2 detik. Detal detik, guys. Mobi dajal. Oke, guys. Kita fokus yuk. Fokus yuk. Fokus yuk. Bobi, ay mau main piano dulu ya Bobi. Jangan diganggu ya. 1 2 3 4 5 A B A F G E DC. Oke, Bobi sini Bobi. E, kita pel dulu. Pel. Duh, tuh kan dia tuh giliran dipegang tuh dia gak nangis. Nangis sih tuh. Giliran dilepas nangis. Maunya apa sih bocah ini? Oke. P pel pel pel pel. P, pelus pel. Oke, pelnya. Oh, iya. P itu di dalam situ. Dalam situ. Oke, sudah. Masukin daging. Oke, Bobi pasti nangis sekarang. Bobby nangis. Nice. Oke, bagus. Mainan mainan. Mainan. Oke, sekarang saatnya kita ambil rokok, Guys. Buat nambahin waktu. Cepat, cepat, cepat, cepat, cepat, cepat, cepat, cepat, cepat. Oke, tambahin waktu di sini. Oh, no. Bobi, Bobi sini Bobi. Bobi jangan nangis Bobi. Aduh, tuh kan gua kacau kan, Guys. Jadinya gua jadi bingung. Oke, sini mainan. Ih, mainan Bobi. Ngapain sih mainan sampai di dapur-dapur gitu? Kurang kerjaan banget kamu, Bobi. Udah muntah di mana diam. Ya ampun, tadi kan udah mainan mainan. Oke, mainan. Mainan. Duh, mainan terakhir nih, Guys. Nih, yang ribet nih kalau begini-begini nih. Oke, eh, sini dulu. Ambil aja enggak apa-apa. Ambil di sini. Lempar, lempar, lempar, lempar. Mainan. Oke, mainan terakhir di sini. Oke, mainan Bobi. Oke, mainan. Mainan beres. Oke, ini nice steak. Steak. Alhamdulillah. Kok ibu mertua ini mau makan nih. Aku bilih kapok jadi ayah. Jadi ayah. Aku enggak mau punya anak selamanya. Akhirnya, Guys, gua berhasil menjadi ayah. Dan keputusan akhir yang gua ambil adalah gua akan meninggalkan istri kedua dan Bobby. Dan pelajaran yang bisa diambil dari game ini adalah jangan bikin anak kalau kalian belum siap ngurus anak. Dan guys, coba kalian tulis di komentar kalian lebih suka Bobby atau Samantahata. So, segitu aja guys untuk game. Please stop crying 1 dan 2. Gua harap kalian terhibur. Kalau kalian suka bisa like dan komen. Aku bil samuel pamit dulu. Sampai jumpa di game selanjutnya. Bye bye. [Musik]

Hai semua makasih untuk kalian yang udah mampir!! aku harap kalian terhibur dengan video-video ku!!

Game : Please Stop Crying 1 & 2

Terimakasih banyak buat yang udah like, comment, subscribe !!

Follow Social Mediaku :
〚 Instagram 〛
https://www.instagram.com/billysamvel
〚 Tiktok 〛

@billyberak

Business inquiry :
billysamvcl@gmail.com

#billysamuel #billy