Cari Durian Dikebun, Kakak-Adik Ditemukan Tew4asBerpelukan | Ulasan Berita Utama #21052025
Saudara kakak beradik yang baru berusia 8 dan 4 tahun ditemukan tewas menggenaskan dalam kondisi berpelukan di kebun di Desa Baturaja, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Sebelum ditemukan, keduanya sempat pamit kepada orang tua mereka untuk mencari durian di kebun. Polisi pun memastikan kakak beradik itu merupakan korban pembunuhan. Siapa yang tega melakukan tindakan keji pada anak-anak ini? Jasad AT yang berusia 8 tahun dan adiknya kakak yang masih balita ditemukan oleh warga sekitar 300 m dari lokasi tempat mereka tinggal. Keduanya dicari setelah tak kunjung pulang sejak berpamitan pada orang tua mereka pada hari Rabu, 14 Mei 2025 sekitar pukul 14 waktu Indonesia Barat. Akhir hidup yang tragis dari kedua bocah ini membuat orang tua dan bahkan warga desa Baturaja lainnya bersedih. Tak mungkin anak-anak sekecil itu punya musuh yang tega melakukan tindakan sejahat ini. Lalu apa alasan pelaku membunuh mereka? Kronologisnya kakak beradik tersebut keluar berpamitan dari rumah ee pada sore hari. Namun tidak kembali. Kemudian ee warga mencari dan pada pukul 10.30 11.30 malam ditemukan kurang lebih 300 m dari rumah korban. Ditemukan jenazah kedua jenazah tersebut yakni jenazah ee AT dan KK. Nah, kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Thahir. Polisi pun menegaskan bahwa kedua anak berusia 8 dan 4 tahun itu merupakan korban pembunuhan. Penyelidikan terus dilakukan untuk mencari tahu pelaku pembunuhan. Selain melakukan uji laboratorium forensik, polisi telah memeriksa 23 orang saksi guna menemukan pelaku pembunuhan. Sementara di lokasi penemuan kedua jenazah, polisi menemukan sebilah senjata tajam yang juga masih diselidiki. Jelas memang itu pembunuhan karena terlihat dari bekas luka yang ada di dalam ketua. Jadi tim kita sekarang masih dalam perjalanan yang make up pesisir barat ya. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kami bisa mendapatkan ee seperti apa peristiwanya itu dan kita untuk menemukan siapa yang terjadi. Pelan. Selain memeriksa para saksi Direktorat Reserse Kriminal Umum Ditres Krimum Polda Lampung juga melakukan uji laboratorium terhadap bercak darah di senjata tajam yang juga dan juga korban yang ditemukan. di lokasi penemuan kedua jasad korban. Senjata tajam itu sendiri masih diselidiki apakah milik korban ataupun pelaku. Karena menurut informasi pihak keluarga, kedua korban membawa senjata tajam saat pamit ingin mencari durian ke kebun. Sementara dari pemeriksaan kedua korban terdapat luka akibat benda tajam pada tubuh keduanya. dari hasil autopsi. Dari kedua korban juga ditemukan luka di kepala kedua korban. Dan dilakukan autopsi terhadap kedua korban yaitu sekitar pukul 18.00. itu untuk sementara hasil otopsinya ditemukan bahwa di bagian kepala, tangan, dan juga di bagian tubuh yang lain ada bekas luka yang diduga bahwa itu adalah luka akibat senjata tajam dan juga ada ee bekas lebam-lebam yang diduga juga menggunakan senjata atau menggunakan benda tubuh. Kedua korban terakhir kali bertemu orang tuanya saat berpamitan pada Rabu siang, 14 Mei 2025. Mereka ingin mencari durian di kebun yang berada di Dusun Tebalanggar, Desa Baturaja, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Namun ditunggu hingga Rabu sore, kakak beradik itu tak kunjung pulang. Pihak keluarga pun mulai resah. Didera rasa khawatir, orang tua korban bersama dengan warga Desa Batuaja lainnya ramai-ramai melakukan pencarian. Setelah mencari di beberapa lokasi, Rabu 14 Mei 2025 sekitar pukul 22.30 Waktu Indonesia Barat, kedua kakak beradik itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Kedua orang tua korban syok. Warga pun berusaha untuk menenangkan keduanya serta menjauhkan mereka dari tempat kejadian perkara mengingat kondisi para korban yang mengenaskan. Keduanya ditemukan kurang lebih 300 m dari rumah mereka. Dari dengan siapa, Bang? Ya, banyak kawan-kawan. Hm. Ada berapa orang kira-kira, Bang? Sekitar 150 sampai 200-an orang. Keliling sampai ujung-ujung sana sampai kampung keliling. Keliling ya. Oh enggak. Waktu itu kan kawan yang nemuin. Setelah ketemu dia manggil-manggil kawan barulah kami orang ramai ke sana. He ke sini ya pas ini ini kan juga tempat ditemuinnya. Iya. Ya udah meletak meletak. Heeh. Udah pelukan gitu. Kepergian Ate dan Kakak untuk selamanya tentunya membuat orang tua mereka terpukul. Ayah dan ibu korban selama ini dikenal baik oleh tetangga. Salah satu tetangga orang tua korban bercerita bahwa ia tak pernah mendengar adanya permasalahan antara keluarga para korban dengan orang lain. Orangnya baik, Pak. Iya, baik ya. Heeh. Oh, orangnya baik, ramah. Udah itu kalau ada apa-apa dia itu kayak orangnya itu apa gercepan gitu. Hm. Kalau dimintain tolong cepat gitu ya. Oh, istrinya juga gitu ya? Iya. Sama. Sama tetang enggak pernah. Enggak pernah ya? Iya. Oh. Namun berbanding terbalik dengan keterangan tetangga, polisi mengungkap kalau keluarga orang tua korban pernah berkonflik pada tahun 2021 dengan salah seorang tetangganya. Awal mula konflik dipicu soal kesalahpahaman. Orang tua dari saudara dari orang tua korban dituduh mengambil kopi milik tetangganya. Sementara kriminolog Hanifah Hasna menyebut tidak menutup kemungkinan dibunuhnya kakak beradik itu karena adanya konflik orang tua dengan orang lain. Atau bahkan bisa juga jadi pelaku pembunuhan sadis yang menimpa kakak beradik yang masih kecil itu dilakukan orang lain yang mengalami gangguan jiwa. Eh dari keterangan Ibu korban. He. Bahwa sebetulnya memang ada konflik sekitar tahun 2021 dengan salah satu saksi yang juga em tetangga ibu korban. H pada saat itu masalahnya adalah ee terkait emm pengambilan kopi. Pada saat itu ibu dari ayah kor ee pulang adik dari ayah korban ini mengambil sebelah kopi yang di mana menurut dari ee tetangga yang sekaligus sebagai saksi kami itu adalah ee kopi milik ee saksi tersebut. Kemudian hal itu menjadi masalah dan juga ee pada saat itu ee ayah korban meminta maaf kepada tetangga yang mengaku kopi itu adalah miliknya. He. Namun pada saat itu ee tetangga ini tidak meminta maaf dan juga pada saat itu jalan menuju ke rumah ayah korban ini seringki dihalangi oleh benda-benda seperti kayu dan lain-lain. Karena anak-anak itu apa dosanya? Kalau memang tidak ada hubungan ee konflik atau konflik antara orang tua, bisa jadi pelakunya adalah seseorang yang mengalami gangguan jiwa. Tetapi kalau kita sudah bisa mengumpulkan saksi dan bukti bahwa orang tuanya berkonflik, bisa jadi karena kemarahan yang sangat-sangat besar ee sehingga anak ini jadikan alat untuk membalaskan dendamnya. Orang tua mana yang tak terpukul dengan kepergian kedua putra-putrinya yang masih kecil? Apalagi kedua jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Pesisir Barat, Budi Wiyono menyiapkan pendampingan bagi orang tua korban. Pemerintah menyiapkan pengacara dan juga psikolog untuk mendampingi ayah dan ibu korban yang masih sangat terguncang atas kepergian kedua buah hatinya. sampai saat ini kami terus melakukan kami menyiapkan satu ee pengacara untuk mendampingi orang tua korban. Yang kedua kami untuk psikolog untuk ee pendampingan psikologis terhadap orang tua korban. Untuk kondisi orang tua korban tentu saja sangat terpukul ya. Ayahnya ini menangis kemudian enggak bisa menjawab lagi. Artinya kondisi psikologisnya sangat ee stres. Ee untuk ibunya lebih lumayan lah ya. Untuk ibunya lebih bisa apa menguasai diri. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan dua bocah di sebuah kebun di Desa Baturaja, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Polisi kini masih mendalami segala kemungkinan termasuk satu salah satunya fakta adanya perselisihan soal kopi antara keluarga korban dengan tetangganya di masa lalu. Akankah ada petunjuk lain untuk mengungkap kejahatan yang menyebabkan anak-anak tak berdosa ini menjadi korban? Polisi pun diharapkan bisa segera menangkap pelaku. Saudara usai jeda, kami akan kembali dengan informasi seorang pria mengamuk dan menghancurkan beberapa barang di sebuah toko kelontong di Deli Serdang, Sumatera Utara. Sesaat lagi kami akan kembali. [Musik] [Musik]
JAKARTA, KOMPAS.TV –
Cari Durian Dikebun, Kakak-Adik Ditemukan Tew4asBerpelukan | Ulasan Berita Utama #21052025
#makassar #kompastvnetwork #kompastv
#tvlivestreaming #kompastvlivestreaming
#videoviral #hotsnews #hardnews
*****
Sahabat Kompas TV Makassar, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Makassar, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Media sosial Kompas TV Makassar :
Instagram: https://www.instagram.com/kompastvmakassar_/
Facebook: https://www.facebook.com/kompastv.makassar.official/
YouTube: https://www.youtube.com/@KompasTVMakassar1/
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.
#makassar #beritamakassar #beritaindonesiatimur
#KSS
#KompasSulsel
#SapaSULSEL
#KompasTVMakassar