Berkunjung Ke Desa Angker – The Forgotten Village Of Gondomayit
Hai guys, kembali lagi bersama gua si Miaw A. Kali ini kita akan memulai serial game horor asal Indonesia yang judulnya adalah The Forgotten Village of Gondo Mayit. Game yang satu ini sebenarnya sudah launching 1 sampai 2 tahun yang lalu ya, Teman-teman. Cuma mohon maaf banget Miaok baru sempat mainin game The Forgotten Village of Gondo Mayit dan game-nya akan bercerita tentang seorang wanita asal Yogyakarta yang bernama Kinan yang akan pergi ke Desa Gondomayit dan di sana katanya ada banyak misteri dan juga hantu yang akan kita ketemu. Dan seperti apakah kelanjutannya? Langsung saja kita play the game tuh. Nah, namaku Sekar Kinanti atau lebih akrab dipanggil Kinan? Kayak teman gua tuh nama Kinan. Setelah diterima sebagai PNS, aku ditempatkan di salah satu desa terpencil di Jawa Tengah, Desa Gondomayut. [Musik] Aku baru saja tiba di Desa Gondomay. Karena sempat terjebak macet, aku tiba di gapura desa sudah larut malam. Aduh, aku harus segera menuju rumah dinas yang akan kut tinggali selama di desa ini. Di mana tuh? Enggak ada yang nungguin kita di depan pagar nih. The Forgotten Village of Gondomit. Cerita pada game ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama toko, tempat kejadian ataupun cerita, maka itu adalah sebuah kebetulan semata. Tidak ada unsur kesengajaan dari penulisnya. Siap gerak. Laksanakan. Duh. Sepi sekali desa ini, kata Pak Dasimo, di sekitar Gapuro ada denah desa di papan pengumuman. Oke, Teman-teman. Kayaknya aku bisa menyalakan senter. Astaga, senternya kayak pakai enggak pakai ya, Teman-teman. Dan selamat datang di Desa Gondomayit ya, Teman-teman. Yang di mana aku baru saja sampai di sini lah. Koper gua dan juga tas gua mana? Aduh, menghilang begitu saja. Oh no, my friend. Papan pengumuman ini ya. Papan pengumuman. Di mana ya rumah dinasnya ya, Guys? Rumah dinasnya ada bercak-bercak warna merah. Kenapa ini? Oh no. Wow guys. Kata-katanya kayak Indonesia zaman dahulu ya. Kabar Noe Santara koran rakjat. Oke. Hasil gemilang soeltan. Ya sudahlah kalau begitu. Kalau misalnya papan tersebut tidak bisa membantu, aku akan coba untuk keliling-keliling di desa ini terlebih dahulu. Ya, kita mulai dari rumah nomor . Apunten, ada orang di dalam. Ibu, Bapak, aku mau nanya sesuatu. Apakah ini adalah tempat untuk aku tinggal? Karena katanya ini adalah rumah ya. Oh no. Kenapa ada batu nisan di sini, Guys? Anak kecil lagi yang lagi nangis. Ini yang kecil, ini yang besar. Adik, adik kenapa, adik? Kamu kok nangis di sini sendirian? Kamu enggak punya saudara apa ini? Ibu atau bapak? Ya udah, turun berduka cita ya, adik ya. Aku pergi dulu ya. Kita enggak usah ganggu dia, Guys. Kita enggak usah ganggu dia. Seram banget. Astaga. Astaga. Dah. Loh, Ibu aku tidak mau mengganggu adiknya, Ibu. Aku aku cuma mau cari tempat rumah untuk aku menginap. Ibu mau masuk? Iya, ya boleh. Silakan, Ibu. Enggak, Guys. Dia enggak pergi ke mana-mana. Ya udah, punten atuh, Ibu. Aku mau lewat. Apakah ini halusinasi? Oh, tidak. Apa yang k lihat tadi ini? Jangan-jangan bisa diinteraksi juga nih. Coba, Dek. Oh, gak bisa diinteraksi si adiknya yang bisa diinteraksi ibu-ibu yang ada di depan sini, Guys. Dia menghilang tanpa jejak. Nomor tiga. Berbahaya sekali. Oh no, ada sumur. Coba kita ke arah belakang terlebih dahulu ya, Guys. Maaf, jalan ditutup untuk sementara. Bisakah aku ke belakang? Enggak bisa ya, Teman-teman. Haduh, seram sekali ini desa. Mana gelap banget lagi, Teman-teman. Husnya ada orang enggak sih yang duduk-duduk di sini pos kamling gitu? Gua ketok-ketok nih. Tung tung tung tung. Oh, enggak, bukan bukan bukan. Miaok. Sudah, sudah. Lepaskan ya, Brandro Rot. Lepaskan. Move on move on. Oke, siap siap siap siap siap. Kita ke mana dulu guys? Kanan atau kiri dulu nih? Aku coba ke kanan terlebih dahulu. Oke, ke kanan. Aduh, ada yang nyanyi-nyanyi tuh, Guys. Nomor 10. Rumah nomor 10. Punten. Kok semakin Ibu numpang tanya? Engih. E, aku mau cari rumah buat aku menginap untuk sementara, Ibu. Aduh, Ibu. Loh, L, kok dia goyang-goyang, Guys? Itu TV-nya penuh dengan semut. Ibu mau diperbaikin aku bantu atuh, Teh. Enggak mau ya, Ibu ya. Tangannya dia, Guys, kayak ada luka-luka ya. Dan kita tidak bisa melihat mukanya dia. Oh no. Siapa ibu itu sebenarnya? Apakah dia adalah hantu, Guys? Ini apa namanya? Gender kah? Oh no, serem sekali. Heh, ngapain kamu di bawah situ? Mau ganggu ibu, ya? Pergi [Musik] kamu. Apa? Buka tutup. Buka tutup? Hah? Jangan buka tutup. Buka tutup sembarangan nanti rusak. Dah cukup cukup buka tutupnya. Oh no guys, dia ngamuk guys. Ya udah ibu aku pamit dulu ya Ibu ya. Selamat beristirahat. Ke mana lagi kita, Guys? Ke mana lagi kita, Guys? Oh no. Eh ternyata yang nyanyi yang itu, Guys, di atas sana. Aku kira nenek-nenek yang tadi. Maaf, jalan ditutup sementara. Ee, Neng, ngapain di atas sana, Neng? Turun. Nanti kalau jatuh sakit loh, Neng. Aduh, si Eneng. Ah, ya sudahlah, ya, Teman-teman. Biarkan dia menyanyi-nyanyi di situ. Kalau aku sekarang harus ke mana nih? Eh, 13. Apakah angka ini akan menarik saya? Ada si mau naruh kunci di mana ya? Katanya diletakkan di sekitar teras atau di dekat sumur? Di sekitar teras atau di dekat sumur? Ini terasnya. Ini kayaknya rumah yang aku harus menginap. Ambil lampu templok. Oh, lampu templok, Guys. Apa ini? Siapa yang nge-prank gue nih? Hah? Kok tiba-tiba ada ocong, Guys? Ih, gua pegang lagi, Guys. Gua pegang lagi. Aduh, lenteranya mana? Oh, ini lenteranya. Astaga, Guys. Ada kepala ocong. Enggak mau, ya. Gak mau, ya, No, ya. Ya udah, Teman-teman. Karena kita harus mencari kunci, katanya di sumur atau di teras ini, gua gak bisa lewat lagi. Sumurnya di mana dong? Sumur di mana, Neng? Tahu lokasi sumur enggak, Neng? Ada di mana lokasi sumurnya? Tolong kasih tahu dong, Neng. Oh, di dalam sini kah? Makasih banyak ya, Neng informasinya. Aduh, aku tinggal mau mencari kunci aja nih. Kunci itu kah? Apakah ini, Teman-teman? Sumur keramat. Neng turun, Neng. Jangan di situ terus, Neng. Yah. Yah, jatuh, Guys. Sabar, ambil lagi. Oke, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Sebelum itu gua mau ke belakang. Enggak bisa ke belakang, Guys. Berarti gua tinggal ambil aja ini. Ambil kunci rumah dinas mau wajar di tempat ini. Iya, ini baru juga sampai di sini, kenapa tiba-tiba ada Mbak Uti yang tiba-tiba muncul di depan mata terus ketawain gua lagi. Oke, saatnya gua buka terlebih dahulu. Oke, yah, kita belum sempat keliling sana, keliling sini, Guys. Aku langsung tertidur pulas. Sesampainya di kamar, setelah perjalanan kemari, aku dikejutkan oleh suara ketukan di pintu depan. Ya, ya, Guys. Gua belum sempat keliling-keliling tadi langsung tertidur pula. Sesampainya di kamar. Wes. Oke, udah udah udah udah udah. Ee sebentar senter. Oke, untung aja gua masih punya senter nih. Tidur bawa-bawa senter ya. Mantap. Buka. Buka. Enggak ada apa-apa ternyata, ya, Teman-teman. Iya, sabar. Apaan sih malam-malam gini ada suara aneh bikin takut aja. Itu suara ketokan, bukan suara aneh. Biarin aja enggak mau aku buka itu. Ketok aja sampai sakit tangannya. Tuh kan udah mau jam . Ini teman-teman masih aja ada yang mau ganggu malam-malam. Benar-benar benar. Iya iya. Yah. Kok mati lampunya? Itu radio kenapa nyala yah? Gimana dong? [Musik] Wih, lagunya kayak lagu-lagu jadul gitu loh. Only [Musik] you. Aman. Masa iya aman? Kita harus berjaga-jaga, Teman-teman. Tolong. Ada yang mau dengerin gua, Guys. Buka pintunya. Bunyi ini lagi. Astag. Astaga, astaga, astaga. Ngapain kamu? Astaga. Dia bergantung di atas sana seperti Spider-Man, teman-teman. Alamak, alam. Sudahlah aku harus pergi dari sini sepertinya ya. Aku tidak bisa membuka pintunya. Bagaimana ini? Harus ngapain lagi? Loh, kok ada lonceng, Guys? Macam mana ini? Aku harus pergi ke mana? Oh no. Tolong. Oh, nyalain lampu kah? Enggak bisa. Gimana dong, Guys? Aku aku harus ngapain ini? Entar escape engak bisa cuma settingan doang. Tolong bobo dah bobo dah. Enggak bisa, Guys. Gua harus ke mana ini? Ke depan engak bisa nih. Mau gua buka? Enggak bisa, Teman-teman. Haruskah aku mencari kunci? Siapa yang ngunci? Tadi perasaan gua udah dapat kuncinya deh. Oh no. Okelah kalau begitu. Oh, what is that? Oh, gak bisa gua ambil. Hm. Aku harus ngapain ini, Teman-teman? Aku harus ngapain? What is that? Nyalakan lilin. Lilin nyalakan. Oh, enggak bisa nyalakan lilin. Sepertinya ada yang tidak beres di rumah ini. Pak Dasimo tidak pernah cerita kalau rumah ini angker. Lebih baik aku keluar tanya warga soal listrik yang tiba-tiba padam. Iya. Astaga. Astaga. Astaga. Ada uyang. Ada uyang. Astaga. depan mata persis itu semuanya aja tadi Mbak terus Oong terus Uyang siapa lagi? Aku pergi menuju ke pos ronda menemui warga untuk mencari informasi. Heeh. Lewati. Hm. Belum apa-apa kita sudah disambut sama Oong ya, Teman-teman. Waduh, ocongnya angguk-angguk, geleng-geleng. Tamnel mau masuk YouTube enggak, Cong? Ternyata dia tidak mau masuk YouTube, Guys. Dia tidak narsis, Guys. Si Ocong langsung pergi begitu saja. Kak bisa bilang aja kalau mau masuk. Uh, tadi enggak mau, sekarang mau. Huh, galau dia, Guys. Tunggu dulu. Ini desa apa dah? Perasaan aku tadi di desanya berbeda. Hm. Bapak-bapak, Ibu-ibu, aku namanya Sekar. Heeh. Lanjut. Oh, tekan spasi ya, [Musik] Teman-teman. Selamat malam, Bapak-bapak. Perkenalkan saya Kinon, Pak, yang sekarang menempati rumah nomor 13. Heeh. Selamat malam, Mbak. Baru sampai, ya. Ada yang bisa kami bantu? Iya, Pak. Jam 11. Tadi maaf, Pak sebelumnya. Ini kenapa listriknya mati? Lah, ini di posat pam listriknya nyala ini. Iya, Mbak. Di sini ada pemadaman tengah malam sampai subuh gitu. Oh, gitu. Anu, Pak. Apa benar rumah dinas itu angker? Saya diganggu terus sejak tadi. Wah, gak tahu, Mbak. Setahu kami dari penghuni-penghuni sebelumnya gak pernah ada tuh keluhan seperti itu. Aduh. Apa pernah ada kejadian di rumah itu, Pak? Seperti pembunuhan atau bunuh diri misalnya. Aduh. Oalah, hamit-amit. Enggak ada, Mbak. Di sini semua warga hidup ayam tentram kok. Lah terus tadi apa yang gua lihat dong? Maaf ya, Pak. Tapi saya diganggu terus sampai kebangun waktu tidur tadi. Kalau mau Mbak Kinan coba bakar dupa di rumah. Konon katanya bisa mengusir gangguan-gangguan seperti yang Mbak ceritakan. Dupa ya? Dupa. Oke. Ah, yang bener Pak. Loh, loh, loh. Beneran? Coba aja. Apa io? Oh, gitu. Terima kasih banyak, Pak. Coba saya cari dupa di rumah dinas. Iya, Mbak. Semoga membantu. Heeh. Apa? Iya, Teman-teman. Ke rumah dinas mengikuti arahan dari warga di pos ronda. Heeh. Sepertinya aku melihat beberapa dupa di ruang tengah. Oke, dupa di ruang tengah ya, [Musik] Teman-teman. Here we go. Ruangan tengah ini kan itu ruangan depan ya. Ini dia. Aku menemukan dupa. Mari kita nyalakan, Guys. Apa benar akan mengusir mereka semua atau enggak, Bro. Aduh, enggak, Bro. Kayaknya malah tambah enggak enak suasananya. Heeh. Hah. Mungkin hanya perasaanku. Duh, perutku malah enggak enak. Mana toiletnya? Di luar rumah lagi? H guys, kita harus keluar rumah. Kita mau ke toilet. Oh no. Aku bergegas ke empang karena malas tak tertahan. Oh empang. Ini pertama kalinya aku buang air besar di empang tengah malam. Eh, gua gini-gini pernah loh, Guys. Buang air besar di empang. Gini-gini pernah gua. banget sih, mana gelap banget lagi. Oke. Oh no. Ya, seperti inilah ya, Teman-teman. Empang langsung clung. Suara-suara yang tidak enak. Apakah kamu sudah bu air besarnya? Itu ada yang duduk-duduk, Guys. Jangan ganggu ya, Mbak ya. Kan sama-sama cewek. Jangan ganggu, ya. Plung. Iya, lagi pupup nih, Mbak. Suara apa lagi tuh? Makin hari makin kencang, Guys. Ini apa nih? Ada bayangan nih. Oh no. Jangan bilang itu ada sesuatu. Loh, aku harus gimana ini, Teman-teman? Tidak ada yang bisa ku interaksi. WASD pun tidak bisa. Nah, akhirnya teman-teman keluar juga tuh. Gunakan gayung dari tadi loh. Gua udah lihat-lihat gak keluar-keluar, Guys. Gua udah pencet segala macam, akhirnya keluar juga tuh. Gunakan gayung. Nah, astaga, Kira error. Aku deg-degan, Guys. Hm, udah kelar. Udah kelar menggunakan gayung. Sekarang kita akan pergi ke depan sana dan akan bertemu dengan sesuatu yang sangat mengerikan. Punten, kenapa itu dia garuk-garuk, Guys? Uh. Wah, itu apaan lagi, Guys? Boleh, boleh numpang. Oke, oke. Dia pergi. Dia pergi, dia pergi, Guys. Dia pergi. Hm. W ayo w kaget gua. Ya ampun. Kaget gua. Ya ampun. Tiba-tiba saja dia muncul di depan mataku. Bapak-bapak pada lihat enggak, Pak? Selamat malam, Pak. Selamat malam, Pak. Selamat malam, Mbak Kinan. Gimana? Udah dicoba bakar dupa di rumah? Sudah, Pak. Tapi kok saya malah makin banyak yang gangguin setelah bakar dupa, Pak. Waduh, maaf ya, Mbak. Saya enggak pernah digangguin soalnya. Aja sih, Pak Saleh. Kata orang tua zaman dulu, buat ngusir setan itu harus rebus daun kelor sama bawang putih bukannya bakar dupa. Duh, apalagi itu daun kelor. Bisa saya coba tuh, Pak. Kalau enggak salah, Pak Dasimo punya bibit kelor di rumah. Terima kasih sarannya, Pak. Sama-sama, Mbak. Semoga membantu, ya. Enggak usah, enggak sih? Enggak usah enggak sih? Aduh. Aku kembali ke rumah dinas dan langsung merebus air mengikuti saran Pak Saleh. He. Yo. Wes, kita coba saja ya, Teman-teman. Itu dia lagi merebus air dan katanya kita akan mengambil daun kelor dan juga bawang. Nah, itu bawang kan. Oke, bawang diambil ditaruh di situ. Daun kelor. Daun kelor. Kayak di mana ya? Aku bisa dapat daun kelor apa di belakang rumah? Mungkin saja. Coba dulu, Teman-teman. Kalau kita tidak coba ya, kita tidak tahu ya. Masalahnya aku tidak tahu daun kelor tuh seperti apa. Ini kah? Wuh. Nah, ini dia daun kelornya. Tinggal direbus sama bawang putih. Tutup dulu enggak sih? Enggak bisa ditutup, [Tepuk tangan] Guys. Kenapa ada dia lagi sih? Kamu mau viral ya? Masuk mulu ke YouTubeku. Enggak berhasil. Harus ngapain lagi coba? Hah? Malah lapar lagi jam segini. Angkringan di depan gapura tadi masih buka enggak ya? Enggak tahu. Ya udah kita cek dulu deh. Ini enggak mau ditutup dulu nih pintu. Loh, sekarang ada bunyinya. Tadi kalau enggak salah gak ada bunyinya, Guys. Alamak. Aku menuju ke gapura desa untuk memastikan angkringan masih buka. Sepertinya masih ada suara orang di sana. He, kayaknya bapak-bapak yang tadi deh. Kita buktikan ya, Teman-teman. Lah, kan benar Bapak-bapak yang tadi ya. Wes, kita coba aja lurus ke depan. Ini angka 13 bukan? Loh, kok enggak ada nomornya? Dari tadi tuh rumah-rumah di sini ada nomornya, sekarang enggak ada nomornya, Guys. Mau ngajak main itu. Miaw. A y y y y y y y ampun. Lewat-lewatan gua sama dia, Guys. Depan-depanan. Eh, Bapak-bapak. Eh, ketemu Mbak Kinan lagi. Gimana, Mbak? Udah ada kemajuan? Enggak. Belum, Pak. Gimana nih, Pak? Saya enggak bisa istirahat kalau begini. Coba Mbak Kinan konsultasi ke Mbah Sutro. Sesepuh di sini. Rumahnya ada di selatan desa. Kalau jam segini enggak apa-apa saya ke sana, Pak. Enggak apa-apa, Mbak. Ayo, kami antar ke sana. Hmm. Diantar enggak tuh? Oke, kita lihat, Guys. Aku tiba di rumah Mbah Sutro, tetapi sepertinya tidak ada siapapun. Ada ruang kecil di sebelah rumah. Pintunya kebuka. Mungkin Mbah Sutro di sana. Jangan sendirian, itu rumah orang. Jangan asal masuk. Orang juga. Ke mana, Mbah Sutro? Ilmu klinik jaga apa tuh? Lelembut. Enggak tahu ya, Teman-teman. Ini apaan? Oke. Oh, keyboard seputar aduh tentang jimat lelembut itu kalau enggak salah hantu kali ya, Teman-teman. Wow. Semar mesem digunakan untuk jimat pengasih. Orang yang memakainya bisa menarik lawan jenis atau dipercaya oleh banyak orang. Hanya perlu menyimpan jimat di dalam rumah dan membaca mantra menyebutkan nama orang yang diinginkan. Seram banget. [Musik] Tool. Ada suara, Guys. Pas gua baca Youol ada suara. Memelihara tool dapat digunakan untuk pesugihan. Untuk membuat pengguna mendapatkan harta dari tempat yang tidak terduga, pengguna harus menyediakan karung ayam di dalam rumah dan di dalamnya ditaruh kelereng dan yuyu. Oke, untuk mainan si Utool ini ya. Yuyu kelereng karung. Hah? Oong, Guys. Dapat digunakan untuk Oh, apa mungkin pocong yang menggangguku itu karena dia mau minta tolong? Ada warga yang memanfaatkannya untuk ilmu hitam. Aku harus menanyakan pada bapak-bapak di depan. Hm. Berani sekali kamu, Kinan. Kinan. Dia mau nanya-nanya, Guys. Guys, kalau kalian mau baca, silakan baca aja, ya. Oke, kita kasih lihat cara menggugurkan ilmu. Ketika tali ocong dikembalikan ke ocong yang diambil. Oh, jadi kita harus mengambil talinya. Jaran Goyang merupakan sebuah ajian untuk pengasih dan termasuk salah satu ilmu lepet yang paling ampuh karena dapat digunakan untuk memikat hati seseorang dari jarak jauh meski terhalang oleh laut dan samudra. Warna merah udah kelar. Hm. Habis ini berarti kita harus keluar dan menanyakan kepada Bapak-bapak yang ada di luar ya, Teman-teman. Sudah tidak ada apa-apa lagi di sini. Let’s go. Bapak-bapak masih ada tah di sini? Kok bapak-bapaknya menghilang, Teman-teman? Katanya mau nemenin aku ke sini. Gimana sih? Piye toh? Papa. Heh. Eh, Nenek apa kabar, Nek? Aduh, Nenek. Kok seram banget, Nek. H. Kalau ketemu begini sih gua lari ya. Kalau ketemu beginian gua lari ya, Teman-teman. Ini nenek yang nonton televisi tadi, Guys. Oh, itu dia mereka. Nenek, aku pamit dulu ya. Aku mau ngobrol sama bapak-bapak dua nih di sini nih. Nah. Piye piye, Pak? Sepertinya saya tahu, Pak. Sepertinya saya tahu penyebab saya diganggu. Mungkin ada yang menggunakan ilmu hitam di desa ini. Apakah ada orang yang mencurigakan di desa ini, Pak? H sebenarnya ada beberapa orang yang sering dibicarakan warga desa karena menurut warga ada yang tidak wajar dari mereka, Mbak. He. Kalau boleh tahu siapa saja, Pak? Yang pertama Pak Somad. Beliau ini punya istri tiga. Padahal dia tergolong kurang mampu dan tidak begitu rupawan. Rumahnya nomor tiga dekat jalan desa. Yang kedua, Pak Mamad. Beliau ini kaya raya padahal hanya pedagang siomai dan siomainya juga tidak begitu enak. Rumahnya nomor satu dekat gapura. Tidak satu. Oke. Yang ketiga, Pak Lurah. Beliau ini bisa menjabat tiga periode padahal kinerjanya tidak begitu bagus. Rumahnya nomor 12. 12. Oke. 31 12 ya, Teman-teman. Oh, begitu. Terima kasih infonya, Pak. 31 12. Sepertinya aku harus cek rumah orang-orang yang disebut Pak Saleh tadi deh kalau pengin berhenti diganggu pocong. He h. Kayaknya rumah ini sepi. Tapi enggak baik enggak sih, Kinan? Ibu Kinan. Ibu Kinan kalau masuk ke rumah orang tanpa izin kan. Nah, kan. Cewek ini lagi, Guys. Aduh, keluar aja enggak sih? Oh, ini. E ke ini dulu. Apa siapa namanya? Pak siapa nih? Lupa lagi, Guys. Yang ada tiga istri. Woi, woyo diganggu mulu gua, Guys. Eh, salah. Buka. Kita cari, ya, Teman-teman. Itu ada ibu yang lagi bobo sih, Guys. Ibu bangun, Ibu. Ibu enggak bangun dia, Guys. H uh. Oh, punya beginian dia, Guys. Ambil. Sepertinya bukan Pak Somad yang mengambil tali pocong. Menurut buku di rumah Mbah Sutro, ini adalah Semar Mesem. Pantesan dia punya tiga istri. Hah? Sudahlah aku cek ke rumah berikutnya. Tiba-tiba dia bangun, Guys. Tiba-tiba dia bangun. a a a [Musik] a. Nih aku kembalikan. Aku kembalikan. Aku tidak mau membawanya. Mohon maaf, mohon maaf, mohon maaf. Aku pergi terlebih dahulu. Itu udah udah gua drop ya teman-teman semarmesem-nya gak mau gua gak mau gua bawa-bawa. Bye. Kita sekarang ke nomor satu. Pak Mamad besar juga ya. Tapi ane rumah ini juga sepi. Enggak ada orang. Ini pasti You nih. Memang seluruh desa ini ini teman-teman. Makanya dia banyak uang. Iya betul juga. Kita kan berurusan sama Yutul. Enggak mungkin dong di depan langsung ketemu Miawa Aug ya. Aku cuma berusaha saja untuk mencari hal-hal yang ada di sini. Enggak ada. H. Kan ada di situ tuh dia tuh. Ini enggak bisa dibuka ya, Teman-teman, pintunya. Oke, kita coba masuk terlebih dahulu. Ciluk. Ba makan. Adik lagi main ya, Dek ya? Oh, iya. Tuh, ada ada apa? Kepiting apa? Rajungan ya sama kelereng ini nih. Oke, kita coba ambil keranjang. [Tertawa] Astaga, itu tuyul kan untuk pesugihan. Berarti bukan juga Pak Mamad yang ambil tali pocong. Tinggal satu rumah lagi. Rumah Pak Lurah. Rumah Pak Lurah. H serem banget lagi. Yuk, Guys, pergi deh ke rumah Pak Lurah. Nah, benar kan? Pintu belakangnya enggak dikunci. Kayaknya ada orang di dalam. Aku harus masuk diam-diam. Oke, langsung masuk diam-diam, Guys. Jangan bilang-bilang. Aduh, tuh dia tuh. Hm. Suara apa itu, Teman-teman? Ih, gerak-gerak dia, Guys. Sor, sor, sor, sor. Keinjak, keinjak, keinjak. Mohon maaf, mohon maaf. Enggak sengaja, enggak sengaja. Tadi aku cuma mau lihat mukamu, tapi ternyata keinjak begitu. Menghilang enggak tuh dia, Guys? Dia ngamuk, Guys. H. Astaga. Iya, iya. Maaf, maaf, maaf. Astaga, Guys. Kita di jump scare gara-gara gua injek dia, Guys. Maap. Oh, nih, nih, gua lagi mau cari talinya buat kamu. Jangan ganggu [Musik] aku. Gak bisa ya? Gak bisa guys. Ya, ya, ya, ya. K cari. K cari dulu. Kenapa ini? [Musik] Oh, nyalakan lilin tidak bisa. Permisi. Punten. Punten. Aku mau buka pintu terlebih dahulu. Mohon maaf ya. Aku [Musik] lewat apa? Apa? Apa? Gua lihat aja belum. Wow, ternyata aku bisa tembus dan aku menemukan sesuatu. Dalam bahasa apa ini, Guys? Romo halus kah ini atau apa, nih, Guys? Hm. Mati. Hm hm. Mana talinya? Mana talinya? Gua harus gua harus ke situ kayaknya, Guys. Oke, kita coba. Hem, terakhir. Wah. Aku menemukan talinya. Ini dia. Saatnya kita mengembalikan. Bukan bener murah pelakunya. Ini pasti tali pocong yang aku terus. Aku harus menutkan ini ke makamnya. Oke, saatnya kita kembalikan, Teman-teman. Tapi Ibu ini terlalu ikut campur. Permisi, gelap banget di sini. Aku harus cepat-cepat cari makam pemilik tali pocong ini. Yuk, apa tadi? Misi bisa gagal. Katanya misi bisa gagal, Guys. Kita harus berhati-hati. Aku harus cepat-cepat. Itu itu kah? Aduh, hilang. H ya y astag. Yo yo oy oyo oyoy. E ocong, ocong. Kita harus hindarin si Ocong ya, Teman-teman. Dia berteriak lagi. Tuh kan aku bisa meningsoy ternyata, Teman-teman. Cepat sekali dia larinya. Bagaimana caranya aku bisa ke sana? Gelap banget di sini. Aku harus cepat-cepat cari makam pemilik dari pocong ini. Oke, kita harus cepat-cepat ternyata ya, Teman-teman. Tidak boleh lama-lama. Hati-hati kuntilanak bisa membuat misi gagal. Tuh kan menyebalkan. Mari kita cepat-cepat, Teman-teman. Pertama di sini. H menghilanglah kamu. Ambil. Bisa enggak sih? Hei, gak bisa. Yes, aku akan coba ke sana. Youolnya ada di sini juga, Guys. Kayaknya ini deh makamnya harus digali kah? Duh, harus digali kah? Aku harus menemukan skop. Sekop untuk digali. Sekop. Where are you, Scop? Aduh, aku enggak nemuin sekop. [Musik] Eh, lah. Aku di mana? Jangan ganggu aku dulu, aku mau kerja. Loh, kok dia hilang? Oh, itu dia di sana. No, no, no, no, no. Ambil dulu ini kah? Gimana caranya? Bentar, Guys. Bentar, Guys. Gua gak tahu ke sini dulu kah? Gak bisa. H ini nge-bug atau gimana nih, Guys? Tadi perasaan dia [Musik] hilang. Wah, ini nge-bug nih kayaknya, Guys. Oke, mari kita coba dulu, ya. Coba dulu. Bentar, bentar, bentar. Takutnya nge-bugus. Misi gagal. Sayang sekali. Permisi. Oke. Oke. Oke. Oke. Oke. Gua coba lagi. Gua coba lagi, ya. Gua coba lagi. Gua coba lagi. Harus lebih teliti lagi, Piaw auk. Siapa tahu aja kamu akan menemukan sesuatu. Ini enggak bisa hilang lagi dia, Guys. Oke, sekarang gua akan coba ke sini. Terus dia akan berbicarakan. Ya, ini deh makamnya. Harus digali kah? Harus digali kah? Aduh, aku harus mencari sekop terlebih dahulu, Teman-teman. Nah, kan ini dia baru ada sekop, Teman-teman. Tetap pegang tali dan gali kubur dengan pacul. Oke. Gali kali. Kali. Jangan bilang gak ada lagi kali. Nah. Selesai juga. Selesai juga. Letakkan tali di kepala ini. Benar enggak ya? Kalau salah gimana? Resikonya apa? Heh. Dia melihat kehku katanya terima kasih. Terima kasih aku jogetin kamu. Terus gua keluarnya gimana ini? Gua gak bisa keluar dong. Ya. Ya. Mbak Mbak Kinan. Iya. Aku di sini Mbak Mbak Kinan aku di bawah. Mana Mbak? Di sini Pak, di dalam makam. Astaga Mbak Kinan sini naik, saya [Musik] bantu. Oh, itu dia. Astaga. R apa? Ia dibantu. Setelah aku kembalikan tali pocong tadi malam, aku tidak menemui gangguan apapun hingga Pak. Oh, berarti memang dia cari cari bantuan, Guys, lewat kita. Syukurlah ini semua berakhir. Semoga pemilik tali itu tenang dan tidak mengganggu lagi. Soal Pak Lurah, biarlah warga di sini yang menyelesaikannya. He tamat. Desa Gomaya telah kembali tenang dari teror makhluk halus dan Kinan pun dapat kembali bertugas dengan tenang. Haduh, tapi seram ya perjalanannya itu harus mencari segala macam dan masuk ke rumah orang itu sebenarnya tidak baik ya, Teman-teman. Cuma ya karena ini adalah game dan ini adalah game horor. Ya sudah. Baiklah, Teman-temanku sekalian, sampai di sini aja terlebih dahulu untuk kita bermain game The Forgotten Pillage of Gondo Mayit. Dan ternyata masih ada yang keduanya. Nanti kita akan coba cari waktu untuk mainin. Dan terima kasih banyak buat kalian semua yang sudah nontonin. Kita akan bertemu lagi di next video game horor. Thank you so much guys. Bye bye. Pw. [Musik]
Kita akan bermain sebagai Kinan yang berasal dari Yogyakarta di dalam game The Forgotten Village of Gondomayit, kita adalah seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang ditugaskan ke desa Gondomayit, yang ternyata ada banyak gangguan dan penampakan disana, bisakah kinan bertahan ???
#miawaug #horror #horrorgame #gamehorror #TheForgottenVillageofGondomayit
Subscribe : http://www.youtube.com/user/miawaug?sub_confirmation=1
Be a Member : https://www.youtube.com/miawaug/join
Game : https://store.steampowered.com/app/2589820/The_Forgotten_Village_of_Gondomayit/
Mau Kepoin gw di Social Media ? Kesini aja, ada Link IG FB Tiktok DLL
https://msha.ke/miawaugyt
Untuk Email Bisnis kalian bisa masukan di
Email ► miawaug@ gmail [.]com
Thanks Guys….
Intro Music :
– Mark G – Never Let You Go
– Support Mark G:
https://fanlink.to/markgneverletyougo
Tweets by markgmusic
https://www.instagram.com/markgtheartist