MENGEJUTKAN ! RIBUAN MAHASISWA UGM DESAK TANGKAP ROY SURYO CS IMBAS F1TN4H IJAZAH JOKOWI !
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Balik lagi kita channel Sumber Dakwah Official. Nah, ini memang terorganisir memang penyerangan kepada Pak Joko ini sangat masif. Terutama di MDX yang kemarin beberapa hari yang lalu kita tahu Mas Gibran juga diserang nih di saat beliau melakukan apa itu kunjungan kerja melakukan penanaman padi di sawah. Katanya kok maju padinya malah terinjak-injak padahal mereka lupa loh. Di saat Bapak yang rambut putih menjadi gubernur Jawa Barat juga melakukan hal tersebut menggunakan mesin yang sama dan melakukannya juga dengan hal yang sama yaitu maju. Ya, memang menanam padi dengan menggunakan mesin itu memang melakukannya dengan maju. Oh iya, kalian sadar enggak ini ada yang teralihkan loh di balik perdebatan masalah kisroke ijazah Pak Joko ini, yaitu laporan dari tim TPOA yaitu KKIG Sujana. Walaupun beliau mangkir, orang yang melaporkan tersebut mangkir, padahal langsung diproses oleh Baris Krimolri yang seharusnya diapresiasi walaupun hasilnya tidak sesuai dengan kehendak mereka. Nah, sekarang seharusnya laporan Pak Jokowi dong yang ditindaklanjuti harus sportif. Ini sebenarnya lucu sebenarnya orang yang melaporkan mangker dua kali tapi laporannya diterima dengan baik oleh Polri dan langsung ditindak tegas, langsung diproses, langsung dibuktikan ternyata ijazahnya asli. Ditambah lagi kan banyak juga desakan dari masyarakat yang menginginkan Om Roy Suryo untuk segera ditahan. Begitu juga ada loh mahasiswa UGM yang juga mendesak untuk Om Roy Suryo juga ditahan. seharusnya gantian dong, gantianlah laporan Pak Jokowi yang seharusnya yang harus diproses sekarang ini. Kalau seperti ini saya teringat dengan seperti surat Al-Isra ayat 77. Jika sudah merasa hebat menyakiti orang lain, tentunya harus cukup kuat untuk menerima balasannya. Oke, langsung saja kita balik videonya. Bismillahirrahmanirrahim. Let’s go. Sekilas pandangan mata ini baru dari UGM. Ini video ini entah benar entah tidak. Yang pastinya video ini menjelaskan bahwa mahasiswa UGM juga menuntut untuk Om Rosya segera ditangkap. Ini e teman-teman mahasiswa yang siap berangkat menuju ke DRD. Mereka mendesak Polda untuk segera menangkap Roy Suryo dan Rismon Sianipar serta lainnya. Bahkan masa ingin Roy Surya CS ditersangkakan dan kemudian dilakukan penahanan. Karena Roy Surya dinilai telah memfitnah Presiden Ketu RI Joko Widodo. Koordinator Presidium AMI Fauzan Oela menegaskan pihak-pihak yang menuduh Jokowi menggunakan ijazah palsu harus segera diproses secara hukum. Adapun desakan masa AMI ini merujuk pada hasil pemeriksaan bares krim Polri yang telah memastikan keaslian ijazah Jokowi. Oleh karena itu, Roy Surya CS disebut Fauzan sebagai ahli fitnah. Selain tuduhan fitnah, Fauzan juga menyebut adanya unsur perbuatan melawan hukum lain yang dilakukan oleh Roy Suryo CS. Ia merujuk pada pelanggaran nomor 32 ayat 3 Undang-Undang ITE yang ancaman hukumannya lebih dari 10 tahun penjara. Kasus ijazah yang dituding palsu oleh Roy Surya CS dinilai sebagai kejahatan hukum sehingga kasus tersebut harus dituntaskan. Dalam aksinya di depan Polda Metro Jaya, kelompok milenial Maluku Indonesia ini membentangkan spanduk bertuliskan tangkap ahli fitnah Roy Surya CS. Sebelumnya aksi serupa juga telah dilakukan oleh Mas Ami di Bares Krim Polri pada Kamis, 15 Mei lalu. Aksi tersebut merupakan bentuk keresahan terhadap dugaan penyebaran hoa dan ujaran kebencian yang menyerang nama baik Presiden Joko Widodo. Sebagai informasi bahwa kasus pelaporan ijazah palsu milik Presiden ketu RI ini yang dilaporkan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan TPUA di Bareskrim Polri telah mendapatkan jawaban. Barrim pun telah memberitahukan hasil ujulab forensik ijazah S1 dari UGM milik Jokowi ini adalah asli. Mulai dari tipe-tipe jenis tinta yang ada pada ijazah tersebut hingga font yang ada dicetakkan skripsi milik Joko Widodo. Dengan demikian proses penyelidikan laporan dugaan ijazah palsu Jokowi resmi dihentikan bareskrim Polri dipidum bareskrim Polri Brigjen Juhan dan harusnya gantian laporan mereka sudah ditindak lanjut sekarang laporan Pak Jokowi harus per dong Raharujopuro menjelaskan keputusan untuk menghentikan proses penyelidikan itu lantaran tidak ada unsur pidana ya menurut saya orang-orang ini pengkhianat bangsa dan negara Republik Indonesia Ini bayangkan ya, negara Republik Indonesia yang dimerdekakan oleh rakyat Indonesia, pahlawan-pahlawan bangsa dengan darah air mata, kehormatan dan didirikan oleh sang founding father kita. Ini negara berdaulat loh. He. Iya kan? apapun yang terjadi kalau ada misalnya mislah di antara misalnya penegakan hukum dan lain sebagainya kan oknum enggak bisa kemudian juga digeneralisir. H. Nah, mereka bilang enggak percaya. Kalau mereka enggak percaya enggak usah berada di republik ini. Percaya aja sama negara yang mereka percayai. Itu penghinaan loh terhadap Indonesia. Minta dicek di Singapura ya. Jadi warga negara Singapura aja gitu. Ini enggak akan pernah selesai orang-orang ini ya. Setelah A dibuktikan dia ngomong B. Setelah B dibuktikan dia ngomong C. Enggak ada hadisnya. Benar. Tangkap orang ini. Ini ngacau ini bikin gaduh republik ini. Kalau saya saya wah udah tangkap aja. Hm. Udah enggak adaak enggak ada urusan lagi dengan orang-orang seperti ini. Terkait bahwa ee tentang kenapa harus diperiksa di Singapura ni alasannya begini. terma ini bukan alasan apa-apa, ini alasan saentifik kan gitu. Artinya mereka seolah-olah menganggap ee saentific atau apa kecanggihan lapor bares krim poly ini ya kurang canggih dibanding Singapura. Padahal kabar mantan kabares krim dalam salah satu talk show yang saya lihat, yang saya dengar mengatakan bahwa justru lapor bares krim kita ini justru menjadi rujukan banyak negara-negara justru belajar di tempat kita. Gimana Kirma? Sebenarnya, Bang, satu aja masalahnya ya kan. Heeh. Mereka ini pada dasarnya adalah manusia-manusia yang menghalalkan segala cara. ya. Kemudian ee menggunakan hukum rimba. Hm. Ya. Kemudian mereka ingin apa yang mereka sampaikan itu harus terjadi. Pemaksaan kehendak ini yang mereka lakukan. Bukan soal bicara soal moral lah yang katanya harus begini, harus begitu. Panci mana ada moral. Soal panci ajaak enggak ada moral. Gimana mau bicara yang lebih besar lagi? Panci aja enggak ada moral loh. Soal panci loh enggak enggak ada moralnya apalagi mau bicara yang lebih besar lagi. Iya iya iya. Soal kecil loh itu. Apa kan seperti itu. Iya. Kalau kita kaitkan yang namanya panci ini kan juga adalah mantan ini. Ini yang bicara netizen loh Bang. Ana juga ya. Netizen Bang. Undang pelanggaran IT juga 650.000 di TikTok saya menyatakan begitu. Panci ini enggak punya moral. Ngapain bicara soal moral? Orang soal panci aja dia enggak punya moral. Ini yang bicara di di TikTok saya loh, bukan saya secara pribadi yang bicara itu. Nah, mereka ini kan segerombolan ini kan seolah-olah begini, Kak Rimat. Oh, benar-benar sudah enggak peduli juga apapun respon dari orang yang tidak setuju dengan sikap mereka. Ya, artinya memaksakan kehendak. Nah, mau berkuasa dengan memaksakan kehendak. Harusnya kayak Nasdem. Begitu Nasdem kalah, ya kan? Kemudian Nasim langsung menyatakan bergabung kepada pemerintah. Kenapa? Karena Pak Suryapalo ingin pemerintah ini berjalan ya berjalan negara ini berjalan supaya semuanya aman. Hm. Gitu. Dengarkan ini ada abang loh. Kita harus akui yang kalah ya sudah kalah. Nanti 5 tahun lagi kita kontestasi lagi. Itu yang pertama. Yang kedua, kalau mau bicara soal persaingan misalnya nih, Bang ya, 2029 takut nih dengan Gibran misalnya kan ya enggak usah enggak usah ada konsentasi apa enggak usah ikut kontestasi dong. Heeh. Iya kan? Kalau yang punya anak yang mau bersaing dengan Gibran misalnya, yang punya adik ataupun saudara mau bersaing dengan Gibran, ya bersaing aja secara gentle lah gitu ya, secara normatif. Ikuti ee regulasi yang ada gitu. Kenapa harus takut gitu ya? Kenapa harus dengan cara-cara seperti ini gitu? Memalukan menurut saya. enggak percaya diri gitu loh. Eh, merasa paling tahu soal Universitas Gajah Mada. Roy Suryo ini kayak seperti diskakmat begitu oleh lulusan Fakultas Teknik. Jadi memang diketahui kalau Roy Suryo selama ini sering membantah pernyataan dari siapapun yang bukan merupakan alumni UGM karena dia dan rekan-rekannya adalah alumni UGM asli yang katanya memiliki ijazah asli. Begitu. Bahkan teman-teman Jokowi yang juga punya ijazah UGM ini juga dicurigai keasliannya oleh Roy Suryo CS Tribuners. Jadi sebagai alumni UGM dan pernah menjadi asisten dosen di sana, Roy Suryo mengaku paham betul tentang perkuliahan di kampus itu. Dia juga menyoroti soal tulisan tesis di skripsi teman Jokowi di mana menurut Royurio skripsi itu abal-abal karena tulisannya tesis begitu. Padahal menurutnya skripsi untuk S1 sehingga ee di skripsi itu tulisannya tesis senget diragukan begitu Tribuners. Kemungkinan ee kemudian keyakinan Roy Suryo itu dipatahkan oleh lulusan Fakultas Teknik UGM pada tahun 95, Budi Suryanto. Di mana dia adalah lulusan teknik pada saat itu yang membuat laporan berupa tesis. Jadi ee dia lulus bukan membuat skripsi tapi tesis begitu. Dan dia juga menyebut kalau Roy Surgiao ini tidak mengerti hal tersebut karena dia bukan lulusan Fakultas Teknik UGM di mana Budi mengatakan dengarkan ini Om Rusury jangan merasa paling benarlah jangan merasa paling menguasai seluruh fakultas lah kan ketika dia kuliah S1 jurusan teknik di UGM dirinya justru membuat tesis bukan skripsi dan dia juga sempat mengunggah foto berupa tesis S1 miliknya ketika kuliah di UGM. Jadi menurut Budi, Roy Suryo ini seperti tidak paham karena dia bukanlah lulusan teknik. Padahal menurut Budi saat itu lulusan S1 Teknik setara dengan S2 noneknik. Bahkan Budi juga mengaku mendapatkan golongan lebih tinggi ketika bekerja di BUMN dibandingkan dengan lulusan S1 Noneknik. Nah, meskipun berbeda tahun kelulusan dengan Jokowi, tapi Budi rupanya pernah bekerja di Aceh seperti Jokowi. Bahkan Budi juga ee berasal dari Solo dan mengatakan kalau Jokowi pernah mengontrak di rumah orang tuanya. Dan tidak hanya itu, Budi juga memperlihatkan ijazahnya yang memakai kacamata sama seperti Jokowi. Karena foto ijazah Jokowi yang memakai kacamata ini juga sempat menjadi sorotan begitu. Akhirnya Budi juga memperlihatkan ijazahnya yang dikeluarkan oleh UGM pada tahun 1995. Dan sebagai informasi kalau Roy Suryo sendiri adalah ee lulusan S1 di FISIP UGM jurusan Ilmu Komunikasi dari tahun 1986 hingga 1991. Kemudian Roy juga pernah tercatat sebagai pengajar di program S1 dan D3 komunikasi UGM. Dan ketika berkuliah di UGM, Roy Suryo ini mengaku pernah menjadi asisten dosen. Dan hal ini juga diungkapkan oleh Roy Suryo ketika berdebat dengan Waketum Projo, Fredy Alex Damanik. Soal peran Kasmunjo di skripsi Joko itu yang kami terima. Makanya melanjutkan tadi yang kami bahwa melakukan gugat intervensi tadi dalam rangka ini. Ini pun juga kami minta izin dulu kepada Pak Joko Widodo. Kami pun mendukung Pak Lukukan pokoknya untuk agar mereka mendapatkan efek cerah pokoknya supaya tidak dipersalahkan. Saya kami dalam hal ini alumni SMA 6 angkatan tahun 80 bukan tentang Pak Joko Widodo lagi tapi tentang institusi SMA 6 yang dianggap memproduk produk palsu tentang ijazah kami. Karena ijazah yang kami milikin sama persis yang dimiliki oleh Pak Jokowi. Yang membedakan ya pasti L enggak ada sama itu enggak ada yang membedakan paling tidak ada tiga nomor seri ijazah, foto ijazah enggak mungkin sama foto ijazah dan tanda tangan pemilik ijazah. Hanya tiga unsur inilah yang membedakan. Kalau yang lainnya sama persis. Pemirsa, lembaga survei indikator politik Indonesia merilis mayoritas responden tidak percaya bahwa Jokowi memalsukan ijazahnya. Untuk membahasnya kita sudah bersama dengan Prof. Burhanudin yang sudah bergabung bersama kami melalui sambungan Zoom. Selamat. Nah, ini untuk si repl kemarin yang nyurvei ya biasalah masa iya survei sekolam ya wajarlah hasilnya begitu. Sore Prof. Sore Adity. Baik Prof. Buran ini kalau kita lihat ada sekitar 75,9% yang tahu tentang kasus ini. Terus ada juga yang masih tidak tahu tuh 24,1%. Dan selanjutnya ada sekitar 66,9 hingga 69,7% yang tidak percaya bahwa Jokowi ini memasukkan ijazahnya. Begitupun angka sebaliknya 18,7% masyarakat percaya. Nah, boleh dijabarkan seperti apa? Dijelaskan, Prof. Silakan. Iya. Ee pertama kita mendapatkan angka tersebut melalui survei sistematik yang kami lakukan tanggal 17 sampai 20 Mei 2025 melalui survei Pfon SARA nasional. melalui metode ee double sampling, yaitu satu metode dengan memanfaatkan database jutaan survei ee responden survei yang sudah kami lakukan, kami kumpulkan melalui survei tatap muka selama ini. Kemudian kita cuplik secara random dari database tersebut dan kita wawancarai by phone. Nah, dari survei telepon yang kita lakukan ee belum lama ini kita temukan ternyata isu ijazah ee Jokowi ini itu membetok perhatian publik yang cukup luas. H. Jadi kita rilis ee kaitannya dengan ee survei berkaitan dengan trust terhadap lembaga dan isu-isu penegakan hukum. Ini isu yang ee membetot perhatian publik bahkan mengalahkan sebagian besar ee kasus-kasus korupsi yang sedang disidik oleh aparat hukum. ada 75% warga yang mengaku tahu ee kasus dugaan ijazah palsu Pak Jokowi dan ini sangat luar biasa besar di tidak ada kasus sebesar ini. Nah, ini artinya kasus ini diikuti oleh masyarakat secara luas. Nah, masalahnya bukan sekedar tahu saja. Karena kalau tahu atau tidak tahu itu kan kaitannya dengan osur terhadap sebuah informasi. Yang paling penting adalah apakah mereka percaya bahwa Pak Jokowi memalsukan ijazahnya. Nah, dari studi ini kami temukan ternyata mereka responden yang mengaku tahu itu yang tidak percaya bahwa Pak Jokowi memalsukan ijazah mencapai hampir 70%. Tepatnya 69,7%. Sementara kalau ditanyakan kepada semua responden baik yang mengaku tahu atau tidak tahu kasus ini, itu yang mengaku atau yang tidak percaya bahwa Pak Jokowi memalsukkan ijazahnya itu 66,9%. Jadi kisarannya 66,9 sampai 70% warga yang tidak percaya bahwa Pak Jokowi memalsukkan ijazah ini. Baik, Prof. Buruan. Sampai di situ dulu sebelum kita masuk ke hasil yang yakin dan tidak yakinnya. ketika ini hasil survei ini sebetulnya mengarah pada Jokowi yang memalsukan ijazah atau ijazah Jokowi palsu. Karena ini dua konteks yang berbeda nih, Prof. Ya. Jadi boarding-nya kita tanyakan apakah mereka percaya atau tidak percaya ee ee Pak Jokowi memalsukan ijazahnya. Karena kan tudingannya adalah Pak Jokowi memalsukan ijazahnya. Nah, itu ya. Jadi eh itu wording atau pertanyaan yang kita pakai. Nah, dari situ sebagian besar masyarakat tidak percaya bahwa Pak Jokowi memalsukan ijazahnya. Nah, itu ya. Nah, kalau kemudian ditanyakan soal komposisi demografinya, saya kira semuanya secara umum ee merata ya. Jadi yang percaya atau tidak percaya ee baik yang ee ee dari sisi gender ya, kemudian dari sisi usia, dari sisi agama, dari sisi apapun itu cenderung datang dari semua kelompok ya. Misalnya ee kelompok laki-laki yang tidak percaya bahwa Jokowi memalsukkan ijazah itu 63% ya, perempuan 70,3%. Generasi berdasarkan Gen Z, milenial, Gen X dan seterusnya itu mayoritas juga tidak percaya. Jadi saya sebenarnya ee apa namanya ee memasukkan pertanyaan ini karena terus terang ya isu ini sudah terlalu banyak mengambil isu penting yang seharusnya menjadi perhatian publik. Jadi sebaiknya kita ee lebih fokus pada isu-isu yang jauh lebih penting, jauh lebih substantif. Misalnya berkaitan dengan pelemahan ekonomi, berkaitan dengan isu dungsi TNI, isu pelemahan atau regresi demokrasi. Mus itu jauh lebih krusial ketimbang isu ijazah yang kita tahu eh Barestim juga sudah menyampaikan hasil penelitiannya. UGM juga sudah sampaikan KPU juga sudah. Nah, ini survei opini publik yang kami lakukan mengkonfirmasi bahwa isu ini pada dasarnya ee ee dianggap tidak terlalu krusial oleh warga dan kita sebaiknya ee beralih pada isu yang jauh lebih penting. Anak apa? Anak apa? Oh, anak apa? Jadi selama ini kalian yang bilang ijazah Pak Jokowi enggak asli anak apa? Lama juga sembuhnya sakit hati itu ya. Dan dari hasil yang ditemukan memang ada sekitar 66,9% yang tidak percaya dan kurang percaya bahwa Presiden Jokowi memasuk ijazah dan hanya sekitar 19,1% yang percaya Presiden Jokowi memi jasad. Jadi polling yang saya lakukan itu apakah eh Anda percaya dengan apa yang diumumkan oleh Bareskrim atau polisi yang tidak percaya itu ee lebih banyak ee 89% yang tidak percaya. Pendukung Mas Anis ee dalam jumlah yang cukup lumayan itu ee percaya bahwa Pak Jokowi memberikan ijazahnya. Nah, di situ saya kira lebih ee berkaitan dengan sikap artisan. Ngerti sekarang? Ngerti dong? Masa enggak ngerti. indikator politik ya, salah satu lembaga survei paling terpercaya di Indonesia sudah mengumumkan hasil surveinya bahwa hampir 70% 66,9% ya masyarakat Indonesia ya, mayoritas masyarakat Indonesia percaya sama Pak Jokowi bahwa Pak Jokowi enggak mungkin itu bikin-bikin ijazah enggak asli kayak kata Roy Suryo dan lain-lain itu. Pak Roy Suryo, Pak Amin Rais, Dr. Tifa, Rismon, kau dengar ini hasil surveinya. Nah, yang lebih lucu, Pak Burhanudin, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia sudah bilang juga mayoritas pendukung Pak Anis atau anak Abah yang paling tidak percaya sama Pak Jokowi. Mereka percaya bahwa Pak Jokowi bikin ijazah tidak asli. Itu wajar anak Abah loh. Ini berarti apa? Berarti dugaanku ini hanya apa? Hanya hanya sakit hati yang tak kunjung sembuh. Hanya dugaanku hanya iri, hanya sensi. Dan dugaanku juga ini hanya cari-cari kesalahan yang mau bikin Pak Jokowi jadi enggak baik. Padahal masyarakat tetap percaya sama Pak Jokowi. Enggak berhasil mereka. Tapi memang betul kali ya indikator politik ini ya. Rata-rata aku lihat ya yang getol ya, yang vokal mengkritik ijazah Pak Jokowi ini semua pendukung panis loh. Anak Abah loh. Coba satu ya, Bang Refli Harun pendukung panis kan Egi Sujana ya. Dia yang ngelaporin Pak Jokowi dan Rektor UGM. Pendukung panis kan, Pak Amin Rais, Dr. Tifa semua pendukung panis. Nah, pertanyaannya Bang Roy pendukung panis enggak? Coba siapa yang tahu tulis di kolom komen atau dia mendukung dirinya sendiri untuk jadi presiden. Orang kalau yang agamanya baik, akhlaknya pasti baik. Ustazah, banyak kok orang paham agama tapi akhlaknya enggak bagus. Dia cuman paham tapi tidak mengamalkan isinya. Yang bagus adalah biar agamanya tidak begitu kuat, tetapi akhlaknya sesuai dengan tuntunan agama. pandai sudah jana Pak ini memainkan narasi ya seharusnya kan ini kan laporan dari tim TPUA yaitu KKG Sujana yang melaporkan atas dugaan di jasa Pacok ini sudah diproses dengan cepat oleh baris Krimolri dan langsung melakukan uji forensik dan seharusnya diapresiasi bukan malah dicaci malah ingin ke luar negeri. Nah, di sinilah seharusnya menjunjung tinggi sportivitas seharusnya yang laporan Pak Jokowi yang sekarang harusnya ditidak tegas oleh BS Krimolri. Masalah tuduhan, fitnahan, pencemaran nama baik yang kemarin Pak Joko laporkan ini ibaratkan permainan bola kaki ya. Kalau wasit sudah menyatakan penalti kan enggak mungkin kan wasitnya dikejar dikeroyok. Harusnya sportif menyunjung tinggi sportivitas. Kalau masalah survei dari Bung Repli Haron ya wajar sih wong survei di tempat kanal YouTube beliau sendiri kan sekolah masalahnya. Kalau saya pun melakukan survei halal tersebut bukan lagi Bung 80% saya yakin 1000% mungkin 100% orang yang percaya bahwa ijazah Pak Joke itu asli. Jadi ya survei Anda sangat tidak independen, sangat diragukan dan dipertanyakan. Wajar wong sekolam. Dan saya sangat sependapat sekali dengan Ibu Irma Suryani Canyiago tu betul beliau partai Nasdem loh, partai oposisi loh. Bukan pendukung pemerintah loh. Tapi ya kalau kalah ya jangan dilampiaskan dengan sakit hati yang berkepanjangan seperti ini. Seharusnya introspeksi diri, benahi diri untuk kompetisi di Pilpres 202 nanti. Bukan malah menyerang dengan isu framing narasi yang sangat mencatatkan, yang sangat merugikan keluarga Pak Jokowi Dodo. Dan hebatnya Pak Jokowi. Walaupun sering kalian fitnah, sering kalian hujat, sering kalian caci tapi beliau balas dengan senyum. Beda dengan kalian yang selalu kar-kar sana, keluar-kar sini. Nah, pokoknya saya akhiri. Salam cerdas, salam waras NKRI harga mati. Wabillah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
MENGEJUTKAN ! RIBUAN MAHASISWA UGM DESAK TANGKAP ROY SURYO CS IMBAS F1TN4H IJAZAH JOKOWI !
prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto #jokowi #megawati #pemilu2024 #politik #beritaprabowo #pdip #gerindra
prabowo, prabowo gibran, prabowo subianto, gibran, gibran rakabuming raka, megawati, politik, pemilu, pemilu 2024, pilpres, hasil quick count, berita politik terbaru, berita pemilu 2024, Ganjar, Mahfud MD, Anies Baswedan, Cak Imin, Hak Angket,
info pilpres terbaru 2024, info terbaru pilpres hari ini, info hasil pilpres terbaru, info pilpres 2024 hari ini terbaru, info update pilpres 2024 terbaru, info sementara pilpres 2024 terbaru, info pemenang pilpres 2024 terbaru
prabowo gibran
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto #jokowi #megawati #pemilu2024 #politik #beritaprabowo #pdip #gerindra
prabowo, prabowo gibran, prabowo subianto, gibran, gibran rakabuming raka, megawati, politik, pemilu, pemilu 2024, pilpres, hasil quick count, berita politik terbaru, berita pemilu 2024, Ganjar, Mahfud MD, Anies Baswedan, Cak Imin, Hak Angket,
prabowo, prabowo gibran, prabowo subianto, prabowo muda
hak angket, hak angket dpr, hak angket adalah, hak angket terhadap pemilu 2024, hak angket menurut rocky gerung, hak angket ilc, hak angket margarito, hak angket artinya
pilpres 2024, pilpres 2024 terbaru hari ini live, pilpres 2024 terbaru hari ini luar negeri, pilpres 2024 naruto, pilpres 2024 pilih siapa, pilpres 2024 live, pilpres 2024 terbaru mata najwa, pilpres 2024 parody, pilpres 2024 pilih siapa filter, pilpres 2024 diluar negeri