PUTIN – XI JINGPING SELAMATKAN GAZA! Israel Didesak Dunia Hentikan Serangan Ke Palestina

Belakangan ini dalam sebuah pertemuan di PBB, Rusia dan Cina secara tegas menolak inisiatif bantuan yang diajukan oleh Israel untuk Gaza dan mendapat dukungan Amerika Serikat. Delegasi Rusia bahkan menuding Israel berusaha memanfaatkan PBB sebagai alat untuk menjalankan operasi militer mereka sendiri yang berpotensi merusak netralitas organisasi internasional ini. Tuduhan ini sempat memicu perdebatan panas selama pertemuan berlangsung. Through this initiative the Israeli leadership essentially is calling on the UN to become an accomplice of their own military operation and the neutrality and impality of humanitarian activity. Ketegangan muncul ketika duta besar Amerika Serikat untuk PBB Dorotisi menyerukan agar PBB bersama kelompok kemanusiaan mau bekerja sama dalam rencana yang diusulkan Israel dan Amerika Serikat tersebut. Rencana ini mencakup pembentukan Yayasan Kemanusiaan Gaza yang baru yang diharapkan mampu menyalurkan bantuan langsung kepada warga Gaza tanpa keterlibatan Hamas. Israel dan Amerika menegaskan yayasan ini akan beroperasi sesuai prinsip kemanusiaan dan menjamin keamanan distribusi bantuan agar benar-benar sampai ke tangan warga sipil yang membutuhkan. Menapi hal tersebut, Farhan Hak, juru bicara PBB menyatakan bahwa organisasi dunia itu tidak akan terlibat dalam operasi bantuan yang didukung oleh Amerika Serikat ini. Sebab PBB harus tetap menjaga posisi netral, mandiri, dan tidak berpihak. Hal ini mengingat Israel berkomitmen untuk memfasilitasi proses tanpa ikut mengirimkan bantuan secara langsung. Kritik yang lebih keras datang dari Tom Fler, Kepala Program Bantuan PBB yang menilai rencana ini sebagai topeng yang bisa memperpanjang konflik dan memperburuk situasi pengungsian bagi rakyat Palestina yang terjebak dalam zona perang. Di tengah blokade ketat yang diberlakukan Israel yang membuat Gaza menghadapi krisis kemanusiaan paling parah dalam sejarahnya, Cina justru muncul sebagai pelopor yang berani menembus batas-batas tersebut demi membantu rakyat Palestina. Pada Februari lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Gojakun mengumumkan bahwa negaranya telah mengirimkan bantuan darurat berupa 60.000 paket makanan untuk Gaza yang dikirim dari Yordania. Tahap pertama pengiriman sekitar 12.000 paket dilaporkan telah sampai dengan lancar dan sukses. Melalui kerja sama dengan organisasi kemanusiaan bulan Sabit Merah Palestina, Cina berhasil mendistribusikan paket-paket makanan tersebut ke tangan yang tepat. Sekitar 6.200 keluarga pengungsi yang kehilangan rumah akibat konflik memberikan sedikit harapan dan meringankan beban mereka di tengah situasi yang sulit. Cina juga berkomitmen untuk mengirimkan total bantuan kemanusiaan senilai kurang lebih 2,75 juta dolar Amerika Serikat yang akan didistribusikan dalam enam tahap pengiriman berbeda. Sebelumnya pada Agustus 2024, Cina kembali menunjukkan perhatian serius. terhadap kondisi warga Gaza dengan menyumbangkan dana sebesar 3 juta dolar Amerika Serikat kepada UNRA, badan PBB yang menangani pengungsi Palestina. Dana ini sangat krusial mengingat UNRA mengelola 154 fasilitas seperti sekolah, pusat pelatihan, gudang, dan klinik kesehatan yang telah diubah menjadi tempat penampungan sementara bagi para pengungsi yang terdampak perang. Respon Cina terhadap krisis ini tergolong cepat sejak awal konflik Israel Hamas meletus. Dalam hitungan minggu setelah bentrokan pecah, Cina sudah mengirimkan bantuan senilai 15 juta yuan sekitar 2 juta dolar Amerika Serikat yang meliputi makanan dan obat-obatan untuk penduduk Gaza. Ini menegaskan komitmen lama Cina untuk mendukung Gaza saat menghadapi masa-masa paling sulit. Jauh sebelum konflik antara Israel dan Hamas meletus, Cina sudah menunjukkan perhatian serius terhadap warga Gaza. Pada Agustus tahun 2023 lalu, Cina menyumbangkan dana sebesar 1 juta Do Amerika Serikat kepada UNRA. Dana ini khusus dialokasikan untuk mendukung program pendidikan bagi 5.300 anak pengungsi Palestina yang bersekolah di lima lokasi berbeda di jalur Gaza. Bantuan ini tentu menjadi angin segar bagi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan di tengah situasi krisis yang berat. Salah satu momen yang cukup menggemparkan adalah video yang memperlihatkan sebuah pesawat kargo Cina mengangkut bantuan kemanusiaan untuk 60.000 keluarga di Gaza dikawal ketat oleh zat tempur. Tanpa rasa takut menghadapi pengawasan ketat Israel, pesawat tersebut dengan gagah memasuki wilayah Gaza. Beberapa klip bahkan menunjukkan bagaimana bantuan disalurkan lewat metode airdrop. Namun kabar simpang siur sempat menyebut kalau video ini hanyalah rekayasa atau hoax. Sebagai salah satu kekuatan dunia, Rusia tidak ketinggalan dalam menyalurkan bantuan ke Gaza. Presiden Vladimir Putin menyebut krisis kemanusiaan yang terus memburuk ini sebagai tragedi besar sekaligus bencana kemanusiaan. Ia juga mengecang blokada Israel yang membatasi masuknya bantuan ke wilayah Gaza. Menyebutnya sebagai tindakan yang sangat memprihatinkan. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan Putin dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Moskow. Dalam kesempatan tersebut, Putin menegaskan bahwa selama setahun terakhir Moskow telah mengirimkan lebih dari 800 ton bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya kepada warga Gaza yang membutuhkan. Ini menjadi bukti nyata bahwa Rusia pun memiliki kepedulian besar terhadap penderitaan rakyat Palestina. Baru-baru ini, Rusia mengumumkan telah mengirim bantuan kemanusiaan gelombang yang ke-32. Artinya dukungan terus mengalir tanpa henti. Dengan laporan terbarunya, Rusia mengirimkan sekitar 28 ton bantuan melalui jalur Mesir. Bantuan tersebut mencakup makanan, peralatan penting, serta perlengkapan rehabilitasi teknis yang sangat dibutuhkan penduduk Gaza di tengah kondisi sulit saat ini. Pada awal tahun 2024, Rusia kembali memperlihatkan dukungannya kepada warga Gaza dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan sebanyak 29 ton. Bersama bulan sabit Merah, Mesir, bantuan ini terdiri dari sereal, tepung, gula, bahan pangan tahan lama, serta produk kebersihan pribadi. Harapannya distribusi ini bisa meringankan beban kebutuhan dasar dari keluarga-keluarga di Gaza dan memastikan mereka bertahan dalam beberapa hari ke depan. Tak hanya itu, Presiden Palestina Mahmud Abbas mengumumkan bahwa Rusia juga mengirimkan bantuan gandum sebesar 30.000 ton di awal tahun ini. Jumlah besar ini tentu sangat berarti bagi para pengungsi yang mengandalkan bantuan internasional sebagai sumber pangan utama. Secara kemanusiaan, idealnya Israel membuka akses bantuan dengan lebar ke Gaza. Namun pertanyaannya mengapa Israel tetap bersikukuh menahan bantuan tersebut? Dalam berbagai pernyataannya, Israel menyatakan blokade ini diberlakukan karena khawatir Hamas memanfaatkan bantuan sebagai sumber operasi militernya. Meski demikian, klaim tersebut belum pernah dibuktikan secara jelas oleh pihak Israel. Selain itu, kekhawatiran lain yang mungkin menjadi alasan Israel membatasi bantuan adalah potensi penyelundupan senjata ke Hamas. terutama yang diduga berasal dari negara-negara seperti Cina dan Rusia. Israel mulai mencurigai keterlibatan kedua negara tersebut dalam memasuk persenjataan ke kelompok militan yang berperan dalam perlawanan. Seperti yang terlihat pada sebuah video, Hamas diduga menggunakan rodal anti tank buatan Cina HJ8L Red Arrow untuk menyerang kendaraan tempur Israel bernama Neymer. Sementara itu, video lain yang dirilis Hamas memperlihatkan pasukan Brigada Al-Qasam menargetkan helikopter Israel dengan rudal permukaan ke udara buatan Rusia 9K32 Strella 2. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar. Apakah Cina dan Rusia benar-benar menjadi pemasok senjata utama Hamas? Selain Hamas, kelompok Hizbula yang berbasis di Lebanon juga dikabarkan memperoleh berbagai jenis persenjataan dari Rusia dan Cina. Misalnya, Hisbula diduga telah menerima peluncur roket ganda kaliber 220 mm serta sistem peluncur roket Tos 1A buatan Rusia yang digunakan untuk menyerang wilayah utara Israel. Di sisi lain, kelompok militan ini juga pernah terdeteksi menggunakan peluncur roket ganda tipe 63 to high explosive produksi Cina. Lebih jauh lagi, publik sempat digemparkan oleh kabar bahwa Rusia tengah mempertimbangkan pemberian rudal anti tank kepada kelompok hati seiring meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Washington. Yeah.

Baru baru ini, Rusia dan China kompak menolak rencana bantuan Israel ke Gaza yang didukung oleh AS pada pertemuan PBB. Tidak hanya menolak, Rusia bahkan mengklaim bahwa Israel berupaya menjadikan PBB sebagai kaki tangannya dalam operasi militer mereka sendiri yang disebutkan oleh perwakilan Rusia sebagai upaya untuk melunturkan netralitas PBB. Membuat pertemuan tersebut sempat memanas akibat klaim tersebut.

For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler

For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer

#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.

For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com

Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.