TEMUAN BARU DR RISMON: GELAR JOKOWI DARI UGM SARJANA MUDA, TERUS GELAR INSINYURNYA DARI MANA?
[Musik] Halo, halo. Apa kabar? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Arif senang sekali bisa kembali menjumpai Anda semua. kontroversi ee keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo itu makin dikulik, makin menarik dan ee data-data baru itu atau fak bukan data-data baru saya kira fakta-fakta baru itu yang mau enggak mau makin membuat publik mempertanyakan soal keapsahan ijazahnya itu kendati sesungguhnya barrim abes Polri kan sudah menyatakan bahwa jamin ijazahnya Pak Jokowi itu asli asli atau identik ya ee dan kemudian e eh laporan e duga pemalsuan ijazahnya itu kemudian diopkan oleh bares Krimus Bing. Nah, Dr. Rismon Has Hollanianipar ini menemukan fakta bahwa dari hasil pembelajaran SPP Jokowi tertera jelas bahwa dia itu mengambil programnya di UGM bukan sarjana tapi sarjana muda. Jadi kalau mengacu pada gelar Pak ee Kasmujo kayaknya ini kalau K sarjana muda itu mestinya dia ee bukan insinyur ya, tapi BSC gitu ya. Dugaan bahwa gelar Jokowi hanya sarjana muda itu diperkuat dengan data transkrip nilai yang total hanya 122 SKS. Padahal untuk menjadi sarjana di UGM itu disyaratkan seorang mahasiswa harus sudah menyelesaikan 144 SKS, satuan kredit semester. Ya, Dr. Rismon itu enggak ngarang-ngarang karena dia mendasarkan analisisnya itu dari bukti-bukti yang ditampilkan ke publik oleh Bareskrim Mabes Polri saat mengumumkan hasil gelar perkara dugaan ee Isafah Palsu Jokowi itu pada hari Kamis, 22 Mei yang lalu. Saat itu kan Direktur Tindak Pidana Umum Bares Krim eh Mabes Polri Brigen Johandani Raharjopuro menyatakan eh keaslian ijazah Jokowi dan karenanya kasus laporan dugaan ijazah ee Jokowi itu dihentikan. Kita melaksanakan uji banding yang diuji adalah semua ijazah asli. Pembandingnya itu ijazah asli dengan teman seangkatan beliau maksudnya Jokowi. Dari pembanding ini bahwa hasilnya identik. Bahkan map yang digunakan masih sama. Map Jokowi dan rekannya itu masih sama ya. Map Jokowi dan rekan ini sudah Kumal katanya Kusam. Nah, tapi ini justru karena pemaparan dari baresim itulah pada waktu menggelar jumba pers hasil gelar perkara itu kemudian publik itu bisa mengakses ee data apa saja yang diserahkan oleh Jokowi ke Bares Krim dan itu juga yang dilakukan oleh Dr. Rism. Nah, dia kemudian mencuit begini, Jokowi mengikuti program sarjana muda di Fakultas Kehutanan UGM. Lalu dari mana dia mendapatkan gelar insinyur? Apakah program sarjana muda di UGM bergelar insinyur kehutanan? Cuit dia di akun X-nya itu hari Kamis tanggal 29 Mei 2025. Ini saatir ya pertanyaannya sesungguhnya ya. Dr. Rismon itu kemudian menautkan unggahan pembayaran SPP atau di situ tertulis surat permohonan garis miring izin her registrasi semester 2 tahun akademik 198192 yang diambil dari screenshot tayangan dari CNN TV ini yang pada waktu itu mereka melaporkan ee ketika jumpa pers itu berlangsung ya di situ terlihat jelas yang dilingkari itu adalah program diploma sarjana muda sampai tiga kali itu dilingkari soal Ini kemarin kan soal SPP ini juga dipertanyakan kalau tahun ‘8182 kok di situ dia semester 2 gitu ya. Bukankah dia harusnya sudah e dia kan masuknya tahun 0 kalau tahun kalau 8182 harusnya dia sudah semester 4. Ini juga jadi tanda tanya apakah itu ada kaitannya dengan perpanjangan. Kan pada waktu itu tahun ajaran itu kan diubah jadi mundurkan setengah tahun gitu. Selain itu, Rison juga mempertanyakan jumlah kredit yang diambil Jokowi. Jumlah kredit wajibnya itu 88 SKS dan jumlah kredit pilihan 34 SKS. Total kreditnya 122 SKS. Kok bisa jadi sarjana Kehutanan? Kata dia begitu bertanya. Saat ini saja kata dia total kredit sarjana OGM saja 144 SKS. Apakah Jokowi hanya sarjana muda sesuai dengan form yang diisinya? Kali ini Rism selain menautkan form registrasi tadi, Rismond juga menautkan daftar mata kuliah dan jumlah kredit, satuan kreditnya yang diambil oleh eh Joko Widodo. Semua ini tadi ini berupa screenshot dari CNNTV yang diambil saat mereka menayangkan konferensi persar perkara. Jadi, semua dokumen ini resmi yang dimiliki oleh Bareskrim ya. Jadi, enggak bisa dibantah lagi ya. Kalau kemudian itu ternyata ee datanya salah, datanya palsu, ya mesti Bares Krim yang mesti menjelaskan karena memang semua ini analisisnya berdasarkan data-data yang dipaparkan oleh Bares Crim. Jadi ini adalah dokumen asli asli dalam tanda petik ya yang diakui oleh eh Joko Widod dan diserahkan ke Bares Krim Mabes Polri. Pertanyaan berupa temuan dari Dr. Rism setelah dia memelototi data-data yang dipaparkan oleh Bares Krim ke media itu semakin menambah tanda tanya besar seputar keapsahan. Ijazah Ir. Joko Widodo itu dari UGM. Jika sebelumnya yang dipertanyakan itu adalah kehasilan ijazah sarjananya, sekarang ini semacam bukti baru bahwa Jokowi bukan mengambil gelar sarjana penuh dalam hal ini insinyur, tapi sarjana muda. Jadi kalau benar ee gelar insinyur ini dipertanyakan dari mana? Karena memang Pak Jokowi selama ini selalu menggunakan insinyur ya gitu. sebelumnya ini sudah juga ramai dipersoalkan ini soal transkrip nilai dari Pak Joko Widodo yang diambil dari paparan juga di eh barisk krim Mabes Polri itu karena nilainya ee Pak Jokowi ini kalau lihat ee transkripnya itu dia punya totalnya itu ee nilai A-nya itu cuma 3 10B berarti 13 dan kemudian 13-nya C dan 6-nya D. Jadi total berapa ini? 32 mata kuliah itu ee mayoritas ini yang yang atau yang terbanyak itu adalah nilainya C dan D. Tapi kok kemudian disebutkannya bahwa IPK-nya itu 3,25. Dari mana ini nilainya? Coba kita paparkan, kita bacakan saja ini nilai apa saja yang dapat A, B, C, dan D. Tapi sayangnya enggak disertai SKS karena dengan SKS-nya sebenarnya kita bisa menghitung berapa sebenarnya IP dari e Joko Widodo ini. Ini dia nilai A itu dapatnya dari KKN. ini ingat ya KKN juga dipertanyakan pada waktu itu oleh Rism di mana tempatnya mau diatangi pada waktu itu. Kemudian filsafat Pancasila dan e tiga fisiologi pohon. Jadi dari jurusan dia kehutanan sebenarnya nilai yang A yang ada kaitannya dengan kehutanan itu hanya satu ya, fisiologi pohon tadi. Kalau KKN dan filsafat Pancasila kan enggak ada kaitannya dengan itu. Nah, nilai B-nya ini ada 10, agama 1, filsafat ilmu pengetahuan, Pancasila, Kimia 2, Matematika 1, Ilmu Tanah, Bahasa Indonesia 2, ekologi hutan, silvultur. Sementara nilai C-nya itu wah ini paling banyak ini ada 13. Kewiraan, botani 1 ee taksonomi tumbuh-tumbuhan, zoologi, ekonomi umum, agama 2 hukum agraria, kimia 1, klimatologi, klasifikasi tanah, bahasa Inggris 1, bahasa Inggris 2, dan bahasa Indonesia 1. Nah, kemudian nilainya nilai D ini ya. Nilai D-nya itu matematika du fisika, genetika, penyakit tanaman hutang, statistik satu ilmu ukur. Jadi eh Pak Jokowi dengan e nilai seperti itu kok bisa disebutkan IPK-nya 3,25? Ini juga ini juga aneh ini. Soalnya Pak Jokowi sendiri waktu itu dia menyatakan bahwa IPK-nya waktu kuliah di UGM itu di bawah dua. Tapi kalau di bawah dua ya enggak lulus dong ya. Berarti ini pada waktu itu disampaikan Jokowi pada tahun 2023 ya. Nah, ini pada waktu itu juga dipersoal oleh Roy Suryo karena kata dia kalau IPK-nya itu hanya 2,0 atau bahkan kurang dari 20 tadi seperti dikatakan oleh Pak Jokowi ya dia enggak bisa lulus dari UGM gitu. Mohon maaf tadi Pak Jokowi itu menyebutnya bukan 2023 tapi 2013 maksud saya ya. yang ini kan kemudian menimbulkan pertanyaan nih, apakah dia sekedar bercanda dengan Pak Mahfud MD waktu itu atau dia ngomong benar itu gitu. Pada waktu itu kan Pak Mahfud NB cerita kalau IPK-nya itu 3,8. IPK 3,8 itu mantaplah ya. Ini kumlot ya. E tapi Pak Jokowi yang justru dia cerita bahwa IPK-nya di bawah 2. Karena itu pada waktu itu Royurnya juga penasaran gitu ya. akhirnya kemudian mengulik e soal skripsi enggak ijazah Jokowi ditambah lagi ijazah SD enggak SMP milik Joko Widodo juga itu pernah dipersoalkan kan oleh Bambang Tri dan sekarang ini juga ada kasusnya juga sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Surakarta yang diajukan oleh e sekelompok pengacara TPUGM yang dipimpin oleh Dr. Muhammad Taufik ini ahli hukum pidana. Selain soal gelar sarjana dan nilai, Rismon juga masih mengulik soal skripsi Joko Widodo. Dia kemudian membandingkan skripsi Joko Widodo itu dengan lulusan Fakultas Kehutanan tahun 1985. Ini berarti lulus bareng dengan Pak Jokowi sesuai pengakuan Pak Jokowi ya. Karena katanya dia itu masuk UGM tahun 0 dan ee lulus tahun ‘5 dan itu ijazahnya di situ disebutkan juga ee tahun 5 sekarang ini kemudian Rismon itu kemudian rupanya dia dapat temuan baru gitu dan dia menautkan lagi ada lembar skripsi Budi Darminto ini N-nya 1568 garis KT lulus 1985 dari kehutanan UGM. Cocok dengan teknologi saat itu. Nih ini lembar pengesahannya ya. ini menggunakan mesin ketik manual. Berbeda dengan teknologi pada lembar pengesahan skripsi Joko Widodo dengan algoritma string adjustment yang hanya ada pada Word processor modern. Ayo UGM. Jujurlah itu cuit Rism. Soal lembar pengesahan Joko Widodo ini sebelumnya memang sudah menimbulkan polemik karena e waktu itu kok loh kok dia sudah menggunakan font times New Roman yang saat itu belum digunakan dan katanya kalau kemudian ada percetakan yang sudah menggunakan pada waktu itu ternyata diketahui bahwa percetakan itu waktu itu masih belum menjadi percetakan tapi masih ee menjadi semacam usaha fotokopi biasa saja jadi enggak mungkin menggunakan format time new roman yang ee itu digunakan oleh percetakan-percetakan dan ini juga ramai soal ini ya. Dan kemudian jangan lupa juga soal lembar pengesahan ini kan ada soal nama pembimbing utamanya yang di situ Profesor eh Dr. Ahmad Sumitro yang di Lembar Pengesaan ijazahnya Jokowi tertulis bukan Ahmad Sumitro biasa SU tapi Suemitro padahal menurut ee pengakuan dari anak ee Pak Sumitro sendiri yang juga lulusan Fakultas Kehutanan dan dia menunjukkan ijazahnya ditandatangani bapaknya sebagai dekan tertulis namanya Ahmad Sumitro. Soal ini juga ramai. Kemarin saya bahas itu dengan seorang ahli sejarawan dari Universitas Leiden, Dr. Suryadi yang menelusuri data-data soal nama Pak Sumitro itu ternyata memang banyak versi di e di UGM itu. Ini kan tambah ruwet kan ya. Rismon ini kedati dia bersama dengan Roi Suryo, kemudian Egi Sujana, dr. Tifa dan juga pengacara Kurnia Trioyani. Dia ini terancam pidana karena dilaporkan Jokowi ke Polda Metro Jaya. kelihatannya dia enggak enggak keder gitu. Dia nantang-nantangin terus dan dia masih terus bongkar-bongkar berbagai kejanggalan ijazah dari Joko Widodo. Masalahnya kalau ee kalau nanti Polda Metro Jaya ini mau mempidanakan mereka itu atas dasar apa? Karena keaslian ijazah Jokowi kan sampai sekarang juga belum bisa dipastikan. E karena bareskrim bukan institusi yang berhak menyatakan ijazah itu asli atau tidak. yang berhak menentukan itu adalah ketetapan hukum dari majelis ee hakim di pengadilan. Jadi ini kasusnya laporan Jokowi di Polda Metrojaya saya kira juga tidak serta-merta bisa diproses langsung ya karena yang jadi dasar utama adalah keaslian ijazah Jokowi yang sampai sekarang masih terus dipersoalkan dan kalau toh bar menyatakan itu asli sekali lagi Barrim bukanlah otoritas resmi yang bisa ee menyatakan itu asli atau tidak dan kemudian itu menjadi justifikasi atau dasar dari Polda Metro Jaya untuk memproses kasus yang ee dilaporkan oleh Jokowi terhadap terhadap lima orang aktivis yaknior dan Rison dan kawan-kawan. Tadi saya Arif sampai jumpa lagi. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Tepuk tangan] Yeah.
Subscribe juga akun:
Rocky Gerung Official
https://www.youtube.com/channel/UClp5BC5q94WufuaOl667JtQ
F&F
https://www.youtube.com/@FREEDOMANDFAIRNESS
MSD
https://www.youtube.com/channel/UCuwYsgOFjt6eYrJFRygR59A
Forum Tanah Air
https://www.youtube.com/channel/UCMJYWPTw-RqrBqmZMnusvXw
2025
#hersubenopoint
#hersubenoarief
#hersubeno
#fufufafa #gibran #kaesang