IRAN LUNCURKAN RUDAL RATAKAN ISRAEL! Netanyahu Panik Diserang Dari Seluruh Penjuru

Langit timur tengah kembali dipenuhi bayang-bayang perang. Bukan hanya karena senjata yang terus disiapkan, tetapi juga karena kepercayaan yang makin rapuh. Dalam konflik yang tak kunjung berakhir, satu pelanggaran bisa menjadi percikan dan satu peluru bisa menghidupkan kembali kobaran api yang telah lama membara. Itulah yang kini terjadi. Ketika Israel kembali melanggar kesempatan gencatan senjata dengan Palestina, situasi pun berubah drastis. Dari harapan akan kedamaian menjadi bayangan kehancuran yang kian dekat. Serangan ke wilayah sipil dan penghalangan bantuan kemanusiaan ke Gaza menjadi pemantik awal dari krisis baru. Dunia internasional meskipun sudah menyuarakan kecaman belum mampu menahan laju eskalasi. Kekerasan terus melebar dan diplomasi terasa makin tak berdaya. Tindakan Israel tak berhenti di Gaza. Mereka memperluas operasi militer ke wilayah Lebanon bahkan hingga sebagian wilayah Suriah. Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Abol Gate mengejam keras tindakan ini. Dalam pernyataannya, ia menyebut langkah Israel sebagai bentuk agresi baru yang sembrono, melanggar kesepakatan internasional, menginjak batas negara lain, dan membiarkan warga sipil menjadi korban di tengah medan konflik. Peran Amerika Serikat juga ikut memanaskan suasana. Sebagai sekutu utama Israel, Amerika Serikat terus menyalurkan bantuan militer ke kawasan, khususnya untuk menyerang wilayah Yaman. Sejak beberapa bulan terakhir, gelombang senjata mengalir tanpa henti, memicu kecurigaan dan menambah bahan bakar dalam situasi yang sudah sangat tegang. Dalam kondisi seperti ini, Iran tak tinggal diam. Negara yang punya pengaruh besar di kawasan ini memilih menunjukkan taringnya melalui inovasi militer terbaru. Pertanyaan pun muncul, apakah Iran akan turun langsung ke kancah konflik ini? Dan jika seberapa besar pengaruh alut sista baru mereka terhadap peta konflik Timur Tengah? Iran baru saja memperkenalkan rudal balistik generasi terbaru bernama Kasim Basir. Dan ini bukan rudal biasa. Dengan jangkauan hingga 1200 km dan kemampuan manuver yang tinggi, rudal ini dirancang untuk melewati pertahanan paling canggih sekalipun. termasuk sistem T milik Amerika Serikat. Teknologi yang disematkan padanya memungkinkan rudal ini beraksi dalam peperangan elektronik serta menghindari deteksi radar dengan sangat efisien. Kehadiran Kasim Basir membuat Barat tak bisa tinggal diam. Reaksi penuh kecemasan pun muncul apalagi mengingat posisi Iran sebagai pendukung utama jaringan poros perlawanan. Kelompok-kelompok yang selama ini berseberangan keras dengan Israel seperti Haoti di Yaman, Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, dan milisi Syiah di Irak berpotensi mendapatkan dukungan yang lebih besar baik secara logistik maupun militer. Isu mengenai potensi serangan ke Iran mulai ramai diperbincangkan. Narasi ini bukan hanya muncul dari analis media, tapi juga diperkuat oleh pernyataan langsung dari petinggi militer Iran. Menurut laporan Almayadin pada hari Minggu 4 Mei 2025, Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Aziz Nazir Zade secara tegas menyampaikan bahwa bila Iran diserang, maka seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah tidak akan luput dari serangan balasan. Ia menegaskan meskipun Iran tidak berniat memusuhi negara-negara tetangganya, namun jika diserang mereka tidak akan ragu untuk membalas dengan kekuatan penuh. Pernyataan keras ini keluar tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan membalas serangan rudal yang menghantam wilayah dekat bandara Ben Kurion. Serangan tersebut diketahui berasal dari kelompok hoti di Yaman. Namun Tel Afif menuding Teheran berada di balik aksi tersebut. Ini menjadi pemicu ketegangan baru di tengah situasi yang sudah memanas. Tidak hanya itu, suasana makin keruh dengan munculnya kabar penundaan pertemuan penting terkait program nuklir Iran. Putaran keempat pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat yang semula direncanakan berlangsung pada 3 Mei di Roma terpaksa ditunda. Menteri Luar Negeri Oman, Bader bin Hammad Albusaidi yang memfasilitasi perundingan tersebut menyampaikan bahwa penundaan terjadi karena alasan teknis dan logistik. Ia menambahkan bahwa jadwal baru akan diumumkan setelah kedua pihak sepakat. Namun di sisi lain, pernyataan berbeda datang dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Juru bicaranya menyatakan bahwa pertemuan 3 Mei itu sebenarnya belum pernah dikonfirmasi secara resmi sehingga penundaan tidak sepenuhnya dianggap sah. Yang jelas penundaan ini muncul di tengah naiknya tensi politik, apalagi setelah Washington kembali menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan yang terlibat dalam perdagangan minyak Iran. Rudal Kasim Basir yang kini jadi perhatian dunia sejatinya bukanlah awal dari kekuatan rudal Iran. Negara ini telah lama mengembangkan sistem persenjataan balistik yang beberapa kali digunakan dalam konflik nyata. Salah satu momen penting terjadi pada Oktober 2024 ketika Garda Revolusi Iran melancarkan hujan rudal ke wilayah Israel. Serangan besar-besaran itu menurut laporan kantor berita Fars merupakan aksi balasan. Garda revolusi menyatakan bahwa serangan ke Israel adalah respons langsung atas dua peristiwa besar pembunuhan tokoh Hispullah Hasan Nasrullah dan pemimpin Hamas Ismail Hanieh yang terjadi pada awal tahun 2024. Dalam serangan terbaru ke wilayah Israel, Iran diketahui menggunakan rodal hypersonic buatan dalam negeri yang diberi nama Fatah 1. Ini adalah pertama kalinya rodal tersebut digunakan dalam medan tempur. Garda revolusi Iran mengklaim bahwa 90% dari rudal yang diluncurkan itu berhasil menghantam target di Israel. Fatah merupakan rudal hypersonik pertama buatan lokal Iran dan baru diperkenalkan di tahun 2023. Menurut keterangan militer Iran, senjata ini mampu melesat hingga 15 kali kecepatan suara dan dirancang untuk menghancurkan sistem pertahanan musuh secara presisi. Kelompok militan Palestina Hamas baru-baru ini meluncurkan roket ke arah Israel sebagai aksi balasan atas serangan yang mereka terima. Menurut pernyataan militer Israel, tiga proyektil ditembakkan dari Gaza ke wilayah tengah Israel. Satu berhasil dicegat, sementara dua lainnya jatuh di area terbuka sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Menanggapi hal tersebut, sayap militer Hammas Brigada Alkasa mengonfirmasi bahwa selain serangan itu, mereka juga telah melakukan serangan lanjutan termasuk membombardir Kota Tel Afif di wilayah pendudukan dengan deretan roket M90. Jika menilik ke peristiwa di tahun 2024, Hamas pernah diduga meluncurkan rudal balistik. Komando Pusat Militer Amerika Serikat mencatat bahwa pada hari Sabtu, 20 Januari 2024 pukul 18.30 waktu Baghdad, beberapa rudal dan roket diduga ditembakkan ke pangkalan militer Ain Al-Assad di Irak Barat. Meski dugaan tersebut belum sepenuhnya divalidasi, indikasi penggunaan rudal balistik oleh Hamas menjadi sorotan penting saat itu. Kelompok HTI dari Yaman juga terus melancarkan serangan ke Israel dan kali ini kembali menggunakan rudal balistik. Pada Minggu 4 Mei 2025, sebuah rudal yang ditembakkan dari wilayah Yaman menghantam area sekitar Bandara International Bank Kurion. Serangan tersebut menghancurkan sejumlah kendaraan dan infrastruktur jalan serta memaksa otoritas menghentikan aktivitas penerbangan demi keselamatan para penumpang. Militer Israel mengakui bahwa sistem pertahanan mereka gagal mencegat proyektil tersebut meski beberapa langkah pencegahan telah coba dilakukan. Serangan ini bukan yang pertama. Pada bulan Maret sebelumnya Hoti kembali meluncurkan rodal balistik ke Israel. Serangan itu menimbulkan kepanikan besar. [ __ ] berbunyi nyaring dan warga sipil Zionis berhamburan mencari tempat perlindungan. Sejak Israel melakukan invasi ke Lebanon, bentrokan antara kedua pihak terus berlangsung tanpa henti. Salah satu insiden paling mencolok terjadi pada November 2024 ketika Hizbullah meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel. Serangan ini melibatkan penggunaan pesawat tanpa awak serta rudal balistik. Dalam pernyataannya, Hizbullah mengungkap bahwa mereka telah mengerahkan drone berpemandu presisi untuk menyerang pangkalan Kiria yang dikenal sebagai salah satu pusat komando strategis milik Israel. Serangan tersebut diklaim berhasil mengenai sasaran secara akurat. Tidak berhenti di situ, malam harinya Hizbullah melanjutkan serangan dengan meluncurkan rudal balistik kader 2 yang menurut mereka kembali menghantam target di lokasi yang sama. Volpung. Iran dikenal sebagai kekuatan besar di kawasan Timur Tengah yang memiliki sistem militer dan persenjataan mutahir. Di sisi lain, Israel terus melakukan agresi militer ke Palestina dan negara-negara tetangganya. Dalam konteks inilah Iran mengambil peran sebagai pendukung utama negara-negara yang ingin melawan dominasi Israel dan sekutunya. Tak heran jika hubungan antara Tehan dan Tel Afif nyaris selalu diliputi ketegangan. Ketegangan tersebut semakin meningkat setelah beberapa tokoh penting menjadi korban. Pada 31 Juli 2024, pemimpin politik Hamas, Ismail Hanieh tewas dalam sebuah serangan udara yang menghantam gedung tempat tinggalnya di ibu kota Iran. Hamas dan pemerintah Iran langsung menuduh Israel sebagai dalang di balik pembunuhan itu. Terlebih insiden itu hanya berselang beberapa jam setelah Israel melakukan serangan terhadap seorang komandan senior Hizbullah di Beirut. Sebagai balasan atas peristiwa itu, pada Oktober 2024, Iran meluncurkan ratusan rudal ke wilayah Israel. Serangan skala besar ini mengejutkan banyak pihak dan berhasil mengacahkan sistem pertahanan udara Israel dalam waktu singkat. Yeah.

Langit Timur Tengah kembali dipenuhi bayang-bayang perang. Bukan hanya karena senjata yang terus disiapkan, tetapi juga karena kepercayaan yang makin rapuh. Dalam konflik yang tak kunjung berakhir, satu pelanggaran bisa menjadi percikan, dan satu peluru bisa menghidupkan kembali kobaran api yang telah lama membara. Itulah yang kini terjadi. Ketika Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Palestina, situasi pun berubah drastis—dari harapan akan kedamaian menjadi bayangan kehancuran yang kian dekat. Dalam kondisi seperti ini, Iran tak tinggal diam. Negara yang punya pengaruh besar di kawasan ini memilih menunjukkan taringnya melalui inovasi militer terbaru. Pertanyaan pun muncul: apakah Iran akan turun langsung ke kancah konflik ini? Dan jika ya, seberapa besar pengaruh alutsista baru mereka terhadap peta konflik Timur Tengah?

For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler

For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer

#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.

For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com

Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.