MEMANAS! PERANG PECAH DI ASIA TENGARA! Fakta Tentara Thailand vs Kamboja Baku Tembak Di Perbatasan
[Musik] [Musik] Ketegangan meningkat di perbatasan Kamboja, Thailand setelah baku tembak yang menewaskan seorang tentara Kamboja memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas. Mengapa ini penting? Pasalnya, bentrokan tersebut telah membayangi upaya diplomatik kedua negara dan menimbulkan kekhawatiran tentang ketidakstabilan baru di Asia Tenggara. Insiden ini sekaligus memperlihatkan rapuhnya hubungan dua negara bertetangga meskipun baru saja sepakat menjaga stabilitas regional. Lantas benarkah perang di ASEAN akan pecah setelah ini? Temukan jawaban lengkapnya dalam pembahasan berikut. Bentrok di perbatasan. Satu tentara gugur. Sebenarnya aktivitas kekerasan antara militer kedua negara bertetangga ini jarang terjadi di wilayah perbatasan yang sensitif. Namun, bentrokan benar-benar tak terhindarkan pada Rabu, 28 Mei 2025 dengan kronologi dari Thailand maupun Kamboja terkesan bertentangan tentang pihak mana yang memulai lebih dulu. Menurut laporan DW yang mengutip pernyataan juru bicara tentara kerajaan Kamboja Maofala, satu prajurit mereka gugur selama pertempuran dan beberapa orang terluka. Maufala membenarkan adanya bentrokan tetapi belum bisa memberikan rincian angka. Kendati demikian, ia berkata dalam keterangannya bahwa tentara Thailand telah menyerang tentara Kamboja yang sedang melakukan patroli rutin di perbatasan Provinsi Prea Vihear Utara yang berbatasan dengan Ubon Racani di sisi Thailand. Di sisi lain, tentara kerajaan Thailand menyebut bentrokan terjadi setelah tentara Kamboja memulai tembakan. Berdasarkan keterangan dari sisi militer Thailand, prajuritnya hanya membalas tembakan sebagai tanggapan dari pasukan perbatasan Kamboja. Hal inilah yang katanya menyebabkan baku tembak berlangsung sekitar 10 menit sebelum pihak Kamboja meminta gencatan senjata. [Musik] Sengketa wilayah. Wilayah perbatasan Thailand Kamboja memang menyimpan sejarah panjang sengketa khususnya di sekitar kuil prea Vihear kompleks candi Hindu berusia lebih dari 1000 tahun. Setelah ditelusuri, sengketa untuk memperebutkan kuil bahkan telah dimulai sejak Kamboja masih berada di bawah kekuasaan Prancis. Saat itu Prancis dan kerajaan Siam sekarang Thailand melakukan perjanjian yang dikenal dengan perjanjian Franco Siamis Treaty of 1904 dan 1907. Di mana mereka menyepakati bahwa perbatasan antara Kamboja dengan Thailand adalah pegunungan Dangrek. Melansir Tirto, sebelum perjanjian disetujui, kuil prea Vihear masih berada di wilayah Siam. Namun karena ada perubahan tentang garis batas kedua negara yang mengikuti sungai, maka sejak 1904 kuil prea Vihear masuk ke dalam wilayah Kamboja melalui satu peta yang dibuat oleh Franco Siames Mixed Commission. Alhasil, masalah kepemilikan kuil prea Viha kembali memanas setelah pasukan Prancis ditarik dan Kamboja merdeka pada tahun 1953. Wilayah ini juga sempat menjadi titik bentrokan bersenjata yang menewaskan beberapa prajurit dari kedua negara pada 2011. Meski Mahkamah Internasional telah mengakui kedaulatan Kamboja atas kuil 2 tahun kemudian, penetapan garis batas di sekitarnya masih menjadi persoalan yang belum tuntas. Nah, ketidakjelasan batas wilayah inilah yang kerap memicu ketegangan, terutama saat terjadi aktivitas militer yang dianggap memprovokasi pihak [Musik] lain. Konflik tak lama setelah konferensi tingkat tinggi ASEAN. Sebuah peristiwa yang sangat kontras terjadi baru-baru ini saat bentrokan bersenjata pecah pada hari Rabu. Sedang seruan perdamaian kawasan dalam KTT ASEAN baru saja dibahas di Malaysia. Melansir Anadolu KT ASEAN ke-46 dimulai pada hari Senin di Kuala Lumpur di mana para pemimpin Asia Tenggara berkumpul untuk membahas isu-isu utama regional dan global. Ini termasuk tarif Amerika Serikat, konflik di Myanmar hingga sengketa maritim di laut Cina Selatan. Tapi siapa sangka konflik antara Thailand dan Kambojaalah yang justru hadir paling awal. Menurut laporan Malay, acara dimulai dengan jabat tangan tradisional ASEAN. Setelahnya para pemimpin negara yang terdiri dari Indonesia, Vietnam, Laos, Brunei, Thailand, Myanmar, Filipina, Kamboja, Singapura, dan Malaysia membahas tantangan, prioritas strategis, dan upaya untuk memperkuat persatuan regional. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim sebagai ketua bergilir tahun ini memimpin pertemuan tersebut. KT ini juga mencakup pertemuan pemimpin ASEAN dengan perwakilan majelis antar parlemen ASEAN. Pertemuan pemimpin ASEAN dengan perwakilan pemuda ASEAN dan pertemuan pemimpin ASEAN dengan perwakilan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN. Adapun titik fokus dari pertemuan adalah penandatanganan Deklarasi Kuala Lumpur tentang ASEAN 2045 sebagai apa yang mereka sebut masa depan kita bersama. Panglima militer segera lakukan pertemuan. Meski kerap diwarnai persaingan, hubungan diplomatik antara Thailand dan Kamboja tetap terbilang hangat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, tidak ada alasan untuk memperpanjang konflik dengan panglima militer Thailand dan Kamboja dilaporkan segera terlibat pertemuan pada hari Kamis. Hubungan baik kedua negara juga tak terlepas dari kedekatan personal antara tokoh penting di kedua negara, yakni Taksin Shinawatra dari Thailand dan Hunsen dari Kamboja. Kini generasi penerus mereka memegang peran kunci dalam merawat hubungan bilateral di tengah dinamika kawasan. Sebelumnya Perdana Menteri Kamboja Hunman yang tak lain merupakan putra Hunsen menulis di Facebook berharap agar pertemuan antara kedua panglima militer membuahkan hasil positif. Media Thailand The Nation juga melaporkan Perdana Menteri Thailand Petong Tarn Shinawatra berbicara dengan mitranya Hunmanet dan keduanya berupaya meredakan ketegangan dalam pertikaian tersebut. Pak Etong Taren yang merupakan anak dari Taksin Shinawatra mengunjungi Kamboja pada April lalu dalam kunjungan resmi selama 2 hari. Menteri Pertahanan Thailand, Fumtam We Chaya Chai di sisi lain menyebut insiden yang terjadi sebelumnya sebagai kesalahpahaman oleh kedua [Musik] pihak. Hubungan hangat meski ada rivalitas. Pada Februari tahun lalu, mantan Perdana Menteri Thailand mendapat kunjungan dari sekutu lamanya, Hunsen dari Kamboja. Saat itu, Hunsen membagikan gambar dirinya duduk di sofa di samping taksin yang tampak muram mengenakan penyangga lengan dan leher. Dua mantan perdana menteri bertemu dan tidak membicarakan politik. Demikian bunyi keterangan yang ia bagikan di Facebook. Beberapa analis mengatakan kunjungan Hunsen menunjukkan hubungan pribadi yang mendalam. dapat memperkuat hubungan kedua negara mengingat pengaruh mereka terhadap pemerintahan masing-masing. Siripan Noksuan Sawas Day, profesor ilmu politik di Universitas Culaalongkorn mengatakan kepada Reuters bahwa kunjungan tersebut mencerminkan politik kaum elit di Asia Tenggara. Hubungan mereka juga dapat membantu mengatasi masalah bilateral yang sulit,” katanya menambahkan. Benar saja, di tengah sengketa wilayah yang melatar belakangi konflik perbatasan komunikasi tetap berjalan dengan baik. Membuktikan bahwa hubungan yang kuat antara dua orang berpengaruh di masa lalu bisa diteruskan meski rivalitas akan terus berlanjut. Maka tak heran jika konflik kali ini bisa diredakan dengan cepat. Selain insiden terbaru, The Diplomat juga melaporkan aktivitas diplomatik lain antara pemerintah Thailand dan Kamboja. Dalam hal ini, keduanya telah membuka kembali perundingan yang terhenti mengenai klaim laut yang tumpang tindih. Wilayah yang disengketakan kedua negara mencakup sekitar 27.000 km² dan diperkirakan menyimpan 11 triliun kubik gas alam. Konflik tak terduga, tetapi punya latar belakang yang kuat antara Thailand dan Kamboja akhirnya pecah. Meski begitu, situasi cenderung terkendali dan belum menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan. Menurut kalian, sejauh mana konflik ini akan mempengaruhi perdamaian di Asia Tenggara? Yeah.
Ketegangan meningkat di perbatasan Kamboja – Thailand setelah baku tembak yang menewaskan seorang tentara Kamboja, memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas. Mengapa ini penting? Pasalnya, bentrokan tersebut telah membayangi upaya diplomatik kedua negara dan menimbulkan kekhawatiran tentang ketidakstabilan baru di Asia Tenggara. Insiden ini sekaligus memperlihatkan rapuhnya hubungan dua negara bertetangga, meskipun baru saja sepakat menjaga stabilitas regional. Lantas, benarkah perang di ASEAN akan pecah setelah ini? Temukan jawaban lengkapnya dalam pembahasan berikut!
Disclaimer: gambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini
For copyright matters please contact us at: dfsosmed@gmail.com