RISMON SIANIPAR: TIDAK ADA KATA DAMAI DENGAN JOKOWI!!!

Saya siap ditersangkakan dikriminalkan seumur hidup juga saya siap. Ini kepala laboratorium komputer forensik mahamad nu alazar pasir kata kasih kata Muhammad nu alazar ya depannya kasih oknum kombes bukan oknum itu kepala laboratorium komputer forensik seharusnya diapakan ya di penjara seumur hidup Nusaambangan Pak Prabowo suruh minta maaf kepolisian itu. Mereka berhutang budi untuk memperbaiki ini. Minta maaf sama rakyat. Kesimpulan dari Dirtipidum lewat laboratorium komputer ee forensiknya itu sangat prematur. Kalau kita bicara tentang keaotentikan, maka kita masuk lebih dalam ke bahan. Kapan bahan itu dibuat? Periode waktu prediksi waktu dibuatnya kertas lembar pengesahan skripsi itu tahun-an tahun berapa? Ada kromatografi, makroskopi, dan lainnya dan lainnya. Seorang ahli digital forensik diperiksanya diubdit keamanan negara. Saya tidak paham. Bang Rismoni ini sudah mengganggu negara. pikir mereka seperti itu. Bang Rismoni membocorkan rahasia negara ini ini mungkin itu lebih tepatnya. Seorang Rismon Sianipar siap didudukkan di kursi terdakwa. Saya tidak akan menyerah di pengadilan. Saya akan keras-kerasan membuktikan keilmiahan saya dan Pak Jokowi membawa bukti-buktinya secara langsung ke pengadilan dan menjelaskan proses akademik yang dilaluinya. Siap enggak, Pak Jokowi? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sobat Madilo kasus tentang ijazah palsu sudah mendekati tutup buku yang justru sekarang harus kita buka lebar adalah terkait dengan serangan balik terhadap Rismond yaitu laporan Jokowi terkait dengan penyebaran informasi bohong. Untuk kasus kedua ini saya sudah berjumpa dengan narasumber di bawah tadi. Saya mulai melihat indikasi selera makan beliau sudah mulai turun ini sepertinya. Dan untuk membincangkan tentang hal ini, e ruang diskusi Milock mendatangkan kembali Mas Bambang Rukminto, peneliti dari Institute for Security and Strategic Studies. Mas Bambang, terima kasih sudah datang kembali di Marilok. Sama-sama, Mas. Dan narsum kedua sekaligus dalam hitungan hari sepertinya akan menjadi calon tersangka. yaitu Rismon Sianipar ahli digital forensik ya. Iya, Bang. Saya tidak begitu teryakinkan juga oleh tertawa yang megelegak itu tadi kok seperti mengandung kecemasan juga ya. Tapi sebelum ke sana saya mau tanya dulu nih Mas Bang Rismon. Saya menangkap kesan kuat akhir-akhir ini pernyataan Bang Rismon agak kurang terukur ya. Heeh. Seperti tidak melewati filter akademis gitu. Contoh ketika menyebut Tito Karnavian dan Krishna Murti sebagai penipu itu, bagaimana kemudian bisa mengatakan dua petinggi Polri yang satu bahkan mantan Kapolri sebagai penipu. Itu bagaimana? Ya bukan akademis malah benar-benar akademis itu Bang. akademis ilmiah. Karena saya punya basis yang kuat, metadata bahwa di kasus Jessica Wongso di video CCC TV 1, 3, 7 dan 9. 7 dan 9 ini kamera mahkota yang mengkriminalkan Jessica Wongso itu di dalam metadatanya digunakan software gratisan Eat Soft. pemirsa bisa men-download itu. Esoft itu adalah eh sebuah software gratisan berbasis Windows. Dan pada saat PK Jessica Wongso tahun 2004 24 yang lalu itu Muhammad Nala Azar sebagai laboratorium komputer forensik bares CM Polri mengatakan bahwa ERSoft adalah software yang sudah template tertanam di DVR Teleview FD1S. Bohong. Tidak khawatir suatu saat Tito Karnavian atau Krishna Murti juga akan melaporkan Bang Ris. Silakan Pak Tito Karnavian dan Krishna Murti. Jelas bahwa eh IREDoft itu berbasis OS Windows operating system Windows OS. Sementara DVR Teleview ya FD161S yang dipakai di eh cafe Olivier itu kan perdebatan keilmuan bukan Bang? Itu sudah sudah ini sudah beda alam di sini Linux base. Iya. Yang ingin saya katakan begini, ini kan masalah metode kan masalah peralatan. Tapi menyebut seseorang sebagai penipu itah sama seperti abang bilang ikan hidup di darat. Oke. Itu itu kepastiannya bahwa eh iredoft itu Windows operating system seperti laut hidup ee di air ini Linux operating system kayak di udara. Bagaimana mungkin ikan bisa hidup di? tidak akan mencabut pernyataan bahwa dan tidak silakan bahkan saya akan melaporkan tetapi dibilang para pengacara tunggu dulu kita hemat energi kita kita apa ini dulu gitu. Oke. Kedua yang menurut saya kebablasan menantang Herkules ke tanah Batak ya. Ya, itu apalah semi guyon. Tapi kita maksudnya begini bahwa kules guyon hati-hati loh Bang. Oh iya ya Bang ya. Nah, maksud saya begini. Ini kan bukan domain dia, ini domain kajian ilmiah. Itu terkait apa sih sebetulnya? Ee ya itu bahwa dia mengatakan memastikan bahwa ijazah Jokowi asli kan pada saat dia berkunjung ke rumahnya. Bagaimana dia seseorang yang tidak punya kapabilitas menilai jasa Jokowi asli. Sementara saya punya kapasitas untuk dalam menilai itu bahkan dilaporkan. Tapi Hercules kan seorang tokoh juga. Tokoh apa, Bang? E tokoh publik. Siapa yang tidak kenal Hercules? Oh, git. Boleh juga dong dia iya. Tapi kan beda kajian domain dia mungkin tokoh di mana ya. Tetapi domain dia bukan kajian ilmiah apalagi birokrasi akademik, Bang. Tapi kenapa kemudian sampai menantang ayo ke tanah Batak gitu? Ee itu ya mungkin karena ada statement bahwa jangan diganggu segala macam gitu, Bang. Bahwa ya enggak ada kaitannya dengan domain dia. Intinya itu. Saya murni kajian ilmiah tanpa bias, independen, tanpa personal, apalagi membenci, apalagi sakit hati. Tidak saentifik itu harus repeatable, harus bisa diulangi, harus bisa dichallenge. Sentifik tidak hidup di ruang gelap. Saentifik tidak bisa diklaim secara sepihak. Bahwa apapun hasil bares krim yang diumumkan oleh Dirtium kemarin itu harus siap untuk di-challenge. Itulah tempatnya di pengadilan. H bahwa hasil dari barm bukan hasil akhir, bukan hasil yang diklaim sepiak langsung selesai. Bang, kemarin Marismo di dipanggil sebagai terlapor atau sebagai apa? Statusnya sebagai apa? Belum ada. Sebagai terundang. Terundang berarti sebatas memberikan klarifikasi. Pertanyaannya saya sudah simak di media ada puluhan pertanyaan dalam kurun 6 jam yang arahnya adalah menegaskan bahwa saudara memang sudah menyebarkan informasi bohong terkait ijazah palsu Jokowi. Begitu. Bukan. Kalau itu laporannya. He. Tetapi kalau dari konstruksi pertanyaannya saya bisa simpulkan bahwa ee ee lebih kepada ee lebih mengarah kepada apa otoritas Anda mengklaim bahwa ini adalah 11.000 triliun palsu ya versi dramatis dari 100% enggak mungkin lebih dari 100% ya. Terus apa hak Anda, otoritas Anda sebagai peneliti untuk mengkaji, meneliti bahan-bahan yang Anda teliti itu terkait dengan lembar pengesahan skripsi Joko Widodo maupun ee ijazah yang di-upload oleh kader PSI di puluhan pertanyaan itu tidak berkutat pada perdebatan tentang asli atau palsunya bukan tetapi lebih Saudara ini siapa berani kawin KW tentang ijazah palsu itu siapa gitu ya? Apa? Siapakah lembaga yang memberikan Anda otoritas untuk meneliti itu? H ya, saya ingin menjawab itu sebenarnya, tetapi ditangkis begini oleh pengacara yang mendampingi. Ya, kalau saya ditanya sekarang di luar kantor polisi, kita tidak perlu memerlukan otoritas apapun. N sebentar i kenapa sampai kakinya harus ditendang? Saya bayangkan itu sebuah kode ya agar tidak bicara, agar tidak menjawab. Kenapa? Kenapa harus sampai pengacara pun menendang kaki klien? Itu karena gini, Bang. Ee dalam undangan klarifikasi itu ya ini kan beda alam, Bang. He. Mereka latar belakangnya sarjana hukum. Saya sarjana hukum. Iya. Polisiah. Iya. Yang mereka pahami adalah mungkin undang-undang, KUHP segala macam. Sementara saya teknis ee penelitian. Iya. Bagaimana tantangan saya adalah membumikan, memberikan jawaban yang membumi tentang kajian ilmiah saya. tetapi nanti diinterpretasikan berbeda menjadi bahan untuk saya untuk dijadikan segala macam gitu loh untuk proses berikutnya. Nah, ini perlu kita hindari. Bagaimana saya bisa membumikan keilmuan saya ketika orang menanya saya untuk mencari kesalahan saya. sama seperti harusnya harusnya yang dilakukan adalah kalau ingin menanyakan ee bidang tertentu yang sangat dalam harusnya dia didampingi oleh ahli terkait. Oke. Oke. Kita kita mempersoalkan kenapa seorang Rism Sianipar ahli digital forensik datang ke Metro Jaya justru ke Subdit keamanan negara. Mas Bambang bagaimana saya memahami? seorang ahli digital forensik diperiksanya diubdit keamanan negara. Saya tidak paham. Iya. Kalau kita melihat ini memang aneh kan ee seharusnya ee Bang Rismon ini diperiksa ee terkait dengan laporan e ada yang melaporkan kan ee kaitannya tentu dengan tindak pidana. seharusnya yang memeriksa adalah dirtipidum atau di tipidexus e tipitsus seperti itu. Kalau kemudian diperiksa oleh kalau terkait dengan IT-nya teknologinya kalau kalau terkait dengan ee keamanan negara ini menjadi aneh, Bang. Loh, kan Jokowi mantan presiden permasalahannya itu seperti itu kan. Makanya ee laporan ee Bang Rismon ini terkait dengan apa gitu loh. Kalau kemudian terkait dengan pidana ya seharusnya di e kaitannya dengan pidana kan. Ee kenapa dimasukkan di keamanan negara? Kaitannya memang terkait dengan ee politik itu keamanan negara. Bang Rismon ini sudah mengganggu negara. Pikir mereka seperti itu gitu loh. Iya. Seb negara serius loh. Itu jadi lebih serius kesannya ketika benar akhirnya jadi sub subversif ya. Iya. Kayak makar subversif pemberontakan. Heeh. Padahal ini ini aneh ini persoalan ee pidana biasa seperti itu kan. Makanya kenapa harus ee ditingkatkan menjadi sesuatu isu yang sangat besar gitu. menjadi isu keamanan negara mengganggu apa gitu. Ee Bang Risbon ini mengganggu apa? Ee mengganggu negara tentang apa gitu loh. Ini kan persoalan yang sederhana sebenarnya terkait dengan ee apa ijazah yang diragukan ee keasliannya seperti itu. Boleh saja masyarakat ee sebagai warga negara mempertanyakan apalagi Pak Jokowi adalah ee mantan presiden ya, pejabat publik gitu, pejabat politik. sehingga ya bisa saja mempertanyakan gitu loh. Kalau Bang Rismon mempertanyakan Mas Resa itu menjadi masalah ini ada tindakan pidananya benar gitu kan seperti itu. Ee kalau kemudian Pak Jokowi secara personal itu apa mempermasalahkan secara pribadi ya sudah masukkan aja ke ee apa pidana seperti itu. Yang saya ketahui ini kan berkaitan dengan perbincangan Bang Rismon dengan Mas Rori Suryo di salah satu podcast. Iya. Itu kapan perbincangannya? itu kalau enggak salah Maret ya? Maret tahun. Maret tahun ini. Berarti setelah Jokowi lengser. Iya. Orang biasa dong ya. K katanya enggak tahu perdebatan juga katanya masih pejabat di mana itu? Di Natara. Jadi itu enggak tahu perdebatan apakah dia pejabat atau enggak. Relevan tidak? Okelah. Jokowi punya kedudukan di Danantara. Iya. dia pejabat publik gitu loh. E terus mengganggu negaranya apa gitu loh. Justru itu yang saya tanya permasalahan keamanan negaranya itu di mana? Sisi sebelah mana yang terganggu? Saya juga bingung, Mas. Makanya ini pun juga menjadi aneh kan kemarin saya mengkritisi e terkait dengan ee penghentian penyelidikan ini pun juga aneh gitu loh. Ee penghentian penyelidikan itu kan bagian dari penyidikan gitu loh. Ketika ee laporan itu diterima ee kepolisian itu mengeluarkan sprindik. Kalau sesuai dengan GUAP 14 hari maksimal 14 hari harus ada SPDP yang dilakukan ceritakan ini terkait dengan laporannya Egi Sujana ya. Oke, kita tahan dulu. Kita tahan dulu. Kita bereskan dulu orang sini. Kita sedang menakar nasib beliau. Jadi tersangka atau tidak ini gitu seperti eh common enemy kan bagi kelompok-kelompok masyarakat tertentu, ormas tertentu dan juga jangan-jangan bagi institusi negara. Ini seperti membenturkan diri ke sana kemari. Lantas ketika ditanya oleh penyidik kemarin di Subdit keamanan Negara Polda Metro Jaya, saudara itu siapa? ikut cawe-cawe dalam masalah ijazah palsu, otoritas saudara dapat di mana? Jawaban Bang Risman, Pak? Ee jawaban saya, saya menolak menjawab karena gini-gini menolak saya menghindari ee jawaban-jawaban teknis yang nanti malah dipersepsikan secara lain gitu. Oke. Itu di ruang penyidik. Kalau di ruang kalau di ruang di sini ya peneliti itu bebas. Bebas nilai, bebas kepentingan, bebas otoritas. Jadi apapun bahkan galaksi pun harus kita teliti gitu. dan ya peneliti tidak memiliki tidak harus memiliki perintah atau otoritas apapun untuk memerintahkan dia. Justru kalau itu kita miliki maka kita tidak independen lagi dong. Apalagi ini kaitannya dengan pejabat publik ya. Dua dua periode presiden jangan lupa. Oh justru sekarang saya balik karena tidak punya kepentingan menyangkut orang yang sudah selesai masa jabatannya. Kenapa masih dikulik-kulik masih mengganggu? Itu kenapa? Kenapa masih usil dalam isu ini? Kenapa gitu? Bukan usil, Bang. Ini kan untuk menjawab pertanyaan publik. Bahkan Abang sendiri pun bertanya kan sekarang siapapun kok sampai sekarang itu bahkan seorang ditipid pun itu tidak mau memegang atau tidak berani memegang ini loh versi fisik atau versi analog dari ijazah Joko Widodo sama seperti gelar perkara atau konvers lainnya semua dideret di atas meja sehingga wartawan bisa memoto versi fisiknya. Sekarang apa yang terjadi? Enggak ada satuun versi analog atau versi fisik yang ditampilkan oleh DTP di meja dia. Yang ada adalah versi proyektor. Dan yang katanya versi ijazah yang asli yang ditampil ee yang diserahkan oleh iparnya Pak Jokowi itu pun versi terotasi dan jauh dari vokal poin dari fokus kamera. Menurut saya, Bang Risman melakukan hal yang sama. Kalau begitu dengan Jokowi, ketika mulai ada narasi-narasi di ruang maya bahwa Bang Rismon tidak pernah mendapat ijazah dari perguruan tinggi di Jepang, Bang Rism juga tidak pernah memperlihatkan ini loh. Ijazah perah pernah, Bang. Pernah di apa saya di lab saya langsung sama transkrip nilai juga kan saya tunjukkan. Makanya saya bilang, “Kenapa Pak Jokowi enggak menyelesaikan itu dengan begini loh, ini punya saya, ayo datang kalian semua ini, ini ini.” Saya Presiden dua periode Republik Indonesia. Saya berhutang budi sama kalian untuk menunjukkan ini. Ada hutang budi baru kepada rakyat yang memilih Bang Rism memilih menunjukkannya di laboratorium tidak apa-apa, tidak persoalan. Seorang Jokowi menunjukkan ijazahnya di Polda Metro Jaya juga tidak salah kan kepada rakyat yang pernah memilihnya. Loh, Bang. Loh, loh begini, Bang. Ketika Abraham ee siapa itu? Ee Presiden Obama dipertanyakan bir certifikate-nya, dia kan berhutang budi kepada rakyat memilihnya. Ini birthd certificate saya, silakan uji. Nah, berikan dulu kepada rakyatnya itu baru mendapatkan public trust. Sudah kan ditunjukkan ke KPU. KPU kan juga representasi bukan bukan legislatif. I saya paham ee KP bukan legislatif, tapi sebagai sebuah organ yang bertanggung jawab untuk penyelenggaraan pemilu. Kan kita bisa anggap bahwa sesungguhnya Jokowi sudah memperlihatkan ijazahnya kepada publik dalam kurung PQ KPU. Sudah selesai masalah itu. Di mana selesainya, Bang? Abang lihat CV-nya sendiri pun hilang di server KPU. Bagaimana kita memverifikasi sama seperti ketika ditanyakan kemarin bahwa hak apa saya meneliti? ya, hak sebagai peneliti dan saya mendapatkan sumber primer. Saya datang sendiri ke Perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM sebagai peneliti. Saya lihat langsung saya datang tanpa biaya siapapun ya biaya saya sendiri. Ada ijazah itu bukan ijazah skripsi. Skripsinya ada. Iya. Iya. Lembar pengesahan skripsi ya. Karena secara technological advancement evolution ya evolusi perkembangan teknologi komputer hardware dan software itu tidak mungkin menghasilkan lembar pengesaan sangat sempurna. dengan DPI dot per inci yang sangat tinggi dengan titik-titik titik-titik yang sangat rapat itu produk dari ee apa namanya handpress atau letter press. Ayo kita berpikir logis. Penjelasan dari Dir TV kemarin mengatakan bahwa hanya diraba, dirasakan ada cekungan. Itu bukan sacientifik, tidak repeatable, tidak objektif. Lalu disimpulkan bahwa terasa ada cekungan, terus di menandakan bahwa itu produk dari handpress dan letter press. Apa begitu cara kerja kita untuk untuk menguji laboratorium forensik? Begitu, Bang. Jadi, begitu kesimpulan dari Dirtipidum lewat laboratorium komputer eh forensiknya itu sangat prematur dengan perabaan, perasaan. langsung dikatakan disimpulkan bahwa itu produk dari handpress letter press lalu dibandingkan dengan keterangan dari pemilik percetakan perdana. Bayangkan ini subjektif raba, keterangan subjektif hasilnya tentu tidak objektif pasti subjektif. Kenapa tidak direkonstruksi sendiri oleh percetakan tersebut? bagaimana menghasilkan e lembar pengesahan yang sangat cantik dan indah pada tahun 1985 dengan menata font secara manual membuat flat itu hanya untuk beberapa eksemplar. Logis enggak, Bang? Lantas apa yang Mbak Risman ingin katakan terkait dengan pushlap for Mabes Polri? Hipotesi saya kembali lagi 11.07% bahwa ee skripsi adalah proses akhir dalam sebuah akademik untuk mencapai gelar kesarjanaan. H ya. Maka kalau lembar pengesahan skripsi yang secara birokrasi akademik pun melanggar, tidak ada lembar pengesahan terkait dengan dosen penguji. Abang lulusan UGM juga. Iya. Saya ada angkatan Jokowi. Kita ada angkatan Jokowi. Bayangkan tidak ada lembar pengesahan skripsi terkait dosen penguji. Hm. Tidak ada itu, Bang. Bahkan 15 April 2025 pertemuan dengan wakil rektor kami tanyakan enggak ada. dia yang yang Bang Rismon katakan sesaat lalu ini itu kan juga berada di luar ranah digital forensik bukan, Bang? Kenapa di ranah luar mengecek mana surat pengesahan dari dosen itu kan bukan urusan digital itu karena saya dosen domain saya dosen. Oke. Ya. Tetapi kalau lembar pengesahan skripsi saya analisa Bang karakternya pola karakter font segala macam. Terus titik-titik yang sangat rapat pada aspek itu itu hanya bisa diproduksi dengan software dan hardware tahun 2004-25 dengan tingkat kerapatan DPI seperti itu. Saya duga secara optimis saya katakan itu produk 2004 sampai 2005 menggunakan Windows XP karena kerapatan DBInya dodge per ininya sudah sangat sempurna dengan lengkungan-lengkungan yang sangat sempurna itu pakai Bang Rismon ini nekad karena sadar tidak sadar menghadap-hadapkan diri bahkan seolah mendelegitimasi Puslap for sebuah instalasi yang punya ISO 17025 tentang general requirements for the competence of testing laboratory. Jangan macam-macam ini. ISO kawan ini. Terus soat soat Bang kita lihat track record-nya apa record kasus vina Cirebon apa yang terjadi pada ekstraksi SMS 22 140 tidak mereka pakai itu dalam reka adegan satu pina Cirebon. Bentar, Bang. 22 1410 yang diduga terjadi pemirisi dan pembinihim 2130 sampai 22 5 30 eh 2115 sampai 2230. Bayangkan kalau masih ada ekstraksi SMS 22 14 10 dalam periode waktu yang dituduhkan itu kalau itu dipakai dalam reka adegan oleh polisi, apa yang terjadi? Bubar skenario itu, Bang. Itu produk polisi. Ya, cuma satu kasus. Dua, Jessica. Jessica. Iya. Menggunakan ired shop. software gratisan yang Windows Operating System dan berbohong mengatakan itu software yang memang tersedia di DVR FD161S DVR Telview padahal itu Linux operating system beda alam di sini laut di sini udara enggak mungkin itu dan tetap berbohong itu produk laboratorium komputer forensik bares krim pol itu penipu hanya dua kekhilan itu cacat km saya ceritakan apaagi 50 polisi memerintahkan kan data CCTV HP di rest area KM50 dihapus belum lagi genangan darah tidak di polis line dibersihkan terus 20 jam sebelum kejadian 7 Desember 20 jam sebelumnya fiber optik putus percaya enggak tidak dianalisa serat optiknya itu bagaimana digunting dimakan tikus atau apa, dikena petir enggak ada, Bang. hanya dibilang tidak dapat mengirimkan gambar ke server kami di Bekasi. Percaya enggak itu? Bayangkan data CCTV, data HP di masyarakat area KM50 itu sangat penting dalam digital forensik. Kenapa saya harus lebih percaya pada seorang Rismon? Sementara ada lembaga internasional yang sudah memberikan ISO kepada Puslap. Sama seperti Abang, apakah Abang punya Mercedes-Benz yang mahal, Abang bisa jago nyetir? Belum tentu. Apa abang enggak suka menabrak-nabrak lalu lintas? Ya sama ISO itu saya bagaikan mobil mewah. Anda dikasih tools tetapi belum tentu etika dalam menggunakan tools itu menjadi benar hanya karena Anda punya tools itu. Tetapi puslaver juga setiap tahun diasses oleh KAN, Komite Akreditasi Nasional. Apalagi itu apa saja yang dinilai? satu kompetensi pemeriksa dua metode pemeriksaan tiga uji banding 4 peralatan uji 5 kaji ulang manajemen dan en audit internal. Jadi segala macam komentar-komentar sinis dari Bang Rismon tadi itu datang dari seorang individu bernama Rismon bukan? Sementara ini lembaga ini sudah dinilai satu komite akreditasi. Kalau itu benar lembaga itu menjalankan tugasnya benar dengan benar dengan benar ya. Iya. Kenapa kasus sambo terjadi? Jadi empat nih. Jadi kasus sambo juga bahwa terjadi katanya tembak-menembak padahal tidak. Kalau mereka melakukan tugasnya kenapa itu terjadi? Yang saya bilang itu empat kasus. Coba K apa tuh Bang? Kam K komitas. Coba dengarkan ini. Coba periksa metadata dari video CCTV Jessica di BAP Muhammad Nuh Alazar dan Christopher Harimaryanto. Periksa kalau berani. Saya siap ditersangkakan, dikriminalkan seumur hidup juga saya siap. Ini ilmiah, Bang. Sama seperti ini tadi kepastian alam. Kita hidup di darat enggak mungkin kita hidup di air. Kalau pada titik ini saya baru bisa merasa ini gangguan terhadap keamanan negaranya muncul sekarang. Benar. Benar. Benar. Ngeri ini, Pak. ketika puslav didilegitimasi sedemikian rupa oleh beliau semua lembaga delilegitimasi semua kan juga masuk akal isu keamanan negaranya baru muncul sekarang nih Mas memang kalau menurut saya memang e negara ini sedang sedang kacau jadi e ketika Bang Rismon nih mengutak-ngadik itu, itu adalah membuka realitas yang ada bahwa ada problem di kelembagaan kita, di kelembagaan kepolisian, kemudian ee lembaga-lembaga yang lain. Karena kalau kita melihat ee kasus-kasus yang tadi e disampaikan Bang Rismon KM 50, Jessica semuanya tidak selesai gitu loh. Ee lalu ee kontrol dan pengawasan kepada lembaga penegak hukum ini di mana gitu loh. ee ee secara ee kelembagaan tadi ada KN untuk mengawasi terkait dengan apa ee sarana prasarana di ee di kepolisian Puslatpor, terus kemudian juga ada lembaga semacam Kompolnas yang mengawasi. Faktanya kan kasus-kasus itu terus berjalan gitu. Artinya ada problem apakah ini problem struktur atau problem tadi sarana prasarana atau problem main behind the gunnya seperti itu kan ee arti kalau saya melihat memang ini problem saya melihat main behind the gun maksudnya generalit iya salah satunya karena kasus kalau kalau saya ee seringkali menyampaikan ya memang dalam 4 tahun ini problemnya di Pak Listio. Kalau KM 50 kan sebelum Pak Listio, Pak Idamis, Pak Idamis. Kemudian Jessica juga sebelumnya Pak Tito seperti itu ya Pauda artinya memang ada problem ee di penegak hukum kita gitu dan itu memang layak kalau masyarakat menguji gitu. Menguji itu bukan untuk meruntuhkan marwah pori tapi untuk memperkuat gitu. Bagaimana ee kepolisian ini ee apa bisa kuat kalau tidak diuji. Akhirnya kan muncul orang-orang bermasalah, orang bermasalah. Seberat jauh Mas Bambang yakin bahwa Polda Metro Jaya dalam menangani laporan Jokowi akan profesional. Laporan Jokowi terhadap lima orang ya, Bang Rismon ya. Termasuk salah satu adalah Rismon Sianipar terkait dengan penyebaran informasi bohong. ee saya pesimis ya e bahwa ee kepolisian ini bisa berjarak dengan kekuatan kekuatan politik gitu loh. Ee konflik kepentingannya sangat besar gitu loh. Apalagi kalau kita melihat bahwa elit kepolisian kita ini adalah ee hampir semuanya adalah produk dari ee Presiden Jokowi itu terutama Pak Listio sebagai kapori ee selama 4 tahun. ee siapa yang enggak tahu bahwa Pak Listo ini adalah mantan ee ee judan Pak Jokowi pernah jadi Kapores Surakarta. Jadi kedekatan itu ada. Makanya ketika muncul kasus ini bagaimana bisa objektif? tentu akan ee masyarakat tentu akan mempertanyakan dan terbukti kemarin ini kasus yang dilaporkan TPUA ternyata juga berhenti penyelidikannya dan itu sudah diprediksi oleh masyarakat yang seperti itu dalam hati saya juga sebetulnya sudah menduga ini paling juga bakal berhenti. Tapi sesaat lagi nanti kita akan masuk ke isu tentang laporan dari TPUA dari EGU Sujana. Saya teringat begini Mas Bambang. Sekian bulan silam Presiden Prabowo ini mengatakan dalam salah satu rapat ee ada TNI dan Polri kalian harus berubah. Kalau kalian tidak berubah, saya akan mengubah kalian. 100 hari pemerintah Bowo. Ya, sudah ada perubahan sekarang terhadap institusi Polri? Belum. Belum. Belum sampai sekarang. Ee bah gini loh, saya sebenarnya kadang-kadang saya menyampaikan juga kepada kawan-kawan di Polda Metro Jaya eh ayo ayo kita perbaiki bersama. Jangan, jangan seperti itulah gitu loh. Jangan seperti itu. Main-main seperti itu. Ini zamannya sudah berbeda gitu loh. Masyarakat itu mengawasi, masyarakat bisa berteriak gitu loh. Ee kalau begini terus power ini akan runtuh gitu loh. Yang meruntuhkan siapa? Ya, kawan-kawan di kepolisian sendiri gitu loh. Ini ini yang menjadi keprihatinan kita gitu loh, Mas. Tapi mau dibilang runtuh juga menurut saya masih jauh panggang dari api. Iya. Runtuh. Runtuh dalam arti kepercayaan masyarakat kepada kepolisian. Kalau institusi Polri kan tetap saja berdiri dan sekian banyak lembaga negara sudah memberikan ruang posisi penting kepada sekian banyak tinggi Polri kan itu lagi itu lagi tapi kita percaya juga ya negara kekuasaan yang percaya kepada kepolisian karena ee kepentingan ee kekuasaan ini diakomodasi oleh ee kepolisian ee isu parcok di tahun kemarin misalnya ini mengkonfirmasi bahwa ee PORI ini yang menjadi alat yang sangat efektif dalam ee ee apa dalam pemenangan sebuah ee pesta demokrasi seperti itu. Nah, sekarang saya balik Mas Bambang. Kita juga harus konsekuen ketika Jokowi melaporkan lima orang termasuk Bang Rismon terkait dengan penyebaran informasi bohong ya Polri harus bekerja dong, harus menindaklanjutinya dong. Benar. Benar. setuju setuju bahwa semua laporan masyarakat itu harus ditindak lanjuti. Berarti ketika kemarin responsan dan Roy Suryo dipanggil untuk memberikan klarifikasi di Polda Metro Jaya, jangan kita pandang itu sebagai bentuk bagaimana Polri berpihak pada penguasa atau mantan penguasa. Tidak begitu, kan? Tidak, tidak seperti itu. Itu memang ada kewajiban warga negara ketika ee diminta untuk datang untuk klarifikasi harus datang gitu loh. Ini adalah upaya upaya penegakan hukum seperti itu. Cuma bagaimana proses selanjutnya gitu. Apakah proses selanjutnya ini bisa objektif atau tetap ee dengan ee syarat dengan kepentingan-kepentingan tadi. Ini yang yang seharusnya dijaga dan itu harus diuji gitu. Apakah ee PORI ee bisa menguji dirinya sendiri? Tentu tidak bisa. Maka kalau sesuai dengan ee KUHAP, lemparkanlah ke ke pengadilan dong, kejaksaan dong. Gitu. Tapi problemnya kan SPDP sepertinya juga belum ada ke kejaksaan. Maka yang kasus TPUA kemarin ini adalah penghentian penyelidikan. Penyelidikan itu adalah tahap awal dari penyidikan gitu loh. Kasus Bang Rismon dilaporkan oleh Jokowi juga kalau saya pakai nalar yang sama maka sudah sepatutnya beliau nanti juga dibawa dong ke ruang mahkamah hukum harus ke persidangan. Iya tidak apa-apa seperti itu. Itu untuk menguji apakah benar atau salah seperti itu. Tidak apa-apa seperti itu kata Mas Bambang. Tapi kalau Bang Rismo sendiri siap tidak? Oh, siap. Tidak apa-apa kalau jadi tersangka. Siap dong. Karena begini, Bang. Kalau memang ee apa hasil ilmiah dari barisk krim itu bisa dipertanggungjawabkan, maka harus siap untuk diuji, gitu loh. Makanya sebelum itu kita minta gelar perkara khusus h untuk mendapatkan ee ee publicasi. Khusus kemarin disampaikan itu permintaan gelar perkara khusus itu ee saya diinfokan saja tapi yang membuat adalah konseptornya adalah TPUA kan. Heeh. sebagai pelapor di baris mereka tidak puas juga. Apa hal-hal tidak puas? Ya, ada beberapa dari penjelasan saya tadi itu bahwa secara manual dirasakan, diraba, terus ada cekungan, disimpulkan bahwa itu adalah produk daripress, letter press, dan kesaksian dari percetakan saja bahwa oh ya sudah itu ee handpress lembar pengesahan skripsi tersebut. Padahal ada saya, kita aja di UGM eh semester 5, semester 6, semester 4 sudah diajari apa itu electrostatic device, detection device ya untuk apa tekanan berapa di benda tertentu itu dalam ee apa namanya tekanan Newton/ meter kalau enggak salah. Nah, itu ada. Kenapa mesti pakai perabaan gitu loh, uang palsu dilihat, diraba, ditawang gitu. Nah, masa itu berarti kan itu subjektif, Bang. Itu kan untuk orang lain. Oh, raba uang palsunya ini. Ya sudah kan untuk umum. Ini laboratorium forensik. Kita berbicara laboratorium forensik tingkat nasional negara besar ini. Bang Rism kita kembali ke ruang subdit keamanan negara ya. Heeh. Tempat Bang Rismon diperiksa kemarin. Satu ditanya tentang kapasitas saudara apa? kepentingan saudara apa, otoritas saudara apa untuk kemudian memberikan hasil kajian terkait dengan konon ijazah palsu Jokowi. Apalagi yang dipertanyakan oleh ee apa ya ee cara mendapatkan dari sumber yang kami periksa yaitu dua hal. Pertama lembar ee ijazah dari Joko Widodo yang di-upload oleh Dian Sandi dan ditulis tulisan asli gitu kan. Nah, itu diminta untuk bagaimana Anda mengkonfirmasi ke Pak Jokowi bahwa itu adalah asli. Loh, saya kan saya bilang saya kan hanya menjawab di media sosial bahwa overclaim terhadap sesuatu apalagi objek digital itu harus kita berikan edukasi kepada publik. Hanya karena seorang kader PSI mengatakan itu asli dengan oh ini ijazah Pak Jokowi asli. Bukan berarti itu harus asli. kita harus uji dengan parameter-parameter dengan tools yaitu ela kan dan kesimpulannya adalah ijazah itu palsu. Iya. Bagaimana mungkin bisa sampai pada simpulan ijazah palsu? Bang Rismon sendiri mengakui kan Bang Rismon tidak pernah memegang ijazah Jokowi kan. Begini, saya ingin ee apa ya mengedukasi publik bahwa apa yang diklaim di dunia media sosial bahwa yang diklaim oleh Dian Sandi Utama bahwa ini ijazah Jokowi asli fotonya ini ya saya bantah karena dia sendiri mengatakan ijazah Jokowi asli saya bantah. Isti bantahannya apa? Bahwa berdasarkan itu banyak sekali potensial edit ya. potensial edit terutama ee copy paste terutama di situ bahwa sebaran dari ee kompresinya itu tidak seragam maka itu potensial edit sangat tinggi. Terus saya uji juga dengan depa probability hampir 70% Bang lewat dari 50% maka kita harus menyimpulkan bahwa itu cenderung fake mungkin akan aman kalau kalimat Bang Rismon bukanlah ijazah Jokowi palsu. Bukan begitu. Mungkin kalimatnya begini. Ijazah yang diperlihatkan oleh Sandi, ijazah Jokowi yang diperlihatkan oleh Sandi itu palsu. Nah, itu baru mungkin memang itu kan kan selalu dalam apa yang ee ijazah Jokowi yang diklaim asli oleh Dian Sandi kita harus jawab lewat apa ya? Bukan lewat subjektif. Oh, itu palsu ya. Bukan begitu. Ada tools ya kan? error level analisis mendeteksi sebaran kompresi dari citra digital itu dan memang banyak sekali yang terdeteksi itu hasil editan dan itu kalau polisi punya ahli kan pasti juga berdeteksi yang sama. Begitu juga dengan dep probability. Jadi itu menjawab ya di media sosial bahwa kita harus hati-hati ee siapapun mengatakan itu klip ya sudah kita uji gitu Bang. Apalagi? Ah, itu serta itu kan ada puluhan pertanyaan itu. Nah, pertanyaan juga terkait dengan ee metode-metodologi saya. Nah, metode-metode saya saya tidak bisa jawab karena apa ya? Itu to technical to technical. Saya takut dia latar belakangnya bukan itu. Saya mencoba membumikan ee apa itu technical itu. Heeh. Malah itu merugikan saya. Takutnya salah tulis, salah ketik. Iya. saya ketik terus itu kan sudah menjadi kata-kata manusia, Bang. Verbal, verbalism dari technical terms. Bagaimana gitu. Saya sendiri mengajari mahasiswa saya yang sudah teknik saja susah, perspekt perspektifnya juga udah bias, apalagi yang benar-benar enggak pernah belajar itu. Itu terlalu berisiko untuk saya untuk saya terangkan gitu. Jadi ya saya SK jadi saya bayangkan kalau dipanggil lagi pemeriksaan sebaiknya bukan di Subdit keamanan negara ya Mas Bambang ya iya tapi dipanggilnya di ee Dir Krim umum atau Dir Krimsus dan harus ada ahli digital forensik juga gini Mas ee kawan-kawan di kepolisian ini kan benar sampaikan Bang Rismon tadi dia tidak menguasai semuanya gitu pasti Pak penyidik pas dengan kapasitas ya mohon maaf ee ee pendidikan yang terbatas ee tentu juga tidak memahami banyak aspek hukum gitu loh. Bagaimana penyidik itu bisa e paham ee dengan pasal-pasal yang sekian ratus tidak bisa memahami semuanya gitu loh. Ee tafsirnya tafsirnya bisa banyak gitu. Itu yang menjadi problem gitu. Lantas apa sebaiknya langkah penegakan hukum yang paling gitu dalam masalah ijazah palsu dulu deh. Hm. sebaiknya Polri melakukan apa ya? Ee Polri saat ini ee prematur ya ee menyampaikan penghentian penyelidikan seharusnya kenapa Mas ya belum belum waktunya dan bukan ranah kepolisian untuk mengatakan bahwa itu asli atau palsu seperti itu. Biarkanlah ee pengadilan yang bisa mengujinya itu seharusnya ikuti aturan sesuai KUHAP. lemparkan SPDP itu ke kejaksaan sudah PORI akan aman gitu. Ee biarlah nanti kejaksaan yang melemparkan pengadilan itu yang mengujinya. Ee bahkan kalau saya mendengar kemarin dari ee Ketua Harian Komolas Pak Arif ee terkait dengan penghentian penyelidikan ini gelar perkaranya juga belum dilakukan. itu enggak tahu e ya maksud saya gelar perkara yang ee apa ee yang mendatangkan para ee pelapor maupun terlapor itu belum dilakukan gitu loh. Itu kan menjadi menyedihkan bagaimana ee sebuah kasus yang belum digelar kemudian ee dihentikan penyelidikannya gitu. Ini ini menjadi masalah gitu karena kasus-kasus seperti ini kan banyak dan kasus penghentian penyelidikan ini menjadi preseden Mas karena kasus-kasus yang lainnya banyak. Kasus-kasus pidana umum, pidana khusus, pidana ekonomi, banyak yang dihentikan hanya karena subjektivitas oleh kepolisian. Ini membahayakan. Subjektivitas kepolisian. Iya. Kok saya agak ngilu subjektif maksudnya subjektivitas penyidik ya? Tapi kok saya agak ngilu yang mendengar kalimat itu di subjektivitas penyidik. Mereka sudah menempuh pendidikan. Ada wasidik, ada pimpinan, ada kompolnes. Faktanya tidak seperti itu, Mas. Maksudnya faktanya di di lapangan tidak seperti itu. Bahkan atasan itu seringki diatur oleh penyelidik di bawah gitu. Mereka tidak paham, tidak paham kasus per kasus. Kasus yang masuk di kepolisian itu sangat banyak gitu. Dan yang pintu masuk pertama kali yang melaksanakan adalah penyidik di lapangan gitu. Dan mereka ini ee saya melihat mereka ini yang malah menjadi raja-raja kecil. Tapi maaf nih Mas Bambang. Kita kan saya bukan bermaksud membuat kelas-kelas Polda ya, tapi kita perbincangkan saat ini adalah Polda Metro Jaya Mas Bambang. Polda Metro Jaya Mas hanya sekian rat meter dari Mabes Polri Mas. Benar. Benar benar Mas. Benar Mas Reza. Itu yang menyedihkan gitu loh. Ee saya ada kasus juga terkait itu. Sudah 4 tahun muter-muter ini klarifikasi klarifikasi klarifikasi lagi. Penyidiknya sama dirim umnya gunta ganti sudah hampir tiga kali ganti dirm um. ee Kasubdit-nya sudah ganti, penyidiknya tetap ganti. Ya, muter-muter terus di situ. Klarifikasi, klarifikasi, klarifikasi. Ya, seharusnya kalau sudah ee padahal fakta-fakta terkait apa ee alat bukti sudah cukup terlapor tidak dimintai alat bukti, hanya klarifikasi saja hampir sama seperti kasus e ijazah ini gitu loh. Ee terlapor tidak dimintai alat bukti gitu. Alat bukti kan kalau terkait dengan ijazah itu kan harus ijazah asli. Nih alat buktinya kan seperti itu. Iya, Mas Bapak. Masih ingat tidak sekian tahun silam H Susilo Bambang Yudoyono, waktu itu masih jadi presiden bahkan datang ke Polda Metro Jaya dan membuat laporan kan terkait dengan ya ee isu keluarga atau semacam itulah. Itu itu bagaimana akhir dari laporan SB waktu itu seperti apa ya? Berhenti. Berhenti. Berhenti juga tidak sampai ke persidangan. Tidak sampai ke persidangan. Kenapa bisa berhenti? Ya, saat itu kalau tidak salah Pak SB mencabut lagi bukan karena kurang alat bukti, bukan karena oh ini bukan pidana, tapi karena si pelapor sendiri yang mencabut. Iya. Ee tidak mempermasalahkan lagi gitu loh. Kenapa sih, Mas, ada warga negara yang melapor mencabut? Kalau ee ya kadang-kadang ada inisiatif, sudah ini tidak menjadi masalah bagi saya. H inisiatif seperti itu. Ee kadang-kadang tidak dicabut, sudah biarkan saja. H tidak perlu tidak perlu diteruskan apalagi ini terkait dengan ee penguasa kan seperti itu. Iya. Waktu itu masih jadi presiden. Masih jadi presiden. Sudah gak usah diteruskan sudah selesai Mas. Tapi kalau masyarakat umum apakah bisa mengatur polisi seperti itu? Sulit. Ah tidak mungkin. Enggak mungkin, malah tidak mungkin gitu loh yang ee yang mungkin hanya meminta-minta, memohon-mohon kepada ee Bang mohon tolonglah bantu kasus saya ini diselesaikan. Mungkin tidak dari pihak kepolisian akhirnya menyampaikan ke Jokowi, “Pak, cabut sajalah, Pak.” Seharusnya bisa memberikan bisa memberikan saran seperti itu. Itu bukan kurang ajar itu mengatakan itu ya kepolisian ini lembaga negara ya. Kalau Mas Harisa tadi bilang ee penyidiknya mampu, mereka banyak apa e pendidikannya sudah sangat tinggi. Seharusnya memberikan advice kepada ee mantan pimpinan negara ya bisa saja tidak salah dan dia yang menguasai terkait dengan tindak pidana. Tapi kalau seandainya Jokowi mengatakan lanjut ya lanjut. Hm. Walaupun walaupun Jokowi berapa hari lalu mengatakan kasihan kasihan kalau berlanjut proses hukum kasihan faktanya faktanya tetap aja kan tetap apa itu ee ee Pak Jokowi juga tidak menyelesaikan itu mencabut tidak mencabut kajian tapi tidak mencabut tidak mencabut sudah tapi belum Bang Ron I tidak adakah keinginan untuk mengembalikan keamanan negara ini dengan cara ya minta maaflah penyelesaian secara kekeluargaanlah orang Timur sesama orang timur apa kaitannya dengan keamanan negara Mas Subdit keamanan negara Bang Rismon dipanggil oleh subdit keamanan negara yang lain juga dalam kasus ini kan ya kita saya enggak paham itu, Bang Keamanan negara kaitannya dengan apa. Cuma ya memang ini tidak saya prediksi. Saya menganalisa apapun di kanal YouTube saya. Bukan menyasar Pak Jokowi saja, keluarganya saja. Enggak. Kan semua kasus-kasus korupsi juga saya bahas, saya artikulasi ulang, saya resounding, gitu. Jadi enggak ada memang, nah kebetulan saja pas ini menggelinding sedemikian besar gitu loh. Jadi enggak ada harus Pak Jokowi yang kita sasar ini ayo gitu kan. Banyak kasus Vina Cirebon KM50. Saya sebentar, Bang. Saya ingat ee apa eh dulu ada buku mati ketawa acara Rusia kan salah satu anekdot di situ kan gitu. Ee kenapa salah satu apa ee tokoh di situ ketika ditangkap karena membocorkan rahasia negara Bang Risman ini membocorkan rahasia negara gitu loh. Ini ini mungkin itu lebih tepatnya. Tetapi yang getting war saat ini adalah bagaimana Dirtipidum ketika membacakan itu tidak menjawab pertanyaan publik. Sesungguhnya yang diinginkan adalah authenticity test, uji keaslian terhadap dokumen, ijazah, skripsi, dan dokumen akademik yang lain di UGM. Tetapi yang dilakukan adalah uji keidentikan. Itu kan uji keidentikan tidak menjawab sama sekali. Isu awalnya itu adalah keaslian, autenticity, keautentikan. Kalau kita bicara tentang keaotentikan, maka kita masuk lebih dalam ke bahan. Kapan bahan itu dibuat? periode waktu prediksi waktu dibuatnya kertas lembar pengesahan skripsi itu tahun-an tahun berapa ada kromatografi, makroskopi dan lainnya dan lainnya untuk e paper dating sama indating analisis itu kenapa tidak disampaikan dikunci dulu ya pada saat semua berkas yang kami uji dan ditampilkan di mejanya itu bahwa periodisasi pembuatan dokumen tepat ketika Pak Jokowi mengikuti proses akademik duame dikunci dulu itu, Bang. Semua Bang, di kantor mana itu? Ijazah segala macam dokumen itu harus dibentangkan tuh di kantor mana? Pada saat konvers lah seperti biasanya mereka konvers tentang tindak pidana atau apapun yang kan ini kita berbicara tentang laboratorium forensik. Busuk hatinya saya mengatakan begini nih. Kalaupun adalah ijazah dibentangkan saat konferensi pers yang namanya Rismanipar pasti akan mempersoalkan lagi. Siapa bisa jamin? itu ijazah yang diletakkan di atas meja itu asli. Jangan-jangan ijazah cetakan jalan pramuka. Ada saja sonarisme ini mencari-cari cara untuk merendahkan. Bukannya tugas peneliti adalah mencerdaskan publik, bukan menjadi penjilet, Bang. Tetap memakai akal waras kita. Sekarang pertanyaannya, Bang, kalau memang benar dokumen tersebut otentik, kenapa enggak disajikan hanya dalam bentuk proyektor? Nah, lagi-lagi akhirnya saya analisa karena di hanya ditampilkan dalam proyektor kenapa sejumlah dokumen itu masih sangat putih untuk usia 40 tahun. Seperti kertas modern yang memiliki optical brighteners, pencerah, pemutih. Kenapa usianya 40 tahun? 40 iya 40 tahun ya. Ya, 40 tahun sekian. Itu masih seputih itu. Dukum-dokumen pembayaran SPP lah segala macam. menguning gitu tidak mengun tidak menguning. Ada senyawa kimia namanya lignin. Lnin itu semakin tinggi ligninnya maka dia semakin menguning, berdekomposisi, mengurai, jamur segala macam. Kenapa itu enggak dikunci? Pertama kunci dulu semua dokumen, kertas, tinta. Setelah kami uji fisika, kimia, maka itu semua otentik berdasarkan tahun sekian. sesuai dengan periode Pak Jokowi mengikuti akademinya itu enggak dikunci. Tiba-tiba uji keidentikan identik. Ya, kalau yang dibuat tahun 2000-an sama tahun 2000-an ya identiklah. Bisa tidak? Kalau saya katakan begini, seburuk-burukalah hasil kerja pusap for apa-apa yang dinilai negatif oleh Bang Rismon itu sebatas kelalaian saja, kekhilafan saja dari puslapor bahwa mereka tidak sampai ke sana. Cukup dong kita sebut khilaf. Abang kan sebagai psikolog juga punya tools, metode, prosedur. Maka outputnya, keluarannya ada kan, Bang? setiap metode saentifik itu ada. Cuma sekarang pertanyaannya tadi, Bang, metode apa enggak dijelaskan? Prosedur apa tidak dijelaskan? Nama metode spesifik, prosedur spesifik, output spesifik, ya. Tiba-tiba uji keidentikan dilakukan untuk menjawab keaslian. Tidak dijelaskannya hal itu semua dimaknai apa oleh Bang Risma? Ya, dimaknai bahwa terutama dengan tidak ditampilkan berkas-berkas itu hanya dalam digital ya something missing, something behind, something yang disembunyikan gitu loh. Disembunyikan. Yes. Something manipulasi. Duaan saya. Kenapa? Ini kasus abang catat itu Jessica V Cirebon, Sambo, KM50 itu bau busuk di mata publik. Maka publik distinggi sekali. Ketika Anda mengatakan, “Oh, ini jasa Pak Jokowi asli. Tetapi yang ditampilkan versi digital itu pun jauh dari jarak kamera, terdistorsi, translasi. Bagaimana kita teryakinkan publik itu ini serius nih, Pak. Ini serius begini gini ini jadi serius nih. Kata manipulasi yang disebut B itu berimplikasi sangat serius. Iya dugaan masih sih. Tetapi kalau ini Jessica enggak dugaan nih ini 1 miliar triliun juta persen. Oke. Absen satu-satu. Dalam kasus manipulasi bukan dugaan lagi. Yes. Itu simpulan. Iya. Dalam kasus KM 50 R miliar triliun% juga itu manipulasi bukan dugaan loh itu saya baca di keputusan pengadilan Bang KM50 sambo. Eh, Sabu kita tahu ya. Iya. Vina Eki Cirebon 1 juta triliun pers bahwa SMS ekstraksi SMS 22 14 10 kenapa enggak dipakai dalam rekadegan?ini adakah kemungkinan ini sebatas masalah generasi ilmu pengetahuan, generasi metode untuk apa? Ada metode zaman dulu, ada metode zaman sekarang. Pus Lafor Serbon 2016 itu dulu ya, Bang? 2016. Iya. Kalau menurut saya dulu itu di bawah 2000-an. Kalau dulu 2016 bahwa teknologi forensik mereka saja sudah pakai buatan Israel. Apalagi yang bilang dulu itu mahal teknologi forensik. Nah, itulah hasil ekstraksi SMS dari HP almarhum Vina korban sendiri. Enggak. Dan itu enggak dipakai dalam reka adegan. Apakah hasil reka adegan itu benar menjadi benar? Ya salah. Mereka rekonstruksi kejadian 2115 sampai 2230. Kejadian SMS di tengah-tengah periode waktu itu enggak dijadikan rujukan untuk RKAN. Itu kan manipulasi. Iya. Dan itu saya sudah saya ungkapkan enggak diterima juga. Tapi kalau kemudian dikatakan pus lap for Polri melakukan manipulasi tujuannya apa? Itu kan berarti mengacaukan mereka diri mereka sendiri kalau disebut manipulasi. Kalau tujuan bukan pertanyaan untuk peneliti, tujuan mereka dan Tuhan yang tahu. Itu persisnya, Bang. Tuhan atau Tuhan? Tuhan. Oh, Tuhan. Saya Tuhan tadi sama ketika kasus Jessica. Siapa sih Jessica? Kenapa dimanipulasi? Kok tanya saya? Saya hanya memberikan bukti bahwa ini manipulasi. Kalau masalah mutip ya Titok Karnavian Krishna Murti lah yang tahu sama Tuhan. Wah, itu juga yang jadi dasar pemikiran saya. Vina, maaf kan kita kayak orang kita juga kan. Kita-kita ini kan K Viki kan seperti kita enggak ada bedanya. Kenapa harus dilakukan manipulasi dalam proses penyidikannya dua tiga KM 50 laskar FPI? Sama kayak orang kita orang biasa juga. Tujuan manipulasinya apa? Kalau dalam kasus sambo. Okelah kita tahu sambo. Demikian pula dalam kasus Jokowi. Kalau puslafor dikatakan melakukan manipulasi terkait dengan pemeriksaan ijazah palsu. Tujuannya apa? Apa Bang? Kalau seperti yang sering kali Mas Risa sampaikan, code of conduct kan. Iya, kasus final seperti itu. E mereka tidak ingin aibnya terbongkar sendiri gitu loh. Makanya ee terus ee kebohongan itu ditutupi oleh kebohongan-kebohongan lain seperti itu. Kok jadi kesannya obstruction of justice justru dilakukan oleh lembaga penegakan hukum itu sendiri? Iya. faktanya seperti itu. Kemarin beberapa minggu kemarin kita bahas soal ee Hendra Kurniawan, Mas. Hendra Kurniawan yang melakukan obstruction of justice kemudian dianulir sudah di PTDH. Kenapa gitu loh. Ada apa dengan ee kawan-kawan kepolisian? Apakah takut Indra Kurniawan membongkar kasusnya Ismail Bolong lagi? Ya seperti itu kan? Hm. Kan seperti itu yang seringkiali terjadi dan itu ee dirasakan oleh masyarakat gitu loh. Makanya masyarakat mengalami distras pada kepolisian. Apun yang dilakukan pilihan, Mas. Tidak punya pilihan, Mas. Ada dong dibubarkan kepolisian bentuk kembali. Kenapa negara lain Georgia bisa melakukan bukan membubarkan itu memotong e Bang Rismon membubarkan dan membentuk kembali enggak bisa. Bukan, bukan, bukan, bukan membubarkan. Dia memecat 30 e personil itu bisa Georgia, bukan Georgia dibentuk kembali, Bang. Dipecat dulu. Dipecat dulu kan? Dipecat dulu. Iya, baru itu dibentuk. Tapi kepolisiannya kan tetap tetap institusi kepolisian tetap tetap dib semua diganti personilnya semua gitu loh, Pak. itu itu bisa Pak Prabowo tolong dilakukan political presiden kalau seperti itu. Sementara ini apa yang bisa dilakukan? Sederhana ganti dulu Pak Kapolrinya itu mungkin akan membuat refresh. Ganti dulu Kapolri. Iyalah Pak Prabowo sudah menyampaikan 100 hatinya Bang Gre senang juga ganti 100 hari pemerintahan Pak Presiden. Pak Presiden sudah bisa menyampaikan itu terai-ramai terkait dengan judi online. Ee saat itu ee Pak Kapori bilang ke ee apa DPR kalau ada uang masuk ke rekening saya, saya siap dicopot. Seharusnya kan tidak seperti itu. Kalau terbukti loh seharusnya kalau 100 hari ke depan tidak bisa menyelesaikan judi online, saya mengundurkan diri itu lebih gentle. Saya sampaikan di sini saya sampaikan forum ini juga. Tapi faktanya kan sampai sekarang judi online masih terus. Artinya apa? Memang harus ada refreshing lah di kepolisian gitu. Dalam penanganan kasus ijazah palsu. Kalau tadi Bang Haris menggunakan kata manipulasi, Mas Bambang punya dong kosakata yang lebih lembut daripada manipulasi. I kalau manipulasi kan seperti terencana jahat. Ya enggak enggak yang bisa masa si lembaga penegakan hukum punya rencana pikiran jahat itu itu kasus Jessica Vina Cirebon Kem 50 Sambo. Sambo terutama yang sudah putus di pengadilan kan benar manipulasi polisi sebelumnya tembak-menembak pengadilan enggak terbukti terus yang mengatakan tembak-menembak kan Polres Jakarta Selatan Bang kan polisi juga itu memang oh itu Jakarta Selatan bukan polisian kami. Kan bukan gitu ya itu untuk melindungi Sambo. Iya clear. Tapi dalam hukum Bang Rismo kita tidak boleh pakai analogi. Anggaplah dalam kasus Sambo ada situasi buruk. Polri saat itu sempat masuk dalam episode untuk melindungi Perdi Sambo. Lo kasus Jessica Wongso juga ada kan DPR Komisi 3 mengatakan Marga Pjaitan itu bilang pertaruhan Titok Karnavian menjadi Kapolri. Itu kasus Jessica Wongso ada di beritanya. Kalau hari ini tanda petik membela Jokowi apa untungnya, Mas Bambang? Itulah yang menjadi pertanyaan saya juga. Apa untungnya PORI itu? Artinya segala sangkaan busuk hati beliau ini enggak ilmiah, Bang. Ilmiah, bukan busuk hati. Loh, kan tadi menyebut Polri ini manipulasi kan bukti-bukti ini loh. Bukti ilmiah semua ini. Ilmiah. Iya. Kalau kok busuk hati ini ilmiah based on science. Sence itu nothing personal. Enggak ada kebusukan di situ. Kebusukan ilmiah lah. Enggak enggak enggak enggak. E ilmiah itu selalu objektif normalitasnya, aturannya dan siap untuk ditantang debat. Makanya saya bilang pihaknya Pak Jokowi, ayo kita adakan seminar semua kita debat ahlinya dari Pak Jokowi. Ayo itu saya pertanya kalau saya melihat gini ee kasus ini kan apa ee apa memakan energi publik yang sangat besar kan. Iya. PORI mengapa sih saya saya juga sama seperti pertanyaan Mas Risa, kenapa sih ke PORI ini kok seperti itu gitu loh kan. apa untungnya menutup-nutupi seperti itu? Apa untungnya sih ee ee ya lagi-lagi ee ini masih terkait dengan ee konflik kepentingan gitu. Konflik kepentingan itu bukan konflik kepentingan organisasi kok. Konflik kepentingan elit, elit kepolisian gitu loh di dalam kepolisian sendiri. Iya elit kepolisian dalam konflik pun pucuk elit siapa sih? Kan Kapori Mas. Tujuannya apa lewat kasus ini? Ya, berbaik-baiklah kepada Pak Jokowi. Kok enggak sebut berbaik-baiklah pada Pak Prabowo. Faktanya seperti itu. Kalau Pak ee Kapori ini berbaikbaik dengan pada Pak Prabowo, dia harus membangun citra yang positif terkait dengan kepolisian kita. Kalau ingin menjaga marwah Pak Prabowo loh. Tapi faktanya kan tidak. Ini kasus ini molor terus, muter-muter terus capek. Mas Bambang mensinyalir ada katakanlah kompetisi di internal polri bahkan dilapis elite Polri untuk mengincar posisi Kapolri begitu. Ya, kompetisi itu adalah lumrah. Tapi saat ini itu tidak ada. Masih ee yang pegang tetap Pak Listio Kapori semuanya. ee sampai terak TR kemarin ee pergantian ee apa promosi dan pergantian ee jabatan. Kalau jalan berpikiran seperti itu memang dugaan saya sejak awal obrolan kita adalah ya tinggal menunggu waktu ya sampai Bang Rismon, Mas Roy, drter Tifa ditersangkakan. Diterangkakan hanya tinggal menunggu waktu ya. Iya, kalau seperti itu. He. Dan dan saya tidak kalau menurut saya tidak menjadi masalah ditersangkakan dan itu adalah arena uji-ujinya di situ gitu. Yang menjadi permasalahan nanti ee ketika ee apa kepolisian ini menangkap h menahan ep dan kawan-kawan keamanan negara. Keamanan negara. Kalau ditersangkakan sih tidak menjadi masalah kan. Iya. Itu yang menjadi belent. He belum tentu ditahan. Kalau tersangka belum tentu ditahan. Tapi kalau tersangka keamanan negara, He. Serius ini sudah bicara apa ke istri? Sudah bicara. Oh, sudah. Justru dia yang sebenarnya mengagitasi saya untuk membahas hal-hal seperti ini yang sangat sensitif dan itu untuk menjawab publik gitu loh. Bahkan mulai dari kasus Jessica, saya seorang penulis programmer, saya lebih sibuk dengan diri saya sendiri, individualis. Tapi istri saya sendiri yang menekan, “Untuk apa ilmumu kalau cuma untuk komunitas terbatas?” Memang apa kepentingan istri mendorong-dorong suaminya untuk mengorek-ngorek masa ijazah palsu Jokowi? Apa kepentingan istri? Kepentingan dia adalah mau nyalek 202. Jauh sekali, Bang. Kepentingan dia punya tulang kakak adik yang tewas di Ambarawa. Pahlawan. Dia turunan pahlawan. H. He. Jadi dia keluarganya investasi besar terhadap republik ini. Dia ingin Indonesia ini maju gitu loh. Ini turunan pahlawan dua orang nyawa dari keluarganya harus tewas di Ambarawa dan itu harga yang mahal. Dengan semangat itulah istri mendorong-dorong Bang Rismon untuk juga jadi pahlawan. Bukan. Saya seorang individualis praktikalis tetapi saya akhirnya memahami nilai itu meskipun nilai itu enggak ada pada saya. He ya. Ternyata ada nilai bahwa kadang-kadang kita individualis untuk direkt sendiri mengejar kumu menjadi profesor, menjadi ini, menjadi itu, menulis buku sebanyak mungkin. Tetapi ada s ada ada persimpangan bahwa ada turning point dalam hidup kita bahwa ilmu yang kita pelajari selama puluhan tahun itu kita pakai untuk bersuara, untuk mengembangkan demokrasi di Indonesia. Bahwa publik harus terbiasa mendengar pertentangan ilmiah di ruang-ruang publik. Ini perkiraan saya berani ngomong keras begini. karena belum pernah kena batunya. Ini bisa jadi. Tetapi kita lihat waktunya nanti. Saya tidak akan menyerah di pengadilan. Saya akan keras-kerasan membuktikan keilmiahan saya. Try me. Ini siapa sih musuh Bang Risman sebetulnya? Ya ini ini ini saya ingin menyuarakan ini bahwa mereka punya track record memanipulasi terus tiba-tiba jadi bersih. Okum ya enggak tahu ini kepala laboratorium komputer forensik Mabis Polri. Muhammad Nur Alazar paskir kata kasih kata Muhammad Nuh Alahazar ya depannya kasih oknum kombes bukan oknum itu kepala laboratorium komputer forensik saat itu 2016 pangkatnya AKBP sekarang Kombes seharusnya diapakan ya di penjara seumur hidup Nusaambangan kok enak sekali seorang anak manusia di pidana 20 tahun diotak-atik dengan ired shop software gratisan dikabur-kaburkan sehingga menggirim persepsi hakim dan publik padahal video CCTV-nya tajam ya cukup dong dong. Kalau misalnya mau mempersoalkan siapa tadi namanya? Muhammad Nalazar, Kombes, Tito Karnavian, mantan Kapolri, Krishna Murti, Dirjen apa itu di Hupintar masih aktif itu ya? Kok melebar ke sana-sana gitu loh. Inilah bahwa mereka punya cacat manipulasi, Bang. Mereka berhutang budi untuk memperbaiki ini. Minta maaf sama rakyat kepolisian Indonesia. Pak Prabowo suruh minta maaf kepolisian itu. Kalau minta maaf selesai bukan ya? Di penjara semua yang terlibat ada pertanggungjawaban ya. Ada pertanggungjawaban. Publik harus tahu ini, Bang. Dan saya harus bersuara. Tapi, tapi sebenarnya tidak realistis, ya. Kok tidak realistis? Pahlawan kita dulu juga melihat senjata api begini-begini pakai bambu runcing. Realistis, Bang. Lah ini zaman dulu loh. Zaman sekarang jugalah harus kita gelorakan hal seperti itu. Daripada jadi pengecut, teman-teman saya di kampus banyak saya ajak setuju sama saya tetapi memilih bungkam pengecut, takut enggak gajian, takut enggak dapat tukin, takut enggak dapat Serdos. pengecut. Ya sudah, ilmumu di situ aja. Pernah tidak sih di diorintimidasi orang? Perikiran saya belum pernah ini. Makanya berani galak begini. Maksudnya diancam di bini ya itulah semacam ya kan dua kali sudah ada di media itu mobil dirusak pancas sebelah kiri sebelah kanan juga disayat dua-dua ban sebelah kanan itu bagian dari resiko. Lapor ke polisi enggak waktu itu? H berpikir ya dijahati orang kok tidak lapor ke polisi kenapa? Iya harusnya dilaporkan tapi saya memilih untuk merahsiakan posisi saya. Hm. Heeh. Karena itu lebih penting daripada itu posisi itu maksudnya lokasi saya. Ah polisi kan pasti tahu siapapun seorang seris polisi belum mendeklarasikan secara publik kan. Kalau itu saya laporkan terus jadi berita posisinya di mana ininya di mana. Itu kan jadi berita publik. tahu di mana saya di era sekarang malah keterbukaan itu adalah kekuatan kita. Menurut saya seperti itu, Bang Ris. Makanya laporan kepada kepolisian itu penting. Kalau ada apa-apa dengan Bang Risbon, ya kepolisian harus bertanggung jawablah. Dia sebagai pelindung semua warga negara kan. Iya. Sebagai pelindung pengayang pelayan masyarakat harus saya katakan tadi itu Mas B pada akhirnya kita tetap tidak punya pilihan kan dalam situasi tanda petik berbahaya yang beliau hadapi pun tetap harus lapor polisi kan. Ya, secara normatif seperti itu harus harus dilakukan. Ke mana lagi dan itu adalah kewajiban kepolisian. Tanggung jawab itu harus di dimintakan pada kepolisian gitu loh. Kalau kalau tidak tidak ada laporan ya dianggap tidak ada apa-apa, tidak ada yang membahayakan bank Rismon seperti itu. Konstruksinya sudah sangat sempurna untuk maaf kata nih Bang Rismon untuk memenjarakan seorang Rismon Sianipar. Masa sih? Sesempurna apa, Bang? laporan TPUA terkait dengan ijazah palsu Jokowi kan sudah terbantahkan sedang diminta loh gelar perkara khusus sabar sudah terpatahkan ketika Polda Metro Jaya mengadakan pres eh conference eh dan mengatakan bahwa menyimpulkan bahwa ijazah asli no case kan laporan TPU belum ditolak dong belum kenapa belum penyelidikan itu hanya awal dari penyidikan dan ini baru penyelidikan penyelidikan yang dihentikan Hanya saja kepolisian ini aneh. Di zamannya Pak Tito itu Pak Tito mengeluarkan surat edaran 7 tahun 2018 terkait dengan SP2 Lit, surat pemberhentian penyelidikan. Itu ini tidak diatur dalam KUHAB dan ngacau gitu loh. Ee artinya apa? tidak ada mekanisme kontrol dan akuntabilitas terkait dengan penyidikan gitu loh. Makanya e apa yang ee apa yang dilakukan oleh kepolisian terkait ini menghentikan penyelidikan ini prematur gitu. Maka harus ada upaya lagi untuk apa ee melakukan penyelidikan ulang itu bisa dilakukan dan harus dimulai dengan sprindik SPDP surat ee yang ditembuskan kepada kejaksaan sesuai KUHAP seperti itu, Mas. Faktanya di Indonesia puslap for kan hanya dimiliki oleh Mabes Polri, Mas Bambang. Jadi kalaupun gagasan atau pemikiran Mas Bambang tadi mau direalisasikan dilakukan uji ulang terhadap apa yang disebut sebagai ijazah itu. Enggak. Enggak. Gini maksud saya gini ee uji ulang ini ini adalah proses penyelidikannya gitu loh. Ee tapi kepolisian tidak bisa apa ee memutuskan bahwa itu asli atau tidak. yang disampaikan kemarin pun enggak seperti itu. Identik saja bukan otentik kan seperti itu. Artinya apa? Yang menguji ini biarlah pihak lain pengadilan gitu loh. Ee makanya SPDP itu wajib dilakukan oleh kepolisian. Surat perintah dimulainya penyelidikan yang ditembuskan kepada kejaksaan itulah yang nanti akan menguji. Kalau seperti itu nanti ee gagal yang muncul adalah SP3 surat pemberhentian penyidikan. Kan seperti itu, Mas. pengujian itu baru nanti di ee apa ee yang ee pihak pelapor bisa melakukan praadilan bila tidak sesuai. Kalau seperti sekarang kan tidak bisa melakukan apa-apa. Pengujian dari sisi hukum saya paham sekarang Mas Bambang seperti Mas Bambang ceritakan barusan tapi dari sisi pengujian saentifik Bang Rismon mau dilakukan di mana lagi? Kan cuma ada satu pus. Abang ini enggak enggak mengenal bahwa kebenaran ilmiah itu tanpa mengenal batas negara. Jadi, ya hakim juga harus memutuskan bahwa memang kalau ada keraguan publik dari laboratorium ee forensik bares krim ya buat produk hukum, buat sesekali bagaimana laboratorium forensik itu dichallenge oleh pihak lain, negara lain atau lembaga-lembaga lain, ahli-ahli independen. Karena itu kebenaran ilmiah itu tidak milik Bares Krim. Dia tidak mengenal batas negara. Juri Prudes si apa itu? apalah istilah hukumnya batas negara, batas hukum dia bisa diuji bahkan di galaksi manapun. Ya, kayak kasus ee Josua kapan hari ketika apa ee uji forensik ulang kan eksumasi eksumasi kan bisa menggunakan e pihak lain ada ada kampus yang diajak bisa saja seperti itu. Saya teringat kasus OJ Simpson H itu kan barang bukti sudah diuji oleh pihak penyidik H tapi oleh penasihat hukum OJ Simpson dikatakan ini compromised, contaminated dan corrupted. Untung enggak dibilang manipulated ya. bisa sampai sempit. Tapi akhirnya hakim yakin loh bahwa sekali lagi ternyata kerja polisi dalam kasus J Simpson adalah compromise, contaminated, terkontaminasi, dan corrupted, korupt. Ya, sama aja L itu manipulated ya kan? Jadi makanya saya bilang, kenapa enggak hakim tertantang untuk memenuhi keinginan publik yang ratusan juta ini untuk memberikan kesempatan kepada pihak lain menguji? Karena itu kebenaran ilmiah itu enggak sepihak, enggak absolut. Kalau Anda tidak ada manipulasi dan hasil Anda bisa dipertanggungjawabkan, maka siap dihadapkan di ruang terang untuk diperdebatkan, di dienge, diuji lagi pihak lain. Hakim harus belajar itu. Bahwa kebenaran absolut tidak dimiliki oleh institusi kepolisian, kebenaran ilmiah loh. Ya, agar hakim mengeluarkan putusan sedemikian rupa, maka proses hukum ini harus berlanjut sampai ke persidangan. Artinya, seorang responsian siap didudukkan di kursi terdakwa. dan Pak Jokowi membawa bukti-buktinya secara langsung ke pengadilan dan menjelaskan proses akademik yang dilaluinya. Tidak lagi produk digital ya, harus fisik, analog, semua berkasnya yang dari UGM juga dibawa, SMPP 40 juga harus dibawa dan harus didudukkan dan kita uji bersama. Siap enggak, Pak? Cukup tidak cukup penyelesaian di luar ruang persidangan restorative justice jabat tangan selesai kasus ber ini sebenarnya pertanyaan publik bukan masalah respon harus berdamai dengan Jokowi Bang harus berdamai harus teryakinkan bahwa ijazah Pak Jokowi presiden dua periode itu asli kan begitu Bang ini bukan it’s not about Roy Suryoo Rismon Tifa versus Jokowi ini about Jokowi dengan rakyat yang pernah memilihnya meskipun debitable tidak semua rakyat. Iya, tetapi kan jutaan rakyat sekarang menuntut Pak Jokowi berutang budi untuk menunjukkan ini. Apa sih susahnya? Itu bukan saya versus Jokowi Roy dr versus Jokowi. Daripada mempersoalkan selembar ijazah, kenapa kita tidak mengenang-menang Jokowi dengan segala macam catatan positifnya? Infrastruktur yang dibangun besar-besaran. Itu bukan domain kajian saya, Bang. Itu kan kebijakan publik. Adalah yang memuji-muji Pak Jokowi di bidang itu. Kalau ini bidang bidang saya yang spesifik. Saya mempelajari pattern digital sejak Bang Rison. Apa sih Bang? Bayangkan andaikan kita berandai-andai anggapan Bang Risman bahwa ijazah itu palsu. Ternyata memang palsu. Lalu apa? Mau diapakan? Itu bukan bidang saya, Bang. dampak hukumnya, dampak. Tapi sebagai seorang rakyat, apa yang sebetulnya Bang Rismon impikan? Bahwa saya impikan untuk pelajaran tahun 2029 atau tahun 2034 dan seterusnya sampai ribuan tahun Indonesia berdiri. Sebelum kalian mengatakan capres ini layak dipilih, periksa semua background-nya. Semua secara spesifik. Jangan cuma di depan meja. Oh, telepon UGM. Oh, ini asli ya? asli telepon ini karena apa? Kalau dari cuma UGM banyak universitas yang menjual beli ijazah dan palsu dan ditutup kasusnya di pilkada-pilkada loh banyak ya. Iya banyak. Mas Bambang apa yang kita akan peroleh manfaatnya dari berpeluh-peluh berbincang bekerja terkait dengan dugaan ijazah P? Saya setuju dengan yang disampaikan ee Bang Rismon meskipun saya juga setuju bahwa Bang Rismon juga dia akan ditersangkakan seperti itu kan. ee artinya bahwa ini bukan bukan persoalan personal Jokowi, tetapi adalah bagaimana kita ee bernegara itu dan kepolisian kemudian menjadi penegak hukum yang benar seperti itu. Itu saja sih, Mas. Dan harapannya kan ya semua orang 2000 saya seringkali menyampaikan karena kemarin saya juga ikut e dalam RPJ apa ee di BAPENAS ikut ee sebagai konsultan di RPJPM 2025-2245 kan yang ternyata juga tidak digunakan sampai sekarang. Artinya ee kita ee bareng-bareng membayangkan bahwa 2045 nanti ini negara kita benar-benar ee baik, polisinya ini benar-benar profesional ee semuanya tertata dengan ee bagus, tidak ada korupsi. Bayangan kita seperti itu. 20 tahun lagi umur kita berapa, Mas, ya? Seperti itu mungkin kita tidak tidak ada aktif di sini. Jadi, di balik selembar ijazah itu sesungguhnya ada pertanyaan besar tentang integritas kita sebagai sebuah bangsa. Benar. Pertanyaan besar tentang profesionalisme, otoritas penegakan hukum dan juga pertanyaan besar tentang kejujuran seorang Joko Widodo. Ini kita sedang membangun peradaban bangsa kita membangun peradaban lewat sebuah persoalan tentang ijazah palsu. Ijazah palsu sebatas sebuah gerbang untuk mempertanyakan sekali lagi integritas kita sebagai sebuah bangsa. Terima kasih Mas Bambang Rukminto, peneliti dari Institute for Security and Strategic Studies serta Bangism, ahli digital forensic. Mudah-mudahan tidak menjadi tersangka. Oh, itu kan risiko yang calcul. Oke, Pak Jokowi. Terima kasih, Mas. [Musik] Yeah.

Pemburu ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang juga merupakan ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar diberondong 97 pertanyaan oleh penyelidik Polda Metro Jaya.

Kata Rismon, penyelidik menanyakan sejumlah hal berkaitan dengan metode ilmiah yang ia gunakan untuk mengkaji lembar ijazah S1 Jokowi.

Sekalipun polisi menyebut ijazah Jokowi asli, Rismon tak patah arang untuk membuktikan pandangannya bahwa ijazah Jokowi palsu.

Rismon mengaku sudah siap ditetapkan sebagai tersangka, dan menantang Presiden Jokowi untuk membuktikannya di persidangan.

Apa landasan yang membuat Rismon yakin bahwa ijazah Jokowi palsu? Apa pandangan dia soal polisi yang menyebut ijazah Jokowi asli? Bagaimana langkah Rismon dalam menghadapi laporan mantan Presiden tersebut?

Podcast Madilog Forum Keadilan berikut ini mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara mendalam langsung dari sumbernya.*

Host: Reza Indragiri – Pakar Psikologi Forensik
Narasumber:
• Rismon Sianipar – Pakar Digital Forensik
• Bambang Rukminto – Pengamat Kepolisian Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)

Dapatkan informasi terkini isu-isu hukum dan politik di Indonesia dengan Forum Keadilan. Download aplikasinya sekarang!
Playstore https://tinyurl.com/forumkeadilanplaystore
AppStore https://tinyurl.com/forumkeadilanapps
Portal https://forumkeadilan.com/

Apakah Anda peduli dengan isu-isu keadilan sosial dan ingin berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif? Forum Keadilan adalah tempat yang tepat untuk Anda! Ikuti kami sekarang di:
YouTube https://www.youtube.com/@forumkeadilanTV
Instagram https://www.instagram.com/forumkeadilantv
FB https://www.facebook.com/forumkeadilandotcom
Tiktok https://www.tiktok.com/@forumkeadilantv

#rismonsianipar #ijazahjokowi #jokowi #prabowo #laporanjokowi #bareskrimpolri #forensik #madilogpodcast #forumkeadilan #jokowidodo #poldametrojaya #rezaindragiri #bambangrukminto #isess #kontroversijokowi #beritapolitik #podcastpolitik #ijazahjokowi #kasusijazah #mabespolri #ugm #polri #kapolri #universitasgajahmada