BREAKING NEWS – Mentan Amran Sebut Ada Permainan di balik Stok Beras Melimpah tapi Harga Naik

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Hari ini kami ingin mencoba telaah ee tentang beras. Yang pertama kami sampaikan alhamdulillah stok kita sudah 4 juta tahun lebih, itu pada posisi sangat aman. Kemudian ada fenomena kemarin rilis bahwa harga naik. Benar. Ada yang baca? Baca ya. Kita harus bedah hari ini supaya ini jangan terulang. Jangan terulang. Nah, kita bedah perberasan hari ini sengaja kami undang supaya ini clear. Jangan ini bolak-balik, bolak-balik datanya nanti simpan siur. Yang pertama aku tanya teman-teman wartawan, kita gantian bertanya. Kalau harga di petani turun, menurut Anda harga di eceran naik apa turun? Turun. Turun. Turun. Turun. Kalau harga di petani naik, berarti harga di pasar naik. Pasar naik. Sepakat ya? Oke, kita buka sekarang ini dari Maret. Ada enggak? Poin. Poin tanya dari Maret ke April turun apa naik? Ini di warna kuning nih beras di penggilingan di petani. Oke, sekarang mana? Sekarang dari Maret naik apa turun? Mar eh dari Maret ke April ini turun turun. Setuju ya? dari April ke Mei turun apa naik? Turun. Turun. Setuju ya? Oke. Sekarang pertanyaan saya, kenapa dikatakan hari ini stok di Cipina kurang dan harga naik? Aku buka datanya lagi 3 tahun ternyata ada yang Anda kejar nanti. Kejar sampai sana termasuk satgas pangan ada. Ini harus luruskan. Jangan seenaknya kita menyampaikan ini bisa sebagai sabotase pemerintah, sabotase data karena ada kepentingan pribadi. Lihat ini. Ini 3 tahun mulai 3 tahun ini. Perhatikan ya. Pengeluaran. Pengeluaran perhatikan ini pengeluaran dari Cipinang. Pemasukan ini perhatikan ya. Coba dari 3 tahun lalu 2020 mana datanya? Munculkan 2020. Oke. Kenapa muncul sini? Gesergeser. Geser ke sana, Dek. Enggak kelihatan. Enggak kelihatan, Pak. Geser sana kamu, Rif. Belum belum siap ya katanya. Ayo. Ah, situ bisa dapat. Dapat ya. Coba jangan ini yang Januari 20 ya. Perhatikan ini supaya kita mengamati data yang benar. Itu tadi data BPS. Selesai ya. Ini datanya mereka. Food station Cipina. Ini pemasukan pengeluaran. Pengeluaran kita baca pemasukan pengeluaran berimbangan. Benar enggak? Terus jalan terus kebawa terus kebawa terus terus berimbang kan stoknya 27 30 27 30 nih tahun lalu. Terus ini stok diperhatikan juga ya 30 30 stok itu 30 dia posisi aman terus stok ini dipertikan 1 2 3 keluar masuk 30 40 ini bulan berapa? 21 terus terus saja terus saja sampai 2000 Januari 2025 baru percepat aja deh terus kenapa mundur lagi 2025 24 ini. Oh, stop stop stop 2024 mulai naikkan. Oke, 2025 masuk 2025. Ah, nih Januari 50. Banyak kan? Ini Januari benar enggak? 50 lebih tinggi dari 3 tahun sebelumnya atau 4 tahun sebelumnya? Ini kan 50 50 tinggi kan? Terus 46 naik lagi 48 terus naik 50 50 terus 56 stop di sini ini tadi 3.000 3.000 4.000 2.000 1.000 ini masuk akal enggak teman media masuk akal enggak ini 11.000 Ibu keluar 1 hari. Aneh kan? Aneh ya? Benar. Teman wartawan? Iya. Iya, Pak. Ya, selesai ini jawabannya kejar sana. Alasannya tadi Satgas sudah turun. Alasannya katanya oh salah hitung ee ee apa koreksi macam-macam alasannya. Baru statement kejar juga yang statement di sana. kejar direkturnya, cek ini. Ini enggak benar. BPS mengatakan artinya apa? Ada middlem yang mempermainkan. Inilah terkadang kita sebut mafia. Jangan mempermainkan kita setengah mati ini berproduksi. Kita setengah mati bantu petani. Tahu enggak ee uangnya petani? Lihat petani mendapatkan per bulan satu keluarga itu itu hanya 1 juta. R juta per bulan. Kerja bantin tulan di lapangan selama 3 bulan 4 bulan bekerja keras terus dipermainkan. Tahu enggak? Ini selesai ya? Clear ya. Ini ada 11.000 yang keluar gitu, Pak. Ya, hari diborong atau dibeli atau apa itu belum ketahuan. Lah tanya sana. Sudah ditanya enggak bisa jawab. Belum bisa dijawab Anda tambah tanya ke sana nanti. Jawabannya belum ketemu nih. Kemarin begitu mengatakan naik aku cek. Sekarang tidak ada lagi alasan. Dulu ada alasannya. Kalau stok gula kura impor. Paham? Ini dimainkan kalau stok kita tidak banyak apa yang terjadi? Pasti minta impor kan? Benar enggak? Apa? Mau minta impor dengan kondisi kita stok 4 juta ton dikeluarkan SPHP. Apa jawabannya tadi? Mana tadi yang ke sana diblending? Untuk diblending, Pak. Blending dengan untuk dicampur dengan lokal baru dijual mahal. Baru dijual ini kan ini kan enggak benar ini yang begini-begini. Oke. Terus ini saya sudah tunjukkan PPS tadi turun di grosir tahu. Lihat lagi harganya. Harganya di grosir tadi kembali. Clear ya. Harga di grosir. K mana SDM? Panggilkan saya SDM yang tadi. Siap. BPS. BPS nih harganya selisih antara ini dengan ini berapa? 2.000 2.000 per kilo. Kalau 5 ton 1 hektar berarti R juta ya. R jutaan. Petani cuma dapat satu petani 10 juta berarti dia dapat Rp3 juta kan? 0,3 hektar kan? Satu satu keluarga petani 3 juta, petani hanya dapat R1 juta. 1 juta per bulan bersih sampai 1,5 juta. Terus mereka memindahkan dari Jawa Barat, Jawa Timur masuk Jakarta dapatnya Rp3 juta per hektar. Adilkah itu? Sudah tidak adil data dipermainkan. Saya ulang ini kalau harga di tingkat penggilingan. Penggilingan itu identik petani. Kenapa? Berada di sawah itu turun berarti harusceran. Sepakat ya? Oke. Sudah ada pertanyaan. Jadi mulai dari pendapat ini. Inilah kami kerja keras Bapak Presiden perintahkan bantu petani. Bantu petani. Nah nanti ini yang 11.000 itu kejar. Tahu enggak? Kalau 11.000 bagi 10 berapa? 1000 1000 truk yang keluar 1 hari tiba-tiba mendadak tidak pernah terjadi selama 5 tahun. Menurut Bapak masuk akal enggak? Sudah. Ya sudah. Satgas sini Pak. Siap. Ini ke kepala Satgas dari Mabes. Kami minta di sana dicek. Dicek kebenarannya. Ini enggak boleh. Udah sudah hentikan yang ee perilaku-perilaku yang tidak baik. itu enggak. Dan sebagai informasi karena Anda datang, ah ini berita kedua dari kementerian ini mungkin kami umumkan ada yang bertindak ee tanda petik mungkin ya, bukan tanda petik sih, aku sudah pecat menipu, meminta uang internal 27 miliar. terealisasi 10 miliar kami sudah pecat. Ada juga nilainya 2 miliar kami copot direktur. Yang satunya mana? SDM panggil SDM. Ini kami sampaikan. Jadi bukan kami tegas yang bermitra dengan pertanian. Di dalam pun kami bersihkan. Saya ulangi, minta nilainya 27 miliar, terealisasi 10 miliar. Kami sudah pecat. Kemudian direkturnya serahkan penegak hukum sudah tersangka. Kemudian ada juga direktur dia ee menyalahgunakan kewenangan nilainya 2 miliar. Kami copot. dan kami proses hukum mereka. Oke. Mana biro? Oke. Ada pertanyaan? Minta ke siapa itu, Pak? 27 miliar minta ke yang ya yang ke mitra bahwa dia mendapatkan proyek dan dia bertanda tanda tangan palsu. Tolong kepada seluruh ee saudaraku, sahabat ee sahabatku tolong sampaikan ke publik yang bermitra dengan Kementerian Pertanian jangan percaya bahwa ada yang bisa menjadi ee jembatan atau calok di Kementerian Pertanan. Jangan pernah percaya. itu tidak benar. Kalau ada laporkan kepada saya pasti kami tindak dan kami sudah pecat. Kami panggil biro SDM kami sudah tanda tangan. Ada pertanyaan tes pangan kapan, Pak ee untuk kerja mulai hari ini. Hari ini ini ada orang sudah ada suspeknya, Pak. Oh, yang mana? Yang curigai. Oh, jangan masih butuh waktu. Anda pergi cari informasi di sana jangan begitu naik langsung supaya clear. Sudah clear ini masuk akal yang tadi sudah clear ya. Tapi teman-teman sementara itu oplosan atau apa sih, Pak? Kan sudah tanya ke sana kita investigasi. Ini harus diinvestigasi karena data BPS sudah rilis bahwa di pengecer turun. Kenapa? Eh, sori di penggilingan. Penggilingan itu identik dekat dengan petani di hulu. Kenapa di pengecer naik dan stok berkurang? Berkurang ada data anomali keluar 1 hari 11.000 ee ton. Tolong diklarifikasikan kita masih menganut praduga tak bersalah. Tak bersalah. Kita cek. Tapi kita cek. Kami minta Satgas Pangan dari Mabes Polri tindak lanjuti. Ibu Kepala Biro. Siap. yang kemarin yang meminta fee itu 27 miliar terealisasi 10 sudah dipecat. Sudah. Sudah. Oke. Tanya apa lagi? Bisa dielaborasikan enggak, Pak? Itu seperti apa, Pak? Motifnya awalnya, Pak, yang mana yang itu, Pak? Itu adalah menganggap bahwa bisa menang tender di Kementerian Pertanian kalau ee ee dia bayar di depan dan yang bersangkutan sudah bayar 10 miliar. Beratnya apa, Pak? Ini pengadaan. Iya, pengadaan yang besar-besarlah di pertanian ya. Nanti cari-carilah. Aku beritahu semua ee Pak Agus kalau beritanya cari juga ya. Jadi totalnya 27 dua kali 1 17 miliar kemudian 10 miliar. 10 miliar terealisasi. Kemudian 17-nya yang satu sudah tersangka, yang di bawahnya kami pecat. Inisialnya enggak tahu, Pak. Ini apa inisial? Lupa inisialnya. Ya, terci-cari baguslah kalau ada di bawah di bawah Dirjen apa? Kenapa di bawah Dirjen apa? Udah dibawa Kementerian Pertanian. Nanggung, Pak. Dikit, Pak. Amin. Ses apa enggak dibuka sedikit gitu, Pak, keterangannya atau apanya, Pak? Karena kan mungkin bisa jadi ee petunjuk juga. Takutnya ke depannya ada operasi-operasi yang sama gitu dengan gali orang yang sama juga bisa jadi kan gitu. Oh, enggak bisa. Sudah dipecat, sudah tersangka. Direkturnya tersangka yang ee di bawahnya sonilon 3 ya. Eh, staf apa yang satu es 3? Lompat itu sudah dipecat. Lompat ditulis lagi tidak di proses hukum. Hanya aja Pak. Apa enggak proses hukum lanjut semua dua-dua enggak boleh enggak boleh dikasih kompromisi ini harus bersih. Yang satu direktur nilainya 2 miliar ya lebih, Pak. Lebih. Suruhembalikan dicopot proses ekspor impor kaitannya enggak. Ya sudah, enggak apa-apa. You bertanya. Y enggak komentar soal rencana ekspor 24.000 ton beras itu ini kan ada ee beberapa asosiasi yang kemudian menyoroti sisa beras impor yang ada di Bulok gitu. Artinya langkah ekspor ini di Iya. Urusan urusannya Bulo tapi sudahlah yang jelas toh kita R juta tapi ini mengurangi penumpukan beras yang ada di blok atau seperti apa sih beras yang jadi gini daripada you pelintir nih aku tunjukkan data data blok ini supaya kita fair jangan dicubit sedikit dipelintir dikit nih aku tanya bulan Januari mana lebih tinggi pengadaan jangan cerita impor Ya, jangan cerita impor beras dalam negeri ini benar enggak? Iya kan? Sepakat ya. Sekarang Januari mana lebih besar? Ini 25 kan? Ini mana lebih besar? Sudah langsung saja ke sini turun dikit deh supaya kelihatan. Ini baru 1 bulan 2 3 4 5. Baru 5 bulan sudah 2,4 juta ton. Dulu ini 1 tahun 1,21 bahkan 900. Bagus enggak kinerja sekarang pemerintahan? Jadi bukan pertanian saja, kita semua termasuk wartawan ini masih ada yang berani pelintir ini 2,4 juta adalah beras dalam negeri. Oke, paham. Ini dulu itu hanya 1 juta ton. Sekarang baru 5 bulan sudah 2,4. Tinggi enggak? Naik sih. Hah? Naik sih. Naik. Jangan kecil suaranya. Naik besar. Naik sih. Naik sih. Naik sih. Iya kan kita masa you tidak sayang aku ini kerja keras naik banget. Sudah aku tunjukkan lagi yang 57 tahun supaya jangan dipelintir. Nih tanya yang you masih unek-unek selama ini nih. Gimana caranya? Dapat enggak nih? R juta ini nih pinggir ini. Aku mau tunjukkan pinggir bisa enggak geser ke sana. Ini stok kita R juta per detik ini. Rp4.52.000. Oke. Bisa enggak geser dikit? Bukan, bukan, bukan anunya. Oh, yang tayangannya. Tayangannya. Tayangannya. Ah, oke. Nih perhatikan ini 1,7. Benar enggak? Iya. Sisa beras mau impor mau dalam negeri terserah. Benar kan? 1,7 ini 1,7 ini 1,8 1,6 1,9 2 juta tapi tidak pernah Rp3 juta. Paham maksudku? Kan ada yang pelintir lagi ini juta, ini 1,8 tidak pernah Rp3 juta, ini 1,7 stok awal baru 5 bulan sudah R juta. Tinggi enggak? Nah, di sini selalu dipemikan yang kecil ya, yang 1,7 kan selalu ada stok akhir kan. Ini perda 2 juta ini 1,7 ini 1,7 ini 1,8 tapi tidak mencapai Rp3 juta kecuali pada saat 84. EMP ini 3 juta pada saat Pak Harto menghadap ee mendapatkan penghargaan dari EVA. Oke, clear ya. Jadi yang enggak usah dipesetkan peritanya. Siap. Oke. Bahwa Oh, kalau di sini R juta ah you benar atau di sini R juta you benar. Oke, masih ada pertanyaan, Pak? Tadi yang soal ada beras keluar 11.000 Ibu dalam 1 hari itu nanti penanganannya ke depan seperti apa, Pak? Kita cek satgas pangan yang cek ee ada tapinya tadi, tapi apaagi? Arahan Kementan sendiri buat ee penumpukan itu nanti diapain aja lah. Memang menumpuk karena kita stop. Tahu enggak ketidakpastian iklim sekarang? Dunia bukan Indonesia. Malaysia baru kami ketemu menterinya, Jepang baru kami ketemu menterinya. Datang pertama dalam sejarah Menteri Pertanian Jepang datang ke Indonesia. pertama dalam sejarah. Kemudian ee Argentina, kemudian Chili. Sekarang ketidakpastian bersyukur stok kita lah. Bapak ini banyak berasnya pusing. Tidak ada berasnya pusing juga. Dari mana? Kompas. Kompas. Oh iya iya wajar. Sudah ada kerja sama B2B Pak. apa sudah mereka B2B jadi B2B silakan tetapi kita harus prioritas jaga ketahanan pangan kita Kompas dulu tanya waktu tidak ada beras Pak tidak ada beras begitu banyak Pak ini banyak beras terus kapan berhenti bertanya kepada saya Pak terkait bantuan pangan yang kemarin selesai Kompas selesai ya mantap bantuan pangan yang kemarin diumumkan Bu Sri Mulyani itu apakah memakai stok ini atau bagaimana Pak kita pakai stok ini. Kita pakai stok ini kan ada 3002 bulan. Caranya adalah supaya harga di tingkat petani tidak tertekan, kita mengeluarkan stok. Yang pertama adalah prioritas pada daerah bukan penghasil padi. Yang kedua adalah daerah yang harga sudah tinggi. Yang ketiga adalah daerah kota. Jadi semua nyaman. Konsumennya nyaman, kotinya tersenyum. Oke, ada lagi. Berarti bansosnya bisa mengendalikan harga berarti yang naik di pasar. Pintar. Oke. Iya. Karena di daerah inflasi terjadi inflasi kita beras intervensi di situ. Tetapi yang daerah rendah jangan dong terpuruk nanti. Mau lihat enggak ini NTP-nya? NTP tadi. NTP. Oh, NTP mana? NTPP ini. Bukan. Ini yang enak dibaca NTP 108 beras padi pangan turun 16 artinya produksi banyak. Ini juga menunjukkan bahwa produksi di lapangan masih tinggi. Oleh karena itu mutlak di Cipinan tinggi karena harga di di penggilingan turun menurut BPS. Ingat semua data ini bukan data pertanian ya. Tolong dikunci. Semua data yang kami sampaikan, data BPS, data bulok, enggak ada data pertanian dan data cipin oke ini. Makasih. Mulai disalurkan bantuannya kapan, Pak? Tanya blok nanti tinggal tenis. Masih ada cukup ya. Soal ekspor rencananya seperti apa, Pak? B2B swasta dengan swasta nanti berbicara karena kan dari data BPS kemarin udah apa namanya Indonesia itu mengekspor beras baru 60 kg ya Pak itu bukan itu kan itu beras apa namanya mungkin beras khusus beras khusus organik organik pengantan ini kan ya artinya nanti bakal pula ID atau swasta yang diberikan tugas terserah mereka B2BD berarti kemungkinan peluang itu buat swasta juga berarti Iya. Ee nanti kita lihat ee tapi biarlah swasta yang ee ee bekerja kemarin swasta swasta dari Malaysia saya terima laporan. Tapi sudah paham kan yang tadi? Sudah ya. Jangan lagi beritahu 5 bulan 2,4 juta dulu 1 tahun 1 juta. Okay.

Liputan TV TANI
www.tvtani.co
Kementerian Pertanian RI

Jangan lupa ikuti berita kami selalu dengan subscribe dan beri like tayangan kami.