BOCIL DICULIK PENJAHAT YANG DIAM – DIAM MENYUSUP DI DALAM SEKOLAH ๐Ÿ˜ฑ

Selamat malam para bocil-bocil. Malam Bu Gulu. Ngantuk Bu Gulu. Ngapain kita sekolah malam-malam tuh? Iya Cil. Harusnya kita pulang. Bu Gulu. Dasar nakal duduk. Ini waktunya makan malam. Bu Gulu pulang aja. Buulu lapar terus. Duduk yang betul. Aduh Bu Gulu. Jadi hari ini bocil bewok dan bocil biru mengikuti kelas malam dari Bu Guru. Oh no. Membosankan. Ngapain malam-malam sekolah? Malam-malam istirahat. Bu Gulu. Iya Bu Gulu. Tidur Bu Gulu. Ya. Ini namanya aturan sekolah. Kok banyak tanya? Udah ini kalian kerjakan tugas kalian ya. Heh. Hei. Tugas ya ini e yang betul. Ayo kerjakan. Iya Bu Gulu. Iya Bu Gulu. Tugas tugas apa ini? Enggak bisa baca bocil. Udah matanya burem ngantuk. Udah enggak bisa mikir Bu Gurulu. Gak bisa mikir. Kerjakan atau kalian tidak pulang untuk selama-lamanya. Buset, sampai pagi kita di sini nginp sekolah. Buul. Ayo para bocil-bocil yang semangat. Heh, mau demo Bu Gulu. Hei, ini dari tadi demo aja. Ayo kerjakan. Kerjakan yang betul. Bu guru mau pergi toilet dulu. Awas enggak selesai tugasnya. Io y bugulu. Iya iya bugulu. [Musik] Uh kebelet banget nih. Aduh wo. Capek kaliah kita. Wo. Dari tadi pagi loh kita udah belajar A B C D E sampai huruf A. Balik lagi ke AK ke Z. Kasih tugas lagi kita Wo. Kita makan dulu, Cil. Nih. Kamu mau enggak donat ini? Ini rasanya lezat sekali. Ih, eh kayaknya kalau yang donat ini bocil enggak mau deh, Wo. Karena 3 hari 4 malam bocil makanannya ini terus Dewo. Hah? Kamu suka makan donat, Cil? Suka donat mal tangannya balong. Ya udah, Cil. Ya udah, Cil. Pak nah. Kita kabur aja gimana, Cil? Mumpung ini Bu Guru lagi tidak ada. Engak bisa kalau kita kabur nanti. Bu Guru tahu nanti besoknya kita aduh malah enggak boleh pulang. Sekarang caranya gimana? Kita kerjain tugas ini secepat mungkin biar kita bisa pulang. Oh, betul-betul, Cil. Ya udah, Cil. Kamu tahu gak jawabannya ini, Cil? Gak tahu. Bocil mah gak bisa. Aduh, Cil. Gimana ini, Cil? Atau kita nyontek di buku tebalnya bugulu itu, ya. Ayo. Barangkali ada kunci jawaban. Iya, bagus. Iya, Cil. Uh, gak bisa, Cil. Kosong ini, Cil. Kok kosong, ya? Ngapain buku bawa buku kosong kayak otaknya. Ih, mungkin ini cuma buat biasan aja, Cil. Ibu guru itu aslinya emang kosong. Lihat aja dia gak mau ngajar, ya kan? Iya, betul Koko. Dari kemarin-kemarin buku selalu kasih tugas tugas tugas enggak pernah menjelaskan. Ya, kita mah mana ngerti kalau enggak dijelasin ya, Wok. Iya, Cil. Lihat dia enggak pernah ngajar ya kan tuh main kasih tugas langsung tinggal. Jangan-jangan dia gak ke kamar mandi itu mungkin dia enak-enakan di depan. Hei, bentar. Wo masuk akal juga sih. Lagian dia lama amat enggak balik-balik dari toilet. Hah. Nah, pasti itu alasan, Cil. Gimana kalau kita lihat, Cil? He, ayo. Barangkali Bu Gulu lagi santai di UKS. Buset dah. Nah, mungkin dia tidur-tiduran, Cil. Ayo kita cek, Cil. Atau kalau enggak si Bu Gulu malah jajan di kantin. Hm. Nah, bisa jadi Ciliksa kita tapi dia malah enak-enakan ya. Wah, emang nakal Bu Gulu. Ya udah, Cil. Ayo, Cil. Kita lihat, Cil. Hati-hati, Cil. Kita ketahuan nanti Bu Guru marah. Yah, pelan-pelan, Wo. Kita ke toilet dulu, kah? Lihat Bu Gulu dulu, Wo. Iya, Cil. Takutnya dia emang diare. Ngomong-ngomong seram juga ya sekolah kita kalau malam ya. Wok ya. Iya cuy. Banyak suara jangkrik-jangkrik Cil. Ih. Uh. Gak ada pugulung diil. Uh. Siapa itu, Cil? Siapa itu? Halo. Halo. Gugulu. Halo. Heh. Gugulu. Halo. Wah. Wah, dia pakai toping W. Oh, Buul. Kau ngapain bugulu? Bukan bugulu itu, W. Jangan takut. Aku Om Burhan. Om, Om Burhan. Om ngapain di toilet malam-malam di sekolah ini? Emang Om tukang bersih-bersih toilet? Iya. Bukan. Tapi Om memang buang air kecil di sini barusan. Sudah, kalian jangan takut sama Om Burhan, ya. Om Burhan itu memang pakai topeng, tapi ini cuma buat hiasan aja kok, enggak buat nakut-nakutin. Terus, terus. Om, Om Burhan ngapain malam-malam di sekolah ini? Mau kelas malam juga. Iya. Ya enggaklah, para bocil-bocil. Om Burhan itu hanya buang air kecil, cuma lihat-lihat sekolah ini aja. Oh, terus terus gitu. Om om Burhan lihat Bu Gulu enggak? Dia pakai baju warna ungu, Om. Kita- kita bocil cariin Bu Gulu. Tadi dia mau ke toilet terus enggak balik-balik. Iya. Apakah Om Burhan melihatnya? Bu Guru enggak lihat, Om Burhan. Bu Guru enggak ada sama sekali kok. Waduh. Terus gimana, Wo? Hm. Ya, itu H kok hilang? Ampun, ampun, Om. Ampun, Om. Ampun, Om. Ampun, Om. Ampun, Om. Janganiti kami Om. Bagus. Panggil aku Om Burhan yang ganteng dulu. Om Burhan. Om Burhan buri. Om Burhan ganteng. Amphan buri na. Om. Eh, ganteng ganteng ganteng. Aduh ganteng ganteng omuran ganteng. Bagus. Ulangi sekali lagi. Om burhan paling ganteng. Om burhan paling puri. Om burhan paling ganteng. Om mau kakankan ke buayaku kau. Hah? Aduh omotong-potong kalian. Ampun Om. Ampun. Ampun Om. Ampun. Bagus. Eh eh eh. Dasar bocil-bocil lemah. Om jangan dikunci omah kita gak bisa keluar cama buka l buka l gimana kita wak gimana kita, Wak? Kita bisa mati kecil di gurung di toilet yang sangat bau ini. Lihat I banyak sekali berak-berak yang belum disiram. E bocil gak ada ramuan. Laboratoriumnya jauh. Gak bisa apa-apa kita. W emang kita bisa ngancurin pintu ini bermodalkan ini sedotan. Ee coba, Cil. Kamu punya raman jadi kecil enggak? Siapa tahu kita bisa keluar lewat bawaah pintu ini. Sela-sela pintu. Aduh. Wo. Gak ada wo bocil mah gak bawa gitu-gitu. Aduh, gimana ini, Cil? Atau kita dobrak aja pakai sedotan WC? Gak bisa. Pintunya terlalu kuat. Terus sama si Om Bulhan tadi, pintunya digembok dari depan. Wah, iya, Cil. Pintunya tuh lihat di udah diblok ya. Waduh, gimana ini, Cil? Oh, aku menemukan komiti. Hehe. W dapat dari mana kamu, Cil? Nemu di sini. Wok tuh. W lihatin ada kemiti. Coba kita dobrak yuk pintunya. Kita dobrak Wo. Tapi kita coba cungkil-cungkil lubang kuncinya. Kalau kita bisa menemukan kombinasi yang tepat, kita bisa membuka pintu ini. Wo. Oh, baiklah, Cil. Ya udah, ayo kita coba cungkil-cungkil yuk. Cungkilungil. Siapa dulu? Wo? Siapa dulu? Wo? Aku dulu kah? Aku dulu kah? Aku dulu, Cil. Wah, Pak W aku udah, Pak. Gak bisa, Cil. Rusak, Cil. Hah? Rusak. Waduh. W sabar. Coba, Cil. Coba, Cil. Wah, jangan dihancurin semua. Gak bisa kebuka. Kemiku rusak, Cil. Penitiku tadi. Tadi kau udah ngebuka yang ke berapa, wo? 1 2 3 4 Yang ke berapa? Enggak tahu, Cil. Pokoknya aku coba-coba keiku pecah. Kok langsung pecah? Busit dah. Sekali coba langsung pecah kok. Heh. Kita harus cari kemiti lagi, Cil. Kita cari kemiti lagi. Masih ada, Wo. Masih ada, Wo. Ganti, Wo. Ganti, Wo. Aku dulu. Aku dulu, Wo. Oke. Oke, Cil. Coba kau dulu, Cil. Ada tujuh kombinasi tadi. Aku coba yang nomor lima salah. Kalau gitu aku coba nomor empat deh. Langsung pecah Wo. He, coba aku. Perasaan yang nomor dua itu udah berhasil, Cil. Yang nomor tiga kamu udah buka belum? Belum. Harus berurutan, ketiga. Oh, yang ketiga enggak bisa, Cil. Berarti yang kelima bisa belum? Enggak tahu. Pokoknya yang pertama itu dua dulu. Benar kan? Oke, pertama dua dulu. Oke, dua berhasil. Hah. Hah, aman, Do. Oke, 2 udah berhasil, Cil. Kurang berapa lagi ini? 2 terus terus terus. Wur, Cil. 21. Wok, ini yang terakhir, Wok. Kita harus bisa keluar dengan peniti ini. Ya udah, Cil. Kita coba dulu, Cil. Yang du satu. Oh, berhasil, Wo. 2 S. Terus tadi tiga bukan ya, W? Ya, tiga. Tiga. Coba, Cil. Hah? Yang bener, Wo. Tiga. Kalau enggak bisa jangan. Enggak tahu, Cil. Aku lupa. Oh, tujuh wo. Habis tujuh ee lima kah? Weh, weh, berhasil 2175. Terus. Weh, berhasil wo. Berhasil. Eh, eh, eh gak berhasil. Oke. Wo, kerja bagus. Berhasil, Wo. Kita buka. Uh, iya, Cil. Geboknya udah pecah. Ayo, Cil. Pelan-pelan kita kabur, Cil. Om Burhan, hati-hati. Wo. Om Burhan gak tahu, Om Burhan. Hati-hati, Cil. Takutnya kita disekap dari belakang. Oke, kalau gitu kau jaga belakang Wo. Aku lihat depan. Mantap gak? Ya udah, ya udah, Cil. Aku bagian belakang, Cil. Aku lihat-lihat belakang. Takutnya Om Boran menyekap kita dari belakang. Wo, Virasu ngomong enggak enak, Wo. Kita harus cari Bu Guru. Kayaknya Bu Guru disekap juga deh sama dia, Wo. Oh, bisa juga, Cil. Makanya si Bu Guru enggak kebalik-balik. Terus kita cari di mana, Bu Guru? Di kantin. Enggak mungkin, kan? Kayaknya dia ada di gudang, Cil. Ayo, kita cari di gudang. Di gudang sekolah. Ya udah deh. Ayo, Wo. Let’s go. Udah sekolah. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Aku lihat belakang Wo. Kau depan Wo. Sekarang suara Buul. Suara Cil. Itu pasti suara bugulu, Cil. Hati-hati, Cil. Ada oman, Cil. Dimasukin ke kurungan. Wjagal, Cil. Lihat, Cil. Itu ada pemanggalan kepala, Cil. Kita harus cepatan selamatin, Cil. Tenang, Buulu, bugulu, tenang, Buulu. Buulu tolongulu, Cilulu. Iya iya bugulu bugulu jangan rame-rame bugulu tenang bugulu bocil cilembok Cil. Aku butuh kemti lagi Cil. Oke kali ini kau yang coba wo sama orang jahat. Iya bugulu. Tenang bugulu. Kita akan menyelamatkan. Kita akan kabur dari tempat ini. Cil kombinasinya rumit sekali. Bisa kau, Wo. Bisa. Aku jagain di depan ya, Wok ya. Takut Om Burhannya datang ke sini. Tenang, Cil. Tenang, Cil. Tenang, Cil. Ini masih berusaha Bu Guru takut di sini. Sabar, sabar, Bu. Sabar. Bucil juga takut. Uh, berhasil, Cil. Berhasil, Cil. Berasil kebuka. Yey. Yeay. Hah. W. Woh, gambnya udah hancur, Cil. Wo, gembangnya udah hancur, Wo. Tapi ini pintu besi, Wo. Kita butuh leper, Wo. Butuh leper. Oh, iya, Cil. Ayo, Wo. Mana ya? Kita cari di kelas ini, Wo. Barangkali ada. Ayo. A kita cari dulu, yuk. Betul, betul. Ayo kita cari tuas, Cil. Kita cari tuas. Kita cari tuas. Itu, W. Iya, Cil. Iya, Cil. Di atas sana ada pengungkit papan tulis. Siapa tahu kita bisa gunakan untuk ngebongkar pintu besinya. Ayo, Cil. Kita ambil. Ha, bisa enggak, Wo? Hah? Susah, Wo. Iya, iya. Weh, berhasil, Wo. Berhasil. Heeh. Ya udah, Cil. Ayo, Cil. Cepat kita buka. Ha. Yey, bocil dapat. Yey. Tenang, Pukulu, kita datang. Ayo, sebelum omul datang. Taruh sini pukul selamatan pukul di guru. Terima kasih pada Bu Guru. Bu guru jangan ramei-ram bukan saatnya untuk menayangkan, Bu Guru. Sekarang kita harus kabur dulu dari sekolah ini Bu Guru. Kita lapor polisi. Karena si Om Burhan itu kayaknya rada-rada psikopat Bu Gulu. Dia jalan-jalan tengah malam di sekolah ini. Iya, Bu Gulu. Ayo coba kita lapor ke polisi, Pugulu. Iya, Cil. Ayo. Ayo kita segera pergi dari sini. Bocil, Bu Guru takut, Cil sama psikopat. Psikopat itu tidak waras, bocil. Ayo ayo. W Let’s go. Let’s go. Uh, lagi ucap lagi. Ayo, cepat. Terima kasih banyak bocil-bocil sudah menyelamatkan Bu Guru. Ya ampun, hujan-hujan. Tapi enggak apa-apa. Kita tetap harus lari dari tempat ini. Secepat mungkin kita lapor ke Pak Polisi. Oke. Oke. Iya, iya. Betul-betul bocil. Kalian memang bocil yang sangat pintar. Ayo, ayo, ayo. Segera, segera kita pergi ke kantor polisi. Ayo, ayo, Cil. Ayo pukul. Let’s go. Tidak, tidak. Aku tidak melakukan apapun. [Musik]

Jangan Lupa Bantu Like dan Subscribe ya

Join TeguhTeam : https://shorturl.at/kpzHT
Follow Instagram : https://www.instagram.com/teguhsugianto_yt
Follow Tiktok : https://www.tiktok.com/@teguhsugiantotiktok

TAGS
Minecraft
Roblox
Teguh Sugianto
Teguh Sugianto Minecraft
Teguh Sugianto Prank
Teguh Sugianto Survival
Teguh Sugianto Roblox