Said Didu: Bobby Minta Dukungan Pejabat Caplok Pulau Aceh | Rakyat Bersuara
[Musik] kembali di Rakyat Bersuara eh sebelum saya ke kubu yang sebelah kanan ya saya ingin menyapa dulu Bung Sofyan Daud langsung dari Banda Aceh aceh bung Sofyan Daud tokoh masyarakat Aceh saya sebut itu ya saya enggak mau sebut yang masa lalu-lalul lah 2003 bang Sofan apa kabar sehat selalu baik alhamdulillah oke ini saya belum lihat visualnya oke Bang Sofan waduh masih seperti dulu ee lebih dari 20 tahun ya 22 tahun lu sempat jadi jubir juru bicara bang tadi saya ee Abang belum bergabung tapi saya mau tanyakan tadi Abang mendengar enggak Bang Saididu nyampaikan berbagai data yang menurut saya eksklusif iya mendengar mendengar mendengar oke baik meskipun kebenarannya saya belum tahu sekali lagi saya akan konfirmasi nanti tapi saya ingin tanya ke Bang Sofyan Daud apakah Abang punya komentar terkait apa yang disampaikan Bung Saididu iya yang pertama asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ya mohon maaf saya enggak bisa hadir langsung kebetulan saya di Banda Aceh saya mendengar sekali dari kata beliau Pak Sido mungkin masih kenal Pak Sid said kenal masih kenal terima kasih sem sering ketemu ngobrol dulu pernah ketemu pernah ada beberapa kali jadi yang persoalan ee pulau di Aceh itu cuma acak-acak aja itu sebenarnya itu mungkin permainan negeri aja karena ada kerja lain mungkin maksudnya gimana gimana Bang acak-acak gimana mungkin permainan main negeri aja itu bukan permainan aja it permainan Oh permainan aja oke siapa yang bermain Bang Sofan ya mungkin yang memberi SK keputusan kemarin Pulau itu masuk Sumatera Utara oke sebenarnya Aceh ini ada khususnya khusus karena Aceh ini mungkin para menteri yang lain pun jangan ambil keputusan dulu jadi coba bicara Presiden jadi gini Aceh ini di masa lalu yang kita ingat susah sekali puluhan tahun ini saya bicarakan mungkin mohon maaflah karena konsep ini konsep terulang masa lalu dikit dengan masalah pulau ini mungkin saya agak mengulang masa lalu sedikit saja supaya dipahami jadi gini saya 25 35 tahun 30 tahun yang lalu saya enggak bicarakan pulau 4 yang saya percakan empat wilayah timur-timur OPM RMS dan Aceh Merdeka jadi masalah Aceh masalah pulau ini masalah kecil jadi sekian lama tahun 2005 Aceh selesai masalah dengan perdaman serius ini yang diharapkan oleh pemerintah nasional dan malam ini saya mengharapkan dari semua ini kawan-kawan enggak ada yang mau Aceh pisah daripada Indonesia semua kan kita damai ini masalah ini masalah kecil masalah pulau masalah investasi investasi merah Arab memasuk Aceh silakan enggak ada masalah kami membuka peluang kepada siapapun membangun Aceh tapi jangan diklaim ini Aceh ini sebenarnya pulau itu dari zaman dulu zaman kerajaan tu milik Aceh itu hm jadi dulu masa wedana itu sudah milih Aceh bahkan punya KTP pemilihan umum semua orang Aceh di situ orang sikil ini dua loh orang keramat b sejarah ada namanya Tungku Abdul Rauf Helsinki ada Hamzah Fauri orang yang memperkuatkan bahasa Melayu dan sejarah yang besar di masa lalu ini kuat jadi bahkan ee 2006 ada Undang-Undang Nomor 11 pemerintahan 2006 yang kan memicu berhas kepada undang-undang sebelumnya itu aja kan jadi enggak sudah yang lain enggak usah dibahas saya kira itu sudah jelas mohon mohon perhatian pada kawan-kawan semua kalau bicara Bobi itu kan alah itu bicara anak kemarin itu enggak tahu apa-apa kondisi Aceh pak Tito pun masa dulu kan dia masih prajurit kalau masih dia tugas gak Aceh ya tugas tembak tangkap lepas itu aja kan kalau tapi yang Aceh sekarang ya ada di tim presiden Pak Prabowo ada Pak Prabo sendiri ada Pak Luhud ada Pak SB dan ada Pak Wirantu yang lain enggak tahu apa tentang Aceh jadi ini penting sekarang yang kita pikir Papua yang menurus saya yuk kita sama-sama bikin Papua itu kebaikan ada solusi enggak Papua kenapa Aceh sudah jelas sudah senang sudah enak diganggu sekarang harus benar dibangun baik-baik Aceh bersamaan Aceh belum selesai 35 tahun Mas Aceh ini belum ada solusi itu perdamaian kapan muncul perdamaian di 76 masa Presiden Bu Magawati tapi gagal waktu Pak SBY mengko dilanjutkan oleh Pak SBY dengan Pak Wapres Yusala selesai masalah kami ini relawan menjaga peran tanpa digaji oleh pemerintah hari ini saya menerima ini Aceh bawa manas api sudah ada ada Aceh jangan sampai bawa minyak itu bahaya tapi kan e gerak cepat Pak Prabo ini positif betul ya ini yang kami e sanjung dan hebat oke Pak Prab ini kan ini kan jadi permainan kan dia enggak boleh anak-anak yang lain sejarah kondisi sekarang di sana sudah tenang lagi ya Bang ya iya pasti tenang kalau Presiden Abalih pasti tenang tapi kan jadi dokumentasi yang enggak bagus jadi jangan dianggap selalu enggak bisa lagi ada juga ke depan nanti 50 tahun ke depan peraman Aceh enggak disahkan digagal kan enggak bisa gitu h ini bersama-sama Aceh wilayah dianggap oleh HCK yuk kita sama bangun jangan ada empat pulau saya dengar cerita Pak itu saya terharu karena saya pernah ketemu dengan Pak Lun kalau enggak salah kalau enggak 2021 2022 Pak Lu sampaikan waktu arak ke Aceh diutuskan dari Gebernur Aceh Nofa Syah waktu itu yang akan bawa bukan dari Sumatera Utara berarti masih Aceh kan sampai Pak Lud marah kepada Gubernur Rofa kenapa dibawa jalan darat sampai 18 jam mengeluh orang itu akan pulang kenapa enggak disewa helikopter dan pesawat itu Pak Luhud diarahkan ke Gubernur Aceh yang akan bawa investor di luar itu merah Arab jadi kalau enggak salah tahun 2000 2020 saya lupa pokok Puajaran dengan saya hal itu jadi waktu zaman itu itu masih Aceh kenapa enggak lewat iya iya tadi Pak juga sampaikan dari dari Sumatera Utara akan dibawa ke ke pulau oke baik nanti akan ada wamendagri mungkin ee Bang Sofyan Daud juga akan berbincang dengan wamendagri nanti saya akan ee sambungkan juga eh tahan dulu Bang Sofyan saya ingin mengkonfirmasi soal apa yang kemudian disampaikan oleh Bang Said itu tadi saya ulangi sedikit Bung Said Anda mengatakan bahwa ini sebenarnya pernah di bukan diminta dicoba kerja samamakan Pak Jokowi pada tahun ee 2016 2016 dengan Uni Emirat Arab dengan Arab Saudi dengan Arab Saudi tapi kemudian gagal karena sebelumnya pernah ada histori atau sejarah Aramko dibatalkan lalu kemudian dikerjasamakan lagi tahun 2021 dengan Uni Emirat Arab dengan Uni Emirat Arab oleh Pak Jokowi pak Jokowi lewat MoU antara Pak Luhud dengan Yuni Emirator oke empat pulau ini ya pulau Lipan Panjang mangkir besar mangkir kecil gagal juga enggak ini sementara berunding sebenarnya masih dalam proses perundingan sampai kemudian Pak Jokowi turun lengser lalu kemudian dilanjutkan menurut Anda nih ya dilanjutkan oleh menantunya Bobi Nasution yang sebelumnya Aceh lalu kemudian ditarik ke Sumatera Utara kan itu jadi kemudian persepsinya yang menarik adalah lobi Bobi Nasut bukan pariwisata H tapi dia bilang gasnya sama dengan Andaman jadi berarti dia punya data bukan yang bilang itu kan Bobi aduh gubernur Aceh Gubernur Sumatera Utara Gubernur Gubernur Aceh Gubernur Sumatera Utara menyatakan dukunglah kerja sama ini karena ini menanggung sumber daya alam yang sangat besar gas B mengatakan itu juga pariwisata tidak ada itu kata-kata itu yang pertama itu itu ada gubernur Aceh yang mengatakan itu di Melabo pada saat mereka rapat ya saya katakan itu kata Bobi kepada orang yang cerita bahwa itu bisa dipertegas siapa bercerita dengan siapa saya punya hak saya punya WA-nya orang ya saya juga punya hak untuk menjawab itu ya kan karena ini penggiringan opini lah terjadi pengiringan opini iya ya kan jangan juga menjelek-jelekan juga dengan Jokowi pemerintahan sebelumnya siap siapa yang Anda kan tadi makelar ya kan itu sati tadi makelar oke dijelaskan dari awal makelar dengan pasidu pertanyaan saya secara logika saja Anda mengetahui semuanya artinya apakah Anda tidak terlibat dalam hal itu lah kalau Mas enggak enggak sini saya ini ya ini logika saya yang seang bermain dengan itu saya saya tahu dan saya berseberangan dengan keputusan Jokowi terlibat enggak kak bagaimana berseberangan ketika Anda diajak ya oleh Pak Saididu mendampingi beliau ya kan setiap kegiatan-kegiatan beliau dan itu adalah Pak Jokowi Sudirman Pak Sudirman Said beliau juga diajak pakai itu beliau juga diajak ya jadi kalau logika-logika yang tadi yang dibangun ya dari pertama padahal kita ini fokusnya adalah mengenai 40 pulau ini ya saya kasih analogiah prabowo tahu tentang GAM apakah Prabowo terlibat Gam itu ini logika apa yang dipakai jangan main logika itu Pak bukan masalah penggiringan opini yang dibawa Bapak itu dari awal melakukan itu ya kan saya tahu penyimpangan Rosnep dibatalkan oleh Jokowi saya terlibat dengan Rosnp saya tahu izin di Morowali tidak lengkap iya kok saya dianggap terlibat sebentar ada ada ada pernyataan yang menurut saya menurut saya ini penting banget tapi ini ini bisa punya konsekuensi hukum loh Bang saya tidu tadi dikatakan bahwa yang pertama kali menyampaikan ini sepengetahuan Pak saya itu bukan Gubernur Aceh bahwa ada gas dan energi di sana kami dengar itu hanya dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualim tapi ternyata Pak Saididu Bang Saididu itu mendengar bahwa bukan mendengar gubernur Bobin Sution menyampaikan kekayaan menyampaikan ke seseorang tolong dukung karena ada sumber daya alam yang sama tolong dukung pemindahan empat pulau itu ke Sumatera Utara karena ada gas dan energi di sana nah ini masalah ini masalah ini baru baru-baru inilah baru-baru ini dan itu hanya Bung Said itu yang punya saya punya buktinya ada bukan orang itu menyampaikan saya disampaikan oleh Gubernur Sumatera Utara seperti ini dan orang itu adalah pejabat pejabat Bungeman hal-kay seperti ini ya jadi ini membuat semacam apa namanya opini-opini negatif kepada Pak Joki dan keluarganya beliau kalau kita bicara Bobi Bobi kan baru dilantik juga baru beberapa bulan untuk dilantik itu ya kan apakah dia juga mengetahui ada ada apa kandungan itu ya sori saya bicara dulu sebentar ya karena ini opini yang digarap ini yang dijalankan oleh ya silat ini ini efeknya serius kenapa anda mengatakan ada pejabat ya ya berbicara dengan Bobby kemudian mengatakan menceritakan kepada Anda ya tapi Anda tidak mau membuka siapa itu itu hak saya enggak mau buka enggak boleh itu hak silakan nah itu tapi Anda ini berbicara secara asumsi tidak dengan data mohon maaf tidak dengan data jangan kebiasaan Anda kau pindahkan ke aku oke bagaimana kebiasaan itu bagaimana kebiasaan kalau Anda mengatakan selalu mengatakan kepada Jokowi kepada pemerintah ya selalu dengan asumsi-asumsi tidak dengan basel data nah saya jangan memakaikan baju diri Anda ke saya saya tidak pernah bicara tentang asumsi ya oke saya pelaku sejarah oke anda pelaku sejarah ya oke tapi pertanyaan saya 40 itu anda tahu bagaimana sejarah pulau itu kenapa sejarah dari pulau itu sejarah yang saya tahu tentang bagaimana berundingin tentang Pak pulau itu saya pelaku sejarahnya jangan Anda tahu sejarah Aceh kan pertanyaan sama gak karena Anda mengatakan ya Anda mengatakan gini saya tidak mau berdebat kalau karena begini ini kan dia juga enggak pernah bicara sama Bobi ngapain saya berdebat sama dia anda sudah bicara dengan Bobi langsung untuk masalah itu bukan ini orang yang bicara dengan orang yang berbicara menyampaikan ke anda anda sudah mengatakan itu adalah kenal enggak Bobi kenal aja bukan masalah Bobi saya saya ke Bungijul dulu bungijul apa yang disampaikan oleh Anda kan juga pakar hukum juga Anda juga praktis hukum ia ini punya konsekuensi hukum juga oh jelas jelas tapi gini gini Aiman maksudnya ee ini bantahannya juga enggak substantif juga gitu ya saya pikir ee Bung akan memberikan satu bantahan yang substantif dan memberikan indikator dari misalnya apa yang akan dikatakan Bobi apa yang telah disikapi oleh Bobi dan segala macam cuma saya mau ngomong begini pertama kita mesti lihat pola ini penting ya dalam satu kebijakan negara wajah rezim itu terlihat dari polanya menentukan kebijakan meskipun saat ini kita sama-sama tahu pemerintah negara sedang struggling untuk integrasi politik kita tahu itu maknanya apa kita sama-sama tahu nah dalam hal ini ee kita lihat bahwa pola-pola untuk mencaplok pulau utamanya di daerah pesisir pinggiran dan segala macam dengan perspektif hanya angka dan ekonomi saja itu sudah banyak membawa masalah ya kita baru selesai dari ribut-ribut raja dan segala macamnya sekarang muncul lagi empat pulau Aceh dan ini aktor sentralnya juga sama lagi orang yang sangat problematik bukan hanya ketika dia jadi polisi tetapi ketika dia jadi menteri yaitu Tito Karnavian gitu ya nah dari sini sebetulnya yang kita harapkan adalah kita indik indikasi dari kekisruhan ini kita identifikasi dulu satu jelas soal administrasi dalam pembahasan kebijakan itu ada yang salah ada undang-undang yang tidak dirujuk kalau tadi Bung bicara sejarah itu yang pertama yang kedua jelas juga ada komunikasi dan koordinasi yang tidak transparan bukan saya mengatakan tapi masyarakat Aceh yang bilang pimpinan-pimpinan daerah Aceh yang bilang bahwa tidak ada komunikasi yang rutin mengenai apa yang hendak dilakukan dan diputuskan nah ini gaya-gaya yang sering membawa konflik dan tadi saja ee Bung Said baru mengatakan ada diskusi-diskusi yang kita enggak tahu bukan di dalam dimensi saya juga diinformasikan demikian cuma kita mesti melihat bukan apakah kita membuktikan obrolannya Bung Said dengan siapa yang ada di handphone-nya dia tetapi hasilnya apa hasilnya apa tidak ada yang tidak kaget satu Indonesia ketika pulau itu berpisah dari Aceh dan tidak perlu kita konfirmasikan perpisahan itu ketika Mendagri dan pimpinan yang kita lihat konver tadi itu mengatakan akhirnya mengembalikan berarti posisi asalnya ada di Aceh ditarik ke sumut lalu bahasa yang digunakan mengembalikan kepada Aceh nah ini yang harus kita konfirmasi kemudian supaya tidak terulangi lagi supaya tidak terjadi lagi ee yang kita sebut disintegrasi dan segala macam supaya tidak terjadi lagi kebijakan-kebijakan tanda kutip yang ee Bung Said bilang apa tadi makelar pulau-pulau itu tidak terjadi maka sekarang kita lihat nih satu kita lihat bagaimana sikap Gubernur Aceh bagaimana sikap mualem bagaimana sikap Bobi dan segala macamnya apa istilah-istilah yang digunakan kalau kita mau menguliti Bobi Bung kita lihat beberapa istilah yang digunakan pertama dia mengatakan itu bukan kewenangan kami itu pusat ya itu satu yang kedua adalah kami siap untuk berkolaborasi itu kedua yang ketiga kami buka ruang perundingan baik dengan Aceh langsung maupun bersama-sama forum dengan nasional dari situ kita sudah bisa lihat arahnya ke mana ya yang mana dalam satu hal kebijakan itu ketika dia diputuskan menilai kebijakan itu positif atau tidak paling gampang adalah dengan menilai siapa yang diuntungkan dari kebijakan itu selalu begitu kebijakan raja ampat dieksploitasi siapa yang diuntungkan kebijakan smelter imip di Morowali siapa yang diuntungkan dan yang lainnya saya pikir tadi misalnya Anda mengatakan dalam konteks ini ketika itu punya Sumatera Utara yang diuntungkan adalah Gubernur Sumatera Utara bobi jelas Sumatera Utara dalam konteks pemerintahan provinsi sampai ke daerah itu jelas kenapa karena kan ini eksploitasi yang sifatnya misalnya kalau terjadi eksploitasi di situ itu bukan eksploitasi yang berhenti di level Tapanur di tengah bukan izinnya juga enggak berhenti di situ jadi kalau saya lihat apa yang kemudian Anda logikakan dengan data yang disampaikan oleh Bung Said Tidu anda setuju jelas setuju karena indikasinya itu mengarah ke sana makanya tadi saya katakan kalau kita mau membantah on behalf Bobi ya meskipun dia adalah ee ee menantunya Jokowi kemudian kita mengatakan oh enggak dari awal Bobi tegas menolak kami tidak mau menerima misalnya seperti itu empat pulau itu karena itu milik Aceh sebelumnya dan telah didiskusikan sebelumnya untuk Aceh oh itu jelas berarti tidak ada indikasi karena tadi Bung bicara asumsi saya bicara indikasi kita sama-sama enggak punya bukti tapi yang pasti saya kenal orang ini saya tahu ini bukan kaleng-kaleng dan enggak mungkin ngomong sembarangan kalaupun ngomong sembarangan Bung Said ini saya yang pertama kali akan menegur beliau gitu Bung Aiman terima kasih kalau kita bicara tentang angka empat kalau bahasa Mandarin itu si ya artinya mati nih kita punya problem dengan angka empat ini raja 4 dan empat pulau ini ya kan apa yang digambarkan mohon maaf saya lupa jadi nama Bang Ijul bang Ijul bang Ijul ya ini ada sisi benar juga tapi saya akan apa memberikan suatu inilah pandangan lain mengenai dengan Bobinasution sebagai Gubernur Aceh eh sori Gubernur Sumatera Utara pandangan beliau itu karena beliau berdasarkan dari ya selama ee data dari Kementerian Dalam Negeri adalah ini pulau adalah milik Sumatera Utara karena apa sejak 2008 itu ketika ee diadakan verifikasi ya pemerintah Aceh pada itu membuat kesalahan dalam hal menentukan titik koordinat betul ya jadi mestinya 260 pulau di Aceh itu termasuk empat itu kenyataannya hanya 2013 tapi itu masuk 40 itu ke Sumatera Utara itu kan fakta sejarah ya yang terjadi kesalahan itu pada tahun 2008 itu adalah salah mematok titik koordinat karena begini koreksi kalau bisa saya salah ya karena Pulau Pajang Pulau Lipan dan ee ee apa mangkir besar dan mangkir kecil iya itu ada namanya pulau banyak itu namanya sama ada pulau banyak namanya sama waktu menentikan titik koordinati ya di pulau yang banyak itu bukan pulau yang tias itu gitu loh secara historis ya itu memang milik Aceh kenapa ya Undang-Undang kita lihat Undang-Undang Nomor 24 Tahun ‘9 itu patokan dari utonomi daerah pada saat itu ada orang Aceh yang ke Pulau Pajang Pulau Lipan dan makin besar makin kecil ya itu namanya Teku Daud ya dia yang apa ee ee mempunyai pulau itu ya Pulau Pajang dan Pulau Lipan kemudian ada lagi namanya Teku Raden dia untuk mangkir besar dan mangkir kecil inilah yang dibilang no baru sebetulnya salah satu noum baru yang mengesahkan bahwa itu benar adalah milik Aceh karena apa di situ ada jeti di situ ada musala ada rumah singgah ya berarti ada aktivitas kalau tadi di kan begitu Pak Iman ini sudah bagus nih tapi 2009 ada lagi tuh terusin ya tunggu ini bagus ya jadi kan begitu ini kan prosesnya ada 2009 dan lagi ya kan permasalahan itu kan jangan 2009 tim dari Aceh juga membuat sanggahan membuat sanggahan tuh betul membuat sanggahan terkait empat pulau tersebut dan menyampaikan empat koordinat tersebut betul lalu dipersengketakan juga sampai ke Mahkamah Agung ya sampai di Mahkamah Agung dibilang juga ini punya Aceh jadi sebenarnya faktanya sama enggak pernah berpindah enggak Mas kita yang ada di sini oke oke sejauh kan kita bicara secara sejarah historis sejarahnya sama nih ya oke iya secara historis ini kan perjalanannya dan saya mau nambahin bahwa dalam soal penetapan ini enggak cuman soal melihat ee wilayah tapi ada aspek sosiologisnya ada aspek historisnya historisnya nah baru nanti kemudian aspek teknisnya gitu jadi kalau yang wamen nanti wamen juga ngomong mudah-mudahan kalau saya lihat di berita topo apa topografi itu aspek teknis i tapi kalau aspek historisnya dia tidak bisa tidak saya belum lihat dia menyampaikan atau dia mungkin belum ada di Kemendagri waktu itu nah aspek sosiologisnya juga seperti apa termasuk waktu pendataan rupa bumi nama dan lain-lain itu juga ada pendataan potensi kalau tadi diperdebatkan didiskusikan soal siapa yang ngomong ada gas tadi Pak apa pak ngomong itu Bobi iya ada juga yang banyak orang nonton si mualim kan gitu iya nah sebenarnya juga enggak usah terlalu kontroversial dalam menuding soal metodologi dapat bukti ya Bang Said boleh aja dia dapat dari kaleng-kaleng bisa Abang sana juga bisa cuman yang otentik yang ngusti ngomong ya banyak Kementerian SDM lalu ee SKK Migas ya kan apalagi ee badan pengelola BP BP Migas kalau menurut saya dalam dunia-dunia bisnis pertambangan ini kan apa rezim gas ini yang sudah jauh lebih kompleks dan eksis sudah lama jadi sebenarnya yang tahu data ini petanya juga sudah ada di mereka-mereka itu nah jadi tapi saya belum karena Pak Iman belum nanya saya tadi saya cuman pengin ngelengkapin aja karena sejarahnya tadi ceritanya sudah bagus yes saya mau saya mau tambahin ada hal teknis yang tadi ketika dipresentasikan itu diakui terjadi kesalahan iya ketika pengukuran itu termasuk menarik garis batas wilayah perairan yang katanya belum deal katanya belum deal dia katakan belum deal nih wilayah perairan nih dari tahun ’92 sampai sekarang tetapi bagaimana bisa dia tahu itu belum deal lalu dia mengukur menggunakan citra satelit TNI dan segala macamnya tapi tanpa melibatkan Aceh tanpa melibatkan Sumatera Utara lalu dia putuskan sendiri padahal dia bukan orang yang berkepentingan yaitu dia di Kemendagri ini dia sedang membantah sendiri proses teknis yang dia lakukan nah itu yang mesti kita perhatikan makanya tadi ketika kita lihat presentasinya dia katakan dia ngukur sendiri nih tidak melibatkan Sumatera Utara dan Aceh baru masyarakat berasumsi ini ada yang diadu di sini karena pihaknya aja tidak dilibatkan nah itu yang kami katakan makanya ketika di situ oke mungkin Bobi punya kepentingan dia dapat empat pulau bisa dikelola dan segala macam tetapi apakah ketika itu Bobby memeriksa posisi pemeriksaan sebelumnya dokumentasinya dan bahkan presentasi hari ini yang mengatakan bahwa si pemberi SK300 itu juga melakukan kesalahan dalam pengukuran teknis nah itu yang kami tunggu sebetulnya ada pertanyaan dari Anda terkait dengan proses keputusan ini sampai kemudian akhirnya kembali kita kembali saat lagi isu hangat kadang bikin penat apalagi kalau tidak bisa mencermat jangan lupa cangkir kopi hangat yang nikmat untuk menemani kebersamaan dalam program rakyat bersuara bersama saya Aiman Ucaksono saya akan kembali saat ini [Musik]
Analis kebijakan Publik, Said Didu menyebut Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta dukungan pejabat untuk mencaplok empat pulau Aceh.
#rakyatbersuara #saiddidu #sengketapulau