PLOT: Berjaga Malam di Perusahaan Terbengkalai | Night Shift Security (All Endings)

Hello guys kembali lagi di Channel Droomp dan Selamat datang di Plot Night Shift: Security Setelah sebelumnya merilis game Night Shift: Laundry, developer lokal bernama Bite X Studios kali ini merilis game keduanya berjudul Night Shift: Security pada tanggal 21 Juni tahun 2025. Game ini akan menempatkan kita pada sudut pandang seorang pria tanpa nama, kita sebut Joko Omar Niko disingkat Jon, yang bekerja sebagai satpam shift malam di perusahaan media cetak terbengkalai. Berbagai kejadian aneh akan menghantuinya saat sedang bekerja, namun tanpa ia sadari, seluruh kejadian itu berusaha menyadarkannya akan sesuatu. Game diawali dengan tayangan iklan perusahaan media cetak bernama Sinar Media Harindo… Sinar Media Harindo adalah perusahaan media cetak raksasa yang mencapai masa kejayaannya pada tahun 2008 karena selalu berhasil menyampaikan berita-berita berkualitas, baik itu berita lokal, nasional, maupun internasional. Namun setelah 4 karyawannya dilaporkan menghilang secara misterius, perusahaan ini menghentikan seluruh operasinya, dan sejak itu, dibiarkan terbengkalai begitu saja. Sekarang 10 tahun kemudian, Sinar Media Harindo berencana untuk beroperasi kembali dan menyebarkan lowongan pekerjaan melalui iklan di TV.
Jon dan istrinya menyaksikan iklan tersebut, dan karena kebetulan mereka sedang memerlukan uang untuk anaknya yang sakit. Belum lagi, kondisi ekonomi keluarga juga sedang tidak baik-baik saja, sang istri pun mendorong agar Jon mengambil pekerjaan sebagai satpam malam, mengklaim gaji yang ditawarkan cukup tinggi. Demi keluarganya, Jon bergegas pergi menuju perusahaan Sinar Media Harindo yang sudah terbengkalai, namun sebelum berangkat, sang istri tiba-tiba meminta maaf, dan saat ditanyakan apa maksudnya, ia tidak ingin memberitahu dan hanya berharap Jon baik-baik saja. Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam, Jon tiba di lokasi dan memencet bel berulang kali hingga ditegur oleh satpam shift pagi bernama Samsudin yang menghampirinya dari belakang. Saat mengetahui bahwa Jon adalah orang baru yang melamar kerja sebagai satpam shift malam, Samsudin mempersilakannya masuk dan meninggalkan selembar kertas di atas meja berisi detail pekerjaan Jon, mengklaim posisi satpam diperlukan untuk menjaga aset berharga milik perusahaan. Sebelum pergi, ia meminta Jon untuk memastikan gerbang tetap tertutup… Jon meletakkan tas dan menyeruput kopi sebelum memulai shift malamnya… Pekerjaan utama Jon selama bekerja sebagai satpam shift malam adalah memeriksa jumlah barang elektronik yang tersisa di setiap lantai gedung dan menuliskannya di kertas inspeksi. Selain itu, ia juga diberikan akses untuk mengawasi monitor cctv.
Berjalan masuk melalui pintu samping sambil membawa sebuah senter, Jon menggunakan elevator untuk memulai inspeksinya dari lantai ke lantai, dimana di sepanjang proses inspeksi, ia mengalami beberapa gangguan seperti menemukan tulisan “Life Ends” yang tertulis di dinding underground, dikejutkan oleh sesosok makhluk mengerikan di kamar mandi lantai 3… Mendengar suara familiar di lantai 4… Iya, itu suara saya sendiri yang tiba-tiba diputar. Mendengar suara tangisan wanita sebelum beranjak ke lantai 5 tempat ia menemukan ruang direktur yang terkunci dengan akses keycard, dan melihat penampakan seorang wanita di ruang meeting yang menghilang begitu didekati. Meski mengalami berbagai kejadian aneh, Jon pada akhirnya berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan kembali ke ruang sekuriti. Namun saat ia mengawasi monitor cctv, ia menyadari bahwa daya listrik di lantai 5 padam, sehingga atas arahan Samsudin si satpam shift pagi, ia pun pergi ke underground untuk mengambil stik lampu dan 2 bolam baru yang kemudian ia pasangkan di lantai 5. Baru saja beranjak pergi dari sana, kali ini sensor gerak cctv mendeteksi adanya pergerakan di lantai 5, dan memang benar, melalui monitor pengawas, Jon jelas bisa melihat ada seseorang yang berjalan masuk ke dalam ruang direktur dan meninggalkan sebuah surat di lantai.
Jon bergegas mencapai lantai 5 dan menemukan selembar kertas berisi kode untuk membuka peti kayu di underground yang di dalamnya tersimpan sebuah keycard, memungkinkannya untuk mengakses ruang direktur. Di atas meja sang direktur, ia dapat menemukan selembar kertas cetak yang dipenuhi dengan tulisan ‘Agartha’, dan di ruangan yang sama, ia juga bisa mendengar voicemail yang ditinggalkan oleh anak sang direktur bernama Rian yang tampak sedang berada dalam bahaya. Rian mengaku ia kini sedang berada di Agartha dan meminta maaf pada ayahnya karena pergi sendirian meski sudah berjanji untuk mencari bersama-sama. Ia kemudian berbicara tentang makhluk di Agartha yang entah bagaimana mengenali mereka dan meminta sang ayah untuk jangan pernah mencarinya… Memanfaatkan petunjuk yang tersebar di sekitar ruang direktur, Jon berhasil membuka jalan rahasia yang mengarah ke bagian atas ruangan, namun tepat di saat ia tiba disana… Samsudin membius Jon hingga kehilangan kesadaran. Game kemudian memindahkan kita ke lorong gelap tempat kita akan mempelajari apa yang sebenarnya terjadi pada kelima karyawan perusahaan di masa lalu. Saat sedang sibuk bekerja, Wira dihampiri oleh direktur Sinar Media Harindo bernama Sanusi yang berbicara tentang bagaimana Wira pasti masih belum bisa melupakan istrinya yang pergi begitu saja tanpa alasan yang jelas. Wira membenarkannya, mengklaim meski kejadian itu sudah lewat bertahun-tahun yang lalu, ia masih belum bisa melupakan sang istri dan berharap dia baik-baik saja. Mendengar ini, Sanusi menawarkan Wira kesempatan untuk bertemu dengan istrinya lagi, bukan hanya bertemu secara langsung, melainkan mengembalikan hubungan mereka seperti sedia kala, sebagai pasangan suami istri yang harmonis. Wira sangat menginginkannya, tapi ia pikir hal semacam itu sangat mustahil untuk terjadi. Sanusi, di sisi lain, meyakinkannya bahwa semuanya mungkin saja terjadi, tapi ia kemudian mengingatkan bahwa akan selalu ada harga yang harus dibayar untuk setiap keinginan yang besar. Jika Wira bersedia menyerahkan jiwanya, Sanusi berjanji akan mempertemukannya kembali dengan sang istri. Tanpa pikir panjang, Wira tertarik dengan penawaran Sanusi dan menerimanya, beralasan ia sudah terlalu lama sendiri. Kita harus menggunakan sebuah pisau untuk mencongkel mata kiri tengkorak dan meletakkannya di sebuah wadah, seketika membuka mulut tengkorak dan mengungkap sebuah kunci yang dapat digunakan untuk membuka pintu berikutnya. Poster orang menghilang yang menunjukkan wajah Wira terpajang di dinding. Dia adalah satu dari empat karyawan Sinar Media Harindo yang dilaporkan menghilang. Karyawan kedua, Sendy, bersedih karena istrinya sedang sakit keras dan hingga saat ini masih belum mendapatkan kembali kesadarannya. Sanusi memanfaatkan kondisi ini untuk menawari penawaran yang sama, mengklaim istri Sendy akan terbangun kembali dan tersenyum padanya malam ini juga. Sendy menerima penawaran itu, mengharuskan kita untuk mencongkel mata kiri tengkorak dan meletakkannya di sebuah wadah. Sendy adalah dua dari empat karyawan yang dilaporkan menghilang. Karyawan ketiga, Raisya kehilangan anaknya bernama Reyhan saat masih kecil, dan meski Raisya meminta sang direktur untuk tidak mengingatkannya kembali pada kematian putranya dan jangan memberikannya harapan, Sanusi sengaja terus-terusan membicarakannya dan pada akhirnya menawari penawaran yang sama. Reyhan bisa dibangkitkan kembali dengan ganti atas nyawa Raisya. Sayangnya Raisya yang masih belum bisa menerima kematian putranya, terhasut untuk menerima penawaran Sanusi, dan untuk itu, setelah mencongkel mata kiri tengkorak, kita bisa menemukan… Kita bisa menemukan poster orang menghilang ketiga. Raisya adalah 3 dari 4 karyawan yang dilaporkan menghilang. Karyawan keempat, Amin sering bekerja lembur dan hidup hemat demi melunasi hutangnya. Untuk itu, Sanusi meyakinkannya bahwa ia bisa memberikan kehidupan yang jauh lebih baik. Bukan hanya hutang Amin yang akan terlunasi, melainkan Amin juga nantinya akan mampu membelikan rumah untuk sang ibu, menyekolahkan adiknya, dan menggapai impian yang selama ini hanya berada di angan-angan. Amin terhasut, mata tengkorak dicongkel, dan Amin menjadi karyawan keempat yang dilaporkan menghilang. Satu karyawan terakhir bernama Jasmine Carissa, memutuskan untuk resign tanpa memberikan alasan di balik keputusannya itu. Namun justru dengan begitu, ia tidak berakkhir menjadi korban Sanusi. Melanjutkan perjalanan di lorong gelap, kita sempat disambut oleh penampakan Rian anak Sanusi, yang meminta sang ayah untuk membawakan satu orang lagi. Disinilah melalui figura foto terungkap bahwa rupanya kita sedang ditempatkan di alam bawah sadar Sanusi selaku direktur perusahaan Sinar Media Harindo. Sanusi sengaja menghasut para karyawannya untuk menyerahkan jiwa mereka agar ia bisa membebaskan anaknya, Rian, yang terjebak di alam Agartha, tapi ia hanya berhasil mengumpulkan 4 dari 5 jiwa yang diperlukan. Tidak jauh berjalan dari sana, sekumpulan rangka tulang manusia tiba-tiba bermunculan dan mulai mengejar, memaksa Sanusi untuk melarikan diri sekuat tenaga hingga mencapai alam Agartha, tempat ia bertemu dengan makhluk The Great. The Great tidak bisa mengembalikan Rian karena Sanusi tidak berhasil mengumpulkan 5 mata dan 5 jiwa sesuai kesepakatan mereka. Untuk itu dengan amarah, ia meminta Sanusi untuk mencarikan satu jiwa terakhir… Sanusi tua hanya bisa membungkuk di hadapan The Great, bersedia melakukan apapun demi mendapatkan kembali putranya.
Game kembali menempatkan kita pada sudut pandang Jon yang sedang terikat di sebuah kursi bersama 4 rangka tulang karyawan yang sudah dijadikan tumbal oleh Sanusi. Empat wadah ritual sudah terisi dengan bola mata korban, menyisakan hanya satu wadah kosong yang diperuntukkan untuk Jon.
Begitu Jon mendapatkan kembali kesadarannya, Sanusi memberitahu bahwa orang terdekat Jon telah mencapai kesepakatan dengan dirinya untuk menawarkan mata dan jiwa Jon. Ia hanya perlu satu mata dan jiwa terakhir untuk melewati gerbang di alam Agartha dan bertemu kembali dengan anaknya, Rian. Tepat pada saat itu, Samsudin datang dan mengambil salah satu bola mata Jon yang kemudian diletakkan oleh Sanusi di atas wadah ritual terakhir. Namun sebelum Sanusi menikam Jon untuk mengambil jiwanya, istri Jon datang dan menghantam kepala Samsudin menggunakan linggis, menumbangkannya. Jon, dengan hanya menggunakan satu bola mata sebagai pengelihatannya, tidak bisa lagi menemukan keberadaan sang istri dan berusaha melepaskan ikatan tali di tangan sembari menyaksikan bagaimana Sanusi berjalan kembali ke dalam kegelapan. Ia lalu menyeret tubuhnya ke elevator dan menggunakan linggis sang istri untuk membuka paksa pintu elevator. Sayangnya saat menuruni kabel elevator, kabel terputus dan menjatuhkannya ke lantai 1, sehingga dalam keadaan pincang, ia segera bersembunyi dari pantauan Sanusi di dalam sebuah loker, sebelum akhirnya menyelamatkan diri.
Jon berhasil menyelamatkan diri, namun ia tidak bisa menemukan keberadaan sang istri dimana-mana. Perusahaan Sinar Media Harindo sebenarnya sudah menghentikan operasinya sejak 4 karyawannya dilaporkan menghilang secara misterius. Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan, namun mereka tidak menemukan adanya bukti ritual seperti yang dilaporkan oleh Jon. Hingga saat ini, mereka masih melakukan penyelidikan terhadap kasus menghilangnya keempat karyawan Sinar Media Harindo. Di bagian credit, kita dipertunjukkan pada 4 karyawan yang menjadi korban ritual… Dan di bagian post credit scene, Jon tampak sedang terduduk seorang diri di rumah, bersiap untuk melakukan pembalasan dendam… Hal ini menandakan bahwa nantinya akan ada sequel untuk game Night Shift Security berjudul The Revenge. Untuk mendapatkan Secret Ending, di bagian awal game setelah menyeruput segelas kopi, kita hanya perlu menunggu di gerbang keluar selama sekitar satu menit hingga tulisan di bawah menghilang. Dengan begitu, kita bisa membuka gerbang dan melarikan diri. Merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan tempat kerjanya, Jon memutuskan untuk mengundurkan diri dan pulang… Itulah kedua ending yang bisa didapatkan dalam game Night Shift Security. Sekarang untuk menjawab pertanyaan seperti motif utama Sanusi, kenapa Samsudin membantu Sanusi, dan apa yang sebenarnya terjadi secara keseluruhan, mari kita masuk ke dalam babak penjelasan. Sinar Media Harindo adalah perusahaan media cetak Indonesia yang didirikan oleh seorang pria bernama Sanusi. Pada tahun 2008, perusahaan ini mengalami pertumbuhan yang signifikan karena konsistensi mereka dalam menyediakan berita faktual yang berkualitas, baik itu berita lokal, nasional, maupun internasional. Beberapa karyawan yang bekerja di Sinar Media Harindo bisa kita lihat melalui papan kehadiran karyawan, ada beberapa yang selalu hadir bekerja, ada yang bolos sehari dua hari, tapi yang lebih parah lagi, ada yang tidak pernah hadir bekerja. Sungguh keterlaluan… Namun ada juga beberapa yang dihargai sebagai karyawan terbaik. Tampaknya di perusahaan ini para karyawan juga diberikan kebebasan untuk ngemil, terbukti dari snack Krispi Cendy yang ditinggalkan di atas meja. Menariknya Sinar Media Harindo tidak hanya fokus pada pemberitaan, melainkan juga mencetak beberapa buku kuis seperti buku teka teki silang edisi cinta bersampul Windy yang sangat menggoda… Atau buku teka-teki silang edisi spesial bersampul Harris Caine… Nah PT Droomp Entertainment, nama yang terdengar sangat unik dan keren sekali, juga pernah mengajukan ajakan kerjasama sponsorship dalam acara Riau Music & Art Festival pada tahun 2000 lalu. Tapi sayangnya kesuksesan Sinar Media Harindo secara perlahan runtuh ketika anak Sanusi bernama Rian meninggal karena penyakit Leukemia. Sejak itu, Sanusi yang tidak pernah bisa menerima kematian Rian, mulai terobsesi untuk membangkitkan kembali anaknya dan terpengaruh oleh kekuatan jahat yang memberikannya ilusi tentang alam Agartha, meyakinkannya bahwa Rian terjebak di alam itu dan sedang memerlukan bantuan. Ini artinya, voicemail yang ditinggalkan oleh Rian tentang bagaimana ia terjebak di alam Agartha sebenarnya tidak benar-benar ada. Bahkan, kita bisa melihat kemerosotan mental Sanusi melalui selembar kertas penuh tulisan Agartha yang ditinggalkan di atas meja ruang direktur. Salah satu perwakilan perusahaan PT Cahaya Karya bernama Hendra meninggalkan voicemail untuk mengingatkan Sanusi tentang pertemuan yang sudah mereka sepakati di masa lalu. Ia sudah menunggu kehadiran Sanusi di ruang meeting, namun Sanusi tak kunjung datang. Salah satu karyawan Sinar Media Harindo juga mengingatkan Sanusi tentang pertemuannya dengan Hendra dan menyampaikan kekhawatiran karena tidak mendapatkan respon sama sekali.
Tentu semua hal itu bisa terjadi karena di saat-saat seperti ini, Sanusi sudah terlalu terbosesi untuk mencari cara membangkitkan kembali anaknya, Rian. Pada satu titik, ia bertemu dengan makhluk The Great di alam Agartha dan mencapai kesepakatan dengannya, dimana untuk bertemu kembali dengan putranya, ia harus membawakan 5 mata dan 5 jiwa orang lain. Dengan ini, ia pun mulai menghasut para karyawannya untuk menyerahkan jiwa mereka, memanfaatkan titik lemah mereka dengan terus menerus berbicara tentang pengalaman buruk di masa lalu, Wira ditinggal oleh istrinya, Sendy ingin menyembuhkan istrinya yang sedang sakit keras, Raisya kehilangan anaknya, dan Amin sedang terlilit hutang. Akibatnya keempat karyawan tersebut bersedia menyerahkan jiwa mereka dan berakhir mati di tangan Sanusi. Karyawan kelima, Jasmine memutuskan untuk resign sebelum Sanusi berusaha menghasutnya. Atas laporan menghilangnya 4 karyawan secara misterius, perusahaan Sinar Media Harindo akhirnya berhenti beroperasi. Namun Sanusi tidak pernah puas, ia tidak akan berhenti mengupayakan segala sesuatu demi bertemu kembali dengan anaknya. Untuk itu bersama adiknya, Samsudin, ia mulai menyusun rencana. Mereka mencari orang-orang yang memerlukan bantuan dan sedang mengalami kesulitan ekonomi, hingga akhirnya sekitar 10 tahun setelah penutupan Sinar Media Harindo, bertemulah mereka dengan istri Jon yang sedang memerlukan uang untuk pengobatan anaknya yang sedang sakit keras.
Di belakang Jon, sang istri mencapai sebuah kesepakatan dengan Sanusi, dimana ia bersedia mengorbankan suaminya demi mendapatkan uang untuk pengobatan anaknya. Baru disinilah game dimulai, sang istri sengaja menayangkan iklan Sinar Media Harindo yang seolah-olah hendak beroperasi kembali dan memerlukan satpam shift malam untuk menjaga aset perusahaan yang berharga. Ia lalu mendorong Jon untuk melamar pekerjaan disana, mengklaim gaji yang ditawarkan cukup besar. Jon, di sisi lain, melihat kondisi ekonomi keluarganya yang sangat terpuruk, dan anaknya yang juga memerlukan pengobatan, tanpa pikir panjang langsung mengambil kesempatan itu. Sebelum berangkat, ia sempat dibuat bingung oleh sang istri yang tiba-tiba saja meminta maaf. Alasan sang istri meminta maaf sudah jelas karena ia menjebak suaminya sendiri.
Setibanya di lokasi, Jon bertemu dengan adik Sanusi bernama Samsudin yang berpura-pura menjadi satpam shift pagi dan membeberkan detail pekerjaan. Tanpa sepengethuan Jon, ia sedang ditarget untuk menjadi tumbal kelima, dan tanpa ia sadari, keempat roh karyawan yang sudah menjadi tumbal di masa lalu juga terus menerus berusaha memperingatkannya akan hal ini.
Setelah menyelesaikan seluruh pekerjaannya, Jon dipancing ke ruang direktur dan berakhir dibius oleh Samsudin yang kemudian mengikatnya di sebuah kursi untuk dipersiapkan sebagai tumbal terakhir. Sanusi berhasil memperoleh mata Jon, tapi tidak dengan jiwanya karena istri Jon yang tiba-tiba berubah pikiran datang membantu. Jon berhasil menyelematkan diri, tapi ia tidak tahu kemana istrinya pergi. Pihak kepolisian juga tidak menemukan adanya bukti dilakukannya ritual di perusahaan dan Jon bertekad untuk melakukan pembalasan dendam. Jika kita mendapatkan Secret Ending, maka Jon sama sekali tidak terlibat dalam seluruh kegilaan Sanusi dan pulang tanpa membawa apa-apa. Jon merasa bersalah atas keputusannya itu dan sang istri juga kecewa padanya. Jadi begitulah keseluruhan kisah yang dibawakan dalam game Night Shift Security. Beberapa detail kisah yang kalian dengar di babak penjelasan bukan merupakan teori, melainkan sudah berdasarkan detail yang langsung diberikan oleh sang developer, Bite X Studios kepada kami. Bagi kalian yang ingin membeli game ini, link ada di deskripsi. Bagaimana menurut kalian? Silakan berpendapat aja di kolom komentar di bawah. Request bisa dengan reply komen yang kami pin atau dm ke instagram kami di @droomp1. Jangan lupa untuk kasi like kalau kalian suka dengan konten-konten kami. Dan tentunya terima kasih banyak kepada kalian semua yang sudah menonton video ini. And see you guys in the next video. Stay Romp!

Seluruh Alur Cerita Game Night Shift: Security
Night Shift Security adalah game kedua garapan Bite X Studios yang menempatkan kita pada sudut pandang seorang satpam shift malam. Tanpa sepengetahuannya, perusahaan tempat ia bekerja menyembunyikan suatu kejadian kelam di masa lalu

Game: https://bitexstudios.itch.io/night-shift-security

Subscribe – https://www.youtube.com/channel/UC1cu3C3XRmGee8b1jifMQWA?sub_confirmation=1

Dukung kami melalui link dibawah ini (Jangan Pakai Duit Ortu)
https://saweria.co/droomp

Channel banner by @dzikrighoul

Follow us:
Twitter – https://twitter.com/Droomp1
Instagram – https://www.instagram.com/droomp1/

CHAPTERS:
00:00 Opening
00:43 Plot
13:04 Secret Ending
13:46 Explanation
19:35 Closing

FOOTAGE USED:
1. [Droomp Plays] “Night Shift: Security, Game Indonesia Lanjutan Night Shift: Laundry”

2. [Bite X Studios] “Night Shift: Security – Official Horror Indie Game Trailer (Indonesia)”

MUSIC USED:
1.Piano horor, backsound horor – No Occupants (no copyright)

VO: A
Editor: Armaguddien
Stay Romp!
#droomp #horror #indonesia