VOLTRA HEROES || EPS 3 || SAKURA SCHOOL SIMULATOR
[Musik] Kenapa kau terus berharap pada kenyataan ini? Jika kau menaruh rasa sakit yang dalam, aku akan membantumu untuk membalaskannya. Ayo, bergabunglah denganku. bagaimana? Apakah kau mau? [Musik] [Musik] Hei makhluk berdebah, apa yang kau lakukan pada tuan? [Musik] Kenapa kau diam saja? Apakah kau tidak memiliki mulut untuk menjawab pertanyaanku? Aku tidak ada waktu untuk menanggapimu. Dasar bocah ingusan. Hah? Bilang saja kau tidak cukup kuat untuk menghadapiku. Dasar makhluk jelek. Ah, apakah kau baik-baik saja, Tuan? Mm, Tuan.
Eh, gue gua enggak apa-apa, Cil.
Ah, baiklah. Ayo, Tuan. Ini kenapa badan gua tiba-tiba berat, ya? Kayak lagi dikendalin sesuatu. Ah, perasaan gua aja kali. Mungkin kecapekan doang. Tuan, ayo.
Iya, Woles Chill. Sialan. Energinya benar-benar kuat. Bahkan kekuatanku tidak bisa mencerobos masuk ke dalam tubuhnya. Tapi ini cukup terdengar baik. Sepertinya pria itu bisa lebih mudah kupengaruhi. Kangen mie ayam, kangen seblak. Padahal baru beberapa hari anjir di dalam setan ini.
Eh, dari mana L? Kes
keluar sebentar nyari angin. Lagian di sini pengap amat heran gue.
Alah, pengap apa pengap? Jejer aja lu cemburu kan ngelihat ke tanam melukultra. Iya kan? Ngaku enggak lu? Kalau enggak ngaku gua laser nih.
Idih mana ada. Songgong lu ya mentang-mentang habis dapat kekuatan. Iyalah sekarang gua udah jadi superhero. Jadi kalau kalian macam-macam tinggal gua laser aja dah mau cut.
Halah tai mau tahi. Tuan Kezio cemburu ngelihat kak kita nemluk Tuan Voltra. Apa sih bocil edan? Cemburu nih. Ye. Cemburu. Cemburu. Cemburu. Cemburu. Cemburu.
Oh jadi lu beneran cemburu? Iyalah orang dia tadi merenung di depan apalagi kalau bukan cemburu.
Siapa yang cemburu? [Musik] Itu si Geziio cemburu.
E gak ada anjir. Siapa yang cemburu ya kan, Cil?
Lah kan tuan Kazio yang cemburu melihat Kakitana memeluk Tuan Voltra.
Astagfirullah Ruby. Conggornya disensor dikit dong bikin malu aja. Wedih, gitu doang cemburu. Alay lok cases. Hah. Hah? Untung aja. Hah? Cemburu ni. Cemburu. Cemburu. Cemburu. Cemburu ya. [Musik] Agat. Pokoknya kita harus bareng-bareng terus ya sampai dewasa nanti. [Musik] Hah? [Musik] Kita dulu lucu ya. Lo selalu maksa untuk bareng-bareng sama gue sampai dewasa. Tapi takdir berkata lain. Semenjak ayah kita menghilang, kita gak pernah ketemu lagi. Lo kehilangan ayah lo. Begitu pun juga dengan gue. Tapi bedanya lo masih ada kerabat yang mau ngurusin lo. Sedangkan gue enggak tahu arahnya ke mana. Untung aja ada orang sebaik Kapten EXO yang mau ngerawat gue dari kecil sampai sedewasa ini. Tapi sialnya dewasa ini enggak bareng lo. Agata, anggota klan Fanatik generasi pertama yang masih tersisa. H, akhirnya lo muncul juga ya, Berkah.
I, it’s me. Sejak apa lu join Chadow Hunter?
Sejak ngebunuh seluruh keluarga gue. Habisi dia,
anjing. Hah, C Arca. Sialan. Mik-nya enggak aktif. [Musik] Bi, seblak satu porsi ya.
Iya, Neng.
Kok tumb sepi, Bi? Biasanya ada tuh empat orang yang sering nongkrong di sini. Oh, Kaiser Keizio Neng Kitana sama Neng Alona.
Nah, iya itu
enggak tahu saya juga mereka ke mana. Terakhir kali Bibi lihat mereka itu ngikut mas-mas rambut landak bermata merah.
Hah? Siapa, Bi?
Ya enggak tahu. Bibi juga enggak kenal kok. Sampai sekarang mereka enggak balik lagi, Neng. Udah 4 harian loh.
Lah, sama Bi. Di sekolah juga mereka enggak pernah kelihatan lagi.
Loh, ke mana juga mereka tuh ya? Apa jangan-jangan mereka diculik sama mas-mas itu?
Ya enggak mungkinlah, Bi. Ada-ada aja sih.
Ya kan bisa jadi, Neng. Rambut landak bermata merah. Apa jangan-jangan Voltra? Wah, kalau benar sih pasti mereka nyariin ayahnya Voltra nih. Kan Agata pernah bilang kalau ayahnya Voltra itu ngilang bareng ayahnya. Hm. Info penting ini. Gue harus kasih tahu Agat. Heh, mau ke mana? Ini seblaknya udah mau matang loh.
Nitip dulu, Bi. Nanti saya balik lagi.
Awas enggak balik lagi ya kau. Vol. Lu sadar enggak kalau buku itu agak aneh? Ana, gimana maksudnya?
Pertama, Alona bilang kalau jalan arah ke telaga itu cuman ada satu, tapi yang kita lihat arah jalannya ada dua. Anehnya di mana, Ki? Kan arah jalan yang di buku itu benar.
Iya, emang benar. Tapi Alona sempat bilang ke gue kalau jalan di buku itu harusnya ke arah kanan, bukan ke kiri.
Paham? Gue juga sempat ngobrol sama Alona saat dia ngecek buku itu. Dia bilang pola itu cuman ada tiga, tapi pas kita sampai ke sana, pola di buku itu berubah jadi empat. Heh, gue yakin pasti ada yang ngubah buku itu.
Enggak pasti, Ki. Soalnya buku itu selalu dipegang Alona. Enggak mungkin kalau Alona yang ngeubah. Sedangkan saat itu dia juga kaget karena ada yang berbeda dari buku itu.
Gue bukan curiga sama Alona. Jadi, Sky, Ruby, gue yakin 100% kalau mereka yang ngubah buku itu. Logikanya gini, buat apa coba mereka repot-repot ngikutin kita kalau bukan buat ngebantu? Jadi maksud lu? Mereka yang ngubah buku itu karena petunjuknya salah.
Iya, ada benarnya, Ki. Sky juga selalu kekeh kalau dia mau ikut ngebebasin ayah gua. Padahal gua selalu nolak dengan kata-kata kasar.
Satu lagi, gua bukan bermaksud nuduh kakek. Setelah gue pikir-pikir, kalau Sky Ruby merubah buku petunjuk itu dan membenarkannya, berarti sebelumnya isi buku petunjuk itu salah semua dong. Gue bingung kenapa kakek nyuruh gue buat nemenin lo buat nyelamatin paman Venosa. Sedangkan dia aja ngasih buku petunjuk yang isinya bullshit semua. Maaf kalau gue berlebihan. Dan pertanyaan gua cuma satu, apa tujuan kakek sebenarnya? Tujuan dia secara enggak langsung untuk ngebunuh kalian berdua lewat ambisi Voltra. Apa maksud lo?
Lo ambis banget kan buat ngebasin ayah lo? Nah, dari situ tujuan kakek buat ngebunuh kalian. Biar gua jelasin kenapa gue bisa ngomong begini. [Musik] [Musik] Woi Arca, ayo mapar FF Kepala lu. Sini gue jumpsot. Enggak sopan lu ya, Cil.
Ya udah sih, gitu doang marah tahu tuh. Alay. [Musik] [Musik] Duh, mana sih perasaan gue? Taruh sini dah.
Nyari apa, Ca?
Lu lihat mic di locker gue enggak? Nih, tadi mic lu mati udah gue cas. Lu lengah banget sih, Cak. Kapten EXO kan udah bilang kalau mic itu harus aktif terus. Kalau lob bet dicas jangan sampai dibiarin mati gitu. Kan lu juga yang ditugasin buat komunikasi sama Agat. Kalau misalkan ada info atau dia lagi kesulitan, gimana?
Iya, iya. Udah, diam. Gue lagi enggak minat dengar pecotan lu. Dikasih tahunya ngeyel loh. Cak tolongin gue cak gue lagi dikejar-kejar sama anggota K Shadow.
Apa lu di mana sekarang?
Gue di belakang Bukit Sakura. Cepat ke sini, Cah. Mereka masih nyari gue. Kalau gue ketangkap, gue gak bisa apa-apa lagi. Tak Agata, bangsat.
Kenapa C?
Agat kena serang sama Khado. Ayo ikut gue. Woi, mau ke mana kalian? Monyet-monyet. Halah, palingnya makan seblak. Biarin aja, Mon. Mending mabar F. [Musik] Gua dulu sempat bolak-balik masuk ke ruangan Pak Agra. Gua juga sering baca-baca buku di sana. Dan ada salah satu buku yang buat gue tertarik sampai gue bawa pulang.
Buku tentang apa? Siklus dimensi 50 tahun yang lalu.
Woi, this bitch. Oh my god.
Eh, dapat apel dari mana L? Bagi dong. Masih ada enggak?
Udah habis. Tadi sisa satu. Gua aja bagi dua tadi sama Kay. Lu mau nih bekas gue?
Ih, najis. Bisa rabies gak makan bekas lo? Kalau bekas gue rabies gak nyet. Kalau bekas lo bukan rabbias lagi bisa meninggal gue yang ada bangsat lu.
Lagi ngapain lu pada gosip ya? Parah enggak ngajak-ngajak. Jangan berisik bloon. Si Ruby lagi tidur itu. Eh gangguin yes. Ayo ayo ayo ayo. Eh enggak jadi. Enggak jadi. [Musik] Di mana, Sky? di dop kamu nanya keluarga lo dua
enggak keluarga
enggak hah akhirnya maaf ya permissa peliharaan saya emang agak-agak bloon jadi mohon dimaklumkan [Musik] gat
agat lo di [Musik] Woi, sini.
Hah, kenapa lu numuin sesuatu? Ini mik Agat kan?
Iya anjir. Jangan dipegang Cak.
Lah kenapa?
Gue bakal panggil Chiki buat ngelacak di mana keberadaan Agat lewat kekuatan vestigiumnya. Sekalian gua panggil rombongan bocil-bocil epep. Mereka bakalan bantu kita. Halo, Cik.
Kenapa, Bang?
Datang ke lokasi yang udah gua sherlock sekarang.
Bawa anak-anak yang lain. Kami perlu bantuan kalian.
Malas ah. Gua mau main FF.
Gua sita HP lu pada ya.
Is iya ya.
Buru, jangan lama Agat dalam bahaya. Kenapa Cik?
Bang Max bilang ke Agata sedang dalam bahaya. Ayo ikut gue. Mereka perlu bantuan kita. [Musik] Max, kalau lu panggil mereka semua, jadi yang jagain kapten siapa? Sanja, Ca. Gue udah lapisin host clan pakai kekuatan gue. Gak bakal ada yang bisa masuk host kan clan kecuali kita.
Oh, oke.
Gue takut, cok, kalau kita nemuin Agat dengan keadaan yang udah mati.
Anjir, sembarangan lu.
Agat enggak akan mati. Clan Shadow nangkap Agat karena mau ngerampas kekuatannya. Setahu gue, mereka bakalan bunuh target kalau mereka udah dapat apa yang mereka mau. Kekuatan Agat belum bangkit. Jadi kemungkinan Agat cuma disekap sama mereka.
Tapi yang gue tahu kekuatan Agat gak bisa diserap sama sekali, cok. Ini bukan tentang kebangkitan kekuatannya ya. Nah, dulu dia pernah bilang kalau kekuatannya itu udah disegle kuat pakai si Ratu Velova. Jadi kayak buat apa Shadow nangkap Agat? Kan
menurut gue Agat itu salah satu ancaman bagi mereka. Ingat enggak waktu Digimon hampir ditangkap sama anggota K Shadow. Nah, logikanya gini. Kalau Digimon aja ancaman bagi mereka ya, apalagi Agat. Itu alasan gue bilang kalau gue takut nemuin Agat dengan keadaan yang udah mati. Bisa aja mereka langsung bunuh Agat, cok.
Ada benarnya juga, GF.
Iya kan? Gue juga mikir anjir sebelum ngomong.
Hm. Ada dua kemungkinan yang bakal mereka lakuin. Rampas kekuatan atau bunuh pemiliknya. Udahlah, positif thinking aja,
woi. Nah, datang juga mereka.
Sini, Cik. Gunain kekuatan lo untuk lacak lokasi Agat. Emang Kak Agat ke mana?
Halah, gak usah banyak tanya. Buruan, woi.
Ya sabarlah monyet tahu nih. Marah-marah mulu heran. Diam lu enggak diajak. Oh, K backd kau. Gimana Ci?
Kagak sekarang berada di dalam baseecamp clan Shadow. Dia dikurung dalam penjara tersembunyi. Aku gak bisa lihat di mana arah penjara itu. Tapi yang jelas penjara itu terletak di dalam baseecamp mereka. Anjing minta diacak-acak tuh kan. Bangsat. Bangsat. Selama ini kita diam aja anjing. Gak pernah sekalipun kita nyenggokan mereka. Apa harus perang itu terjadi lagi biar sama-sama hancur sekalian? [Musik] [Musik] [Musik] Going going crazy. I’m going going going crazy. [Musik] Lah, kenapa tuh anak senyum-senyum sendiri? Tahu kesurupan kali. Di buku itu tertulis seorang kesatria hebat dari dimensi ini. Nah, dia itu suka makan daging babi. Ya elah, Al, lu ceritain yang penting-penting aja lah. Tahu nih tentang dia suka makan babi, ngapain lu omongin? Iya juga ya. Oke. Oke. Jadi gini, Kesatria itu menikah dan melahirkan seekor anak laki-laki yang hidup abadi dan tak terkalahkan. Sampai banyak yang ngiris sama anak kesatria itu. Terutama saat anak kesatria itu ingin dinobatkan sebagai raja di istana dimensi ini. Tapi si anak kesatria itu nolak. Dia malah lempar tatahnya ke istrinya gitu. Paham kan? Pahamlah ya. Nah, ada salah satu panglima kerajaan yang memiliki rasa benci terhadap anak kesatria itu dan ada niat untuk ngelakuin kejahatan lah. Tapi sebelum dinobatin jadi raja, tiba-tiba si kesetria yang gua bilang di awal itu hilang, cuy. Habis itu enggak tahu lagi dah. Soalnya gua belum baca sampai habis. Nah, kesatria yang ngilang itu namanya Gama. Nama kakek lu Gama, kan?
Iya, benar. Dan ayah gua pernah bilang sebelum gua lahir kaki gua itu hilang. Tapi yang anehnya semenjak ayah gua menghilang, kaki gua tiba-tiba muncul lagi.
Fix sih. Ini dalangnya kakek lu fall. Gue yakin 100%.
Kenapa lu bilang begitu?
Gue bilang kayak gini karena ada alasannya. Bisa aja kakek lu salah satu orang yang iri itu.
Iya juga gue paham. Tapi kita gak bisa ngambil kesimpulan kalau kakek dalangnya.
Iya sih, pokoknya dari sini gue bukannya takut malah makin tertantang, cuy. Gue penasaran siapa yang bakal kita lawan di tempat persegalan itu. Pastinya orang yang ada di balik semua ini.
Benar. Oh iya, gua lepas bilang kalau si anak kesatria itu punya empat sahabat. Dan di buku dimensi itu tertulis bahwa ada salah satu sahabatnya yang iri terhadap anak kesatria itu. Anjim, makin ribet. Sans aeg gua bakalan pecahin misteri di balik semua ini. Alona kau benar-benar seperti kancil. Cerdik, pandai berlogika dan juga licik. [Musik] Jadi gimana nih, Cok? Masa kita diam aja enggak ngambil tindakan?
Hah? Enggak usah terburu-buru. Kita susun rencana terlebih dahulu.
Max, kalau kelamaan Agata keburu disiksa duluan. Mikir dong lo.
Gf, tenang.
Gue gak bisa tenang kalau kayak gini, Cak. Pokoknya malam ini kita harus ambil balik. Agat
enggak usah gegabah. Jumlah anggota kan Shadow itu enggak sedikit. Percuma kita ke sana. Yang ada mereka makin senang kalau kita kalah dan mereka bisa ngerampas kekuatan kita semua. Lu takut kalah, Max? Ya udah, kalau kalian mau terus-terusan diam begini, gue bakal ke sana sendiri. Gf, bukan gitu maksud gue. Lu bisa ggak sih gak usah egois?
Bacot anjing. Apa-apaan lo malah nyerang gua.
Kenapa? Gak senang lo? Lu dua bisa diam enggak? [Musik] Bisa diam enggak? Jawab gue nanya anjing. Mampus Kak Arca ngamuk.
Kalian bisa enggak sih enggak usah debat di situasi kayak gini? Harusnya sekarang mikir gimana caranya kita bawa Agat pulang. Dengan cara kalian debat dan saling serang gini gak bakal buat Agat balik anjing. Di sini gue gak ngebelain siapa-siapa tapi tolonglah lu usah kayak gini.
Sorry gue terlalu egois tapi gue cuman gak mau agak tak kenapa-napa. Sorry juga kalau kurang bisa ngertiin lu. Udah sekarang kita balik ke hostline dan susun rencana. Besok malam kita serang balik L Shadow dan bawa balik Agata dengan selamat. Kak, bangun, Kak. Aku tahu Kakak cuman pura-pura pingsan. Mereka udah keluar kok. Hah, kamu? Hai,
kamu Fly kan?
Eh, jangan ngedekat, Kak. Itu ada laser merah. Nanti kalau Kakak kena, Kakak bisa luka. Iya, aku fly. Kakak, kenapa bisa ditangkap oleh mereka? Bagaimana? Apakah kalian berhasil menangkapnya?
Berhasil, Tuan. Halnya mudah untuk menangkap gadis itu. Bagus. Pastikan dia ada di dalam penjaraku. Jangan sampai dia lepas. Baik, Tuan. Apakah kita tidak seharusnya membunuh dia saja, Tuan? Bukankah Anda sendiri yang mengatakan bahwa kekuatan Agat cukup berbahaya bagi kita? Selain itu, sangat mustahil juga untuk kita merampas kekuatannya. Lantas, untuk apa kita hanya menangkap dan membiarkannya? Benar, dengan memusnahkan Nagat adalah hal yang paling menguntungkan bagi kita. Ada hal yang lebih menguntungkan daripada membunuhnya. Untuk saat ini, Agata hanya akan kujadikan umpan. Umpan? Sebenarnya apa rencana Anda, Tuan?
Umpan ini untuk memancing seseorang agar keluar dari tempat persembunyiannya. seseorang ya emperor enak ya di atas ini udaranya adem enggak kayak di dalam pengap Iya, Adem. Sama kayak yang gua rasain kalau di dekat lo.
Hah? Maksudnya? Hah? Gue mau jujur, Ki? Tentang
gue suka sama lu. C. Gue ngerasa kalau lu itu sosok orang yang spesial bagi gue. Lu paham semua tentang gue. Jujur selama ini gua merasa tersiksa batin karena ditinggal waktu saat usia gua yang masih bocil. Tapi dengan adanya lu, hidup gue bisa lebih cerah. Thanks ya, Ki. Sorry K, gue gak bisa ngebalas perasaan lo. Selama ini gue cuman nganggap lu sebagai sosok kakak. Gue gak ada perasaan lebih. Kita sahabatan aja ya kayak biasa. Iya. Jangan tegang gitu dong. Gue gak maksa lu untuk ngebalas perasaan gue. Dengan lu tahu ini, gue udah ngerasa lega.
Tapi janji ya, jangan karena hal ini kita jadi renggang. Awas lo kalau tiba-tiba ngejauh.
Enggak akan, Sanja lah.
Hm. Kas, kalau gue bilang gue suka sama Voltra, lu bakalan marah enggak? Enggak kok, cie. padahal baru kenal udah suka aja nih.
Iis, gua juga enggak tahu perasaan ini tiba-tiba muncul entah dari mana. Yang jelas gue ngerasa nyaman kalau di dekat dia. Gue cepuin ya, mana tahu dia juga suka sama lu.
Jangan anjir. Awas kalau lu cepuh. Iya bawel lu. Nyi ny [Musik] V. Gue harap lu juga punya perasaan yang sama kayak gue. [Musik] Gue juga ngerasain hal yang sama kayak lu, tapi gue juga belum bisa ngelupain cinta pertama gua. Maaf kita nak. Entah kapan perasaan ini hilang, setidaknya sekarang lu udah tahu apa yang gua rasain ke lu, Ki. Walaupun perasaan ini enggak ada balasannya, tapi gue senang kok. Gue bakal jaga lu sampai kapanpun. Iya, sampai kapanpun. Walau pada akhirnya kita enggak akan bersama. [Tepuk tangan] [Musik] Bersinar kau, Cing. Kenapa badan gua enggak bisa digerakin sama sekali?
Apa yang kau lakukan di sini? Hah? Jawab. Goblok. Gua gak bisa gerak, gak bisa ngomong. Woi. Hah? Voltra, Voltra, akhirnya aku bertemu denganmu. Jangan banyak bicara. [Musik] Sialan si Voltra, enak banget badan gua dilempar. Ah, aku tahu siapa yang menyegel ayahmu. Hah? [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] abi
id warung bibi seblak by : @firlychannel4733
id rumah sky & ruby by : @seventosix76
thankyou🤙🏻
#sakuraschoolsimulator