ALIANSI DUNIA SELAMATKAN GAZA “Trump Netanyahu Akhirnya Menyerah” Senyum Kebangkitan Gaza
Are you going to be with Net Yanu about ending the war? Very far. Very but he wants it to. I will he’s coming here next week. Uh he wants to end it too. You got you got to end this now. You got to strike it to have a next. Saat Donald Trump berupaya untuk menguasai wilayah Gaza dengan Israel terus menebar ancaman seperti penggunaan drone dan menyebarkan selebaran ancaman pada penduduk di Gaza. Penolakan keras dari dunia disertai berbagai ancaman pada Amerika Serikat sepertinya telah mengalahkan Donald Trump. Maksudnya dalam pidato baru-baru ini Trump menyebut jika ia takkan memaksakan kehendaknya untuk mengambil alih Gaza dan lebih memilih untuk menggunakan kata merekomendasikan. Perubahan kata di sini berarti Amerika tidak masalah jika pada akhirnya Gaza dibangun lagi dengan warga Gaza akan tetap di sana. Lantas sebenarnya apakah yang membuat Trump akhirnya melunak? Apakah akibat dari tekanan dunia setelah Israel sempat bersih tegang dengan Iran kemarin? Mari kita ulas selengkapnya. [Musik] [Tepuk tangan] Setelah melakukan gencatan senjata dengan Iran, Israel yang dipimpin oleh Netanyahu kembali melakukan serangan besar ke jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 61.000 korban jiwa dengan hampir separuhnya adalah wanita dan anak-anak serta kerusakan yang tak terbayangkan dengan 90% lebih gedung, rumah, maupun fasilitas komersial hancur. Dan ini adalah serangan kesekian kalinya yang dilakukan oleh Israel kepada penduduk Gaza. Padahal sebelumnya penduduk Gaza yang sebelumnya mengungusi telah kembali ke rumah mereka masing-masing. Hamas dan Israel melakukan genjatan senjata di mana kalian bisa melihat mereka harus kembali dengan mendapati rumah mereka telah jadi reruntuhan bangunan yang tak mungkin ditinggali lagi. Di mana tentu saja hal itu menyisakan kesedihan yang tak terbayangkan sebelumnya. Tapi tunggu, meski harus melihat rumahnya telah hancur, semangat mereka untuk kembali membangun Gaza tetap penuh. Bahkan saat baru-baru ini, Presiden Trump mengatakan akan merelokasi mereka untuk pindah dari wilayah Gaza. Sebagian besar warga Gaza memilih menolak ide tersebut dengan sebaliknya, mereka ingin mempertahankan tanah mereka sendiri. Ya, seperti kita tahu di tengah gejatan senjata yang sedang terjadi, Trump yang merupakan Presiden baru Amerika Serikat mengirimkan pesan bahwa Amerika akan menguasai Gaza. Dan untuk itu sekitar 2 juta warga Gaza harus direlokasi meninggalkan Gaza untuk hidup di wilayah baru seperti negara tetangga layaknya Mesir, Yordania, dan negara lain. Trump bahkan telah memanggil raja Yordania baru-baru ini. Meski di sisi lain, Raja Yordania belum mengiyakan keputusan Trump dengan menunggu diskusi bersama negara Arab lainnya di Riyad, Amerika Serikat ingin menguasai Gaza, mengatakan ingin membangun kembali Gaza. Dan menurut Trump, mereka akan menciptakan perdamaian dengan resort-resort indah yang dibangun di sana. Dan baru-baru ini Donald Trump juga mendesak Benjamin Netanyahu untuk mewakili serangan ke wilayah Gaza. Sementara itu, melihat penolakan dari Aliansi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi inilah tak lama setelahnya Trump akhirnya melunak. Dalam sebuah laporan suara dari Trump yang dirilis oleh Aljazirah, Trump mengatakan bahwa ia tidak akan memaksakan kehendak untuk memindah warga Gaza. Sebaliknya, ia hanya akan merekomendasikannya saja. I do. Jika kita melihat apa yang disampaikan Trump dengan mengubah kalimatnya menjadi merekomendasikan, ini dapat diartikan bahwa Trump mencoba menampilkan dirinya lebih diplomatis, menghindari kesan agresif, atau mendukung kebijakan pemindahan paksa yang bisa dianggap sebagai pelanggaran HAM. Selain itu, ini juga bisa diartikal sebagai langkah Trump untuk memenangkan kritik dari dunia internasional termasuk sekutu Amerika Serikat yang menentang pemindahan paksa. Dengan begitu, Amerika Serikat tetap memiliki pengaruh tanpa secara eksplisit mendukung tindakan yang lebih keras. Namun dii lain menurut analisis dari Marwan Bisara, analis politik senior Aljazirah, sudah sejak awal ID Trum ini memang enggak realistis, tapi karena dia adalah presiden dari Amerika Serikat, tiap ucapannya tentu aja akan menggemparkan dunia. [Musik] Gaza harus bangkit. Saat ini negara-negara Arab memilih untuk memulai upaya rekonstruksi di jalur Gaza yang hancur akibat konflik berkepanjangan. Perdana Menteri Mesir Mustafa Matbuli menyatakan bahwa rekonstruksi ini ditargetkan selesai dalam waktu 3 tahun dengan kolaborasi antara Mesir dan negara-negara Arab lainnya. Langkah konkret telah dimulai dengan pengiriman rumah modelar dari Mesir ke Gaza pada 20 Februari 2025. Sebanyak 5 truk yang membawa 15 rumah modular telah melintasi perbatasan Rafah menuju Gaza. Selain itu, bahan bangunan lainnya juga mulai masuk ke wilayah tersebut dengan banyak buldozer telah dikerahkan untuk membersihkan puing-puing reruntuhan. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Di sisi lain, aktivitas ekonomi di Gaza juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pasar-pasar mulai ramai dengan kegiatan jual beli dan warga setempat telah memulai kembali aktivitas perdagangan mereka. Meskipun tantangan masih ada, namun semangat masyarakat untuk membangun kembali kehidupan mereka sangat terlihat. Sekarang dengar deh pendapat dari salah satu warga Gaza berikut ini. [Musik] Jelas Amerika tak bisa meremehkan penduduk Gaza. Mereka memiliki semangat. Mereka tahu cara membangun kembali kota mereka, hidup kembali di tanah mereka tanpa harus disuruh keluar. Maksudnya aksi Mesir dan negara-negara Arab untuk lebih cepat dan tanggap ini bisa jadi simbol jika Arab tahu solusi terbaik untuk membangun kembali wilayah Gaza. [Musik] [Tepuk tangan] Cara Gaza pertahankan tanah air mereka. Meski Israel masih sering menyerang para penduduk Gaza, namun lihatlah bagaimana mereka mempertahankan tanah mereka untuk tak dikuasai oleh para Zionis. Dan upaya membangun Gaza kembali akhirnya mulai dilakukan dengan banyak tenda-tenda pengusian dibangun. Bahan-bahan bangunan juga sudah mulai masuk di mana banyak rombongan truk-truk besar mengangkutnya baru-baru ini untuk membantu penduduk Gaza bisa membangun kembali rumah-rumah mereka. Selain itu, rombongan bulldozer juga sudah banyak yang masuk ke Gaza untuk melakukan pembersihan pada runtuhan bangunan yang ada di sana. Dan pada akhirnya inilah yang kita harapkan. Seluruh penduduk Gaza bisa kembali beraktivitas dengan normal, melakukan aktivitas jual beli, bekerja, membangun kembali kota mereka, dan untuk anak-anak mereka bisa kembali mendapatkan kebahagiaan untuk bermain dan bersekolah. [Musik] Dan terlepas dari apapun pada akhirnya dunia telah menyaksikan bagaimana tekanan diplomatik dan solidaritas mampu menghentikan rencana pemindaan paksa warga Gaza yang awalnya jadi ide besar Trump, Amerika, dan Israel. Aliansi Arab yang solid berhasil menolak kebijakan Trump dan memastikan bahwa Gaza tetap milik rakyat Palestina. Di sisi lain, bada dahsyat yang melumpuhkan Amerika Serikat menunjukkan bahwa bahkan negara adidaya pun tidak bisa mengontrol segalanya. Mungkin ini saatnya bagi Amerika Serikat untuk lebih fokus pada permasalahan dalam negerinya daripada mencampuri urusan negara lain, kan gitu. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]
Kunjungi toko kami di Shopee!
FigureArt.idn : https://shope.ee/5fGtDrTmRm
{judul} ALIANSI DUNIA SELAMATKAN GAZA “Trump-Netanyahu Akhirnya Menyerah” Senyum Kebangkitan Gaza
skrip:
editor:
dubber:
======================================
GL Media
Website: https://glnews.id/
ig: https://www.instagram.com/glnews_ig/
tiktok: https://www.tiktok.com/@glnewsofficial
fb: https://www.facebook.com/glnewsfootball/