BANJIR FAKTA, Statement Aktivis Pro Israel Di Counter Analis Timur Tengah dan Husein | tvOne

[Musik] kalau bahas sejarah rasanya kita kembali 2000 tahun lalu tapi yang di depan mata saja yang kebrutalan ditunjukkan kepada seluruh mata dunia jutaan manusia sudah terluka sampai saat ini bu Susi intervensi Bu soal klaim sejarah antara Irfan dan juga Monik tadi Bu
oke eh ini cerita biblikal cerita Bible oke yang dipertarungkan padahal sebetulnya latar belakang semua konflik adalah interest defined as power jadi kepentingan itu mendefinisikan kekuasaan siapa yang bermain kalau kita ingat Inggris imperialis utama ya kalau dia bagi-bagi negara itu seenak jidat akhirnya kan bom waktu biasanya terjadi di Afrika terjadi di Brunei terjadi di Palestina juga jadi kalau Anda paham jangan memfokuskan diri kepada cerita-cerita biblikal tapi sebetulnya cerita tentang perebutan kekuasaan imperialism konflik yang mengadu domba dan akhirnya menjadi begini kenapa narasi-narasi Zionis itu menjadi narasi yang berkumandang di universitas karena saya juga tahu ya multiculturalism itu juga gagasan tentang ee pemujaan terhadap minoritas ya multiculturalism itu bikin bingung Amerika Serikat sekarang ini bikin kacau negara tersebut ya dan itu kebanyakan guru-guru saya orang Yahudi Yahudi Amerika jadi ee jadi jangan lepas dari persoalan bahwa ada masalah kekuasaan masalah perebutan pengaruh yang di dilapisi oleh cerita-cerita Bible cerita-cerita kitab suci padahal sebetulnya gagasan dari Zionis Ben Gurion itu ateis oke dia membayangkan Israel itu menjadi Israel raya mengambil Trans Jordan mengambil Syria mengambil Lebanon mengambil sebagian dari Saudi Arabia dan sebagainya kenapa itu penting amerika Serikat melihat Israel tuh efektif israel tuh pandai Yahudi-Yahudi itu pandai semit ya sama aja sama Arab pintarnya ee hanya mereka lebih organized ya e jadi Amerika ingin menunggangi kelompok Zion ini untuk menguasai Timur Tengah karena dia enggak mau pusing ngapain melihat orang Arab saling berantem satu sama lain lebih baik diubkontrakan kepada Yahudi untuk bisa menguasai seluruhnya jadi Anda jangan sibuk emosional tentang agama karena ini bukan soal agama ini adalah soal imperialism kenapa kita enggak bisa bergerak ya karena juga kita takut dengan sekutu mana ada pemimpin kita yang berani secara lantang membela-bela kan enggak ada jadi sebagai orang muda yang akan menjadi pemimpin masa depan selalu ingat imperialism itu masih ada dan imperialism itu bisa diwakilkan kepada kelompok-kelompok yang pandai kalau kita lihat sekarang rezim sudah mendekati kelompok Zionis dalam arti uangnya Rockefeller Roshield dan kawan-kawan itu Anda harus berhati-hati karena yang diinginkan untuk menjelmakan Israel itu adalah sumber daya alam kita jadi kita diadu domba oleh Cina kita diadu domba oleh Siones bubarlah Indonesia
tapi sikap Indonesia rasanya jelas Ibu Susi kita mendukung penuh kemerdekaan Palestina Bu
ya tetapi yang di bawah di bawah meja kan enggak kelihatan maksudnya apa Bu di bawah meja ada apa ada urusan diplomasi apa
ada kepentingan-kepentingan lah kepentingan-kepentingan kita tahu pertarungan antara kelompok Bakri dengan Roshield sekarang Roshield di dirangkul oleh Hasyim dan sebagainya ini satu tanda bahaya karena kalian itu mohon maaf ya saya dari UI ya saya tahu mahasiswa saya super pintar dan saya tahu orang Indonesia itu super pintar sampai saya sering sedih membaca paper-paper mereka tapi mereka dikunci oleh imperialism intellectual kita membaca buku-buku barat nah barat itu saya lama di Amerika tapi saya kadang-kadang harus mengkritik juga ee cara mereka membuat textbook adalah mendefinisikan secara mereka mensosialisasikan orang seperti mensosialisasikan ekonomi kita ke World Bank ke IMF pbb itu siapa yang bikin kalau PBB Amerika yang bikin dia akan membuat agar hukum internasional tidak berlaku dikodifikasi sebagai hukum Amerika misalnya hukum disabilitas orang cacat dikemukakan di PBB untuk dilindungi lalu orang Amerika bilang “Kita tidak boleh ratify.” Dia tidak meratifikasi UNCL dia tidak meratifikasi Kyoto Protocol dia tidak meratifikasi eh Paris agreement akhirnya keluar ya Donald Trump jadi jangan melulus soal agama karena agama itu adalah poles-polesannya berarti maksud Bu Susi Zionis berlindung berkedok dengan lapisan agama
padahal sebenarnya dia ateis
oke
sebenarnya dia ateis he
jadi ee agama itu tentang cinta kasih
oke agama itu tentang bersimpati kepada orang yang terluka
kita boleh ke pendeta Marcel agama soal compassion soal cinta kasih pendeta Marcel boleh bersuara oke sekarang di tengah perang Iran Israel sudah genjatan-senjata tapi Gaza terus-terusan digempur
oke saya terima kasih dulu atas kesempatan yang diberikan dan sudah diundang dan kalau saya tahu seseru ini saya lebih memilih untuk jadi host aja Mas Andrew
wah
iya kita kita bukan menghadirkan dialog dialog yang seru ya ini bukan bukan seru ini bukan seseruan
iya dari tadi saya tutak tung tak tung tak saya pikir “Tuhan kalau tahu gini saya jadi host aja Mas Andro mungkin TVan butuh dua host saya siap sih kali ini ya oke nah kalau kalau kalau ditanya dari saya tentunya kan latar belakang saya adalah seorang pendeta ya artinya dari perspektif seorang ee pemuka agama Kristen artinya begini ketika melihat apa yang sedang terjadi sekarang tentunya sama seperti apa yang tadi saya pandang dari perspektif TV1 juga bahwa bicara tentang kemanusiaanlah adalah fondasi kita artinya begini ketika bicara tentang apa yang terjadi hari-hari ini tentunya sangat kita sayangkan kalau bicara tentang adanya korban dari sisi manapun setiap orang setiap jiwa itu berharga artinya apa yang kita harapkan bersama adalah kedamaian dari sisi manaun korban itu jatuh itu kesedihan buat setiap kita artinya saya ketika saya melihat korban dari sisi ee di di Palestina di di di Gaza kemudian dari sisi sebaliknya saya menangis melihat itu kenapa karena sekali lagi setiap orang itu berharga artinya saya sangat berharap sekali kalau dari perspektif saya tentunya bahwa ya kedamaian itu bisa tercipta meskipun faktanya segelintir orang yang dianggap minoritas kok masih pasang badan untuk Israel nah ketika bicara tentang pasang badan ya dalam hal ini karena saya belajar Alkitab saya belajar sejarah Alkitab saya bisa mengerti kenapa ada orang yang akhirnya mendukung apa yang menjadi tindakan dari Israel masa kini tetapi kita sekali lagi saya meng-cover bahwa kedamaian tentunya menjadi harapan kita bersama karena bicara tentang peperangan itu kerugian buat siapapun artinya bicara tentang kedamaian kemudian jiwa-jiwa tadi itu berharga itu penting perlakuannya pendeta Marcel perlakuannya yang dipertontonkan yang diperlihatkan semua media kami tidak memandang agama Nasrani ee Islam nonmuslim tapi perlakuannya kok sangat terkesan bukan lagi terkesan tapi biadab sekali yang dipertontonkan oleh Zionis Israel kepada warga Gaza sepakat enggak Teman-teman di sini
sepakat
biadab enggak
biadab
iya artinya begini balik lagi ya dari sisi Israel maupun dari sisi Hamas apa yang dilakukan dari perspektif saya yang saya lihat dari banyak ee berita yang beredar ya bahwa itu tadi tindakan yang sangat-sangat disayangkan artinya begini saya kemarin baca dari kedua sisi mereka menggunakan warga sipil untuk sebagai tameng dan itu buat saya sangat-sangat menyedihkan sangat-sangat menyakitkan boleh dari pihak dari pihak mana pendeta Marsel ditegaskan yang menggunakan tameng dari warga si sekali lagi based on media yang saya baca keduanya koreksi kalau saya salah jadi keduanya
oke menggunakan tameng rakyat sipil makanya balik lagi boleh cek medianya intinya adalah
ketika ada korban
dari perspektif saya dan saya percaya dari perspektif orang Kristen yang belajar Alkitab karena Alkitab itu kalau dipres jadi satu kata kasih saya bisa statement itu itu sangat menyedihkan terlepas dari media itu benar Benar atau tidak ya
oke saya koreksi dikit ya ter minta dikoreksi ya ee Pak Marcel saya sangat menghormati ya pendapat Marcel harapan saya Pak Marcel besok-besok ajak mbak-mbak samping Pak Marsel untuk ikut kebaktian Pak Marsel ya itu yang pertama yang kedua ya terkait ee warga G perjuang Gaza menggunakan sipil sebagai tameng itu tidak ada pembuktian sama sekali itulah tipe framing media barat ya tapi kalau kita minta satu foto aja yang membutuhkan itu enggak ada tapi yang unik banyak foto-foto beredar otentik original tank-teng merkaava Israel itu meletakkan di depannya itu sipil Palestina sipil Gaza itu itu viral loh itu viral dan itu sudah sudah diconfirm jadi mereka itu meletakkan warga sipil Gaza di depan tank mereka agar tidak diserang oleh para pejuang Gaza nah itu yang benar-benar terconfirm adapun tuduhan warga pejuang Gaza menggunakan tameng eh warga sebagai tameng itu saya berani jamin sekarang juga itu tidak akan Antum temukan tidak akan Anda temukan sama sekali ya jadi bagus saya sangat sangat respek dengan kesiapan pendeta Marcel untuk dikoreksi maka saya sebagai orang yang 13 tahun tinggal di Gaza saya bisa mengoreksi itu terima kasih
boleh ditanggapi langsung Pendeta Marsel sebelum ke Mbak Monik tadi ingin juga menanggapi sepertinya
ya balik lagi ya karena sekali lagi yang tadi saya jadikan dasar adalah berita yang beredar artinya di media-media yang sekali lagi dari perspektif umum pasti terpercaya tapi sekali lagi kalau ditanya di manakah saya berdiri hari ini artinya saya ada di tengah di mana kemanusiaan harus menjadi yang utama kedamaian harus yang menjadi utama di bumi ini mbak Monik ingin menambahkan soal tadi Mbak tameng menggunakan tameng
iya iya jadi begini hamas itu berkuasa di Gaza sejak tahun 2006 begitu Israel keluar dari Gaza diadakan pemilu Hamas yang menang tetapi jangan salah Hamas adalah teroris menurut mufti dari Arab Saudi mufti Arab Saudi pada 2017 melalui televisi di Arab Saudi menyatakan Hamas adalah kelompok teroris dan Monik setuju
jika ada
Mak Monik aja ke Saudi kalau gitu
yang menyetujui tindakan terorisme Hamas saya sudah pernah katakan di negara kita ada BNPT makanya ada ada program deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme badan Nasional Penanggulangan Terorisme ada program namanya Deradikalisasi saya tidak ingin adik-adik generasi muda itu menjadikan Hamas sebagai sebuah sosok perjuangan apakah para pahlawan kemerdekaan Indonesia memperkosa anak memperkosa perempuan membunuh bayi dan anak-anak seperti kafir ada tanpa bukti lagi apakah pejuang istilahnya pejuang-pejuang
melakukan aksi teror dan kekerasan tidak
kembali lagi ke soal tameng manusia eh sampai situ dulu Mbak ditanggapin Mbak itu ada 7000 korban jiwa di Gaza separuh lebih perempuan dan anak-anak
itu pertanyaan saya kenapa datanya selalu perempuan dan anak dalam hal korban jiwa mana data kombatan Hamas berapa banyak teroris Hamas yang tewas yang kita tahu hanya apa yahya Sinwar Ismail Hanie terbunuh di di Teheran yang lainnya ada enggak datanya
Mas Husin Gaza ada enggak tidak datanya Mas dikeluarkan Mas data-datanya Mas kami tidak ingin framing kami tidak ingin mengkotak-kotakkan satu narasi saja tapi harus berimbang semuanya harus punya suara yang objektif yang sama
data enggak enggak emang enggak pernah ada enggak pernah ada jadi memang yang selama ini ditarget oleh saya memang sipil monitor anak-anak kalau minta data ee berapa
dan itu di depan mata Mas Husin sendiri melihat langsung kejadiannya
jadi ya seperti itu itu faktanya jadi kalau tadi tadi dikatakan e bahwa ada pemerkosaan itu kan imajinasi Mbak Monik aja sebetulnya kan ya dan dan lucu gini sejak kapan sejak kapan sejak kapan e Mbak Mon ini menjadi korban-korban pemerkosaan pada 7 Oktober 202 supaya enggak terpotong jadi ngapain jauh-jauh ngambil fatwa dari mufti Arab Saudi kenapa enggak ngambil fatwa dari Indonesia apakah Mbak Monik ini seorang muslimah asal Saudikah
sampai harus mengambil foto sana kan ya dan Mbak Monik ini dikit-dikit haas teroris hamas teroris dasarnya apa fatwa dari Saudi fatwa dari Amerika kenapa apakah Mas e Mbak Monik ini tidak mengakui Indonesia pemerintahan Indonesia indonesia tidak pernah tidak pernah mvonis tidak pernah memberikan label label pemerintah Indonesia tidak bersedia bertemu dengan Hamas ketika Hamas mau datang ke Indonesia ketemu Presiden Jokowi ditolak
rasanya yang lebih pas komentar ini pemerintah ya Mbak Monik rasanya yang lebih pas komentar ini Kementerian Luar Negeri Pak
Bang Andro kenapa saya merujuknya ke fatwa ulama dari Arab Saudi karena Arab Saudi ini rujukan umat Islam suni di Indonesia bukan
kita rujukannya Al-Qur’an dan hadis
enggak enggak maksudnya untuk Monik
itu biar Mbak Moni paham soal itu ee Hamas itu pernah punya kantor perwakilan di Arab Saudi bahkan pernah disubsidi oleh kerajaan Saudi konflik Hamas dengan kerajaan Saudi terjadi setelah Saudi mengajukan proposal to state solution jadi ini politis bukan agama fatwa itu 2002 Raja Abdullah mengeluarkan solusi damai Arab to state solution dengan syarat e jadi Saudi dan negara Arab bersedia melakukan Israel dengan syarat Israel menerima keberadaan negara Palestina merdeka yang setara yang itu ditolak mentah-mentah oleh Israel sebentar dulu
fatwanya 2017 seb belum selesai belum selesai ide itu termasuk menejutkan buat dunia Arab waktu itu karena waktu itu sisinya semua wilayah itu milik orang Palestina hamas yang itu masih belum siap menerima proposal itu sebagaian negara Arbak itu juga enggak terima enggak terima tapi pelan-pelan ini menjadi pandangan umum bukan hanya bangsa Arab tapi masyarakat global sudah 148 negara PBB sudah 75% mengakui konsep two state solution
kita tanyakan langsung kepada Pak Nabil dari Kementerian Luar Negeri pak Nabil harus bersuara Pak
jangan lupa fatwa itu temporer tahun 2023 Ismail Haniah datang ke Saudi
oke
ketemu petinggi kerajaan dia sempat umrah juga Buga pemimpin Fatah posisi negara-negara Arab sekarang sekarang ini adalah dalam posisi bagaimana mendamaikan Hamas dan Fatah dan posisi hama sekarang sudah siap menerima konsep two state solution
jadi jangan pakai fatwa besok lusa bisa dirubah
pak Nabil kita boleh itu kan tahun
Kang bisa dulu kita boleh ke pemerintah
fatwanya masih ada atau tidak Pak maaf
kalau fatwa berlaku Ismail Haniah tidak akan bisa masuk tuh ke Saudi tahun 2023 bisa masuk
tidak boleh Bu
iya tapi fatwanya dicabut kan
tahun 2014 kepala perwakilan Hamasudi ditahan tapi sekarang sudah dibebaskan itu fatwa sudah enggak berlaku lagi otomatis fatwa itu sudah tidak berlaku lagi sejalan dengan perubahan sikap politik dan kebijakan kerajaan
oke dengan sikap politik kebijakan two state solution pak Nabil apakah sudah tersambung bersama kami pak Nabil dari Kementerian Luar Negeri ya baik Mas Andrew apakah suara saya terdengar
jelas Bapak ini saking banyaknya poin yang sudah dilontarkan para narasumber Bapak ingin menanggapi poin yang mana Pak soal cap Indonesia terhadap
Hamas
baik di Palestina apak eh pertama-tama terima kasih ya atas kesempatannya diberikan ee untuk menanggapi pada sesi ini ee mungkin saya bisa memulai pertama ee terkait dengan tema kita yang setelah Iran Israel gencatan senjata bagaimana Gaza mungkin ee sejak awal terjadinya ee perang di Gaza ini Indonesia posisinya selalu konsisten yaitu kita menginginkan adanya segera gencatan senjata yang permanen kita perlu fokus bahwa tadi sudah dibahas juga isu yang utama yang menjadi perhatian kita di sini adalah bentuk pertama yang paling utama adalah isu kemanusiaan dan yang kedua kita bicara tentang kemerdekaan Palestina apabila kita akan membahas tentang dukungan perjuangan kita ee bagi perjuangan Palestina tentu kita tidak akan terbawa dengan ee perlunya memilah-milah memecah belah pihak Palestina sendiri kita memberikan dukungan bagi Palestina untuk bisa merdeka sesuai dengan kerangka-kerangka yang sudah ditetapkan ee internasional dan hingga saat ini posisi pemerintah tetap sama bahwa kita terus mengupayakan adanya pengakuan bagi Palestina dan eh two state solution sebagai basis dari eh perjuangan ini kemudian ee tadi yang terakhir juga mengenai senjata itu adalah yang saat ini ada di depan mata mungkin kita bisa fokus pada e upaya ini karena dengan adanya gencatan senjata bantuan mungkin bisa mengalir dan proses politik bisa berlangsung tadi sangat menarik juga apa yang disampaikan oleh eh Mbak Susi ya mengenai bagaimana kita mem-frame satu konflik ini dari sudut pandang mana apakah ini adalah isu agama atau isu bukan agama jelas kalau ee kita melihat tadi juga disebut mengenai pengakuan kelompok Hamas sebagai kelompok ee teroris tapi juga dianggap ini ee diakui kita lihat di banyak kasus pengakuan-pengakuan ini sering berubah tergantung dengan ee tujuannya kepentingannya nah kita Indonesia tidak perlu mempermasalahkan itu dulu kita lebih fokus dulu pada yang di depan mata yaitu bisa mengupayakan terjadinya gencatan senjata dan two state solution bisa di dilaksanakan dan mungkin itu dari saya sebagai ee yang utama
termasuk Pak Nabil kami ingin tahu fakta di lapangan bagaimana penyaluran bantuan dari Indonesia ke Gaza kabarnya kendalanya luar biasa dihadapi di lapangan bapak Ibu di sini bebas bersuara di catan demokrasi anda ingin suka-suka yang dilontarkan apapun asal bisa mempertanggungjawabkan semua statementnya kita kembali sesaat lagi pemirsa [Tepuk tangan] [Musik]

Catatan Demokrasi, https://www.tvOnenews.com – BANJIR FAKTA, Statement Aktivis Pro Israel Di Counter Analis Timur Tengah dan Husein | tvOne

Setelah perang 12 hari Iran-Israel reda, mata dunia kembali ke Palestina. Ledakan & kematian di Gaza tak pernah berjeda. Lebih dari 56 ribu meregang nyawa & ratusan ribu lainnya terluka. Gencatan senjata yang dijanjikan tak pernah benar-benar dijalankan. Perundingan bahkan kerap diikuti serangkaian pembantaian.

Israel membantah menembaki warga Gaza saat antri bantuan. Pun tudingan narkoba dalam tepung yang dibagikan. Bagai dikomando, dunia mengutuk kekejaman Israel yang di luar nalar. Warga Gaza berujar “Kami manusia, bukan hanya sekedar angka & gambar”.

#Iran #Israel #Palestina #Gaza #GencatanSenjata

Narasumber:
– Marcel Saerang (Pendeta)
– Suzie Sudarman (Pengamat Politik Luar Negeri UI)
– Vahd Nabyl Achmad Mulachela (Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik & Afrika Kemenlu RI)
– Muhammad Husein Gaza (Jurnalis & Aktivis Kemanusiaan)
– Wanda Hamidah (Aktivis Kemanusiaan)
– Monique Rijkers (Aktivis Pro Israel)
– Irfan Maulana (Analis Timur Tengah)

CDK01
TOM01
FM01

Saksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live
Dan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:

Facebook – https://www.facebook.com/tvOnenews
Instagram – https://www.instagram.com/tvOnenews
Twitter – https://twitter.com/tvOnenews
TikTok – https://www.tiktok.com/@tvOnenews
Website – https://tvOnenews.com